Gereja Dihujani Lemparan Batu dan Nyaris Dibumihanguskan

Gereja yang dibakar di Situbondo pada Tahun 2000.

Gereja yang dibakar di Situbondo pada Tahun 2000.

JAKARTA, KOMPAS.com – Peristiwa pelemparan batu dan pembakaran gereja terjadi di kawasan Perumahan Harapan Indah, Bekasi, Jumat (18/12/2009) malam. Massa yang terdiri dari ratusan orang mulai dari anak-anak hingga orangtua termasuk ibu-ibu mendatangi Gereja Katolik Santo Albertus yang terletak di Jalan Boulevard untuk merusak serta membakar fasilitas gereja.

Ketua Umum Pembangunan Gereja Santo Albertus, Kristina Maria R, dalam keterangan per telepon kepada KOMPAS.com, menjelaskan massa yang menumpangi beberapa mobil dan motor sempat melempari gereja yang tengah dalam tahap akhir pembangunan itu sebelum akhirnya dibubarkan oleh polisi dari Polsek Harapan Indah dan Polres Bekasi. Selain melempari gereja, massa membakar pos satpam, 1 motor satpam dan kontainer yang dijadikan sebagai kantor kontraktor pembangunan gereja.

Kristina Maria R yang juga menjabat sebagai staf ahli Menkopolhukam menguraikan massa juga membuang sejumlah marmer dan keramik yang akan digunakan untuk pembangunan gereja ke jalan sekitarnya. Massa tampak melengkapi diri dengan minyak tanah untuk melancarkan aksinya dan ini terbukti dari 1 cirigen berisi minyak tanah yang ditemukan di lokasi.

“Satu komputer dari kantor kontraktor diinjak-injak massa dan ditemukan di got depan gereja,” jelas Kristina yang tidak mengira apabila massa yang berpapasan dengannya saat ia akan pulang ke rumahnya tadi malam melakukan aksi perusakan gereja.

“Gereja ini sudah mendapatkan izin pembangunan dan tiang pancang pertamanya sudah sejak 11 Mei 2008,” tambah Kristina. Menurut Kristina, aparat mulai dari danrem hingga kapolres Bekasi telah menjamin keamanan bagi kegiatan ibadah maupun acara penyambutan Natal di gereja ini.

Polisi yang mendapatkan laporan massa berasal dari kampung Tarumajaya dan Babelan sempat memasang police line di sekitar gereja pada malam hari sebelum mencabutnya kembali Jumat pagi. Massa dapat dibubarkan aparat menjelang pukul 24.00 tadi malam dan beberapa orang yang dicurigai sebagai otak aksi perusakan gereja juga telah diringkus.

  • Share/Bookmark

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

2 Comments

  1. Pelaku yang melempari tempat suci, baik itu gereja, pura, kuil, klenteng adalah orang-orang munafik dan berpikiran sempit… itulah orang yang spiritualitasnya masih kanak-kanak dan prematur

  2. Biasalah….. kalau ajaran yang bersumber dari setan si iblis pasti tindakannya begitu….

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.