ALLAH ITU ESA DI DALAM TRITUNGGAL YANG KUDUS

ALLAH ITU ESA DI DALAM TRITUNGGAL YANG KUDUS

PENDAHULUAN

Fakta-fakta yang sulit disampaikan kepada seorang anak dengan satu metode yang sederhana dan mudah di pahami. Sejalan dengan dewasanya anak ini dan nalarnya menjadi sempurna, maka dia tidak lagi merasa puas dengan informasi yang diringkas dan disederhanakan. Dia akan berupaya keras mencari ketepatan dan seluk beluk dalam permasalahan-permasalahan, karena akal budinya telah siap dan bersedia untuk menyerapnya.

Demikian juga halnya dengan manusia. Ketika manusia itu masih kanak-kanak, Tuhan memberinya satu gambaran yang sederhana dan umum tentang diri-Nya dalam batas-batas yang dapat dicerna mereka. Itulah sebabnya rasul Paulus berkata: “Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Al-Masih. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat memberinya”. (I Korintus 3:1-2).

Apabila masanya telah genap dan mentalitas orang percaya telah bertumbuh, maka Tuhan mulai menyatakan bahwa Dia adalah satu dalam keTritunggalan-Nya yang unik.

Ia membukakan kepada kita rahasia akbar ini yang tersembunyi bagi manusia ketika berada pada tingkat nalar dan rohani yang masih lemah. Saat Tuhan mengaruniakan karunia Roh Kudus kepada kita, Ia menyatakan hidupNya sendiri dan status ilahiNya kepada kita seperti yang dikatakan rasul Paulus,”Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah” (I Korintus 2:10).

Paham ini masih tetap merupakan satu rahasia yang tidak dikenal bagi orang duniawi. Mereka menolaknya karena kurangnya pengertian mereka atas kenyataan-kenyataan dari iman yang benar dan rahasia Allah yang masih tersembunyi itu.

Dengan anugerah Tuhan, saya menuliskan buku ini untuk menyederhanakan dan menjernihkan apa yang mustahil untuk dipahami dan sukar untuk dimengerti. Buku ini ditulis agar setiap orang yang membacanya dapat percaya pada rahasia ilahi ini dan paham betul bahwa keyakinan ini tidak bertentangan dengan akal budi, tetapi memuaskannya, dan dapat memahami termasuk buku-buku yang menyerang keyakinan ini, karena kekurangan pengertian, secara jelas menyaksikan pengakuan iman ini.

Sebagaimana saya mempersembahkan buku ini sebagai satu penjelasan dari kepercayaan kami yang paling kudus, saya mengarahkan hati saya kepada Tuhan untuk menjadikannya menjadi sumber berkat bagi banyak orang, dan saya berdoa kiranya buku ini dapat membukakan gerbang keyakinan yang benar kepada mereka. Sehingga mereka dapat menikmati kasih Allah, Bapa, dan berkat dari Allah Bapa, Al-Masih dengan persekutuan Roh Kudus bagi-Nya kemuliaan yang kekal. Amin.

Archpriest Zachariah Buturs Misr-Al-Djadida

Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.

I Petrus 3:15

Pasal I
KEMAHAESAAN ALLAH DALAM
KETRITUNGGALAN YANG KUDUS

Kesatuan Allah dalam KeKristenan

Ketritunggalan yang Kudus dalam Kekristenan

Perlunya Ketritunggalan dalam Kesatuan

KESATUAN ALLAH DALAM KEKERISTENAN

Kami orang-orang Kristen percaya pada satu Allah yang tidak mempunyai teman. Dia tidak terbatas, memenuhi surga dan bumi. Dia Pencipta segala yang ada, Kekal dan Abadi. KerajaanNya tidak berkesudahan.

Pengakuan iman ini sangat jelas dalam Injil yang kudus. Dasar pengakuan Kristen adalah seperti berikut:

  1. Al-Masih sendiri mengajarkan keyakinan ini ketika seorang Yahudi datang kepadaNya menanyakan tentang hukum yang terbesar. Al-Masih menjawab dia, “Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” (Markus 12:29-30). Inilah perintah yang pertama. Satu gema dan pembenaran dari Ulangan 6:4-9. Seandainya perintah ini dituliskan dalam bahasa Al Qur’an, maka akan berbunyi “Allah, Allah kita, adalah satu-satunya (unik) Allah, Allah yang kekal.”
  2. Rasul Paulus menegaskan perkataan ini,”Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! Artinya, kalau ada satu Allah” (Roma 3:29,30).
  3. Dan rasul Paulus mengungkapkan keyakinan yang sama dengan berkata, “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik!” (Yakobus 2:19).
  4. Pengakuan iman Kristen diambil dari ayat-ayat ini bersama ayat-ayat lainnya dalam Alkitab. Gereja telah mengakui keyakinan ini dari generasi pada generasi berikutnya dengan mengatakan, “Sesungguhnya kami percaya pada satu Allah, Pencipta langit dan bumi, dan yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.” Jadi saudara-saudara yang kekasih, camkanlah bahwa kami umat Kristen percaya pada satu Allah dan bukan pada tiga dewa. Kami akan lebih menjelaskan tentang arti Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam pembahasan mengenai Ketritunggalan yang kudus dari Kekristenan.

KETRITUNGGALAN YANG KUDUS DALAM KEKRISTENAN

Paham Ketritunggalan yang kudus sama sekali tidak berarti adanya tiga allah sebagaimana yang dibayangkan secara salah oleh beberapa orang. Arti dari paham ini ialah bahwa Allah itu satu adanya…..

Berada dalam diriNya sendiri, Ia menyatakan diriNya sebagai Bapa
Berbicara dalam FirmanNya. Ia menyatakan diriNya sebagai Anak, yakni Firman.
Hidup dalam RohNya, Ia menyatakan diriNya sebagai Roh Kudus.

Adalah tidak boleh kita menarik pengertian dari nama-nama ini bahwa ada satu hubungan jasmaniah sebagaimana lazimnya pada sifat manusiawi, karena hal tersebut memiliki satu pengertian rohani.

Nama-nama ini tidak ditetapkan atau ditemukan manusia, melainkan adalah kata-kata dari ilham ilahi dalam Kitab Kudus, sebagaimana yang anda dapat lihat pada ayat-ayat berikut ini:

  1. Al-Masih berkata kepada murid-muridNya, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19). Monoteisme jelas sekali dalam kata-kataNya, “baptislah mereka dalam nama”. Dia tidak berkata baptislah mereka dalam nama-nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Namun Ketritunggalan dipaparkan dengan jelas dalam kata-kataNya, “Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
  2. Rasul Yohanes dengan jelas sekali menegaskan pengertian ini, “Dan ada tiga yang memberikan kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu” (I Yohanes 5:7).

Jika anda membandingkan kedua ayat ini maka akan anda temukan nama-nama Tritunggal Kudus; Bapa, Anak dan Roh Kudus. Inilah Tritunggal Kudus dalam satu-satunya Allah yang kepadaNya kita percaya.

PERLUNYA KETRITUNGGALAN DALAM KESATUAN

Secara ringkas, perlunya Ketritunggalan dalam Kesatuan sudah jelas dari ayat-ayat dan pembahasan di atas. Satu Allah, Pencipta segala yang hidup dengan sendirinya memiliki satu keberadaan diri secara pribadi. Satu Allah, yang menciptakan manusia dengan kemampuan berbicara, harus Ia sendirilah menyatakan FirmanNya. Satu Allah, yang menciptakan kehidupan dalam setiap makhluk hidup, Ia sendirilah yang hidup dalam roh. Sebab itu, adalah pasti bahwa satu Tritunggal kudus harus berada dalam satu-satunya Allah seperti yang telah kami jelaskan. Inilah kepercayaan kita yang sesungguhnya: Allah adalah satu dalam Tritunggal dan bukan tiga dewa.

Pasal II
KESAKSIAN AL QUR’AN ATAS
KESATUAN DARI KETRITUNGGALAN KUDUS

Kesaksian Al Qur’an tentang kepercayaan Kristen kepada satu Allah saja.
Kesaksian Al Qur’an tentang Ketritunggalan Kudus Kristen.
Kesaksian Al Qur’an bahwa Al-Masih adalah Firman Allah.
Kesaksian Al Qur’an tentang Roh Kudus.

KESAKSIAN Al QUR’AN TENTANG KEPERCAYAAN KRISTEN KEPADA SATU ALLAH SAJA.

Al Qur’an menyaksikan bahwa umat Kristen percaya pada satu Allah (Monoteistik) dan bukan kafir. Berikut adalah beberapa contoh dari kesaksian ini.

  1. Surat Al “Ankabut 46 – “Janganlah kamu berdebat (berbantah) dengan ahli kitab (Yahudi, Nasrani dan seumpamanya), melainkan dengan (jalan) yang terbaik,….. dan katakanlah: Kami percaya kepada (Kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu, sedangkan Tuhan kami dan Tuhan kamu hanya satu, dan kami patuh kepadaNya”. Demikianlah Al Qur’an menyaksikan bahwa kami umat Kristen, “ahli kitab”, menyembah satu Allah.
  2. Surat Ali Imran 113-114, ” Mereka itu tiada sama. Di antara ahli kitab, ada segolongan yang lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah waktu malam sedang mereka sujud. Mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menyuruh ma”ruf dan melarang dari yang mungkar, lagi bersegera mengerjakan kebaikan dan mereka itu termasuk orang-orang yang salih”. Ayat ini secara jelas menegaskan bahwa umat Kristen, “ahli kitab”, percaya pada satu Allah: mereka membaca ayat-ayat Allah yang ada di tangan mereka pada masa Muhammad, dan mereka menyembah Allah yang satu dalam ibadah dan doa-doa mereka.
  3. Surat Al Maidah 82 – “Demi, sesungguhnya engkau peroleh manusia yang sangat memusuhi orang-orang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Demi sesungguhnya engkau peroleh orang-orang yang lebih dekat kasih sayangnya kepada orang-orang beriman, ialah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya kami orang Nasrani. Demikian itu karena di antara mereka ada alim ulama dan pendeta-pendeta sedang mereka itu tiada sombong.” Disini jelas bahwa umat Nasrani tidak menyembah banyak tuhan (politeistik), karena umat yang menyembah banyak allah dan umat Yahudi adalah musuh keras kaum Muslim, sedangkan umat Nasrani adalah sahabat dekat mereka.
  4. Surat Al Imran 55, “(Ingatlah) ketika Allah berkata: Ya, Isa, sesungguhnya Aku mewafatkan engkau dan meninggikan (derajat) engkau kepada-Ku dan menyucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau di atas dari mereka yang kafir, sampai hari kiamat.” Jelaslah bagi anda bahwa pengikut-pengikut Al-Masih, atau umat Kristen, bukanlah orang kafir. Sebaliknya, Allah membedakan umat Kristen dari orang kafir dan mengangkat mereka di atas orang kafir.

Kesaksian Al Qur’an tentang umat Kristen telah membuktikan dengan pasti bahwa mereka menyembah satu Allah dan mereka bukan penyembah banyak tuhan.

KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG KETRITUNGGALAN KUDUS KRISTEN

Sahabatku yang budiman, barangkali saja anda heran, bahwa Al- Qur’an menyebutkan Tritunggal dari satu Allah persis sama seperti yang diyakini umat Kristen. Kita telah lihat bersama bahwa Tritunggal Kekristenan itu adalah sifat Allah, FirmanNya dan RohNya. Ini adalah Ketritunggalan yang sama seperti disebutkan Al Qur’an, “Sesungguhnya Al- Masih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya, disampaikan-Nya kalimat itu kepada Maryam beserta roh dari pada-Nya” (Surat An-Nisa” 171). Dalam ayat ini jelas bahwa Allah mempunyai: satu pribadi – “rasul Allah”, satu firman – “kalimat-Nya”, satu roh – “beserta roh dari pada-Nya”

Kesaksian Al Qur’an tentang pengakuan iman menyangkut Ketritunggalan tidak lebih dan tidak kurang sama seperti apa yang kami umat Kristen beritakan. Tidak menyiarkan politeisme, tetapi menyatakan bahwa tidak ada Allah kecuali Dia.

KESAKSIAN QUR’AN AL-MASIH ADALAH FIRMAN ALLAH

Al Qur’an menyaksikan dengan jelas sekali bahwa Al-Masih adalah Firman Allah. Berikut ini adalah beberapa ayat Al Qur’an sebagai contoh:

  1. Surat An-Nisa” 171, “Sesungguhnya Almasih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya.”
  2. Surat Al Imran, Keluarga Imran: 39 “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan melahirkan seorang puteramu Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah…”
  3. Surat Al Imran 45, “Ingatlah ketika malaikat berkata: Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan kalimat dari padaNya (yakni seorang anak), namanya Almasih “Isa anak Maryam.” Terjemahan bahasa Inggeris menggunakan kata ganti “whose” menunjukkan kata ganti orang lelaki dalam bahasa aslinya Arab. Terjemahan bahasa Indonesia lebih mengena dengan menggunakan “yakni seorang anak” (whose) untuk “kalimat” (a word). Hal ini menunjukkan satu kenyataan bahwa “kalimat” yang digunakan di sini, bukan berarti kalimat dalam bahasa sehari-hari tetapi menyatakan seorang pribadi. Anda juga akan menemukan hal ini diterangkan dalam perkataan dari salah seorang sarjana Muslim (Al Shaikh Muhyi Al Din al “Arabi), yang berkata:” Kalimat adalah Allah dalam hakekatnya…dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi” ( dalam buku “Fusus al Hukm”, bagian II, hal.35). Dia juga berkata bahwa “kalimat” adalah pribadi ilahi (hal.13).

Bukankah hal ini sama benar dengan apa yang dikatakan mengenai Al-Masih dalam Injil Yohanes? “Pada mulanya adalah Firman (kalimat); Firman (kalimat) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (kalimat) itu adalah allah…Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia” (Yohanes 1:1,14). Terjemahan bahasa Arab dari ayat ini dalam kecocokannya dengan tulisan asli dalam bahasa Yunani) menggunakan istilah yang sama, “kalimat” dengan kata ganti orang ketiga yang menunjuk padanya. Kalimat menunjuk pada satu pribadi. Hal ini jelas dari perincian-perincian Yohanes: “Firman (kalimat) itu adalah Allah” dan Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia.”

KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG ROH KUDUS

Ada banyak ayat Al Qur’an yang menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah dan hal itu menyokong keterlibatan Al-Masih dalamnya. Hal tersebut nampak jelas seperti berikut ini: Surat Al Maidah 110, “Hai “Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan roh suci…., Engkau bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian (masih bayi) dan ketika dewasa.”

Sarjana theologia Al Shaikh Muhammad al Hariri al Bayyuni berkata, “Roh Kudus, adalah Roh Allah” (“Kitab al Ruh wa Mahiyyatuha,” hal.53).

Saudaraku, dari apa yang telah dipaparkan itu, baik dari kesaksian Al-Qur’an maupun teolog-teolog Islam tentang pengakuan iman Ketritunggalan yang kepadanya kami umat Kristen percaya, sesungguhnya telah menjadi jelas.

Pasal III
NAMA-NAMA TRITUNGGAL KUDUS

B a p a
A n a k
R o h K u d u s

NAMA-NAMA TRITUNGGAL KUDUS

Kita telah belajar dari pembahasan yang sebelumnya bahwa Kekristenan percaya pada satu Allah, yang ada di dalam Tritunggal; pribadi Allah, Kalimat-Nya dan Roh Kudus. Tritunggal ini mempunyai nama lain: Bapa (pribadi Allah), Anak (Kalimat Allah), dan Roh Kudus (Ruh Allah).

Beberapa orang yang tidak mengerti membuat sanggahan atas pemberian nama ini karena mereka beranggapan bahwa itu berarti memperanak dan hubungan seksual. Allah melarang Kekristenan dari pengertian demikian! Oleh karena itu kita perlu meluruskan maksud penamaan ini.

BAPA

Bagi umat Kristen arti dari kata Bapa, tidaklah mengandung arti ayah secara jasmaniah. Pertama, hal ini mengandung arti pelukisan. Allah adalah sumber dan Pencipta semua makhluk. Karenanya Dia disebut Bapa dari semua ciptaan, khususnya ciptaan yang berakal budi. Seperti yang dikatakan oleh nabi Musa, “Bukanlah Ia Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan engkau? (Ulangan 32:6) atau seperti kata nabi Yesaya, “..Ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami!” (Yesaya 64:8). Dalam Perjanjian Baru Paulus menyatakan “bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu dan untuk Dia kita hidup” (I Korintus 8:6). Kata bapa dalam konteks ini dinyatakan dalam banyak cara sama dengan dalam Bahasa Arab “Bapa penuh rahmat” (Abu al Khair Abu al Barakat) dan “Allah Bapa” (Abu al Fadl), dll. Kesemuanya ini tidak dapat dipahami dari sudut hubungan jasmaniah atau hubungan orang tua tetapi dari sudut metapor (lambang).

Kedua, ada terkandung pengertian hukum. Dalam kasus mengangkat anak, kata bapa tidak berarti bahwa seorang bapa tersebut memperanakkan anak angkat tersebut, tetapi ia menerimanya sebagai anak dan memberikan kepadanya semua hak-hak menurut hukum. Dia memandang dirinya bertanggung jawab dan berkewajiban kepadanya seperti seorang bapa sesungguhnya. Rasul Paulus membicarakan hal ini, “Tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu Anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru; “ya Abba; ya Bapa”!” (Roma 8:15) dan dalam Galatia 4:5, ia menggunakan istlah “supaya kita diterima menjadi anak.” Dengan demikian kebapaan Allah dalam mengangkat kita sebagai anakNya didasarkan atas hak-hak ilahi yang legal.

Ketiga, ada pengertian pokok. Ini merupakan arti yang hanya dapat ditujukan pada Tritunggal Allah. Biarlah Dia ditinggikan! Sebagaimana sebuah kalimat keluar dari mulut, anak keluar dari Bapa sebelum dunia ini dijadikan. Al-Masih yang adalah Anak telah menjadi manusia melalui Maria yang diberkati karena Dia yang dari mulanya adalah roh dari Allah yang Roh adanya. Hal ini dinyatakan dalam Injil Yohanes, “Dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14). Al-Masih melihat Allah sebagai BapaNya, dalam keunikan ini, satu arti penting yang tidak dapat diterapkan pada siapa saja. “Tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya” (Matius 11:27).

Akhirnya, ada terdapat pengertian rohani. Sesudah Allah mencurahkan RohNya dalam hati semua orang percaya melalui AnakNya, mereka dilahirkan kembali, suatu kelahiran rohani. Mereka diyakinkan dan bertobat oleh pribadi yang sangat bersahabat, yakni Roh ilahi. Orang-orang percaya ini “Orang-orang yang diperanakkan bukan dengan darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” (Yohanes 1:13). Al-Masih yang telah mengajarkan kita untuk berseru, “Bapa kami yang di sorga. Dikuduskanlah namaMu.” (Matius 6:9). Bukanlah hak setiap orang untuk menyebut dirinya anak Allah dan menyapa Allah sebagai Bapanya, kecuali ia telah mendapatkan pengangkatan anak yang legal. Pengurapan Roh Kudus menyatakan kepada kita nama Allah Bapa. Kami tidak percaya pada kebapaan Allah dari pengertian jasmani, tetapi dalam kemurnian kekudusan, kami percaya pada kelahiran Al-Masih dan turunnya Roh Kudus dan pemenuhan-Nya pada orang-orang percaya.

ANAK

Apabila kita mengatakan bahwa Al-Masih adalah Anak Allah, tidak berarti bahwa Al-Masih datang dengan cara lewat hubungan perkawinan. Anak tidak dimaksudkan sebagai satu hubungan jasmani atau kelahiran melalui hubungan suami isteri. Kami hanya dapat mengatakan Al-Masih adalah Anak Allah untuk menunjukkan bahwa Dia sesungguhnya datang dari Allah. Dia tidak dihubungkan dengan bapa jasmani karena Dia dihubungkan kepada Allah. Istilah anak sebagai mana digunakan pada bahasa yang lazim, dalam Al Qur’an, dan dalam pembicaraan yang bersifat nubuat tidak menunjukkan keturunan jasmani.

Anak dalam Bahasa yang lazim.

Dalam banyak ungkapan bahasa, istilah anak tidak digunakan untuk menunjukkan keturunan jasmani. Sebagai contoh, kita sering mengatakan para siswa sebagai anak-anak pengetahuan; warga negara sebagai putera bangsa; seorang Mesir sebagai anak Nil dan seorang Arab sebagai anak gurun.

Anak sebagaimana digunakan dalam Al-Qur’an.

Istilah anak kadang-kadang digunakan dalam Al-Qur’an tidak dengan pengertian keturunan jasmani.

Surat Al Baqarah 215 – “Apa-apa yang kamu nafkahkan dari harta, maka untuk dua orang ibu bapa, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang berjalan.” Para penafsir berkata bahwa orang-orang berjalan (Ibn Al Sabil) menunjukkan pengembara. Al Iman Al Nasafi dan Shaikh Hasanayn Makhluf berkata, “Dia disebuat seorang pengembara (Ibn al Sabil) untuk yang tetap mengembara di jalan.” (Al Nasafi, Commentary (Tafsir) bagian!. Hal.86 dan Shaikh Hasanayn Makhluf, “Sufuwwat al Bayan li Ma ani al Kuran” bagian 1.Hal.80).

Anak dalam Tradisi Muslim.

Dalam satu tradisi Muslim yang berasal dari Allah (Hadis Kusdsi), dinyatakan, “Orang kaya adalah agen-agenku dan orang miskin adalah anggota keluargaku (putera-puteraku).” Apakah dengan begitu kita artikan bahwa Allah beristeri dan memperanakkan anak-anak yang adalah orang miskin?! Tentu saja tidak!

Oleh karena itu, istilah putera Allah tidak berarti hasil hubungan dalam pengertian manusia, tetapi ungkapan ini dimaksudkan untuk sifat atau hubungan Al-Masih dengan Allah, dan sama sekali bukanlah ketidak-setiaan atau mempersekutukan dengan Allah. Karena keanakan berasal dalam kebapaan Allah. Allah adalah Bapa dan Al-Masih adalah Anak, hanya dalam satu cara yang khusus, dengan arti yang unik yang tidak dapat diterapkan pada yang lain.

ROH KUDUS

Seperti yang baru saja dibahas, Roh Kudus adalah Roh Allah dan disebut dalam Al Qur’an dalam banyak tempat.

Surat Yusuf 87 – “Sesungguhnya tiadalah yang berputus-asa daripada rahmat Allah, melainkan kaum kafir.” Terjemahan dalam bahasa Inggeris nampaknya lebih tepat. “Do not despair of Allah”s spirit; none but unbelievers despair of Allah”s spirit”, yang dapat diterjemahkan sebagai “Janganlah mendukakan roh Allah, melainkan kaum kafir yang mendukakan roh Allah”.

Surat Al Bakara,87 dan 253 – “Kami berikan kepada Isa anak Maryam beberapa keterangan, ..dan kami kuatkan dia dengan ruh suci..”

Al Imam al Nasafi berkata “dengan Roh Kudus artinya, roh yang dikuduskan …..atau nama Allah yang akbar” (Al Nasafi, Tafsir bagian I, hal.56).

Surat Al Maidah 110 – “Hai “Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan ruh suci.”

Al Sayyid “Abdul Karim al Djabali ber- kata tentang Roh Kudus bahwa Roh Kudus itu tidak diciptakan, dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal dan yang kekal hanyalah Allah sendiri (Madjallat Kulliyyat al Adab (Magazine of the Colledge of Arts) 1934.

Al Shaikh Muhammad al Harira al Bayyumi berkata, “Roh Kudus adalah Roh Allah dan Roh Allah tidak diciptakan (“Al Ruhwa Mahiyyatuha” – The Spirit and Its Nature – hal.53).

Inilah Tritunggal kudus dalam Allah yang mahaesa yang kepadanya kami percaya, dan di sinilah rahasianya dengan menamakannya sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Bapa adalah nama dari kebapaan Allah yang hakiki.
Anak adalah nama dari Kalimat (Firman) Allah yang sudah menjelma menjadi manusia.
Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.

Pasal IV
TRINITAS PALSU

Trinitas dari Sekte Maryamiyya
Sikap orang Kristen terhadapTrinitas palsu
Sikap Islam

Paham Trinitas Sekte Maryamiyya

Sebelum Islam dimulai pada abad ke 5 Masehi, satu paham yang sesat telah muncul. (Satu paham yang sesat adalah satu ketidak-benaran dan ajaran yang aneh dari seorang kafir atau sesat). Penganut paham ini berasal dari orang kafir yang memeluk agama Kristen. Sebagai orang kafir mereka biasanya memuja planet Venus dan menyebutnya “ratu surga”. Setelah memeluk agama Kristen mereka berusaha mempersekutukan apa yang disembah mereka dahulu dengan paham Kristen. Mereka menganggap Mariam sebagai “ratu surga” sebagai ganti Venus. Demikianlah mereka menamakan diri penganut-penganut paham Maryam. Mereka kemudian percaya bahwa ada tiga allah: Allah, Maryam dan Al-Masih.

Sikap Umat Kristen Terhadap Trinitas Palsu

Gereja Kristen langsung berjuang menentang aliran sesat (bidat) ini sesaat ajaran itu muncul, menentang ajarannya, dan mencabut mereka dari persekutuan iman dan mengucilkan semua pengikut-pengikutnya. Di akhir abad ke 7 Masehi, paham ini telah dihapuskan dan penganut-penganutnya lenyap seluruhnya. Gereja menegaskan lagi keyakinannya yang paling kudus bahwa Maryam hanyalah seorang manusia dan bukan dewi. Gereja terus menerus menegaskan bahwa Allah itu satu adanya, satu dalam hakekat, yang berfirman (kalimat), dan hidup dalam Roh. Firman (kalimat) Allah tinggal dalam tubuh Al-Masih. “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia yang menyatakan diriNya dalam rupa manusia” (I Timotius 3:16).

Sikap Dari Islam

Tatkala Islam muncul pada abad ke VII mereka juga mendapatkan beberapa pengikut paham Mariamis sebelum paham ini lenyap seluruhnya. Islam menentang keras paham mereka dan trinitasnya (yang bukan Trinitas Kristen). Hal ini jelas dari ayat-ayat berikut ini:

Surat Al Maida 116 – “Ingatlah ketika Allah berfirman; “Ya “Isa anak Maryam, adakah engkau katakan kepada manusia; Ambillah aku dan ibuku menjadi Tuhan, selain dari pada Allah.?”" Sudah jelas bahwa penolakan disini dimaksudkan menentang pengikut sekte Mariam yang mengatakan bahwa Maria adalah satu dewi, yang juga disangkal oleh Kekristenan.

Surat Al An”am 101 – “Yang menciptakan langit dan bumi. Bagaimanakah akan ada bagi-Nya anak, sedang Dia tidak mempunyai isteri?” Demikian juga, ayat ini ditujukan pada penganut paham Mariam yang mengajarkan bahwa Maria adalah satu dewi, bahwa ia menjadi isteri Allah, dan melalui dia Allah memperanakkan seorang anak.

Surat Al Ikhlas 1-4, “Allah yang dituju untuk (meminta hajat). Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (berbapa). Dan tidak ada satupun yang menyerupaiNya. Ini merupakan jawaban terhadap paham Mariam yang yang berintikan “Adanya tiga allah” – Bapa, ibu dan anak, dan anak disini merupakan hasil hubungan jasmani.”

Surat Al Maidah 73 – “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah, (Tuhan) yang ketiga dari tiga. Padahal tak adalah Tuhan, kecuali Tuhan yang Esa.” Hal ini menegaskan apa yang sudah dikemukakan dan bantahan terhadap inti ajaran Mariam – tentang adanya tiga allah!

Anda dapat melihat dengan jelas melalui bahasan ini bahwa sebenarnya Islam tidak menyerang keyakinan Kristen bahwa Allah adalah Esa. Dia mempunyai satu sifat, menyampaikan Firman (Kalimat), hidup dalam Roh, seperti yang dikemukakan Al Qur’an, “Sesungguhnya Al-Masih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya, ..beserta roh dari pada-Nya” (Surat An-Nisa” 171). Tetapi Islam menyerang trinitas yang lain, yakni trinitas paham Mariamis. Mereka menyerang yang memandang Maria yang diberkati itu sebagai dewi yang melahirkan Al-Masih dengan cara hubungan jasmaniah setelah Allah menikahinya.

Kekristenan sangat membenci dan sungguh-sungguh menentang pemikiran ini dan mengucilkan pengikut-pengikutnya. Karena dasar keyakinan Kekristenan, yakni percaya pada satu Allah dalam satu Ketritunggalan; Bapa, Firman (Kalimat) dan Roh Kudus.

Pasal V
CAHAYA KARUNIA

Bukti Roh
Pengelompokan dalam Kegelapan
Karunia Ilham
Kasih yang Berkelimpahan
Cahaya Iman
Bukti Yang Agung

BUKTI ROH

Pembaca yang budiman, sejauh ini pembahasan telah disampaikan dengan bukti-bukti yang logis dan masuk akal dalam melihat kebenaran Ketritunggalan dan monotheisme dalam iman Kristen. Dengan kata lain, hikmat manusia telah digunakan sebagai dasar pembahasan. Namun, rasul Paulus memperlihatkan kepada kita bahwa iman tidak hanya oleh hikmat manusia, tetapi adalah bukti dan kuasa roh. Dia berkata, “Baik perkataanku maupun perbuatanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan tetapi dengan keyakinan akan kekuatan roh, supaya iman kamu jangan tergantung pada hikmat manusia, tetapi kepada kekuatan Allah” (I Korintus 2:4,5). Oleh sebab itu maafkanlah saya, sahabat yang budiman, karena istirahat sejenak dalam menggunakan hikmat manusia dan perkenankanlah saya menyampaikan kepada anda tentang bukti dari roh dan kuasa. Bukti dari roh terletak dalam hati dan bukan dalam akal budi. “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Iman hati adalah akibat dari kasih karunia yang menerangi hati manusia dan memberikan kepadanya rahasia iman, kasih Allah, dan karya-Nya yang akbar bagi dia. Hal inilah yang menjadikan Dia mengambil rupa manusia dan berjalan menuju Kalvari, memikul salib yang hina itu untuk menebus orang-orang berdosa seperti saya ini. Saudara yang budiman, tahukah anda bahwa Tuhan telah siap untuk menyinari hati anda agar menyatakan kepada anda kemuliaan-Nya, karena Dia sungguh mencintai anda tanpa memandang dosa-dosa anda, kejahatan anda, dan penghujatan anda kepadaNya. Ia telah siap untuk mengampuni, memaafkan dan melupakan dosa-dosa anda. Datang saja kepadaNya dalam pertobatan dan penyerahan diri. Serahkanlah hati dan hidup anda kepadaNya. Anda dapat yakin sepenuhnya bahwa Dia tidak akan menolak anda. Dia berkata dalam janji-Nya yang benar, “Barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37). Datanglah kepadaNya dan buanglah semua dosa anda di hadapan-Nya, dan Dia akan menyucikan anda dari semua dosa anda. “Dan darah Al-Masih, anakNya itu menyucikan kita dari segala dosa” (I Yohanes 1:7). Berdoalah padaNya, “Oh Tuhan, angkatlah kegelapan dari hatiku; terangilah langkahku; tunjukkanlah kepadaku jalanMu; lindungilah aku dari yang jahat, agar tidak menggangguku.”

Saudara yang budiman, selanjutnya saya akan memaparkan beberapa kenyataan rohani yang saya harap akan digunakan Allah untuk menyelamatkan jiwa anda dan akan menjadi satu berkat untuk hidup anda. Amin.

PENGELOMPOKAN DALAM KEGELAPAN

Tidak dapat disangsikan bahwa percaya pada akal budi saja untuk mengerti kenyataan-kenyataan iman adalah mustahil. Ilham ilahi berkata, “Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit – apa yang dapat kau lakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati – apa yang kau dapat ketahui? (Ayub 11:7-8).

Bagaimana mungkin satu pikiran yang terbatas ini mengerti Allah yang tidak terbatas? Orang berbudi berkata, “Engkau menyelidiki Tuhan yang mengatur segala yang ada tetapi engkau tidak akan pernah memahami rahasia hikmat-Nya, karena engkau tidak akan pernah mengetahui dalamnya hati manusia, dan pikiran-pikirannya, karena itu bagaimana engkau menyelidiki Allah yang mencipta segala yang ada dan bagaimana engkau mengetahui rencananya dan mengerti pikiran-pikiranNya?” Kata-kata rasul Paulus menegaskan, “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?” Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya? (Roma 11:34-35). Seandainya ada beberapa orang yang tidak menyadari hal ini, maka mereka akan tersesat dari iman dan hilang dalam kegelapan pekat. Berikut ini beberapa contoh dari bidang filsafat, Kekristenan dan Islam.

Filsafat
Filsafat berdasarkan pikiran dan membicarakan hal-hal yang abstrak, sebab itu kita temui pertentangan-pertentangan dan perbedaan-perbedaan di antara usaha para filsuf (ahli pikir) itu sejak berabad-abad lamanya. Di antara filsuf-filsuf itu ada orang beriman ada yang tidak beriman. Pemikir bangsa Inggeris Carlyle (1795- 1881) merupakan satu contoh dari pengelompokan manusia dalam kegelapan pikiran manusia. Mulanya Carlyle adalah seorang beriman. Kemudian ia membaca filsafat Hume dan lain-lain yang bersifat skeptis. Dia diyakinkan oleh pandangan-pandangan mereka dan imannyapun lenyap. Sementara ia masih berkemauan untuk menyelidiki dan meneliti dengan cermat, dia membaca Shiller, Goethe dan Fichte dan dicegah oleh pandangan mereka, ia berubah sikap dan kembali pada iman. Setelah kembali pada iman, Carlyle menjadi yakin akan kenyataan kekal ini, yang telah dibuktikannya melalui pendalaman dan penyelidikan yang panjang: “Pikiran bukan lagi sumber pengetahuan yang benar, dan hati telah menjadi sumber itu.” (Yusuf Karam, History of Modern Philosophy, hal.322).

Kekristenan
Banyak penganut aliran sesat, yakni orang-orang yang telah meninggalkan iman Kristen, ingin memusatkan kenyataan-kenyataan iman pada ukuran akal budi. Mereka membuang diri mereka pada satu keadaan yang sungguh berbahaya. Mereka adalah Arius, Makedonius dan Nestorius. Arius tidak menerima kemungkinan penampakan Allah dalam satu tubuh manusia. Ia menyangkal akan keilahian Al-Masih. Kemudian bapak-bapak gereja dan seluruh pimpinan gereja dari seluruh dunia mengadakan satu sidang dan membicarakan masalah ini berdasarkan ajaran-ajaran Kitab Suci. Mereka menghukum dan membuang Arius. Mereka menolak ajarannya karena bertentangan dengan iman.

Islam
Banyak sekte-sekte muncul dalam Islam dengan kepercayaan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Al Khawaridji, Al Shia dan Al Nusayriyya menganggap Ali ibnu Talib menjadi allah.

Al Djabriyyah, Al Mutazila dan Al Kadariyya menyangkal kwalitas Allah. Al Asha”ira al Mutridiyya, Al Zaidiyya, al Imamiyya dan al Isma”iliyya, berkata bahwa dunia ini mempunyai dua direktur. Direktur pertama adalah Allah dan yang kedua adalah jiwa, dan mereka mengijinkan masalah-masalah di luar hukum.

Al Baha”iyya memandang pemimpin mereka adalah Baha”Allah, suatu allah. Kaum Druz menganggap “Al Hakim bin “Amir Allah al Fatimi” sebagai allah.

Bukankah ke semuanya ini menyatakan bahwa akal budi sangat membutuhkan cahaya rahmat dan cahaya iman?

KARUNIA ILHAM

Tidak seorangpun yang sanggup mengenal Allah dengan kekuatan, akal budi atau hikmatnya sendiri. Masalah ini sangat membutuhkan pernyataan ilahi agar dalam kegelapan pikirannya, manusia dapat mengetahui rahasia yang tersembunyi dari terbatasnya pikiran manusia. Beberapa filsuf memahami pentingnya rahmat ini dan menyebutnya teori pencerahan. Seorang filsuf pernah berkata: “Adalah mungkin mengenal Allah dengan mensyukuri terang dari Allah. Allah adalah guru yang tersembunyi. Dia adalah terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap manusia di dalam dunia ini.” (Yusuf Karam, History of European Philosopy in the Middle Ages, hal.32).

Alkitab membicarakan dua masalah ini: ketidakmampuan manusia dan kebutuhan akan ilham. Alkitab menggambarkan ketidakmampuan akal budi memahami hal-hal ilahi dalam kitab Ayub. “Tingginya seperti langit – apa yang dapat kau lakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati – apa yang dapat kau ketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera” (Ayub 11:8-9). Ayub juga berkata, “Selidikilah Tuhan, penguasa segala yang ada, maka engkau tidak akan mengerti rahasia hikmatNya…. Bagaimana engkau menyelidiki Allah dan dan mengetahui pikiranNya dan memahami rancanganNya. “Rasul Paulus berkata: “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya! Sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya!” (Roma 11:33-34). Sesungguhnya sudah jelas bahwa manusia tidak mampu mengenal hal-hal mengenai Allah.

Kita sangat membutuhkan rahmat ilham itu atau “terang Allah” untuk mengungkapkan kepada kita rahasia hikmatNya, seperti yang dikatakan dalam Alkitab, “Dan memberitakan kepadamu rahasia hikmat” (Ayub 11:6).

Saudaraku yang budiman, Allah siap untuk menyatakan diriNya kepada anda. Anda dapat melihat hal ini dalam doa Al-Masih, “Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Matius 11:25). Barangkali anda dapat menangkap dari doa ini bahwa cahaya rahmat dinyatakan pada orang sederhana yang digambarkan sebagai “orang kecil”. Mereka yang rindu memahami rahasia-rahasia tersebut dengan akal budi dan hikmat tidak akan mencapai pengertian. Allah Bapa telah menyatakan rahasia iman ini kepada rasul Petrus. Petrus berkata, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup,” dan Al-Masih menjawabnya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan hal itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga” (Matius 16:16-17).

Saudaraku, Al-Masih sendiri bersedia menyatakan sifatNya kepada anda dan menyatakan rahasia iman. Dia berkata, “Dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu” (Lukas 10:22). Anak menyatakan rahasiaNya dengan murah hati kepada rasul Paulus. Paulus berkata, “Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Al-Masih” (Galatia 1:12).

Roh Kudus dalam rahmatNya yang penuh sekarang ini sedang giat dalam dunia menyatakan jalan iman kepada setiap orang, agar ia dapat menikmati persekutuan rahmat dan mengenal Tuhan dengan baik. Hal inilah yang dijelaskan rasul Paulus dengan berkata, “Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis: “Ada yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Karena kepada kita Allah telah menyatakan oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara mereka yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasehati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Al-Masih” (I Korintus 2:6-16).

Ayat-ayat ini menjelaskan kepada anda satu pokok yang sangat penting dan mendasar; adalah perlu mengubah manusia duniawi menjadi manusia rohani supaya dia dapat menerima dan mengetahui seluk beluk Allah. Mohonlah kepada Tuhan untuk menginsafkan anda dan menyatakan diriNya kepada anda, dan pasti Dia akan menjawabnya karena Dia rindu agar semua manusia diselamatkan dan sampai pada pengenalan akan kebenaran.

KASIH YANG BERKELIMPAHAN

Seorang filsuf yang terkenal berkata: “Manusia tidak mampu dengan kekuatan alamiahnya untuk mencapai sifat Allah, tetapi Allah, Dialah yang menarik manusia datang kepadaNya dan membangkitkan membangkitkannya pada satu kecemerlangan yang tidak dapat dipahami oleh akal budi” (Yusuf Karam, History of European Philosophy in the Middle Age, p.54). Kenyataannya tidak seorangpun dapat datang kepada Allah kecuali ditarik olehNya.

Seperti yang dikatakan Al-Masih, terpujilah namaNya, berkata, “Tidak seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa.” Ketika puteri Salomo mengetahui rahasia ini ia berseru, “Tariklah aku dibelakangmu, marilah kita pergi cepat-cepat” (Kidung Agung 1:4). Tuhan menarik kita pada diriNya dengan kasih dan sayangNya. Ketika jiwa manusia teringat akan kepenuhan kasih Allah untuknya, maka ia akan diliputi sukacita oleh kasihNya; rasul Yohanes berkata, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (I Yohanes 4:19).

Belumkah anda sadar akan kasih Allah yang telah dikerjakan bagi anda? Rasul Paulus berkata, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Al-Masih telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Kasih telah menyebabkan Dia mengambil satu tubuh manusia dan berjalan di jalan menuju Kalvari, sambil memikul salib, untuk membayar semua hutang saya dan anda. Hukuman dosa yang selayaknya menjadi bagian kita adalah maut. Dengan satu rahasia rohani yang mulia, Al-Masih memasuki kubur yang menakutkan itu dan memadamkan api yang menyala-nyala, dan membukakan pintu harapan kepada kita dan jalan kemuliaan. Ketika Dia mengalahkan kuasa maut dan rantai dosa melalui kebangkitanNya, Dia pergi membawa kasih yang agung untuk menyiapkan satu tempat bagi kita dalam kerajaanNya yang akan diberikannya dengan senang hati kepada kita (Lukas 12:32). Kekasih itu akan segera datang menjemput kita, “Supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:2-3).

O, kasih ilahi! Sungguh satu hak istimewa yang besar telah diberikan kepada kami dan martabat mulia telah di berikan, dan dengan kasih yang luhur engkau telah menarik kami. Saudaraku, anda tidak akan mengenal Allah kecuali melalui kasih. Ibadah bukanlah sekedar ajaran-ajaran, keyakinan, teori atau tugas-tugas agama, tetapi itu adalah kasih yang sungguh pada tingkat yang tertinggi. Allah bukanlah satu “gambar” yang dibuat atau dikhayalkan oleh pikiran-pikiran manusia. Dia tidak dapat disimpulkan oleh orang soleh dan analisa akal budi dengan teori-teori para ahli pikir (filsuf) dan ahli-ahli teologia dalam batas-batas pandangan dan pengertian mereka. Tetapi seperti yang dikatakan oleh rasul, “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (I Yohanes 4:16). Sudahkah hati anda diikat dengan kasih Allah? Sahabatku yang budiman, janganlah disusahkan oleh teori-teori dan perdebatan-perdebatan, tetapi cukup melakukan apa yang dikatakan orang kudus Agustinus, “Mengasihilah dan lakukanlah apa yang anda kehendaki, karena Allah itu kasih adanya”.

CAHAYA IMAN

Apabila kasih karunia menerangi hati manusia, dia akan diterangi oleh cahaya iman. Tidaklah mungkin bagi manusia mencapai iman yang benar tanpa terang kasih karunia, seperti yang ditegaskan Alkitab dalam Yesaya 60:1-3, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaannya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit atasmu.”

Rasul Paulus berkata, “Sebab Allah yang berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!” Ia juga yang membuat terangNya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Al-Masih” (II Korintus 4:6).

Demikianlah kasih karunia bersinar dan Saul diterangi dengan cahaya iman, dan kemudian dia menjadi rasul Paulus, pemikir Kekristenan.

Kasih karunia juga bersinar dalam hidup Shaik Mikha”il Mansur. Selanjutnya merupakan ringkasan tentang apa yang ditulis oleh adiknya, Shaikh Kamil Mansur tentang dia. Mikha”il, anak Mansur, dilahirkan di kota Suhadj pada bulan Maret 1871. Ia menerima pendidikan agama dari pemimpin-pemimpin agama. Sesudah pendidikan ini dia menghabiskan setiap malam menyelidiki rahasia-rahasia ilahi.

Pada tahun 1893 ia mendapatkan satu ide untuk membahas agama Kristen, dan memohon ijin dari guru besarnya untuk bersoal jawab atau berdebat dengan umat Kristen; tetapi dia tidak diijinkan, karena takut nantinya mahasiswa ini akan menjadi besar kepala dan sombong. Pada akhirnya ia memulaikan juga perdebatan dan soal jawab dengan orang-orang yang mengerti agama, dan perdebatan seringkali begitu panjang dan hampa. Satu hari ada seorang berkata kepadanya, “Setiap orang seharusnya memohon bimbingan Allahnya, dan saya sarankan anda untuk memohon kepada Allah untuk membimbing anda pada kebenaran,” tetapi dia menghina kata-kata ini dengan mengatakan kepadanya, “Apakah saya ragu dengan iman saya? Mustahil!” Namun setelah meninggalkannya, ia merenungkan apa yang disarankan orang itu untuk dilakukan, “saya sarankan anda memohon kepada Allah untuk kebenaran.” Kasih karunia Roh Kudus mulai bekerja dalam hatinya. Tingkat keraguan imannya berkembang pada tingkat sehingga ia nampak sebagai seorang yang diganggu karena gangguan jiwa. Ia nampak pucat dan mulai menyerahkan dirinya membaca Kitab Suci, mencari kebenaran ilahi….Sesudah satu jangka waktu, tanda-tanda kesenangan dan sukacita nampak diwajahnya karena cahaya Penebus telah mengalahkannya dan matahari kebenaran telah menerangi jiwanya.

Al-Masih dengan dalam kemuliaan nampak kepadanya dalam kasihNya yang luar biasa, prinsip-prinsip yang agung, dan keindahan ajaran-ajaranNya. Dia belajar bahwa hanya Al-Masih jalan, kebenaran dan hidup, dan manusia adalah berdosa, bodoh, dan diperhamba, dan hanya dapat diselamatkan oleh Al-Masih. Ingatan saya telah melupakan banyak hal. Namun, saya tidak dapat dan tidak akan melupakan kesukaan yang luar biasa yang memenuhi hatinya, kebahagiaan yang luhur yang terpancar dari wajahnya, dan air mata yang membasahi pakaiannya karena kesukaan yang luar biasa itu, sewaktu pertama kali saya bertanya kepadanya tentang Injil. Benar sekali untuk mengatakan bahwa pada awalnya, saya sendiri merasa malu dengannya, terkadang saya mohon orang lain mendoakannya, agar dia dapat berubah dan berbalik lagi. Sering saya mencari orang-orang pintar dan terpandang dalam pendidikan untuk dibawa kepadanya agar mereka dapat menyadarkan dia kembali. Pernah juga saya menemui beberapa dukun untuk melayani dia. Tetapi yang saya temui bahwa dia tetap teguh bagaikan gunung tinggi dalam Al-Masih, dan menemukan bahwa setiap aniaya dapat ditanggung dalam kasihNya. Saya terus dengan sungguh mempertimbangkan apa rahasianya. Saya tahu dengan pasti bahwa dia tidak mempunyai maksud duniawi. Kesetiaannya kepada Kekristenan telah jelas bagi saya; dan demikian juga, saya menemui diri saya di dorong untuk meminta Kitab Injil darinya, demikianlah ia memberikannya dengan suka-cita. Kami bersyukur kepada Allah karena telah memakai dia membimbing banyak orang berdosa, dan yang pertama di antara mereka adalah saya sendiri, bagi kemuliaan Penebus itu.”

BUKTI YANG AGUNG

Apabila manusia ditarik oleh kuasa kasih karunia pada lipatan iman, maka dia tidak lagi membutuhkan satu bukti atau satu bukti logis untuk menguatkan kebenaran-kebenaran iman, karena kesaksian itu sudah ada dalam hatinya, karena ia menyadari bahwa Allah hidup dalam dia, dan Dia telah mengubah hidupnya. Ia tidak lagi mencari Allah di luar dirinya. Agustinus, seorang ahli pikir (filsuf) yang terkenal setelah menerima iman berkata, “Ya, aku telah menemukan dan memahamimu. O, betapa beruntungnya aku dan diberkatinya aku! Tadinya aku mencari engkau dari hal-hal yang ada di luar! Tetapi semuanya hampa, karena aku menemui engkau dalam jiwaku, dalam hatiku sendiri! Dan kini aku sedang memeluk Engkau dan melihat Engkau.” (Agustinus, Confessions).

Orang percaya (beriman) adalah dia yang telah melihat Tuhan dan dilingkupi Tuhan dalam hidupnya yang dibuatNya sungguh bertobat. Dia mengubahnya dari manusia yang penuh hawa nafsu, menjadi seorang yang rohani, kudus dan menarik. Orang percaya melihat Tuhan dalam hatinya yang sudah dibersihkan dari kotoran dosa, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (Matius 5:8). Sesudah pekerjaan kasih karunia, iman bukan lagi sekedar iman akal budi yang mempercayai hal-hal yang tidak kelihatan, yang kekurangan kenyataan dan bukti, tetapi adalah satu iman dari pengalaman, yang mengubah srigala menjadi seekor anak domba; inilah bukti nyata yang paling akbar dari kebenaran iman itu.

Pengalaman orang Saleh Musa al Aswad.

Orang saleh Musa al Aswad adalah pembunuh sadis dan pemimpin dari satu kelompok bandit yang kafir. Kasih karunia mulai menerangi hatinya. Kemudian ia menemui seorang bijaksana, orang beriman yang sudah tua dan berkata kepadanya, “Saya dengar bahwa bapak adalah penyembah Allah yang benar; itulah sebabnya saya lari dan menemui bapak, agar Allah yang telah menyelamatkan bapak dapat menyelamatkan saya juga. Ceritakan dan jelaskanlah kepada saya tentang Allah itu.” Orang kudus itu bertanya, “Apakah Allahmu?” Jawabnya, “Saya tidak mengenal satu Allah pun kecuali matahari, sebab apabila aku memandangnya, saya temui bahwa ia menerangi dunia dengan sinarnya; termasuk bulan dan bintang-bintang, yang memiliki rahasia-rahasia aneh; juga lautan dan keperkasaannya…Tetapi kesemuanya itu tidak memuaskan jiwaku, dan saya tahu bahwa ada Allah yang lain yang lebih besar dari semuanya ini yang belum saya kenal. Saya berkata, “Ya, Tuhan! Yang hidup dalam surga, yang mengatur semua ciptaan, bimbinglah hamba kepadaMu sekarang juga, dan biarlah hamba mengetahui apa yang dapat memuaskanMu.” Itulah sebabnya saya menemui bapak, agar bapak dapat menjelaskan kepada saya dan mendoakan saya kepada Allah agar Dia jangan menurunkan murkaNya kepada saya karena perbuatan-perbuatan jahatku.”(Archives of the Coptic Museum, hal.496).

Orang saleh yang tua itu mulai memberitakan firman Allah kepadanya, dan mengatakan kepadanya tentang penghukuman, keselamatan dan kasih Allah pada orang-orang berdosa. Pekerjaan kasih karunia disempurnakan dalam hatinya, dan Tuhan menyinari hatinya, dan air mata pertobatan mengalir, dan wajahnya memancarkan cahaya iman. Musa al Aswad, seorang biadab, menjadi seorang saleh, salah satu di antara tokoh-tokoh iman yang besar.

Siapakah yang mengubah srigala ini menjadi seekor anak domba? Sungguh satu pekerjaan kasih karunia yang luar biasa. Siapakah yang membuat dia memahami iman? Allah menembusi hidupnya dan lewat jamahan tanganNya yang Maha Kuasa itu telah mengubah dia secara menyeluruh.

Pengalaman Jibran

Jibran dibesarkan dalam satu keluarga yang fanatik dalam agama dan ayahnya bertanggung jawab mengajarkannya asal mula agama. Sesaat sesudah ayahnya meninggal, pemuda ini membuang semua pantangan dari latar belakang ini dan terjun dalam kejahatan. Untuk mengatasi ini, keluarganya menempatkan dia pada satu asrama sekolah. Di sekolah itu ada seorang siswa bernama Mikhael, yang sungguh menderita dalam perlakuan Jibran. Ketika hari perayaan sekolah itu tiba, Jibran, karena ingin menyusahkan Mikhael, merencanakan untuk membuat dia mengangkat semua kursi yang dibutuhkan. Untuk itu ia membuat seolah-olah pimpinan sekolah yang memberikan perintah itu. Kemudian ia menemui Mikhael, dan ia melihat dia sedang melompati tembok sekolah dan masuk ke dalam hutan dekat sekolah itu. Menurut sangkanya, Mikhael ingin menghindari tugasnya. Karena itu ia membuntutinya, dan melihatnya memasuki satu tempat di mana ranting-ranting dibuat menjadi satu pondok kecil.

Dengan diam-diam Jibran bersembunyi dibalik pohon agar menemuikan rahasia dibalik pondok ini. Tiba-tiba ia melihat Mikhael menyalakan lilin kecil. Kemudian ia berlutut, dan Jibran mendengar dia berbicara dengan suara rendah. Lalu ia melihat dia mengeluarkan sebuah buku kecil dari kantongnya dan membacanya. Selesai membaca, Jibran melihat dia mengangkat wajahnya ke depan, dan dia melihat air mata mengalir dari matanya dan suaranya kedengaran seperti menangis. Sesudah itu ia mematikan lilin dan kembali ke sekolah. Jibran mengikutinya dari jauh.

Ketika Mikhael memasuki sekolah, Jibran membuntutinya dan mendekap kedua pundaknya dan bertanya kepadanya, “Dari mana kau?” Jawabnya adalah, “Tadi saya menyembah Tuhan saya.” Katanya lagi kepadanya, “Engkau pembohong. Aku melihatmu dan membuntutimu saat kau melompati pagar dan memasuki sebuah pondok kecil dan mulai bernyanyi dan membaca kitab kecil, dan engkau menangis. Ini tanda-tanda kesedihan.” Mikhael menjawab dengan cepat, “Saya tidak sedih, dan saya tidak bernyanyi, tetapi saya sedang bernyanyi untuk Tuhan. Apa yang saya baca adalah Injil. Sesudah itu saya berdoa kepada Tuhan saya untuk mengampuni dosa-dosa saya dan menolong dalam kehidupan saya.” Jibran berkata, “Dapatkah saya melihat Injil itu?” Dia memberikan Injil itu kepadanya, tetapi Jibran sudah belajar dari ayahnya bahwa orang yang menyentuh Injil dari umat Nasrani, maka tangannya akan lumpuh atau akan menjadi gila. Tetapi pemandangan yang baru saja disaksikan Jibran telah mendorong dia untuk mempelajari rahasia penyembahan ini yang mendorong manusia memasuki hutan dan menyembah. Dia menjepit Injil dengan jari-jarinya, sambil berpikir seandainya ia menjadi lumpuh, dia akan membuangnya dan menghindar dari bahaya. Tetapi dia tidak merasakan sesuatu dari apa yang telah diajarkan itu, dan ia mengambil Injil itu dan mohon izin Mikhael untuk membacanya. Jibran membaca Injil itu semalaman tetapi ia tidak dapat mengerti apa-apa.

Saat matahari terbit ia mendapatkan Mikhael dan membangunkannya dan bertanya tentang yang tidak ia pahami. Mikhael mulai menjelaskan, tetapi tetap saja Jibran tak dapat mengerti. Lalu Mikhael menutup kitab itu dan berkata kepadanya, “Secara singkat saya ingin katakan kepadamu tentang isi kitab Injil.” Kebenaran pertama – Manusia adalah berdosa. Anda dan saya juga orang berdosa.Kebenaran kedua – Hukuman bagi dosa-dosa kita adalah penderitaan kekal di neraka. Kebenaran ketiga – Karena kasih-Nya, Allah mengutus untuk menebus kita dari dosa, dan Dia telah disalibkan ganti kita. Kebenaran keempat – Jika anda percaya ini dan bertobat dari dosa-dosamu maka Tuhan akan menerima anda dan menyelamatkan anda dari api neraka yang kekal.

Kata-kata ini sederhana tetapi diurapi dengan kasih karunia dan disampaikan dari pengalaman. Di sinilah tangan Allah bekerja dalam hati Jibran, dan terjadilah mujizat. Wajah pemuda itu bersinar, dan dia berkata, “Saya percaya,” dan keduanya berdoa. Peristiwa dan pengalaman silih berganti dalam hidup dari Jibran yang sesakitan itu dan telah mengubah dia menjadi orang yang berhati lembut, hamba yang diberkati di ladang Tuhan. Ia telah menjadi berkat bagi banyak jiwa yang percaya dan orang lain.

Inilah pekerjaan ajaib dari kasih karunia dan bukti yang akbar dari kebenaran iman kita yang kudus. Kerinduan saya, agar Allah bekerja dalam hidup anda, sahabatku yang budiman, agar anda dapat menjadi seorang anak Tuhan Allah, dan menjadi seorang saksi setia bagi Tuhan yang telah mengasihi dan menebus kita dengan darahNya.

KESIMPULAN

Saudara yang budiman, barangkali anda telah menangkap arti dari Tritunggal kami umat Kristen. Barangkali juga anda sudah menjadi yakin bahwa kami tidak menyembah tiga allah. Kiranya dijauhkan itu dari kami! Kami hanya percaya kepada satu Allah, berada dalam diriNya, menyampaikan firmanNya (kalimatNya), dan hidup dalam RohNya. FirmanNya (kalimatNya) berdiam dalam Maryam yang diberkati dan telah mengambil darinya satu tubuh manusia, yakni Isa Al-Masih (Yesus Kristus), yang telah hidup di bumi kita ini, dan telah mengerjakan dengan sempurna keselamatan kita.

Dalam buku kami yang kedua tentang “Al-Masih Anak Allah”, kami akan membahas secara rinci tentang iman kami kepada Al-Masih yang hidup, dan rahasia inkarnasi (penjelmaan) ilahi. Buku yang kedua itu mirip seperti buku ini.

Saudara yang budiman, saya berdoa kepada Tuhan agar menjadikan terangNya bersinar dalam hati anda, untuk menyatakan kepada anda rahasia ajaib ini, karena hal-hal tentang Allah hanyalah bisa diselidiki oleh Roh Allah. Maukah anda untuk memohon kepadaNya, pertama-tama untuk menyadarkan anda, dan melayakkan anda menerima pekerjaan kasih karunia dalam hidup anda, agar anda boleh menjadi anak Allah, dan menjadi anggota dari sifat-sifat keallahan ini. Kemudian dengan Roh anda akan dapat memahami apa yang tidak dapat di pahami akal budi. Kiranya Allah melindungi dan menyertai anda!

Bahan Kajian
ALLAH YANG MAHA ESA DALAM TRITUNGGALKUDUS

Saudara yang budiman, manusia hanya dapat mengungkapkan dengan jelas dan mengatakan dengan mudah apa yang telah dipahaminya dengan baik. Bacalah buku ini dengan cermat dan sungguh. Agar dapat menilai pengetahuan anda tentang pokok yang penting ini, tuliskanlah semua yang ada dalam pikiran anda dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

Kalau anda berhasil menjawab 5 ujian yang berbeda, kami akan mengirimkan sebuah hadiah!

Tekan di sini untuk mengikuti ujian secara on-line

  1. Jelaskanlah bagaimana umat Kristen berhak mengatakan: Allah itu satu adanya.
  2. Mengapa keBapaan Allah tidak diartikan dalam hubungan jasmani tetapi keBapaan dalam arti rohani?
  3. Bagaimanakah Al-Qur’an menyaksikan keesaan Allah dalam iman Kristen?
  4. Jelaskanlah ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan kebenaran Ketritunggalan dalam Allah yang esa?
  5. Apakah arti nama Bapa dalam pengertian Kristen?
  6. Apakah arti perkataan “Allah mempunyai seorang Putera”?
  7. Siapakah Roh Kudus dalam iman Kristen?
  8. Trinitas manakah yang ditolak oleh Al-Qur’an dan Alkitab?
  9. Bagaimanakah anda ketahui bahwa akal budi manusia tidak mampu menerima secara spontan seluruh rahasia?

10. Apakah cara dan arti yang dapat menolong kita untuk memahami sifat Allah?

11. Mengapa Allah menyatakan diriNya kepada manusia?

12. Mengapa perlunya Allah menjadi manusia?

13. Bagaimana caranya Allah menyatakan diriNya kepada Skaikh Mansur?

14. Bagaimanakah seorang percaya dapat mencapai keyakinan dalam imannya kepada Allah dan pekerjaanNya dalam kita?

15. Bahaslah apa yang menurut anda pengalaman yang paling penting dari orang saleh Musa al Aswad.

16. Tuliskanlah beberapa kebenaran yang penting dalam pengalaman Jibran.

17. Tuliskanlah pendapat anda tentang seluruh kebenaran dari keesaan Allah dalam TritunggalNya yang kudus itu.

Tuliskanlah jawaban anda dengan jelas. Dan jangan lupa tuliskan nama dan alamat terang anda kemudian kirimkan segera kepada:

Jalan Al Rahmat
PO BOX 6892
Jakarta 13068
Indonesia

  • Share/Bookmark

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

40 Comments

  1. Coba lihat Konsili Nicea 325….
    kenapa kok diadakan rapat itu bos?
    jangan mengaburkan hal yang bingung menjadi lurus…..;)
    umat kristen banyak gak tau tentang konsili ini….

  2. jangan emosi deh ………….. walaupun konsili ini tidak ada …. itu tidak merubah apapun tentang keyakinan kami….

  3. @ron2—maaf bagiku agamaku dan bagiku agamamu…;) gak ada emosi2 disini…
    cuma aku pengen diskusi aj kok, konsili Nicea tahun 325 M itu kan sejarah orang2 umat kmu dahulu..
    . aku tidak akan memaksa anda berubah keyakinan…..;)
    kok ada konsili nicea itu kenapa? kalo emank itu asli?
    mengapa arius dikutuk dan dasarnya apa?
    kasihan kan, kalo arius itu benar, trus keyakinan sekarang ttg tritunggal itu bagaimana?
    boleh kmu tanyakan pendeta ato prof. di seminari kok…..:)

  4. @ ahhh …. si PELURUS lagi hehehehehe…….(tenag aja boz, gw ga bosen2 kok baca comment you yang ‘sedikit’ berbobot itu)

    Trinitas adalah doktrin (pengajaran) Kristen mengenai ketirtunggalan Allah. Kata ‘trinitas’ memang tidak ada (disebutkan secara eksplisit) dalam Perjanjian Baru, namun kita dapat memahami istilah trinitas ini dengan sangat jelas sekali pada peristiwa pembabtisan Yesus di sungai Yordan (Mrk.1: 9-11), hubungan Yesus dengan Allah Bapa dan Roh Kudus (Yoh.14: 7-10 dan Yoh.16: 13-14) dan perintah terakhir Yesus (Mat.28: 19). Konsep trinitas ini akhirnya dirumuskan pada Konsili Nicea tahun 325 M. Istilah trinitas dihasilkan oleh bapa-bapa gereja mula-mula untuk melawan doktrin-doktin bidat Gnostik. Allah yang Esa dinyatakan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus, kesemuanya adalah Allah tetapi setiap oknum dibedakan tersendiri.

    Allah bersifat jamak, tetapi Ia juga bersifat tunggal (satu). Kata Ibrani untuk ‘satu’ yang digunakan di sini dan berlaku bagi Allah adalah echad. Kata ini menunjukan kesatuan dengan elemen-elemen komponen. Dalam Kejadian 2: 24 , kata yang sama, echad, digunakan lagi: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu [echad] daging.” Kata ‘echad’ yang digunakan disini bukanlah kata untuk kesatuan yang mutlak tidak dapat dibagi, yaitu yachid. Kata Ibrani yang digunakan dalam ayat ini, echad, berlaku bagi pernikahan. Ini menggambarkan suatu kesatuan yang terdiri dari dua pribadi yang berbeda dipersatukan. Namun, dalam pemwahyuan Allah yang alkitabiah, bukan dua, melainkan tiga Pribadi yang disatukan untuk menghasilkan kesatuan (Esa), yaitu kesatuan di mana juga ada kemajemukan.

    Jadi, orang Kristen menyembah Tuhan yang Esa (monoteisme) bukan banyak tuhan (politeisme) dan pernikahan Kristen adalah pernikahan monogami bukan poligami. Pada masa jemaat mula-mula, orang-orang Yahudi menuduh kalau orang Kristen telah meninggalkan monoteisme karena menyembah Yesus dan agaknya pemikiran yang sangat keliru ini tampaknya juga melekat pada orang-orang Muslim.

    read more in http://faithbookz.blogspot.com

  5. buat PELURUS >>>>> jngan bosen-bosen nanya ya soalnya kami (orang Kristen) ga akan pernah bosen-bosen menjawab pertanyaan anda TAPI jangan bertanya tentang pertanyaan yang sudah DAPAT dijawab sejak 2000 tahun yg lalu…. please deh cari pertanyaan yang UP TO DATE ya.. tenang aja kami memaklumi kok ketidaktahuan anda. Gos bless u my lovely friend………………………………………..

  6. @fajaryehuda—-sadarkah pak pendeta fajaryehuda menulis ya?
    kok yang merumuskan tentang ketuhanan bapak bapak gereja?????
    kok tidak yang membawa ajaran alias yesus????
    kenapa kok baru dikonsilikan pada 325 M dirumuskan kalo ajaran itu dah benar dan diakui seluruhnya DARI AWAL???
    Dan saya baru tahu kata jamak digabung dengan single alias esa???
    jawab bapak pendeta yang mulia???

  7. istilah TRINITAS hanyalah sebuah kata lain untuk mewakili kata ibrani “ECHAD” yang memiliki arti KESATUAN yang terdiri dari komponen-komponen.
    Keesaan dalam Allah bersifat “ECHAD” hal tersebut sudah terlihat jelas dalam Alkitab (PL dan PB)
    KOnsili nicea tahun 325 diselenggarakan untuk menentang doktrin Arianisme yang bertentangan dengan ajaran gereja mula-mula, yaitu menyembah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Konsili itu sangat diperlukan sebagai peneguhan saja.
    Konsili itu hanya untuk meneguhkan karakter Allah yg telah dinyatakan dalam Alkitab, yaitu “ECHAD’
    Anda jangan salah mengerti. konsili tersebut BUKAN nya untuk menciptakan Tuhan yang Trinitas melalui rumusan-rumusan tertentu.

    1+1+1 = 3

    1x1x1 = 1

    Angka satu pada penjumlahan dapat kita diartikan sebagai “YACHID”
    TETAPI Angka satu pada perkalian dapat kita diartikan sebagai “ECHAD” (dalam penyataan Allah secara Alkitabiah, yaitu 3 Oknum)
    Jadi, kami menyembah SATU (Echad) Allah, yaitu Bapa, Anak (Yesus Kristus) dan Roh Kudus

    Kira-kira analogi sederhananya seperti itu pak……..

  8. @ PELURUS (tambahan)

    Jauh sebelum konsili Nicea thn 325,Jemaat kristen mula-mula sudah menyembah Yesus sebagai TUHAN dan sudah mengenal Bapa, Anak dan Roh Kudus.
    Waktu penulisan Kitab-kitab Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas) & Injil Yohanes sudah dimulai pada paro abad pertama sampai akhir abad pertama. Dan Paulus sudah akrab dengan Kitab-kitab Injil itu dan juga dengan para saksi mata yang kebanyakan masih hidup. Contohnya adalah komunikasi yang terjalin dengan baik antara Paulus dan Petrus.
    Konsili Nicea 325 adalah salah satu tindakan gereja yang solid dalam rangka merapatkan barisan guna menentang doktrin-doktrin bidat yang banyak muncul pada abad ke-2 (inilah roh-roh antikristus dan Yesus sudah menubuatkan sebelumnya bahwa akan banyak orang yang datang dengan memakai nama Yesus padahal sesungguhnya mereka adalah penyesat dan guru-guru palsu, serigala yang menyamar sebagai domba). Prinsip saya adalah serigala memang dapat menyamar sebagai domba tetapi suara serigala tidak akan pernah kedengaran seperti domba!!! Salah satunya adalah doktrin Arianisme yang menyangkal ketuhanan Yesus dan menolak Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebagai Allah yang Esa.
    Dalam abad modern ini, doktrin Arianisme secara tidak sadar telah diadopsi oleh sekte yang menamakan dirinya saksi Yehova.
    Banyak ajaran yang datang dengan menggunakan nama Yesus, tetapi cuma ada satu Yesus yang sejati
    YAITU Dia yang telah mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib untuk membayar dosa-dosa manusia, mati dan dikuburkan, dibangkitkan pada hari ke-3 dan naik ke surga. dan Yang akan datang kembali….
    Dialah TUHAN Allah Yang Maha Kudus.

  9. tambahan @ pelurus yg pinter.coba jwb postingan sy diartekel2 yg lain dunk,kan sy sdh berijawaban atas komentar2 anda diartikel yg lain jwb dunk aaaah kmu lemot nih.
    oh iya kamu nanya diatas kenapa bkn yesus saja yg ajari konsep keTuhanan tritunggal?
    ada koq pak di Alkitab di matius 28 ayat 19, “karena itu pergilah,jadikanlah semua bangsa muridKU dan baptislah mereka dalam nama Bapa,dan Anak dan Roh Kudus.
    penjelasan,ini bukan berarti 3 Tuhan,lihat Yesus hanya menunjuk ………..”nama”Bapa,Anak dan Roh Kudus itu cuma ungkapan,Spt Allah dlm islam dgn sifat2nya,saya kasih contoh lgi biar tambah pinter.
    nama saya,Muhammad Nuh,diantara teman2 sekolah mrk kenal/memanggil sy dgn nama Nuh, trus di kelompok pengajian saya dulu teman2 rumah memanggil saya dgn nama Muhammad,dikelompok sepakbola saya biasa dipanggil disebut si-kancil hitam krn ciri2 sy hitam dan cepat sekali berlari.
    lihat saja dengan nama apapun saya dipanggil dikalangan kerabat2 atau org2 yang kenal saya bila mereka mencari saya,tetap saja itu menunjuk kepada diri saya sendiri.jgn cm ngomong doank belajar lagi.

  10. yg byk belajar Alqurannya pak,ke -ILahian Allah dlm diri Yesus bkn berarti Allah itu manusia,dan membatasi diri Allah itu sendiri,Yesus memang jelmaan Allah,tapi disaat bersamaan dgn itu Allah yg Maha kuasa yang berada disurga dan mengawasi dunia ini tetap ada Dia tidak terbatas,Pada saat Yesus mati tdk berarti juga Allah pencipta dunia ini mati.coba lihat kisah para nabi dlm Alquran dimana Allah juga mengambil wujud sebuah Gunung,dan wujud api dlm semak saat berbicara kpd musa.apakah artinya Allah telah mengabaikan hal yg lain saat Dia mengambil/menggunakan media api/semak atau juga gunung/bukit saat berkomunikasi kpd musa.belajar lg pak.biar tambah pinter.Dia bisa jadi apa saja.karena ALLAH LUAR BIASA.

  11. [1+1+1 = 3

    1×1x1 = 1

    Angka satu pada penjumlahan dapat kita diartikan sebagai “YACHID”
    TETAPI Angka satu pada perkalian dapat kita diartikan sebagai “ECHAD” (dalam penyataan Allah secara Alkitabiah, yaitu 3 Oknum)
    Jadi, kami menyembah SATU (Echad) Allah, yaitu Bapa, Anak (Yesus Kristus) dan Roh Kudus

    Kira-kira analogi sederhananya seperti itu pak……..]

    [yg byk belajar Alqurannya pak,ke -ILahian Allah dlm diri Yesus bkn berarti Allah itu manusia,dan membatasi diri Allah itu sendiri,Yesus memang jelmaan Allah,tapi disaat bersamaan dgn itu Allah yg Maha kuasa yang berada disurga dan mengawasi dunia ini tetap ada Dia tidak terbatas,Pada saat Yesus mati tdk berarti juga Allah pencipta dunia ini mati.coba lihat kisah para nabi dlm Alquran dimana Allah juga mengambil wujud sebuah Gunung,dan wujud api dlm semak saat berbicara kpd musa.apakah artinya Allah telah mengabaikan hal yg lain saat Dia mengambil/menggunakan media api/semak atau juga gunung/bukit saat berkomunikasi kpd musa.belajar lg pak.biar tambah pinter.Dia bisa jadi apa saja.karena ALLAH LUAR BIASA.]

    Bapa+anak+rohkudus –> 1+1+1=3
    1x1x1x….x1=1 (karena sifat nya yang dihitung/karena namanya yang dihitung, lalu apakah yesus adalah sifat karena kalau sifat berarti tidak berwujud, padahal jelas yesus adalah manusia, di kandung, bayi, anak2, dan dewasa. misal: ketika Tuhan berwujud yesus maka tuhan akan menjadi dua bahkan tiga (karena seperti yang dikatakan muhammadnuh bahwa ketika yesus menjelma roh kudus pun mengawasi dunia dari surga)

    jadi lebih logis jika yesus itu adalah ciptaannya, jika masih belum juga logis kalau yesus itu adalah manusia dan tetap menganggapnya tuhan, mengapa sekarang masih ada trinitas, padahal tuhan itu menjadi dua bahkan tiga ketika yesus menjelma (menurut muhammadnuh). padahal sekarang yesus telah bergabung (bersatu dengan roh kudus?) di surga. jadi kalaupun masih tetap mau mengakui multi tuhan, maka sekarang yang harus dipercaya adalah dualitas.

    muhaemin_sidiq@yahoo.com

  12. @Muh. Nuh : Analogi yang menarik pak….GBU
    @Muh. Sidiq : Saya lihat anda bicara selalu mengenai logis dan tidak logis, mungkin anda memperdalam matematika ya? pak, anda mengakui Tuhan itu Maha Kuasa? apapun tentu bisa menjadi Logis kan? saya tidak perlu tuhan yang harus bersumpah demi benda lain (kuda, pohon, gunung dll) untuk meyakinkan umatnya (apakah tuhan harus selemah itu? gunung lebih hebat ya?) logis mana pak?

  13. @ Muh Sidiq.
    Anda mengutip coment saya tapi gak ngerti apa itu Allah yang ECHAD (Trinitas) ….
    Bapa, Anak (Yesus), Roh Kudus = Allah Yang Esa (ECHAD) bukannya berarti ada 3 Allah (politeisme),.

    Dalam pemahaman keesaan Bapa (oknum 1), Anak (oknum 2) dan Roh Kudus (oknum 3) dapat di jelaskan sebagai berikut:
    Pengertian YACHID adalah 3 Oknum berarti 3 Allah, tetapi
    pengertian ECHAD adalah 3 Oknum berarti 1 Allah (monoteis)

    menurut saya pemahaman Pak Muhammad Nuh tentang Trinitas sangat baik….
    Coba anda renungkan pak Sidiq……..imi sudah sangat logis loh…

  14. @BintangDaud: yang saya perdalam tidak hanya matematika, matematika hanya salah satunya, bahkan saya memperdalam metafisika, tetapi tidak seperti dukun yang dimuat kesaksiannya itu -yang bersekutu dengan setan seperti ketika nyantet orang-

    karena Tuhan (Allah SWT) itu Maha Kuasa lagi tidak dapat dipersamakan dengan mahluk ciptaaNya, maka tidak mungkin Tuhan mewajibkan manusia untuk mempercayai hal yang tidak logis.

    Allah bersumpah demi waktu, dan demi yang lainnya itu bukan menunjukkan bahwa Allah itu lemah, tapi memberikan penekanan bahwa yang dijadikan sumpahnya itu merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Anda kalau sumpah demi apa? pasti demi sesuatu yang penting dan atau besar. tidak mungkin ada orang yang mempercayai sumpah anda jika anda bersumpah demi sesuatu yang kecil atau hina. misal anda bersumpah Demi telapak sepatu anda, apakah akan ada orang yang mempercayai? jadi LOGIS MANA?

    @fajaryehuda: OK kalau anda belum mengerti,

    1+1+1=3 (YACHID)
    1x1x1=1 (ECHAD)
    1x1x1x1=1 (ECHAD)
    1x1x1x1x1x1x1x1x1x1x1x1x1x1x1…x1=1 (ECHAD)

    bapa + anak + rohkudus = kumpulan tuhan (YACHID) ?
    bapa x anak x rohkudus = Tuhan (ECHAD) ?
    bapa x anak x rohkudus x rohgentayangan = Tuhan (ECHAD)? (yesus dan roh gentayangan juga ciptaan roh kudus (dan bapa?))
    bapa x anak x rohkudus x fajaryehuda x besi x emas x ayam x kadal = Tuhan (ECHAD)?

    masih kurang logis?

    muhaemin_sidiq@yahoo.com

  15. @Muhaemin Sidiq
    {1+1+1=….
    1×1×1=…..
    1×1×1×1=….
    1×1×1×1×1×1×1×1×1×1×1×1×1×1×1…x1=….}

    dari mana anda bisa membuat quantiti 1 terhadap Yesus, Roh kudus , Allah, dll ? apa dasarnya?
    lalu apa yang di cari dari pertambahan maupun perkalian di atas?
    bukankan Allah itu tidak terbatas atau = 0?
    jadi seharusnya anda mencari hasil yang 0 itu kan?
    lalu apa kaitanya logika terhadap Tuhan yg Maha Esa , Maha pengasih & maha Penyayang ?
    tolong anda jelaskan lebih logis pak!! jika anda benar2 mengerti Tuhan itu .. kalau bisa tolong paparkan juga kesaksian hidup anda selama anda mengerti Tuhan itu secara jujur dan baik. agar setiap orang juga ikut memuliakan TUHAN.
    namun jika tidak, lebih baik anda tutup mulut. dan berdoa terlebih dahulu memohon agar Tuhan memberitau siapa , apa dan bagaimana anda seharusnya dan sebenarnya.

    saya ini hanya orang yg takut akan Tuhan dan akan terus jd hambanya
    dan sejauh yg saya refleksikan dalam hidup hingga saat ini:
    Tuhan memberikan kehidupan, rahmat, dan jalan keselamatan,
    Kehidupan ,jalan keselamatan,dan rahmat menjadi suatu anugerah yaitu anugerah yang tidak terhingga (meski baik atau buruk keadaannya)
    tidak terhingga adalah sama dengan 0
    0 yang tidak terhingga itu adalah sama dengan atau kembali padaTuhan

    jadi apakah anda sanggup menjelaskan Tuhan yg tidak terbatas itu dengan keterbatasan anda sebagai manusia?
    Trimakasih.

  16. @yana: kenapa = …? gak sekalian ditulis =1? :-)
    kenapa tidak anda tanyakan kepada fajaryehuda yang di atas menyatakan (Angka satu pada penjumlahan dapat kita diartikan sebagai “YACHID” TETAPI Angka satu pada perkalian dapat kita diartikan sebagai “ECHAD” (dalam penyataan Allah secara Alkitabiah, yaitu 3 Oknum) Jadi, kami menyembah SATU (Echad) Allah, yaitu Bapa, Anak (Yesus Kristus) dan Roh Kudus)?

    OK kalau mau bicara tentang 0 (nol), angka nol sendirian itu bisa diartikan tidak ada (gak percaya?), baru ketika angka lain atau nol dibagi oleh angka nol hasilnya menjadi tak terhingga (ini pelajaran SD!). jadi mengapa harus mencari nol (yang bisa diartikan tidak ada)? karena ketika bicara trinitas dan keesaan Allah yang dicari itu adalah keberadaannya (jika memakai angka nol dapat diartikan Tuhan itu tidak ada).
    tuhan itu esa = tuhan itu satu –> bisa memakai angka 1 untuk memudahkan anda mengenal bahwa tuhan itu hanya satu dan tuhan itu tidak berhimpun. jika tuhan berhimpun maka tuhan mana yang mempunyai kuasa lebih tinggi?

    apa kaitannya logika dengan Tuhan? manusia dberi akal dan fikiran juga nafsu, manusia harus menggunakan akal dan fikirannya untuk memahami apalagi meyakini suatu kebenaran, logika itu ada dalam fikiran manusia. jadi apakah anda tidak memakai fikiran anda untuk meyakini bahwa tuhan itu satu dalam tiga? apakah anda dilarang oleh pendeta anda untuk menggunakan fikiran dalam meyakini tuhan itu satu dalam tiga, seperti halnya ketika gereja mendukung pendapat bahwa matahari berotasi pada bumi? Alhamdulillah saya dalam Islam dianjurkan untuk menggunakan akal fikiran saya untuk memahami dan meyakini bahwa Allah itu hanya satu tiada berhimpun.

    apakah ketika harus meyakini berapakah dan siapakah tuhan itu anda harus terlebih dahulu memperoleh kesaksian orang lain? apakah kesaksian orang lain yang anda baca itu benar? apakah pemaparan saya di atas bukan kesaksian bahwa saya telah membuktikan bahwa Tuhan yang harus saya yakini itu hanya Allah saja. dan dengan kuasa-Nya dia memberi fikiran yang terang sehingga bisa meyakini bahwa hanya Allah-lah Tuhan saya.

    mau baca kesaksian saya tentang ke-Maha-an Allah? tanggal 2 Oktober 2006 sebelum saya melakukan perjalanan dengan menggunakan motor, sebelum menaiki motor saya membaca Bismillahirrahmanirrahiim… tepat ketika membaca basmallah tersebut saya sadar bahwa hanya Allah lah yang bisa menjaga keselamatan saya. di tengah perjalanan, di sebuah belokan tajam sebuah mobil dengan kecepatan tinggi bertabrakan dengan motor yang saya tunggangi, saya tidak dapat menghindar karena mobil itu memotong jalur jalan saya. ketika akan bertabrakan saya hanya pasrah, dan semua menjadi gelap. beberapa detik kemudian saya sadar, saya telah duduk di tengah jalan tanpa ada luka sedikit pun, tanpa ada rasa nyeri sedikitpun, sedangkan motor saya rusak parah, mobil penyok2 dengan ban depan dan belakang pecah. dari peristiwa itulah keyakinan saya bertambah bahwa dengan berserah diri kepada Allah saya bisa selamat dari peristiwa yang hampir tidak mungkin selamat.

    ya kasih sayang Allah tiada berhingga, demikian juga kuasanya, tapi jika anda menyatakan tak berhingga sama dengan nol anda harus balik lagi belajar ke bangku SD. atau setidaknya anda harus mengulang membaca lagi penjelasan saya dari atas. masih kurang logis?

    muhaemin_sidiq@yahoo.com

  17. Apakah tuhan anda menganugerahkan fikiran yang begitu terbatas hingga hanya meng-idem-kan pemikiran bahwa tuhan itu satu dalam tiga?

    akal dan fikiran manusia yang terbatas seperti akal dan fikiran saya ini ternyata masih mampu untuk menjelaskan, memahami, dan meyakini bahwa tuhan itu hanya Allah SWT, yang tiada berhimpun, tidak beranak, dan tidak diperanakan.

    akal dan fikiran manusia tidak akan sanggup untuk menghitung berapa banyak kasih sayang Allah yang telah diberikan kepada setiap mahluk baik hidup maupun mati walau hanya satu detik, ketika itulah akal dan fikiran manusia terbukti keterbatasannya.

    muhaemin_sidiq@yahoo.com

  18. (OK kalau mau bicara tentang 0 (nol), angka nol sendirian itu bisa diartikan tidak ada (gak percaya?), baru ketika angka lain atau nol dibagi oleh angka nol hasilnya menjadi tak terhingga (ini pelajaran SD!). jadi mengapa harus mencari nol (yang bisa diartikan tidak ada)? karena ketika bicara trinitas dan keesaan Allah yang dicari itu adalah keberadaannya (jika memakai angka nol dapat diartikan Tuhan itu tidak ada).
    tuhan itu esa = tuhan itu satu –> bisa memakai angka 1 untuk memudahkan anda mengenal bahwa tuhan itu hanya satu dan tuhan itu tidak berhimpun. jika tuhan berhimpun maka tuhan mana yang mempunyai kuasa lebih tinggi?)

    mmm pelajaran sd ya?? 0 = tidak ada ? oww ….. ckkkkk.. suatu saat pasti ada orang bisa mnjawab pertanyaan ini dengan lebih logis… ga tau knp saya terdengr pernyataan itu seperti mendengar anak sd jawab soal ..heheh..maaf ni ya .. saya cm nanya, orang nanya karena belum paham toh..^^

    ok makasi sudah dijawab..saya terkesan saya nanya lagi neeh kan anda mengerti Tuhan…jgn salahin saya nanya bnyk2 yaa … saya kan jg pengen tau lebih banyak tentang Tuhan, mumpung ada yg bisa jelasin. ^^.

    1 lg ,sejak kapan anda tau Tuhan itu berkuasa dan dimana letak kekuasaannya & mengapa ia mau berkuasa ?

    {apa kaitannya logika dengan Tuhan? manusia dberi akal dan fikiran juga nafsu, manusia harus menggunakan akal dan fikirannya untuk memahami apalagi meyakini suatu kebenaran, logika itu ada dalam fikiran manusia. jadi apakah anda tidak memakai fikiran anda untuk meyakini bahwa tuhan itu satu dalam tiga? apakah anda dilarang oleh pendeta anda untuk menggunakan fikiran dalam meyakini tuhan itu satu dalam tiga, seperti halnya ketika gereja mendukung pendapat bahwa matahari berotasi pada bumi? Alhamdulillah saya dalam Islam dianjurkan untuk menggunakan akal fikiran saya untuk memahami dan meyakini bahwa Allah itu hanya satu tiada berhimpun.}

    maaf saya bukan nasrani maupun muslim saya hanya orang yg percaya Tuhan apa adanya .. jd jgn bawa2 nama imam dsb. saya berfikir namun saya berfikir yg wajar dan sederhana saja bahwa saya + Tuhan = cukup. segala yg saya lakukan dari berfikir , belajar, bekerja, segalanya saya pasrahkan padaNya. apapun yg saya terima saya berusaha itulah yg terbaik. sebab saya sudah percaya padaNya untuk apa saya permsalahkan lagi.

    nanya lagi ni mas…dalam Islam dianjurkan untuk menggunakan akal fikiran…akal pikiran yg seperti apa itu akal bulus, akal-akalan, atau fiktor tau fikiran yg gmana? jelasin dong …. sapa tau saya dpt wawasan ni untuk memahami Tuhan. ^^ mengapa aka pikiran aja? indra yg laen gak? trus islam itu apa menurut anda ?

    {{akal dan fikiran manusia yang terbatas seperti akal dan fikiran saya ini ternyata masih mampu untuk menjelaskan, memahami, dan meyakini bahwa tuhan itu hanya Allah SWT, yang tiada berhimpun, tidak beranak, dan tidak diperanakan.}}

    pertanyaan berikutnya ,tolong jelaskan lebih banyak lagi mengenai Tuhan itu ,jika anda bersedia anda kan mengerti Tuhan , …

    jgn salahin saya nanya mulu ya…cz anda bilang2 sih kalo mampu menjelaskan Tuhan..^^

  19. @ Muh. sidiq

    Dalam pengertian ECHAD yg alkitabiah.
    Bapa, Anak dan Roh Kudus bukan artinya ada 3 Allah karena adanya 3 Oknum yg berbeda. TETAPI…
    Bapa, Anak dan Roh Kudus artinya ada 1 (esa) Allah dengan 3 Oknum yang berbeda.

    Saya menggunakan angka 1 hanya sebagai PERUMPAMAAN yg mewakili 1 Oknum dalam Trinitas.
    Lagipula, website ini juga telah membahasnya secara gamlang dalam artikel diatas.

  20. @yana: maaf kalau saya membuat pernyataan yang menurut anda seperti anak SD, saya hanya mencoba menjelaskan angka nol bagi orang yang belum mengerti angka nol. apakah ketika anak SD bertanya angka nol lalu di jelaskan seperti penjelasan professor akan lebih mengerti daripada diterangkan oleh guru SD-nya?

    sekali lagi saya tekankan kalau angka nol itu sendirian, tanpa ada angka dan atau operator lain, dia itu tetap nol, tidak bernilai, tapi coba anda lihat angka nol setelah angka satu, angka nol itu menjadikan angka satu itu bernilai puluhan, dan selanjutnya…

    sejak kapan saya tahu tuhan itu berkuasa? saya tahu tuhan itu berkuasa semenjak saya bisa berfikir, mengapa semenjak saya bisa berfikir? karena keimanan itu tidak akan bisa dinilai dengan kepercayaan terhadap dongeng. letak kekuasaan tuhan itu di segala hal, bukan hanya dalam diri saya, dalam diri anda juga ada. bukti kecil yang sangat kecil, coba anda fikirkan bagaimana mata anda bisa berkedip, tanpa kuasa-Nya mata anda tidak akan bisa berkedip, coba kalau anda tidak bisa berkedip pasti mata anda akan rusak. Allah berkuasa bukan atas kemauannya, tapi karena sifat-Nya yang Maha Kuasa, ketika bicara bahwa dia itu Maha Kuasa, jika Allah itu ada beberapa, maka akan timbul pertanyaan siapa yang paling kuasa?

    maaf kalau saya seperti menganggap anda nasrani, dan saya tidak akan mempertanyakan lagi siapa tuhan anda, yang jelas, saya maupun anda, dan yang lainnya percaya bahwa tuhan itu ada. saya hanya sharing, tidak bermaksud memojokkan seperti yang dilakukan oleh siaranalhayat.com ini.

    akal dan fikiran itu harus digunakan untuk kebaikan, dimana untuk kebaikan tersebut, akal dan fikiran harus mengesampingkan nafsu karena nafsu akan membawa anda untuk menggunakan akal bulus, akal-akalan, bahkan fiktor…. akal dan fikiran akan bisa jalan dengan atau tanpa alat indera, buktinya seorang yang tidak mampu mendengar, tidak mampu melihat, tidak mampu mengecap masih mampu berfikir dan menggunakan akalnya. Islam menurut saya dalam bahasa singkat adalah jalan keselamatan di dunia dan akhirat dengan mengikuti semua aturannya.

    Tuhan itu ada, karena terbukti bahwa tuhan itu ada, namun jangan harap anda bisa membuktikan keberadaannya dengan melihat sosok tuhan karena tuhan itu tidak dapat dipersamakan bentuknya dengan ciptaannya (jadi bohong kalau ada seseorang bukan nabi bisa bertemu tuhan apalagi tuhan itu muncul dalam bentuk manusia bahkan roh bima). tuhan itu ada tidak berawal dan tidak berakhir, apalagi tuhan itu mati. tuhan menyayangi semua mahluk ciptaannya, tapi tuhan hanya memberi kasih bagi pengikut-Nya. Tuhan Maha pengampun tapi tidak berarti tuhan itu harus bersusah payah dikandung, bayi, dewasa, disalib, dan bangkit lagi untuk menebus dosa manusia. masih banyak hal yang bisa dikatakan untuk menjelaskan tuhan.

    @fajaryehuda: lalu siapa yang paling berkuasa dari tiga oknum tersebut? kapan diadakan rapat tuhan yang dihadiri tiga oknum? ketika yesus sedang di bumi berarti ia mangkir dari rapat di surga?

    muhaemin_sidiq@yahoo.com

  21. @MUH. SIDIQ
    lalu siapa yang paling berkuasa dari tiga oknum tersebut? kapan diadakan rapat tuhan yang dihadiri tiga oknum? ketika yesus sedang di bumi berarti ia mangkir dari rapat di surga?[MUH. SIDIQ]

    FAJAR YEHUDA MENJAWAB:
    1. Merekalah Sang Penguasa yg Esa!
    2. Kata yang tepat bukan RAPAT tetapi PERSEKUTUAN. Satu sama lain menyatu dalam satu persekutuan yang ilahi dan abadi yaitu KASIH.
    3. Ketika Yesus diutus Bapa ke dunia, persekutuan-Nya dengan Bapa dan Roh Kudus terus berlangsung berlangsung dalam kekekalan dan tidak dapat oleh ruang dan waktu. KECUALI ketika Yesus disalibkan di kayu salib. Ia merasa Bapa meninggalkan-Nya dan Roh Kudus diam terhadap-Nya. Mengapa Yesus merasa seperti itu? Merasa bahwa seolah-olah persekutuan-Nya dengan Bapa terputus???

    Saudaraku Muh. Sidiq…. hal itu karena DOSA.
    DOSA merupakan pemisah antara manusia dengan Allah.
    Oleh karena Yesus menanggung DOSA umat manusia di atas kayu salib maka Ia merasa seolah-olah Bapa meninggalkan-Nya seorang diri. Persekutuan BAPA, ANAK DAN ROH KUDUS terpisah sementara oleh karena DOSA umat manusia.

    Bukankah dalam kitab Kejadian kita membaca bahwa hubungan Adam dan Hawa dengan Allah hancur dan terputus oleh karena DOSA? Bukan Allah yang telah meninggalkan manusia tetapi manusia lah yang telah meninggalkan Allah.

    Sejak saat itu, MUSTAHIL untuk manusia menghampiri Allah TETAPI adalah MUNGKIN bagi Allah untuk mengahampiri manusia. Oleh sebab itu Allah mau datang ke dalam dunia dalam Pribadi Yesus Kristus untuk memulihkan hubungan yg telah hancur dan rusak itu.

    Kenapa 2000 tahun yg lalu, Allah mau datang kedalam dunia sebagai manusia, dipermalukan, dihina, diejek, diludahi, dianiaya, mati disalib,,,,,,,,,? itu semua karena CINTA KASIH-Nya kepada manusia.

    Namun DIA bangkit dari kubur dan kembali kepada Bapa di Sorga dan sebelum itu DIA mengutus Roh Kudus untuk tinggal di dalam hati orang yang percaya dalam nama Yesus Kristus.

    DOSA bukan hal enteng yg bisa dihapus hanya dengan perbuatan baik.
    Kalau seandainya dosa dapat dihapuskan dengan perbuatan baik lalu kemanakah DOSA yang selalu kita perbuat dalam hati dan pikiran kita????
    Bukankah upah DOSA adalah MAUT (neraka)
    DOSA adalah hal yg sangat serius dan mematikan. Hanya Allah sendiri yg dapat membereskannya melalui Yesus Kristus.

  22. @muhaemin sidiq yg pintar dan kukasihi.
    saya kutip pernyataan anda sedikit dibwh ini:
    .
    “…………..Allah bersumpah demi waktu, dan demi yang lainnya itu bukan menunjukkan bahwa Allah itu lemah, tapi memberikan penekanan bahwa yang dijadikan sumpahnya itu merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Anda kalau sumpah demi apa?……”
    KOMENT :Jika Allah bersumpah itu sdh jelas , bahwa Dia lemah,anda bertanya jika kita sumpah demi apa?
    ya Demi Tuhan….untuk pembelaan kita akan pernyataan kita, karena Tuhan lah Yg Paling Tinggi dari apapun.DIA MAHA TINGGI.jadi dia tdk perlu bersumpah demi apapun.
    ayat2 yg menunjukkan ALLAH bersumpah di alquran itu jelas karangan manusia,bukan Firman Tuhan.sebab Dia takkan menjatuhkan KredibilitasNya sendiri.

    “Tuhan itu ada, karena terbukti bahwa tuhan itu ada, namun jangan harap anda bisa membuktikan keberadaannya dengan melihat sosok tuhan karena tuhan itu tidak dapat dipersamakan bentuknya dengan ciptaannya (jadi bohong kalau ada seseorang bukan nabi bisa bertemu tuhan apalagi tuhan itu muncul dalam bentuk manusia bahkan roh bima). tuhan itu ada tidak berawal dan tidak berakhir, apalagi tuhan itu mati. tuhan menyayangi semua mahluk ciptaannya, tapi tuhan hanya memberi kasih bagi pengikut-Nya. Tuhan Maha pengampun tapi tidak berarti tuhan itu harus bersusah payah dikandung, bayi, dewasa, disalib, dan bangkit lagi untuk menebus dosa manusia. masih banyak hal yang bisa dikatakan untuk menjelaskan tuhan.”

    KOMENT :
    anda tidak percaya alquran anda sendiri yaa bahwa ALLAH itu hebat dan bisa hadir dimanapun dlm bentuk apapun.anda bilang …….jgn harap bisa melihat, sosok Tuhan karena Tuhan tdk bisa dipersamakan dgn CiptaanNya.
    byk baca lagi alqurannya
    jelas di surat 20,27,28.(kisah Musa As)
    Allah menemui musa dan berbicara padanya dlm wujud api, sembunyi di balik pepohonan.
    dari dlm wujud itu Dia memanggil Musa dan berkata ….sesungguhnya Aku inilah TuhanMU,tiada Tuhan selain Allah.jelaskan dan hubungkan dgn pernyataan anda.

    Anda juga tidak tahu karya ALLAH bagi manusia,oleh karenanya anda berkata demikian, “……bahwa masih byk hal yg bisa dikatakan untuk menjelaskan Tuhan.”
    Tuhan mati ????yg mati itu bukan Tuhannya pak,tp sisi manusianya yaitu Yesus,ini adl simbol ,hanyalah lambang yg menggambarkan Tuhan mati,ini adl rangakaian cara ALLAH mengajarkan manusia, bahwa sebenarnya ALLAH turun kedunia org mati, untuk mengalahkan maut, mengalahkan si jahat iblis yg membawa manusia terjerumus bersama dia.Allah tdk pernah mati.
    jadi segala hal ttg diri Yesus,ttg pengajarannya, dan hal2 yg Dia alami.segala sesuatunya adl krn,
    Diri Yesus, sosok Yesus itu Dipakai Allah untuk menjelaskan/mengajarkan KaryaNya, keselamatan bagi manusia.
    sebab ALLAH adl tegas dan tdk bisa menarik Perkataannya/firmanNya sendiri ,yg menyatakan bahwa manusia pasti mati, sebab mati itu sesungguhnya adl hukuman,
    spt ayat di alquran.Al Ankabuut 29:57
    “Tiap2 yang berjiwa akan merasakan mati.kemudian kpd Kami kamu akan dikembalikan.”
    Maryam 19:71-71
    “Dan tidak seorangpun daripadamu,melainkan mendatangi neraka.hal itu bagi Tuhanmua adl suatu kemestian yg sdh ditetapkan………………………….”

    sejak manusia pertama kali (adam)jatuh kedlm dosa, maka ALLAH menghukum manusia.
    tp …………….krn Dia mengasihi manusia sehingga Dia mencari cara menyelamatkan manusia, salah satunya mengirim nabi2Nya,utusan2Nya, dgn syariat2 dgn hukum2,ajaran2Nya.
    jadi apapun yg ada dlm kitab suci alkitab muapun alquran itu,mengenai Yesus atau Isa,
    Dia betul Gambaran ALLAH,lambang kekuasaanNya,melalui Diri Yesus itu Allah menjalankan Misinya menyelamatkan manusia.
    jadi skenario ALLAH demi menyelamatkan Umatnya,Dia jalankan melalui perantaraan Yesus.
    sekali lagi Alkitab selalu mengatakan dan mengajarkan bahwa ALLAH itu satu dan Esa, bukan Tiga spt tuduhan Islam selama ini.
    spt Di 1 timotius 2:5, 1 korintus 8 : 4-6. dan markus 12:29.
    Yesus lah pengantaraan ALLAH dgn manusia,Dia Almasih,juruselamat.bukan almasih2 lain yg ada diluar alquran,krn alquran hanya memberi satu gelar Almasih yaitu pada Isa.
    jadi bgm ALLAH itu bekerja menyelamatkan Umat manusia? Dia mengerjakan melalui perantaraan Yesus.
    anda harus belajar byk memahami alkitab.
    supaya anda mengerti kenapa perlu ada Yesus di dunia Ini, dan kenapa perlu ada penyaliban.

    bapa + anak + rohkudus = kumpulan tuhan (YACHID) ?
    bapa x anak x rohkudus = Tuhan (ECHAD) ?
    bapa x anak x rohkudus x rohgentayangan = Tuhan (ECHAD)? (yesus dan roh gentayangan juga ciptaan roh kudus (dan bapa?))
    bapa x anak x rohkudus x fajaryehuda x besi x emas x ayam x kadal = Tuhan (ECHAD)?

    masih kurang logis?

    KOMENT :
    Saya sendiri sebetulnya tidak suka penerapan logika-logika, karena Dia ALLAH yg maha tinggi tdk bisa di samakan dgn angka2,atau penjelasan yg meng-andai2-kan Dia dgn sesuatu.Dia ALLAH tdk dpt di bandingi.
    tp logika diatas sungguh memalukan dan menyudutkan.
    jika dilihat kisah2 Musa di alquran.bisa juga ada logika spt Ini
    Gunung x Bukit x Api x semak = ALLAH
    betul?

  23. Allah itu terlalu besar untuk dimengerti oleh logika manusia.
    Otak manusia yang kecil mana bisa memahami Allah yang Maha Besar?
    Kecuali Allah sendiri yang membukakan siapa Dia kepada Manusia.

    Kalau mengerti siapa itu Allah saja sulit,
    pasti sulit mengerti Allah Tritunggal

  24. Otak manusia terbatas dan mau membahas Allah yang tidak terbatas dengan logikanya yang terbatas, mana mungkin.
    Tidak akan mungkin membahas Allah Tritunggal dengan logika manusia, apalagi matematika.

  25. Siapa Bapa…?
    Siapa Yesus…?
    Siapa Roh…?

    please donk dijelaskan pada saya

  26. @m.Nuh……….Tuhan anda repot banget ya,pake nyaru jadi manusia untuk mengampuni manusian yang dia sendiri ciptakan…….????????????????????????coba bayangkan,tuhan yang empunya langit dan bumi,repot2 turun kebumi untuk jadi manusia trus disalib oleh manusia lalu bangkit lagi jadi tuhan…ribeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet……..baru kali ini liat tuhan buang2 waktu kayak gak ada kerjaan….

  27. @fajaryehuda: Namun DIA bangkit dari kubur dan kembali kepada Bapa di Sorga dan sebelum itu DIA mengutus Roh Kudus untuk tinggal di dalam hati orang yang percaya dalam nama Yesus Kristus. (ini kutipan tulisan anda)……….coba anda perhatikan betul2….disitu ada 2 oknum atau 1 onkum?????????klo 2 jadi siapa diantara mereka yang menjadi Tuhan sebenarnya…….Klo kamu masih menganggapnyasatu Oknum berarti kamu berbakat jadi pendongeng

  28. kok gak ada yang koment lagi ni………jangan 2 nama2 diatas wujudnya dari satu orang aja ya…hehehehehehehehe

  29. Saya mau bertanya nih… Buat smuanya aja deh..

    Sebenarnya Al-quran itu turunnya dalam bentuk apa sih? dalam bentuk kertas atau bentuk wahyu untuk nabi yang kemudian yang diserukan oleh nabi? Koq sampai ada perintah untuk baca segala? brarti awal turunnya dalam bentuk tulisan donk? bener gak sih?

    Setahu saya klo nabi-nabi yang sudah ada, semua wahyunya dalam bentuk penglihatan atau langsung diberitahu oleh Allah sendiri kepada nabi tersebut, kemudian baru ditulis kedalam sebuah media tulis (bisa batu, daun, kertas, dsb)….

    apakah semua ayat Alquran yang turun selalu dalam bentuk tertulis? klo tidak, kenapa terjadi inkonsistensi spt demikian?

    Bukankah akan lebih mudah bagi Allah untuk menurunkan wahyu-Nya dari awal dalam bentuk penglihatan kepada nabi tsb, kmudian nabi tersebut baru memberitakan kepada orang-orang lain dan kemudian orang yang mendengar itu yang menuliskan apa yang dikatakan nabi?

    Agak membingungkan juga sih….

    Thx…

  30. Tingkah laku muhammad yang menikah puluhan kali, bahkan ada pernikahan yang mengundang kontroversi (bertentangan) dengan Alquran yang telah diwahyukan Allah pada saat itu sehingga turun lagi wahyu Alquran yang khusus memberikan keistimewaan kepada muhammad tentang pernikahan… Kemudian Statement dari para muslim mengatakan bahwa muhammad memiliki banyak istri karena untuk menolong dan mengangkat derajat wanita-wanita yang yang dinikahinya… Padahal ada sebagian diantara istri muhammad dinikahi dalam keadaan yang sangat tertekan (dalam tawanan perang), atau sebelumnya telah memiliki suami yang sah, kemudian dengan ayat Alquran yang baru maka muhammad dapat menikahi mereka dengan sah….

    Trus klo dikatakan lagi, poligami lebih baik dari pada berbuat zinah… menurut saya muhammad juga sering bersetubuh dengan budak-budak yang dimilikinya, apakah ini juga bukan tindakan tercemar dan zinah?

    -Apakah orang-orang terlalu takut untuk mengkritik muhammad karena muhammad adalah seorang nabi?

    -apakah mereka takut akan diintimidasi oleh muhammad dan pengikut2nya? (karena kita ketahui bersama bahwa di dalam Alquran bahwa pembangkangan terhadap nabi bisa dikatakan sebagai kafir).

    -apakah Alquran dapat dijadikan pembenaran yang sah atas tindak-tindak kejahatan (pembunuhan dan perampasan) yang dilakukan olah muhammad dan pengikutnya (kalo bisa, hal ini sangat bahaya)? sedangkan saja muhammad sendiri sering melanggar ayat Alquran yang dikeluarkan pertama kali dan kemudian baru muncul pengecualian untuk dirinya (atau sebelum dia telah melanggar, maka turun ayat pengecualian, sehingga dia tidak dikatakan melanggar)…

    Menurut saya dengan sistem turunnya ayat-ayat Alquran yang sepenggal-sepenggal akan sangat menguntungkan muhammad dan pengikutnya untuk mencapai kepentingannya sendiri. Karena jika ada ayat-ayat pengganti di dalam Alquran, maka Alquran dapat disamakan dengan UU yang ada di Indonesia yang seringkali menggunakan sistem trial & error untuk menemukan hal yang lebih baik. Jika UU yang ini tidak baik atau ada yang kurang maka dapat direvisi sewaktu-waktu.

    Apakah ayat-ayat tentang puasa yang ada di dalam Alquran diturunkan pada saat awal mereka melakukan puasa? apakah muncul lagi ayat tentang puasa yang menyempurnakan ayat-ayat sebelumnya? misal : seperti Sangsi untuk hubungan sex pada siang hari bulan puasa adalah yang bersangkutan harus berpuasa 40 hari secara berturut-turut. kalo dia tidak mampu maka dia harus memberi makan kepada fakjir miskin selama 40 hari Apakah sanksi itu sudah ada sejak awal puasa diatur dalam Alquran?

    Menurut saya Alquran dapat sangat disanksikan kebenarannya…. apalagi jika ada ayat yang mengatakan (mengutip dari perkataan anda):
    “MUhammad telah diampuni oleh Allah swt, kesalahan yang sudah maupun yang belum diperbuatnya”
    Tidakkah anda pernah mempertanyakan dalam hati anda tentang kebenaran ayat ini?

    Menurut saya Allah telah ceroboh telah memberikan muhammad, Alquran dengan ayat yang turun sepenggal-sepengal, dan kecerobohan yang terbesar adalah menurunkan sebuah ayat yang sangat memberikan kesempatan yang sangat besar untuk muhammad mempersalahgunakan kepercayaan itu dengan ayat yang sangat ampuh yaitu “MUhammad telah diampuni oleh Allah swt, kesalahan yang sudah maupun yang belum diperbuatnya” Artinya semua dosa dan kesalahan muhammad akan diampuni, apapun itu baik sekarang maupun yang akan datang…

    Dengan adanya ayat itu muhammad bisa saja selama ini telah banyak membuat ayat-ayat Alquran demi kepentingannya sendiri, mulai membenarkan tindakannya yang kejam tehadap orang-orang yang dianggap kafir (padahal di dalamnya juga terdapat orang ahli2 kitab, tapi masih saja orang2 itu disebut kafir). Pernahkah anda bertanya “mungkinkah ada ayat Alquran yang muncul dari dalam benak muhammad sendiri?” karena Allah telah memberi kendali penuh muhammad terhadap alquran (tentunya dengan didukung ayat super itu)? Kenapa Allah sangat mengurusi kehidupan rumah tangga dan kepuasan utusannya dengan ayat-ayat suciNya itu? Bukankan telah dikatakan bahwa ayat Alquran itu untuk semua manusia (termasuk muhammad), kenapa muncul pengecualian untuk muhammad (yang pada halnya hanya manusia biasa)?

    Apakah anda juga pernah bertanya kenapa ayat Alqura tidak berhenti diturunkan selama muhammad masih hidup (maksudnya knpa koq tidak berhenti sebelum 10/5/3/dsb tahun muhammad meninggal)? kenapa tidak diturunkan seluruh ayat-ayat untuk mengatur sesuatu, knpa selalu ada ayat lain yang mengikuti? hal ini bisa membuat orang yang hidup pada jaman itu bingung dengan peraturan yang berubah-ubah (sama kaya UU di negeri kita ini).

    Pernahkah anda bertanya seperti demikian? muhammad = Alquran?

    Maaf untuk menyambung komentar saya di atas…

    Intinya menurut saya, setelah munculnya ayat “MUhammad telah diampuni oleh Allah swt, kesalahan yang sudah maupun yang belum diperbuatnya”, Allah tidak akan bisa mencegah muhammad untuk menggunakan Alquran sebagai senjata untuk mencapai tujuan dan kepentingan pribadi dirinya sandiri. Karena dosa apapun yang dilakukan muhammad (termasuk menggunakan Alquran sebagai jalan pentas mencapi tujuannya) pasti akan diampuni oleh Allah (ditambah lagi di dalam Alquran dikatakan bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji atau sumpahnya)…. Hal ini adalah kesempatan besar bagi muhammad untuk BERTINDAK SEBAGAI ALLAH melalui Alquran, karena tidak ada yang akan tahu jika ada ayat Alquran yang merupakan buatan muhammad, meskipun Allah Maha Tahu, ALLAH TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA SELAIN MEMAAFKAN DOSA MUHAMMAD…

    Hal ini sangat dapat menyebabkan keabsahan Alquran sebagai wahyu dari Allah dipertanyakan… Karena kita tidak pernah tahu isi hati manusia termasuk muhammad… Kalo Allah sudah pasti Maha Tahu, dan pasti Allah tidak akan mungkin mengeluarkan ayat seperti itu, karena itu sama saja memberikan kesempatan pada manusia (muhammad) untuk mengakui hasil pikirannya sebagai Firman Allah… Kalo Allah sudah pasti Maha Tahu, sudah pasti ayat Alquran akan diturunkan semuanya pada saat bersamaan (tanpa ada revisi ayat pengganti), sehingga tidak perlu ada penungguan yang panjang untuk menunggu Alquran itu sempurna…

    Thx…

  31. Kalau ada orang yang berpendapat bahwa tidak mungkin hanya karangan belaka dari Muhammad, karena di dalam Alquran terkandung ilmu pengetahuan yang sangat tinggi di dalamnya (meskipun tidak detil, dan terkadang terkesan dipaksakan). Memang benar mungkin di dalam Alquran terdapat konsep dasar atau dapat dikatakan sebagai pemahaman awam tentang hukum-hukum alam dasar. Tetapi hal itu tidak menutupi KEMUNGKINAN bahwa Alquran sebagai karangan Muhammad, karena Muhammad tidak tinggal di dunia ini seorang diri.

    Mau komentar tentang Muhammad sebagai orang buta huruf yang dianggap bodoh dulu :

    Buta huruf dapat terjadi karena orang tersebut belum pernah mengalami pendidikan secara formal tentang membaca.

    Buta huruf = bodoh?

    Statement ini dapat dikatakan benar untuk jaman sekarang karena era saat ini semua ilmu pengetahuan yang tinggi hanya dapat diperoleh secara tertulis (dibutuhkan kemampuan membaca).

    Tetapi untuk jaman dulu, hal itu belum tentu benar… pada jaman dulu transfer knowledge dapat dilakukan dengan cara lisan dan tatap muka secara langsung. Karena itu orang yang memiliki wawasan yang luas adalah orang yang paling banyak berinteraksi dengan orang lain, mendengarkan cerita dari orang lain. Sedangkan Muhammad pada awalnya adalah seorang pedagang, tentu ia memiliki banyak wawasan dan teman.

    Kalau ada yang mengatakan tidak mungkin Muhammad mencomot crita nabi-nabi dari Kitab-kitab yang ada terlebih dahulu karena Muhammad tidak bisa membaca, hal itu terlalu ceroboh, karena Muhammad masih memiliki pendengaran yang baik, tentu saja dia bisa mendengar cerita tersebut dari seseorang, misalnya saja pedagang dari tanah Yahudi, Mesir atau tempat2 lainnya…

    Kalau misalnya ada yang mengatakan bahwa tidak mungkin klo Alquran itu karangan Muhammad atau manusia pada jaman itu, karena di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang sangat tinggi yang bahkan sampai saat ini belum ada.
    Sangat ceroboh sekali jika kita mengatakan bahwa teknologi orang jaman dahulu itu tidak maju, atau orang jaman dahulu itu tidak tau apa-apa. Pada jaman dahulu, dapat kita lihat Mesir, memiliki peradaban yang sangat maju pada jamannya, dapat membangun Piramida yang bahkan untuk ukuran teknologi jaman sekarang masih dibilang cukup sulit. Akan tetapi bangsa Mesir dapat melakukannya dengan teknologi yang mereka miliki pada jaman itu.
    Dan jangan menyangka juga jika ilmu pengetahuan yang ada pada jaman dahulu itu sampai saat ini masih ada. Banyak ilmu pengetahuan yang hilang karena tidak tercatat karena disampaikan secara lisan, atau eksklusif pada kelompok/bangsa tertentu sehingga saat bangsa itu musnah tidak ada yang meneruskannya kepada orang lain. Berbeda dengan jaman sekarang teknologi dan ilmu pengetahuan terbuka untuk umum, sehingga kemungkinan untuk hilang sangat kecil. Sehingga sekarang ini ada kelompok ilmuan yang dikagetkan dengan penemuan tempat yang diyakini dulu sebagai reaktor nuklir ribuan tahun yang lalu.

    Muhammad tentunya tidak hidup sendiri ia banyak berinteraksi dengan orang, mendengar, tentunya ia akan mampu menulis Alquran yang berisi dasar-dasar ilmu alam seperti saat ini.

    Sangat tidak bijaksana jika mengukur keabsahan kitab suci dari ilmu pengetahuan yang terdapat di dalamnya. Karena jika ada kitab suci yang dibuat pada saat ini tentunya akan berisi ilmu pengetahuan yang lebih banyak.

    Apakah pernah mendengar kisah tentang Muhammad diberi perintah Baca! oleh malaikat Jibril? disuruh baca apakah Muhammad pada saat itu? bukankan Alquran turun dalam bentuk wahyu dan kemudian dituliskan kembali oleh juru tulis Muhammad? kenapa terjadi keanehan seperti itu? Kemana kitab yang disuruh baca oleh malaikat jibril itu? Kitab apakah itu? apakah Alquran? atau kitab yang lain? (tidak mungkin Alquran, karena semua isi Alquran katanya adalah perkataan Allah yang keluar dari mulut Muhammad)

    Terima kasih, semoga dapat menjadi renungan….

  32. @Chandra :

    Benar seperti kata Traveler, Tuhan tidak dapat diukur oleh Logika, Tuhan memiliki kekuasaan yang tidak terbatas, dan tidak dapat dibatasi oleh apapun.

    Namun yang sering terjadi umat Islam sering membatasi Allah sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Alquran. Padahal mereka tahu sendiri bahwa kekuasaan Allah itu tidak terbatas.

    Untuk menjawab pertanyaan anda:

    U wrote: Siapa Bapa…?
    Siapa Yesus…?
    Siapa Roh…?

    please donk dijelaskan pada saya

    Tuhan anda repot banget ya,pake nyaru jadi manusia untuk mengampuni manusian yang dia sendiri ciptakan…….????????????????????????coba bayangkan,tuhan yang empunya langit dan bumi,repot2 turun kebumi untuk jadi manusia trus disalib oleh manusia lalu bangkit lagi jadi tuhan…ribeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet……..baru kali ini liat tuhan buang2 waktu kayak gak ada kerjaan….

    Namun DIA bangkit dari kubur dan kembali kepada Bapa di Sorga dan sebelum itu DIA mengutus Roh Kudus untuk tinggal di dalam hati orang yang percaya dalam nama Yesus Kristus. (ini kutipan tulisan anda)……….coba anda perhatikan betul2….disitu ada 2 oknum atau 1 onkum?????????klo 2 jadi siapa diantara mereka yang menjadi Tuhan sebenarnya…….Klo kamu masih menganggapnyasatu Oknum berarti kamu berbakat jadi pendongeng…

    Comment saya:
    untuk penjelasan Bapa, Putra, dan Roh sepertinya tidak perlu panjang lebar lagi saya jelaskan karena banyak artikel di website ini yang telah menjelaskan dengan detail.

    Menurut saya Tuhan turun ke bumi tidak buang-buang waktu dan repot, karena Tuhan adalah Empunya waktu dan yang dilakukan-Nya di bumi adalah karya keselamatan bagi umat manusia. Seharusnya berbahagialah umat manusia karena Allah telah mengorbankan PutraNya yang Tunggal untuk menyelmatkan umat manusia. Menurut anda repot mana & kurang kerjaan mana, Tuhan menurunkan Ayat yang suci hanya untuk mengatur hubungan Muhammad dengan para istrinya?

    untuk penggalan ayat yang anda tulis, bukan hanya ada 2, melainkan ada 3: PUTRA, BAPA, dan ROH KUDUS. dan ketiganya adalah 1.

  33. Bismillah,

    Sebelumnya terimakasih untuk Muh. Sidiq sudah sangat gamblang dan pandai bertutur kata.

    Mau tanya donk.. mau tanya donk sama umat kristen smua.

    MENGAPA Allah menciptakan Tuhan baru (turun ke bumi) di masa Isa Alaihi Salam, karena begitu setidaknya menurut kalian..? tolong dijawab ya alasannya, kenapa Tuhan Yesus tidak hadir di masa2 sebelumnya.. mengapa oh mengapa.. Tuhan (yang diaku2 saja) begitu telat datang.. kenapa tidak dari sebelumnya.. ohh mengapa..

    hmm.. mungkin karena dulu2 belum lahir ya manusia yang “kira-kira pas” kita jadikan Tuhan.. Karena sebelumnya blm ada yang begitu halus dan penyabar serta belas asih seperti Isa Alaihi Salam.. yuk kerabat2 kita jadikan Isa sebagai Tuhan.. ayuuk.. gitu ya.. CMIIW

    karena things happen for reason.. jadi kalo ada yang bisa CMIIW, silakan.. maaf ya kalo pada tersentil.. cuma penasaran aja sebgai umat muslim yang bingung kenapa Nabi Isa Alaihi Salam kesayangannya dianggap jadi Tuhan baru..

  34. @Hamba Allah:
    U wrote :
    MENGAPA Allah menciptakan Tuhan baru (turun ke bumi) di masa Isa Alaihi Salam, karena begitu setidaknya menurut kalian..? tolong dijawab ya alasannya, kenapa Tuhan Yesus tidak hadir di masa2 sebelumnya.. mengapa oh mengapa.. Tuhan (yang diaku2 saja) begitu telat datang.. kenapa tidak dari sebelumnya.. ohh mengapa..

    hmm.. mungkin karena dulu2 belum lahir ya manusia yang “kira-kira pas” kita jadikan Tuhan.. Karena sebelumnya blm ada yang begitu halus dan penyabar serta belas asih seperti Isa Alaihi Salam.. yuk kerabat2 kita jadikan Isa sebagai Tuhan.. ayuuk.. gitu ya.. CMIIW

    Comment :

    Pernyataan yang benar-benar ceroboh….

    Hmm… Lebih terlambat mana ya lahirnya Yesus dengan lahirnya Islam?
    Kenapa agama yang mengklaim dirinya sebagai agama yang paling benar datangnya paling akhir ya?
    Knapa begitu telat ya? tolong bisa dijawab alasanya?
    bagaimana nasib orang-orang berbudi baik sebelum datangnya Islam? apakah mereka masuk neraka ya?

    Klo ada yang bilang bahwa Islam sudah ada sewaktu Nabi Adam apakah buktinya? kenapa tidak ada tertulis di kitab-kitab terdahulu satu kata Islam pun? dan kenapa tidak ada Islam sebelum Muhammad lahir?

    Menurut saya klaim Islam sebagai agama “satu-satunya Dari Allah” dan “Paling Benar” adalah klaim sepihak dari Umat Islam sendiri (Alquran). Karena tidak ada pernyataan dari kitab lain yang mendukung pernyataan itu. Klaim sepihak dapat dinyatakan tidak sah, karena tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Seperti saat kita mengerjakan Tugas Akhir ataupun Skripsi, kita tidak bisa memberikan pendapat kita sendiri, tetapi harus didukung dengan literatur-literatur lain yang mendukung, sehingga kebenarannya terjamin.

    Klaim seperti itu dapat menyebabkan sebuah fanatisme yang berlebihan, bahkan melebihi fanatisme umat Yahudi pada waktu lampau. Umat Yahudi adalah orang-orang yang taat beribadah, bahkan ada yang namanya hari sabat dimana mereka tidak boleh melakukan kegiatan apapun pada hari itu, jika ada yang melanggar akan dikenakan hukuman. Kira-kira umat Islam jaman dahulu dan sekarang memiliki sifat yang seperti itu. Mereka sangat taat beribadah, tetapi mereka melupakan sebuah kunci keselamatan dan hukum yang terpenting, yaitu: kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap kemampuanmu, kekuatanmu, akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Dan untuk mengingatkan itu Allah mengutus AnakNya yang Tunggal kepada manusia.

    Itulah sifat keilahian Yesus sebagai Tuhan, Ia tidak memiliki dosa, tidak berbuat dosa, berbelas kasih, mengerti surga, tidak dapat digoda maupun bersahabat dengan setan, memberi pengampunan, memberi kehidupan, mampu mengalahkan maut, dan banyak lagi lainnya. Selain itu karena Yesus turun sebagai manusia, maka Ia juga memiliki sifat manusiawi, takut, marah dan sedih…

  35. @@@KUTIPAN ZAKARIA B

    KESAKSIAN Al QUR’AN TENTANG KEPERCAYAAN KRISTEN KEPADA SATU ALLAH SAJA.

    Al Qur’an menyaksikan bahwa umat Kristen percaya pada satu Allah (Monoteistik) dan bukan kafir. Berikut adalah beberapa contoh dari kesaksian ini.

    1. Surat Al “Ankabut 46 – “Janganlah kamu berdebat (berbantah) dengan ahli kitab (Yahudi, Nasrani dan seumpamanya), melainkan dengan (jalan) yang terbaik,….. dan katakanlah: Kami percaya kepada (Kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu, sedangkan Tuhan kami dan Tuhan kamu hanya satu, dan kami patuh kepadaNya”. Demikianlah Al Qur’an menyaksikan bahwa kami umat Kristen, “ahli kitab”, menyembah satu Allah.
    2. Surat Ali Imran 113-114, ” Mereka itu tiada sama. Di antara ahli kitab, ada segolongan yang lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah waktu malam sedang mereka sujud. Mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menyuruh ma”ruf dan melarang dari yang mungkar, lagi bersegera mengerjakan kebaikan dan mereka itu termasuk orang-orang yang salih”. Ayat ini secara jelas menegaskan bahwa umat Kristen, “ahli kitab”, percaya pada satu Allah: mereka membaca ayat-ayat Allah yang ada di tangan mereka pada masa Muhammad, dan mereka menyembah Allah yang satu dalam ibadah dan doa-doa mereka.
    3. Surat Al Maidah 82 – “Demi, sesungguhnya engkau peroleh manusia yang sangat memusuhi orang-orang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Demi sesungguhnya engkau peroleh orang-orang yang lebih dekat kasih sayangnya kepada orang-orang beriman, ialah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya kami orang Nasrani. Demikian itu karena di antara mereka ada alim ulama dan pendeta-pendeta sedang mereka itu tiada sombong.” Disini jelas bahwa umat Nasrani tidak menyembah banyak tuhan (politeistik), karena umat yang menyembah banyak allah dan umat Yahudi adalah musuh keras kaum Muslim, sedangkan umat Nasrani adalah sahabat dekat mereka.
    4. Surat Al Imran 55, “(Ingatlah) ketika Allah berkata: Ya, Isa, sesungguhnya Aku mewafatkan engkau dan meninggikan (derajat) engkau kepada-Ku dan menyucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau di atas dari mereka yang kafir, sampai hari kiamat.” Jelaslah bagi anda bahwa pengikut-pengikut Al-Masih, atau umat Kristen, bukanlah orang kafir. Sebaliknya, Allah membedakan umat Kristen dari orang kafir dan mengangkat mereka di atas orang kafir.

    Kesaksian Al Qur’an tentang umat Kristen telah membuktikan dengan pasti bahwa mereka menyembah satu Allah dan mereka bukan penyembah banyak tuhan.

    KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG KETRITUNGGALAN KUDUS KRISTEN

    Sahabatku yang budiman, barangkali saja anda heran, bahwa Al- Qur’an menyebutkan Tritunggal dari satu Allah persis sama seperti yang diyakini umat Kristen. Kita telah lihat bersama bahwa Tritunggal Kekristenan itu adalah sifat Allah, FirmanNya dan RohNya. Ini adalah Ketritunggalan yang sama seperti disebutkan Al Qur’an, “Sesungguhnya Al- Masih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya, disampaikan-Nya kalimat itu kepada Maryam beserta roh dari pada-Nya” (Surat An-Nisa” 171). Dalam ayat ini jelas bahwa Allah mempunyai: satu pribadi – “rasul Allah”, satu firman – “kalimat-Nya”, satu roh – “beserta roh dari pada-Nya”

    Kesaksian Al Qur’an tentang pengakuan iman menyangkut Ketritunggalan tidak lebih dan tidak kurang sama seperti apa yang kami umat Kristen beritakan. Tidak menyiarkan politeisme, tetapi menyatakan bahwa tidak ada Allah kecuali Dia.

    KESAKSIAN QUR’AN AL-MASIH ADALAH FIRMAN ALLAH

    Al Qur’an menyaksikan dengan jelas sekali bahwa Al-Masih adalah Firman Allah. Berikut ini adalah beberapa ayat Al Qur’an sebagai contoh:

    1. Surat An-Nisa” 171, “Sesungguhnya Almasih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya.”
    2. Surat Al Imran, Keluarga Imran: 39 “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan melahirkan seorang puteramu Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah…”
    3. Surat Al Imran 45, “Ingatlah ketika malaikat berkata: Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan kalimat dari padaNya (yakni seorang anak), namanya Almasih “Isa anak Maryam.” Terjemahan bahasa Inggeris menggunakan kata ganti “whose” menunjukkan kata ganti orang lelaki dalam bahasa aslinya Arab. Terjemahan bahasa Indonesia lebih mengena dengan menggunakan “yakni seorang anak” (whose) untuk “kalimat” (a word). Hal ini menunjukkan satu kenyataan bahwa “kalimat” yang digunakan di sini, bukan berarti kalimat dalam bahasa sehari-hari tetapi menyatakan seorang pribadi. Anda juga akan menemukan hal ini diterangkan dalam perkataan dari salah seorang sarjana Muslim (Al Shaikh Muhyi Al Din al “Arabi), yang berkata:” Kalimat adalah Allah dalam hakekatnya…dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi” ( dalam buku “Fusus al Hukm”, bagian II, hal.35). Dia juga berkata bahwa “kalimat” adalah pribadi ilahi (hal.13).

    Bukankah hal ini sama benar dengan apa yang dikatakan mengenai Al-Masih dalam Injil Yohanes? “Pada mulanya adalah Firman (kalimat); Firman (kalimat) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (kalimat) itu adalah allah…Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia” (Yohanes 1:1,14). Terjemahan bahasa Arab dari ayat ini dalam kecocokannya dengan tulisan asli dalam bahasa Yunani) menggunakan istilah yang sama, “kalimat” dengan kata ganti orang ketiga yang menunjuk padanya. Kalimat menunjuk pada satu pribadi. Hal ini jelas dari perincian-perincian Yohanes: “Firman (kalimat) itu adalah Allah” dan Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia.”

    KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG ROH KUDUS

    Ada banyak ayat Al Qur’an yang menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah dan hal itu menyokong keterlibatan Al-Masih dalamnya. Hal tersebut nampak jelas seperti berikut ini: Surat Al Maidah 110, “Hai “Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan roh suci…., Engkau bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian (masih bayi) dan ketika dewasa.”

    Sarjana theologia Al Shaikh Muhammad al Hariri al Bayyuni berkata, “Roh Kudus, adalah Roh Allah” (”Kitab al Ruh wa Mahiyyatuha,” hal.53).

    Saudaraku, dari apa yang telah dipaparkan itu, baik dari kesaksian Al-Qur’an maupun teolog-teolog Islam tentang pengakuan iman Ketritunggalan yang kepadanya kami umat Kristen percaya, sesungguhnya telah menjadi jelas.

    KOMEN :) :

    * UNTUK KLAIM NO 1 DARI PENULIS SAYA TAMBAHKAN BEBERAPA AYAT SELANJUTNYA DARI SURAT AL-ANKABUT

    1.Surat Al “Ankabut 46 – 50 :

    Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan Katakanlah:” Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri “.
    QS. al-’Ankabut (29) : 46

    Dan demikian (pulalah) Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an). Maka orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka Al Kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al Qur’an); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir.
    QS. al-’Ankabut (29) : 47

    Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Qur’an) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari (mu).
    QS. al-’Ankabut (29) : 48

    Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.
    QS. al-’Ankabut (29) : 49

    Dan orang-orang kafir Mekah berkata:” Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya? “Katakanlah:” Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata “.
    QS. al-’Ankabut (29) : 50

    DIKATAKAN OLEH PENULIS JIKA DIAYAT 46 SURAT AL-ANKABUT MENYAKSIKAN JIKA UMAT KRISTEN MENYEMBAH SATU TUHAN

    APA BENAR?
    MARI KITA LIHAT AYAT TERSEBUT :)
    Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan Katakanlah:” Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri “.
    QS. al-’Ankabut (29) : 46

    TERNYATA ITU ADALAH PERINTAH ALLAH SWT KEPADA NABI MUHAMMAD SAW –> Katakanlah:” Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri

    SEDIKITPUN AYAT INI TIDAK BERBICARA TENTANG KRISTEN YANG MENYEMBAH 1 TUHAN :)

    *UNTUK KLAIM NO 2 DARI PENULIS SAYA TAMBAHKAN BEBERAPA AYAT SELANJUTNYA DARI SURAT ALI IMRAN

    2.Surat Ali Imran 110-114
    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
    QS. Ali Imran (3) : 110

    Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.
    QS. Ali Imran (3) : 111

    Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.
    QS. Ali Imran (3) : 112

    Mereka tidak sama; di antara Ahli Kitab** itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat).
    QS. Ali Imran (3) : 113

    Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
    QS. Ali Imran (3) : 114

    DIKATAKAN OLEH PENULIS JIKA DIAYAT 113-114 SURAT ALI IMRAN MENYAKSIKAN JIKA UMAT KRISTEN MENYEMBAH SATU TUHAN

    APA BENAR?
    MARI KITA LIHAT AYAT TERSEBUT :)

    Mereka tidak sama; di antara Ahli Kitab** itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat).
    QS. Ali Imran (3) : 113

    Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
    QS. Ali Imran (3) : 114

    (**=GOLONGAN AHLI KITAB YANG TELAH MEMELUK ISLAM..SUMBER TERJEMAHAN DAN TAFSIRAN DEP.AGAMA RI)

    - AHLI KITAB YANG DIMAKSUD TELAH DIJELASKAN JADI SANGAT TIDAK MUNGKIN “AHLI KITAB” ITU DITUJUKAN KEPADA PENULIS ATAU UMAT KRISTEN :)

    - APAKAH PENULIS DAN UMAT KRISTEN SAAT INI BERSUJUD KETIKA BERIBADAH? :)

    *UNTUK KLAIM NO 3 DARI PENULIS SAYA TAMBAHKAN BEBERAPA AYAT SELANJUTNYA DARI SURAT AL-MAIDAH

    3.Surat Al Maidah 82 – 86
    Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.
    QS. al-Mai’dah (5) : 82

    Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad saw.)
    QS. al-Mai’dah (5) : 83

    Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?”
    QS. al-Mai’dah (5) : 84

    Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).
    QS. al-Mai’dah (5) : 85

    Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.
    QS. al-Mai’dah (5) : 86

    DIKATAKAN OLEH PENULIS JIKA–> Disini jelas bahwa umat Nasrani tidak menyembah banyak tuhan (politeistik), karena umat yang menyembah banyak allah dan umat Yahudi adalah musuh keras kaum Muslim, sedangkan umat Nasrani adalah sahabat dekat mereka.

    APA BENAR?
    MARI KITA LIHAT AYAT TERSEBUT :)

    Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.
    QS. al-Mai’dah (5) : 82

    Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad saw.)
    QS. al-Mai’dah (5) : 83

    Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?”
    QS. al-Mai’dah (5) : 84

    - PENULIS MENGABAIKAN KATA —>di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) YANG JELAS TIDAK MERUJUK KEPADA SELURUH UMAT NASRANI MELAINKAN SEGELINTIR (BEBERAPA)

    - PENULIS MENGABAIKAN KRITERIA DARI “BEBERAPA UMAT NASRANI(PENDETA/RAHIB)” YANG DIMAKSUD PADA AYAT 82 YANG TERTERA PADA AYAT 83-84

    Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad saw.)
    QS. al-Mai’dah (5) : 83

    Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?”
    QS. al-Mai’dah (5) : 84

    - APAKAH ANDA MEMENUHI KRITERIA DI AYAT 83-84,WAHAI PENULIS DAN UMAT KRISTEN? :)

    *UNTUK KLAIM NO 4 DARI PENULIS SAYA TIDAK SAYA TAMBAHKAN AYATNYA

    4.Surat Al Imran 55
    (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.
    QS. Ali Imran (3) : 55

    DIKATAKAN OLEH PENULIS JIKA–>Jelaslah bagi anda bahwa pengikut-pengikut Al-Masih, atau umat Kristen, bukanlah orang kafir. Sebaliknya, Allah membedakan umat Kristen dari orang kafir dan mengangkat mereka di atas orang kafir.

    - APAKAH PENULIS ATAU UMAT KRISTEN SUDAH MEMENUHI KRITERIA DARI AYAT 83-84 SURAT AL-MAIDAH SEBAGAI BUKTI JIKA PENULIS DAN UMAT KRISTEN ADALAH PENGIKUT NABI ISA AS?

    KESIMPULAN:

    - DARI AYAT-AYAT DALAM ALQURAN MENYATAKAN JIKA SEBAGIAN KECIL DARI UMAT NASRANI (PENDETA/RAHIB) ADA YANG BERIMAN DAN MENYEMBAH KEPADA ALLAH SWT YANG ESA NAMUN TIDAK MERUJUK KEPADA SELURUH UMAT NASRANI (TERUTAMA TIDAK MERUJUK KEPADA PENULIS UNTUK SAAT INI KECUALI PENULIS BERTOBAT)

    @@@KUTIPAN ZAKARIA B
    KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG KETRITUNGGALAN KUDUS KRISTEN

    Sahabatku yang budiman, barangkali saja anda heran, bahwa Al- Qur’an menyebutkan Tritunggal dari satu Allah persis sama seperti yang diyakini umat Kristen. Kita telah lihat bersama bahwa Tritunggal Kekristenan itu adalah sifat Allah, FirmanNya dan RohNya. Ini adalah Ketritunggalan yang sama seperti disebutkan Al Qur’an, “Sesungguhnya Al- Masih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya, disampaikan-Nya kalimat itu kepada Maryam beserta roh dari pada-Nya” (Surat An-Nisa” 171). Dalam ayat ini jelas bahwa Allah mempunyai: satu pribadi – “rasul Allah”, satu firman – “kalimat-Nya”, satu roh – “beserta roh dari pada-Nya”

    Kesaksian Al Qur’an tentang pengakuan iman menyangkut Ketritunggalan tidak lebih dan tidak kurang sama seperti apa yang kami umat Kristen beritakan. Tidak menyiarkan politeisme, tetapi menyatakan bahwa tidak ada Allah kecuali Dia.

    KOMEN :) :INI SURAT AN-NISA’ AYAT 171 – 172

    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: ” (Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara.
    QS. an-Nisa’ (4) : 171

    Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
    QS. an-Nisa’ (4) : 172

    TERNYA AYAT 171 TERSEBUT TIDAK BERBICARA TENTANG KETRITUNGGALAN TUHAN MELAINKAN TENTANG PENCIPTAAN NABI ISA AS

    (SAYA PENGGAL AYATNYA)
    Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya

    - NABI ISA AS ADALAH UTUSAN ALLAH SWT

    - YANG TERJADI DENGAN kalimat-Nya
    Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya:” Jadilah “, maka jadilah ia.
    QS. Maryam (19) : 35

    SURAT MARYAM :35, BUKTI JIKA NABI ISA AS LAHIR TANPA PERANTARA SEORANG AYAH

    - LALU DIBERIKAN ROH (SAMA JUGA DENGAN AWAL TERCIPTANYA PENULIS DAN SAYA SERTA MAHLUK HIDUP YANG LAIN = DIBERI ROH )

    @@@KUTIPAN ZAKARIA B
    KESAKSIAN QUR’AN AL-MASIH ADALAH FIRMAN ALLAH

    Al Qur’an menyaksikan dengan jelas sekali bahwa Al-Masih adalah Firman Allah. Berikut ini adalah beberapa ayat Al Qur’an sebagai contoh:

    1. Surat An-Nisa” 171, “Sesungguhnya Almasih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya.”
    2. Surat Al Imran, Keluarga Imran: 39 “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan melahirkan seorang puteramu Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah…”
    3. Surat Al Imran 45, “Ingatlah ketika malaikat berkata: Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan kalimat dari padaNya (yakni seorang anak), namanya Almasih “Isa anak Maryam.”

    KOMEN :) :

    AYAT DIBAWAH INI PENJELASANNYA ADA DIATAS

    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat**-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: ” (Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara.
    QS. an-Nisa’ (4) : 171

    (**MAKSUD KALIMAT YAITU KUN SEHINGGA NABI ISA AS LAHIR TANPA AYAH….SUMBER TERJEMAHAN DAN TAFSIRAN AL-QURAN KELUARAN DEP.AGAMA RI)

    Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri bershalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat** (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari pengaruh hawa nafsu) dan seorang Nabi dan keturunan orang-orang saleh.”
    QS. Ali Imran (3) : 39

    (**MEMBENARKAN KEDATANGAN SEORANG NABI YANG DICIPTAKAN DENGAN KATA”KUN” (JADILAH) TANPA AYAH YAITU NABI ISA AS…SUMBER TERJEMAHAN DAN TAFSIRAN AL-QURAN KELUARAN DEP.AGAMA RI)

    (Ingatlah), ketika Malaikat berkata:” Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”
    QS. Ali Imran (3) : 45

    PENGERTIAN “KALIMAT” SAMA DENGAN DIATAS

    @@@KUTIPAN ZAKARIA B

    KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG ROH KUDUS

    Ada banyak ayat Al Qur’an yang menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah dan hal itu menyokong keterlibatan Al-Masih dalamnya. Hal tersebut nampak jelas seperti berikut ini: Surat Al Maidah 110, “Hai “Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan roh suci…., Engkau bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian (masih bayi) dan ketika dewasa.”

    KOMEN :) :

    (Ingatlah) ketika Allah mengatakan: “Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”
    QS. al-Mai’dah (5) : 110

    Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.
    QS. an-Nahl (16) : 102

    JADI JELAS SUDAH ROH SUCI (RUHULQUDUS) ADALAH MALAIKAT JIBRIL DALAM AL-QURAN…

    PENUTUP:
    TIDAK ADA DALAM AL-QURAN YANG MENDUKUNG KLAIM YANG DIKELUARKAN PENULIS MELAINKAN HANYA REKAYASA PENULIS SEMATA.

    INI JUGA BISA JADI PELAJARAN BUAT UMAT KRISTEN YANG MEMBACA ARTIKEL-ARTIKEL ZAKARIA B ATAU POSTINGAN DARI AL-HAYAT.COM, UNTUK TIDAK LANGSUNG MENELANNYA BULAT-BULAT SEHINGGA ANDA TERHINDAR DARI KEBOHONGAN.

  36. @ Chandra:

    Siapa Bapa…?
    Siapa Yesus…?
    Siapa Roh…?
    please donk dijelaskan pada saya

    Tanggapan Chandra pd M.Nuh :
    Tuhan anda repot banget ya,pake nyaru jadi manusia untuk mengampuni manusian yang dia sendiri ciptakan…….????????????????????????coba bayangkan,tuhan yang empunya langit dan bumi,repot2 turun kebumi untuk jadi manusia trus disalib oleh manusia lalu bangkit lagi jadi tuhan…ribeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet……..baru kali ini liat tuhan buang2 waktu kayak gak ada kerjaan….

    tanggapan Chandra pd fajaryehuda :
    Namun DIA bangkit dari kubur dan kembali kepada Bapa di Sorga dan sebelum itu DIA mengutus Roh Kudus untuk tinggal di dalam hati orang yang percaya dalam nama Yesus Kristus. (ini kutipan tulisan anda)……….coba anda perhatikan betul2….disitu ada 2 oknum atau 1 onkum?????????klo 2 jadi siapa diantara mereka yang menjadi Tuhan sebenarnya…….Klo kamu masih menganggapnyasatu Oknum berarti kamu berbakat jadi pendongeng

    Commment :

    Inilah Dasar Alkitab dari Kitab2 yg berbeda dari Kejadian s/d Wahyu mengenai Tritunggal yg saling Kait-Mengait & searah dan Penjelasan ttg fungsi, kesetaraan, keilahian dan kesatuan Allah Tritunggal :

    Allah itu Esa (Ulangan 6:4,I Kor 8:4 dan bbrp ayat lain). Esa yg dimaksud adalah echad(jamak) bukan yachid (bhs ibrani:tunggal) dan bukan eka (eka adlh bhs sansekerta yg artinya tunggal). Lihat penjelasan di bwh ini ttg makna “jamak” dalam bhs Ibrani sbg bhs aslinya.

    3 Pribadi di dalam Tritunggal yg sudah ada dari awal penciptaan :

    1. Kej 1:1
    Allah menciptakan langit dan bumi. Kata ‘Allah’ di sini adlh Elohim (bhs Ibrani). Kata “Elohim” adalah bentuk jamak dr kata Elloh (tunggal).

    Contoh yg lain dlm bhs Ibrani dalam penggunaan kata tunggal dan jamak adlh Kerub (tunggal) menjadi Kerubim (jamak).

    Kmdn Kej 1:26 dan 11:7 (point 1&2 dibawah) menggunakan kata jamak “KITA” saat Elohim (Allah dlm bentuk jamak) itu berkomunikasi dlm ketritunggalanNya.

    Dalam Bahasa Inggris hanya ada dua bentuk kata, tunggal dan jamak. Dalam Bahasa Ibrani ada tiga macam bentuk kata: tunggal, dual dan jamak. Dual HANYA digunakan untuk dua. Dalam Bahasa Ibrani, bentuk dual digunakan untuk hal-hal yang berpasangan, seperti mata, telinga dan tangan. Dalam bhs Ibrani tsb, kata “Elohim” dan kata ganti “Kita” adalah dalam bentuk jamak (lebih dari dua) dan menunjuk pada tiga atau lebih , yaitu tiga (Bapa, Anak, Roh Kudus). Kmdn dpt dijelaskan bhw Bapa mencipta dg FirmanNya(Anak) dan secara bersamaan Roh Allah(Roh Kudus) melayang2 di atas permukaan air.

    2. Kej 1 :26
    baiklah “KITA” menciptakan manusia seperti gambar dan rupa “KITA”.

    3. Kej 11:7
    baiklah “KITA” turun di sana(menara Babel) utk mengacaukan bahasa mereka).

    4. Mazmur 2:7 Kisah Rasul 13:33
    Bapa menyatakan status Anak spt yg dinubuatkan ratusan tahun sblmnya dlm Mazmur 2:7 : ’Anakku Engkau (engkau ditulis dg huruf besar) Aku telah memperanakkan Engkau pd hr ini’.

    5. Amsal 30:2-4
    Salomo menulis ttg kuasa penciptaan dan siapa penciptanya: ‘Siapakah yg telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu’.

    6. Matius 3;16-17
    Secara bersamaan Allah Tritunggal menyatakan diriNya : saat Anak dibaptis, Roh Kudus turun spt burung merpati atas Anak dan di waktu yg sama Bapa berfirman ‘Inilah AnakKu yg Kukasihi’.

    7. Matius 28:19
    Yesus berfirman ttg baptis dimana org yg percaya dibaptis bukan hny dlm nama 1 pribadi(contohnya hny dlm nama Yesus/Anak), ttp dlm nama 3 pribadi, dlm nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.

    8. Roma 1:7
    Pribadi Bapa disebut dlm Tritunggal: ‘Kasih Karunia menyertai km dr Allah, Bapa kita.

    9. Ibrani 1:6-9
    Bapa memanggil Anak dg sebutan Allah: ‘Ttp ttg Anak, Ia(Bapa,ayat 6) berkata : TakhtaMu ya, Allah tetap utk seterusnya’.

    10. Yohanes 8:58
    Anak sudah ada sblm dunia dijadikan dan sebelum adanya Abraham yaitu bersama2 Bapa dan Roh Kudus. Atau Wahyu 21:6 Anak adlh Yang Awal dan Yang Akhir.

    11. Anak menyatakan statusnya sbg Anak dan Tuhan (Yoh 5:25,10:31-37, 13:13-14, Matius 26:63-64).

    12. Yohanes 1;1.
    Pribadi Anak adlh Allah : ‘Pada mulanya adlh Firman, Firman itu bersama2 dg Allah dan Firman itu adlh Allah’. dan ‘Firman itu tlh mjd manusia’ (Yohanes 1:14)
    Atau Kolose 2:8-9 Anak tidak mempertahankan kesetaraanNya dg Allah dg mengosongkan diriNya dan menjadi manusia dan taat sampai mati;
    ‘Di dalam Dia(Anak) berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan’.

    13. Yohanes 10:30
    Bapa dan Anak adalah satu. Atau Yoh 17:21 : ‘…agar mereka mjd satu sama seperti Engkau ya, Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau’

    14. Yohanes 14:10
    Anak tinggal di dalam Bapa dan Bapa di dalam Anak. Yoh 17:21-23.

    15. Filipi 2:6-7 Bapa dan Anak adlh setara.

    16. Yohanes 14:13 Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

    17. Yohanes 14:6,9 Barangsiapa melihat Anak, ia telah melihat Bapa.

    18. Yoh 15:23 Siapa yg membenci Anak sama dg membenci Bapa.

    19. Yoh 5:23 Siapa yg menghormati Anak sama dg telah menghormati Bapa.

    20. Yoh 13:20 Siapa yg menerima Anak sama dg telah menerima Bapa.

    21. Yoh 16:15 dan Ibrani 1:6-9
    Segala milik dan takhta Bapa adalah milik dan takhta Anak : ’Segala kepunyaan Bapa adalah kepunyaanKu’.
    Atau Yoh 17:10 : Segala milikKu adlh milikMu dan segala milikMu adlh milikKu.

    22. Kisah Rasul 5:3-4
    Pribadi Roh Kudus adlh Allah :
    Tindakan Ananias mendustai Roh Kudus sbg Allah. Atau I Korintus 3:16 : Roh Kudus sbg Roh Allah berdiam di dlm tubuh org percaya. Atau Yohanes 14:16-17: Saat akan naik ke Sorga, Anak meminta kepada Bapa Seorang Penolong yg lain yaitu Roh Kebenaran yg akan menyertai, menolong dan mengingatkan murid2Nya ttg apa yg pernah Anak katakan dan kerjakan selama Ia di dunia. Atau Kisah Rasul 2:4, Roh Kudus dapat berkehendak memberikan apa yg Ia kehendaki mnrt kehendak Bapa.

    23. Kisah Rasul 5:3-4 Barangsiapa mendustai Roh Kudus sama dengan telah mendustai Allah.

    24. Bapa adalah Kebenaran (Yoh 17:17), Anak adalah Kebenaran (Yoh 14:6), Roh Kudus adalah Kebenaran (Yoh 16:13).

    25. Yoh 14:23, I Timotius 1:14, Roma 8:11 : Bapa, Anak, Roh Kudus tinggal di dalam diri /hati orang yang percaya kepada Anak.

    26. Yoh 5:21, Roma 8:11
    Bapa, Anak, Roh Kudus mempunyai kuasa, kehendak dan otoritas membangkitkan orang mati.

    27. 2 Korintus 13;13
    Berkat dicurahkan dalam nama 3 pribadi: ‘Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus(Anak) dan kasih Allah(Bapa), dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian’

    28. I Petrus 1:2
    Pekerjaan yg dilakukan dalam rencana bersama: ‘yaitu orang2 yg dipilih dgn rencana Allah,Bapa kt dan yg dikuduskan oleh Roh spy taat kpd Yesus Kristus’.

    29. Pekerjaan dan TUJUAN yang SAMA dan SATU dari setiap Pribadi dalam Tritunggal :
    Bapa adalah Sumber utama atau Penyebab utama dari
    a) Alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17);
    b) Pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1);
    c) Keselamatan (Yohanes 3:16-17);
    Bapa MEMULAI semua ini.

    30. Anak adalah agen atau Pribadi yang melaluiNya Bapa melakukan karya-karya sbb:
    1) Penciptaan dan memelihara alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17);
    2) Pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1);
    3) Keselamatan (2 Korintus 5:19; Matius 1:21; Yohanes 4:42).
    4) Bekerja spt Bapa bekerja (Yohanes 5:17, 5:19 14:10, )
    Bapa melakukan semua ini melalui Anak yang berfungsi sebagai Agen Allah.

    31. Roh Kudus adalah Agen atau Pribadi yang dipakai Bapa untuk melakukan karya-karya berikut ini:
    1) Penciptaan dan memelihara alam semesta (Kejadian 1:2; Ayub 26:13; Mazmur 104:30);
    2) Pewahyuan illahi (Yohanes 16:12-15; Efesus 3:5; 2 Petrus 1:21); dan
    3) Keselamatan (Yohanes 3:6; Titus 3:5; 1 Petrus 1:2);
    4) Mengurapi pekerjaan-pekerjaan Yesus (Yesaya 61:1; Kisah Rasul 10:38).
    Bapa melakukan semua ini dengan kuasa Roh Kudus.

    32. Bapa, Anak dan Roh Kudus
    a. Saling bersekutu (I yoh 1:3),
    b. Saling mengasihi (Yoh 15:9 :Bapa mengasihi Anak, Yoh 14:31 Anak mengasihi Bapa),
    c. Saling bergantung (Lukas 4:1 :Anak bergantung pd kehendak Roh Kudus),
    d. Saling menundukkan diri (Yoh 8:18,29,49 :Bapa mjd saksi Anak, Anak melakukan apa yg berkenan pd Bapa, Anak menghormati Bapa).
    e. Saling memuliakan (Yoh 15:26 :Roh Kudus mjd Saksi Anak, Yoh 16:14 :Roh Kudus memuliakan Anak, Yoh 8:54 :Bapa memuliakan Anak, Yoh 17:4 :Anak memuliakan Bapa).

    33. Bapa dan Anak mempunyai otoritas dalam kehendakNya, demikian jg Roh Kudus mempunyai otoritas utk memutuskan (Kisah Rasul 15:28), menyuruh (Kisah Rasul 13:4, 10:20), melarang (Kisah Rasul 16:7), menentukan saat yg tepat (Lukas 4:14). Namun kehendak Allah Tritunggal tsb selaras, sevisi, tidak berbenturan, tidak memuliakan pribadinya sendiri (Yoh 16:14, 15:31-33, 8:54 I Kor 15:28, ), tidak saling meniadakan. Semua kehendak tsb bekerja dg sifat Kasih yg sama dan bermuara pd TUJUAN AKHIR yg satu (Yoh 17:3).

    Bapa bukan Anak dan Roh Kudus.
    Anak bukan Bapa dan Roh Kudus,
    Roh Kudus bukan Bapa dan Anak.

    Ketiganya adalah Pribadi yang berbeda. Yang mengutus (Bapa) berbeda dg yang diutus (Anak). Demikian jg saat Anak mengutus Roh Kudus (Yoh 14:16, 16:7) dan saat Anak dibaptis (Markus 1:9-11).

    Sy pakai analogi sederhana (walaupun tidak sempurna dalam menggambarkan Tritunggal) : Otak (oknum 1) memberi perintah kepada anggota tubuh (oknum 2) utk beraktivitas dan dibutuhkan sistem energi (oknum 3) utk melaksanakannya (nutrisi, aliran darah, oksigen dan sistem syaraf).

    Otak digambarkan sbg Bapa, anggota tubuh sbg gambaran Anak, sistem energi sbg gambaran Roh Kudus. Ketiganya ada dalam 1 tubuh. Bila kata “TUBUH” disebut maka yang yang dimaksud adalah SATU keseluruhan dari tubuh (satu dalam arti Jamak). Demikian jg dg Bapa, Anak dan Roh Kudus ada dalam 1 Keilahian (Elohim = Jamak).

    Secara matematis: 1 (tunggal)+ 1 (tunggal) + 1 (tunggal) = 1 (jamak).

    Atau dalam aplikasi bahasa Ibraninya : 1 (yachid) + 1 (yachid) + 1 (yachid) = 1 (echad/jamak).

    Dalam Aplikasi Allah Tritunggalnya,
    Bapa (yachid)+ Anak (yachid) + Roh Kudus (yachid) = Satu Allah (Elohim=bentuk jamak).

    Kata Allah yg dimadksudkan dalam Al-Quran adalah Allah dalam bentuk tunggal, sehingga sangat sulit bagi Sdr2 Muslim memahami makna Allah dalam Tritunggal di Alkitab.

    Ketritunggalan ini hanya dpt dipahami oleh orang yg di dalamnya tinggal Roh Kudus. Sementara Roh Kudus hanya dapat tinggal di dalam diri orang yg di dalamnya berdiam Sang Anak.

    Penjelasan tambahan : Saat Anak disalib, Bapa meninggalkan Anak (ini membedakan Bapa dan Anak bukan Pribadi yang sama). Saat itu Bapa meninggalkan Anak krn di dalam Anak sedang dicurahkan seluruh dosa manusia (Roma 8:3, 2 Kor 5:21). Dan Bapa tidak bisa kompromi dg dosa. Tapi akhirnya dosa dpt dikalahkan oleh Anak (Kolose 1:18) shg Anak kembali kpd Bapa (Yoh 14:28).

    Saat Anak menghakimi di akhirat, Bapa dimana? Mengapa bukan Bapa yg menghakimi? Sebenarnya Bapalah yg menghakimi (Kisah 17:30-31, I Petrus 1:17, Roma 3:5-6), ttp kmdn semua penghakiman Bapa itu tlh diserahkan kpd Anak (Yoh 5:22) setelah ketaatan Anak sampai mati dan setelah kemenanganNya di atas kayu salib. Dan di saat yg sama dan seterusnya , Bapa dan Roh Kudus ada bersama2 di dalam Anak (Yoh 8:16, Wahyu 19:4, 25:1) dan Kolose 2:8-9
    ‘Di dalam Dia(Anak) berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan’.

    Keilahian yang Satu antara Bapa, Anak dan Roh Kudus membutuhkan pengertian yang amat dalam menurut hikmatNya yg tidak dpt diselami oleh pikiran manusia (terlebih yg blm percaya kepada Anak). Hanya bagi setiap mereka yg percaya kepada Anak (Yoh 14:23, I Timotius 1:14, Roma 8:11), pengertian ini diwahyukan oleh Roh Kudus spt dalam FirmanNya :

    Ef. 1:17 Aku meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

    Gbu.

  37. @ Candra
    Jadi Ketiganya adlh Oknum yg berbeda.Jelas berbeda. Jadi,Oknum 1 bukan Oknum ke 2 dan Oknum 3. Dalam waktu yg bersamaan yg eksis tetap 3 Oknum.NAMUN TIDAK DAPAT DIPISAHKAN. Sekali lg sy contohkan analogi dia atas, Otak (Oknum 1) tidak dpt dipisahkan dr Bagian2 Tubuh (Oknum 2)dan Sistem Energi (Oknum 3) utk MENGAPLIKASIKAN rencananya.

    Contoh dlm sebuah kejadian : Seseorang melihat seorang anak kecil jatuh ke dalam sumur. Kemudian, dg segera Otaknya bekerja MEMBERI PERINTAH / ABA-ABA utk menyelamatkan anak kecil tsb. Secara otomatis seluruh bagian tubuhnya dia GERAKKAN sesuai dg perintah dan aba2 dr otak. Tetapi di saat yg sama tubuhnya tsb membutuhkan energi (sistem energi) yg MENUNJANG tubuh utk turun ke dalam sumur ( Tubuh sangat butuh sistem aliran darah, sistem saraf, oksigen dan nutrisi, kalau tidak, tubuh tidak dpt melakukan perintah sekeras apapun dr otak). Dgn ke 3 bagian penting dan TeRPADU ini, tentunya pada akhirnya orang dapat turun ke dalam sumur dan mengangkat anak kecil itu keluar dari sumur.

    Otak tidak dpt dipisahkan dr bagian tubuh dan sistem energi. Otak, bagian tubuh dan sistem energi tsb TERPADU dalam SATU ESENSI DASAR yaitu MANUSIA.

    Bapa tidak dpt dipisahkan dg Anak dan Roh Kudus. Bapa, Anak dan Roh Kudus tsb TERPADU dalam SATU ESENSI DASAR yaitu ALLAH (yang ECHAD / yang ESA, Ulangan 6:4).

    Sekali lg analogi ini terbatas, ttp scr sederhana dpt menggambarkan 3 oknum dalam 1 esensi dasar.

    Kemudian komentar anda ttg Tuhan yg repot2 mau jd manusia hny utk menyelamatkan manusia.

    komentar saya: memang menurut anda hal itu adlh sst yg mungkin lucu atau aneh, tp Adakah yg MUSTAHIL bg DIA utk melakukan sst di luar akal manusia termasuk Chandra? Adakah Dia dpt dibatasi dg akal dan imajinasi manusia? Apakah Dia tidak mau ngorbanin apa aja hanya utk anak2NYA? Keledai Bileam ( dalam kitab Bilangan) saja dpt dibuat Tuhan berbicara, batupun dapat Dia perintahkan utk menyembah Dia apalagi utk mjd manusia. Dan dalam hal ini, Dia dapat memberi yg TERBAIK yaitu DIRINYA SENDIRI. Gbu.

  38. membahas sesuatu yang memang sebenarnya ngga ngerti…sok teu…alias bodoh alias omdo….mending ngarang cerita dongeng anak-anak Bos, daripada ngalor ngidul ngga punya intisari penyelesaian kasus, emang bukan kasus sih. Mau ngomong bener tapi salaaahhh terus…karena inti permasalahannya ingin menjelek jelekkan Islam tapi ngga bisa makanya panjang lebar ngalor ngidul….payah!! kalau orang kafir itu memang begini ini, gede adat…yang salah dibener benerin yang bener disalah salahin malah kelihatan tololnya…h..ha..ha…sorry Bos nyentil dikit abis ente ngga punya iman sama sekali, Bos ente mirip anjing…sering makan anjing yah….anjing pada takut sama ente Bos..mending makan Babi Bos…setau saya apa yang dimakan tingkah laku mirip sama yg dimakan…Sorry jangan pindah makan monyet ya Bos

  39. Esa itu satu….satu itu tunggal…tunggal itu berdiri sendiri alias ngga ada yang lain direkayasa Tritunggal…ini itu ini entu kentut luh!!! Kampret!!! orang cacat luh yah….cacat mental…..

  40. @ Bram Kartawijaya

    bung, sy hny tersenyum ngelihat ceramah anda…

    di sini smua lg ngasih fakta historis dan ilmiah, bukan terminal, tempat teriak2 ga jelas..

    kalo ga bisa diajak bicara secara ilmiah, gapapa bilang aja… :)

    fakta ilmiah tentang “ESA” kan uda diuraikan di atas. makanya baca dulu,boss.. bahasa “asli” alkitab yang dipakai dalam “kesatuan” BAPA, ANAK & ROH KUDUS adalah ESA/ECHAD (satu dalam bentuk jamak), bukan Yachid(satu dalam bentuk tunggal). ini diungkapkan secara konsisten mulai dari perjanjian lama sampai perjanjian baru dgn penggunaan kata2 yang tepat dalam bahasa aslinya.

    anda itu asal teriak ga ada dasarnya… ntar kalo tanpa dasar ilmiah dan historis, kmdn anda teriak2, justru anda sendiri nanti yang dianggap (maaf ya) bodoh…
    dan kmdn ndak bisa diajak diskusi karena ga nyambung-nyambung..

    salam.

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.