Al-Masih, Muhammad, Saya (10) – Betapa Al-Qur’an Memutar-balikkan Al-Kitab
10. Betapa Al-Qur’an Memutar-balikkan Al-Kitab

Al Masih, Muhammad dan Saya
Dalam bab ini, Anda akan melihat bagaimana beberapa kisah penting dalam Alkitab diputar-balikkan di dalam Al-Qur’an.
*[Ringkasan ini cukup membatasi satu saja kisah yang diputar-balikkan, yaitu tentang kisah terkenal dari Abraham dengan setting asli Israel, hendak diubah menjadi setting Arab.]
Abram yang Menjadi Abraham
Kisah tentang Abraham ditulis di dalam Taurat. Dimulai dengan Kitab Kejadian pasal 11, yang membahas tentang keturunan Sem, anak Nuh. Abraham adalah salah satu keturunan Sem. Di pasal 12, Tuhan memerintahkan Abram untuk meninggalkan Haran. Alkitab katakan: “Lalu pergilah Abram (yang kemudian namanya diubah oleh Tuhan menjadi Abraham dan istrinya Sarai menjadi Sara) seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.”
*[Dari Haran mereka masuk ketanah Kanaan, dekat Sikhem, dimana Tuhan berbicara dengan menampakkan diriNya kepada Abram. Maka Abram mendirikan Mezbah disitu. Lalu Abraham berpindah ke dekat Betel dimana ia mendirikan pula mezbah bagi Yahweh, dan kelak di Hebron mendirikan mezbah bagi keluarga dan keturunannya. Jadi tampak jelas bahwa di tempat-tempat tertentu dimana Abraham menetap, ia tidak lupa untuk mendirikan Mezbah untuk menyembah Tuhannya. Mezbah pertama mustahil didirikan puluhan tahun kemudian di Mekah seperti yang didongengkan Islam. Bahkan menurut Islam sendiri, Tuhan Elohim tidak pernah muncul dan menampakkan diriNya di Mekah kepada nabi manapun, termasuk Muhammad!]
Abraham membawa Sarai, isterinya, bersamanya. Kedua laki-laki itu, Abraham dan Lot, adalah orang yang sangat makmur, masing-masing memiliki sejumlah besar binatang ternak gembalaan dan domba. Setelah mereka tiba di tanah Kanaan, kelaparan melanda negeri itu. “Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abraham ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.”
Abraham lalu kembali ke Palestina, di mana Tuhan berkata kepadanya: “Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.” Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.”
[203]. [204] Agaknya Muhammad ingin mengatakan bahwa Abraham tidak beribadah dengan mezbah selama puluhan tahun menetap di Kanaan? Sungguh penghinaan terhadap Abraham![205]]
Abraham tinggal menetap di Hebron, yang sekarang dikenal dengan Al-Khalil (artinya, sahabat Tuhan, dinamakan menurut nama Abraham), di mana mezbah dan makamnya masih tetap ada.
*[Itulah mezbah utama Nabi Abraham dan keluarganya, dan lucu kalau diklaim tanpa bukti, dialih-paksakan Islam ke Mekah, dimana Ka’bah dianggap sebagai Baitullah pertama yang dibangun di dunia oleh Ibrahim dan Ismail:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) ialah Baitullah di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
Ibraham memiliki hubungan yang sangat erat dengan Tuhan, dan mereka berdua kerap mengadakan percakapan yang bersahabat. Suatu ketika, Abram berkata kepada Tuhan: “Ya Tuhan, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu…. Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."”
Hal ini dikarenakan istrinya, Sara, mandul dan tidak dapat melahirkan anak. Sebagai gantinya, Sara meminta Abraham untuk mengambil Hagar, budak yang diberikan kepada Sara oleh Firaun ketika ia masih di Mesir, supaya Hagar menjadi isteri, agar dapat memberikan Abraham keturunan. “Jadi...Abraham menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku…. Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik."”
Akibatnya, Sarai memperlakukan Hagar dengan sangat buruk, sehingga ia melarikan diri. ”Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku."”
*[Apa yang Anda tampak disini? Baik Sara, maupun Abraham, dan Malaikat TUHAN tetap menyebut Hagar sebagai hamba Sarai, sekalipun Hagar sudah diperistri oleh Abraham! Artinya Hagar dan keturunannya cuma mendapatkan hadiah, tetapi tidak menjadi ahli waris dari kekayaan – apalagi kenabian – Abraham! Ia malahan dipersalahkan lebih jauh karena mudah menjadi sombong dan telah melawan dengan memandang rendah nyonyanya sendiri, sifat yang kelak diturunkan pula kepada Ismael. (Kej.16:12)]
Kurang lebih tiga belas tahun kemudian, ketika Abraham berusia 99 tahun, malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan menjanjikan kelahiran anaknya dari Sara yang saat itu berusia 90 tahun. Di samping itu, dalam Kejadian 17 tersebut, Tuhan:
§ Menjanjikan anak laki-laki Abraham akan lahir setahun kemudian.
§ Mengubah nama Abram menjadi Abraham.
§ Mengubah nama istrinya dari Sarai menjadi Sara.
Cerita ini berlanjut:
“Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu.”
Abraham menunjukkan kekesalannya atas permintaan Sara mengenai Hagar, namun Tuhan menampakkan diri dan menyuruhnya untuk mendengarkan Sara.
*[Abraham yang teruji itu tentu taat sepenuhnya kepada Tuhan, maka iapun menyuruh (baca: mengusir menuruti Sara) hamba perempuan itu persis seperti apa yang perintahkan Tuhan kepadanya. Namun Muhammad dengan Jibrilnya yang tak teruji itulah yang membelotinya menjadi Abraham yang ikut mengantar Hagar dan Ismael sampai ke Mekah. Suatu penyelewengan kisah yang tak masuk ke akal, mengingat Sara dan Ishak pasti tak mungkin ditinggalkan Abraham demi melayani Hagar yang hamba yang diusir itu, karena sempat berdosa terhadap nyonyanya (sombong dan memandang enteng Sara yang tadinya mandul.)]
“Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang di kirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir (seorang wanita dari tanah kelahiran Hagar).”
*[Abraham tak bisa lain kecuali menyiapkan bekal berupa roti dengan sekirbat air kepada Hagar dan Ismael. Itu berarti bahwa bekal ini hanya mampu bertahan sebatas perjalanan yang sangat pendek (hingga Bersyeba), tidak mungkin sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun hingga ke Mekah. Sebagai makhluk yang dihargai dan dikasihi, Tuhan menciptakan bagi mereka sebuah sumur disitu – tentu bukan sumur ZamZam di Mekah seperti yang didongengkan sesukanya – sehingga kehidupannya dapat berkelanjutan sebagai bangsa yang besar seperti yang dijanjikan Tuhan. Ismael bersama ibunya yang orang Mesir itu menetap seterusnya di padang gurun Paran sebagai orang Mesir dan menikah dengan wanita Mesir.]
Ketika Ishak berusia kurang lebih empat belas tahun, Tuhan memerintahkan Abraham untuk membawa Ishak ke Gunung Moria, di mana ia harus mempersembahkan anaknya yang tercinta sebagai korban kepada Tuhan. Abraham mematuhinya, karena itu adalah perintah langsung dari Tuhan dengan berfirman, jelas dan spesifik, yaitu ISHAK (bukan mimpi atau tafsiran mimpi seperti yang didongengkan Quran, yang tidak berani menyebutkan nama si anak yang diminta oleh Tuhan untuk dikurbankan bagiNya!).
*[Ternyata perintah Tuhan untuk pembunuhan sang anak yang tadinya terasa sangat aneh dan kejam itu bukanlah sekedar ujian Tuhan semata untuk iman Abraham, (Allah sudah lebih tahu) melainkan justru untuk mengilustrasikan betapa Ishak (yang menyimbolkan anak manusia yang harus dihukum mati karena dosa-dosa yang dibuat manusia) ditebus oleh Anak-Domba (yang melambangkan kurban penebusan Yesus di atas kayu salib kelak, seperti yang sudah diterangkan di depan.)]
Alkitab berkata: “Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”
Ketika Abraham meninggal, ia berusia 175 tahun. “Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre.”
§ Abraham meninggalkan seluruh kehidupannya di Palestina setelah meninggalkan Haran, kecuali sebuah kunjungan singkat di Mesir.
§ Ia tidak pernah mengunjungi Semenanjung Arab. Ismael juga tidak pernah tinggal di Mekah di Semenanjung Arab, tetapi tinggal di dekat ayahnya, yang memungkinkan dia bisa hadir pada saat pemakaman ayahnya.
Jadi, mari kita cari tahu kebenarannya: Apakah Al-Qur’an menceritakan kisah ulang yang asli tentang Abraham sebagaimana yang telah ditulis dalam Alkitab, ataukah ia membajak ceritanya dengan sensoran, imbuhan, dan plintiran yang menjadikannya malah kabur dan tak masuk nalar??
Perhatikan dua jenis perintah aneh dalam Al-Quran seperti dibawah ini.
Yang satu perintah Allah kepada Abraham dan Ismael untuk membersihkan Ka’abah: “Dan ingatlah ketika kami menjadikan rumah itu tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian makam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang itikaf, yang rukuk dan yang sujud (berdoa).”
Yang ke dua, perintah dari Abraham kepada anak-anaknya yang hidup lebih dari dua ribu tahun sebelum Islam itu sendiri muncul (¡): “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub, “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.”
Bagaimana mungkin pernyataan sedemikian konyol, dapat dipercaya sebagai wahyu, sebab Yakub (yang dinamai Israel) dan seluruh keturunannya adalah orang-orang Yahudi totok, dan mereka hidup ribuan tahun sebagai bangsa Israel sebelum Islam datang dan memusuhi mereka? Setting Israel hendak ditelan oleh dongeng apaan dari Qur’an ini?!
Mengenai kisah Zamzam, Al-Qur’an mengatakan Allah memerintahkan agar As-Shafa dan Marwah
Maka Muhammad pun membuat tujuh perjalanan Hagar mencari air sebagai bagian dari ritual umat Islam yang naik haji, seperti yang dikatakan dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar (ritual) Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke baitullah (Ka’abah di Mekah) atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan Sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
Memindahkan setting Israel ke Arab tentu kurang memuaskan bila tidak menafikan “keyahudian” Abraham itu sendiri. Maka dikatakanlah bahwa Abraham itu bukan seorang Yahudi bukan pula seorang Nasrani, tetapi seorang Muslim yang sangat taat (Surat 3:67). Kita layak bertanya, apakah “Islam” yang disebutkan di dalam Al-Qur’an ini memakai retorika pidato ataukah berdasarkan arti yang sebenarnya sebagai wahyu, bahwa ia adalah seorang Muslim, ribuan tahun sebelum Islam itu sendiri muncul?
*[Bagaimana mungkin Muslim mempraktekkan standar ganda mengatakan Abraham – bapak Ishak dan Yakub (Israel) dari keturunan Yahudi – bukan sebagai kepala suku bangsa Yahudi, sementara Ismael yang berdarah Mesir dan kawin dengan istri Mesir, itu disebut sebagai kepala suku bangsa Arab? Kitab Taurat dan seluruh Alkitab menyebutkan Tuhan Elohim itu sebagai Tuhannya Abraham, Ishak, dan Yakub. Tak ada disangkutkan dalam kesejajaran dengan Ismael.
Kisah keseluruhan Abraham ini tersebar di dalam Al-Qur’an, dalam lebih dari delapan puluh ayat, yang kemudian dikumpulkan dan dirangkaikan oleh Al-Hamid Al-Sahhar menjadi sebuah kisah yang sebagiannya disangkutkan kepada “fakta” yang seharusnya dibuktikan (namun sudah dianggap fakta), dan sebagian lainnya diusahakan untuk dicocok-cocokkan ke akal. Namun menyisakan begitu banyak antagonisme dan pendongengan yang tidak satupun tercarikan jejaknya dimasa silam. Misalnya Hagar dikisahkan sebagai seorang yang berpendidikan, ex-istri dari Raja Mesir Selatan. Raja ini ditaklukkan oleh Firaun, lalu mengambil Hagar sebagai tawanan budak, yang nantinya dihadiahkan kepada Sara.]
Lebih jauh lagi, Al-Qur’an mengatakan bahwa Al-Qur’an hanya mendongengkan bahwa Abraham bermimpi, lalu merasa harus mempersembahkan seorang anak sebagai kurban. (tanpa disebut namanya, padahal itu hendak dijadikan dasar untuk mengkoreksi Alkitab). Tetapi Alkitab, sebagai sumber cerita yang sebenarnya, meyakinkan kita semua bahwa Tuhan berbicara dengan Abraham dan meminta Ishak secara spesifik untuk dipersembahkan, di atas bukit Moria, sebelah utara Hebron, bukan jauh di padang gurun Arab entah dimana.
Akhir kata, sebagai seorang Muslim, mereka telah diajarkan oleh Al- Qur’an bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yang sempurna, sekalipun para Ahli Kitabnya banyak yang korup. Oleh karena itu, selayaknyalah kita harus mempercayai apa yang dikatakan Alkitab. Jika kita katakan Alkitab telah diubah ke-aslian-nya, pertanyaannya adalah, “Mengapa?” dan “Untuk kepentingan siapa?” [Dan bagaimana hal itu dapat dilakukan mengingat begitu sakral-nya setiap ayat itu dipelihara, baik oleh kubu Yahudi, maupun oleh Nasrani, yang saling bersaing dikala itu.] Semua bukti justru menunjukkan hal yang sebaliknya, yaitu bahwa Alkitab tidak pernah berubah, melainkan dibenarkan. Bahkan, cukuplah bagi kita untuk memperoleh kesaksian dari Al-Qur’an yang meyakinkan bahwa Alkitab adalah sempurna, dengan menyatakan Tuhan telah menurunkan Peringatan (Alkitab) dan bahwa Allah memeliharanya.
Jika kita menerima bahwa Alkitab adalah benar, maka kebanyakan cerita dalam Al-Qur’an telah merubahnya. Jika kita percaya bahwa Alkitab adalah benar dan Al-Qur’an juga benar, maka kita akan memiliki dua “Tuhan”, satu Tuhan di dalam Alkitab dan satu lagi Tuhan yang menurunkan cerita yang berbeda di dalam Al-Qur’an. Tetapi tidak mungkin, Alkitab dan Al-Qur’an memiliki kesamaan dalam hal ini, karena hanya ada satu Tuhan, bukan dua. Jadi sudah jelas, kitab mana yang benar dan berotoritas
Kesimpulan
Saya menulis buku ini agar teman-teman dan kerabat-kerabat Muslim saya, secara khusus keluargaku yang tinggal di Mesir, negara-negara Arab dan kepada umat Islam di seluruh dunia dapat membedakan yang batil dan kebenaran yang lurus. Bahwa kebenaran itu ada dalam diri Yesus Kristus dari Nasaret. Umat Islam berdoa beberapa kali sehari agar Allah dapat menuntun mereka kepada jalan yang lurus.
Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Inilah JALAN LURUS yang dicari umat Muslim sedunia!
Yesus Kristuslah Jalan Lurus itu, jalan yang akan membawa Anda ke surga. Jika Anda ingin mencapai surga, tidak ada jalan lain selain percaya kepada Sang Jalan, yaitu Yesus Kristus yang telah mati untuk menebus dosa-dosa Anda. Terimalah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda. Damai sejahtera akan menjadi milik Anda saat disini, dan surga disaat nanti. Anda tidak akan menjadi kecewa. Amin.
[1] Pembaca yang hendak melihat lebih jauh Empat terjemahan utama Al-Qur’an terdapat di:
[2] Berbagai tulisan Hadits dan Sunah dapat ditemukan di: www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/
[3] Mu’ammar al-Qadhafi, presiden Lybia, terkenal anti Barat dan Israel.
[4] Lihat bagan di akhir dari Pendahuluan ini.
[5] Surat ini dalam Al-Qur’an dengan jelas mengatakan bahwa Allah me-nyesatkan orang yang ia kehendaki: 4:88; 6:39; 13:27; 14:4; 16:93 dan 74:31.
[6] Juga dikenal dengan nama ‘Amr bin Hisham. Lihat juga Bab 3.
[7] Orang-orang yang disebut sebagai “Kristen” dalam buku ini, biasanya merujuk kepada agama yang berakar dari agama Roma Katolik.
[8] Dari Al-Sira Al-Halabia oleh Burhan El-Deen Al-Halabi.
[9] Al-Sira Al-Halabia oleh Al-Halabi, hal. 380. Lihat juga Hadith of Sahih Muslim & The Life of Muhammad oleh Dr. Muhammad Hussein Haikal (1982), hal. 148-149.
[10] Imam Abu al-Fadl ‘Abd al-Rahman ibn Abi Bakr Jalal al-Din al-Suyuti (1445-1505) adalah seorang guru Mesir, mengarang hampir 500 karya tulis; salah satu penulis Muslim yang produktif. Dia biasa dikenal dengan sebutan “Al-Suyuti.”
[11] The Jurisprudence of the Life of Muhammad oleh Al-Suyuti, hal. 68-69.
[12] The Life of the Prophet by Ibn Hisham, hal. 174.
[13] Lihat The Beginning and the End oleh Simail Ibn Kathir, Vol. III, hal. 15; Sirat Al-Maghzai, oleh Ibn Ishaq, hal. 133; Rawd Al-Unuf oleh Ibn Hisham, hal. 271-272; The Life of Muhammad oleh Dr. Haikal (1982), hal 152; dan Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba (Finding the Truth in Judging the [Muhammad’s] Companions) oleh Ibn Hajar Asqalani (1372-1449), Vol IV, hal. 273.
Liat The Life of the Prophet’s Wives oleh Dr. Sa’id ‘Ashur, hal. 37 dan 49; Assad Al Galba (The Lion of the Forest) oleh Ibn Al-Athir, hal. 189; Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba, Part IV, hal. 330; dan The Wives of the Prophet oleh Al-Shati’, hal. 59-60.
[25] Dalam cerita yang serupa lihat Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources oleh Martin Lings (1983), hal. 106.
[30] Untuk informasi selanjutnya, baca “Yurisprudensi dari Kehidupan Muhammad (Faqh Al-Sirah) oleh Sa’id ‘Ashur, hal. 126; dan Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba oleh Ibn Hajar Asqaliani, Vol. IV, hal. 307.
[35] Sahabat dekat dari Muhammad, dikenal dengan sebutan “Orator dari Rasul Allah.” LihatHadits Sahih Bukhari, Vol. 5, Book 590, #659 & 662; dan Hadits Sahih Muslim, Book 1, #215 & Book 29, #5650.
[36] Lihat The Life of the Prophet (Sirat Al-Nabi) oleh Ibn Ishaq & The Wives of the Prophet oleh bint Al-Shati’, hal. 173-176, “The Beautiful Captive.” Hal ini ditermukan dalam bentuk lain di Sunan Abu-Dawud, Book 29, #3920 dan Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources by Martin Lings (1983), hal. 241-242.
[37] The Wives of the Prophet, hal. 137.
[38] Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba oleh Ibn Hajar, Vol. IV, hal 284.
[41] Lihat Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaha oleh Ibn Hajar Asqalani, Bagian VII. Hal. 291 danThe Wives of the Prophet, hal. 217.
[43] Lihat Hadith dari Sahih Bukhari, Vol. 3, Buku 43, #648 dan Sura Al-Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
[44] Surat Al-Tahrim (Pengharaman), 66:1
[45] Lebih dari 20 sarjana Muslim mencatat cerita ini, termasuk: Al-Istiab, Vol. IV, hal. 1812;Oun Al-Ithr, Vol. II, hal. 402; Al-Samt Al-Thamin, hal. 85; Al-Zamkhashri, hal. 562-63; The Causes of Descendancy oleh Al-Suyuti, hal. 280; Al-Ittiqan oleh Al-Suyuti, Vol. IV, hal. 92;Fuqaha’ Al-Sahaha oleh Abd. Al-Aziz Al-Shanwi, hal. 38; dan The Life of Muhammad by Dr. Haikal, hal. 450, entitled, “The Revolution of the Wives of Muhammad.”
[46] Lihat, sebagai contoh, Surat An-Nisa’ (Wanita) 4:89
46a Lihat surat al-Baqara 2:197
[47] Surat Al-Abzab (Golongan Yang Bersekutu) 33:50
[49] Lihat Surat Al-Baqara (Sapi) 2:222
[51] Dalam salah satu versi dari kejadian ini, lihat Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources oleh Martin Lings (1983), hal. 117.
[52] Lihat Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources, hal. 58. Abu-Jahl (‘Amr bin Hismam) disebutkan terus dalam Hadits Sahih Bukhari dan Sahi Muslim, demikian pula dalamSunan Abu-Dawud.
[53] Yaitu, anak perempuan dari Abu Jahl (Abu Al-Hakam).
[54] Variasi dari kalimat terakhir dapat ditemukan pada Hadits Sahih Bu-khari, Vol. 5, Book 57, #61 & 111; Hadits Sahih Muslim, Buku 31, #6000. Cerita lengkapnya bisa ditemukan dalam Hadits Sahih Bukhari, Vol. 4, Book 53, #342; Vol. 5, Book 57, #76 dan Hadits Sahih Muslim, Buku 31, #5999, 6001 & 6002.
[55] Surat An-Nisaa’ (Wanita)
[56] Cerita ini dikonfirmasikan dalam The Causes of Descendancy oleh Al-Suyuti, hal. 73; dalam Al-Zamkhashri, Vol. I, hal. 131; dalam The Sahih oleh Musnid, hal. 47 dan dalam sebagian besar referensi Islam.
57 The Beginning and the End oleh Ibn Kathir, Vol. IV, hal. 339.
[58] Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 4, Book 53, #370; demikian pula Hadits Sahih Muslim, Kitab 19, Bab 13 “Mengenai hak para pembunuh untuk memiliki seluruh harta dari orang yang mereka bunuh dalam pertempuran,” #4340-433. Lihat juga Jawami’ Al-Sira oleh Ibn Hazm, hal. 191 dan The Jurisprudence of the Life of Muhammad (Faqh Al-Sira) oleh Al-Bouti, hal. 299.
[59] Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Maret, 624.
[60] Hudhayfah Ibn al-Yaman (meninggal tahun 656).
[61] Hadits mengatakan bahwa hanya mereka yang pada Perang Badar yang menjadi Muslim yang akan diselamatkan. Inilah mengapa Hudhayfah marah! Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 5, Book 59, #354; Vol. 9, Book 83, #5; dan Hadits Sahih Muslim, Boku 1, #173-175.
[62] Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 4, Buku 56, #704-705; Vol. 9,
Bab 1”The People Are Subservient to the Quraish and the Caliphate is the Right of the Quraish,” # 44… .
[63] The History of the Caliph oleh Al-Suyuti, hal. 10.
[64]Hadits Sahih Bukhari, Vol. 4, Book 56, #705 dan Vol. 9, Book 89, #254.
[65] Hal ini bersumber dari apa yang dinamakan Farewell Adresss dari Muhammad: “Hai orang-orang! Sesungguhnya Tuhanmu itu hanya satu dan Bapamu juga satu. Kamu semua berasal dari keturunan Adam dan Adam diciptakan dari tanah liat. Tidak ada keistimewaan orang Arab di atas orang non Arab dan orang non Arab di atas orang Arab … kecuali dalam hal kesalehan.”
[66] The Beginning and the End oleh Ismail Ibn Kathir, hal. 171.
[69] The Light of Certainty (Nur Al-Yaqin), 24th edition, p. 235-237.
[70] Kehidupan Muhammad, Dr. Haikal, p. 441-442; The Beginning and the End, IBn Kathir, Vol. IV, p. 353; Jawami’ Al-Sira, Ibn Hazm, p.159; Rawd Al-Unuf , As-Suhaili, Vol. IV, p. 156-157; Al-Sira Al-Halabia, Al-Halabi, Vol. III, p.85-97; dan History of Nations and Kings oleh Al-Tabari, Vool. III, p. 175-76.
[72] Lihat The Life of the Messenger oleh Imam Muhammad bin Abd Al-Whab, hal. 85.
[73] Surat Al-Baqara (Sapi) 2:217.
[75] Surat Al-Anfat (Rampasan Perang) 8:12.
[76] Surat Al-Anfat (Rampasan Perang) 8:1.
[78] Surat Nuh (Nabi Nuh) 71:26
[79] Perang Uhud terjadi pada tanggal 23 Maret, 625.
[80] Surat Al-Imran (Keluarga Imran) 3:121-181.
[81] Tahun ke-empat Hijrah. Yaitu tahun 626 (empat tahun setelah Hijrah, perginya Muhammad dari Medinah ke Mekah).
[83] Kisah ini, dari sudut pandang Aisha diberitahu dalam Hadits Sahih Bukhari, Vol 3 Book 48, #805, 829; Vol. 5, Book 59, #462-464; dan Vol. 6, Book 60, #274-278.
[84] Untuk “pencerahan” lengkapnya, lihat Surat Al-Nur (Cahaya) 24:1-26.
[85] Surat Pewarisan (dikecualikan dari semua Al-Qur’an Sunni) terdapat dalam semua Al-Quran Syiah, terdiri dari lima ayat: “Demi Allah yang maha pengampun lagi maha penyayang. 1. Wahai orang beriman! Berimanlah pada nabi dan Pelindung. 2. Yang berasal dari yang lain. 3. Dan aku yang mendengar dan mengetahui. 4. Yang beriman dan berbudi baik akan mendapatkan surga. 5. Terpujilah Tuhanmu, dan Ali adalah salah satu saksi.”
[87] Lihat juga The Life of the Prophet oleh Ibn Hisham, Vol. III, hal. 118-143 (yang juga menulis kejadian-kejadian lain yang tidak dimuat di sini); The Life of Muhammad oleh Haikal, hal. 347-351 (yang menambahkan lebih banyak perjelasan mengenai kekejaman Muhammad); dan Al-Sira Al-Halabia oleh Al-Halabi, Vol. II, hal. 675-677. Cerita ini juga ditemukan dalamRawd Al-Unuf oleh Imam As-Suhaili, Vol. III, hal. 267-271 dan dalam buku-buku oleh Al-Tabari, Ibn Kathir, Ibn Khaldoon, Al-Booti, Al-Khudri dan Al-Adid. Semua pengarang menulis mengenai cerita mengerikan ini.
[88] Lihat The Perfect in Histroy oleh Al-Athir, Vol. II, hal. 142.
>The history of Nations and Kings oleh Al-Tabari, Vol. II, hal. 127.
[90] Kehidupan Nabi, Vol. IV, hal. 134.
[91] Lihat The Beginning and the End oleh Ibn Kathir, Vol. V, hal. 989; dan The Life of Muhammad oleh Dr. Haikal, hal. 488.
[92] Ayat-ayat Al-Qur’an yang memprovokasi kaum Muslim untuk berpe-rang dan mendorong mereka untuk membunuh termasuk Surat An-Nisaa’ (Wanita) 4:76, 77, 89, 91, 95 & 104.
[94] Surat Al-Anfal 8:65. terjemahan Yusuf Ali.
[95] Matius 5:39.
[96] Surat Muhammad 47:35, terjemahan Yusuf Ali.
[98] Dia seorang pengkhotbah Al-Qur’an yang terkenal di Mesir.
[99] 2.5% – yaitu, Al-Zakat. Lihat Bab 4, Catatan kaki #54.
[100] Lihat Surat Al-A’raf (Tempat Tertinggi) 7:160.
[101] Lihat Surat At-Tauba (Pengampunan) 9:69.
[102] Lihat Surat Al-Hajj (Haji) 22:69.
[103] Lebih jelas lagi, Al Qur’an “diwahyukan” dalam dialek suku Quraish. Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 6, Buku 61, #507.
[104] Lihat Hadits #5751 (Mishkat, Vol. 3). Bukan dalam Ahadits Bukhari atau Muslim, tetapi dari ucapan asli Muhammad, menurut Kamus Hadits Al-Qari (Al-Asrar Al Marfu’a), diterjemahkan dan ditulis oleh GF Haddad. Bahasa Arab juga ditekankan dalam Al Qur’an. Lihat Surat Ash-Shu’ara’ (Para Penyair) 26:195; Az-Zumar (Rombongan-rombongan) 39:28;Ha Mim Sajdah (Yang Dijelaskan) 41:3, 44; Ash-Shura (Musyawarah) 42:7; Az-Zukhruf(Perhiasan) 43:3; Ad-Dukhan (Kabut) 44:58; Al-Ahqaf (Bukit-bukit Pasir) 46:12; dan An-Nahl (Lebah) 16:103.
[105] Lihat Bab 3, catatan kaki #18 untuk lebih jelasnya.
[106] Disebut sebagai “tanda diacritical”, yang diletakkan di atas atau di bawah sebuah huruf yang dapat mengubah arti atau kala (tenses) sebuah kata, pengucapan atau suasana; atau untuk membedakan antara satu kata lain dengan kata yang benar-benar berbeda.
[107] Majmoo’ Al-Fatawa (Kompilasi Fatwa), Vol. XVII, hal 101.
[108] Lihat Al-Ittiqan oleh Al Suyuti, Vol. I, hal 160. Lihat juga Behind the Veil: Unmasking Islam oleh Abd El Schafi (1996), hal 189-194.
[109] Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 3, Buku 41, #601; Vol. 4, Buku 54, #442; Vol. 6, Buku 61, #513-514; Vol. 9, Buku 93, #640; dan Hadits Sahih Muslim, Buku 4, Bab 139: “Al Qur’an telah Diwahyukan dalam Tujuh Cara Baca dan Artinya,” #1782-1790.
[110] Al-Ittiqan oleh Al-Suyuti, Vol. I, hal 100.
[111] Lihat Al-Baydawi, hal 123; Al-Kashaf oleh Al-Zamkhasri, Vol. I, hal 53; Al-Ittiqan oleh Al-Suyuti, hal 98; Sahih Al-Mustanad, hal 53; dan The Causes of the Revelation oleh Al-Wahidi, hal 98.
[112] Lihat The Causes of Descendancy oleh Al-Suyuti, hal 12 &121.
[113] Surat Al-An’am (Binatang Ternak) 6:93.
[114] Surat Al-Imran (Keluarga Imran) 3:195.
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
24 Comments
Leave a Response
You must be logged in to post a comment.







Muslim meyakini bahwa anak yang dikurbankan adalah Ismail sekalipun Al-Qur’an sama sekali TIDAK MENYEBUTKAN nama anak yang dikurbankan tersebut.
I. MENURUT AL-QUR’AN
Dibawah ini adalah terjemahan Al-Qur’an (QS 37 : 100 – 113) yang mengisahkan peristiwa pengorbanan tersebut.:
Penyembelihan Ismail
(ayat 100) : Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (SEORANG ANAK) yang termasuk orang-orang YANG SALEH
(ayat 101) : Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang AMAT SABAR
(ayat 102) : Maka tatkala anak itu sampai (pada UMUR SANGGUP) BERUSAHA bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”. Ia menjawab : “Hai bapaku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu ; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(ayat 103) : Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya)
(ayat 104) : Dan Kami panggillah dia : “Hai Ibrahim,
(ayat 105) : sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
(ayat 106) : Sesungguhnya ini benar-benar suatu UJIAN YANG NYATA.
(ayat 107) : Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar
(ayat 108) : Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian
(ayat 109) : (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim
(ayat 110) : Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
(ayat 111) : Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman”
Kabar gembira tentang kelahiran Ishak
(ayat 112) : Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang SALEH.
(ayat 113) : Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.
Perlu diperhatikan bahwa 2 judul perikop yaitu Penyembelihan Ismail dan Kabar gembira tentang kelahiran Ishak tidak ada dalam Al-Qur’an.
Begitu pula kata yang tercetak dalam tanda kurung – (kelahiran) – tidak terdapat dalam Al-Qur’an.
Kata-kata tersebut hanya merupakan tafsiran dalam terjemahan Al-Qur’an.
Jadi dari ayat-ayat diatas dapat disimpulkan bahwa :
TIDAK ADA NAMA ISMAIL DALAM AYAT DIATAS
Jadi akhirnya Islam harus menggunakan logika jungkir balik dan tambal sulam untuk membuktikan bahwa anak yang dikurbankan adalah Ismail.
Ada 2 logika yang biasanya digunakan untuk menafsirkan bahwa ayat diatas adalah pengurbanan Ismail :
I.1 ANAK YANG SABAR
Ayat 101 : Maka Kami beri dia kabar gembira dengan SEORANG ANAK YANG AMAT SABAR
Karena di ayat lain Ismail disebut sebagai orang yang sabar.
QS 21 : 85 :
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang SABAR.
Jadi karena anak tersebut orang sabar dan Ismail disebut sebagai orang sabar maka oleh Islam anak itu dimutlakkan pasti Ismail.
Komentar :
Pertama :
Jika kita cek dengan terjemahan bahasa Ingris dan transliterasi Arabnya, terlihatlah bahwa kata yang diterjemahkan SABAR oleh Depag ternyata sebetulnya BAHASA ARABNYA berbeda.
Sumber :
Qur’an Viewer Versi 2.8
037.101 Fabashsharn[a]hu bighul[a]min [H]ALEEM(IN)
037.101 So We gave him the good news of a boy ready to suffer and FORBEAR.
021.085 Wa-ism[a]AAeela wa-idreesa wa[tha] alkifli kullun mina a(l)[SSA]BIREEN(A)
021.085 And (remember) Isma’il, Idris, and Zul-kifl, all (men) of constancy and PATIENCE;
Jadi terbuktilah bahwa terjemahan Depag sengaja dibuat meleset demi dapat mengkait-kaitkan dengan nama Ismail dalam peristiwa pengurbanan.
Kedua :
Muslim senanatiasa menuduh bahwa cerita Kej 22 : 2 telah dipalsukan dimana nama Ishak seharusnya adalah Ismail.
Kita coba terapkan logika tuduhan muslim dalam menilai kisah pengorbanan menurut Al-Qur’an ini.
Ayat 100 menyebutkan Ibrahim memohon anak yang SALEH.
Anehnya di ayat 101 disebutkan Allah memberikan anak yang SABAR.
Bukankah ini tidak tepat, yang dimohon adalah anak yang SALEH, kenapa oleh Allah SWT yang diberi berubah menjadi anak yang SABAR.
Sementara di ayat 112 setelah periwtiwa pengurbanan disebutkan Ishak adalah nabi yang SALEH.
Dengan mengikuti logika pemalsuan, dengan mudah dapat dikatakan bahwa :
Ayat 101 telah dipalsukan, muslim telah merubah ayat yang asli (SALEH) menjadi ayat palsu (SABAR) demi mengkaitkan dengan Ismail.
Jadi ayat yang benar adalah :
ayat 101 : Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat SALEH
Dengan demikian ayat 100 – 113 menjadi satu kesatuan yang kukuh.
Ibrahim memohon anak yang SALEH
Allah memberikan anak yang SALEH
Ishak sebagai anak yang SALEH dengan rela bersedia dikurbankan
Karena kerelaannya, Ishak diberkati menjadi Nabi yang SALEH.
Ketiga :
Bagaimanapun sifat sabar sudah sepantasnya menjadi sifat dari nabi-nabi. Ini bukanlah sifat yang spesifik yang hanya bisa dimiliki oleh Ismail. Hampir semua nabi pasti menghadapi tantangan dari kaumnya, dan mereka pasti harus bersifat sabar dalam misinya.
I.2 DIJANJIKAN KEMUDIAN DISURUH MENGURBANKAN
Tidaklah mungkin Allah menjanjikan kabar gembira dengan kelahiran Ishak kemudian meminta Ibrahim untuk mengurbankannya.
Pendapat ini sudah berkembang cukup lama, tercermin dari kisah dibawah ini.
Sumber :
Islam in the Balance
Brother Mike, halaman 52 – 53 :
Menurut seorang penulis muslim al- Massoudy, Ibn Abbas dan Ikrima berdebat soal identitas anak yang dikorbankan :
Ikrima bertanya, “ Siapa anak yang dikorbankan”
Abdallah menjawab, “Ishmael”
“Kenapa”, tanya Ikrima
Ibn Abbas menjawab, “Karena bagaimana mungkin Allah menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran Ishak dan kemudian memerintahkan Abraham membunuhnya.”
Komentar :
Sebetulnya Al-Qur’an telah menjawabnya sendiri, yaitu :
ayat 106 : Sesungguhnya ini benar-banar suatu UJIAN YANG NYATA.
Ujian dimana anak yang dijanjikan dan diberitakan secara khusus diminta untuk dikurbankan.
II. MENURUT HADIS
Hadis Shahih Bukhari mengisahkan bahwa nabi Ibrahim membawa ibu Hajar dan Ismael anaknya, yang MASIH MENYUSU ke wilayah Mekah. Tidak ada sama sekali kisah pengurbanan. Tidak pula disebutkan Ibrahim mengunjungi Ismail saat masih anak-anak maupun remaja. SESUDAH ISMAIL MENIKAH, barulah Ibrahim datang ke Mekah 3 kali bolak-balik, dan baru pada kunjungan terakhir Ibrahim berhasil menjumpai Ismael. Dalam pertemuan ini tidak ada kisah pengurbanan, yang ada adalah kisah Ibrahim dan Ismail membangun Kabaah yang dikenal dalam Al-Qur’an.
Sumber :
Sahih Bukhari Volume 4, buku 55, nomer 583:
Dikisahkan oleh Ibn Abbas:
…… Abraham membawa Hagar dan anaknya ISMAEL YANG MASIH MENYUSU ketempat dekat Ka’ba dibawah pohon dilokasi Zam Zam, diposisi tertinggi dari rumah Allah. Pada saat itu tidak ada orang di Mekah, begitu pula tidak ada air. Jadi Abraham menyuruh mereka duduk ditempat itu dan meletakkan sebuah tas kulit berisi kurma dan air dalam tas kulit dan kemudian pulang. Hagar mengikutinya dan berkata, “O Abraham! Kamu hendak pergi kemana, meninggalkan kami dilembah ini dimana tidak ada orang dan tidak ada apapun yang dapat menemani kami Hagar mengulang kalimatnya berulang, tetapi Abraham tidak menoleh. Kemudian Hagar bertanya, “ Apakah Allah yang memerintahkan ini?.” Abraham menjawab, “Ya”. Hagar berkata, “ Jika begitu, Allah tidak akan meninggalkan kami”. Dan Hagar kembali sementara Abraham terus berjalan pulang. …………
………. Malaikat berkata bepada Hagar, “Jangan takut , karena disinilah rumah Allah akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya, dan Allah tidak pernah mencampakkan umatNya. ………… Hagar hidup disana hingga beberapa orang dari suku Jurhum mendapatinya dan Ismail disana…………….. ISMAIL TUMBUH BESAR DAN BELAJAR BAHASA ARAB DARI MEREKA (suku Jurhum) ………
.…… SETELAH HAGAR MENINGGAL, ABRAHAM DATANG UNTUK PERNIKAHAN ISMAEL sekaligus untuk melihat keluarganya yang telah dia tinggalkan, tetapi ABRAHAM TIDAK MENJUMPAI ISMAEL. Ketika Abraham bertanya kepada istri Ismael, dia menjawab, “Ismael pergi untuk mencari nafkah”. ………..
…….. Abraham tidak menjumpai Ismael dalam jangka waktu yang telah ditentukan Allah dan KEMUDIAN BERUSAHA UNTUK MENEMUI ISMAEL KEMBALI, TETAPI TIDAK BERHASIL. …..
……… Abraham kembali tidak menjumpai Ismael dalam jangka waktu yang telah ditentukan Allah dan kemudian berusaha untuk menemui Ismael kembali. KALI INI ABRAHAM MELIHAT ISMAEL DIBAWAH POHON DI ZAM ZAM, sedang menajamkan anak panahnya. Ketika Ismael melihat Abraham, dia berdiri dan menyambutnya. Abraham berkata, ‘Oh Ismael, Allah telah memberi perintah kepadaku.” Ismael berkata, “Kerjakanlah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu.” Abraham bertanya, “Apakah engkau mau membantuku?’. Ismael berkata, “Aku akan membantumu”. Abraham berkata, “Allah telah memerintahkan untuk membangun sebuah rumah disini (red : Ka’ba).” Kemudian mereka mulai membangun rumah tersebut. …….
Hadis sahih Bukhari ini memang memusingkan muslim karena KEKOSONGAN CERITA PENGURBANAN. Kesulitan tersebut terekam dalam kutipan berikut.
Sumber :
Sejarah Nabi Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal.
BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA’BAH DAN QURAISY
Kisah penyembelihan dan penebusan
BEBERAPA AHLI BERSELISIH PENDAPAT TENTANG PENYEMBELIHAN ISMAIL SERTA KURBAN YANG TELAH DIPERSEMBAHKAN OLEH IBRAHIM. Adakah sebelum kelahiran Ishaq atau sesudahnya? Adakah itu terjadi di Palestina atau di Hijaz?
Jelas sekali karena :
1. Jika sebelum kelahiran Ishak, berarti harus terjadi sebelum Ismail diusir oleh Abraham. Timbul persoalan usia karena hadis Bukhari di atas yang menyebutkan Ismail masih menyusu saat dibawa oleh Hajar. Secara perkiraan berarti usia anak tersebut masih dibawah 3 tahun. Sementara menurut Qur’an QS 37 : 102 : ‘Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : “Hai anakku …………” Secara kasar berarti sudah sekitar 10 tahunan.
2. Jika setelah Ishak lahir, berarti harus terjadi setelah Ismail diusir oleh Abraham. Timbul persoalan karena hadis Bukhari diatas sama sekali tidak menyebutkan adanya peristiwa pengorbanan tersebut.
Kekosongan cerita pengurbanan Ismail dalam tradisi Islam jelas mengherankan. Namun tidak mengherankan jika kita menilai secara kritis karena memang ISMAIL TIDAK PERNAH MENJADI TOKOH PENTING DI ERA PRA ISLAM.
Itulah sebabnya Al-qur’an ternyata tidak menceritakan sama sekali tentang :
• kelahiran Ismail dari Hagar
• permusuhan Sara dan Hagar
• pengusiran Hagar dan Ismail oleh Ibrahim
• kisah kenabian Ismail
Bahkan nama Hagar sama sekali tidak disebut dalam Al-qur’an.
Bahkan asal usul Hagarpun TIDAK DIKETAHUI secara luas dijaman Muhammad SAW bahkan hingga era Muhammad Ibn Ishaq (695 M – 761 M) – penulis biografi tertua tentang Muhammad SAW.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Ksah Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yassar bin Ishaq
Muhammadiyah University Press, 2002, jilid 1 halaman 4
Muhammad bin Muslim bin Ubaidullah bin Shihab al Zuhri mengatakan kepada saya bahwa Abdurrahman bin abdullah bin Ka’ab bin Malik al Anshari, dikenal juga sebagai al Sulami mengatakan bahwa nabi bersabda : “Ketika kalian nanti menaklukkan bangsa Mesir, perlakukanlah penduduknya dengan baik ……..” SAYA BERTANYA kepada al Zuhri apa yang dimaksud NABI DENGAN MENGANGGAP MEREKA SEBAGAI KERABAT. Dia menjawab bahwa HAJAR, IBU DARI ISMAIL ADALAH SATU KETURUNAN DENGAN MEREKA.
Jadi dijaman Muhammad ibn Ishaq hidup (695 M – 761 M), kisah tentang Hajar ini tampaknya masih belum begitu dikenal sehingga kenyataan bahwa Hajar berasal dari Mesir tidak diketahui oleh Ibn Ishaq.
Kekosongan cerita seorang tokoh seperti Ismail inilah yang menimbulkan keganjilan.
KENAPA KISAH NABI ISMAIL BEGITU MINIM DICERITAKAN DALAM AL-QUR’AN.
Dari penelitian sumber-sumber pra Islam ternyata nama Ismail hampir tidak pernah disebutkan sebagai tokoh Arab.
Lebih lanjut kutipan dari tokoh Islam modern tentang hubungan Ismail dan Arab sbb :
1. Dr. Taha Husayn, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170 :
“Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini muncul belakangan disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama”
2. W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert Morey’s Islamic Invasion, halaman 3 – 4 :
“Pada masa sebelum Islam, Ismail tidak pernah disebutkan sebagai Bapa Bangsa Arab”
Akibatnya timbullah perselisihan pendapat diantara mereka sendiri tentang siapa anak yang dikurbankan.
Pertama :
Sumber :
Sejarah Nabi Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal.
BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA’BAH DAN QURAISY
Kisah penyembelihan dan penebusan
Oleh karena di dalam Qur’an tidak disebutkan nama person korban itu, maka AHLI-AHLI SEJARAH KAUM MUSLIMIN BERLAIN-LAINAN PENDAPAT.
Kedua :
Selain Haekal, Yusuf Ali juga cukup berjiwa besar dengan mengakui adanya perbedaan pendapat tentang anak yang dikorbankan ini sebagaimana tercatat dalam komentarnya terhadap surah 37.
Sumber :
The Holy Quran, Translation and Commentary
A Yusuf Ali
Halaman 1204, catatan kaki 4096
“Ini terjadi di tanah yang subur antara Syria dan Palestina. Anak tersebut kemudian lahir, yang menurut tradisi Islam (YANG TIDAK SEMUANYA SEPENDAPAT), adalah anak pertama Abraham yaitu Ismail …”
Ketiga :
Sementara seorang ulama kuno yaitu Ibnu Jarir at Tabari yang lahir di Thabrastan tahun 839 M, meninggal di Baghdad 932 M. Seorang ahli sejarah yang terkemuka, ahli tafsir dan seorang imam. Kitab tafsirnya telah menjadi rujukan bagi segala ulama tafsir. Dalam kitabnya, Tabari mencatatkan perbedaan pendapat tentang siapa anak yang dikurbankan.
Sumber :
The History of al-Tabari, Vol. II, Prophets and Patriarchs
Ibnu Jarir at Tabari (trans. William M. Brenner)
State University of New York Press, Albany 1987, halaman 82 :
“Cerita-cerita awal tidak sependapat tentang siapa anak yang dikurbankan. BEBERAPA MENGATAKAN ISHAK, SEMENTARA YANG LAIN MENGATAKAN ISMAEL. Kedua pendapat didukung dengan pernyataan yang berasal dari Rasulullah. Jika kedua pendapat berimbang, hanya Al-Qur’an yang dapat dijadikan bukti dimana Al-Qur’an menyebutkan nama ISHAK YANG LEBIH BISA DITERIMA SEBAGAI ANAK YANG DIKURBANKAN.
Seorang Al-Tabari yang berlaku obyektif dan jujur akhirnya berpendapat bahwa Ishak adalah anak yang dikurbankan.
Berikut ini adalah beberapa pendapat yang menyatakan Ishak adalah anak yang dikurbankan.
Sumber :
The History of al-Tabari, Vol. II, Prophets and Patriarchs
Ibnu Jarir at Tabari (trans. William M. Brenner)
State University of New York Press, Albany 1987, halaman 82 – 86 :
Nama Ishak dinyatakan oleh Abu Kurayb- Zayd b. al-Hubab- al-Hasan b. Dinar- ‘Ali b. Zayd b. Jud’an- al-Hasan- al-Ahnaf b. Qays- al-’Abbas b. ‘Abd al-Muttalib- Rasul Allah dalam percakapan berkata, “Kemudian Kami tebus dia dengan korban yang luar biasa.” Dan dia juga berkata, “ANAK YANG DIKURBANKAN ADALAH ISHAK”
Menurut Abu Kurayb – Ibn Yaman-Mubarak – al-Hasan-al-Ahnaf b. Qays-al – ‘Abbas b. ‘Abd al-Muttalib : Kutipannya, ” Kemudian Kami tebus dia dengan kurban yang luar biasa.” DENGAN MENGACU KEPADA ISHAK.”
Menurut al-Husayn b. Yazid al-Tahhan – Ibn Idris – Dawud b. Abi Hind – ‘Ikrimah – Ibn ‘Abbas : ANAK YANG DISURUH UNTUK DIKURBANKAN ADALAH ISHAK.
Menurut Ya’qub – Ibn ‘Ulayyah – Dawud – ‘Ikrimah – Ibn ‘Abbas : ANAK KURBAN ADALAH ISHAK.
Menurut Ibn al-Muthanna – Muhammad b. Ja’far – Shu’bah – Abu Ishaq – Abu al-Ahwas: Seseorang menyombongkan diri dihadapan Ibn Mas’ud, “Saya begini begitu, saya anak dari keturunan terhormat” Dan Abdallah ibn Mad’ud berkata, “Ini adalah Joseph b. Jacob, anak ISHAK, YANG DIKURBANKAN, anak Abraham, sahabat Allah”
Menurut Ibn Humayd – Ibrahi, b. al-Mukhtar – Muhammad b. Ishaq – ‘Abd al-Rahman b. Abi Bakr – al-Zyhri – al-’Ala’ b. Jariyah al-Thaqafi – Abu Hurayrah – Ka’b : Ketika Tuhan berkata, “Kemudian Kami tebusnya dengan kurban yang ajaib”, DIA SEDANG BERBICARA TENTANG ISHAK ANAK ABRAHAM.
Menurut Ibn Humayd – Salamah – Muhammad b. Ishaq- ‘Abdallah b. Abi Bakr – Muhammad b. Muslim al-Zuri – Abu Sufyan b. al-’Ala’ b. Jariyah al-Thaqafi, seorang sahabat dari bani Zuhrah – Abu Hurayrah – Ka’b al-Ahbar : ANAK ABRAHAM YANG DIPERINTAHKAN UNTUK DIKURBANKAN ADALAH ISHAK.
Karena sumber Islam sendiri baik Al-Qur’an dan hadis tidak menyokong pandangan bahwa anak yang dikurbankan adalah Ismail, maka dengan mengesampingkan rasa malu akhirnya muslim terpaksa harus MENGAIS NAMA ISMAIL DARI ALKITAB YANG SELAMA INI MEREKA TUDUH SUDAH DIPALSUKAN. Sikap mendua yang mencolok, jika ada yang menguntungkan Islam maka dipakailah ayat tersebut, sebaliknya jika tidak menguntungkan maka dituduhlah ayat tersebut palsu.
Argumen yang digunakan adalah :
Pertama : Anak Yang Tunggal
Menurut muslim Kej 22 : 2 : “Ambillah anakmu yang TUNGGAL itu, yang engkau kasihi, yaitu ISHAK” telah dipalsukan dan seharusnya berbunyi “Ambillah anakmu yang TUNGGAL itu, yang engkau kasihi, yaitu ISMAIL”.
Dari sini disimpulkan oleh muslim sbb :
• Anakmu yang tunggal tidak mungkin mengacu ke Ishak.
• Pasti ada satu perjalanan lagi yang tidak tercatat dalam hadis
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury
Robbani Press, 1998, halaman 6 :
“Di dalam Kitab Kejadian ……… Kisah diatas minimal MENGANDUNG SATU PERJALANAN IBRAHIM KE MAKKAH, yakni sebelum Ismail berusia remaja. Adapun tiga perjalanan yang lain telah diriwayatkan panjang lebar oleh Bukhari”.
Buku diatas mendapat penghargaan sebagai “Juara Pertama Lomba Penulisan Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW” yang diumumkan dalam muktamar Islam se Asia di Karachi 1398 H. Jadi buku diatas jelas sangat berbobot.
Karena menyadari bahwa hadis sahih Bukhari jelas-jelas menyatakan Ismail masih bayi saat dibawa oleh Hagar, maka pengarang menempatkan peristiwa pengorbanan tersebut setelah Hagar dan Ismail diusir namun sebelum pernikahan Ismail.
Namun pandangan ini juga mengandung kelemahan mendasar, yaitu :
• Pendapat Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury tentang adanya perjalanan ke 4 diatas hanya BERDASARKAN ASUMSI SAJA, tidak didukung dengan sumber-sumber Islam apalagi sumber-sumber Alkitab.
• Tidak ada kisahnya dalam kitab Kejadian maupun dalam Al-Qur’an dimana Abraham pergi ke Mekah
• Kalau pengorbanan terjadi SETELAH DIUSIR, BERARTI ISHAK TELAH LAHIR, maka argument muslim bahwa Kej 22 : 2 telah dipalsukan dan seharusnya berbunyi “Ambillah anakmu yang TUNGGAL itu, yang engkau kasihi, yaitu ISMAIL” menjadi tidak benar lagi karena Ishak sudah lahir. JADI ISMAILPUN TIDAK DAPAT DISEBUT ANAK TUNGGAL.
Kedua : Setelah Pengurbanan Abraham Kembali Ke Bersyeba
Menurut Muslim, Hagar dan Ismail tinggal di Bersyeba, dan karena Abraham setelah periwtiwa pengurbanan pulang ke Bersyeba berarti anak yang dikurbankan pasti Ismail.
Berikut kutipan pendapat muslim.
Setelah itu muncullah perintah penyembelihan,nah di sinilah rancunya…lihat kalimat di mana Abraham berada saat menerima perintah? di Bersyeba kan!
Nah coba kita tengok ayat sebelumnya tentang pengusiran Hagar dan Ishamel dan kemana mereka mengembara:
21:14. Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
Dan setelah selesai tugas penyembelihan Abraham itu kembali ke Beryeba
Hagar dan Ismail tidak tinggal di Bersyeba, mereka hanya MENGEMBARA di PADANG GURUN Bersyeba untuk akhirnya menetap di padang gurun PARAN. Hagar dan Ismail tidak tinggal di kota Bersyeba yang didirikan oleh Abraham.
Kej 21 : 21 : Maka tinggallah ia di padang gurun Paran ……
Lagipula kalau memaksakan bahwa Hagar dan Ismail tinggal di Bersyeba maka itu harus berarti bahwa BERSYEBA = MEKKAH karena menurut sahih Bukhari, Hagar dan Ismail ditinggalkan di Mekah, kemudian air minum habis, kemudian malaikat memberikan air kepada Hagar.
Sumber :
Hadis Sahih Bukhari
Volume 4, buku 55, nomor 583 :
Ketika air di kantung kulit telah habis, Hagar menjadi haus, begitu pula Ismail. Hagar melihat Ismail yang dalam keadaan menderita kehausan. Hagar meninggalkan Ismail karena tidak tahan melihat penderitaan Ismail. …….. . Hagar terus menurt berlari antara Safa dan Marwa hingga tujuh kali.
Rasulullah berkata, “Kejadian inilah yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwa”
Ketika Hagar mencapai bukit Marwa dia mendengar satu suara, Hagar kemudian berkata, “O, siapapun engkau, kamu telah membuatku mendengar suaramu, apakah engkau bisa membantuku? Dan ajaib, Hagar kemudian melihat satu malaikat di lokasi Zam Zam sedang menggali tanah, hingga akhirnya air memancar dari tempat itu….
Menurut sahih Bukhari kejadian ini terjadi di Mekah dan menjadi dasar salah satu ritual ibadah haji..
Kisah yang sama diceritakan juga di Alkitab, hanya bedanya terjadi di Bersyeba, sebelum Hagar dan Ismail mencapai Paran.
Kej 21 : 15 – 19 :
21:15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
21:16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.
21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”
21:19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
Jadi mengikuti logika muslim, tetap saja ada sesuatu yang “tidak tepat” disini.
Jika mengakui kisah Alkitab bahwa Hagar dan Ismail tinggal di Bersheba demi mengkaitkan dengan kepulangan Abraham, maka berarti kisah Hagar lari 7 kali antara Safa dan Marwa adalah bohong karena kejadian tidak terjadi di Mekah melainkan di Bersheba.
Berarti kegiatan ibadah haji berjalan antara Safa dan Marwa juga didasari atas kisah bohong.
Bagaimana ini?
III. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan beberapa hal :
1. Al-Qur’an tidak berani menuliskan nama Ismail
Fakta yang sangat aneh.
Al-Qur’an telah mengklaim dirinya sebagai BATU UJIAN bagi kitab-kitab sebelumnya.
QS 5 : 48
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan BATU UJIAN TERHADAP KITAB-KITAB YANG LAIN itu.
Pertanyaan logis, lantas apa yang harus diuji kalau kalau Al-Qur’an sendiri TIDAK BERANI menuliskan nama Ismail.
Ketiadaan nama Ismail menjadi lebih ironis lagi karena Al-Qur’an telah mengklaim dirinya sebagai JELAS.
QS 16 : 89 :
“……… Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur’an) untuk MENJELASKAN SEGALA SESUATU dan petunjuk serta rahma …..”
Bagaimana mau menjelaskan bahwa anak kurban adalah Ismail sementara tidak berani menjelaskan dengan nama.
2. Allah SWT tidak berani mengoreksi Yahudi
Tuduhan muslim bahwa Yahudi telah merubah Taurat (Kej 22 : 2) ternyata tidak dikoreksi oleh Allah SWT dengan keras. Allah SWT memilih untuk “mengoreksi” dengan cara menuliskan “seorang anak”, “anaknya” atau “anak itu”. Apakah ini cukup sebagai koreksi. Apa susahnya bagi Allah untuk menuliskan dalam Al-Qur’an NAMA ISMAIL?? Kenapa Allah SWT menjadi pengecut dengan tidak berani mengkonfrontir Yahudi.
3. Adanya perbedaan pendapat dikalangan komunitas muslim awal
Fakta dimana pendapat awal muslim tidak satu tentang siapa anak yang dikurbankan ini jelas fakta penting. Jika sedari awal, Al-Qur’an dan Muhammad SAW sudah menegaskan anak yang dukurbankan adalah Ismail, mustahil sebagian muslim akan berpendapat Ishak adalah anak yang dikurbankan. Jadi hanya dapat disimpulkan sebaliknya yaitu GENERASI AWAL MUSLIM JUSTRU PERCAYA BAHWA ANAK YANG DIKURBANKAN ADALAH ISHAK.
4. Pengurbanan Ismail adalah cerita bohong kemudian
Dimasa pra Islam, Ismail bukanlah tokoh Arab. Bahkan asal usul Hajar saja tidak diketahui hingga masa Ibn Ishaq hidup. Jadi kisah PENGURBANAN ISMAIL INI PASTI KISAH YANG DIKARANG BELAKANGAN SETELAH YAHUDI DI JAZIRAH ARAB DIUSIR KELUAR sehingga muslim dengan aman dapat mengklaim Ismail sebagai anak pengurbanan tanpa adanya tentangan dari Yahudi. Klaim Ismail sebagai anak pengurbanan jelas tidak dapat dilakukan oleh muslim saat Yahudi masih di jazirah Arab karena akan langsung dikonfrontir oleh Yahudi dengan Tauratnya.
DAFTAR ISI:
I. Ismael atau Ishak yang diusir?
II. Hagar dan Ismael.
III. Siapakah yang akan disembelih Abraham?
IV. Alkitab atau Alquran?
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
I. ISMAEL ATAU ISHAK YANG DIUSIR ?
Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti dan sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
(Kejadian 21: 14b, Alkitab terjemahan LAI TB 1974)
Dalam Kejadian 21: 8-22, Alkitab menyatakan dengan tegas bahwa Hagar dan Ismael diusir oleh Abraham namun agaknya umat Muslim menganggap bahwa yang diusir bukanlah Ismael tetapi Ishak. Alkitab menyatakan bahwa Ismael dilahirkan oleh Hagar (hamba Sarai) ketika Abraham berumur 86 tahun akan tetapi tiga belas tahun kemudian, Allah malah menjanjikan Abraham seorang anak laki-laki yang akan dilahirkan oleh Sarai, isterinya ketika Abraham berumur 100 tahun. Anak perjanjian itu bernama Ishak.
Dalam Kejadian 16: 1-4, menyebutkan bahwa Sarai, isteri Abraham tidak dapat memiliki anak (mandul) tetapi Sarai berharap bahwa melalui hambanya yang adalah seorang Mesir, yang bernama Hagar, ia dapat memperoleh keturunan. Itulah sebabnya Sarai memberikan hambanya itu kepada Abraham untuk menjadi isterinya dan memperoleh keturunan. Tidak dapat melahirkan anak (mandul) merupakan nasib sial yang paling buruk bagi seorang isteri Ibrani / Yahudi (1 Sam. 1:10-12). Anjuran Sarai supaya Abraham mengambil Hagar sebagai selir adalah sesuai hukum perundang-undangan dan perjanjian perkawinan pada masa itu. Perjanjian perkawinan ini kadang-kadang menentukan, bahwa seorang isteri yang mandul harus mendapatkan seorang hamba perempuan bagi suaminya. Kadang-kadang seorang isteri menerima seorang hamba perempuan pribadi sebagai hadiah perkawinan (bnd Kej. 29:29 dan 30:3).Segala hak resmi atas anak dari hamba ini dipegang oleh permaisuri.
KESOMBONGAN HAGAR
Hagar adalah hamba dan Sarai adalah tuannya, jadi Sarai memiliki otoritas penuh atas diri Hagar. “…Lalu memberikannya [hagar] kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya”(Kej. 16:3). Secara tidak langsung, status Hagar yang tadinya adalah hamba (maid) naik menjadi isteri (wife) dengan adanya otoritas Sarai sebagai isteri Abraham.
“….Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.” (Kej.16: 4). Sebenarnya, inilah yang menjadi titik kejatuhan Hagar. Ia memandang rendah Sarai (KJV, despise = memandang hina). Hagar yang tadinya seorang hamba meninggikan dirinya terhadap Sarai yang mandul. Hagar memandang hina Sarai. Hukum-hukum yang mengatur pola pengaturan ini dengan tepat menjelaskan kejadian yang diuraikan di dalam ayat 4 ini yaitu dengan memperkenankan sang permaisuri mengembalikan hamba itu kepada kedudukannya yang lama tetapi melarang untuk menjualnya. “…Penghinaan yang ku terima ini adalah tanggung jawabmu (Kej.16: 5). Terjemahan harafiah dari ayat tersebut adalah “ketidakadilanku atas kamu”. Sarai menuntut kepada Abraham untuk merebut hak-haknya yang sah. Adalah tanggung jawab Abraham untuk membetulkan kesalahan yang ada padanya. Hagar kita hormati, tetapi secara sah ia bersalah. Hagar telah meninggikan dirinya! Hagar telah menghina nyonyanya yang mandul!
Dalam Lukas 14: 11, Yesus Kristus menyatakan prinsip ini dengan sangat jelas: “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Ini adalah prinsip yang mutlak. Tidak ada pengecualian! JALAN UNTUK NAIK ADALAH TURUN. Itulah prinsip kerajaan Allah. Seperti dinyatakan dalam Amsal 18:12, “Kerendahan hati mendahului kehormatan.” (War in Heaven, hal.46 par.2-3). Hagar, hamba Sarai telah meninggikan dirinya terhadap nyonyanya, sampai akhirnya ia jatuh ke dalam penindasan, kesukaran dan keterasingan. Abraham adalah seorang saudagar yang kaya, mungkin Hagar berpikir bahwa kelak anaknya itu akan menjadi ahli waris tunggal Abraham dan ia menjadi nyonya tetapi kesombongannya menyebabkan kehancurannya sendiri.
Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. (Amsal 18: 12)
Dalam Kejadian 17: 15-19, Allah berfirman kepada Abraham bahwa Sarai [Sara] akan melahirkan seorang anak laki-laki, namun Abraham tertawa dan berkata dalam hatinya bahwa tidak mungkin bagi seorang suami yang berumur 100 tahun dan isterinya yang berumur 90 tahun untuk melahirkan seorang anak (ayat 17). Abraham meminta kepada Allah agar Ismael diperkenankan menjadi ahli warisnya namun Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Sarahlah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai ia Ishak dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia sebagai perjanjian yang kekal untuk keturunannya.”(ayat 19). Kesombongan menyebabkan Hagar jatuh dalam kesukaran dan yang paling fatal adalah anaknya, Ismael yang berumur 13 tahun saat itu, kelak tidak akan pernah menjadi ahli waris Abraham. Sebab Allah berkenan kepada Ishak yang akan lahir melalui rahim Sara tahun berikutnya.
Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. (Amsal 18: 12). Menurut saya, kelahiran Ishak dari rahim seorang perempuan yang mandul [Sara] adalah sebuah jawaban Allah atas kesombongan Hagar. Sebagai orang Kristen, kita juga harus waspada agar tidak jatuh ke dalam kesombongan.
II. HAGAR DAN ISMAEL.
Dalam Alkitab terjemahan LAI TB 1974 Kejadian 21:8-14 ditulis, “(8)Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. (9) Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. (10) Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” (11) Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. (12) Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. (13) Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu.” (14) Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti dan sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
Pada ayat 14, Alkitab LAI TB menulis …Abraham mengambil roti dan sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar. Umat Muslim menafsirkan bahwa anak yang bersama-sama dengan Hagar itu bukanlah Ismael, karena pada waktu Ismael sudah berumur sekitar 16 atau 17 tahun, menurut umat Muslim adalah mustahil bagi seorang wanita untuk menggendong anak laki-laki yang berumur sekitar 16 tahun.
Pesta penyapihan itu agaknya terjadi pada waktu Ishak berumur 2 atau 3 tahun dan Ismael kemungkinan berumur sekitar 16 tahun. Pada ayat 9 ditulis “Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri”. Kalimat “sedang main” (Ibrani: sahaq) lebih tepat diterjemahkan menjadi ‘mengolok-olok’. Ismael menjadikan keluarga kerajaan menjadi bahan tertawaan pada kesempatan perjamuan besar. Paulus menafsirkan hal ini sebagai menganiaya anak perjanjian. Ismael, anak Hagar telah mengolok-olok Ishak.
Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar (ayat 14), Saya sependapat dengan umat Muslim yang menyatakan bahwa mustahil bagi Hagar untuk menggendong Ismael yang pada saat itu sudah berumur sekitar 16 tahun. Tetapi menurut saya adalah mustahil juga bagi Hagar untuk membawa seorang bayi beserta bekal berupa roti dan air diatas salah satu bahunya! Apakah tidak aneh apabila Abraham meletakkan bekal dan anak bayi bersama-sama dengan bekal air dan makanan di atas bahu seorang perempuan? Bahu? Lagipula pada peristiwa itu tidak ada kata “menggendong” ataupun “seorang bayi”.
Dibawah ini adalah ayat Kejadian 21: 14b yang dikutip dari beberapa terjemahan Alkitab bahasa Inggris, yaitu: Douay Rheims Bible (DRB), English Standard Version (ESV) dan King James Version (KJV):
1. (DRB) = “So Abraham rose up in the morning, and taking bread and a bottle of water, put it upon her shoulder, and delivered the boy, and sent her away. And she departed, and wandered in the wilderness of Bersabee.”
TERJEMAHAN HARAFIAHNYA: “Jadi Abraham bangkit pagi, dan mengambil roti dan sebotol air, meletakkannya di atas bahunya, dan disampaikan anak itu, dan menyuruhnya pergi.”
2. (ESV) = “So Abraham rose early in the morning and took bread and a skin of water and gave it to Hagar, putting it on her shoulder, along with the child, and sent her away. And she departed and wandered in the wilderness of Beersheba.”
TERJEMAHAN HARAFIAHNYA: “Jadi Abraham bangun pagi pagi dan mengambil roti dan kulit air dan memberikannya kepada Hagar, menaruhnya di bahunya, bersama dengan anak, dan menyuruhnya pergi”
3. (KJV) = “And Abraham rose up early in the morning, and took bread, and a bottle of water, and gave it unto Hagar, putting it on her shoulder, and the child, and sent her away: and she departed, and wandered in the wilderness of Beersheba.”
TERJEMAHAN HARAFIAHNYA: “Dan Abraham bangun pagi-pagi, dan mengambil roti, dan sebotol air, dan memberikannya kepada Hagar, meletakkan pada bahunya, dan anak, dan menyuruh dia: dan dia berangkat, dan mengembara di padang gurun Bersyeba.”
Berdasarkan keterangan Alkitab terjemahan bahasa Inggris diatas, kita dapat mengetahui bahwa Abraham meletakkan roti dan sekirbat air itu diatas bahu Hagar dan anaknya. Kalimat “Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar” (ayat 14) yang ditulis dalam Alkitab terjemahan LAI TB 1974 lebih tepat ditulis “Ia meletakkan itu di atas bahu Hagar, beserta anaknya.” Jadi, ternyata anggapan umat Muslim sangatlah keliru. Abraham ternyata memang mengusir Hagar dan Ismael. Dalam Alkitab terjemahan KJV (ayat 17, 18), anak yang menyertai Hagar itu disebut “lad” yang berarti young man (anak muda).
Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak (ayat 15). Hagar dan Ismael mengembara ditengah padang gurun Bersyeba, dan tampak dengan jelas bahwa Ismael mengalami dehidrasi tetapi ibunya masih mempunyai cukup tenaga. Ayat ini menyiratkan dengan jelas bahwa Ismael memberikan jatah airnya kepada ibunya. Ismael sekarat, ia tidak memiliki tenaga lagi untuk melangkah sehingga Hagar terpaksa dengan susah payah memapah anaknya, Ismael.
Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar (ayat 17). Ismael tergeletak tak berdaya di tengah padang gurun yang panas tetapi Allah mendengar kesusahan Hagar dan Ismael. Dalam Alkitab terjemahan KJV kata “anak” ditulis “lad” yang berarti young man (anak muda). lalu Allah menyuruh Hagar untuk mengangkat anak itu kemudian Allah menunjukan sebuah sumur kepada Hagar sehingga Ismael bisa minum dan memulihkan kekuatannya.
Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir (ayat 21). Hagar dan Ismael tinggal di padang gurun Paran (jazirah Sinai) setelah pengembaraannya di padang gurun Bersyeba. Rasul Paulus menjuluki Hagar sebagai gunung Sinai di tanah Arab (Galatia 4: 25).
Mengenai kedudukan Hagar dalam rumah tangga (lih. Kej.16:2). Menurut peraturan hukum, Ismael mempunyai hak atas bagian warisan, tapi Sara mau agar Ishak menjadi satu-satunya ahli waris. Hal ini dapat dibenarkan oleh hukum, sebab ada undang-undang yang menentukan bahwa anak dari seorang hamba dapat melepaskan hak warisannya dengan kebebasan sebagai gantinya. Kata “usirlah” berarti bahwa Sara akan memaksa mereka pergi dengan kebebasan. Dengan kata lain, perginya Ismael berarti batalnya hak Ismael sebagai ahli waris. Ishak menjadi ahli waris tunggal Abraham. Ishak menjadi anak tunggal (only son) Abraham, bapanya.
Dari pembahasan diatas kita dapat mempelajari dua hal, yaitu:
1. Kelahiran Ishak dari rahim Sara yang mandul adalah jawaban atas kesombongan Hagar, sekaligus pengenapan nubuat yang telah Allah nyatakan kepada Abraham mengenai Sara.
2. Hak Ishak sebagai ahli waris tunggal Abraham adalah jawaban atas prilaku Ismael yang telah mengolok-olok Ishak dalam pesta besar keluarga.
“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 14: 11)
III. SIAPAKAH YANG INGIN DISEMBELIH ABRAHAM ?
Umat Muslim sekali lagi menganggap bahwa “anak tunggal” dalam Kejadian 22: 2 berarti adalah Ismael bukannya Ishak. Yang perlu kita ketahui adalah istilah anak tunggal muncul pertama kali dalam Kejadian 22: 2, yaitu ketika Allah ingin menguji iman Abraham.
Firman-Nya: “Ambilah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
(Kejadian 22:2)
Alkitab mencatat dengan sangat jelas bahwa Ishaklah anak tunggal yang dimaksud. Dan peristiwa itu terjadi jauh setelah pengusiran Hagar dan Ismael. Alkitab terjemahan KJV menulis, Take now thy son, thine only son Isaac, whom thou lovest. Pengertian “anak tunggal” berarti only son (anak satu-satunya). Menurut peraturan hukum, Ismael mempunyai hak atas bagian warisan, tapi Sara mau agar Ishak menjadi satu-satunya ahli waris. Hal ini dapat dibenarkan oleh hukum, sebab ada undang-undang yang menentukan bahwa anak dari seorang hamba dapat melepaskan hak warisannya dengan kebebasan sebagai gantinya. Kata “usirlah” berarti bahwa Sara akan memaksa mereka pergi dengan kebebasan. Dengan kata lain, perginya Ismael berarti batalnya hak Ismael sebagai ahli waris. Ishak menjadi ahli waris tunggal Abraham. Ishak menjadi anak tunggal (only son) Abraham, bapanya.
Umat Muslim bertanya “Bukankah Ismael adalah anak sulung Abraham? Berarti istilah anak tunggal itu mengacu pada Ismael yang merupakan anak sulung” Kebanyakan umat Muslim menganggap bahwa istilah ‘anak tunggal’ sama artinya dengan ‘anak sulung’. Anggapan ini sangatlah keliru sebab pengertian “anak sulung” berarti first born (yang lahir pertama kali). Pengertian ‘only son’ tidak sama dengan ‘first born’ !
Umat Muslim kembali bertanya, bukankah sebelum Ishak lahir, Ismael juga dapat disebut sebagai anak tunggal Abraham? Ya, tanpa mempersoalkan siapa ibunya, Ismael memang sempat menjadi anak tunggal Abraham tetapi itu hanya berlangsung selama 14 tahun saja. Setelah Ishak lahir, Ismael tidak dapat dikatakan sebagai anak tunggal. Jadi perintah Allah kepada Abraham untuk menyembelih anak tunggalnya dalam Kej. 22:2 bukan merujuk pada Ismael yang pernah menjadi anak tunggal selama 14 tahun, lagipula Ismael sudah diusir keluar, jadi Ismael tidak dapat dikatakan sebagai anak tunggal Abraham setelah Ishak lahir, tetapi dapat dikatakan sebagai anak sulung Abraham. Tetapi yang pasti adalah istilah ‘anak tunggal’ pertama kali digunakan untuk mengacu kepada Ishak saja (Kej.22:2).
Dengan mempersoalkan asal ibu kandungnya, mungkin umat Muslim kembali akan bertanya, “Bukankah Ismael adalah anak tunggal Abraham dari Hagar dan Bukankah Ishak dapat juga disebut anak tunggal Abraham dari Sara?” Dalam Amsal 4: 3, Salomo berkata, “Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku”. Salomo menyatakan dirinya sebagai anak tunggal dari ibunya (Batsyeba), jadi pernyataan umat Muslim adalah benar, sebab dengan mempersoalkan asal ibu kandungnya, Ismael dapat dikatakan sebagai anak tunggal Hagar sedangkan Ishak sebagai anak tunggal Sara. Tetapi masalahnya adalah siapakah yang disebut sebagai ahli waris tunggal Abraham? Siapakah anak satu-satunya yang masih tinggal bersama-sama Abraham setelah Ismael diusir? Ismael memang anak sulung Abraham dan juga merupakan anak tunggal bagi Hagar, ibunya. Tetapi dengan diusirnya Hagar dan Ismael, hak ahli waris dan istilah ‘anak tunggal’ Abraham menunjuk pada Ishak. Sebab Sara dan Ishak tetap tinggal bersama-sama Abraham. Secara hukum, Ishak dengan otomatisnya menjadi anak satu-satunya Abraham.
Bukankah Allah telah berfirman kepada Abraham: “Ambilah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,… Allah tidak berfirman “Ambilah anak tunggal Hagar itu, yang kau kasihi,…” atau “Ambilah anakmu yang sulung itu, yang engkau kasihi,…” Dengan demikian, anak tunggal yang dimaksudkan Allah adalah anak Abraham yang telah dinubuatkan kelahirannya pada saat Abraham berumur 99 tahun yaitu setahun sebelum Ishak lahir. Allah berfirman kepada Abraham, “…… isterimu Sarahlah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai ia Ishak dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia sebagai perjanjian yang kekal untuk keturunannya.” (Kejadian 17: 19). Bukankan Allah menyatakan dirinya kepada Musa sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub!
Ismael dan Hagar telah diusir keluar, namun Ishak dan Sara tetap tinggal bersama-sama dengan Abraham. Ishak menjadi anak tunggal Abraham dan Sara. Ishak menjadi ahli waris tunggal. Ishak sang anak perjanjian kekal dan Allah memerintahkan Abraham untuk mengorbankan anak tunggal yang dikasihinya, Ishak, di salah satu gunung di tanah Moria. Dimanakah Ismael? Ia tinggal di padang gurun Paran, tanah Arab, bersama ibu dan isterinya yang adalah seorang perempuan Mesir. Mengapa umat Muslim terlalu memaksakan kehendaknya terhadap firman Allah yang dengan terang-terangan telah menyatakan bahwa Ishaklah, anak tunggal yang akan disembelih oleh Abraham?
IV. ALKITAB ATAU ALQURAN?
Dibawah ini adalah terjemahan Alquran (QS 37: 100 – 113) yang mengisahkan peristiwa pengorbanan tersebut:
Penyembelihan Ismail
[Ayat 100] : Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh
[Ayat 101] : Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar
[Ayat 102] : Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”. Ia menjawab : “Hai bapaku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu ; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
[Ayat 103] : Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya)
[Ayat 104] : Dan Kami panggillah dia : “Hai Ibrahim,
[Ayat 105]: sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[Ayat 106] : Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
[Ayat 107] : Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar
[Ayat 108] : Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian
[Ayat 109] : (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim
[Ayat 110] : Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[Ayat 111] : Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman”
Kabar gembira tentang kelahiran Ishak
[Ayat 112] : Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
[Ayat 113] : Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.
Apabila kita memperhatikan ayat-ayat diatas, kata Ismael tidak ada disebutkan secara nyata pada peristiwa siapa yang akan disembelih Abraham. Namun, kebanyakan orang Muslim akan menjelaskan tafsir berdasarkan QS. 21: 85 yang menyatakan bahwa istilah “anak sabar” mengacu pada Ismael sedangkan istilah anak “anak saleh” mengacu pada Ishak. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah (pada ayat 100) Abraham meminta agar Tuhan menganugerahkan seorang anak yang termasuk orang-orang yang saleh tetapi mengapa Tuhan memberikan seorang anak yang amat sabar (pada ayat 101) ? Sedangkan pada ayat 112, barulah Tuhan memberikan kelahiran seorang anak yang saleh yaitu Ishak! Sangat jelas sekali ada kekeliruan! Apakah Tuhan versi Islam tidak dapat membedakan kata “anak yang saleh” dengan “anak yang sabar”? Bukankah umat Muslim setuju bahwa ‘anak yang sabar’ berarti Ismael sedangkan ‘anak yang saleh’ berarti Ishak?
[Ayat 102] : Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”. Ia menjawab : “Hai bapaku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu ; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”(cetak tebal ditambahkan)
Apabila kita renungkan ayat 102 diatas kita dapat mengetahui satu keganjilan yang mencolok. Abraham berkata bahwa ia melihat aksi penyembelihan dalam mimpi, tetapi anak yang sabar itu berkata agar bapanya itu melaksanakan perintah penyembelihan itu. Dalam ayat 102, tidak ada perkataan Tuhan semacam perintah untuk menyembelih, tetapi Abraham hanya melihat sebuah mimpi. Setelah Abraham melihat mimpi itu, ia lalu berkonsultasi atau meminta saran dari anak nya itu lalu ia menganjurkan agar bapanya melaukan apa yang dilihatnya dalam mimpi. Selanjutnya. dalam ayat 105, Tuhan berkata kepada Abraham “sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”. Sebenarnya, bukan Abraham yang membenarkan mimpi itu, tetapi anaknya! Apabila Abraham memang yang membenarkan mimpi itu, seharusnya ia tidak berkonsultasi atau meminta pendapat anaknya tentang mimpinya itu. Bukankah itu merupakan sikap keragu-raguan yang terang-terangan. Dalam versi Alquran, tidak cocok rasanya apabila dikatakan bahwa iman Abraham diuji Tuhan.
Berdasarkan Alquran, umat Muslim akan berkata bahwa peristiwa penyembelihan terjadi sebelum kelahiran Ishak TETAPI Alkitab menyatakan bahwa peristiwa penyembelihan terjadi setelah kelahiran Ishak dan pengusiran Hagar dan Ismael. Namun kita akan menemukan tindakan umat Muslim yang sekali lagi memaksakan konsep Alquran ke dalam Alkitab mengenai siapa yang ingin disembelih Abraham di tanah Moria.
Dalam QS. 37: 100-113 tentang peristiwa siapa anak Abraham yang akan disembelih, Alquran tidak mencatat nama ibu dari Ismael dan Ishak, Alquran tidak memiliki istilah ‘anak tunggal’, Alquran tidak menyebutkan dengan jelas lokasi tempat penyembelihan itu, Alquran tidak dapat menunjukkan firman Allah yang memerintahkan Abraham untuk menyembelih anaknya itu dan yang jelas adalah Alquran tidak menyebutkan nama anak Abraham yang akan disembelih itu. Bukankah umat Muslim menganggap bahwa Alquran adalah kitab yang sempurna. Lalu mengapa kerancuan ini terlihat sangat mencolok?
Umat Muslim terlalu malu untuk mengakui hal tersebut, oleh sebab itu dengan tidak tahu malu mereka mencari referensi untuk membenarkan Ismael dengan mengacu pada Alkitab yang mereka anggap sebagai kitab palsu yang ayat-ayatnya sudah banyak diubah oleh orang Yahudi dan Kristen. Alkitab atau Alquran? Mari kita renungkan hal ini dengan seksama.
Berdasarkan Alkitab, Tanah Moria, di Yerusalem adalah lokasi dimana Bait Allah pertama dibangun oleh Salomo (2 Taw. 3:1) dimulai pada tahun 962 SM. Tanah Moria, di Yerusalem, sekitar tahun 30 M, Yesus Kristus, Anak Domba Allah, disiksa seperti layaknya anak domba yang dibawa ke pembantaian demi membayar dosa-dosa umat manusia.
Referensi: Tafsir Alkitab Masa Kini 1 (hal. 105-111), Kamus Alkitab W.R.F Browning. Alkitab LAI TB 1974
Fiauwww….
Panjang amat, jd capek bacanya.
Tapi lumayan argumennya, niat amat sih menelitinya
Kayaknya Tuhan aja ga niat2 amat mengoreksi kekeliruan2 itu…..
ADA SALAH SEORANG PENELTI AGAMA DARI KETURUNAN NASRANI WARGA AMERIKA YANG MENELITI SEMUA AGAMA DARI KITAB2 SUCINYA 1 PER 1.
AMAZING…….!!!!!!!!!!!!
SI PENELTI AGAMA YANG BERAGAMA NASRANI ITU,MENGATAKAN..
DARI SEMUA AGAMA DAN KITAB2 YANG SAYA TELITI HANYA ADA 1 YANG BENAR YAITU AL QUR’AN DAN AGAMA ISLAM SAJA YANG BENAR DAN “AL QUR’AN MEMILIKI KESEMPURNAAN TERSENDIRI….BEDA DARI YANG LAIN” KATANYA.
AL QUR’AN DAN ISLAM SANGAT MASUK AKAL,DAN KOMPLIT DARI MULAI TATA CARA MENJALANKANNYA SAMPAI MENGAMALKANNYA……..
DI KITAB SUCI AGAMA LAIN,KATANYA TIDAK SEMPURNA DAN TIDAK MASUK AKAL……..
1 YANG MEMBUAT SI ILMUAN ITU MENGATAKAN AL QUR’AN DAN ISLAM ADALAH BENAR…
dalam surah Al-Nahl: 68) YANG MENECRITAKAN TENTANG MADU DARI LEBAH BISA MENJADI OBAT DAN DARI DULU SAMPAI SEKARANG PARA ILMU KEDOKTERAN SERING MEMBACA DAN MENELITI AL QUR’AN KARENA DI DALAM AL QUR’AN TERDAPAT BANYAK SEKALI SURAT TENTANG ILMU2 KEDOKTERAN DAN HAL YANG BISA MEMBUAT MANUSIA MENJADI PINTAR.
DI KITAB2 SUCI AGAMA YANG LAIN TIDAK ADA,
DAN DI AL QUR’AN SEMUANYA ADA SAMPAI HAL2 YANG PALING TERKECILPUN ADA……
masa tuhan kalah sama manusia,
tuhankan yang menciptakan alam semesta dan isinya.
masa tuhan sampai bisa disalib sama manusia.
bohong jika tuhan yesus demi menyelamatkan umat manusia,dia rela berkorban untk disalib.
jika benar dia tuhan,seharusnya dia memperlihatkan kekuasaannya yang maha perkasa.
saya membaca semua ayat yang dicantumkan di atas.
ternyata Al Qur’an yang dimasukan semuanya palsu.
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, YangMahaEsa.’Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. ” (QS. al-Ikhlash: 1-4)
Dan tentang Isa as Allah berfirman: “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah’ (seorang manusia), maka jadilah ia.” (QS. Ali ‘Imran: 59)
“Mereka (orang-orang kafir) berkata: Allah mempunyai anak.’ Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepadanya. Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, lalu jadilah ia.” (QS. al-Baqarah: 116-117)
“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putra Allah’ dan orang-orang Nasrani berkata: Al-Masih itu putra Allah.’ Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Mereka dilaknat oleh Allah; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. at-Taubah: 30)
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah itu ialah al-Masih putra Maryam.‘ Katakanlah: ‘Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?’ Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dihehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Maidah: 17)
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Allah salah seorang dari yang tiga,’ padahal sekali-kali tidak ada selain dari Tuhan Yang Esa(Allah swt.).” (QS. al-Maidah: 73)
Allah SWT berfirman: “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” (QS. Yunus: 99)
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah.” (QS. al-Baqarah: 256)
“Katakanlah: ‘Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah).’” (QS. Ali ‘Imran: 64)
Allah SWT berfirman:“Dan katakanlah: ‘Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin kafir biarlah ia kafir.” (QS. al-Kahfi: 29)
tuhan yesus yang kalian sembah sebenarnya adalah YUDAS ESKARIOT/YAHUDA dan dia adalah pengikut Nabi Isa yang berkhianat.
ketika itu Nabi isa sedang dikejar oleh orang romawi.
Dan si Yahuda/Yudas eskariot memberitakan pada orang romawi tentang persembunyian Nabi Isa.
tapi sayang,saat penggrebekan terjadi,Nabi isa selamat duluan diangkat oleh Allah swt Ke Langit
dan si yahuda/Yudas eskariot ini diubah rupanya oleh Allah,menjadi mirip nabi Isa.
maka celakalah si yahuda/Yudas eskariot penghianat ini.
dialah yang disalib dan di sebut2 sebagai tuhan yesus dan dihinakan Allah swt..
TIADA TUHAN SELAIN ALLAH ADALAH BENAR,DAN NABI MUHAMMAD ADALAH RASSUL ALLAH.
jujur,dulu saya seorang yang menganut ajaran kristen karena bawaan dari keluarga saya.
saya sering bergaul juga dengan teman2 saya yang beragama non kristen.
Jujur saya dulu sering memfitnah umat islam melalui jejaring sosial,internet dll tanpa dilandasi fakta yang kuat.
dan kenapa sekarang saya beragama islam??
dulu,ketika saya masih kuliah,saya bertemu dengan seorang kakek2 tua renta,dan dia seorang pedagang es potong yang sering berkeliling ke komplek2.
kira2 kejadiannya jam 12:00 siang hari.
si kakek itu berhenti di depan masjid dekat rumah saya.(sebenarnya saya dan keluarga saya sangat terganggu adanya kehadiran masjid dekat rumah keluarga saya.)
lalu saya menghampiri si kakek tersebut,karena ingin membeli es potong.
dan setelah saya membeli es tersebut,si kakek berkata,”sudah waktunya untuk shalat”
lalu si kakek itu masuk ke masjid,saya sangat kaget,kenapa dagangannya ditinggalkan.
bagaimana kalau ada yang nyuri,malahan saya juga bisa nyuri dagangannya..
karena saya kasihan,merasa iba terhadap si kakek itu,akhirnya saya memutuskan untuk menjaga dagangan si kakek itu.
tidak lama kemudian,si kakek menyalakan speaker masjid,dan langsung mengumandangkan adzan..
entah kenapa,saya terharu mendengar suara adzan si kakek dan tiba2 keluar air mata saya tanpa sebab yang jelas…
dalam hati saya,bertanya,”kenapa suara adzan si kakek membuat saya ingin menangis dan membuat saya merasa tentram”
dan tidak lama kemudian si kakek selesai menjalankan ibadah shalatnya…
saya sangat kagum melihat si kakek yang sudah tua renta,masih bisa bekerja dan melaksanakan ibadah..
sedangkan saya yang masih muda dan kuat,jarang sekali untuk beribadah ke gereja tiap hari minggu.
lalu,saya bertanya kepada si kakek mengenai ajaran agama islam,dan kenapa setiap saya mendengar suara adzan selalu membuat hati saya tentram dan ingin sekali mengeluarkan air mata ..??
dan si kakek pun bercerita semua tentang agama islam dan non islam.
Demi Allah,saya kagum,takut dan kaget setelah mendengar dari cerita si kakek…
ternyata apa yang selama ini saya anut SALAH BESAR.
singkatnya,ketika saya lulus kuliah jurusan informatika s1 UNIKOM saya langsung masuk agama islam.
jujur,saya masuk agama islam bukan dilandasi atas dorongan si kakek…(TIDAK ADA PAKSAAN TERHADAP SAYA UNTUK MEMELUK AGAMA ISLAM,INI ATAS KEINGINAN SAYA SENDIRI,SETELAH MENDENGAR SI KAKEK BERCERITA)
walaupun semua keluarga saya menentang saya,tapi saya tetap pada pendirian saya untuk memeluk agama islam yang dibenarkan Allah swt.
dan saya sekarang sudah bekerja dan menyewa rumah di riung bandung perumahan sentosa.
WAHAI SAUDARA2KU,SADARLAH..AGAMA YANG KALIAN ANUT (KRISTEN ITU SALAH BESAR)
TIDAK ADA AGAMA SELAIN ISLAM YANG MEMILIKI FAKTA YANG KUAT.
BENAR APA YANG DIKATAKAN 2015 PD KE 3,”COBA LIHAT DI SEKELILING KITA,BANYAK SEKALI TULISAN2 LAFADZ ALLAH SWT.
DILANGIT,DIPOHON,DAUN,AIR,TUBUH HEWAN,IKAN. DLL,BANYAK SEKALI LAFADZ2 YANG BERTULISKAN ALLAH SWT”.
itu semuanya benar.!!
saya selalu menangis ketika melihat di media2 tv menyiarkan berita2 Kejadian di Palestina denagn memakai suara adzan dan ayat al-qur’an….
kesedihan yang teramat sangat jika kita mau membuka hati kita.
COBA DENGARKAN SUARA ADZAN DAN SUARA AYAT2 AL QUR’AN YANG DI LANTUNKAN OLEH USTADZ…
MEMBUAT KITA TENTRAM,DAMAI,DAN SELALU MENGELUARKAN AIR MATA KEINDAHAN…..
TOLONG JANGAN DI HAPUS KIRIMAN SAYA INI,JIKA KITA INGIN BERDEBAT YANG SPORTIF.
ISLAM SEDANG DIFITNAH-DIFITNAH-DIFITNAH DAN DIFITNAH……….
TIDAK AKAN ADA PERISTIWA PEMBOMAN JIKA UMAT ISLAM TIDAK DIFITNAH,DICACI,DIHINA,DIINJAK-INJAK.
KENAPA HANYA UMAT ISLAM SAJA YANG DIFITNAH??
KENAPA HANYA UMAT ISLAM SAJA YANG MENJADI TOPIK PEMBICARAAN,??
DAN KENAPA AGAMA NON ISLAM SELALU SAJA MENUDUH ISLAM,ISLAM DAN ISLAM YANG JAHAT???
KENAPA AGAMA YANG LAIN TIDAK???
SAYA TAHU KENAPA BANYAK DARI AGAMA2 NON ISLAM YANG SERING MENGHUJAT DAN MEMFITNAH ISLAM……
KARENA ISLAM ADALAH AGAMA YANG BENAR DAN SEMUA PARA PENELITI AGAMA MENGAKUINYA..
BAHKAN ADA SEORANG ILMUAN FISIKA BERAGAMA KRISTEN YANG MASUK ISLAM,DIKARENAKAN..
KETIKA ITU DIA SEDANG MENELITI PERGERAKAN BUMI MELALUI PEMBORAN KEDALAM TANAH,DAN DIMASUKAN ALAT PEREKAM YANG SANGAT KECIL,DAN ALAT PEREKAM ITU BISA MENDETEKSI SUARA SEKECIL APAPUN…
KEJADIAN ITU TEPATNYA DI RUSSIA…..
DAN SETELAH SELESAI MASUK KE KEDALAMAN BUMI HAMPIR CUKUP JAUH,TIDAK LAMA KEMUDIAN SI ILMUAN ITU MENDENGAR SUARA2 JERITAN MANUSIA DIDALAM TANAH…
MANUSIA2 YANG DI DALAM TANAH TERSEBUT,SEPERTI YANG SEDANG DI SIKSA TERAMAT SAKIT..
DAN KENAPA SI ILMUAN ITU MASUK ISLAM????
KARENA SI ILMUAN ITU MENDENGAR SUARA BEBERAPA KALI,,,,,, ALLAHHU AKBAR,ALLAHU AKBAR,ALLAHHU AKBAR……
KETIKA ITU SI ILMUAN PINGSAN KARENA MENDENGAR SUARA2 JERITAN DI DALAM TANAH SEPERTI ORANG2 YANG SEDANG DISIKSA…….DITAMBAH SUARA ALLAHHU AKBAR,,,,,,,,
ITU PEMBUKTIAN BAHWA ISLAM ADALAH BENAR DAN MUHAMMAD ADALAH RASSUL ALLAH SWT….
KALIAN TAHU KENAPA NEIL AMSTRONG MASUK ISLAM????
KARENA DIA MENDENGAR SUARA ADZAN DI BULAN….
TIDAK MASUK AKAL ADA SUARA ADZAN DI BULAN…
DAN SIAPA YANG ORANG YANG ADZAN DI BULAN…..
TIDAK MUNGKIN KAN ADA SUARA ADZAN DI BULAN…….
ITU JUGA TERMASUK PEMBUKTIAN2 ISLAM…….
DAN BANYAK SEKALI PEMBUKTIAN2 ISLAM YANG LAINNYA…….
MANGKANNYA KENAPA AGAMA NON ISLAM BANYAK YANG IRI………
NABI MUHAMMAD PERNAH MENGGORESKAN PEDANGNYA KE BULAN DAN BEKASNYA SAMPAI SEKARANG MASIH ADA..DAN ITU DI AKUI OLEH PARA PENELITI DI SELURUH DUNIA.
ADA BAND ASAL AMERIKA YAG BERALIRAN DEATH METAL,DULUNYA MEREKA YAHUDI,TAPI SEKARANG MASUK ISLAM KARENA MENDAPATKAN HIDAYAH DARI ALLAH SWT.DAN MEREKA BERJIHAD/BERDAKWAH MELALUI MUSIK2 METAL.
INI LINKNYA http://www.lyricsmania.com/kafir_lyrics_nile.html
JADI KALIAN NON ISLAM KENAPA HARUS TERUS MENERUS MENGGANGGU KAMI UMAT MUSLIM…….
KITA SEMUA MENGINGINKAN KEDAMAIAN,TAPI AGAMA2 NON ISLAM SELALU MENGGANGGU UMAT ISLAM….
JADI SIAPA YANG SALAH…….
SAYA MINTA HENTIKAN PERDEBATAN INI…………
KARENA PERCUMA KITA MENGAGUL-AGULKAN DAN MERASA PALING BENAR AGAMA KITA MASING2,SEMUANYA PASTI TIDKA AKAN PERCAYA BEGITU SAJA,MALAH BISA JADI PERKARA YANG SANGAT BESAR SEPERTI DI POSO…..
KITA LIHAT SAJA NANTI SIAPA DAN AGAMA APA YANG AKAN MENYESAL KETIKA SANGSAKALA TERAKHIR TELAH DIBUNYIKAN………..DAN KIAMAT PUN TERJADI…
THERE IS NO GOD BUT ONE THE TRUE GOD
ALLAHHU AKBAR……….
@ COSMAS
Sebagai orang Kristen kita harus dapat menjawab setiap pertanyaan orang yg beragama lain.
Sekedar hanya menjawab dan jangan terpancing untuk berdebat.
Orang Kristen harus belajar banyak dari sikap Yesus Kristus dalam menjawab semua pertanyaan ahli-ahli agama di zamannya yang bermaksud untuk menjebak atau hanya mencari-cari kesalahan.
Menjawab tapi jangan masuk ke dalam debat yg berkepanjangan….
my blog: http://www.faithbookz.blogspot.com
@Allah is great
Kok kayaknya pernah baca postnya di thread lain yah, hayoooo kopi paste yah
Jawab yg belum kujawab aja aaaaahhhh….
U wrote:
YANG MEMBUAT SI ILMUAN ITU MENGATAKAN AL QUR’AN DAN ISLAM ADALAH BENAR…
dalam surah Al-Nahl: 68) YANG MENECRITAKAN TENTANG MADU DARI LEBAH BISA MENJADI OBAT DAN DARI DULU SAMPAI SEKARANG PARA ILMU KEDOKTERAN SERING MEMBACA DAN MENELITI AL QUR’AN KARENA DI DALAM AL QUR’AN TERDAPAT BANYAK SEKALI SURAT TENTANG ILMU2 KEDOKTERAN DAN HAL YANG BISA MEMBUAT MANUSIA MENJADI PINTAR.
DI KITAB2 SUCI AGAMA YANG LAIN TIDAK ADA,
DAN DI AL QUR’AN SEMUANYA ADA SAMPAI HAL2 YANG PALING TERKECILPUN ADA……
Tanggapan:
(Saya jadi pengen melihat langsung pernyataan Sarjana yang anda kutip itu. kalo ada linknya bagi dong….)
Kalo dilihat dari situ memang ajaib yah
Di Alkitab juga ada lho masalah kesehatan berikut saya Quotekan:
Arkeologi telah membuktikan bahwa kitab Musa benar-benar ditulis pada
masa-masa awal. Penulis sangat mengenal geografi Mesir. Lebih jauh lagi dia
menggunakan beberapa kata Mesir, tetapi tidak satu pun praktek medis Mesir
yang kotor dan menyebabkan sakit itu ditemukan dalam kitab-kitab Musa
Sebenarnya, cara Musa menyembuhkan penyakit sejajar dengan
pengetahuan modern mengenai kuman-kuman, bagaimana mereka menular,
sebuah pengetahuan yang sebenarnya tidak mungkin dmiliki oleh Musa.
Dari 613 hukum-hukum dalam kitab-kitab Musa, 213 di antaranya adalah
peraturan mengenai kesehatan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah:
• Imamat 7:24. melarang orang Israel untuk memakan binatang apa saja yang
sudah mati dengan sendirinya atau yang terbunuh oleh binatang lain.
• Imamat 11:35. melarang mereka untuk menyentuh apa saja yang telah
bersentuhan dengan mayat.
• Bilangan 19:14-19. memerintahkan agar setiap orang yang telah menyentuh
mayat dikarantina, dipisahkan dari orang lain selama tujuh hari, kemudian
dibersihkan dalam air yang mengalir dan pakaian mereka juga “diberi hisop”
sebelum dinyatakan tahir (Minyak hisop, kita ketahui sekarang, mengandung
50% karvakrol, sebuah sarana antifugal dan antibakteri yang masih digunakan
masa kini).
• Imamat 13:43-46. menguraikan tentang kulit yang putih kemerah-merahan dan
membengkak di bagian depan atau belakang seseorang. Ini adalah sebuah
penyakit kulit yang bersifat menular, dan menurut hukum orang itu harus
dikarantina. Orang yang tertular diperintahkan untuk tinggal diluar perkemahan.
hingga penyakit itu sembuh.
• Imamat 14:8 dan 15:13, ketika luka seseorang sembuh, ia harus menunggu
tujuh hari lagi, kemudian mencukur rambutnya, mandi di air yang mengalir dan
juga mencuci pakaiannya sebelum diperiksa dan dinyatakan tahir oleh imam.
• Ulangan 23:12-13, memerintahkan orang Israel untuk pergi keluar perkemahan
untuk buang air besar. Mereka harus membawa sekop untuk mengubur
kotoran mereka
• Bilangan 31:19-24. mengatakan kepada mereka untuk memurnikan segala
sesuatu yang ditawan dari musuh, serta memurnikan benda-benda dan logam
dari batu dengan api. Benda-benda lain, misalnya dan kulit atau kayu, harus
dibersihkan dengan air.
• Kejadian 17:12. memerintahkan orang Israel untuk menyunat bayi mereka yang
baru lahir pada hari kedelapan. Mengapa pada hari kedelapan? Beberapa
tahun lalu, para peneliti menemukan bahwa tingkat vitamin K dan protombin,
yaitu dua zat penting untuk “blood clotting”, dalam sepanjang hidup manusia
ada pada level maksimum — 110% normal — hanya pada hari kedelapan
kehidupannya.
Pada abad keempat, Eropa mengalami wabah dahsyat, diperkirakan lebih
dari 30% seluruh penduduk Eropa mau karena wabah itu. Akhirnya masalah ini
ditangani oleh orang-orang dan gereja di Vienna. Mereka membuka Alkitab untuk
mendanai jawaban dan menemukan dalam hukum-hukum Musa. Berita tersebar,
dan tidak lama kemudian seluruh Eropa mengikuti teladan mereka, tetapi bahkan
pada tahun 1845, orang-orang baik di dunia baru maupun lama masih tidak sering
mandi, Di rumah-rumah sakit, para dokter secara rutin memeriksa sesosok mayat,
dan kemudian berpindah menangani orang yang masih hidup tanpa mencuci
tangan mereka terlebih dahulu. Akibatnya, dunia menderita lebih banyak wabah
penyakit dan angka kematian di rumah sakit sangat tinggi. Seorang dokter
Hungana bernama Ignaz Semmelweis mencoba untuk mengubah masalahmasalah
ini, tetapi ia ditertawakan. Baru pada awal abad kedua puluh kita
mengerti hubungan antara kebersihan (ketahiran) dengan kesehatan.
Jadi, jika pengetahuan tentang Israel kuno tidak berasal dari Allah, maka dari
mana?
—- end quote —-
Tetapi masalah yg sebenarnya sekarang apakah anda akan mendasarkan Iman Kepercayaan & Keselamatan Jiwa anda pada sebuah Kitab hanya karena Kitab itu berkata benar mengenai urusan perlebahan &/ pengobatan….???? (cari sehat apa cari selamat…???)
Bagaimana dengan Cinta Kasih & Pengampunan?
Bagaimanakah pandangan Al-Quran tentang itu?
Dari mulai saya masuk Blog ini sampe sekarang kok belum ada teman Muslim yang mengutipkan ayat mengenai Cinta Kasih….. Kalo ancaman masuk neraka sih sudah banyak
(Mengutip doa seorang Sufi)
Ya Allah kalo aku beribadah kepadaMu karena mengharapkan surga maka jauhkan aku daripadanya.
& Jika aku beribadah kepadaMu karena takut pada neraka maka masukkan aku ke dalamnya.
Menurut anda apakah alasan Sufi itu beribadah……?????
NB:Mengapa ajaran Sufi/Tasawuf ditolak oleh beberapa golongan Islam ya? ada yg bisa ngasih tau?
Peace & LOVE 2 U & U all
HEYYYYYYY COSMOS..
TOLOL SEKALI ANDA INI……
AL QUR’AN ADALAH KITAB PENYEMPURNA DARI SEMUA KITAB……..
MEMANG BENAR INJIL,ALKITAB SEBAGIAN PUNYA APA YANG DIMILIKI AL QUR’AN..
TAPI TIDAK SESEMPURNA AL QUR’AN..
KAMU INI EGOIS APA TIDAK MAU MENGAKUI KEKALAHAN….
HAHAHAHAHAHA…….
heyyyyyyy kalian orang2 non islam…….
nihhhh pembuktian yang real dari agama islam,dan tidak ada di agama2 yang lain….
http://yasirmaster.blogspot.com/2009/03/rakaman-suara-manusia-di-perut-bumi.html
@cosmas
Mengutip doa seorang Sufi)
Ya Allah kalo aku beribadah kepadaMu karena mengharapkan surga maka jauhkan aku daripadanya.
& Jika aku beribadah kepadaMu karena takut pada neraka maka masukkan aku ke dalamnya.
Menurut anda apakah alasan Sufi itu beribadah……?????
NB:Mengapa ajaran Sufi/Tasawuf ditolak oleh beberapa golongan Islam ya? ada yg bisa ngasih tau?
–>SEORANG SUFI MERUPAKAN ORANG YANG TELAH MENCAPAI TINGKATAN MA’RIFAT. Dia telah mengetahui inti dari ibadah kepada Allah. Surga atau neraka hanyalah balasan. tetapi ibadah kepada Allah merupakan kewajiban seorang manusia sebagai hamba yang berkewajiban mengabdi kepada Tuannya (Allah SWT). Ibadah yang mereka lakukan adalah semata – mata karena bersyukur dan karena kecintaan kepada Sang Kholik.
Pernah suatu ketika ada seorang sahabat Nabi Muhammad yang bertanya.
Ya Rosulullah, Bukan kah Anda adalah manusia yang telah dijamin masuk surga oleh Allah. mengapa anda masih tetap sibuk beribadah. Jawab Rosul SAW : Apakah tidak boleh saya bersyukur kepada Allah SWT?
Begitulah orang – orang yang telah mencapai tingkatan ma’rifat.
=================================
• Imamat 7:24. melarang orang Israel untuk memakan binatang apa saja yang
sudah mati dengan sendirinya atau yang terbunuh oleh binatang lain.
pertanyaan saya. FAKTANYA MEGAPA HUKUM MENYEMBELIH BINATANG UNTUK DIMAKAN DAN HUKUM HALAL HARAM DIPRAKTEKKAN OLEH MUSLIM? SEDANGKAN ORANG KRISTEN?????
=================================
• Kejadian 17:12. memerintahkan orang Israel untuk menyunat bayi mereka yang
baru lahir pada hari kedelapan. Mengapa pada hari kedelapan? Beberapa
tahun lalu, para peneliti menemukan bahwa tingkat vitamin K dan protombin,
yaitu dua zat penting untuk “blood clotting”, dalam sepanjang hidup manusia
ada pada level maksimum — 110% normal — hanya pada hari kedelapan
kehidupannya.
PERTANYAAN : FAKTANYA MENGAPA MUSLIM YANG MENGAPLIKASIKAN HUKUM TERSEBUT??? BAGAIMANA DENGAN KRISTEN?
=================================
TERIMAKASIH, SEMOGA ALLAH SWT MEMBERI PETUNJUK KEPADA KITA. AMIN
@ Montok
Memang saya ini tolol. Mohon maklumi saja ketololan saya.
Posting di atas hanya untuk menunjukkan bahwa dalam Alkitab pun ada ayat2 terkait kesehatan. Untuk membantah comment dari Saudara Allah is Great bahwa di Kitab Suci lain tak ada ayat2 semacam itu.
Soal kesempurnaan Al-Quran, sekali lagi mohon maklumi ketololan saya. Saya yang tolol ini ga bisa kalo disuruh mikir yang sempurna2. Pikiran saya sederhana saja. Merujuk pada pernyataan Yesus:
Matius 22 : 36 – 40
(36) Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? (37) Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (40) Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Yesus menyatakan bahwa semua Kitab tergantung pada kedua hukum tersebut. Mengingat ayat2 yang melegalkan perang di dalam Al Quran serta memandang aktifitas peperangan yang dilakukan Rasul Muhammad. Walaupun mengklaim diri sebagai sempurna mohon maafkan saya bila saya terpaksa menganggapnya tidak lolos Judisial Review.
Soal suara2 itu, keren juga, gimana teknik perekamannya yah
Btw, sudahkah anda membagikan kasih pada sesama hari ini…
Peace & LOVE 2 U & 2 all
@ Lucky
U wrote:
–>SEORANG SUFI MERUPAKAN ORANG YANG TELAH MENCAPAI TINGKATAN MA’RIFAT. Dia telah mengetahui inti dari ibadah kepada Allah. Surga atau neraka hanyalah balasan. tetapi ibadah kepada Allah merupakan kewajiban seorang manusia sebagai hamba yang berkewajiban mengabdi kepada Tuannya (Allah SWT). Ibadah yang mereka lakukan adalah semata – mata karena bersyukur dan karena kecintaan kepada Sang Kholik.
Comment:
).
Setuju bahwa pada tingkat makrifat (kalau yg lebih tinggi dari itu Hakikat yah?) Ibadah adalah perwujudan cinta.
Mereka yg memandang Ibadah sebagai kewajiban menurut saya masih di tingkat Syariat.
Tidak ada kewajiban dalam Cinta, semuanya digerakkan secara otomatis oleh Cinta. Mungkin karena lenyapnya kewajiban pada tingkat tertentu itulah makanya tasawuf ditolak oleh beberapa aliran Islam (mungkin terutama oleh mereka yg ga lulus2 dari tingkat syariat
(Saya punya teman Muslim yg menyerah mundur saat saya tantang dia untuk mendalami Tasawuf, dia merasa cukup puas dengan tingkat Syariat saja. Menyedihkan, padahal saya hanya ingin dia merasakan Cinta…..)
Btw, saudara Lucky sudah di tingkat apa?
U wrote:
=================================
• Imamat 7:24. melarang orang Israel untuk memakan binatang apa saja yang sudah mati dengan sendirinya atau yang terbunuh oleh binatang lain.
pertanyaan saya. FAKTANYA MEGAPA HUKUM MENYEMBELIH BINATANG UNTUK DIMAKAN DAN HUKUM HALAL HARAM DIPRAKTEKKAN OLEH MUSLIM? SEDANGKAN ORANG KRISTEN?????
=================================
• Kejadian 17:12. memerintahkan orang Israel untuk menyunat bayi mereka yang baru lahir pada hari kedelapan. Mengapa pada hari kedelapan?
PERTANYAAN : FAKTANYA MENGAPA MUSLIM YANG MENGAPLIKASIKAN HUKUM TERSEBUT??? BAGAIMANA DENGAN KRISTEN?
=================================
Comment:
Ayat2 yg saya pakai untuk membantah saudara Allah is Great ganti anda jadikan senjata yah.
Hahahaha boleh saja. Btw, anda mau mewakili saudara Allah is Great untuk mengakui bahwa ternyata di Kitab suci lain ada ayat2 terkait masalah kesehatan gak?
Tentang 2 pertanyaan anda, di atas (soal haram & sunat).
Sudah saya jawab di thread lain.
Tapi kali ini akan saya jawab secara berbeda.
Kedua hukum tersebut harus kita kembalikan pada 2 hukum utama (Hukum Cinta Kasih, lihat coment saya untuk Montok). Memandang & mengingat berbagai kondisi kehidupan manusia jaman sekarang, rujukkanlah permasalahan kepada Hukum Utama. Kalau Haram & Sunat masih sesuai ya lakukanlah, kalau tidak ya gak usah dipaksakan. Plain & simple.
Peace & LOVE 2 U & 2 all
@ Montok
@ Lucky
@ yg lain2 juga
Kalo ada waktu pertanyaan saya di comment sebelumnya tolong di jawab yah
“Tetapi masalah yg sebenarnya sekarang apakah anda akan mendasarkan Iman Kepercayaan & Keselamatan Jiwa anda pada sebuah Kitab hanya karena Kitab itu berkata benar mengenai urusan perlebahan &/ pengobatan….???? (cari sehat apa cari selamat…???)
Bagaimana dengan Cinta Kasih & Pengampunan?
Bagaimanakah pandangan Al-Quran tentang itu?”
Peace & LOVE 2 all
Setelah mengetahui ini, saya tidak ingin merasa minder lagi ‘tuk mengatakan SAYA PENGIKUT KRISTUS!
@ Raynold
Saya terharu.
Anda memiliki “Mutiara yang amat berharga” yang bila diketahui orang maka mereka akan berusaha membelinya dengan mengorbankan segala apapun yang mereka miliki.
Pahamilah Mutiara itu & berbanggalah karena memilikinya.
Btw, sudahkan anda membagikan cinta pada sesama hari ini?
Peace & LOVE 2 U & 2 all
@cosmas
ma’rifat dan hakikat itu pembahasan yang berbeda.
tingkatan ma’rifat BUKAN BERARTI KEWAJIBANNYA LENYAP, HUKUM ALLAH SWT ITU TETAP DAN TIDAK BOLEH ADA YANG MENGUBAHNYA. untuk mencapai tingkat ma’rifat, tetap harus mengerjakan syari’at dan syari’at tidak boleh ditinggalkan.
analogi sederhananya : seperti ketika anda membangun sebuah rumah. pertama yang dibangun adalah fondasi (SYARIAT), dan seterusnya dan seterusnya. fondasi rumah tidak bisa ditinggalkan kecuali anda akan melakukan pekerjaan yang sia-sia.
JADI, ORANG YANG MENCAPAI TINGKATAN MA’RIFAT MERUPAKAN ORANG YANG MAMPU MENJAGA SYARIATNYA.
Setahu saya bro, dalam sejarah tidak pernah disebutkan tasawuf ditolak. karena tasawuf sebenarnya bukan aliran. Tasawuf itu cara berpikir.
wah, kalau saya hanyalah orang awam yang sangat membutuhkan rahmat dan ampunan Allah SWT.
======================================================
kamu menulis :
“Kedua hukum tersebut harus kita kembalikan pada 2 hukum utama (Hukum Cinta Kasih, lihat coment saya untuk Montok). Memandang & mengingat berbagai kondisi kehidupan manusia jaman sekarang, rujukkanlah permasalahan kepada Hukum Utama. Kalau Haram & Sunat masih sesuai ya lakukanlah, kalau tidak ya gak usah dipaksakan.”
TANGGAPAN :
Menurut anda, mengapa Tuhan memberikan hukum?????
Apakah Tuhan tidak mencintai manusia dengan adanya hukum???
Jika memang hukum itu membuat manusia menderita mengapa Tuhan membuatnya??
=======================================================
kamu menulis :
“Kalau Haram & Sunat masih sesuai ya lakukanlah, kalau tidak ya gak usah dipaksakan.”
TANGGAPAN :
Bukankah hukum itu telah ditetapkan oleh Tuhanmu.
kenapa kalian berani mengingkarinya?
kenapa kalian katakan bahwa hukum itu sudah tidak sesuai?!
jika tuhanmu saja berani kamu hianati, bagaimana mungkin kamu dapat menemukan kebenaran?? apalagi kebenaran yang datang orang lain yang bukan golongan kalian??
saya harap anda termasuk ORANG – ORANG YANG BERFIKIR.
oke Bro….
http://www.facebook.com/pages/-ISLAM-TERBUKTI-BENAR-/298400792751?v=info#!/album.php?aid=147602&id=298400792751
satu hal yg perlu diragukan pd muhammad sbg nabi.. muhammad sama sekali tidak diberi kuasa utk melakukan mukjizat yg mengherankan.. untuk diturunkan kepada pengikutnya.. atau semacam pernyataan2 yg yg bisa menjadi mukjizat. . dalam islam, tidak ada tanda2 mengherankan yg diajarkan muhammad.
berita2 sekarang yg heboh paling berita orang kafir jadi muslim, seseorang jadi mualaf.TIDAK pernah LEBIH dr itu (itupun bukan krn mukjizat dgn kuasa, hnya krn seorang muslim berhasil memberi penalaran logis soal isi kitab kpd seorang non muslim).
bandingkan dg pengikut Yesus yg kalian anggap bukan Tuhan, dan kejadian2 yg tertulis dalam Alkitab yg kalian anggap dipalsukan : pengikut Yesus bs melakukan mukjizat PERSIS spt dlm alkitab (yg kalian anggap sdh dipalsukan), spt menyembuhkan yg sakit, mendoakan yg lumpuh hingga bs berjalan,yg buta bisa melihat,bahkan banyak orang mati bangkit ini kejadian nyata…(persis dalam alkitab,lho) bahkan sy sendiri pernah mendoakan yg sakit dan saat itu sembuh total (anda bantah bhw ini kebetulan menurut anda).maaf, ini terjadi berkali2 dalam hidup sy.. itu br sy.. belum lg pengikut Yesus yg lain.
kalau Yesus itu bukan Tuhan dan Alkitab yg sekarang itu palsu, lalu kenapa KUASA yg seperti dalam alkitab itu bisa benar2 terjadi? inilah salah satu cara membuktikan siapa yg harus diikuti.. bukan hny pembuktian2 ayat (krn seorang kristen pun bisa kalah berdebat soal ayat dg muslim)….
adakah KUASA Kesembuhan,pemulihan dan KEBANGKITAN orang mati dalam sejarah kehidupan seorang Muslim? kenapa justru banyak terjadi di dalam kehidupan orang2 Kristen? jgn hnya jago membandingkan ayat. tunjukkan apakah ada KUASA di balik ayat yg saudara2 muslim gunakan.
@ ONAD
hahaha…. sudah banyak bukti-bukti yang menyebutkan bahwa Alquran telah MENG-ISLAMKAN nabi-nabi dan leluhur bangsa Yahudi.
Teman-teman Muslim mari kita mengggunakan akal sehat kita tanpa ada GENGSI.
ORANG MUSLIM BERKATA BAHWA:
Adam, Hawa,Nuh Abraham, Ishak, Ismael, Yakub, keduabelas anak Yakub, Musa, raja Daud, raja Salomo, Yunus, Yesus (Isa Almasih) BERAGAMA ISLAM.
Mereka adalah leluhur bangsa Yahudi yang menyembah YHVH sebagai satu-satunya Allah yg Echad dan yang perlu digarisbawahi adalah mereka semua hidup RIBUAN TAHUN sebelum zaman Islam. Dan YHVH telah datang kedalam dunia sebagai Yesus dari Nazaret. dan Yesus telah menggenapi segala nubuatan yang telah diberitakan oleh para nabi-nabi Isarel bahwa sesungguhnya sang Mesias harus menderita dan mati disalibkan namun pada hari yg ke tiga dibangkitkan.
Jadi, sungguh TIDAK BENAR kalau Alquran menggangap mereka semua adalah beragama Islam dan menyembah Allah SWT-nya Muhammmad.
Alquran TIDAK BISA DIGUNAKAN SEBAGAI DATA-DATA PRIMER untuk menceritakan kisah-kisah para leluhur Yahudi dalam Perjanjian Lama dan Kisah Yesus (Isa) dalam Perjanjian Baru.
FANATIK SICH BOLEH-BOLEH SAJA TETAPI KITA JANGAN TERJEBAK KE DALAM KEFANATIKAN BUTA !!!
lalu kita megetahui banhwa Islam yang muncul pada tahun 600 an Masehi DIKLAIM OLEH PENGIKUTNYA SEBAGAI AJARAN YG MENYEMPURNAKAN AJARAN SEBELUMNYA tapi LUCUnya adalah mereka membangun keyakinan ngaco itu diatas TUDUHAN PALSU
terhadap Alkitab (PL&PB).
Bagi saya Muhammad, Islam dan Alquran hanyalah “PAHLAWAN KESIANGAN”.
huhahaahhahaha
Saya yakin 100 %, pasti NILAI RAPOT PELAJARAN SEJARAH MUHAMMMAD DAN SAHABAT2NYA hanya 30.
Oleh karena itu saya HERAN kalau melihat orang Islam yang katanya heran sama orang Yahudi dan Kristen yg tidak mau mengakui Muhammad dan ajaran Alquran!
cukup jelas siapa yg tersesat kan……..
Saya sependapat kalau dikatakan islam adalah awal pengetahuan. Kita lihat betapa majunya ilmu pengetahuan islam saat ini …hhehehehehe.. Islam paling pinter kalo berdebat. Saya sebut head stone alias kepala batu. Yang penting jawab dulu, atau memaki-maki dulu. Muhammad memang saya akui manusia superior dalam plagiat. Sama seperti anda klaim bahwa alrquran lebih sempurna dari alkitab. Apakah anda pernah baca alkitab? Atau mungkin hanya penggalannya. Atau anda masuk islam karena terlihat begitu cinta kepada Tuhan, sembahyang secara luar biasa, puasa dsb. Hati anda terenyuh dan merasa damai sesaat. Tapi anda tidak tahu apa dasar anda melakukannya. Jujur saja, apakah alquran dan muhammad adalah kebenaran? Hati nurani anda mungkin terusik, tetapi anda sudah terlanjur didoktrinasi bahwa islam is the best. Baca alquran anda, apakah betul alquran, apakah anda bisa mengerti bahasa yang berbelit-belit itu. Anda harus membaca tanpa tahu artinya apa, yang penting baca. Agama yang membawa rahmat? Di manapun ada umat muslim di belahan dunia ini selalu membawa ada pemberontakan. Bahkan sesama umat muslim saling serang. Persaudaraan muslim dimana letaknya? Dalam hal apa? Anda mau menjadikan muhammad sebagai teladan? Hehehehehe…. dalam hal apa? Anda pasti sudah didoktrinasi bahwa muhammad adalah manusia sempurna. Coba belajar lebih jauh siapa muhammad dan sejarah hidupnya. Hal apa yang bisa ditiru? Jujurlah dan katakan Tuhan tolong saya untuk temukan kebenaran itu.
Salam…
Saya rasa anda akan tersentak dengan fakta bahwa islam is not true religion.
@fajar yehuda la’natullah
sebaiknya anda belajar sejarah jangan hanya dari satu sumber. dan bersihkan dulu hati dan pikiranmu supaya dapat berpikir jernih dan objektif.
@lucky
nabi2 orang yahudi adlh ISLAM??? apa faktanya?apa bukti sejarahnya?atau cuma omongan/claim doang?
kalo nabi2 itu Islam,seharusnya ada tugu2,tulisan2 sejarah,atau tanda2 fisik lainnya.
bung,muhammad aja br nongol di dunia thn 600-an sesudah masehi.islam muncul dr pengajaran muhamad.titik nol islam dimulai pd masa itu. trs kok nabi isa2 dan nenek moyang orang YAHUDI disebut islam?
jeLas bhw yahudi ya yahudi.islam ya islam. dan lagian nabi2 ini satupun tidak diutus ke arab tapi ke bangsa yahudi sendiri.
faktor keislamannya dmn?
sy mau tanya dulu…
Syarat mjd islam adalah mengakui bhw tidak ada tuhan selain Allah, dan muhamad adlh rasulNya. apa betul ini syarat menjadi seorang umat islam/muslim? betulkah? kalo betul,tolong dipegang dulu erat2 ya…
nah,kalo nenek moyang dan nabi2 yahudi anda sebut islam,
berarti mereka(nabi dan nenek moyang yahudi) pernah mengucapkan kalimat syahadat ini hanya utk mengakui bhw MUHAMMAD ADALAH RASUL ALLAH(Seorang pribadi yg tdk ada dimasa mrk)??? pernahkah???
dimasa mereka sudah adakah muhamad?sudah adakah kalimat syahadat?
bisa dijawab,bung???
jadi,apa yg mau disyahadatkan?MUHAMADNYA AJA BLM ADA TUH?
adakah ayat di alquran yg menyebutkan bhw mereka satu persatu mengucapkan kalimat syahadat utk menjadi ISLAM????? ayatnya dimana?????
ngapain mereka jadi umat islam dan bersyahadat, toh mereka punya agama sendiri kok yaitu agama yahudi.ini sudah fakta sebelum MUHAMMAD lahir.
nah, pengakuan alquran ini bentrok dg realita sejarah…. tidak berdasar,tanpa bukti historis,mmengclaim nabi agama lain yg ribuan tahun sdh ada sebelum islam ada.
kalau mau lebih simple lg, coba iseng2 tanya orang2 yahudi yg mungkin lagi nongkrong di indonesia… tanyain aja gini : hei,brur…. apakah dirimu dan nenek moyangmu itu benar beragama islam????!
ntar siap2 aja dg jawabannya(sorot matanya bingung melihat anda.. hehe.. peace,bung just kidding… )
@lucky
Setahu saya bro, dalam sejarah tidak pernah disebutkan tasawuf ditolak. karena tasawuf sebenarnya bukan aliran. Tasawuf itu cara berpikir.
tanggapan:
pernahkah anda membaca kisah Al Hallaj atau Siti Jenar?
U wrote:
Menurut anda, mengapa Tuhan memberikan hukum?????
Apakah Tuhan tidak mencintai manusia dengan adanya hukum???
Jika memang hukum itu membuat manusia menderita mengapa Tuhan membuatnya??
tanggapan:
Tuhan memberikan hukumnya karena cinta-Nya dan untuk keselamatan dan kebaikan manusia.
karena kelemahan, keterbatasan dan sifat2 manusialah maka untuk memenuhinya terkadang muncul penderitaan.
U wrote:
Bukankah hukum itu telah ditetapkan oleh Tuhanmu.
kenapa kalian berani mengingkarinya?
kenapa kalian katakan bahwa hukum itu sudah tidak sesuai?!
jika tuhanmu saja berani kamu hianati, bagaimana mungkin kamu dapat menemukan kebenaran?? apalagi kebenaran yang datang orang lain yang bukan golongan kalian??
tanggapan:
waduh dapat tuduhan deh….
memang saya ini pendosa, banyak berbuat dosa, berkali-kali mengkhianati Tuhan… saya hanya mengandalkan belas kasih dan cinta-Nya…
kapan dan di kalimat saya yang mana yang menunjukkan saya mengingkarinya. seingat saya frasa “tidak sesuai” itu saya tuliskan dibelakang kata “kalau”.
saya hanya berusaha mendudukkan hukum2 tersebut sesuai tingkatannya. dan merujukkan kembali segala macam aturan2 yang bersifat teknis dan juklak kembali pada hukum utama yang seharusnya mendasari segala macam aturan.
tentang keadaan yang menjadikannya/hukum tersebut di atas tidak sesuai, tentu anda/kita yang tinggal di negara mayoritas Islam akan sulit menemukannya. tetapi pada suatu ketika di suatu tempat keadaan ini pernah terjadi. pada kesempatan itulah diperlukan kearifan manusia dalam menyikapinya.
Btw, bagaimana pendapat anda tentang ayat2 yang melegalkan perang di dalam Al Quran yang dijadikan dasar hukum oleh Rasul Muhammad dalam melancarkan aktifitas peperangan yang dilakukannya?
sudahkah anda mencoba melakukan judisial review merujuk pada hukum utama yang saya sampaikan?
harapan saya adalah agar kita jangan hanya berkutat pada hal2 tak terlalu mendesak macam sunat dan makanan haram, hingga kemudian melupakan hal yang lebih besar seperti perbudakan dan menghilangkan nyawa manusia.
agar jangan Tuhan menegur kita dengan mengatakan:
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
Lukas 6:42
NB: maaf lama gak nengok blog ini
Peace & LOVE 2 U & 2 all
saya pernah membaca suat cerita
suatu ketika di sebuah asrama pelajar wanita muslim di sebuah negara muslim terjadi suatu kebakaran hebat.
pelajar-pelajar perempuan yang tinggal di dalamnya berebut keluar untuk menyelamatkan diri lewat satu pintu keluar.
karena terburu dan memburu nyawa banyak dari mereka yang tak sempat untuk mengenakan cadar ataupun jilbab.
hal ini nampak oleh polisi syariat yang kebetulan berpatroli.
polisi2 syariat itu kemudian memaksa mereka untuk masuk kembali ke dalam gedung asrama yang sedang terbakar agar aurat mereka tak nampak oleh umum.
untung kejadian ini diketahui oleh polisi2 (bukan polisi syariat) yang lalu bersitegang dengan polisi syariat dan kemudian berhasil menyelamatkan pelajar2 wanita itu ke tempat yang aman.
saya lupa kapan dan dimana saya membaca cerita tersebut, sehingga tak bisa mengkonfirmasikan kebenarannya.
saya hanya ingin mengugah kesadaran pembaca:
Markus 2:27
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat {hukum dan aturan, red} diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
Matius 22 : 37 – 40
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (40) Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Peace & LOVE 2 U & 2 all
setelah browsing saya temukan juga akhirnya kisah nyata itu
14 orang siswi tewas karena penegakan aturan/hukum yang membabi buta, menyedihkan sekali….
http://en.wikipedia.org/wiki/2002_Mecca_girls%27_school_fire
juga di
http://www.rahima.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=385:info-edisi-5-14-siswi-tewas-terbakar&catid=44:info&Itemid=323
NB: maaf kalo cerita saya di atas kurang tepat faktanya karena hanya seingat saya, silahkan anda baca sendiri faktualnya di link di atas
Peace & LOVE 2 U & 2 all
hmm… hny utk sebuah aturan, nyawapun dikorbankan…
inilah yg disindir Yesus pd org Yahudi di masaNya, bhw org
Yahudi lebih MENGUTAMAKAN aturan, budaya, hukum, adat
istiadat DAN mengabaikan belaskasihan dan kesetiaan.