Buku Yang Membuka Mata

Sampul Buku

Sampul Buku

Buku dapat download, dengan mengklik pada judul buku tersebut.

Rahasia Rahasia Alquran (.doc)

Tulisan seorang antropolog Don Richardson PhD

Yesus dan Muhammad (.pdf)

Sebuah buku tentang perbandingan antara Yesus dan Muhammad dari seorang mantan dosen di  University of Al Azhar – Cairo dan PhD dalam Pendidikan   Kristen. Penulis adalah seorang Mesir yang kemudian percaya kepada Yesus.

Rahasia Rahasia Alquran (.pdf)

Tulisan seorang antropolog Don Richardson PhD

Why I am Not Muslim (Bhs Indo) (.pdf)

Buku  karangan Ibn Warraq, seorang ahli dari Timur Tengah

Sang Putra dan Sang Bulan (.pdf)

Jikalau ingin mempelajari isu-isu yang sering diperdebatkan di dalam Alkitab dan Alquran dapat membaca buku ini yang juga dijual di pasar

Kerudung Yang Terkoyak (.pdf)

Buku yang mengisahkan kehidupan seorang wanita Pakistan yang lumpuh dan kemudian bertemu dengan Isa Almasih/Yesus Kristus.

Ismail Saudaraku (.pdf)

Perbincangan tentang isu bahwa Alkitab dipalsu

Hidup Dari Ujung Tombakku – Biografi Muhammad (.pdf)

Kisah ini disampaikan oleh seorang dari Timur Tengah.

Ilusi Negara Islam (.pdf)

Buku hasil penelitian dari kalangan muslim sendiri yang menghebohkan sehingga toko buku sampai tidak berani menjualnya

Tanggapan Terhadap Combat Kit – Ahmed Deedat (.doc)

Sebuah buku tanggapan terhadap Combat Kit yang dibangga-banggakan orang Muslim di dalam menyerang orang Kristen.

  • Share/Bookmark
Tagged as: ,
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

10 Comments

  1. saya telah membaca artikel ” yesus dan Muhammat ” dan disini terlihat bahwa penulis lebih ingin membenakan ajaran yesus

    saya sangat ingin tahu pendapat temen temen yang Muslim mengenai artikel ini
    misalkan ada yang menyesatkan tolong di berikan hal yang benarnya

    salam

  2. saya sudah membaca yesus dan muhammad…saya melihat bukan masalah ingin membenarkan sisi yg mana.semua kembali pada masing – masing pribadi. hubungan vertikal tidak bisa diperdebatkan, karena tidak ada logika yg bs menggapai. tetapi hubungan horizontal bisa membuktikan, seperti apakah kenyataanya.
    salam

  3. sejatinya setiap orang sedang berusaha mencari angka SEPULUH. tlg pastikan kita menggunakan cara2 yg mudah, murah, nyaman & menyehatkan …

  4. Semua Agama sama kok…hanya beda jalan nya saja dalam mencari Tuhannya…
    Yang Salah ya itu kaum yg tidak percaya adanya Tuhan…Dunia ini FANA…
    Yang Abadi cm Cinta kita terhadap Tuhan YME…..

  5. semua agama sama??

    kalau gitu,, lebih baik tidak usah beragama…

    Kalau gitu pindah agama boleh boleh saja???
    karena tujuannya sama???

  6. Menurut aku sih, dari semua agama itu yg sama adalah tujuan akhirnya. Yang berbeda lebih banyak dari sisi tata caranya.

    Analoginya begini : kalau kita dari Bandung mau ke Jakarta, ada beberapa jalan. Bisa lewat puncak, bisa lewat Cikampek, lewat tol Padaleunyi, bahkan bisa lewat Medan juga (jauh amat…).
    Tinggal hati kita lebih cocok melalui jalan yang mana.
    Jadi, mari kita lalui jalan yang telah kita pilih masing2 dan tidak perlu mengatakan jalan kita adalah jalan yang terbaik. Toh nanti kita sama2 ketemu di Jakarta.

    Agama Kristen / Nasrani, Islam, Hindu, Budha, dll adalah “label” atas tata cara beribadah thdp Tuhan. Ada yang ke mesjid, ada yg ke pura, gereja, dll.

  7. Sori, ada yg kelewat.
    Soal pindah agama nih. Ada baiknya kalau sudah memilih satu jalan, laluilah dgn sungguh2 apapun konsekuensinya. Toh semua mengajarkan hal2 yg baik.
    Larangan pindah agama sebetulnya lebih ke arah kesungguhan hati dalam beribadah. Kalau sampai pindah2 beberapa kali, berarti nggak serius.
    Kalau hati gundah dalam memilih agama, ada baiknya sebelum memeluk agama tertentu banyak2 bertanya pada pihak2 yg berkompeten di agamanya masing2. Jangan bertanya pada org2 yg hanya akan membenarkan agamanya sendiri (alias cuma ngerti kulitnya). Carilah org2 yg memang benar2 mengerti agama yg dianutnya.

    Ini sih pendapat pribadi, tidak berhubungan dgn pemahaman agama tertentu. Intinya, semua ajaran adalah baik karena semua bersumber dari Tuhan sendiri. Hanya berbeda perantaranya.

    Salam sejahtera buat semuanya…

  8. Semua Agama Sama ?? Jelas Tidak… secara pribadi saya menganut Paham Keselamatan adalah Anugerah dalam Jesus Kristus, mengenai bacaan2 diatas adalah pendapat dari refleksi Iman seseorang untuk memberikan jawaban atas tuduhan terhadap Imannya. Agama adalah paham yang anda anut dan Agama mengikat anda baik secara badan ataupun Roh. So jangan salah pilih …………..

  9. Salam damai,

    Sebagian besar agama mungkin punya kesamaan, yaitu mengajarkan utk berbuat kebaikan kpd sesama, tapi secara fundamental semua agama itu berbeda-beda.

    Misalnya Tuhan yg disembah, konsep tentang penciptaan, dosa, keselamatan, neraka, surga, dll semua beda-beda. Bahkan tdk sedikit yg ajarannya saling bertentangan satu sama lain.

    Umumnya kita percaya akan adanya Tuhan & setan. Tuhan yg asli tentu menyatakan diri sbg Tuhan, lalu setan … dia jg ingin disembah2 spt Tuhan, tapi jika dia ngaku2 setan, tentu kebanyakan org akan menolak dia. Itu sbbnya dia juga mengaku dirinya sbg Tuhan.

    Jika ada Tuhan yg asli & ada setan yg menyamar sbg Tuhan … bagaimana membedakannya? Semua agama mengklaim ajarannya sbg kebenaran, tapi mengapa ajarannya berbeda-beda? Kebenaran yg sejati itu spt emas, bisa diuji. Krn Tuhan adalah sumber segala kebenaran & setan adalah Tuhan yg palsu, maka tinggal ditest saja. Bagaimana caranya?

    Coba simak “Prinsip Emas” utk menguji kebenaran di link berikut ini: http://www.kristenemasmurni.com/?page_id=76

    Semoga bermanfaat.

  10. Banyak jalan menuju Roma TETAPI hanya satu jalan menuju surga.
    Bukan agama yang menjamin surga TETAPI hanya Yesus Kristus.

    Di dunia ini hanya ada satu kebenaran… dan itu mutlak adanya.
    tidak bisa dikurangi atau dilebihkan.

    Bukankah Yesus pernah berkata
    “Akulah jalan dan KEBENARAN dan hidup”

    Tidak ada satu pun yang mampu berkata bahwa dirinya adalah KEBENARAN selain Tuhan Yang Mahakuasa!
    Janganlah kita bertanya lagi seperti halnya Pontius Pilatus 2000 tahun yg lalu,
    “Apakah kebenaran itu?”

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.