SETIAP DOSA PASTI DIHUKUM
Kali ini, mari kita membayangkan suasana di sebuah pengadilan, di mana seorang dihadapkan kepada Hakim atas tuduhan melakukan tindak pidana, misalnya pencurian mobil. Bagaimanakah kiranya tanggapan sang Hakim seandainya yang tertuduh setelah mengaku bersalah mulai menceritakan segala perbuatannya yang dianggapnya baik sejak masa kanak-kanak? Maka dengan alasan perbuatannya yang baik tersebut tertuduh mohon diampuni serta dibebaskan dari hukuman. Tentu saja Hakim langsung menjawab: “Segala yang kaukatakan mungkin benar, tetapi di sini pengadilan harus mengadili perbuatan kejahatan yang kaulakukan. Segala perbuatanmu yang kau anggap baik itu tidak ada sangkut paut dengan hukuman yang harus dijatuhkan atas tindak pidana tersebut.”
Demikian juga hal kita di hadapan Yang Maha Adil pada Kiamat kelak: setiap dosa harus ada hukumannya. Maka tidak ada antara kita yang akan dapat mengajukan alasan pernah melakukan sesuatu yang baik. Sebab orang berdosa harus diadili karena dosanya, sekalipun pernah berbuat yang dinamakannya baik. Namun demikian, dapat diberitakan bahwa oleh Yang Maha Adil pula disediakan jalan pengampunan atas segala dosa kita, sehingga kita tidak perlu takut pada Hari Kiamat. Kiranya ayat-ayat Allah di bawah ini dibaca dengan teliti:
“Karena Anak Manusia (Isa Al-Masih) juga datang … untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Injil Allah, Markus 10:45) “Dia (Isa Al-Masih) yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (Injil Allah, Surat II Korintus 5:21) “Ia sendiri (Isa Al-Masih) telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran ….” (Injil Allah, Surat I Petrus 2:24).
Pembaca yang terhormat, Allah menyediakan jalan pengampunan atas segala dosa kita. Inilah kabar yang sungguh baik.
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
7 Comments
Leave a Response
You must be logged in to post a comment.







@penulis artikel :Kiranya ayat-ayat Allah di bawah ini dibaca dengan teliti:
“Karena Anak Manusia (Isa Al-Masih) juga datang … untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Injil Allah, Markus 10:45) “Dia (Isa Al-Masih) yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (Injil Allah, Surat II Korintus 5:21) “Ia sendiri (Isa Al-Masih) telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran ….” (Injil Allah, Surat I Petrus 2:24).
Tanggapan:
saya tidak melihat sedikitpun konteks firman ini adalah ucapan Nabi Isa AS..lebih cenderung sebuah ucapan manusia biasa tanpa melibatkan pihak lain (NABI ISA AS / Yesus menurut kalian)
Setelah saya membaca dengan teliti dan coba menggunakan sedikit ilmu yg saya punya
Apakah seperti ini firman sang Penguasa Bumi dan Langit ..?
Setiap penulis di dalam Alkitab digerakkan/diilhami Roh Kudus di dalam menulis firman Allah. Sudah barang tentu jaman dan kebudayaan, keadaan saat itu serta pribadi si penulis menyumbang pada variasi gaya tulisan masing2.
Jika anda mencari ucapan allah arab yang didiktekan langsung kepadanya oleh muhammad, mungkin anda salah alamat, karena Alkitab adalah kumpulan 66 kitab, ditulis oleh nabi2 Israel dan rasul/murid2 Yesus berdasarkan tuntunan Roh Allah, notabene telah selesai 600 tahun lebih dahulu dibandingkan alquran, firman dari muhammad seorang.
GAK SALAH YA KLO MAKIN KELIRU….TERNYATA FIRMANNYA DARI MANUSIA JUGA…KIRAIN FIRMAN ALLAH = DATANG DARI ALLAH TERNYATA DARI MANUSIA PUN BISA….WAJAR DAH….KLO GINI MAH, OTONG JUGA BISA NULIS FIRMAN…HEHEHEHEHEHE
@chandra
bukan cuma otong, muhammad yg cari wangsit ke gua pun bisa ngaku-ngaku dapat firman.
Maaf, permisi!
Baiklah, tetapi apa ada yang bisa menjelaskan bagaimana 66 kitab itu bicara tentang hal yang sama yaitu Yesus? Apakah semua penulis kitab-kitab itu hidup di zaman yang sama? Mungkinkah mereka bertemu di satu tempat dan sepakat menulis mengenai Yesus? Tentunya tidak mungkin. Jadi Alkitab ditulis oleh orang-orang yang diilhami Roh Kudus dan mereka menulis dengan gaya tulisan masing-masing, tetapi inti dan tema tulisannya diilhami Allah.
Bukankah Quran ditulis oleh orang-orang yang mendengar Nabi Muhammad mendiktekannya langsung? Jadi bagaimana mereka menulis, apa menurut gaya tulis mereka atau keinginan Nabi?
Itu saja!
Kalau cerita pengadilan itu dilanjutkan,
…
Tentu saja Hakim langsung menjawab: “Segala yang kaukatakan mungkin benar, tetapi di sini pengadilan harus mengadili perbuatan kejahatan yang kaulakukan. Segala perbuatanmu yang kau anggap baik itu tidak ada sangkut paut dengan hukuman yang harus dijatuhkan atas tindak pidana tersebut.”
Lalu tertuduh menjawab: “Kejahatan yg saya lakukan akan ditanggung oleh orang lain, seorang anak manusia. Dia sudah bersedia menanggung hukumannya, bahkan bersedia menebus dgn nyawanya…”
@ chandra; Setelah saya membaca dengan teliti dan coba menggunakan sedikit ilmu yg saya punya
saya tidak melihat sedikitpun konteks firman ini adalah ucapan Nabi Isa AS..lebih cenderung sebuah ucapan manusia biasa tanpa melibatkan pihak lain (NABI ISA AS / Yesus menurut kalian)
Apakah seperti ini firman sang Penguasa Bumi dan Langit ..?
comment: bung chandra, inilah uniknya Alkitab, satu ayat diteguhkan oleh ayat2 yg lain… ada yg merupakan saksi ayat. tidak spt alquran, diakui muhamad secara sepihak sbg Firman Allah Swt,tanpa ada nabi dan rasul lain yg meneguhkannya bahkan satupun tidak dr Alkitab. ada nggak saksi muhammad saat firman itu dia terima? bung chandra ini menunjukkan kedangkalan yg luar biasa dg pernyataan diatas. anak sekolah minggu jg bisa jawab respon anda :
Yesus berfirman :Yoh. 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
So simple,bung…. bnyk ayat lain yg diucapkan Yesus ttg hal ini secara lgs.. jgn pura2 ga tahu…
ayat di kitab petrus di tulisan di atas, hnya sebagian kecil utk menyinggung keselamatan yg justru LANGSUNG diucapkan Yesus sebelum2nya dimana mereka menyaksikan Firman yg diucapkan dan bahkan ada diantaranya yg meraba lobang paku di tanganNya..
jd, terlalu dangkal,bung kalo bung chandra hny bs berkomentar di situs ini dgn penalaran yg spt itu.
Anda mau jebak, tapi jebakannya pake jaring laba2,yah putuslah
komment anda : Apakah seperti ini firman sang Penguasa Bumi dan Langit ..?
comment sy, Nah sekarang anda uda ngerti sekarangkan Firman sang Penguasa Bumi dan Langit.
jd, jgn asal koment,bung… Ketuhanan Yesus itu Sudah terbukti, dan keakuratan Firman di dalamnya sudah sangat dalam. Ndak bs anda jebak begitu aja….