Para Istri Muhammad

368_roses

Orang Islam akan mengatakan pada anda bahwa seorang lelaki Islam dapat mempunyai istri hingga empat orang dalam satu waktu, dan itu berdasar pada Sura 4:3. Dengan tegas apa yang ada dalam Sura bukanlah kebenaran yang lengkap, sebagai seorang Islam ternyata juga dapat memiliki selir atau gundik sampai jumlah yang tak terbatas dan melakukan hubungan seksual dengan” para wanita kepunyaan dari tangan kanan mereka” (Sura 23:5-6; 33:50,52; 4:24; Sura 70:29-30). Bagaimanapun juga, walaupun, Muhamd telah menyatakan sebuah ayat dalam Qur’an (Sura 33:50) yang membuat pengecualian yaitu untuk satu orang:dirinya sendiri. Mengapa begitu?

Aisha  mengucapkan “Sepertinya bagi saya terlihat bahwa Tuhanmu segera untuk memuaskan keinginanmu” Sahih Muslim vol.2 buku 8 no.3453-3454 hal.748-749.

Dilain hal, seorang Islam mengatakan pada saya bahwa setiap pernikahan yang ada hanya untuk tujuan kemanusiaan atau kekerabatan. Aisha dan beberapa istri adalah anak perempuan dari para penguasa yang hebat yang Muhamad sangat butuhkan untuk mendukungnya. Dan yang lain seperti para janda, “dijaga” oleh Muhamad setelah suami mereka meninggal. Saya bertanya, seakan-akan tidak percaya, apakah memang agama Islam megajarkan bahwa setiap pernikahan hanya untuk perkara yang seperti ini? Ketika ia mengatakan”ya”, lalu saya bertanya lagi, ”bagaimana tentang Safiyah dan Zainab binti Jahsh?Ketika ia tidak

sadar tentang itu, orang Islam lainnya (seperti juga non Muslim) mungkin bukan keduanya. Sebagai keakuratan dari sumber dan informasi yang saya dapat, ini semua datang dari Qur’an sendiri atau otorisasi Hadits dari Islam Sunni.

Para Istri Muhamad

Dibawah ini adalah nama istri-istri dari Muhamad yang ditulis oleh cendikiawan Islam Ali Dashti. Ia mungkin menulis banyak berdasar pada daftar yang paling terdahulu dari Sejarah al-Tabari vol .9 hal.126-241. Hal itu disebutkan bahwa cendikiawan dan Hadist tidak sepenuhnya setuju dengan para istrinya Muhamad. Contohnya beberapa Hadist (bukan Bukhariatau Sahih Muslim) menyebutkan ada sepasang istri yang ia ceraikan, namun hal ini tidak ditunjukkan disini. Oleh karena itu, daftar dari Ali Dashti ini, yang mungkin tidak sepenuhnya menyetujui tentang kelengkapan, menunjukkan banyaknya istri dari Muhamad. Berikut ini adalah bukti dari Hadist, Ali Dashti yang independent, pada hubungan ini.

1. Khadija/Khadijah binti Khuwailid/Khywaylid – meninggal pertama

2. Saudah/Sauda binti Zam’a

3. ‘Aisha/Aesha/’A’ishah –usia 8 sampai 9 tahun, sebagai istri kedua.

4. Omm/’Umm Salama/Salamah

5. Hafsa/Hafsah

6. Zaynab/Zainab dari Jahsh

7. Jowayriya/Juwairiyya binti Harith

8. Omm Habiba

9. Safiya/Safiyya binti Huyai/Huyayy bint Akhtab

10. Maymuna/Maimuna dari Hareth

11. Fatima/Fatema/Fatimah

12. Hend/Hind

13. Asma dari Saba

14. Zaynab dari Khozayma

15. Habla?

16. Asma dari Noman / binti al-Nu’man

¾selir/gundik¾

17. Maria orang Kristen

18. Rayhana/Raihana/Rayhanah binti Zayd/Zaid

Dalam Hubungan yang tidak jelas -

19. Omm Sharik

20. Maymuna/Maimuna (budak perempuan?)

21. Zaynab/Zainab ketiga?

22. Khawla / Khawlah

Ali Dashti melewatkan sedikitnya sembilan istri lagi.

Muhamad menikahi 15 wanita dan melakukan hubungan pernikahan dengan 13 wanita. (al-Tabari vol.9 hal.126-127)

Bukhari vol.1 Buku 5 bag.25 no.282 hal.172-173 mengatakan bahwa [dalam satu ketika] Muhamad bisa mempunyai sembilan istri.

Berikut ini adalah penggambaran singkat tentang Hadist dan sejarah Islam awal yang mengatakan istri-istri dari Muhamad.

1. Khadija/Khadijah

(dilapalkan ka-DI-ja) binti Khuwailid/Khuwaylid Sahih Muslim vol.4 buku 29 no.5971-5972 hal.1297 meninggal tiga tahun sebelum Aisha menikah dnegan Muhamad. Dia disebutkan dalam Bukhari vol.5 buku 58 no.164,165 hal.103.

Nama Lengkap dari istri pertama Muhamad adalah Kadijah, anak perempuan dari Khuwaylid bin Asad bin. ‘Abd al-‘Uzza bin Qusayy. al-Tabari vol.39 hal.3

Muhammed  baru berumur 20 tahun ketika ia menikah dengan Khadijah, seorang janda. al-Tabari vol.9 hal.127.

‘Aisha mengatakan bahwa Khadija membawa Muhamad untuk menjadi orang Kristen yang biasa membaca Injil dalam bahasa Arab. Bukhari vol.4 buku 55 bag.17 no.605 hal.395

A’isha cemburu pada Khadijah. “Pada hal itu, Nabi teringat cara ketika Khadijah saat memohon izin, dan membuatnya sedih. Ia katakan, ‘O Allah Hala!’ Maka aku [Aisha] cemburu dan berkata, “apa yang membuat kamu teringat pada seorang wanita tua diantara wanita Quraish yang mana seorang wanita tua (dengan giginya yang ompong) dengan getah merah yang telah meninggal bertahun-tahun lalu, dan ditempat yang manakah Allah memberikanmu seseorang yang lebih baik darinya?”   Bukhari vol.5 buku 58 no.168 hal.105

2. Sauda/Sawda binti Zam’a/Zam’ah

Sahih Muslim vol.2 buku 8 no.3451 hal.747; Bukhari vol.3 buku 34 bag.4 no.269 hal.154; vol.3 no.853 hal.29; Sahih Muslim vol.2 buku 7 no.2958 hal.651; Sahih Muslim vol.2 pada catatan kaki 1918 hal.748 mengatakan bahwa mungkin Aisha telah dinikahi Muhamad sebelum Sauda, tapi Aisha tidak dapat memasuki rumah Muhamad sampai Sauda juga dinikahi oleh Muhamad.

Terdapat ketidaksetujuan tentang apakah Muhamad melakukan hubungan pernikahan dengan Saudah atau Aisha nantinya, namun al-Tabari vol.9 hal.128-129 mengatakan itu adalah Saudah.

Mantan suami Saudah, al-Sakran bin. ‘Amr bin. ‘Abd Shams menjadi seorang Krsiten di Abyssinia dan meninggal disana. al-Tabari vol.9 hal.128

Secara fisik Aisha menyebut Saudah “nyonya berlemak banyak”. Bukharivol.6 buku 60 bag.241 no.318 hal.300

Ketika Saudah merasa dirinya sudah tua, ia takut jikalau Muhamad menceraikannya, maka ia memberi penggantinya yaitu Aisha. Abu Dawudvol.2 no.2130 hal.572

Sauda juga disebutkan dalam al-Tabari vol.39 hal.169.

3. Aisha

Aisha adalah anak perempuan dari Abubakar. Ibunya bernama Umi Ruman sesuai dengan al-Tabari vol.9 hal.129. Ia menikah dengan Muhamad ketika ia berumur enam tahun, namun ia dibawa ke rumah Muhamad ketika ia berusia sembilan tahun. Bukhari vol.7 buku 62 bag.60 no.88 hal.65; Sahih Muslimvol.2 buku 8 no.3309,3310,3311 hal.715,716

Bantahan terhadap pernikahan ini menjadi pemting untuk alas an politik, yang mana Abu Bakar menjadi orang pertama yang pindah ke Islam.

Istri Muhamad ini disebutkan dalam beberapa buku, termasuk Sahih Muslimvol.1 buku 4 no.1694 hal.372; Abu Dawud vol.1 no.1176 hal.305; vol.1 no.1268 hal.335; vol.1 no.1330 hal.350; Abu Dawud vol.1 no.1336 hal.351; vol.1 no.1419 hal.373; vol.2 no.2382 hal.654.

Aisha sedang bermain dengan bonekanya ketika Muhamad datang. Sahih Muslim vol.4 buku 29 no.5981 hal.1299

Aisha masih berumur enam tahun (atau tujuh tahun) ketika ia menikah, lalu diumur sembilan tahun ia sudah melakukan hubungan pernikahan. al-Tabarivol.9 hal.130,131

Aisha baru berusia enam tahun ketika menikah, dan ketika usianya sembilan tahun barulah ia dibawa ke rumah Muhamad. Ibn-i-Majah vol.3 no.1876 hal.133

Aisha menikah diusia tujuh tahun, dan ia tinggal dengan Muhamad ketika berumur sembilan tahun, lalu ia meninggal diusia delapan belas tahun. (belum sah) Ibn-i-Majah vol.3 no.1877 hal.134

Penjelasan yang rasional mengenai mengapa Muhamad menikahi seorang gadis kecil dijelaskan dalam Sahih Muslim vol.2 catatan kaki 1859 hal.715. Yang mana dikatakan bahwa “Itu adalah situasi pengecualian dimana Hadrat Aisha menikah dengan Nabi… Poin kedua yang dijelaskan bahwa Islam tidak mempunyai batasan usia untuk pubertas dalam keragaman suatu negara ataupun ras yang lebih disebabkan iklim, keturunan, fisik, dan kondisi sosial.” Mereka juga menyebutkan dukungan dari laporan sebuah majalah yang tidak mempunyai reputasi, Kinsey, yang dalam laporannya bertuliskan Sexual Behaviour in the Human Female.

Muhammed sendiri sesekali pernah dengan sengaja memukul Aisha “di dada yang mana membuat saya sakit”, menurut Sahih Muslim vol.2 buku 4 bag.352 no.2127 hal.462.

Terdapat suatu ketidak setujuan juga. Suatu kejadian, dimulai dengan ketika Aisha sakit, lalu Muhamad pergi dari istri-istrinya selama satu bulan (29 hari) Ibn-i-Majah vol.3 no.2060 hal.241. Ibn-i-Majah vol.3 no.2063 hal.243. Ini adalah pernyataan Sura 50:1.

Budak dari Aisha

Aisha mempunyai sedikitnya satu orang pembantu yang bertugas memasak masakan untuknya selama masa pengutusan dari Banu’l Muntafiq. Abu Dawud vol.1 no.142 hal.34

Aisha mempunyai seorang budak laki-laki seorang Islam yang kemudian ia menamakannya Abu Yunus. Sunan Nasa’i vol.1 no.475 hal.340

Aisha mempunyai seorang budak perempuan. Abu Dawud vol.1 no.371 hal.96

Barirah adalah budak perempunan dari Aisha, yang mana kemudian ia dibebaskan. Abu Dawud vol.2 no.2223 dan catatan kaki1548 hal.601

Aisha juga adalah seorang yang cepat marah, ia memukul tangan seorang pembantunya dan bahkan memecahkan mangkukyang berisi makanan yang dikirim untuk Muhamad, karena yang mengirim adalah istrinya yang lain. Abu Dawud vol.2 no.3560-3561 hal.1011

Aisha mempunyai suara yang keras dan lantang. al-Tabari vol.17 hal.65

Aisha dengan senonoh membebaskan para budaknya dengan tujuan pembatalan janji. “ Ia [Ibn Az-Subair] mengirimkannya [‘Aisha] sepuluh budak yang ia bebaskan kemudian sebagai kompensasi atau penebusan janjianya. Aisha membebaskan akhirnya terus membebaskan para budaknya sampai skitar empat puluh budak ia bebeskan dengan tujuan yang sama. Ia katakan ‘saya harap saya dapat mengatakan apa yang saya lakukan seperti dalam masalah janji saya yang saya tidak penuhi ketika saya membuatnya, dengan tujuan saya dapat melakukannya dengan mudah’ “ (1) catatan kaki (1) mengatakan, “ Aisha tidak mengatakan apa yang ia lakukan karena ia tidak dapat menjaga janjinya, ini mengapa ia membebaskan banyak budak dengan tujuan agar ia merasa adanya ketentraman dan kepuasan atas permintaan maafnya.” Bukhari vol.4 buku 56 bag.2 no.708 hal.465.

Berapa banyak budak yang Aisha miliki? Atau berapa banyak uang yang ia miliki untuk membeli sekitar empat puluh budak tersebut? Hadist tidak mengatakan hal tersebut. Hanya ada dua hal yang saya temukan yaitu:

1) Para istri Muhamad dapat memerintah sekitar sepuluh budak. Ibn-i-Majahvol.3 no.1771 hal.67.

2) Seperlima dari rampasan hasil perang menjadi harta kekayaan orang Islam, dan Muhamad mempunyai jatah untuk ia dan juga istri-istrinya. Sahih Muslimvol.2 no.2347,2348; vol.2 catatan kaki 1463 hal.519; Bukhari vol.4 buku 51 bag.80 no.153 hal.99; vol.6 buku 60 bag.297 no.407 hal.379

Aisha dan Perang Unta

Aisha adalah orang pertama yang mendukung perihal pembunuhan terhadap Utman. Ia menyatakan bahwa Utman telah menjadi orang kafir dan tidak berkepercayaan lagi. Namun, setelah pembunuhan Utman dilakukan ia justru mengubah pemikirannya dan ingin menghukum orang-orang yang telah membunuh Utman. Orang Islam memanggilnya untuk melakukan hal tersebut. al-Tabari vol.17 hal.52-53

Setelah ini, Mu’awiyah menunjuk Muhamad bin Abu Bakar untuk dieksekusi dengan alasan pembunuhan Utman, dan lalu tubuhnya ditaruh diatas keledai yang kemudian dibakar pada tahun 38 A.H. Aisha sangat berduka atas saudaranya itu, ia pun memanjatkan doa khusus untuknya.  al-Tabari vol.17 hal.158

4. Umi Salama

Umi Salama binti Abi Umayyah (membicarakan hal yang intim dengan rasulAllah) Sahih Muslim vol.2 no.2455 p.540

Umi Salama mempunyai nama asli Hind binti Abi Umayyah bin al-Mughirah bin ‘Abdallah bin ‘Umar bin Makhzum. al-Tabari vol.9; hal.133; vol.39 hal.175.

Umi Salama (tidak dikatakan menjadi seorang istri ) Sahih Muslim vol.2 no.2992 hal.656; vol.2 no.3445 hal.746; istri Bukhari vol.4 buku 53 bag.4 no.333 hal.216; Bukhari vol.7 buku 62 bag.34 no.56 hal.40. Ibn-i-Majahvol.2 no.1634 hal.473; Abu Dawud vol.1 no.383 hal.99. Muhammad menikahi Umi Salama, seorang janda Abu Salama (meninggal tahun 4 A.H. di Abyssinia). Al-Tabari vol.39 hal.175. Umi Salama meninggal pada tahun 59 H. ketika ia berumur 84 tahun. Sahih Muslim vol.2 catatan kaki 1218 hal.435. Umi Salama sedang hamil ketika Muhamad menikahinya dan anak perempuannya itu diberi nama Zainab binti Abu Salama (Sahih Muslim vol.2 no. 3539-3544 hal.776-777. (Ini adalah gadis yang sama sebagai Zainab binti Umi Salama)

Istri Muhamad yang ini juga disebutkan dalam Abu Dawud vol.1 no.274 hal.68; vol.3 no.4742 hal.1332; vol.2 no.2382 hal.654; Sunan Nasa’i vol.1 no.240 hal.228; Ibn-i-Majah vol.3 no.1779 hal.72;  al-Tabari vol.17 hal.207; al-Tabari vol.39 hal.80

Umi Salama sudah mempunyai seorang anak laki-laki sebelum ia menikah dengan Muhamad. Namun anaknya itu telah pergi dengan Aisha, al-Zubayr, dan Talhah. Dalam  al-Tabarivol.17 hal.42

Teman Umi Salama adalah Naban (= Abu Yahya) dan Ma’in bin Ujay (=Abu Qudamah al-Tabari vol.39 hal.320

5. Hafsa/Hafsah

Anak perempuan dari Umar bin Khatab disebutkan dalam Sahih Muslim vol.2 no.2642 hal.576; vol.2 no.2833 hal.625; vol.2 no.3497 hal.761; Abu Dawudvol.2 no.2448 hal.675; vol.3 no.5027 hal.1402. Ia adalah anak perempuan Umar bin al-Khatab. Ia masih berusia 18 tahun ketika menjadi janda Kunais dan menikah dengan Muhamad pada tahun 625 A.D. Ia lahir pada tahun 607 A.D dan meninggal sekitar tahun 647/648, 661/662, atau tahun 665 A.D. Ia juga disebutkan sebagai istri Muhamad dalam Ibn-i-Majah vol.3 no.2086 hal.258

Setelah suami Hafsa meninggal karena tertembak di Uhud, ayah Hafsa berpikir untuk menikahi Hafsa dengan Utman, namun Utman menolaknya karena ia tahu Muhamad menginginkan Hafsa untuk menjadi istrinya. Mereka menikah tahun 3 A.H. Hafsa lebih tua empat tahun dibanding dengan Aisha.  Sunan Nasa’i vol.1 #32 hal.117. Oleh karena itu Muhamad tidak menikahinya hanya untuk memenuhi kebutuhan Hafsa. Muhamad lebih suka menikahi seseorang yang sebelumnya telah menjadi istri orang lain.

Konflik : ‘Umar mengatakan pada Hafsa untuk tidak menggangu Aisha yang sangat bangga akan kecantikannya dan Muhamad pun mencintainya. Bukharivol.7 buku 62 bag.106 no.145 hal.108. Hafsa mengatakan pada Aisha “Saya tidak pernah mendapat perlakuan yang baik darimu!” Bukhari vol.9 buku 92 bag.5 no.406 hal.299-300

Umar mengatakan Muhamad menceraikan Hafsa (membatalkan perceraian) lalu membawanya kembali. Abu Dawud vol.2 no.2276 hal.619. Menurut Ibn Ishaq, Mohammad menceraikan Hafsa tapi membawanya kembali. al-Tabarivol.9 catatan kaki 884 hal.131.

“Yahya … dari Malik dari Muhamad ibn Abdul ar-Rahman…yang mana ia dengar bahwa Hafsa…membunuh salah satu budak perempuannya yang hendak membunuhnya menggunakan ilmu sihir. Ia adalah seorang mudabara. Hafsa menyuruh seseorang untuk membunuhnya, dan iapun dibunuh” Muwatta Malik 42.19.14

Hafsa, istri Muhamad, meninggal ketika ia berusia 60 tahun. al-Tabari vol.39 hal.174

6. Zainab binti Jahsh

Sahih Muslim vol.2 no.2347 hal.519; vol.2 no.3330 hal.723,724; vol.2 no.3332 hal.725; vol.2 no.3494 hal.760. Bukhari vol.3 buku 33 bag.6 no.249 hal.138; vol.3 no.829 hal.512; vol.4 no.6883 hal.1493; Nama asli Zaynab adalah “Barrah”, tapi Muhamad menggantinya menjadi Zaynab. Bukhari vol.8 buku 72 bag.108 no.212 hal.137; Abu Dawud vol.3 no.4935 hal.1377-1378. Abu Dawud vol.1 no.1498 mengatakan nama Juwairyiha biasanya Barrah.

Sura 33:36-38 dalam Qur’an mengatakan” ini tidak untuk orang percaya lainnya, laki-laki atau perempuan, ketika Tuhan dan utusanNya memutuskan sesuatu, untuk membuat pilihan dalam suatu hubungan. Siapapun yang tidakj patuh pada Allah dan utusanNya dibuat hilang dan menjadi kesalahan yang besar. Ketika anda mengatakan padanya yang mana Allah telah memberkatinya dan anda menyukainya ‘Jagailah istrimu untuk dirimu sendiri, dan takutlah pada Allah’ dan anda sedang bersembunyi dalam diri anda akan apa yang Allah harus tunjukkan, takut pada sesama, dan Allah mempunyai hak yang lebih baik untuk anda untuk takut padanya. Maka ketika Zaid menyelesaikan apa yang ia inginkan darinya, lalu kita akan memberinya untuk dinikahi, maka tidak akan ada kesalahan pada orang percaya, menyentuh istri dari anak laki-laki yang diadopsi, ketika mereka menyempurnakan apa yang akan mereka lakukan terhadapnya, dan perintah Allah harus ditunjukkan. Tidak ada pada nabi, menyentuh apa yang Allah telah tahbiskan untuknya.”

Zainab binti Jahsh menikah dengan anak adopsi laki-laki Muhamad, sampai Muhamad berbicara mengenai Sura yang mengatakan bahwa ia harus bercerai dengan suaminya atau anak laki-lakinya itu dan menikah dengannya. Zainab “telah mengatakan lebih dulu sebelum para istri nabi, dan menyatakan bahwa Allah menikahi saya (melalui Nabinya) di Surga”Bukhari vol.9 buku 93 bag.22 no.517 hal.382. Juga vol.9 buku 92 bag.22 no.516,518 hal.381-383; al-Tabari vol.9 hal.133. Dilain hal, dalam Qur’an yang ada di Surga yang tak diciptkan itu, pernikahan Zainab telah disebutkan.

Zainab anak Jahsh mempunyai saudara laki-laki yang telah meninggal sebelum ia ada. Abu Dawud vol.2 no.2292 hal.624

Suatu peryataan dugaan bahwa Zaid menceraikan istrinya Zainab hanya karena Muhamad akan menikahinya.. al-Tabari vol.39 hal.180-182

Zainab binti Jahsh meninggal pada usia 53 tahun.  al-Tabari vol.39 hal.182

Zainab (tak diberinama) Sahih Muslim vol.2 no.2641,2642 hal.575,576.

Zainab binti Jahsh seharusnya tidak perlu bingung dengan Zainab yang merupakan istri Abu Sa’id al-Khudri. Ibn-i-Majah vol.3 no.2031 hal.223

Zainab [secara verbal] menyakiti A’ishah, maka Muhamad mengatakan pada Aisha untuk mencerca balik. “…RasulAllah (semoga damai menyertainya) datang padaku [Aisha] ketika Zainab anak Jahsh sedang bersama dengan kita. Ia mulai menggunakan tangannya untuk melakukan sesuatu, Aku mengerti memberinya suatu tanda padanya sampai saya membuatnya mengerti padanya. Maka ia berhenti. Zainab datang dan mengina Aisha. Ia mencegahnya tetapi ia tidak menghentikannya. Lalu ia (Nabi) datang dan berkata pada Aisha : caci maki dia. Lalu ia mencacimaki Zainab dan menguasainya. Zainab lalu pergi ke Ali dan berkata: Aisha telah menghina saya dan melakukan (ini dan itu) Fatimah pun datang (pada Nabi) dan berkata padanya: ia adalah anak kesayangan bapamu, Tuhan dari Ka’abah! Ia kemudian kembali lagi dan mengatakan pada mereka : saya mengatakan padanya beberapa hal, dan ia mengatakan padanya beberapa hal pula. Lalu Ali datang pada Nabi (semoga damai menyertainya) dan berbicara dengannya tentang itu” Abu Dawudvol.3 no.4880 hal.1364-1365

Dalam Alkitab Maleakhi vol.12 no.16 dikatakan bahwa Tuhan benci pada perceraian.

7. Juwairiya

Juwairiya binti Harith/al-Harith adalah seorang budak tahanan. Bukharivol.3 buku 46 bag.13 no.717 hal.431-432. Sahih Muslim vol.2 no.2349 hal.520 mengatakan bahwa Muhamad menyerang bangsa Bani Mustaliq tanpa peringatan ketika mereka sedang melakukan pekerjaan dipeternakannya. Juwairiya adalah anak perempuan dari seorang tukang masak.Sahih Muslimvol.3 no.4292 hal.942 dan Abu Dawud vol.2 no.227 hal.728 dan al-Tabarivol.39 hal.182-183 juga mengatakan Juwairiya ditangkap dalam penyerangan terhadap bangsa Banu Mustaliq. Ia telah menikah dengan Musafi bin Safwan, yang telah dibunuh dalam perang.

Istri Muhamad Juwairiya dulunya bernama Barrah. Abu Dawud vol.1 no.1498 hal.392. namun, Bukhari vol.8 buku 72 bag.107 no.212 hal.137; Abu Dawud vol.3 no.4935 hal.1377-1378 mengatakan dulunya nama Zainab juga Barrah.

Juwayriya binti al-Harith bin Abi Birar bin Habib, cucu laki-laki yang hebat Jadhimah al-Mustaliq dari kelompok Khuza, dirampas ketika orang Islam menyerang bangsa al-Mustaliq. Suaminya, Musafi bin Safwan Dhu al-Shuir bin Abi Asrb bin Malik bin Jadhimah dibunuh saat itu. Ia menjadi tawanan perang yang setuju untuk menikah dengan Muhamad. al-Tabarivol.39 hal.182-183; al-Tabari vol.9 hal.133.

Juwayriyya ditangkap dalam perang al-Muraysi [melawan bangsa Banu Mustaliq]. al-Tabari vol.39 hal.183

Juwayriyya menikah dengan Muhamad ketika berusia 20 tahun. al-Tabarivol.39 hal.184

8. Ummi Habiba

Ummi Habiba adalah anak perempuan Abu Sufyan al-Tabari vol.9 hal.133; Sahih Muslim vol.2 no.3413 hal.739; vol.2 no.2963 hal.652; Sahih Muslim vol.2 no.1581 hal.352; vol.2 no.3539 hal.776 Ibn-i-Majah vol.5 no.3974 hal.302; al-Tabari vol.17 hal.88

Ummi Habiba berusia 23 tahun lebih muda dari Muhamad. Sunan Nasa’i vol.1 #60 hal.127

Ummi Habiba dan suami pertamanya Ubaydallah adalah orang Islam yang pergi ke Abyssinia. ’Ubaydallah pindah ke agama Kristen. al-Tabari vol.39 hal.177

Menyebutkan Zainab binti Jahsh. al-Tabari vol.39 hal.180-182

Ummi Habiba, istri Muhamad tidak perlu dipusingkan dengan wanita lain yang juga bernama Ummi Habiba. Ia adalah anak perempuan Jashs, istri Abd al-Rahman dan saudara ipar Mohammad, karena Zainab anak Jahsh adalah istrinya. Abu Dawud vol.1 no.288 hal.73

9. Safiya/ Saffiya

Safiya binti Huyai/Huyayy adalah seorang budak tahanan yang Muhamad nikahi setelah memnghabisi nyawa ayah, saudara laki-laki, suami dan orang-orang Khaibar, menurutBukhari vol.2 buku 14 bag.5 no.68 hal.35; vol.4 buku 52 bag.74 no.143 hal.92; vol.4 buku 52 bag.168 no.280 hal.175 dan al-Tabari vol.39 hal.185.

Suami Safiyah bernama Sallam bin Mishkam bin al-Hakam bin Harithah bin al-Khazraj bin Ka’b bin Khazraj. al-Tabari vol.9 hal.134-135.

Safiyyah dipanggil Safi, pada pembagian rampasan pertama, yang mana menjadi milik Muhamad. Abu Dawud vol.2 no.2988 hal.848; Abu Dawudvol.2 no.2985-2989 dan catatan kaki 2406 hal.846-849

Safiyya dibelikan oleh Muhamad tujuh orang budak. Ibn-i-Majah vol.3 no.2272 hal.357. Ia baru berusia 17 tahun ketika Muhamad menikahinya. al-Tabari vol.39 hal.184

Mohammad merasa senang terhadap Safiyya. “Jika Safiyyah tidak berduka, saya akan meninggalkannya saja sampai burung-burung dan binatang busa memakannya dan ia akan dibangkitkan lagi dalam kepercayaannya.” Abu Dawud vol.2 no.3130-3131 hal.893

Secara fisik, Saffiya itu pendek. Abu Dawud vol.3 no.4857 hal.1359

Ada konflik diantara para istri tersebut. Zainab tidak mau menyewakan untanya pada Saffiya ketika Muhamad menyuruhnya. Zainab menyebut Saffiya ”orang Yahudi” Abu Dawudvol.3 no.4588 hal.1293

Mohammad mempunyai sembilan istri dalam satu waktu, termasuk Saffiya binti Huyayy, dan kemudian ia tidak memberikannya “giliran”. Sahih Muslimvol.2 no.3455-3456 hal.749

Istri Muhamad ini juga disebutkan dalam Sahih Muslim vol.2 no.3325; vol.2 no.2783 hal.605; vol.2 no.3118 hal.678; vol.2 no.3497 hal.761; Bukharivol.3 buku 33 bag.8-13 no.251-255 hal.139-143; vol.2 buku 21 bag.22 no.255 hal.143; Ibn-i-Majah vol.3 no.1779 hal.72; Abu Dawud vol.2 no.2464 hal.681; al-Tabari vol.39 hal.169

Safiya binti Abi ‘Ubaid istri Muhamad dalam Bukhari vol.4 buku 52 bag.136 no.244 hal.151 mungkin orang yang sama juga.

10. Maimuna binti Harith

Sahih Muslim vol.1 no.1671,1674,1675 hal.368-369; vol.2 no.1672 hal.369.

Mohammad menikahi Maymuna binti Al-Harith pada tahun 7 A.H. ketika Muhamad sedang dalam suatu ritual suci menuju kota suci Mekah. al-Tabarivol.8 hal.136; al-Tabari vol.9 hal.135

Maymuna telah bercerai sebelumnya, dan telah menjadi janda sebelum menikah dengan Muhamad. al-Tabari vol.39 hal.185. Maymuna berusia 80/81 tahun ketika meninggal. al-Tabari vol.39 hal.186

Maimuna berusia 30 tahun ketika Muhamad berusia 53 tahun menikahinya. Muhamad meninggal empat tahun kemudian. Sunan Nasa’i vol.1 #43 hal.120

Maimuna, istri Muhamad, mengintip Muhamad Bukhari vol.1 buku 5 bag.22 no.279 hal.170-171. Orang yang diintip ketika mereka mandi atau pergi ke kamar mandi. Tak ada yang salah, lagipula ia adalah istrinya.

Ata bin Yasar adalah seorang teman Maemunah. al-Tabari vol.39 p.317

Budak-budak: Budak-budak wanita yang dibebaskan oleh Maymunah diberikan seekor domba, yang nantinya akan mati. Ibn-i-Majah vol.5 no.3610 hal.93

Istri Muhamad yang ini juga disebutkan dalam: Ibn-i-Majah vol.3 no.2408 hal.435; Sunan Nasa’i vol.1 no.809 hal.492; vol.2 no.1124 hal.108; Abu Dawud vol.1 no.1351 hal.356; vol.1 no.1359,1360,1362 hal.357; Sunan Nasa’i vol.1 no.243 hal.229.

11. Fatima/ Fatimah

Fatima telah disebutkan oleh Ali Dashti. al-Tabari vol.9 hal.39 menyatakan bahwa Muhamad  menikahi Fatimah binti al-Dahhak bin Sufyan (juga disebut al-Kilabiyyah).dalam waktu yang singkat

Mohammad menikahi Fatimah binti Shurayh. al-Tabari vol.9 hal.139. Ini adalah hal yang agak aneh, jika Shuray dan al-Dahhak adalah dua orang yang berbeda, membuat dua orang Fatima, atau mungkin mereka menmberikan nama alternatif karena ayah yang sama.

Menyebutkan Fatimah bin al-Dahhabi, Alya binti Zahyah, Sana binti Sufyan al-Tabari vol.39 hal.186

Mohammad melakukan hubungan pernikahannya dengan “the Kilabiyyah”. Ini bisa mengarah pada Fatimah binti al-Dahhak bin Sufyan atau ‘Aliyah binti Zabyan bin ‘Amr bin ‘Awf atau Sana binti Sufyan bin ‘Awf.  al-Tabari vol.39 hal.187

Fatima, orang yang berbeda, anak perempuan Muhamad

Berikut ini mungkin adalah istri Muhamad, tapi bisa juga anak perempuan Muhamad. Dalam masa penyerangan Mekah, Fatima telah mengintip dengan Muhamad. Ibn-i-Majah vol.1 no.465 hal.255 dan Sunan Nasa’i vol.1 no.228 hal.224; vol.1 no.417 hal.307

Seorang Fatima mengintip Muhamad ketika ia sedang mandi dalam Bukharivol.1 buku 5 bag.22 no.278 hal.170-171. Namun, Muhamad sedang mandi ketika ia diintipi oleh anak perempuannya Fatima dalam Bukhari vol.4 buku 53 bag.29 no.396 hal.263. Fatima adalah anak perempuan Muhamad dan juga istri dari Ali dalam Bukhari vol.3 buku 34 bag.29 no.302 hal.171; Bukharivol.4 buku 53 bag.1 no.325 hal.208.

Mohammad tidak menginginkan Ali untuk menikahi orang lain kecuali anak perempuannya Fatima. Ibn-i-Majah vol.3 no.1998-1999 hal.202-204. Namun, Ali mempunyai seorang budak tawanan, anak perempuan dari Rab’iah, yang membosankan, anaknya itu bernama Umi Ruqayyah. al-Tabarivol.11 hal.66.

Menginginkan seorang budak: Ketika Muhamad memberikan banyak budak untuk Aisha, Fatima berpikir ia telah membuat keputusan yang buruk. Anak perempuan Muhamad, Fatima mengajukan pertanyaan pada Muhamad tentang pekerjaannya yang berat mengasah batu dan meminta untuk dibelikan budak. Muhamad tidak memberikannya yang ia minta, namun ia memberikan sesuatu yang lebih baik. Ia mengatakan pada Fatima untuk memuja Allah sebanyak 33 kali, bersukacita pada Allah sebanyak 34 kali, dan Allah menjadi 34 kali paling hebat. Abu Dawud vol.3 no.5044-5045 hal.1405

12. Hend/Hind

Hend/Hind yang sebelumnya menikah dengan Abu Sufyan, yang mana adalah orang yang sangat pelit. Menurut Sahih Muslim vol.3 no.4251-4254 hal.928-929.

13. Sana binti Asma’ / al-Nashat

Mohammad menikahi al-Nashat binti Rifa’ah dari bangsa Banu Kilab bin Rabi’ah, yang merupakan bagian dari persekutuan Qurayzah. Beberapa orang menyebutnya Sana binti Asma’ bin al-Salt al-Sulamiyyah; ketika yang lain menyapa Sana binti Asma’ bin al-Salt dari bangsa Banu Harm. However, ia meninggal sebelum melkaukan hubungan pernikahan dengan Muhamad. Ia juga dipanggil Sana. al-Tabari vol.9 hal.135-136. al-Tabari vol.39 hal.166 mengatakan hal yang sama tentang Sana binti al-Salt.

14. Zainab/Zaynab binti Khozayma/Khuzaima

Zainab yang ini adalah keturunan bangsa Banu Hilal. Ia bercerai dari seorang lelaki Islam bernama Tufayl, dan menikahi saudara laki-lakinya ‘Ubaydah, yang dibunuh di Badar. Lalu ia menikah dengan Muhamad. Ia lahir tahun 595 A.D dan meninggal 626 A.D diusia 31 tahun. Lihat al-Tabari vol.7 hal.150 catatan kaki 215,216 dan al-Tabari vol.39 hal.163-164 untuk info yang lebih lengkap.

al-Tabari vol.9 hal.138 juga mengatakan ia meninggal ketika Muhamad masih hidup.

Mohammad menikahi Zainab binti Khuzaima, tetapi ia meninggal sebelum Muhamad menikahinya. Sunan Nasa’i vol.1 #64 hal.129

15. Habla?

Habla ada dalam daftar Ali Dashti, tapi saya ada kesulitan dan tidak dapat menceritakannya lebih lanjut secara bebas.

16. Janda Asma’ binti Noman

Asma binti Noman, atau Asma binti al-Nu’man bin Abi Al-Jawn, dari bangsa Kindah, telah menikah dengan Muhamad, namun ia tidak pernah melakukan hubungan pernikahan dengannya. al-Tabari vol.10 hal.185 dan catatan kaki 1131 hal.185.

Anak perempuan dari Al Jahal ini dinikahi oleh Muhamad hanya dalam waktu yang sangat singkat. Bukhari vol.7 buku 63 no.181 hal.131,132

Dilain hal, al-Tabari vol.10 hal.190 mengatakan bahwa Al-Nu’man al-Jahal menawarkan anak perempuannya pada Muhamad, tetapi Muhamad menolaknya. Mungkin “menolak” berarti Muhamad menceraikannya sebelum ia tidur dengannya.

Mohammad menikahi Asma binti al-Nu’man bin al-Aswad bin Sharhil. Namun, ia menderita penyakit kusta, lalu Muhamad memberikan ia uang dan menceraikannya. al-Tabari vol.9 hal.137. Mengapa ia lakukan itu pada orang yang ia cintai?

Asma binti al-Nu’man adalah janda ketika Muhamad menikah lagi. Baik Hafsa atau Aisha menipunya dengan mengatakan padanya bahwa Muhamad akan bahagia jika ia mendapatkan kebahagiaan dalam Allah dari Muhamad.  al-Tabari vol.39 hal.188-190

Cerita singkat tentang ‘Asma binti Nu’man dalam al-Tabari vol.39 hal.190.

Mohammad menceraikan seorang wanita, karena ia menganggap wanita tersebut telah mengambil keslamatan dalam Tuhan dari Muhamad. Ia menceraikan Asma juga karena ia menderita penyakit kusta. Ada beberapa gabungan nama yang mana ada dalam peristiwa ini yaitu dalam al-Tabarivol.39 hal.187.

17. Maria seorang Kristen

Maria adalah istri (selir) sesuai dengan al-Tabari vol.9 hal.141; Sahih Muslimvol.4 catatan kaki 2835. hal.1351; Maria yang seorang Kristen melahirkan anak laki-laki, Ibrahin dari Muhamad dalam  al-Tabari vol.9 hal.39. Ia meninggal ketika berusia dua tahun. Perwakilan Islam Hatib bin Abi Balta’ah kembali dari al-Muqawqis [Mesir] dengan Maria (seorang Kristen), adiknya Sirin, seorang bagal wanita, berpakaian rapih, dan seorang sida-sida. Hatib mengajak mereka untuk menjadi pemeluk agama Islam, dan mereka pun pindah agama (sesuai Tabari). Maria sangat cantik dan Muhamad mengirim Sirin pada Hasan bin Thabit. Sirin dan Hasan adalah orangtua dari Abdul al-Rahman bin Hassan. al-Tabarivol.8 hal.66,131.

Seorang Islam mungkin mengatakan bahwa Muhamad menikahinya karena ia adalah bagai sebuah hadiah dari Mesir, tapi adiknya juga merupakan pemberian, dan ia tidak menikahi Sirin. Maria adalah pemberian dari pemerintah Aleksandria. al-Tabari vol.39 hal.193

Hal ini dinyatakan bahwa Maria menjadi seorang Islam, tetapi Muhamad tetap menjadikannya sebagai budak tidak seperti istri selayaknya. al-Tabarivol.39 hal.194

Mohamad “melakukan hubungan seksual dengannya oleh karena kekuasaannya” al-Tabari vol.39 hal.194. Catatan kaki 845 menjelaskan, “Ini adalah, Maria disuruh memakai kerudung seperti yang dilakukan oleh istri-istri nabi, namun ia tidak menikahinya”.

Maria meninggal tahun 637/638 A.D. al-Tabari vol.39 p.22

18. Rayhana binti Zaid

Rayhana adalah seorang Yahudi budak dari bangsa Quraiz. Muhamad menawarkannya untuk menjadi istrinya sebagai ganti setelah ia menjadi budak, namun ia menolak dan tetap menjadi seorang Yahudi hal ini sesuai dengan al-Tabari vol.8 hal.39. Lihat juga al-Tabari vol.9 hal.137,141. Namun, sumber dalam al-Tabari vol.39 hal.164-165 mengatakan Muhamad membebaskannya lalu menikahinya.

Mohammad mempunyai dua orang selir; Maria binti Sham’un (seorang Kristen) dan Rayhana binti Zaid al-Quraiz dari Banu al-Nadir. al-Tabari vol.9 hal.141. Maria adalah seorang walid dari Muhamad sesuai dengan al-Tabarivol.13 hal.58.

19. Janda Umi Sharik / Ghaziyyah binti Jabir

Umi Sharik  adalah orang yang sama dengan Ghaziyyah binti Jabir dalam al-Tabari vol.9 hal.139. Ia disebut” Umi Sharik” karena adalah seorang ibu dari seorang anak laki-laki bernama Sharik dari pernikahan sebelumnya.

“Ketika Nabi bertemu dengannya, saat itu ia sudah terlihat tua, dan ia pun menceraikannya” al-Tabari vol.9 hal.139. Namun catatan kaki 922 mengatakan Ibn Sa’d dalam Tabaqat, 8 hal.110-112 “memberikan sebuah cerita yang berbeda dan menjadikannya dalam daftar orang-orang yang diinginkan oleh Nabi namun tidak dinikahinya. Itu adalah dia yang memberikan dirinya untuk Muhamad dan dalam ayat Qur’an 33:50 mengacu padanya”.

20. Maimuna

Maimuna adalah seorang wanita yang menawarkan dirinya kepada Muhamad, sesuai dengan Sahih Muslim vol.2 catatan kaki 1919. Orang ini mungkin adalah Maimuna yang sama dengan yang di no.10 atau orang yang berbeda. Yang menikah pada tanggal 7 Hijriah.

Seorang wanita yang tak dikenal mengatakan ia menyerahkan dirinya pada Muhamad sebagai seorang istri. Muhamad tidak mau menerimanya, tapi memberikannya pada orang Islam yang miskin. Yang dapat dilakukan oleh orang miskin itu sebagai hadiah yaitu memberikan sebuah benda kenangan sebuah Sura dari Qur’an. Muwatta’ Malik 28.3.8

21. Zainab ketiga?

Ali Dashti mencatat tentang istri yang ini, namun saya tidak menemukan bukti yang kuat tentang ini.

22.Khawlah binti al-Hudayl

Hal ini mengatakan bahwa Muhamad menikahi Khawlah bint al-Hudaylal-Tabari vol.9 hal.139. Ia adalah istri Muhamad menurut al-Tabarivol.39 hal.166

23. Janda Mulaykah binti Dawud

Muhamad menikahi (secara tertulis) Mulaykah binti Dawud al-Laythiyyah, tetapi ketika ia mengatakan bahwa Muhamad adalah orang yang membunuh ayahnya, maka meminta perlindungan Allah dari Muhamad, dan Muhamad menjauh darinya. al-Tabari vol.8 hal.189. Hal yang sama juga dikatakan oleh Mulaykah binti Ka’b (yang sepertinya adalah orang yang sama) dalam al-Tabari vol.39 hal.165

Mulaykah binti Ka’b menikah dengan Muhamad dalam waktu yang singkat saja. Karena Aisha mengatakannya kalau ia telah menikah dengan seseorang yang telah membunuh suaminya. Ia pun mencari perlindungan pada Tuhan dari Muhamad, dan Muhamad pun menceraikannya.  al-Tabari vol.39 hal.165

24. Janda al-Shanba’ binti ‘Amr

Mohamad menikahi al-Shanba’ binti ‘Amr al-Ghifariyyah; orang-orangnya adalah dari perkumpulan Banu Quraiz. Ketika Ibrahim meninggal. Wanita itu mengatakan jika ia adalah seorang nabi yang sesungguhnya, maka seharusnya anak laki-lakinya itu tidak akan mati. Muhamad menceraikannya sebelum melakukan hubungan pernikahan dengannya. al-Tabari vol.9 hal.136

25. Janda al-‘Aliyyah

Mohamad tinggal sebentar dengan  Aliyyah binti Zabyan bin ‘Amr bin ‘Awf bin Ka’b, lalu menceraikannya. al-Tabari vol.39 hal.188

Muhamad menikahi al-‘Aliyyah, namun menceraikannya, ia meninggal ketika Muhamad masih hidup. al-Tabari vol.9 hal.138.

26. Janda ‘Amrah binti Yazid

Muhamad menceraikan ‘Amrah binti Yazid karena ia menderita penyakit kusta. al-Tabari vol.39 hal.188

Mohamad menikahi ‘Amrah binti Yazid (tak disebutkan tentang perceraian) al-Tabari vol.9 hal.139.

Mohamad bercerai dengan ‘Amra. Ibn-i-Majah vol.3 no.2054 hal.233 vol.3 no.2030 hal.226 (daif [lemah], bukan Sahih)

Muhamad menceraikan seorang wanita karena wanita itu menderita kusta. al-Tabari vol.39 hal.187

27. Janda yang tak bernama

Mohamad menceraikan seorang wanita yang tak dikenal karena ia mengintip ketika orang-orang meninggalkan mesjid. al-Tabari vol.39 hal.187

28. Qutaylah binti Qays (telah meninggal)

Muhamad menikahi Qutaylah binti Qays tetapi ia meningal sebelum melakukan hubungan pernikahan. Jika ingin tahu juga, dalam buku ini dikatakan bahwa ia dan saudara laki-lakinya telah murtad dari Islam. Maka, ia murtad setelah menikah dan sebelum kematiannya mungkin? al-Tabari vol.9 hal.138-139.

29. Sana binti Sufyan

Menyebutkan pernikahan singkat Muhamad dengan Sana bint Sufyanal-Tabari vol.39 hal.188

30. Sharaf binti Khalifah

Muhamad menikahi Sharaf bint Khalifah, adik perempuan dari Dihyah bin Lhalifah al-Kalbi, tetapi ia meninggal lebih dulu dibanding Muhamad. al-Tabari vol.9 hal.138

31. Para wanita dari anak buah Muhamad

“…Selain seksualitas, kecuali dengan orang-orang yang ingin mengikut pada mereka dalam ikatan pernikahan, atau (para budak) yang dipelihara oleh anak buahnya – sehingga mereka bebas dari hukuman,” Sura 23:5-6. Lihat juga Sura 4:24

“Ia  (Muhamad) menjawab,’sembunyikan masalah privasimu kecuali dari istri dan dari budak-budak wanita itu.”’ Abu Dawud vol.3 no.4006 hal.1123

Abu Dawud vol.3 no.4443-4445 hal.1244 menunjukkan bahwa melakukan hubungan seksual dengan seorang budak wanita adalah hal yang sah, namun sang tuan akan dipukul jika melakukan hubungan seksual dengan budak wanita istrinya.

Seperti layaknya orang-orang kaya dari Arab, Muhamad sepertinya juga melakukan hal yang sama yang mana juga membutuhkan banyak budak wanita. Lihat Bukhari vol.7 buku 64 bag.6 no.274 hal.210.

Salma adalah salah seorang budak wanita yang dimiliki. Abu Dawud vol.3 no.3849 hal.1084

Maimuna adalah salah seorang budak wanita Muhamad yang dibebaskan. Ibn-i-Majah vol.3 no.2531 hal.514; Abu Dawud vol.1 no.457 hal.118

Muhamad pernah pada waktu yang singkat mempunyai selir “yang sangat cantik” sebelum ia memberikannya pada Mahmiyah bin Jaz’ al-Zubaydi. al-Tabari vol.8 hal.151

Salah satu budak wanita Muhamad yang tinggal dirumahnya melakukan hubungan seksual diluar nikah dengan orang lain. Hal ini “orang lain” tersebut yang merupakan masalahnya.Abu Dawud vol.3 no.4458 hal.1249

Mohamad memanggil seorang budak wanita kulit hitam untuk datang padanya dan bersembunyi dari Abu Dharr dibelakang korden ketika ia sedang mandi. Abu Dawud vol.1 no.332 hal.87

Menyebutkan Umi Ayman (=Barokah), seorang langganan (budak) Nabi. al-Tabari vol.39 hal.287

Mohamad sebenarnya mempunyai rasa humor juga. Umi Aiman, pelanggan Muhamad (seperti: budak yang dapat menemaninya selama semalam). Menurut al-Husayn … Umi Aiman: [Satu] malam Nabi bangun dan pipis disudut tempat bejana. Selama semalam saya bangun itu, dan saya haus, saya meminum sesuatu yang ada di dalam bejana itu, tanpa memerhatikannya. Ketika Nabi bangun di pagi hari ia berkata’ Oh Umi Aima, tolong ambilkan bejana yang ada dipojok itu dan buang isinya.’ Saya berkata ‘Ya Tuhan, saya telah meminumnya.’ Nabi tertawa sampai giginya terlihat, kemudian ia berkata ’setelah ini kamu tidak akan menderita sakit perut itu’” al-Tabarivol.39 hal.199

Secara garis besar, Abu Dawud vol.3 no.4443-4445 hal.1244 mengajarkan bahwa melakukan hubungan seks dengan seorang budak wanita milik tuannya sendiri itu sah-sah saja, tetapi tuannya tersebut akan dipukuli jika melakukan hubungan seks dengan budak wanita milik istrinya.

Tetapi, melakukan hubungan seks dengan seorang budak wanita dari istrinya itu biasa saja, jika budak wanita itu sah untuknya. Perlu dicatat, bahwa ia tidak pernah menikah dengan budak wanita. Ibn-i-Majah vol.4 no.2551 hal.12

Mohamad tidak pernah menikah dengan siapapun!

Aisha merasa cemburu pada setiap wanita yang ingin menawarkan dirinya pada Muhamad (sebagai istri). Sahih Muslim vol.2 no.3453 hal.748. Tetapi itu adalah sah jika ada wanita yang menawarkan dirinya pada Muhamad. Ibn-i-Majah vol.3 no.2000-2001 hal.304-305

Beberapa orang berpikiran bahwa Muhamad menikah dengan al-Ashath, tetapi al-Tabari mengatakan bahwa itu salah menurut al-Tabari vol.39 hal.190i. (Secara keseluruhan, al-Tabari melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan mencoba selalu berhubungan dengan para wanita Muhamad)

Gagalnya Rencana Pernikahan

Mohamad meminta Ghaziyyah untuk menikah dengannya karena kecantikkannya, tapi ia menolaknya. Tabari menyatakan ia adalah orang yang tidak setia namun belum ada bukti.al-Tabari vol.9 hal.136. Tidak ada bukti tentang apakah ia tidak setia dan Muhamad tampak tidak peduli dengan tidak menghukumnya, atau setidaknya ketika ia melakukan kesalahan maka Muhamad menghukumnya.

Laila menepuk bahu Muhamad dari belakang dan memintanya untuk menikahinya. Muhamad menerima. Orangnya Laila mengatakan,”Apa yang telah anda lakukan! Anda adalah wanita terhormat, tapi ia adalah lelaki hidung belang. Menjauhlah darinya.’ Ia menemui Muhamad lagi dan memintanya untuk menggagalkan pernikahan itu dan ia menurutinya” al-Tabari vol.9 hal.139

Dari al-Tabari vol.9 hal.140-141, Mohamad merencanakan pernikahan itu, namun berakhir dengan tidak adanya pernikahan:

1)     Umi Hani’ binti Abi Talib [Hind] karena ia mengatakan ia sudah mempunyai anak.

2) Duba’ah binti ‘Amir tetapi ia terlalu tua.

3) Dilaporkan ia berencana menikah dengan Saffiyah binti Bashshamah, seorang budak. Ia diijinkan untuk memilih antara Muhamad dan suaminya, dan ia memilih suaminya.

4) Umi Habiba binti al-‘Abbas tetapi karena al-‘Abbas adalah saudara laki-laki angkatnya, maka Muhamad membatalkannya.

5) Jamrah binti Al-Harith. Ayahnya salah menduga jikalau ia sedang menderita sesuatu. Ketika ia datang, ia melihat keadaannya bahwa ia telah menderita penyakit kusta.

Hal ini tidak konsisten dimana UmiHani’ menjadi seorang Islam sebelum atau setelah Muhamad memintanya menikahi dengannya. al-Tabari vol.39 hal.197 dan catatan kaki 857 hal.197

  • Share/Bookmark

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

26 Comments

  1. Lebih baik berpoligami daripada berzina kan…???

  2. Lebih baik monogami daripada berpoligami. Sebagai seorang laki2 anda coba berfikir apabila anda sebagai pihak wanita. harta dapat dibagi, tetapi hati tidak dapat dibagi. wahai sepupu tuhan, coba saja anda membagi hati anda kepada 2 tuhan, bisa g?

    dari statement tersebut saya dapat menilai jika sekarang banyak sekali orang2 yang egois dan mencoba membenarkan diri dengan cara mencari celah dalam ajaran agamanya sendiri.

  3. For Ricky:

    “dari statement tersebut saya dapat menilai jika sekarang banyak sekali orang2 yang egois dan mencoba membenarkan diri dengan cara mencari celah dalam ajaran agamanya sendiri.”

    Maaf ya kalau boleh saya ikut nimbrung, tapi Ricky kalau mau meludah pada tempatnye ye. Jangan di sini, kan malu ame tetangga.
    Tapi apa kamu yakin tidak akan poligami,
    Ini namanya Jalan jauh dari medan ke surabaya hanya untuk bercermin di air keruh, Kalau mau ngomong hendak di pikirkan terlebih dahulu
    INDONESIA, 2020-”BERITA HEBOH RICKY KAWIN DENGAN 10 DOMBA”

    Dengar wahai DAJJAL (Penyebar Kebohongan)
    FITNAH

    FITNAH

    FITNAH
    Selagi ALLAH SWT masih membuka pintu taubat maka bertaubat lah. . . . .

  4. @Setiawan: Terima kasih atas cemoohannya. tapi saya yakin bahwa saya tidak seperti itu, karena saya tahu kapasitas diri sendiri. anda bicara dengan emosi, apakah emosi dapat menyelesaikan masalah?yang saya tulis mungkin ada benarnya, manusia merupakan makhluk yang tidak sempurna dan selalu membenarkan dirinya. dalam statement saya, saya tidak menunjuk salah satu agama, jadi tidak ada alasan anda harus nyolot. saya tanya kepada anda, pihak mana yang anda tuding sebagai DAJJAL? karena disetiap posting yang anda buat, anda selalu berkata demikian.

    Jesus Bless u my friend

  5. For Ricky:

    DAJJAL itu penyebar kebohongan dan pengikutnya.
    Klau anda merasa tersera g merasa ya alhamdulillah.

    Saya bicara tidak pakai emosi, tapi saya bicara pakai akal.
    Kalau anda bilang saya bicara pakai emosi so pasti laptopnya sudah saya banting, g bisa balas de komenmu.

    Jangan anda memakai topend dari cat air kalau nanti akan luntur juga,
    Pengakuan anda itu lumayan agus kalau manusia itu tidak ada yag sempurna, Jadi anda bisa menyimpulkan sendiri teman antara anda, Nabi Muhammad, Nabi Isa dan saya.
    Jangan menilai diri ke arah yang begitu jauh ke depan, segala yang tidak mungkin itu pasti akan terjadi.

    Kalau anda cerdas pasti tidak hanya lansung baca n balas, tapi di cerna dan di pikirkan

    I LOVE MY SELF

  6. waduh……..dari kisah nyata nya aja dah ga bisa diteladani jadi pasti bikin peredebatan untuk menentukan mana yang baik atau buruk menurut Islam. Jadi saya bingung, semua orang pasti bingung…….iman jadi ga jelas….hiksssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

  7. Kepada Anda menulis artikel di atas, apa pun agama Anda, mohon jangan memicu konflik dengan suatu agama. Kalau Anda seorang muslim, segeralah bertobat sebelum ajal menjemput.

    Maaf, kalau Anda bukan beragama Islam, apa urusan Anda dengan nabinya umat Islam? Apakah beliau berpoligami, Anda merasa ikut dirugikan? Tahukah Anda tujuan beliau yang sebenarnya? Tak usahlah kita sok tahu membahas agama lain yang sebenarnya belum kita pahami secuil pun.

  8. Saya setuju dengan Saudara Raf. Mari kita meyakini dan menjalankan agama kita masing. Kalau anda beragama kristen jadilah krisriani yg baik. Kalau anda beragama islam jadilah muslim yg baik. TIDAK USAH SALING MENJELEKKAN AGAMA

  9. Saya sebagai perempuan tidak akan rela bila di poligami…saya yakin masih banyak laki-laki di dunia ini yang masih menghargai wanita dan tulus mencintai tanpa membagi cinta untuk wanita lain dan wanita itu di jadikan istri lagi!! Dengan alasan kata agama di ijinkan!! denger aja udah jijik!!!

  10. Alkitab mengajarkan bahwa poligami bukanlah rancangan perkawinan yang Allah kehendaki.
    Poligami adalah bentuk perkawinan setelah manusia jatuh kedalam dosa.
    Sebab dari mulanya Allah menetapkan bahwa seorang laki-laki akan bersatu dengan seorang wanita.

    Allah befirman:
    “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Kejadian 2: 24)

    Monogami adalah perkawinan ideal yang telah ditetapkan Allah.
    Bukankah kita menyembah satu Allah [Monotheis]???

    @ RAF
    anda jangan menilai sesuatu langsung dengan prasangka negatif. Mari kita berdialog secara elegan.
    mengapa anda menyinggung mengenai konflif agama?
    santai aja bung……..

  11. Assalamual’aikum Wr. Wb.
    Wahai saudara Fajar
    bukankah tadi anda brkata sperti ini..
    Monogami adalah perkawinan ideal yang telah ditetapkan Allah.
    Bukankah kita menyembah satu Allah [Monotheis]???
    Lalu knp Anda mnyembah 3 Tuhan skaligus,,(TRINITAS)
    Dan apakah Anda tahu mengapa Nabi Muhammad melakukan poligami,,???
    jika anda tahu,,silahkan kemukakan alasan anda..
    jika anda brfikir itu smua hxa untuk seksualitas belaka,,sungguh anda slah besar..
    dan untuk admin mngapa anda mempermasalahkan junjungan kami Rasulullah SAW..
    jika anda tidak tahu alsanx tolong jgn smbarangan brbicara krn itu bsa mnimbulkan FITNAH..

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  12. Hukum-hukum Islam yang terdapat dalam Alquran memang sudah ketinggalan jaman dan sudah tidak dapat digunakan lagi di jaman yang menjunjung tinggi HAM…

  13. @Setiawan…

    Jangan sembarangan menuduh sebuah kelompok orang lain DAJJAL atau sebagainya….
    Yang disampaikan pada situs ini berisi kebenaran….

    Inilah uraian yang akan saya berikan bagi saudara untuk direnungkan dengan hati nurani dan akal pikiran yang sehat:

    Dan yang lebih pantas disebut “DAJJAL” adalah orang yang berusaha menutupi kebenaran dan menutup mata terhadap kebenaran, bahkan membenarkan kebusukan dengan perintah yang katanya berasal dari “ALLAH” dan alasan-alasan lainnya. Bahkan memfitnah kelompok lain kafir dan sebagainya, sementara tindakan yang dilakukan “ORANG TERSEBUT” sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan sama sekali, tidak ada kasih di dalamnya, hanya berisi kesesatan dan kenikmatan duniawi….. Pengikut-pengikutnya yang setia adalah korban yang harus dikasihani karena talah dibutakan oleh cinta terhadap sebuah kelicikan yang mengharuskan mereka untuk menyerahkan nyawa mereka untuk melindungi “ORANG ITU”, membunuh orang lain yang tidak menuruti perintah “ORANG ITU”… Pikiran mereka telah dibutakan karena janji-janji surgawi yang menggiurkan… dan sayangnya semua ini telah terjadi dan bertahan lebih dari Ribuan tahun sehingga telah milyaran orang menderita karenanya….
    semoga Tuhan Yesus akan mengenyahkan segala ajaran dan teladan sesat “ORANG INI” dari pikiran pengikutnya dan kembali kejalan yang lurus…

    Dan bagi orang yang selalu memberitakan kebenaran tidaklah pantas disebut DAJJAL…

    Buka mata hati anda renungkan dengan baik… Apakah anda sekarang dapat melihatnya?

    Terima Kasih…

  14. wahai saudara-saudaraku berhentilah saling menghujat satu sama lain TIDAK ADA MANFAATNYA. lebih baik pulang ke rumah masing2, introspeksi diri dan jalankan perintah agama. itukan lebih baik ketimbang ngirim comment provokatif !!!

  15. emangnya kelo mau tolong wanita, janda maupun anak kecil hrs dgn kawin ya? Kan bisa dgn dijadikan saudara ataupun anak angkatkan, bukannya menginginkan untuk dikawinin. Kawin, kawin lagi.
    Juga ada alasan drpd zinah, gimana? Dengan mengingini wanita lain selain istri aja sudah zinah. Kasihan bgt tuh istri.

  16. INILAH DIA SATU-SATU “MIJIZAT” YANG PERNAH DILAKUKAN MUHAMMAD SELAMA HIDUPNYA.

    PLAYBOY CAP KAMPAK 212!

  17. LINK ;http://cristology.wordpress.com/2010/06/23/misi-wanita-nashrani-surat-seorang-wanita-nasrani-di-malaysia-bagian-2/

    Surat Seorang Wanita Nasrani di Malaysia kepada Sahabatnya, Seorang Wanita Muslimah di Indonesia

    Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

    Pada edisi kali ini kita lanjutkan mengikuti surat wanita nasrani dari Malaysia. Sekarang kita mengambil syubhat pertama yang dia sebutkan dalam surat. Dia menulis:
    “Aku mau kasih pertimbangan. Ini dari kesaksian seseorang yang agama Islamnya kuat yang kini beragama Kristen:
    1. Dalam Al Qur’an tertulis dilarang berzina. Kenapa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mempunyai 23 istri? Yang tertua umur 24 tahun dan yang termuda umur 6 tahun? Apa itu bukan berzina?
    Jawab: Sekali lgi, selamat datang di Majalah Qiblati, kami berharap anda dalam keadaan sehat.

    Pertama, Anda seperti orang-orang awam Nasrani lainnya telah tertipu oleh para pendeta dengan kedustaan mereka atas anda dan atas orang-orang awam. Ucapan bahwa syubhat ini dari orang yang dulunya seorang muslim kemudian masuk agama Nasrani tidaklah benar. Jika tidak, orang muslim tersebut adalah seorang yang sangat bodoh lagi dungu terhadap Islam. Dia tidak mengenal Islam sama sekali. Karena anak-anak kami saja tahu bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم menikahi Khadijah رضي الله عنها saat dia berumur 40 tahun, sementara pemilik persaksian yang dulunya muslim itu mengatakan bahwa istri Nabi صلى الله عليه وسلم yang tertua berusia 24 tahun?!!

    Jadi, dengan sedikit akal dan kesungguhan menjadi jelaslah bagaimana para pendeta itu mempermainkan orang-orang Nasrani agar mereka tetap yakin dengan kebenaran agama Nasrani.
    Kedua, Nabi صلى الله عليه وسلم tidak pernah memiliki 23 istri. Ini adalah kedustaan yang kedua, akan tetapi yang benar adalah beliau memiliki 12 istri termasuk di dalamnya Mariah رضي الله عنها yang dulunya seorang budak yang kemudian melahirkan putra beliau صلى الله عليه وسلم , Ibrahim.

    Adapun syubhat pernikahan beliau صلى الله عليه وسلم dengan ‘Aisyah رضي الله عنها, maka sesungguhnya Nabi hidup serumah dengannya pada saat dia berusia 9 tahun, bukan 6 tahun. Dan ini tidak tergolong perzinahan, karena adat kebiasaan penduduk Jazirah Arab kala itu adalah menikahkan putrid-putri mereka sejak dini. Ini disebabkan mereka – anak-anak itu – mencapai usia akil baligh sejak dini, karena suhu yang sangat panas. Maka tubuh kaum wanita yang berada pada lingkungan padang pasir akan cepat sekali tumbuh, bersemi dan baligh karena pengaruh cahaya matahari. Persis seperti tumbuh-tumbuhan, jika dia tersinari matahari maka dia lebih cepat tumbuh daripada tumbuh-tumbuhan yang terhalang dari sinar matahari.

    Maka termasuk sebuah kejahatan dalam memberikan hokum ditimbangnya sebuah kejadian dengan memisahkannya dari zaman, tempat dan kondisi lingkungannya. Bagaimana anda menghukumi semua kejadian setelah lebih dari 1400 tahun lalu anda menghilangkan berbagai perbedaan zaman dan iklim, kemudian anda mengqiyaskannya dengan pandangan hawa nafsu sebuah pernikahan yang dilangsungkan akadnya di Makkah sebelum hijrah dengan apa yang terjadi pada hari ini di dunia barat, dimana kebiasaan di Barat seorang gadis tidak akan menikah sebelum berusia 25 tahun. Dan pada waktu bersamaan mereka sudah melakukan hubungan intim di bawah usia 10 tahun!!

    Maka di antara dalil dan bukti terbesar bahwa pernikahan beliau صلى الله عليه وسلم dengan ‘Aisyah رضي الله عنها adalah perkara biasa –dari sisi masyarakat kala itu- dan tidak ada aib padanya adalah pengakuan orang-orang kafir Quraisy terhadapnya dengan tidak adanya penolakan terhadap beliau صلى الله عليه وسلم, padahal mereka bersungguh-sungguh dalam melemparkan segala kebohongan yang sama sekali tidak ada pada diri beliau, seperti ucapan mereka kepada beliau:’Tukang sihir’ atau ‘Orang Gila’.

    Dan dalil bahwa kebiasaan orang Arab kala itu adalah menikahi gadis dalam usia dini, dan itu bukanlah hal aneh di antara bangsa Arab adalah bahwa ‘Aisyah sebelumnya sudah dilamar oleh Jubair bin Muth’im.
    Jika kalian mencela pernikahan Nabi صلى الله عليه وسلم dengan ‘Aisyah رضي الله عنها karena perbedaan usia di antara keduanya adalah 44 tahun, maka apa yang Anda katakana terhadap pernikahan Maria ‘Perawan Suci’ عليها السلام dengan Yoseph yang berumur 89 tahun sementara Maria 12 tahun, yang di usia itu ia melahirkan Isaعليه السلام?! Jadi perbedaan usia di antara keduanya adalah 77 tahun. Ucapan ini telah ditetapkan dalam ensiklopedi Katolik.

    Sebagaimana saya berharap kepada Anda untuk merenungkan usia Maria saat dia melahirkan Isaعليه السلام. Kala itu umurnya adalah 12 tahun. Ini merupakan bukti bahwa bukanlah sesuatu yang asing –di zaman itu- jika seorang gadis seusia itu melahirkan. Hingga al-Kitab Anda tidak menyebutkan keterkejutan manusia karena usia dininya, akan tetapi al-Kitab menyebutkan keterkejutan manusia karena dia melahirkan tanpa suami. Maksudnya, bahwa wajar pada zaman itu seorang gadis melahirkan seusia itu. Hal ini berarti bahwa seorang gadis yang telah melahirkan dengan usia seperti ini haruslah telah menikah dua atau tiga tahun sebelumnya. Maka jadilah usia itu sama persis dengan usia pernikahan Nabi صلى الله عليه وسلم dengan ‘Aisyah. Hanya saja ‘Aisyah رضي الله عنها tidak melahirkan.
    Maka serahkan pemberian hukum tersebut kepada keadilan dan kejujuran Anda. Harapan saya sangat besar terhadap keunggulan akal anda.

    Adapun tentang poligami beliau صلى الله عليه وسلم, maka seandainya prioritas beliau صلى الله عليه وسلم adalah wanita dan menikmati mereka, maka pastilah beliau صلى الله عليه وسلم telah melakukannya pada usia muda beliau صلى الله عليه وسلم, di mana tidak ada beban kerasulan, tidak berat, dan tidak lemah karena usia tua, bahkan itu adalah masa kuatnya anak muda. Hanya saja, saat kita melihat kepada kehidupan beliau صلى الله عليه وسلم di usia muda, kita menemukan bahwa beliau صلى الله عليه وسلم hidup membujang dari itu semua, hingga beliau صلى الله عليه وسلم rela menikah dengan seorang wanita tua Khodijah yang telah berusia 40 tahun sementara beliau صلى الله عليه وسلم kala itu berusia 25 tahun. Dan beliau صلى الله عليه وسلم terus merasa cukup dengan menyertai istri beliau tersebut hingga sang istri wafat dalam usia 65 tahun. Seandainya beliau suka menikah dengan yang lain maka tidak ada yang menghalangi beliau صلى الله عليه وسلم secara syar’I, terutama lagi bahwa poligami adalah sesuatu yang dianggap biasa oleh masyarakat jahiliyah, akan tetapi beliau صلى الله عليه وسلم rela hidup bersama istri beliau hingga sang istri wafat.

    Lalu, pada saat beliau صلى الله عليه وسلم ingin menikah setelah wafatnya Khadijah رضي الله عنها, beliau صلى الله عليه وسلم menikah dengan Saudah رضي الله عنها untuk menghibur hati dan kesepiannya setelah kematian suaminya. Dan kala itu, Saudah sudah berusia lanjut yang tidak mungkin lagi bagi seorang laki-laki menginginkan apa yang ada padanya. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم memiliki tujuan kemanusiaan, kemasyarakatan dan tujuan semacamnya dalam pernikahan beliau صلى الله عليه وسلم.

    Seandainya tujuan dari pernikahan tersebut adalah berjalan di balik syahwat, atau bersama dengan nafsu birahi, atau hanya sekedar menikmati kaum wanita, maka pastilah beliau صلى الله عليه وسلم telah menikah pada usia muda, tidak pada usia tua. Pastilah beliau صلى الله عليه وسلم akan menikahi gadis, bukan janda-janda tua. Lalu mengapa beliau صلى الله عليه وسلم meninggalkan pernikahan dengan gadis-gadis perawan, lalu menikahi para janda?! Lalu mengapa beliau صلى الله عليه وسلم tidak berpoligami di awal-awal usia dan permulaan masa dewasa beliau صلى الله عليه وسلم?!
    Nabi صلى الله عليه وسلم tidak berpoligami kecuali setelah beliau صلى الله عليه وسلم mencapai usia tua, yaitu saat beliau صلى الله عليه وسلم telah melewati usia 50 tahun. Dan pada saat beliau صلى الله عليه وسلم berpoligami, maka seluruh istri beliau adalah janda, kecuali ‘Aisyah رضي الله عنها yang perawan. Dialah satu-satunya wanita yang dinikahi Nabi صلى الله عليه وسلم dalam usia anak-anak. Yang kemudian ‘Aisyah رضي الله عنها hidup selama 50 tahun sepeninggal beliau صلى الله عليه وسلم dengan mengajarkan perkara agama kepada kaum muslimin. Dia seperti pengajar wanita pertama dalam sejarah Islam. Inilah hikmah dari Allah, di mana beliau menikahinya di usia dini untuk memudahkannya dalam menghafal dan memahami Islam.

    Dengan ini, menjadi jelaslah kebatilan syubhat tersebut. Sebaliknya kami mendapatkan dalam al-Kitab Anda penyebutan wanita (istri dan gundik) Nabi Sulaiman sejumlah 1000 (seribu) orang wanita. Disebutkan di dalam I Raja-Raja (11:2,3):
    ”…Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus istri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik….”

    Juga wanita (istri dan gundik) milik Nabi Rehabeam berjumlah 78, seperti disebutkan dalam II Tawarikh:
    “Rehabeam menciintai Maakha, anak Absalom itu, lebih daripada semua isteri dan gundiknya, ia mengambil delapan belas isteri dan enam puluh gundik dan memperanakkan dua puluh delapan anak laki-laki dan enam puluh anak perempuan.”

    Bapak-bapak kalian iman dengan seluruh nabi tersebut, dan tidak gugur kenabian mereka dengan keberadaan poligami mereka, lalu bagaimana Anda menjatuhkan kenabian Muhammad صلى الله عليه وسلم padahal beliau صلى الله عليه وسلم berpoligami lebih sedikit dari mereka?

    Bagaimana anda mencela poligami Nabi kami dan mencacinya? Dan anda menganggap hal ini termasuk aib dan harus bersih dari kedudukan kenabian? Sementara al-Kitab Anda menyebutkan poligami Nabi-nabi besar, dan menganggapnya sebagai perkara biasa dan wajar, hingga jumlah istri seorang Nabi mencapai 1000 orang?!!

    Bahkan al-Kitab Anda menyebutkan perzinahan nyata, kesyirikan, pengkhianatan, dan pencurian dari Nabi Daud, Salomo dan Yakub yang bertolak belakang dengan kenabian!! Kejahatan tersebut lebih besar daripada poligami yang disebutkan oleh al-Kitab Anda, lalu bagaimana ada orang yang tidak menggugurkan kenabian mereka –padahal perbuatan yang dinisbatkan kepada mereka sangat keji- sementara dia menggugurkan kenabian Nabi kami Muhammad صلى الله عليه وسلم hanya karena sekedar poligami saja?!!

    Sesungguhnya Allah ingin membongkar kejelekan agama Nasrani yang merupakan bikinan manusia. Karena hanya dengan celaan Anda terhadap Nabi صلى الله عليه وسلم dan Kitabullah maka itu adalah celaan juga terhadap kitab suci Anda, seandainya niat Anda ikhlas, dan bagus penelitian Anda.
    Hal ini akan menjadikan kalian berada di hadapan dua pilihan:

    Anda menahan lisan, tidak membicarakan tentang Nabi صلى الله عليه وسلم, atau Anda mengaku bahwa kitab suci Anda telah diubah-ubah, karena kitab tersebut telah menyebutkan poligami, kejahatan, perzinahan, pengkhianatan, dan kesalahan-kesalahan para Nabi yang tidak layak dilakukan oleh para Nabi dan itu mengugurkan kenabian mereka.

    Sesungguhnya orang obyektif lagi berakal, ketika merenungkan hal ini, akan mendapatkan bahwa pernikahan Nabi صلى الله عليه وسلم adalah untuk suatu hikmah agung, tujuan mulia lagi terpuji, juga merupakan pengorbanan besar dalam menjalankan kemaslahatan dakwah Islam.
    Dan sesungguhnya saya akan membantu Anda untuk sampai kepada kebenaran, yaitu kirimkanlah jawaban saya ini kepada gereja mana saja di dunia ini, kemudian setelah itu lihatlah jawaban mereka, apakah memuaskan Anda atau tidak? Ini jika mereka menjawab surat Anda, dan saya berjanji akan memuatnya di majalah. Bahkan majalah akan menerjemahkan bantahan manapun dari bahasa manapun kepada bahasa Indonesia melalui kantor penerjemahan yang terpercaya dan kami akan memuat jawaban tersebut secara sempurna. Sesungguhnya ini adalah kesempatan saat kami mengizinkannya, dan tidak mungkin selain kami mengizinkannya. Oleh karena itu, ini adalah kesempatan bersejarah bagi Anda dan selain Anda dari orang-orang Nasrani. Saya berharap anda memanfaatkan sebaik-baiknya. Terutama orang seperti Anda yang tengah mencari kebenaran. Kami akan menunggu keikutsertaan gereja manapun, dan waktu kami senantiasa terbuka bagi Anda sekalian. Jika kebenaran itu bersama kalian maka kami telah membiayainya untuk menyebarkannya, dan itu adalah sebuah kesempatan bagi Anda sekalian untuk manasranikan kaum muslimin, kami suguhkan kepada Anda semua gratis tanpa imbalan.

    Semoga salam kesejahteraan tetap tercurahkan kepada Nabi kita Isa, dan Ibunya, Maryam, sang perawan suci عليهما السلام . (AR)*

    Rujukan al-Kitab:
    - Bahasa Indonesia dan Inggris : Program al-Kitab 2.70 oleh JF. Kasenda, dengan rujukan situs Yayasan Sabda di http://www.sabda.org. Yang seluruh teks tersebut adalah hak cipta Lembaga Alkitab Indonesia LAI
    - Bahsa Arab: http://www.stmaryelgolf.com/readings

  18. lINK : http://cristology.wordpress.com/2010/06/23/misi-wanita-nashrani-surat-seorang-wanita-nasrani-di-malaysia-bagian-3/

    christology in SURAT SEORANG WANITA NASRANI DI MALAYSIA

    Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

    Pada edisi yang lalu, kami telah menjawab permasalahan poligami Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wa sallam , akan tetapi masih tersisa satu masalah, yaitu wanita kristiani penulis surat tersebut menganggap bahwa poligami Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah termasuk zina –sekali-kali itu tidak benar-, dia menyebutkan:
    Oleh karena itu pada edisi ini saya akan meluruskannya. Sebelum saya memulai, saya harus menghaturkan ucapan syukur kepada penulis surat itu akan adab dan akhlaknya yang baik. Ini jelas nyata dari keimanannya, bahwa hanya dengan sekedar pandangan buruk terhadap seorang wanita sudah tergolong perzinaan. Sekalipun ternyata perbuatan mayoritas orang-orang Nasrani berbeda dengan keyakinan iman mereka. Pantai-pantai telanjang (bugil) banyak menyebar di Negara-negara Nasrani, demikian pula penyimpangan seksual dan moral pun banyak menyebar di tengah-tengah mereka. Akan tetapi, karena sebagian kaum muslimin pun juga melakukan sebagian perbuatan-perbuatan keji tersebut, maka wajib bagi kita, sebagai bagian dari keadilan untuk tidak menjadikan kesalahan (oknum-oknum) kedua belah fihak sebagai standar kebenaran atau kesalahan agama masing-masing. Akan tetapi kita akan berhukum kepada Bibel agar kita tahu apa yang dikatakannya. Tidak penting bagi saya apa yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani, akan tetapi yang penting adalah apa yang dikatakan oleh Bibel. Demikian pula tidak penting bagi saya apa yang dikatakan oleh kaum muslimin, akan tetapi yang penting adalah apa yang dikatakan oleh al-Qur’an.

    Termasuk kontradiksi aneh, bahwa orang-orang Nasrani menggunakan al-Qur’anul Karim untuk menetapkan kesucian Maryam Perawan Suci, karena memang al-Qur’an adalah satu-satunya kitab yang membelanya dari tuduhan keji Yahudi. Sementara Bibel sama sekali tidak membelanya walaupun sekali. Akan tetapi orang-orang Nasrani malah menuduh orang yang kepadanya al-Qur’an diturunkan (maksudnya Nabi Muhammad saw yang berpoligami itu, sebagaimana nabi-nabi yang lain) sebagai seorang pezina!! Sekali-kali tidak, demi Allah.

    ni sekedar muqaddimah dari saya secara ringkas karena saya mengetahui tujuan dari penanaman syubhat tersebut di akal Anda sekalian. Saya memaklumi Anda, karena melihat sedikitnya ilmu dan penelitian Anda, apakah terhadap agama Nasrani maupun terhadap Islam. Sebenarnya tuduhan zina Anda terhadap Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah kelanjutan dari perjalanan Bibel yang telah mensifati para nabi dengan perzinaan. Jadi Anda adalah lulusan dari madrasah (sekolahan) tersebut, tanpa Anda sadari.

    Saya akan mengajak Anda untuk melakukan perjalanan singkat ke dalam Bibel, agar Anda bisa mengetahui bagaimana Anda bisa menjadi kelanjutan dari madzhab penuduhan para nabi dengan perzinaan. Dan tuduhan seperti ini tidak pernah bersumber dari seorang atheis pun yang tidak beriman dengan keberadaan Allah, lalu bagaimana dengan Anda sekalian yang mengaku cinta kepada Allah, tapi dalam waktu bersamaan kalian menghinakan para Nabi-Nya?!!

    Nabi Lot (Luth) berzina dengan putri-putrinya:

    Kejadian (19:30-38): Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anak perempuannya di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya. Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.” Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.” Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

    Nabi Daud berzina dengan istri tetangganya:

    II Samuel (11:2-5): Pada suatu sore, setelah Daud bangun tidur, ia berjalan-jalan di atap istana yang datar itu. Dari situ ia melihat seorang wanita sedang mandi, dan wanita itu sangat cantik. Lalu Daud menyuruh menanyakan siapa wanita itu, dan diberitahu kepadanya bahwa wanita itu bernama Batsyeba; ayahnya bernama Eliam dan suaminya adalah Uria orang Het. Daud menyuruh menjemput wanita itu, dan setelah ia datang ke istana, Daud tidur bersamanya. (Batsyeba baru saja selesai melakukan upacara penyucian sehabis haid). Lalu pulanglah ia ke rumahnya. Beberapa waktu kemudian Batsyeba mulai mengandung, lalu ia mengirim kabar kepada Daud tentang hal itu.

    Tuhan memberikan istri Daud kepada kerabatnya agar dia berzina dengan istri-istrinya

    II Samuel (12:10-11): Karena engkau tidak mentaati Aku dan kauambil istri Uria, maka dalam setiap keturunanmu turun-temurun ada yang mati terbunuh. Aku bersumpah akan menimpakan malapetaka terhadapmu yang datangnya dari keluargamu sendiri. Aku akan mengambil istri-istrimu di depan matamu sendiri dan Kuberikan kepada orang lain yang akan tidur bersama mereka pada siang bolong.

    Amnon putra Daud berzina dengan adik wanitanya

    II Samuel (13:10-14): Lalu berkatalah Amnon kepada Tamar: “Bawalah makanan itu ke dalam kamar, supaya saya memakannya dari tanganmu.” Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, kakaknya, ke dalam kamar. Ketika gadis itu menghidangkan kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: “Marilah tidur dengan aku, adikku.” Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.” Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.”

    Tuhan menyuruh Hosea untuk mengawini wanita pezina

    Hosea (1:2): Ketika Tuhan mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan.”

    Ruben, Putra Ya’qub berzina dengan gundik Ya’qub

    Kejadian (35:22): Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel. (35-22b) Adapun anak-anak lelaki Yakub dua belas orang jumlahnya.

    Nabi Simson pergi ke Gaza lalu melihat seorang pelacur, lalu menemuinya.

    Hakim-Hakim (16:1): Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.

    Nabi Yehezkiyel menyemangati kaum wanita untuk berzina dan melakukan perbuatan keji

    Yehezkiyel (16:33-34): Kepada semua perempuan sundal orang memberi upah, tetapi engkau sebaliknya, engkau yang memberi hadiah umpan kepada semua yang mencintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal. Maka dalam persundalanmu engkau adalah kebalikan dari perempuan-perempuan yang lain; bukan orang yang mengejar engkau hendak bersundal; tetapi engkau yang memberi upah persundalan, sedang engkau tidak diberi apa-apa; itulah kebalikannya padamu.

    Lalu lihat juga Kejadian (12: 10-19) bagaimana Abraham menyerahkan istrinya kepada Fir’aun untuk mendapatkan kebaikan karenanya.

    Lalu apakah Anda menyangka bahwa Bibel mencukupkan diri dengan ini lalu diam? Tidak, lebih dari itu, dia telah berbuat lancang dengan menjadikan nasab keturunan Tuhan mereka dari nasab perzinaan dan kekejian. Maka marilah sekarang kita melihat apa yang dikatakan Injil tentang nasab Yesus:

    Matius (1:3) menyebutkan kerusakan nasab Yesus, dan bahwa kakek buyut Tuhan adalah para pezina:

    1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

    Jadi, dengan pengakuan Bibel sendiri, kakek pertama dari Yesus adalah para pezina, keduanya adalah Yehuda dan Tamar, lalu dari perzinaan mereka, lahirlah Peres, salah satu Kakek buyut Yesus.

    Lalu siapakah Yehuda, dan siapa pula Tamar?

    Yehuda adalah seorang Nabi, dan Tamar adalah istri putranya (menantunya). Maka Nabi Yehuda berzina dengan istri putranya, Tamar. Itu adalah perzinaan dengan mahram, maka jadilah asal usul Yesus dari keturunan perzinaan.

    Kita akan jadikan Injil berbicara sendiri tentang kisah tersebut:

    Kejadian (38:12-30) Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu. Ketika dikabarkan kepada Tamar: “Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya,” maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena dilihatnya, bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya. Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya. Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?” Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.” Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya. Bangunlah perempuan itu, lalu pergi, ditanggalkannya telekungnya dan dikenakannya pula pakaian kejandaannya. Adapun Yehuda, ia mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungannya dari tangan perempuan itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi. Ia bertanya-tanya di tempat tinggal perempuan itu: “Di manakah perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu?” Jawab mereka: “Tidak ada di sini perempuan jalang.” Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata: “Tidak ada kujumpai dia; dan juga orang-orang di tempat itu berkata: Tidak ada perempuan jalang di sini.” Lalu berkatalah Yehuda: “Biarlah barang-barang itu dipegangnya, supaya kita jangan menjadi buah olok-olok orang; sungguhlah anak kambing itu telah kukirimkan, tetapi engkau tidak menjumpai perempuan itu.” Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda: “Tamar, menantumu, bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu.” Lalu kata Yehuda: “Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.” Waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang kepada mertuanya mengatakan: “Dari laki-laki yang empunya barang-barang inilah aku mengandung.” Juga dikatakannya: “Periksalah, siapa yang empunya cap meterai serta kalung dan tongkat ini?” Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu. Pada waktu perempuan itu hendak bersalin, nyatalah ada anak kembar dalam kandungannya. Dan ketika ia bersalin, seorang dari anak itu mengeluarkan tangannya, lalu dipegang oleh bidan, diikatnya dengan benang kirmizi serta berkata: “Inilah yang lebih dahulu keluar.” Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya laki-laki, dan bidan itu berkata: “Alangkah kuatnya engkau menembus ke luar,” maka anak itu dinamai Peres. Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah berikat benang kirmizi itu, lalu kepadanya diberi nama Zerah.

    Maka apakah berhak bagi Yehuda seorang nabi untuk berzina? Dia seorang nabi lalu dia berzina? Dia pergi ke pasar, lalu mendapati seorang wanita dan dia tidak tahu bahwa itu adalah istri putranya, lalu dia berzina dengannya? Lalu apakah boleh berzina dengan selain istri anaknya? Kemudian bagaimana Tamar mengizinkan dia untuk berzina dengan dirinya? Jika Yehuda tidak tahu, maka Tamar tahu bahwa dia adalah seorang Nabi sekaligus mertuanya, lalu dia berzina dengannya seperti periwayatan Bibel?!!

    Sesungguhnya para pendusta, yaitu para penulis kisah ini tidak menganggap aib perzinaan Nabi Yehuda, bahkan tidak menganggap perzinaan itu sendiri sebagai sebuah aib, kecuali jika berzina dengan istri putranya. Maka apakah ini adalah risalah yang dikatakan oleh Bibel kepada kita?!

    Dan yang aneh di dalam bibel, bahwa Allah sama sekali tidak menghukum Yehuda, bahkan sama sekali tidak menyinggung kesalahan zina tersebut, lalu kitab tersebut dinasabkan kepada Allah?!!

    Maka apakah masuk akal Bibel berkata: “Saat engaku melihat wanita pelacur di jalan, atau di pasar, maka mintalah darinya untuk melakukan perzinaan?!! Maka apakah ini adalah firman dan wahyu Allah?!!

    Demikian pula Matius (1:5) mengakui bahwa Yesus berasal dari keturunan zina:

    1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

    Berikut ini adalah kisahnya, dan biarkanlah Injil mengisahkannya sendiri:

    Yosua (2:1) Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.” Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.

    Maka buyut Yesus selanjutnya adalah pezina, mereka adalah Salmon dan Rahab, lalu melahirkan anak Boas, salah satu kakek buyut Yesus.

    Oleh karena itu, hanya dengan anggapan Anda bahwa poligami Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah bagian dari perzinaan, maka saya katakan bahwa hal itu tidak hanya tuduhan batil, tetapi saya katakan bahwa itu adalah tuduhan putus asa untuk menutupi garis keturunan zina bagi Yesus yang disebutkan oleh Bibel. Juga menutupi penyebutan para nabi adalah para pezina, maka wajib melekatkan tuduhan serupa terhadap Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wa sallam agar beliau tidak jadi lebih utama dari mereka. Lalu mereka mengatakan bahwa beliau Sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah seorang pezina -begitu logikanya kira-kira-wal’iyadzu billah.

    Sebaliknya, jika Anda meneliti al-Qur’anul Karim, akan menjadi jelas bagi setiap orang yang adil akan dua hal:

    Pertama, bahwa al-Qur’anul Karim sama sekali tidak berkontradiksi dalam urusan perzinaan atau yang lainnya, Anda tidak akan menemukan sama sekali satu ayatpun yang berkontradiksi dengan ayat lain seperti kontradiksi yang terjadi pada Bibel.

    Kedua, bahwa Allah Subhanaahu wa Ta’ala telah berfirman di dalam al-Qur’anul Karim:

    وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا (٣٢)

    “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

    Dan al-Qur’an tidak mengatakan, ‘Jangan berzina.’ Allah Subhanaahu wa Ta’ala telah memberikan peringatan, dan mengharamkannya dengan hanya sekedar mendekati perzinaan.

    Cukuplah saya dengan dalil ini, jika tidak, maka dalil-dalil akan haramnya perzinaan di dalam al-Qur’an sangatlah banyak. Maka bandingkanlah pembicaraan al-Qur’an dengan Bibel. Jadilah Anda seorang yang adil jika Anda ingin sampai kepada kebenaran. Boleh bagi Anda untuk menyampaikan jawaban saya kepada gereja manapun di dunia ini. Anda akan melihat bahwa mereka tidak akan bisa menjawab. Jika salah satu di antara mereka berpikir untuk menjawab, maka jawabannya tidak akan pernah memuaskan. Saya berharap supaya ada satu saja yang menjawab, agar Anda bisa tenang dan yakin, serta membawa Anda juga yang lain kepada hakikat kebenaran yang hilang dan terhalangi dari Anda sekalian.

    Semoga salam kesejahteraan tetap tercurah kepada Nabi kita Isa alaihi salam yang mulia nasabnya, serta kepada ibunya Maryam (Bunda Maria) sang perawan suci alaiha salam . (AR)*

  19. waduh, ada jaka sembung bawa golok, ga nyambung kali.
    Komentarnya kenapa mesti pakai alasan kawin dan kawin dsb, di beri artikel orang lagi. Malas deh, kalo lihat balasan gituan.

  20. @chandra: lot tidak berzinah. dia hanya dibuat mabuk oleh anak2nya spy ayahnya punya keturunan krn smua anak2nya laki2 tlh mati. inipun bukan kehendak Tuhan saat itu sehingga keturunan yg lahir dr perkawinan itu menghasilkan keturunan yg menjadi musuh2 israel. daud berzinah itu dalam konteks kejatuhan moral daud, bukan krn kebenaran dr Tuhan,apalagi disuruh Tuhan. begitu jg dg amnon,ruben,simson,yehuda krn kejatuhan moral,bahkan abraham rela berbohong itu jg tidak disuruh Tuhan. hosea tidak berzinah tapi “menikahi” seorang pezinah. ini memang disuruh Tuhan krn menjadi gambaran oleh Tuhan utk menegur Israel saat itu(perhatikan konteksnya). Salmon menikahi Rahab tapi bukan dalam konteks berzinah tapi memang “menikahi” rahab yg sebelumnya pelacur(itupun dia dinikahi salmon stlh dia tidak jadi pelacur lg)(bedakan maknanya). tapi SETIAP mereka yg jatuh tsb mengalami konsekuensi setelah mereka jatuh. Perzinahan mereka tidak pernah disuruh oleh Allah(bahkan Dia membenci perzinahan).itu pilihan kedagingan mereka saat itu. bagaimana dg muhamad apakah disuruh Allah sbg nabi utk (maaf) berzinah dg wanita sebanyak itu bahkan dg anak dibawah umur? (maaf) ini yg hrs umat muslim junjung? Buyut Yesus ada yg jatuh moralnya,ada yg heroik, ada yg hidupnya kudus bahkan tidak mengalami kematian fisik, ada jg yg benar2 berzinah, tapi ini yg chandra ga mengerti bahwa siapapun pribadi dapat dipakai Allah setelah mereka bertobat. Daud akhirnya bertobat dan menyesal,salomo jg bertobat,simson bertobat,abraham bertobat sesudahnya. apakah muhamad bertobat?tidak kan? malahan dia memberi teladan utk diikuti :( maaf)menikahi wanita sesuka hati (dgn tidak pantas) tanpa sebelumnya mendapat perintah dari Allah…dan malahan muhamad mengclaim bhw dia nabi padahal dia tidak menunjukkan pertobatannya terlebih dahulu br kemudian dipakai Allah sbg nabi.jadi chandra, siapun bisa (bukan boleh) jatuh dalam dosa, tapi yg Tuhan inginkan adlh apakah ada pertobatan?

  21. @chandra drmana chandra tahu kalo poligaminya muhamad bukan berzinah?

  22. @afr
    Chandra tahu karena dia muslim……..di tambah dengan taqiyyahnya……..biarpun kebenranan di depan mata ..islam akan selalu menolak kebenaran……….

  23. Apa dulu pada jaman muhammad sudah ada AIDS ya…. Jangan-jangan junjungan anda nabi Muhammad SAW meninggal karena…..

  24. Setuju afr, chandra ini tidak mengerti alkitab coba menjadi ahli kitab. Mencoba melepaskan konteks ayat-ayat, sesukanya menjelaskan.

  25. Prostitusi berkedok agama…

  26. umat Nasrani sering mengkritik Rasul Muhammad terkait dengan poligaminya.
    ini dikarenakan penghayatan atas ikatan perkawinan yang suci sebagaimana disabdakan oleh Yesus, yang merupakan suatu upgrade dari sistem perkawinan yang telah ada sebelumnya, sehingga lebih sesuai dengan rancangan Illahi tentang bagaimana lembaga perkawinan itu seharusnya.

    sayangnya upgrade ini kemudian di downgrade lagi oleh Rasul Muhammad.

    yah terserah deh…..

    Peace & LOVE 2 all

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.