LEBIH BAIK HIDUP SEBAGAI “ANAK” ATAUKAH “HAMBA” ALLAH?

topik-9-Father-sonUmat beragama di seluruh dunia bangga menyebut dirinya “hamba” atau “abdi” Allah. Sebutan ini sungguh menggambarkan hubungan ciptaan Allah dengan sang Pencipta. Sebutan lain yang juga dipakai dalam Kitab Suci untuk menjelaskan hubungan orang dengan Allah ialah “anak.” Baik konsep “abdi” maupun “anak” dikemukakan dalam perumpamaan yang diceriterakan Nabi Besar, Isa Al-Masih sbb:

Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan [abdi, hamba] bapa.

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersuka-ria (Injil, Lukas 15:11-24).

Pada waktu anak yang hilang ini tiba di rumah ia bersedia menjadi seorang upahan [seorang abdi] saja di rumah ayahnya. Tetapi bapa sungguh mencintainya dan langsung mengangkatnya lagi sebagai anak yang sesungguhnya. Nabi Besar Isa Al-Masih mempergunakan ceritera ini untuk mengajar kita bahwa Allah Bapa di sorga ingin menjadikan kita, bukan abdiNya, tetapi anakNya.

Mungkin Saudara merasa tidak pantas mengharapkan lebih daripada menjadi “abdi Allah” (Abdullah). Tetapi jikalau kita menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat, selagi kita hidup atau dalam surga kemudian, kita akan diterima sebagai “anak” Allah yang sesungguhnya. Seorang “abdi” memang mempunyai hubungan dengan tuannya tetapi lain sekali daripada “anak”nya. Allah ingin agar Saudara atau saya, apalagi semua orang di dunia menjadi “anak”Nya. Bukankah Saudara ingin menjadi “anak-angkat” Allah? Allah tidak ingin kita rindu menjadi abdiNya toh! Ia ingin mengangkat kita menjadi anakNya!

Kiranya Saudara dapat merenungkan ayat Allah dari Injil berikut ini:

Tetapi semua orang yang menerimaNya (Isa Al-Masih sebagai Juruselamat) diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya [Isa Al-Masih] (Injil, Rasul Yohanes 1:12).

  • Share/Bookmark

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

3 Comments

  1. ALLAH MEMPERINGAT KAN BUAT ORANG ORANG YANG MURTAD TERHADAP AGAMA ALLAH SWT

    Al-Baqarah Ayat 135, Allah SWT berfirman:

    Mereka berkata, “Jadilah kamu penganut Yahudi atau Nasrani supaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “Kami ikuti agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah ia termasuk orang-orang musyrik (yang mengada-adakan sesembahan selain Allah).”

    Allah SWT didalam firman-Nya, Surat Al-Baqarah Ayat 111,
    Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) itu berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali para penganut Yahudi atau Nasrani.” Begitulah, itu (hanya) anggan-angan mereka. Katakanlah (wahai Muhammad), “Tunjukkanlah buktimu jika kamu orang yang benar.

    [3:20] Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi190: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

    [3:83] Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

    [3:84] Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”

    [3:85] Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

    DAN DI BAWAH INI ALLAH SWT TELAH MEMBERI TAU KAMI KHUSUSNYA UMAT MUSLIM ,
    MAKANYA KAMI TIDAK HERAN KEPADA APA YANG ANDA LAKUKAN ,ANDA SEOALAH OLAH MUSLIM TERUTAMA DI SITUS AL HAYAT INI TETAPI SESUNGUHNYA ANDA MA MENYESATKAN ORANGA OARANG YANG TELAH ADA DI JALAN YANG BENAR :
    FIRMAN ALLAH INI BETUL BETUL MENCENGANG KAN ANDA SUADARA NASRANI :

    Allah SWT dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 72,

    Dan segolongan dari ahli kitab mengatakan (kepada sesamanya siasat yang akan dilakukan), “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu percaya (beriman) kepada yang diturunkan kepada orang-orang mukmin itu diawal hari, dan ingkarilah pada akhirnya, agar mereka berbalik (mengikutimu).”

    MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANYA

    TERIMAKASIH

  2. Anda ini sungguh lugu yah…….Kenapa Allah SWT memberi kita gelar “hamba Allah” bukannya “anak Allah”. Sebab selama ini Anda dan penganut Kristiani lainnya salah mengartikan kata “anak Allah” itu sendiri. Allah memanggil nabi dan rasulnya dengan perkataan anak Allah, lalu kalian menyembah nabi dan rasul itu. Padahal jelas-jelas di dalam injil sendiri yesus (NAbi Isa) pernah berkata bahwa apa yang dilakukannya itu adalah kehendak Allah semata, bukan kehendaknya sendiri. Bukan begitu?

  3. Yesus melakukan bagiannya pada waktu dia menjadi manusia dia benar manusia tdk mengunakan kuasa Bapaknya dengan semena-mena..Dia tahu Dia datang dari Bapak dan bapak ada didalam Dia..Yohanes 3 ayat 16..membuktikan semuanya..dan Yesus menjadi KRISTUS yg diurapi..Tuhan dan juruslamat dunia…Puji Tuhan, mengertilah

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.