Zakaria Boutros: Tritunggal

Pendeta Zakaria Boutros

Pendeta Zakaria Boutros

Tritunggal dalam Kekristenan

Episode 1

Pembawa Acara:

Para penonton yang saya kasihi, selamat datang dalam acara “Questions About Faith”. / Pertanyaan tentang Iman”

Merupakan sebuah kehormatan dan keistimewaan tersendiri untuk bisa menghadirkan Bapak Pendeta Zakaria Botros, untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan kita.

Para penonton yang budiman, pertama-tama saya ingin memperkenalkan diri saya sendiri. Nama saya adalah Nahed Mahmoud Metwally. Saya dulu adalah kepala sekolah di sebuah SMP di Kairo. Dan pada 7 January 1988, saya dipertemukan dengan Tuhan yang maha besar dan Dia telah menyatakan diri-Nya sendiri dalam diri saya, dan hanya karena anugerah-Nya, saya telah menjadi percaya pada iman Kristen dan percaya pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Tentunya, ini sama sekali bukanlah hal mudah, karena banyak masalah yang kemudian muncul setelah itu. Saya harus meninggalkan negara saya, saya harus meninggalkan keluarga dan anak-anak saya supaya saya bisa tetap mengikuti Yesus, dan karena anugrah Tuhan saja, sejak 1988 sampai saat ini, saya masih bisa melayani Tuhan.

Selamat datang Bapak Zakaria.

Bapak Zakaria ini sudah sangat terkenal. Dia telah melayani Tuhan selama 45 tahun, dan kita percaya Tuhan memberikan Bapa ini dengan umur yang panjang agar tetap dapat melayani Dia dan hanya untuk nama-Nya.

Bapa, kami telah menerima banyak pertanyaan dari saudara-saudara kita yang berlatar belakang muslim. Pertanyaan mereka yang pertama adalah:

Mengapa kita mempersulit Kekristenan kita sendiri dengan adanya istilah Trinitas? Kenapa kita tidak mempermudahnya saja dengan mengatakan bahwa Tuhan itu hanyalah Satu, titik. Kenyataannya adalah banyak orang yang telah mempertanyakan tentang hal ini dan kami ingin kebijaksanaan dari Tuhan yang ada dalam diri Bapalah yang menjawab pertanyaan ini.

Zakaria Boutros :

Banyak orang di banyak tempat menanyakan kami tentang kebenaran ini. Hal ini mempunyai banyak hubungan dengan teologi keislaman. Bagaimana mungkin Tuhan itu ada tiga dalam satu?

Kami sangat mengasihi saudara dan saudari kita yang beragama Islam, dengan kasih yang sama dengan saudara-saudara seiman kita. Oleh karena itu, kami hanya mencoba untuk menjelaskan tentang iman dan apa yang kita percayai, hingga saudara-saudara kita yang beragama Islam tahu bahwa kita bukanlah orang kafir, atau kita percaya pada banyak tuhan. Tapi bagaimana mungkin kita hanya percaya satu Tuhan, padahal pada kenyataannya Tuhan itu sendiri adalah Tritunggal, dan saya sangat senang sekali untuk menanggapi pertanyaan yang telah diajukan ini.

Saudara- saudara kita mengatakan bahwa hal tentang Tritunggal sangatlah sulit, pada hal pada kenyataannya hal ini tidaklah sulit sama sekali. Kita sebut saja bahwa Tuhan itu adalah satu dan kita lupakan tentang konsep yang sulit tentang Tritunggal yang katanya sangat sulit untuk ditangkap.

Saya ingin sekali mengatakan satu hal yang sangat penting, yang saya ingin katakan ke semua orang yang sedang menyaksikan acara ini sekarang.

Saya berharap anda akan dapat menyadari kenapa saya bilang seperti diatas dan kenapa Injil juga mengatakan demikian.

Ada sebuah kebenaran yang sangat penting, yang harus kita mengerti tanpa harus diminta. Ketika anda memiliki anak kecil dan anda ingin menjelaskan pada mereka sebuah kebenaran tentang ilmu pengetahuan, anak kecil itu pasti mengalami kesulitan untuk memahami hal tersebut. Pengetahuan dia masih sangat sederhana hingga kita harus mencoba menyederhanakan masalah tersebut untuknya.

Seperti contoh, kalau saya ingin mengatakan pada anak kecil bahwa saya sangat mengasihinya, saya tidak dapat mengatakan padanya seperti ini “Aku memiliki suatu perasaan yang sangat dalam terhadap kamu” tapi pada seorang anak kecil saya akan mengatakan ”aku menyayangimu sebesar ini,” dan anak kecil itu akan senang karena dia mengerti akan hal itu, bahkan beberapa orang akan mengatakan dengan cara “aku sayang kamu sebesar ruangan ini.” Dan dia akan mengerti akan hal itu dengan kita menyederhanakan kebenarannya. Ketika seorang tumbuh dewasa, pikirannya akan mencapai level kedewasaan tertentu, untuk orang lain, seorang lulusan universitas sebut saja untuk contohnya, anda tidak dapat mengatakan ”aku mencitaimu segini besar,” anda sepertinya mengejek kepandaiannya, untuk orang lain mungkin mengerti apa yang anda maksud dengan ”aku cinta kamu”, orang-orang tertentu malah akan mencari tahu apa ada motivasi tertentu, bagaimana anda mencintai dia dan kalau memang dia seperti itu, kenapa kita mesti membuatnya menjadi begitu rumit? Kenapa tidak mempermudahnya dengan hanya mengatakan aku cinta kamu saja? Tidak sulit sama sekali khan?

Kita dengan mudahnya meneliti  hal-hal yang pokok dari pernyataan tertentu. Hal yang sama dapat diterapkan sama halnya untuk mengerti hal-hal tentang Tuhan. Ketika manusia kita ada pada level intelektual seperti kanak-kanak, Tuhan pastilah akan memberitahukan kebenaran tentang diri-Nya dalam bentuk yang sederhana, Tuhan memenuhi seluruh bumi, itu saja.

Pembawa Acara:

Dapatkan Bapa jelaskan kepada kami apa yang dimaksud dengan “penyederhanaan?”

Zakaria Boutros:

Ya, contohnya bahwa Tuhan adalah satu, Dia memenuhi alam raya ini, Dia memenuhi surga dan bumi. Ketika manusia ada pada level kanak-kanak, mereka menerima kenyataan bahwa Tuhan adalah Satu, dan bahwa Dia tidak mempunyai rekanan, ketika manusia mulai beranjak dewasa secara budaya, secara intelektual dan secara pengetahuan, logikanya mereka ingin menganalisa pernyataan bahwa Tuhan adalah Satu, apa maksudnya ini? Apa artinya Tuhan? Siapakah Tuhan itu? Apakah Dia sama seperti kita? Apakah Dia pandai? Apakah Dia hidup, atau apakah Dia hanyalah sebuah konsep?

Begitu banyak pertanyaan dan kita harus menjawabnya dan kemudian timbullah pewahyuan secara alkitabiah pada manusia, pada tahap manusia dewasa dan mulailah menjelaskan siapakah Tuhan itu,  dan mulai merespon pada pertanyaan-pertanyaan yang sama seperti pertanyaan yang baru saja anda tanyakan pada saya, dan sama seperti yang sangat ingin diketahui oleh penonton kita. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu membutuhkan kepandaian untuk menjawabnya, jawaban-jawaban yang masuk akal, tapi yang lebih penting adalah jawaban-jawaban yang rohaniah, oleh karena itu Alkitab mulai menerangkan kenyataan bahwa manusia pada saat ada di level kanak-kanak dan sesaat setelah mereka mulai tumbuh, kenyataan yang khusus ini sebenarnya telah ditulis di Alkitab.

Rasul Paulus  berkata di 1 Korintus 3: ayat 1 dan 2 ”Dan aku, saudara-saudara, (ini yang dikatakan sendiri oleh Rasul Paulus) pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani (maksudnya adalah dewasa, dewasa secara rohani) , tetapi hanya dengan manusia duniawi (apa maksduanya dengan ini? Kita akan melajutkan perikopnya), yang belum dewasa dalam Kristus (Aku hanya dapat berbicara pada kamu tetang hal-hal yang sederhana). Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras (karena seorang bayi hanya minum susu, akanlah gila bila memberi makan seorang bayi, sepotong daging keras misalnya. Bila kamu mencoba dan melakukan hal itu maka kamu akan kehilangan bayimu, tapi ketika bayi itu telah besar, barulah kita dapat memberikannya makanan keras). Oleh karena itu Rasul Paulus berkata , susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Tidaklah mungkin, oleh karena itu dia harus membuat segala sesuatu menjadi sederhana, oleh karena itu  kita menyebut bahwa Tuhan adalah Satu, tapi kita juga mengatakan bahwa Dia adalah Trinitas, dan ini bukanlah hal yang kompleks.

Pembawa Acara:

Bapa, tolong jelaskan pada kami sedikit lebih jelas tentang Tritunggal, karena hal ini adalah sebuah halangan yang besar, yang orang muslim temui. Yang mereka mengerti adalah bahwa orang-orang Kristen, menyembah 3 tuhan, dan kami mau Bapa menjelaskan tentang Tritunggal ini dengan cara yang mudah sehingga orang-orang dapat percaya dan menerimanya.

Zakaria Boutros:

Bolehkan saya untuk menunjukkan sesuatu sebelum saya menjelaskan lebih lanjut tentang Trinitas.

Pembawa Acara:

Silahkan, Bapa.

Zakaria Boutros:

Pokoknya adalah apakah kita benar-benar percaya ada 3 tuhan atau tidak?

Pembawa Acara:

Benar sekali, ini adalah sebuah pertanyaan yang bagus.

Zakaria Boutros:

Kalau saya berbicara tentang Tritunggal saat ini, orang mungkin masih mempunyai pertanyaan tentang hal ini di benak mereka masing-masing.

Pembawa Acara:

Anda benar sekali

Zakaria Boutros:
Yang akan kami jelaskan saat ini adalah bahwa Kekristenan percaya bahwa kami hanya menyembah pada satu Tuhan, yang tidak ada rekanannya dengan Dia. Oleh karena itu tidak akan dapat ada 2 atau 3 tuhan karena Tuhan adalah hal yang pada dasarnya adalah tidak terbatas, tidak dapat dihitung, kalau Tuhan adalah sebuah konsep, maka haruslah bisa diukur, bagaimana bisa ada tuhan yang ke-tiga?

Tuhan tidak dapat dihitung, Dia memenuhi jagad raya ini, kalau benar memang begitu, maka tidak ada tempat lagi untuk tuhan yang lain selain Dia. Ini adalah dogma / dasar dan Alkitab menjelaskan ini, bahwa kita percaya pada satu Allah yaitu Tuhan Yesus seperti yang tertulis dalam perjanjian baru juga di perjanjian lama. Saya telah menjelaskan sebuah pokok bahwa kita percaya akan satu Tuhan.

Pembawa Acara:

Ya Bapa.

Zakaria Boutros:

Bisakah kita membaca beberapa ayat dari Firman Tuhan, untuk menjelaskan hal ini kepada para pemirsa?

Pembawa Acara:

Banyak kali kita ditantang untuk membuktikan dari Alkitab bahwa Tuhan itu adalah satu, dan kita perlu ayat-ayat alkitab yang diambil dari perjanjian baru untuk membuktikan kesatuan dari Tuhan.

Zakaria Boutros:

Dalam kitab Injil Markus bab 12 pasal 29. Seseorang datang untuk bertanya kepada Tuhan Yesus, dan pertanyaannya adalah:  Perintah manakah yang paling utama di dalam Perjanjian Lama? Apakah Hukum yang paling utama? “Yesus menjawabnya, Alkitab mengatakan “Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Dan Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”

Ini adalah Hukum yang utama. Lalu Tuhan Yesus mengulang kembali ajaran yang ada di Perjanjian Lama yang juga ada dalam Bilangan pasal 6 ayat 4 sampai 9. Dia mengulang-ulang secara kata demi kata, Tuhan adalah Allah kita, Tuhan adalah satu, hal yang sama telah disampaikan berulang-ulang oleh para rasul. Rasul Paulus berkata dalam suratnya kepada jemaat di Roma di pasal 3 ayat ke 29, “bahwa hanya ada satu Allah.” Rasul Yakobus juga mengatakan hal yang persis sama di pasal 3 ayat 19  “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik!

Pembawa Acara:

Pada kenyataannya ini adalah suatu hal yang sangat penting.

Zakaria Boutros:

Ya, ini adalah hal yang selalu kita katakan, ini adalah hal yang selalu kita ulang-ulang di dalam kepercayaan kita. Iman Rasuli kita mengatakan,”Kita percaya pada satu Allah, Pencipta langit dan bumi, yang kelihatan dan tak kelihatan.” Oleh karena itu, Kekristenan mempercayai hanya satu Tuhan, dan Islam sendiri menerima dan mengakui bahwa kita percaya pada Satu Tuhan.

Pembawa Acara:

Tapi pada kenyataanya, Bapa, saudara-saudara kita kaum muslim tetap mengatakan pada kami, ”Kalian menyembah 3 tuhan.” Kami dituding dimanapun kami berada bahwa kami menyembah 3 tuhan, itulah kenapa kami perlu menekankan hal ini bahwa kami hanya menyembah satu Tuhan

Zakaria Boutros:

Kita memang hanya percaya pada satu Tuhan, tapi sekarang mari kita lihat ke belakang pada pertanyaan anda perihal topik dari tiga tuhan – saya belum melupakannya.

Pembawa Acara:

Kami persilahkan.

Zakaria Boutros:

Lalu apa hubungannya dengan Trinitas, bukankah  itu tadi pertanyaan anda?

Pembawa Acara:

Namanya memang seperti itu, jadi apakah Kekristenan percaya bahwa hanya ada satu Tuhan tanpa ada yang lain-lainnya?

Zakaria Boutros:

Benar dan kita  sudah menjawab pertanyaan ini.

Pembawa Acara:

Bukankah ajaran gereja mengenai Tritunggal jadi merupakan sebuah bentuk dari ketidaksetiadaan dan adanya hubungan dari tuhan yang lain dengan Tuhan yang sesungguhnya. Haruskah kita membahas pertanyaan ini satu per satu atau bolehkah saya melanjutkannya?

Zakaria Boutros:

Silahkan, terus saja.

Pembawa Acara:

OK, jadi siapakah yang telah mengatakan bahwa Tuhan adalah Tritunggal? Dan apakah konsep dari Tritunggal itu sendiri dalam Kekristenan?

Zakaria Boutros:

Bagus sekali dan ini merupakan pertanyaan yang penting.

Pembawa Acara:

Dapatkan kita membahas pertanyaan pertama dulu kalau begitu.

Zakaria Boutros:

Ok, kita akan mulai dengan tiga tuhan. Dan kita tidak percaya pada 3 tuhan. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya. Kami percaya pada Satu Tuhan, tanpa ada yang lain-lainnya. Hal mengenai adanya tiga tuhan tidak pernah terjadi dalam dalam kekristenan. Saudara-saudara kita yang beragama Islam telah salah menterjemahkan kata Trinitas yang dalam pengertian mereka adalah sebagai tiga tuhan dan hal ini menuntun kita pada bagian kedua dalam pertanyaan ini: apakah konsep Tritunggal dalam Kekristenan? Dari mana hal ini berasal? Dan siapakah orang yang pertama kali mengatakan tentang hal ini?

Yang pertama kali mengatakan pada kami tentang hal ini adalah Tuhan Yesus sendiri, dalam Kitab Matius pasal 28 ayat 19, Yesus mengatakan, “Karena itu pergilah, jadikalah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.” Yesus mengatakan “Dalam nama..” kata ini adalah dalam bentuk tunggal, Yesus tidak mengatakan “Dalam nama-nama…” Kalau itu adalah tiga individu yang berbeda, maka Yesus akan berkata “Dalam nama-nama…”, tapi karena mereka adalah satu, maka Yesus menyebutnya dalam bentuk kata tunggal “Dalam nama…”  Dalam salah satu surat di Injil Yohanes (1 Yoh 5:7) disana juga disebutkan bahwa ”Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Bagaimana ini bisa terjadi?

Pembawa Acara:

Saya baru saja ingin menanyakan hal yang sama, bagaimana hal di atas bisa terjadi?

Zakaria Boutros:

Konsep apa yang baru saja anda lontarkan sekarang ini.

Pembawa Acara:

Benar sekali

Zakaria Boutros:

Apakah dasar pemikiran dari Trinitas? Mengapa bisa demikian? Apa itu Trinitas dan bagaimana mungkin mereka sama dengan Satu? Benar begitu? Baiklah. Ini adalah bagian yang sangat penting dan saya percaya bahwa apa yang membuat saudara dan saudari kita yang beragama Islam tidak dapat mengerti dan tidak percaya tentang dasar pemikiran ini, tapi ini sebenarnya adalah hal yang sederhana.

Ada Bapa, Putera dan Roh Kudus, dan tentunya hal pertama yang ingin saya tekankan kepada saudara-saudari kita yang beragama Islam adalah bahwa ketika saya mengatakan hal ini, saya tidak bermaksud pada hubungan badan atau fisik sama sekali.

Hal ini sangatlah umum di semua bahasa dan khususnya bahasa arab, bahwa ada 2 tipe atau 2 gaya bicara, baik secara harafiah atau retoris atau secara tidak langsung atau dengan memakai kata-kata kiasan yang akan membawa pada pengertian yang lain.

Jadi kita mulai saja dengan kata Bapa dan Putera. Kalau kita bicara secara harafiah, maka ada seorang pria yang menikahi seorang wanita dan melahirkan seorang anak laki-laki, tapi disini kita tidak berbicara secara harafiah, dan disini maksudnya bukan seperti itu. Walaupun dalam alquran dikatakan demikian. Dalam alquaran dikatakan bahwa tidaklah mungkin bagi Tuhan untuk memiliki seorang anak atau memiliki seorang istri atau seorang pasangan hidup. Kami tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan, menikah dan memiliki seorang anak. Ini bukanlah yang kami katakan. Lalu, darimanakah alquran mendapatkan tentang hal ini? Saya katakan pada anda, dulu ada klenik di abad yang ke-5 sebelum ada Islam karena islam baru muncul di abad ke-7. Klenik artinya adalah sebuah pengajaran yang tidak masuk akal, ajaran yang tidak alkitabiah dan klenik itu disebut dengan klenik Mariamite. Orang-orang Mariamite itu menyembah pada dewa-dewa dan mereka memiliki trinitas yang tidak berdasarkan alkitab seperti Isis, Osiris dan Horus.

Osiris adalah dewa kebaikan, Isis adalah istrinya, mereka menikah dan memiliki anak yang mereka panggil dengan nama Horus, dan kita ketahui bahwa orang-orang Mesir kuno telah juga percaya pada hal seperti trinitas. Ada juga orang lain yang sama seperti orang-orang Mesir kuno itu yang percaya pada hal yang sama, mereka menyembah dewa surga, tapi saat mereka mengetahui tentang kekristenan,  mereka memakai  trinitas yang salah itu menggantikan trinitas yang sesungguhnya. Mereka bilang,”ini hal yang sangat gampang, kami sudah percaya bahwa surga adalah seorang dewa. Kemudian, Maria pastilah seorang dewa perempuan, dan oleh karena itu pastilah Tuhan telah menikahi Maria, dan melahirkan Yesus.” Ini adalah ajaran dari Marimite, tapi Kekristenan menentang ajaran itu dan melarangnya. Dan ketika Islam muncul, masih terdapat tempat-tempat yang masih percaya pada hal yang salah tadi. Kemudian Islam berperang melawan orang-orang itu dan bukan dengan Kekristenan dan saya menentang orang-orang itu dan bukan menentang Kekristenan.

Orang-orang muslim juga memiliki sebuah versi dalam Alquran yang mengatakan,”Kamu akan menemukan orang-orang yang sangat jahat terhadap orang percaya, mereka adalah orang-orang Yahudi dan mereka yang berhubungan dengan lainnya dengan Tuhan, sementara itu kamu akan menemukan orang-orang yang sangat mengasih yang mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Kristen, dan karena beberapa dari mereka adalah para pendeta dan para  biarawan maka mereka tidak berlaku dengan seenaknya. ”Kalau ada orang-orang Kristen di antara mereka yang berhubungan dengan Tuhan yang lain, artinya mereka juga berada di antara orang-orang yang paling jahat itu.

Tapi  versi ini juga mengatakan bahwa kamu akan menemukan orang-orang yang sangat jahat  terhadap orang-orang percaya adalah yaitu adalah orang Yahudi dan mereka yang justru bersekutu dengan Tuhan, dan di lain pihak, kamu akan mendapatkan di antara mereka yang memiliki kasih dari di antara mereka adalah orang Kristen. Alquran mengatakan “Jangalah bersilat lidah dengan orang-orang itu dan kecuali kamu bisa melakukan dengan cara yang paling sopan. Katakan “Kami percaya pada apa yang telah dikirim ke bumi pada kami dan apa yang telah dikirim ke bumi pada kamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah Tuhan yang sama.

Pembawa Acara:

Bapa, kami masih perlu penjelasan lebih lagi mengenai topik Trinitas, karena saya masih melihat bahwa topik tersebut masih sulit untuk dimengerti.

Zakaria Boutros:

Memang, saya memang belum selesai. Kita baru membicarakannya sedikit demi sedikit. Dan sekarang kita bahas lagi tentang Trinitas. Kesatuan dari tiga. Ada sebuah perbandingan yang sangat sederhana. Sangat mudah untuk dimengerti bila setiap anda mencoba untuk mengerti tentang hal ini. Tapi tahukan anda apa yang menjadi masalah? Setiap kali saya berbicara pada saudara-saudara kita yang beragama Islam baik pria atau pun wanitanya, mereka seperti menutup telinga, kenapa hal itu terjadi? Karena mereka telah memiliki prasangka buruk terhadap saya, bahwa saya adalah orang kafir, saya bersekutu dengan Tuhan yang lain, mereka tidak mau membuka telinganya karena takut bahwa mereka akan menerima kekafiran saya. Ini benar sekali, mereka sangat siap untuk membuka mulut dan menyela pembicaraan saya, tapi mereka tidak siap untuk mendengar dan mengerti, karena takut bakal kena bujukan. Ini yang sesungguhnya kita hadapi, tapi ini hanya masalah yang sederhana. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia serupa dan segambar dengan-Nya, tapi kita tahu bahwa Tuhan tidaklah memiliki gambaran secara fisik, Dia tidak memiliki hidung atau telinga. Lalu apakah maksud Tuhan dengan perkataan itu? Maksudnya adalah manusia itu memiliki kepandaian, dapat berkata-kata dan mempunyai roh, inil adalah trinitas.

Kepandaian, berkata-kata dan roh. Manusia juga memiliki tubuh, mahluk hidup yang memiliki kepandaian yang memampukan dia untuk berpikir dan dia juga mempunyai roh karena itu dia hidup.

Jadi manusia yang sama memiliki ketiganya. Saya tidak bisa mengatakan bahwa Nahed adalah tiga. Nahed adalah satu, tapi dia memiliki keberadaan atau hidup secara fisik dan otak untuk berpikir, otak yang memampukan dia untuk berpikir dan memberikan pertanyaan-pertanyaan, dan roh yang membuat dia ada / hidup. Mahluk hidup ini harus memiliki kehidupan, haruslah mampu berpikir dan harus hidup. Hal ini sama halnya dengan Tuhan. Ketika secara bijaksana berpikir tentang Tuhan, kita mengerti bahwa Tuhan itu hidup. Kita tidak bisa begitu saja percaya bahwa Tuhan hanya merupakan sebuah ide belaka. Tuhan harusnya hidup. Dia bukanlah sebuah ide yang abstrak seperti kedamaian.

Anda tidak dapat pergi kepada rasa damai dan kemudian bersalaman dengannya, tidak bisa begitu. Apakah Tuhan hanyalah sebuah gagasan belaka seperti rasa damai itu? Tidak, Tuhan itu benar-benar hidup, Dia adalah sesosok Mahluk yang hidup, Dia mengisi surga dan bumi dan kehidupan ini yang kita sebut dengan Bapa, karena Bapa adalah sumber dari segala kehidupan. Ini sesungguhnya yang telah saya katakan sebelumnya bahwa saya tidak tidak berbicara secara harfiah tapi secara kiasan. Bahwa ada sebuah arti rohani. Ketika kita berbicara tentang Bapa, itu sungguhan, yang adalah sebuah sumber dari  hidup.

Dia adalah hidup itu sendiri dan Dia adalah sumber dari kehidupan, sama seperti bapak duniawi kita yang merupakan sumber hidup dari sebuah rumah tangga, kami hanya mengambil sebuah gambaran atau kemiripan dan kita memanggil dengan Allah Bapa, dalam kapasitas Tuhan sebagai sumber dari kehidupan. Tuhan juga haruslah  hebat, kalau tidak mana mungkin Dia bisa menciptakan mahluk hidup seperti manusia? Dan berbicara tentang kehebatan, kita menggunakan bahasa kiasan dan menyebutnya dengan Putera. Bagaimana mungkin kita menggunakan istilah itu? Kalau ada orang yang hanya duduk diam dan tidak berbicara sedikitpun, dapatkah orang lain tahu atau mengatakan bahwa orang tersebut hebat atau tidak waras? Tapi kalau dia bisa berbicara, maka orang dapat mengatakan bahwa dia normal atau tidak. Dan kita tahu bahwa kata-kata menjelaskan pikiran dan kepandaian. Kata-kata mengungkapkan pikiran dan kepandaian. Kata-kata mengungkapkan pikiran dan menjelaskannya secara kiasan.

Hal di atas dianggap tidak  sopan; apakah kemudian artinya adalah bahwa bibir atas kawin dengan bibir bawah dan kemudian melahirkan sebuah kata? Tentu saja buka, ini adalah sebuah simbol. Kalau saya berbicara tentang seseorang “Dia adalah seekor singa” Orang ini akan menuntut saya karena dianggap menghinanya dan bilang bahwa saya telah mengutuknya. Apakah maksud saya bahwa dia adalah benar-benar seekor binatang? Seekor binatang kejam yang ber kaki empat? Ini hanya omong kosong, saya menggunakan sebuah kata kiasan. Ketika saya mengatakan bahwa seseorang itu adalah seekor singa, maksud saya adalah dia seorang yang berani. Hal yang sama juga ketika saya mengatakan “anak perempuan dari bibir” maksud kata itu adalah berhubungan dengan bibir. Hal yang sama juga berlaku ketika kami mengatakan bahwa orang yang pandai adalah putera dari sumber kehidupan, maksudnya adalah hal tentang orang pandai tidak ada hubungannya dengan sumber kehidupan. Dan inilah yang kami maksud dengan kata Putera dalam Tritunggal, dan saya kira kita tidak mempunyai masalah dengan Roh Kudus, Roh Kudus adalah roh dari kehidupan dan dan ini cukup mendasar, Tuhan hidup melalui Roh-Nya.

Pembawa Acara:

Saya baru saja teringat ada sebuah pertanyaan yang sangat penting saat ini, beberapa orang muslim juga pengatakan seperti ini,”Orang-orang Kristen berkata bahwa Yesus adalah orang yang pandai atau merupakan pikirannnya Tuhan, dan bahwa Yesus adalah penjelmaan. Apakah ini maksudnya bahwa Tuhan itu tidak memiliki pikiran atau kepandaian sendiri?” Mereka sering kali menanyakan tentang hal ini.

Zakaria Boutros:

Ini adalah sebuah pertanyaan yang penting: Tuhan bukanlah sebuah benda. Dia tidak memiliki tubuh jasmani, Dia itu tidak terbatas, Dia adalah Roh yang memenuhi semua yang ada. Kalau Tuhan itu ada di sebuah sebuah tempat tertentu bukan berarti Dia tidak dapat berada di tempat yang lain.

Pembawa Acara:

Dapatkah Bapa menjelaskan lebih lagi?

Zakaria Boutros:
tentu, tapi itu akan membawa kita keluar dari topikc mengenai Tritunggal, dan akhirnya kita malah akan membahas mengenai penjelmaan. Tapi kita memang perlu untuk membahas hal itu sedikit. Orang muslim percaya bahwa pada malam yang ketiga, Tuhan turun ke surga yang lebih rendah. Dia turun ketempat yang lebih rendah dari surga. OK, lalu siapakah yang berada di surga  yang lebih tinggi? Apakah anda mengerti apa yang saya maksud? Kalau anda menterjemahkannya secara harafiah maka hal ini  tidak akan dapat dimengerti.

Contoh lainnya, Alquran menyebutkan tentang Tuhan,”Yang Maha Kasih yang duduk di tahta” Duduk artinya duduk, jadi apakah Dia duduk di atas bangku? Tuhan yang maha besar duduk di atas sebuah bangku, lalu dibuat dari apakah bangku itu? Kayu atau besi atau aluminium atau apa? Sebesar apakah bangku ini? Ini pasti hal yang tak dapat diukur. Tapi ini bukanlah cara yang dimengerti oleh orang-orang muslim. Duduk di atas tahta artinya adalah Dia berkuasa. Bahwa Dia yang memegang kendali. Sehingga saya tidak perlu mengerti artinya secara harafiah, tapi harus tahu arti di balik itu.

Kalau kita mengartikannya secara harafiah, ini artinya bahwa Tuhan tidak ada di tempat lain ketika Dia sedang duduk di tahta. Keberadaan Tuhan dalam sebuah tempat tertentu tidak berarti terus menghalangi keberadaan-Nya di tempat lain pada waktu yang sama. Satu hal lagi. Dalam alquran di Surat 24 ayat ke 35 mengatakan,”Tuhan adalah Cahaya dari surga dan bumi, Cahaya-Nya bisa dibadingkan dengan sebuah relung, relung artinya adalah sebuah celah di dinding, saat di balik sana ada lampu yang menerangi. Lampu itu ada di dalam sebuah gelas, lampunya seperti ini, gelasnya ada di atasnya. Apakah kaca ini membatasi cahayanya? Tidak, cahaya ini seolah-olah seperti sebuah bintang yang gemerlap.” Jadi Cahaya yang ada ini tidak dapat dicegah untuk memancar. Cahaya ini gemerlap  dan semakin indah. Hingga saat kita mengatakan bahwa Tuhan adalah Cahaya dari surga dan bumi, atau bahwa Dia memiliki cahaya dan Cahaya-Nya dapat dibandingkan dengan sebuah relung, yang berupa sebuah lampu, dan lampu itu ada dalam sebuah gelas  dan gelas itu seolah-olah seperti sebuah bintang gemerlap, kita tidak dapat mengartikannya seperti itu, bahwa Tuhan atau Cahaya itu telah dibatasi. Tidak, tidak, melalui gelas itu, Dia dapat menembus ke segala arah. Jadi keberadaan Tuhan dalam tubuh manusia tidak membatasi-Nya. Ini adalah bagian yang ke-2. Saya tidak dapat mengatakan bahwa pikiran Tuhan dipisahkan dari Tuhan itu sendiri, dan tinggal dalam Kristus. Pikiran manusia, seperti yang kita katakan, tidak dapat dipisahkan dari dari firman-Nya.

Pembawa Acara:

Karena tidak banyak waktu lagi yang tersisa dalam program ini, sedangkan masih banyak pertanyaan yang membutuhkan penjelasan, agar kebenaran-kebenaran ini menjadi lebih dekat dengan saudara-saudara kita yang beragama Islam, untuk memberikan susu seperti yang dimaksud oleh Paulus, artinya memberikan mereka makanan-makanan yang sederhana.

Zakaria Boutros:

Dan juga kita harus berdiri di atas sebuah dasar yang sama. Kita seharusnya berada di atas sebuah dasar yang sama. Alquran mengatakan,”Tuhanmu dan Tuhan kami adalah Satu” dan ini adalah dasar  kita.

Pembawa Acara:

Terima kasih Bapa, saya percaya hanya kehendak Tuhanlah yang memungkinkan episode-episode selanjutnya akan ada lebih banyak kesempatan untuk menjelaskan.

Para penonton yang terkasih, adalah kebahagaian tersendiri buat kami dapat menjawab semua pertanyaan anda, silahkan kirimkan kepada kami pertanyaan-pertanyan anda dan apa saja yang ada di pikiran anda. Kami akan memperhatikan semua yang anda butuhkan. Sebentar lagi anda akan melihat alamat kami, bila anda menginginkan sebuah alkitab anda dapat menghubungi kami di alamat tersebut. Terima kasih dan sampai jumpa di waktu yang akan datang.

Zakaria Boutros:

Terima kasih.

  • Share/Bookmark

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

18 Comments

  1. ORANG PINTER GAK PADA PAKAI LOGIKA….
    coba baca konsili nicea 325 M, dimana kalian bingung menentukan Tuhan kalian…

  2. Bisa ngga jelasin apa itu konsili nicea ??? apa Islam juga pakai logika ???? …………

  3. @ron2–benar dugaanku, agamu emang penuh rahasia yang disembunyikan….
    pelajari aja konsisli nicea 325 M, disitu keberadaan dan paham ketuhananmu ada…;)
    IRONIS, sejarah agama kmu sendiri aj gak tw….

  4. @ron2–dah baca konsili nicea 325 M?
    kenapa kok ada voting segala? apa dari dulu gak ada ketegasan tentang Tuhan?
    seandainya ARIUS itu benar? dan itu wahyu ilahi……dan Allah Maha Esa…;)
    Kenapa terjadi perdebatan?…..kalo itu emank asli dan benar?
    seandainya injil punya ARIUS benar? mau dikemanakan injil sekarang dengan revisinya?
    seandainya ARIUS menang dalam voting, kemanakah Tritunggal seperti yang ada sekarang?
    kenapa kaisar yang berperan?
    renungkan…….jangan jebak bangsa kami yang dah punya agama dengan mi instan ya….

  5. sayang seribu sayang ……….. apakah anda tahu siapa arius ???? sederhana saja walapun tanpa konsili nicea …Jesus memang Tuhan …….. anda mungkin salah mengerti tentang konsili ini ..walapun konsili ini tidak adapun kepercayaan kepada Kristus tetap berdiri dengan kokoh ….

    Nah sekarang sy balik bertanya pada anda … buat apa para Murid Kristus mati sahid untuk mempertahankan Iman mereka BUKANKAH MEREKA JAUH LEBIH DEKAT DENGAN JESUS DIBANDING DENGAN ORANG-ORANG YANG MELAKUKAN VOTING YANG ANDA MAKSUDKAN ??? apa mereka mau mati dengan sia-sia, tapi ingat mereka mati dengan terhormat, mati dengan tidak sama sekali MENUMPAHKAN DARAH ORANG LAIN HANYA UNTUK MEMPERTAHANKAN IMAN…

    Nah bagaimana dengan aspek-aspek lain, seperti Penelitian Kritis terhadap Alkitab, bapa-bapa gereja dan tradisi gereja , semua membuktikan dengan gamblang dan jelas dasar Kekristenan tetap berdiri kokoh melewati semua rintangan termasuk sains modern yang mengandalkan logika…termasuk alasan anda mengenai Konsili Nicea……….

    Jadi jika anda mendasarkan alasan hanya sebuah “VOTING” seluruh dunia sedang tersenyum memandang anda ………..

    Salam

  6. @ron2—anda kok malah gak tau siapa arius di konsili nicea 325 m..aneh?
    ah anda kok malah balik bertanya?
    kok seolah anda menghindar dengan adaya konsili nice 325 M
    DIsini ketuhanan anda di “musyawaratkan”…
    lha kok bisa ada kesepakatan terhadap tuhan, disaat ada perselisihan?

    untuk yang mati ato meninggal, kenapa kaisan dan tentara yang menyalibkan dibenci dan dihujat, harusnya mereka di sucikan dan dielu elukan, karena membantu penyaliban untuk penebusan dosa..
    kenapa umat nasranui menangis saat osanya tertebus, harusnya dengan kematian itu harusnya senang gembira dan tidak usah nangus2 karena disany dihapus…….:)

    voting, yah ini kan perselisihan yang tidah terhindarkan?

  7. Tritunggal….tri itu artinta 3……boutros pun muter jelasinnya……..
    kmu gak akan bisa memurtadkan orang muslim……aku tantang kmu boutros…..

  8. salam,

    siapa yang menghindar, konsili nicea memang ada, tapi sayang sekali walaupun konsili nicea itu ada ataupun tidak ada, Sains modern yang meneliti teks2 Alkitab (JAUH SEBELUM ISLAM SEKALI LAGI JAUH SEBELUM ISLAM), tradisi2 gereja jauh sebelum ada konsili nicea BAHKAN JAUH SEBELUM MUHAMMAND NONGOL KE DUNIA pun sepakat bahwa Jesus itu Tuhan, itulah sy berkata DUNIA SEDANG MENERTAWAKAN ANDA … he hehehe karena bacaan anda sudah ketinggalan jaman ……….

    Jadi rasanya lucu dan sedikit menggelikan jika anda mengatakan konsili Nicea adalah salah satu cara untuk meng Tuhankan Jesus Kristus, karena yang membuktikan adalah Sains, Ilmu Pengetahuan Modern yang membuktikan lewat teks2 kuno (JAUH SEBELUM ISLAM) Bahkan lewat komputerisasi…..

    Voting ada perselisihan …apakah anda tidak tahu bahwa Muhammad berkawan dengan seorang “Kristen” yang beraliran seperti Airus ( kalo jaman modern sekarang golongan ini disebut KRISTEN TAUHID) dan bahkan lucunya kawan anda yang menyebut dirinya “Jaringan Islam Liberal” mengakui bahwa Alquran dipenuhi contekan2 dari Alkitab dan tentu saja dipengaruhi oleh kawan Kristen tadi, …….ha hhhahaha

    Jadi kesimpulannya dalam Kristen jauh sebelum Islampun ada aliran sesat yang tidak mengakui Yesus (SEKALI LAGI SEBELUM ISLAM LAHIR KEDUNIA), bukankah sampai sekarang aliran Islam menyimpang yang mengaku LEBIH HEBAT DARI MUHAMMAD ???

    dan bagus sekali jika anda menantang Boutros dalam beragumentasi, saya menunggu alasan2 logis anda
    jangan cuma seperti kawan Islam anda yang lain yang cuma bisa menepuk-nepuk dada bangga yang cuma bisa menyebut ayat2, mengancam dan akhirnya lari entah kemana

    Salam

  9. @ron2—he he he…makasi anda mengakui konsili itu….sayang perbedaan perbedaan itu sepertinya anda hindari……
    darimana penelitian yang mengakui adanya Tri in one, eh tritunggal dink……itu benar?
    kok bisa berselisih para bapak bapak yang dulu, kalo penelitian sekarang benar dan pasti???
    kenapa harus divoting? kalo kenyataannya itu emank benar2 si yesus tri tunggal?
    berati bapak bapak yang dulu memandangagama sebagai tradisi, bukan perkataan yesus sendiri…oh……ironis…
    btw, bole si boutros botak kmu ajak kesini, biar bisa kita salib disini rame rame….wekekekek…
    kan berhadiah juga to kepalanya????…;P

  10. salam,

    ha ahahhaa ……….lho itukan sudah diakui, anda saja yang kagak ngaku kalo alasan anda sudah dipatahkan…ha hahaha biar orang lain yang menilai..tradisi bukan dalam pengertian orang Indonesia lohhh ..uhuahahahaha ….capcay deh …….udahkah ngaku saja sebaiknya anda membaca lebih banyak buku dan mengerti maksudnya..hihihih jangan cuma baca buku atau majalah Islam yang penuh dengan kebencian buta akan kami umat Kristen….dalam debat sy dengan banyak umat Islam kok jawabanya sama seperti anda ??? ha ahahha ha ha sumbernya satu yah …yah udah semoga kasih Tuhan menyertai kita semua

    damai untuk anda

  11. @RON2—susah kalo “utek” dah bebal kayak kmu,….
    aku tanya jenapa ada konsili?
    kenapa ada perdebatan?
    yah kalo utek wes gak bisa dibuat mikir n bodoh seperti anda pasti gak bisa mikr?
    coba jawab pertanyaan saya?

  12. 1+1+1=3
    1+1+1=11
    1+1+1=1 ?
    1+1.0+1.0=1
    1+0+0=1

    OK kita “anggap” 1 mewakili Tuhan yang sesungguhnya, dan 0 adalah ciptaan-Nya yang tidak ada apa-apanya dibandingkan Dia… dan 0 itu adalah tuhan-tuhanan…

    mau buktikan pake komputer? mau buktikan pake sains?

  13. SEBAGAI BAHAN DISKUSI dan mohon maaf klo agak keras….

    Saya pernah membaca sebuah artikel tentang beberapa peraturan dalam berpuasa di Islam, lupa aq baca dimana, klo ada yang tahu, tolong si share ya…… Thx…
    peraturan tentang bercumbu dengan pasangan ketika sedang berpuasa (bukan setelah berbuka puasa), seorang pengikut muhammad sedang melihat muhammad sedang bercumbu dan berciuman dengan salah seorang istrinya… melihat hal itu ia bertanya, apakah boleh mencumbu pasangan kita ketika sedang berpuasa.. maka muncullah peraturan yang membolehkan mencumbu pasangan ketika berpuasa, dan ditambahi pula statement yang menyatakan bahwa sebenarnya Nabi muhammad adalah manusia yang paling kuat dalam menahan hawa nafsunya… trus knpa dia mencumbu istrinya saat sedang berpuasa? Trus bagaimana saat ia sedang bercumbu pengikutnya bisa melihat? apakah muhammad sering bercumbu dihadapan publik?
    bagaimana hal itu dapat dikatakan kuat dalam menahan hawa nafsunya? saya sering memperhatikan statement-stament lain yang muncul sangat bertentangan dengan tingkah laku muhammad yang sebenarnya… jadi bingung…. Knpa bisa muncul statement yang baik dari tingkah laku yang tidak baik ya?

    Mohon penjelasannya….

    seperti tingkah laku muhammad yang menikah puluhan kali, bahkan ada pernikahan yang mengundang kontroversi (bertentangan) dengan Alquran yang telah diwahyukan Allah pada saat itu sehingga turun lagi wahyu Alquran yang khusus memberikan keistimewaan kepada muhammad tentang pernikahan… Kemudian Statement dari para muslim mengatakan bahwa muhammad memiliki banyak istri karena untuk menolong dan mengangkat derajat wanita-wanita yang yang dinikahinya… Padahal ada sebagian diantara istri muhammad dinikahi dalam keadaan yang sangat tertekan (dalam tawanan perang), atau sebelumnya telah memiliki suami yang sah, kemudian dengan ayat Alquran yang baru maka muhammad dapat menikahi mereka dengan sah….

    Trus klo dikatakan lagi, poligami lebih baik dari pada berbuat zinah… menurut saya muhammad juga sering bersetubuh dengan budak-budak yang dimilikinya, apakah ini juga bukan tindakan tercemar dan zinah?

    -Apakah orang-orang terlalu takut untuk mengkritik muhammad karena muhammad adalah seorang nabi?

    -apakah mereka takut akan diintimidasi oleh muhammad dan pengikut2nya? (karena kita ketahui bersama bahwa di dalam Alquran bahwa pembangkangan terhadap nabi bisa dikatakan sebagai kafir).

    -apakah Alquran dapat dijadikan pembenaran yang sah atas tindak-tindak kejahatan (pembunuhan dan perampasan) yang dilakukan olah muhammad dan pengikutnya (kalo bisa, hal ini sangat bahaya)? sedangkan saja muhammad sendiri sering melanggar ayat Alquran yang dikeluarkan pertama kali dan kemudian baru muncul pengecualian untuk dirinya (atau sebelum dia telah melanggar, maka turun ayat pengecualian, sehingga dia tidak dikatakan melanggar)…

    Menurut saya dengan sistem turunnya ayat-ayat Alquran yang sepenggal-sepenggal akan sangat menguntungkan muhammad dan pengikutnya untuk mencapai kepentingannya sendiri. Karena jika ada ayat-ayat pengganti di dalam Alquran, maka Alquran dapat disamakan dengan UU yang ada di Indonesia yang seringkali menggunakan sistem trial & error untuk menemukan hal yang lebih baik. Jika UU yang ini tidak baik atau ada yang kurang maka dapat direvisi sewaktu-waktu.

    Apakah ayat-ayat tentang puasa yang ada di dalam Alquran diturunkan pada saat awal mereka melakukan puasa? apakah muncul lagi ayat tentang puasa yang menyempurnakan ayat-ayat sebelumnya? misal : seperti Sangsi untuk hubungan sex pada siang hari bulan puasa adalah yang bersangkutan harus berpuasa 40 hari secara berturut-turut. kalo dia tidak mampu maka dia harus memberi makan kepada fakjir miskin selama 40 hari Apakah sanksi itu sudah ada sejak awal puasa diatur dalam Alquran?

    Menurut saya Alquran dapat sangat disanksikan kebenarannya…. apalagi jika ada ayat yang mengatakan (mengutip dari perkataan anda):
    “MUhammad telah diampuni oleh Allah swt, kesalahan yang sudah maupun yang belum diperbuatnya”
    Tidakkah anda pernah mempertanyakan dalam hati anda tentang kebenaran ayat ini?

    Menurut saya Allah telah ceroboh telah memberikan muhammad, Alquran dengan ayat yang turun sepenggal-sepengal, dan kecerobohan yang terbesar adalah menurunkan sebuah ayat yang sangat memberikan kesempatan yang sangat besar untuk muhammad mempersalahgunakan kepercayaan itu dengan ayat yang sangat ampuh yaitu “MUhammad telah diampuni oleh Allah swt, kesalahan yang sudah maupun yang belum diperbuatnya” Artinya semua dosa dan kesalahan muhammad akan diampuni, apapun itu baik sekarang maupun yang akan datang…

    Dengan adanya ayat itu muhammad bisa saja selama ini telah banyak membuat ayat-ayat Alquran demi kepentingannya sendiri, mulai membenarkan tindakannya yang kejam tehadap orang-orang yang dianggap kafir (padahal di dalamnya juga terdapat orang ahli2 kitab, tapi masih saja orang2 itu disebut kafir). Pernahkah anda bertanya “mungkinkah ada ayat Alquran yang muncul dari dalam benak muhammad sendiri?” karena Allah telah memberi kendali penuh muhammad terhadap alquran (tentunya dengan didukung ayat super itu)? Kenapa Allah sangat mengurusi kehidupan rumah tangga dan kepuasan utusannya dengan ayat-ayat suciNya itu? Bukankan telah dikatakan bahwa ayat Alquran itu untuk semua manusia (termasuk muhammad), kenapa muncul pengecualian untuk muhammad (yang pada halnya hanya manusia biasa)?

    Apakah anda juga pernah bertanya kenapa ayat Alqura tidak berhenti diturunkan selama muhammad masih hidup (maksudnya knpa koq tidak berhenti sebelum 10/5/3/dsb tahun muhammad meninggal)? kenapa tidak diturunkan seluruh ayat-ayat untuk mengatur sesuatu, knpa selalu ada ayat lain yang mengikuti? hal ini bisa membuat orang yang hidup pada jaman itu bingung dengan peraturan yang berubah-ubah (sama kaya UU di negeri kita ini).

    Pernahkah anda bertanya seperti demikian? muhammad = Alquran?

    Maaf untuk menyambung komentar saya di atas…

    Intinya menurut saya, setelah munculnya ayat “MUhammad telah diampuni oleh Allah swt, kesalahan yang sudah maupun yang belum diperbuatnya”, Allah tidak akan bisa mencegah muhammad untuk menggunakan Alquran sebagai senjata untuk mencapai tujuan dan kepentingan pribadi dirinya sandiri. Karena dosa apapun yang dilakukan muhammad (termasuk menggunakan Alquran sebagai jalan pentas mencapi tujuannya) pasti akan diampuni oleh Allah (ditambah lagi di dalam Alquran dikatakan bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji atau sumpahnya)…. Hal ini adalah kesempatan besar bagi muhammad untuk BERTINDAK SEBAGAI ALLAH melalui Alquran, karena tidak ada yang akan tahu jika ada ayat Alquran yang merupakan buatan muhammad, meskipun Allah Maha Tahu, ALLAH TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA SELAIN MEMAAFKAN DOSA MUHAMMAD…

    Hal ini sangat dapat menyebabkan keabsahan Alquran sebagai wahyu dari Allah dipertanyakan… Karena kita tidak pernah tahu isi hati manusia termasuk muhammad… Kalo Allah sudah pasti Maha Tahu, dan pasti Allah tidak akan mungkin mengeluarkan ayat seperti itu, karena itu sama saja memberikan kesempatan pada manusia (muhammad) untuk mengakui hasil pikirannya sebagai Firman Allah… Kalo Allah sudah pasti Maha Tahu, sudah pasti ayat Alquran akan diturunkan semuanya pada saat bersamaan (tanpa ada revisi ayat pengganti), sehingga tidak perlu ada penungguan yang panjang untuk menunggu Alquran itu sempurna…

    Thx…

    Semoga Dapat Menjadi bahan perenungan kita bersama… Maaf klo agak keras, tapi ini adalah sebuah kemungkinan yang bisa terjadi… skali lagi Thx…

  14. @Muhaemin Sidiq
    1+1+1=3
    1+1+1=11
    1+1+1=1 ?
    1+1.0+1.0=1
    1+0+0=1

    Tanggapan:
    Walah emang masih kayak anak TK yah……:D

    (1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (2) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. (3) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (4) Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. (5) Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. (Yohanes 1:1-5)

    Jangan bilang Allah = 1, & Firman = 1 ato 0 yah.

    Karena Allah & Firman itu 1 kesatuan. Firman itu keluar dari Allah & Firman itu adalah perwujudan Allah.

    Firman yang adalah Allah itu kemudian turun ke dunia & menjadi daging dalam diri Yesus.

    Jangan bilang 1-1=0, ato lalu setelah Firman itu turun ke dunia berarti Allah yg disurga jadi tidak lengkap dong karena minus Firman. Jangan juga bilang berarti Firman yang turun itu sebagian kecil dari Allah yang tinggal di Surga. —Tinggal di surga inipun konsep yang perlu dipertanyakan, bukankah keberadaanNya mengisi semua ruang & waktu, anak TK yang agak pinter tentu bertanya “lalunya apa-Nya yang ada di Surga?”—

    Karena seperti anda akui Allah itu tidak berbatas, anda tidak bisa menambahkan sesuatu kepada-Nya juga tak bisa mengurangkan sesuatu dari-Nya.

    Seperti apapun perwujudan yang dipilihNya untuk menampilkan DiriNya tidak akan membatasi keberadaanNya.

    Susahnya berbicara tentang Allah adalah, bahwa sepertinya “beberapa dari kita” telah mematok harga mati, bahwa Allah harus begini-begini, begitu-begitu. Berdiam di surga & Maha Segalanya. Ga boleh iseng2 turun ke bumi & ga diakui kalo ga Maha Segalanya.
    Kita harus mulai menyadari bahwa Dia Tak Berbatas dalam artian bahwa batasan kata-kata & logika manusia tidak bisa membatasiNya. Rancangan & Jalan2Nya jauh di atas rancangan & jalan2 kita.

    Salah satu contoh kelemahan kata2 & logika kita untuk mendeskripsikan Allah (yg sering sy kutip):

    Allah Maha Pencipta (Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta).
    Allah juga Maha Kuat (Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat). (Copy paste dari Asmaul Husna)

    Bisa tidak Allah menciptakan batu yang sedemikian besar & berat sehingga Allah sendiri tak mampu mengangkatnya (dengan mempertimbangkan 2 premis di atas)?

    Sekali lagi, Kita harus mulai menyadari bahwa Dia Tak Berbatas dalam artian bahwa batasan kata-kata & logika manusia tidak bisa membatasiNya. Rancangan & Jalan2Nya jauh di atas rancangan & jalan2 kita.

    Silahkan merenung

    Peace & LOVE 2 all

  15. Kalau ada orang yang berpendapat bahwa tidak mungkin Alquran hanya karangan belaka dari Muhammad, karena di dalam Alquran terkandung ilmu pengetahuan yang sangat tinggi di dalamnya (meskipun tidak detil, dan terkadang terkesan dipaksakan). Memang benar mungkin di dalam Alquran terdapat konsep dasar atau dapat dikatakan sebagai pemahaman awam tentang hukum-hukum alam dasar. Tetapi hal itu tidak menutupi KEMUNGKINAN bahwa Alquran sebagai karangan Muhammad, karena Muhammad tidak tinggal di dunia ini seorang diri.

    Mau komentar tentang Muhammad sebagai orang buta huruf yang dianggap bodoh dulu :

    Buta huruf dapat terjadi karena orang tersebut belum pernah mengalami pendidikan secara formal tentang membaca.

    Buta huruf = bodoh?

    Statement ini dapat dikatakan benar untuk jaman sekarang karena era saat ini semua ilmu pengetahuan yang tinggi hanya dapat diperoleh secara tertulis (dibutuhkan kemampuan membaca).

    Tetapi untuk jaman dulu, hal itu belum tentu benar… pada jaman dulu transfer knowledge dapat dilakukan dengan cara lisan dan tatap muka secara langsung. Karena itu orang yang memiliki wawasan yang luas adalah orang yang paling banyak berinteraksi dengan orang lain, mendengarkan cerita dari orang lain. Sedangkan Muhammad pada awalnya adalah seorang pedagang, tentu ia memiliki banyak wawasan dan teman.

    Kalau ada yang mengatakan tidak mungkin Muhammad mencomot crita nabi-nabi dari Kitab-kitab yang ada terlebih dahulu karena Muhammad tidak bisa membaca, hal itu terlalu ceroboh, karena Muhammad masih memiliki pendengaran yang baik, tentu saja dia bisa mendengar cerita tersebut dari seseorang, misalnya saja pedagang dari tanah Yahudi, Mesir atau tempat2 lainnya…

    Kalau misalnya ada yang mengatakan bahwa tidak mungkin klo Alquran itu karangan Muhammad atau manusia pada jaman itu, karena di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang sangat tinggi yang bahkan sampai saat ini belum ada.
    Sangat ceroboh sekali jika kita mengatakan bahwa teknologi orang jaman dahulu itu tidak maju, atau orang jaman dahulu itu tidak tau apa-apa. Pada jaman dahulu, dapat kita lihat Mesir, memiliki peradaban yang sangat maju pada jamannya, dapat membangun Piramida yang bahkan untuk ukuran teknologi jaman sekarang masih dibilang cukup sulit. Akan tetapi bangsa Mesir dapat melakukannya dengan teknologi yang mereka miliki pada jaman itu. Orang-orang jaman dahulu jg sudah tahu tentang ilmu perbintangan, penanggalan, cuaca, dll…

    Dan jangan menyangka juga jika ilmu pengetahuan yang ada pada jaman dahulu itu sampai saat ini masih ada. Banyak ilmu pengetahuan yang hilang karena tidak tercatat karena disampaikan secara lisan, atau eksklusif pada kelompok/bangsa tertentu sehingga saat bangsa itu musnah tidak ada yang meneruskannya kepada orang lain. Berbeda dengan jaman sekarang teknologi dan ilmu pengetahuan terbuka untuk umum, sehingga kemungkinan untuk hilang sangat kecil. Sehingga sekarang ini ada kelompok ilmuan yang dikagetkan dengan penemuan tempat yang diyakini dulu sebagai reaktor nuklir ribuan tahun yang lalu.

    Muhammad tentunya tidak hidup sendiri ia banyak berinteraksi dengan orang, mendengar, tentunya ia akan mampu menulis Alquran yang berisi dasar-dasar ilmu alam seperti saat ini. Jadi jangan kira orang jaman dahulu tidak tahu tentang hukum-hukum alam yang ada, meskipun hanya dasarnya saja.

    Sangat tidak bijaksana jika mengukur keabsahan kitab suci dari ilmu pengetahuan yang terdapat di dalamnya. Karena jika ada kitab suci yang dibuat pada saat ini tentunya akan berisi ilmu pengetahuan yang lebih banyak.

    Apakah pernah mendengar kisah tentang Muhammad diberi perintah Baca! oleh malaikat Jibril? disuruh baca apakah Muhammad pada saat itu? bukankan Alquran turun dalam bentuk wahyu dan kemudian dituliskan kembali oleh juru tulis Muhammad? kenapa terjadi keanehan seperti itu? Kemana kitab yang disuruh baca oleh malaikat jibril itu? Kitab apakah itu? apakah Alquran? atau kitab yang lain? (tidak mungkin Alquran, karena semua isi Alquran katanya adalah perkataan Allah yang keluar dari mulut Muhammad)

    Dan benar kata Cosmas, isi Alquran sepertinya membatasi kemampuan Allah, umat Islam hanya mengakui Allah sebatas yang tertulis di dalam Alquran, padahal Allah itu tidak terbatas, dan tidak ada yang mampu membatasi Allah….

    Terima kasih, semoga dapat menjadi renungan….

  16. Tampaknya isu konsili Nicea untuk menutupi skandal pemusnahan ayat2 Alquran asli oleh kalifah Uthman, sìlakan baca:
    http://www.buktisaksi.com/2009/12/QURAN-bukan-wahyu-TUHAN
    Quote:
    Alkitab lebih dari mampu untuk membela dirinya sendiri.

  17. Wah, macam muslim ini tau saja apa yg sebenarnya terjadi di Konsili Nicea 325. Muslim, baca ini:
    http://www.scribd.com/doc/35154525/Konsili-Nicea-Memaksakan-Atau-Meneguhkan

  18. Tritunggal istilah yang sederhana digunakan manusia karena keterbatasan manusia sendiri.
    Memahami Tritunggal secara langsung tidak dapat diterima hal ini hal yang maklum dapat kita terima mengapA?

    1. Dalam sisi sejarah latar belakang sendiri dari Mohammad bukanlah orang yang terpelajar (katanya tdk bisa baca/menulis), dia hanya dengar dari orang-orang disekitarnya yang memiliki keyakinan tentang Kekristenan yang salah dan juga kepercayaan-kepercayaan lain juga sangat memepengaruhinya makanya dalam isi Alquran tertulis kisah-kisah dalam Alkitab dan keyakinan kepercayaan lain. kalau kita mau mengkritisi melalui aspek sejarah akan didapat, Ingat pada masa itu bahwa kehidupan orang Arab cara beribadahnya termasuk mengelilingi kabah adanya air zam-zam dan ritual lainnya dipengaruhi keyakinan agama
    JADI TINGKAT PEMAHAMAN MOHAMMAD TENTANG TRITUNGGAL BELUM SAMPAI SEPERTI MOSLEM SEKARANG.

    2.Memahami Tritunggal harus masuk dimensi roh karena hal ini berbicara tentang rohani (MOGA-MOGA ORANG ISLAM BISA MENERIMA!!!!)perkara rohani harus dipahami secara roh jika tidak, tidak mungkin dapat menangkap, untuk menangkapnya sayaratnya satu yaitu “HARUS DILAHIRKAN BARU DIDALAM ROH” DENGAN MENERIMA ISA ALAMASIH SEBAGAI TUHAN DAN JURU SELAMAT SECARA PRIBADI, Kata PRIBADI maksudnya setiap pribadi memiliki urusan pribadi dengan TUHAN (Wah inipun banyak orang Islam yang tidak nyambung!!!!)Kareana Allah itu Roh untuk memahami-Nya dalam Roh yaitu melalui kuasa Roh Kudus, jika tidak ” AKAN TERUS RIBUT KARENA TIDAK NYAMBUNG”

    wassalammm

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.