Umar Sempat Ingin Belajar Hukum Syariah di Yaman

Umar Farouk Abdulmutallab
Sumber : Kompas.com
ABUJA, KOMPAS.com - Umar Farouk Abdulmutallab (23), pemuda Nigeria yang dituduh akan meledakkan sebuah pesawat penumpang AS telah memberitahu orangtuanya, bahwa ia ingin mempelajari hukum syariah Islam di Yaman tak lama sebelum memutuskan hubungan dengan mereka.
Menteri Informasi Nigeria Dora Akunyili pada wartawan di ibukota Nigeria, Abuja menjelaskan, Umar yang tengah belajar untuk mendapatkan gelas sarjana di Dubai itu pernah mengatakan pada orangtuanya ia akan pergi ke Yaman untuk belajar bahasa Arab selama beberapa pekan.
“Setelah beberapa pekan, ia mengirim pesan pada orangtuanya bahwa ia ingin tinggal dan belajar syariah selama tujuh tahun dan ayahnya mengatakan tidak, engkau tak dapat melakukan itu,” kata Akunyili.
“Ayahnya mengatakan mereka tidak siap untuk mengiriminya biaya sekolah atau uang untuk biaya hidup. Ia harus kembali ke Dubai dan merampungkan sarjananya. Tapi Abdulmutallab mengatakan ia akan tetap pergi untuk mendapatkan kebebasan segalanya,” katanya.
Abdulmutallab telah dituduh berupaya meledakkan pesawat Delta Airlines ketika pesawat itu mendekati Detroit dalam penerbangan dari Amsterdam dengan hampir 300 penumpang.
Kelompok regional Al Qaeda mengatakan pihaknya di bertanggungjawab di balik pemboman pada Hari Natal yang gagal tersebut, yang dimaksudkan untuk membalas serangan AS terhadap kelompok itu di Yaman.
* * *
Sungguh benar apa yang diungkapkan oleh Wafa Sultan mengenai kekerasan yang terjadi, selengkapnya lihat link : Kekerasan, Bumerang Bagi Islam (Wafa Sultan), http://www.siaranalhayat.com/2009/12/21/kekerasan-bumerang-bagi-islam-wafa-sultan/, berikut kutipannya:
Wafa Sultan: Memang bahwa pembunuhan adalah sebuah terorisme tersendiri, dimana pun dan kapan pun terjadinya. Namun ketika hal itu dilakukan atas perintah dan aturan dari Allah, maka semuanya menjadi lain…”
Wafa Sultan: Kenapa seorang muda Muslim dalam usianya yang sedang prima-primanya, dengan kehidupan yang penuh ke depan, namun pergi untuk meledakkan dirinya (bom bunuh diri)? Betapa dan kenapa ia meledakkan dirinya di dalam sebuah bus yang penuh dengan penumpang yang tidak berdosa? Ya, di banyak negara kita (Islam), agama adalah sumber pendidikan satu-satunya. Itulah mata air satu-satunya darimana seorang teroris meminumnya untuk memuaskan dahaganya. Teroris itu tidak dilahirkan teroris dan tidak menjadi teroris dalam satu malam. Ajaran-ajaran Islam memainkan peran dalam merajut pakaian ideologinya – benang demi benang tanpa membolehkan sumber lainnya untuk berperan (sumber ilmu dan pengetahuan lainnya). Ajaran sepihak inilah yang melencengkan teroris ini serta membunuh kemanusiaannya. Jadi, berbeda dengan pendapat sebagian orang, itu bukanlah pelencengan ajaran dan salah paham dari si teroris…
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
1 Comment
Leave a Response
You must be logged in to post a comment.







voiceofindonesia