Al-Kitab/Bible Mampu, Tetapi Al-Quran Tidak Mampu Tahan Uji, Menurut Pengakuan Tokoh-Tokoh Islam

Manuskrip Alquran Tertua Yang Terbukti Pernah/Telah Ditulis Ulang

Manuskrip Alquran Tertua Yang Terbukti Pernah/Telah Ditulis Ulang

Salah satu dasar keyakinan Kristen terhadap keaslian semua teks Alkitab adalah kemampuannya tahan uji selama 2000 tahun terhadap semua lawannya. Sebaliknya, Al-Qur’an dipastikan akan hancur kalau diuji dengan kriteria yang sama.Ternyata Alkitab adalah Firman Allah yang diturunkan – pasti, diuji dan lulus. Sama nyata adalah fakta bahwa Al Qur’an hanya karangan seorang untuk suku bangsanya sendiri yang tidak mampu tahan uji kalau keasliannya dites (diuji).

Pengaruh Metodologi Bibel Terhadap Studi Alquran
Laporan : Adnin Armas, Republika 29 November 2004

Para Orientalis dan pujangga ilmiah keislaman seperti Ignaz Goldziher (m. 1921), mantan mahasiwa al-Azhar, Mesir, Theodor Noldeke (m. 1930), Friedrich Schwally (m. 1919), Edward Sell (m. 1932), Gotthelf Bergstresser (m.1933), Leone Caentani (m. 1935), Alphonse Mingana (m. 1937), Otto Pretzl (m. 1941), Arthur Jeffery (m. 1959), John Wansbrough (m. 2002) dan muridnya Prof Andrew Rippin, serta Christoph Luxenberg (nama samaran), dan masih banyak lagi yang lain, membawa pandangan hidup mereka (world view) ketika mengkaji Islam.

Mereka mengadopsi metodologi Bibel ketika mengkaji al-Quran. Pendeta Edward Sell, misalnya, menyeru sekaligus mendesak agar kajian terhadap historisitas al-Quran dilakukan. Menurutnya, kajian kritis-historis al-Quran tersebut perlu menggunakan metodologi analisa bibel (biblical criticism). Untuk merealisasikan gagasannya, ia menggunakan metodologi higher criticism dalam bukunya Historical Development of the Quran, yang diterbitkan pada tahun 1909 di Madras, India.

Senada dengan Pendeta Edward Sell, Pendeta Alphonse Mingana di awal-awal artikelnya menyatakan bahwa:

‘Sudah tiba masanya untuk melakukan kritik teks terhadap al-Quran sebagaimana telah kita lakukan terhadap Bibel Yahudi yang berbahasa Ibrani-Aramaik dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani’.

Alphonse Mingana, Syriac Influence on the Style of the Kur’an, Manchester Bulletin 11: 1927.

Noldeke, Schwally, Bergstresser, dan Pretzl bekerja sama menulis buku Geschichte des Qorans (Sejarah al-Quran). Buku yang menggunakan metodologi Bibel ini, mereka tulis selama 68 tahun sejak edisi pertama dan selama 40 tahun sejak diusulkannya edisi kedua. Hasilnya, sampai saat ini, Geschichte des Qoransmenjadi karya standar bagi para orientalis khususnya dalam sejarah kritis gubahan dan penyusunan al-Quran.

Seirama dengan yang lain, Arthur Jeffery mengatakan:

‘Kita memerlukan tafsir kritis yang mencontoh karya yang telah dilakukan oleh orientalis modern sekaligus menggunakan metode-metode penelitian kritis modern untuk tafsir al-Quran.

(Arthur Jeffery, Progress in the Study of the Quran Text, The Moslem World 25: 1935).

Jeffery selanjutnya menumpukan hasratnya untuk membuat tafsir-kritis al-Quran. Salah satu caranya dengan membuat kamus al-Quran. Menurutnya, karya-karya tafsir selama ini tidak banyak memuat mengenai kosa kata teknis di dalam al-Quran. Menurutnya lagi, para mufasir dari kalangan Muslim, masih lebih banyak yang tertarik untuk menafsirkan masih dalam ruang lingkup hukum dan teologi dibanding untuk menemukan makna asal (original meaning) dari ayat-ayat al-Quran.

Merealisasikan impiannya, pada tahun 1925-1926, ia mengkaji dengan serius kosa-kata asing di dalam al-Quran. Hasilnya, ia menulis buku The Foreign Vocabulary of the Quran(Pengaruh Kosa-Kata Asing di dalam al-Quran), Baroda: Oriental Institute, 1938). Ia berharap kajian tersebut bisa dijadikan kamus al-Quran, sebagaimana kamus Milligan-Moulton, sebuah kamus untuk Perjanjian Baru (The New Testament).

Tidak berhenti dengan kajian filologis (philological study), Jeffery juga mengadopsi analisa teks (textual criticism) untuk mengkaji segala aspek yang berkaitan dengan teks al-Quran. Tujuannya untuk menetapkan akurasi teks al-Quran. Analisa teks melibatkan dua proses, yaitu revisi (recension) dan amandemen (emendation).Merevisi/recension adalah memilih, setelah memeriksa segala material yang tersedia dari bukti yang paling dapat dipercaya, yang menjadi dasar kepada sebuah teks. Amandemen adalah menghapuskan kesalahan-kesalahan yang ditemukan sekalipun di dalam manuskrip-manuskrip yang terbaik.

Jeffery telah mendapati, sejarah teks (textual history) al-Quran sangat problematis (bermasalah) karena secara hakiki, tidak ada satupun dari ortografi naskah al-Quran asli dulu yang masih ada pada hari ini (sejak ratusan tahun yang telah berlalu).

Tidak ada naskah al-Quran yang ada saat ini, yang tidak berubah.
Sekalipun perubahan naskah itu alasannya demi kebaikan, namun tetap saja, menurut Jeffery, wajah teks asli sudah berubah.

Manuskrip-manuskrip awal al-Quran, misalnya, tidak memiliki titik dan baris dan ditulis dengan khat Kufi yang sangat berbeda dengan tulisan yang saat ini digunakan.

Jadi, menurut Jeffery, modernisasi tulisan dan ortografi, yang melengkapi teks dengan tanda titik dan baris, sekalipun memiliki tujuan yang baik, namun telah merusak teks asli. Teks yang diterima (textus receptus) saat ini, bukan fax dari al-Quran yang pertama kali.

Namun, ia adalah teks yang merupakan hasil dari berbagai proses perubahan ketika periwayatannya berlangsung dari generasi ke generasi di dalam komunitas masyarakat. (Arthur Jeffery, The Quran as Scripture, New York: R. F. Moore: 1952).

Dalam pandangan Jeffery, tindakan masyarakat (the action of community) yang menyebabkan sebuah kitab itu dianggap suci. Fenomena ini, menurutnya, terjadi di dalam komunitas lintas agama. Komunitas Kristen (Christian community), misalnya, memilih 4 dari sekian banyak Gospel, mengumpulkan sebuah korpus yang terdiri dari 21 Surat (Epistles), dan menggabungkan dengan Perbuatan-Perbuatan (Acts) dan Apokalipse, yang semua itu membentuk Perjanjian Baru (New Testament).

Ini sama halnya, menurut Jeffery, dengan

  • penduduk Kufah yang menganggap mushaf ‘Abdullah ibn Mas’ud sebagai al-Quran edisi mereka (their recension of the Quran),
  • penduduk Basra dengan mushaf Abu Musa,
  • penduduk Damaskus dengan mushaf Miqdad ibn al-Aswad, dan
  • penduduk Syiria dengan mushaf Ubay.

Bagaimanapun, mushaf-mushaf tersebut lagi-lagi paralel sekali dengan sikap masing-masing pusat-pusat gereja terdahulu yang masing-masing menetapkan sendiri beragam variasi teks di dalam Perjanjian Baru. Teks Perjanjian Baru memiliki berbagai versi seperti teks Alexandria (Alexandrian text), teks Netral (Neutral text), teks Barat (Western text), dan teks Kaisarea (Caesarean text). Masing-masing teks tersebut memiliki varian bacaan tersendiri.

Melanjutkan analisisnya, Jeffery berpendapat mushaf-mushaf tersebut merupakan bagian dari mushaf-mushaf tandingan (rival codices) terhadap mushaf Usmani. Ia kemudian berkolaborasi dengan Bergstresser, guru Joseph Schacht merancang untuk membuat al-Quran edisi kritis (a critical edition of the Quran).

Dua Ilmuan Islam: Mohammed Arkoun dan Nasr Hamid
Dalam perkembangannya, metodologi tersebut juga sudah diterapkan oleh sebagian pemikir Muslim. Mohammed Arkoun, misalnya, sangat menyayangkan jika sarjana Muslim tidak mau mengikuti jejak kaum Yahudi-Kristen. Dia menyatakan:

‘Sayang sekali bahwa kritik-kritik filsafat tentang teks-teks suci — yang telah digunakan kepada Bibel Ibrani dan Perjanjian Baru, sekalipun tanpa menghasilkan konsekuensi negatif untuk ide wahyu –terus ditolak oleh pendapat kesarjanaan Muslim.’

Mohammed Arkoun, Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers. London: Saqi Books, 2002

Dia juga menegaskan bahwa studi al-Quran sangat ketinggalan dibanding dengan studi Bibel (Al-Kitab)(‘Quranic studies lag considerably behind Biblical studies to which they must be compared’). (Mohammed Arkoun, The Unthought in Contemporary Islamic Thought, London: Saqi Books, 2002).

Menurut Arkoun, metodologi John Wansbrough, memang sesuai dengan apa yang selama ini ingin dia kembangkan. Dalam pandangan Arkoun, intervensi ilmiah Wansborugh cocok denganframework yang dia usulkan. Framework tersebut memberikan prioritas kepada metode-metode analisa sastra yang, seperti bacaan antropologis-historis, menggiring kepada pertanyaan-pertanyaan dan sebuah refleksi yang bagi kaum fundamentalis saat ini tidak terbayangkan. (Mohammed Arkoun, Contemporay Critical Practices and the Quran, di dalam Encyclopaedia of the Quran, Editor Jane Dammen McAuliffe, Leiden: Brill, 2001).

Padahal John Wansbrough, yang menerapkan analisa Bibel, yaituform criticism dan redaction criticism kepada al-Quran, menyimpulkan bahwa teks al-Quran yang tetap ada baru ada setelah 200 tahun wafatnya Rasulullah (Muhammad).Menurut John Wansbrough lagi, riwayat-riwayat mengenai al-Quran versi Usman adalah sebuah fiksi yang muncul kemudian, direkayasa oleh komunitas Muslim supaya asal-muasal al-Quran dapat dilacak ke Hijaz (Issa J Boullata, Book Reviews: Qur’anic Studies: Sources and Methods of Scriptural Interpretation, The Muslim World 67: 1977).

Menurut Arkoun, kaum Muslimin menolak pendekatan kritis-historis al-Quran karena nuansa politis dan psikologis. Politis karena mekanisme demokratis masih belum berlaku, dan psikologis karena kegagalan pandangan muktazilah mengenai kemakhlukan al-Quran. Padahal, menurut Arkoun, mushaf Usmani tidak lain hanyalah hasil sosial dan budaya masyarakat yang kemudian dijadikan ”tak terpikirkan” dan makin menjadi ”tak terpikirkan” karena kekuatan dan pemaksaan penguasa resmi. Ia mengajukan istilah untuk menyebut mushaf Usmani sebagai ”mushaf resmi tertutup (closed official corpus)’. (Mohammed Arkoun, Rethinking Islam Today di dalam Mapping Islamic Studies, Editor Azim Nanji).

Dalam pandangan Mohammed Arkoun, apa yang dilakukannya sama dengan apa yang diusahakan oleh Nasr Hamid Abu Zayd, seorang intelektual asal Mesir. Arkoun menyayangkan sikap para ulama Mesir yang menghakimi Nasr Hamid. Padahal metodologi Nasr Hamid memang sangat layak untuk diaplikasikan kepada al-Quran.

Nasr Hamid berpendapat bahwa al-Quran sebagai sebuah teks dapat dikaji dan ditafsirkan bukan hanya oleh kaum Muslim, tapi juga oleh Kristen maupun ateis.

Al-Quran adalah teks linguistik-historis-manusiawi. Ia adalah hasil budaya Arab.

Adopsi sarjana Muslim terhadap metodologi Bible terhadap al-Quran sangat disayangkan. Jika adopsi ini diamini, maka hasilnya fatal sekali. Otentisitas (kesahihan) al-Quran sebagai kalam Allah akan tergugat.

Al-Quran akan diperlakukan sama dengan teks-teks yang lain.

Ia akan menjadi teks historis, padahal sebenarnya (menurut iman & kepercayaan Muslim saja) ia adalah ‘Tanzil’. Ia jelas berbeda dengan sejarah Bible. Sumbernya juga berbeda. Setting sosial dan budaya juga berbeda. Bahkan bahasa asli Bibel sudah tidak banyak lagi digunakan oleh penganut Kristen. Sangat berbeda dengan kaum Muslimin, yang dari dulu telah, sekarang masih, dan akan datang terus membaca dan menghapal al-Quran dalam bahasa Arab. Oleh sebab itu, mengadopsi metodologi Bibel terhadap al-Quran adalah adopsi dan metodologi yang orang Islam anggapi dan akui sebagai salah kaprah.

Penulisnya ialah Kandidat Doktor di ISTAC-IIUM, Kuala Lumpur

Source: Republika Online, Juga paparan di Indonesia Watch dengan seizinnya.

Selasa, 30 November 2004.

  • Share/Bookmark

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

23 Comments

  1. ah masaaaaaaaaa…………………emang ada yg percya apa yg tulis wakakakakak……….minoritas mah terima aja lah hahahhaha…..bangsa ini dijajah 350 tahun lo ama bangsa kafir yg bawa bwa misi agama….tapi….liat dong realitanya tetep minoritas wakakakakaka……..web sekelas FFI….(web org2 komunis)

  2. aku percaya sajian ini.

  3. Tulisan yg menarik…

  4. @SED N @JACK
    HA HA HA…..dah deh jangan membuat kami kami ini ketawa dengan artikel ini…………………..;p

  5. Apakah agama patut d pelajari….atw hnya dilakukan seperti berjalan d dlm kglapan…???

  6. Lets save moslem from wrong paths!!!!

    http://faithbookz.blogspot.com

  7. @FAJARYEHUDA—-he hehe…..hemmmmmm….ini to caranya menyebarkan agama…….

  8. COBA BANDING KAN

    Mohammad dalam Sholawat Nabi, minta agar di doakan supaya masuk SORGA. Jadi Dia sendiri tidak yakin masuk SORGA, padahal Dia meng klaim diriNya sebagai Rasul Allah.

    Yesus dalam Yohanes 14:6 berkata: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak seorangpun sampai kepada ALLAH BAPA (di SORGA), kalau tidak melalui Aku. Jadi Dia sendiri menjamin kalau UmatNya menjalankan firman dan perintahNya pasti masuk SORGA, karena Dia menjamin Dia ada di SORGA.

    Terus ngapain jadi umatNya Mohammad, mending kita berbuat baik dan alim sendirian aja, SIAPA TAHU bisa masuk SORGA.

    TERUS LEBIH SIP PILIH SIAPA…?? Keputusan ada ditangan Anda sendiri.

  9. @ PELURUS

    Perbedaan orang Kristen/Katholik dan Islam adalah: Kami tahu dan mengerti apa yang kami baca sedangkan kaum Muslim tidak tahu dan mengerti apa yang mereka baca….
    Kami tidak menyebarkan agama TETAPI kami menyebarkan keselamatan dan jaminan surga di dalam nama Tuhan Yesus Kristus (Isa Almasih)
    Bukan agama yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa maut TETAPI nama Yesus Kristus.
    Saya tidak ingin menghakimi orang-orang yang terlahir sebagai Muslim tetapi paling tidak mereka mempunyai kesempatan untuk mendengar Good News tentang dalam nama Yesus Kristus….entah mereka menolak atau menerima pemberitaan Injil, itu bukan urusan kami. Bagian kami hanya sebatas memberitakan Injil sedangkan bagian Tuhan adalah menjamah hati mereka untuk percaya kepada-Nya. Kami hanya memainkan peranan kecil dalam rangka mengerjakan keselamatan yang telah kami terima sebelum Yesus datang kembali…. =)

  10. @ pelurus: kita ketemu lagi pak .mana loe koq ga pernah jwb komentar2 gw pak,cm segitu toh ilmu loe,loe meremehkan/mentertawai cara2 umat kristen menyebarkan agama tp cb lihat pada diri sendiri islam jg penuh kebohongan dan tipu muslihat,memalukan sdh terbukti koq.
    @ ibenk knebi: hahahahahah,loe lihat diindonesia lihat diseluruh dunia lebih hebat mana islam dgn kristen,kristen agama terbesar pertama dgn jumlah 2,239 milyar dari 6,4 milyar,sdg islam 1,226 milyar didunia(sumber buku islam & religion of the world March 2009) ,islam bisa mencapai angka spt itu karena isi dan pengajaran agama mirip dan dekat dgn sumber ke-Ilahian yg asli yaitu kristen,tp sementara nanti juga hancur ,karena sdh byk yg bertobat dan kembali kpd Kristus.

  11. @ tKG tANYA : COBA BANDING KAN

    Mohammad dalam Sholawat Nabi, minta agar di doakan supaya masuk SORGA. Jadi Dia sendiri tidak yakin masuk SORGA, padahal Dia meng klaim diriNya sebagai Rasul Allah.

    Yesus dalam Yohanes 14:6 berkata: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak seorangpun sampai kepada ALLAH BAPA (di SORGA), kalau tidak melalui Aku. Jadi Dia sendiri menjamin kalau UmatNya menjalankan firman dan perintahNya pasti masuk SORGA, karena Dia menjamin Dia ada di SORGA.

    kOMENT : Lha kalau umatnya gak nurutin perintahnya, masuk surga juga? Banyak sekali umat yesus yang jadi penjahat, pemerkosa, pembunuh, pezina, dll. Lihat umat yesus di Luar negeri. Jangan di Indonesia. Mereka gak akan selamat walaupun jadi umat yesus. KArena melanggar firman dan perintahnya. Kalo tetep masuk surga, aku akan masuk agamamu, trus aku bunuh kau, aku perkosa ibumu, istrimu, anakmu, dan saudara perempuanmu, (itukan yang dicontohkan para nabi dalam injil? Lihat :

    Nabi Luth menyerahkan kedua puterinya yang masih perawan untuk diperkosa oleh pemuda-pemuda Sodom dan Gomorah, gagal dengan itu, maka puteri-puterinya memabuki ayahnya sehingga mereka bersetubuh dengan bapaknya sendiri. (Kejadian pasal 19).

    Karena takutnya maka Nabi Ibrahim menyerahkan atau membiarkan Sarah, isterinya dibawa oleh raja Gerar dengan maksud untuk dizinai (Kejadian 20).

    Demikian pula Yehuda, yang berzina dengan anak menantunya sendiri yang bernama Tamar (Kejadian 38).

    Sedangkan nabi Samson berzina dengan perempuan lacur (Hakim-hakim 16).

    Nabi dan Raja Daud berzina dengan Uria isteri perwira bawahannya, yang baru saja datang bulan (II Semuil 11:4), sedangkan didalam II Semuil 13:1-16 diceriterakam bahwa Ammon, putera Nabi dan Raja Daud memperkosa adik kandungnya sendiri yang bernama Tammar, bahkan sesudah diperkosa ia lalu mengusir Tammar.)

    DAN AKU AKAN TETAP MASUK SURRRRGAAAA, Asyiikkkkk, Nikmaaat… Agamamu memang RUAAAR BIASAAAA….. betul2 siip. AKU JUGA PENGIN BERKELAHI DENGAN TUHANMU. SIAPA TAU, AKU JUGA BISA MENANG SEPERTI YAKUB. (Dalam Kejadian 32:25-32 bahkan diceriterakan Allah dapat dikalahkan oleh nabi Yakub.) TUHANMU NAMPAKNYA LEMAH…. MUNGKIN DENGAN SATU JURUS : KUNYUK MELEMPAR BUAH, KO. hahahahah….

  12. keyakinanku tetap number one…..
    asyhaduallah ilahahilallah waashaduanna muhammad darasullulah
    aku bersaksi tiada tuhan selain ALLAH dan aku bersaksi bahwasannya muhammad itu rasul ALLAH………….
    ((( ALLAHUAKBAR=allah maha besar )))

  13. @ MUH YUSUF EL ISLAM:

    KOMEN ANDA YANG KUNO
    Lha kalau umatnya gak nurutin perintahnya, masuk surga juga? Banyak sekali umat yesus yang jadi penjahat, pemerkosa, pembunuh, pezina, dll. Lihat umat yesus di Luar negeri. Jangan di Indonesia. Mereka gak akan selamat walaupun jadi umat yesus. KArena melanggar firman dan perintahnya. Kalo tetep masuk surga, aku akan masuk agamamu, trus aku bunuh kau, aku perkosa ibumu, istrimu, anakmu, dan saudara perempuanmu,

    JAWAB:
    agaknya itu adalah statemen favorit anda ya???? ini sudah yang kedua kalinya.
    gak ada perkembangan juga! selalu hambar dan gak berbobot.

    anda memang pintar melihat balok di mata orang lain tapi tidak dapat melihat yang selembar di mata anda sendiri. anda menghakimi orang Kristen dengan ukuran anda. baiklah pak…..
    ckckckckckckck…. anda bilang banyak umat Yesus yang jadi penjahat.
    WOW…..
    jangan anda berfikir budaya barat = Kristen
    totally wrong sir……
    Emanganya kekeristenan pertama kali eksis ada daerah dimana? Yerusalem, bung

    ANDA HARUS TAHU INI PAK.
    1.banyak orang Kristen di negara-negara barat yang sedang berjuang melawan pengaruh hendonisme dan ejekan gerakan atheisme.

    2.banyak orang Kristen di negara-negara Islam yang sedang berjuang untuk mempertahankan iman barunya ditengah-tengah ancaman pembunuhan dan aniaya. Masuk Islam diperbolehkan tetapi masuk Kristen di bunuh…

    3.banyak orang Kristen di negara-negara komunis yang sedang berjuang hanya untuk dapat membaca Alkitab ditengah-tengah intimidasi dan ancaman pembunuhan dan aniaya.

    SETIAP MALAM SAYA BERDOA SYAFAAT BAGI SAUDARA/I SEIMAN SAYA DI SELURUH DUNIA.
    SAYA TIDAK MENGHABISKAN JAM DOA SAYA UNTUK MENDOAKAN NABI-NABI YANG TELAH WAFAT.

    Kalau cuma sebatas itu anda memahami kekeristenan, saya kasihan dengan anda.

  14. saya bukan dr indonesia tp dr malaysia…maafkan bahasa saya yang sedikit berbeda dengan kalian
    tetapi menjadi penarik perhatian bagi saya untuk turut sama dalam perbincangan ini kerana saya rasa perlunya say bertindak demi agam saya sendiri…

    yang pertama-tamanya…artikel tuan hanya menyebutkan tentang hendak menafikan Al-Quran tetapi tiada suatu yg telah menjadi bukti penafian yang kukuh. jika dilihat dari segi erti Al-Quran itu bisa kekal selama-lamanya bukanlah bererti pada zat atau sifat fizikalnya tetapi pada isi kandungannya dan susun atur ayatnya. Al-Quran diturunkan dalam masyarakat arab yang mempunyai pelbagai lujnah bahasa jadi untuk diselaraskan dan dipermudahkan bagi mereka yang nggak bisa berbicara dalam bahasa arab dan mengelakkan sebarang salah faham dikemudian hari.
    tp apa yang menariknya tidak ada satu pun bahagian drpd petikan di atas yg menyebut bagaimana bilie itu diuji dan lulus ujiannya. kerna, katanya Al-Quran tiada kitab asli (ini kerana ia diturunkan melalui perutusan nabi) Bible juga tiada kelihatan kitab aslinya…malah ada sahaja yang bercanggah dalam kitab suci tersebut

    dikatakan Muhammad SAW itu tidak yakin akan masuk syurga? Owh, itu tidak benar. tetapi salahkan seseorang hamba itu terus berdoa kepada Tuhannya. Jika kamu mempunyai seorang ketua dan ketua kamu itu memiliki segalanya. sudah pun dia memberi kamu gaji maka adakah kamu meninggalkannya begitu sahaja? sudah tentu kamu terus berkhidmat untuk teruskan jaminan dan sebagai rasa terima kasih. Atau mungkin manusia ini kasar benar sehingga tidak reti mengucap terima kasih.
    benar ramai yang megaku Islam yg berlaku kasar. Benar juga untuk agama-agama lain jadi adalah adil jika kita lihat pada ajaran agama dan bukan pada ahlinya. Islam itu sendiri mengajar agar kita menjadi golongan yang baik. saya yakin begitu juga dengan kristian. tetapi apa saya lihat beda nya ialah jika kamu Islam kamu akan rasa bahawa salah melakukan sedemikian. tetapi dalam kristian hidup beragama itu seolah2 menjadi pilihan. saya kurang arif tentang ini, mungkin saudara bisa beri pertolongan

    ada claim kata Islam mirip pada kristian…itu tidak diakui salah. kerna kristian pada asalnya adalah agama yang benar. agama Allah, bertauhidkan pada Allah yang Esa. tetapi dalam Islam telah dimantapkan lagi agama dengan kelengkapan sepanjang zaman. menurut pemahaman Islam, kelemahan agama kristian itu lahir dr 3 perkara…
    1. perubahan yg dibawa oleh penyeleweng2 agama. seperti yang telah disoalkan oleh national geographic tentang kesahihan Paul dan keraguan terhadap hakikat yang Isa rela disalib sedangkan dalam sejarah beliau sendiri yang melarikan diri daripada umatnya…
    2. luput kerana zaman. Al-Quran telah ditetapkan dengan kelonggaran dan syarat2 yg sesuai dengan sepanjang zaman hingga akhir bumi. Kristian pula sesuai sehingga Nabi Muhammad lahir. kenyataan ini ada dalam bible (saya tidak ingat yang mana satu, mungkin saudara voleh mencarinya kemudian) yang mengatakan akan ada satu lagi nabi terakhir dan juga disebutkan nama Ahmad (yang terpuji)
    3. daripada kedegilan antara kristian yang enggan menerima kebenaran wujudnya satu lagi utusan Allah. jadi diteruskan dengan dakyah yang menyalahkan Muhammad

    selain dr itu, juga telah dilihat dalam sejarah bagaimana Kristian itu ada beberapa kesilapan dalam pemahamannya. terutamanya dalam bidang sains. Soalnya, bagaimana Tuhan yang mengajar sendiri boleh silap ajarannya sedangkan tuhan yang mencipta alam? dan kerana perbezaan pendapat ini, beberapa saintis telah dibunuh oleh pihak gereja seperti berlaku pada galilieo dan joan of arc. Adakah tuhan kamu mengajar kamu membunuh orang yang cuba menyampaikan kebenaran hanya kerana dia berbeza dengan tuhan kamu?saya percaya tidak, mungkin pihak gereja sendiri yang terlampau. tp bagaimana tuhan boleh salah ajar. atau…yang menyampaikan itu sendiri bukan tuhan?

    saya pengembara mencari cahaya kebenaran…teruskan membantu saya mengenali agamamu~

  15. SEBAGAI BAHAN DISKUSI dan mohon maaf klo agak keras….

    Saya pernah membaca sebuah artikel tentang beberapa peraturan dalam berpuasa di Islam, lupa aq baca dimana, klo ada yang tahu, tolong si share ya…… Thx…
    peraturan tentang bercumbu dengan pasangan ketika sedang berpuasa (bukan setelah berbuka puasa), seorang pengikut muhammad sedang melihat muhammad sedang bercumbu dan berciuman dengan salah seorang istrinya… melihat hal itu ia bertanya, apakah boleh mencumbu pasangan kita ketika sedang berpuasa.. maka muncullah peraturan yang membolehkan mencumbu pasangan ketika berpuasa, dan ditambahi pula statement yang menyatakan bahwa sebenarnya Nabi muhammad adalah manusia yang paling kuat dalam menahan hawa nafsunya… trus knpa dia mencumbu istrinya saat sedang berpuasa? Trus bagaimana saat ia sedang bercumbu pengikutnya bisa melihat? apakah muhammad sering bercumbu dihadapan publik?
    bagaimana hal itu dapat dikatakan kuat dalam menahan hawa nafsunya? saya sering memperhatikan statement-stament lain yang muncul sangat bertentangan dengan tingkah laku muhammad yang sebenarnya… jadi bingung…. Knpa bisa muncul statement yang baik dari tingkah laku yang tidak baik ya?

    Mohon penjelasannya….

    seperti tingkah laku muhammad yang menikah puluhan kali, bahkan ada pernikahan yang mengundang kontroversi (bertentangan) dengan Alquran yang telah diwahyukan Allah pada saat itu sehingga turun lagi wahyu Alquran yang khusus memberikan keistimewaan kepada muhammad tentang pernikahan… Kemudian Statement dari para muslim mengatakan bahwa muhammad memiliki banyak istri karena untuk menolong dan mengangkat derajat wanita-wanita yang yang dinikahinya… Padahal ada sebagian diantara istri muhammad dinikahi dalam keadaan yang sangat tertekan (dalam tawanan perang), atau sebelumnya telah memiliki suami yang sah, kemudian dengan ayat Alquran yang baru maka muhammad dapat menikahi mereka dengan sah….

    Trus klo dikatakan lagi, poligami lebih baik dari pada berbuat zinah… menurut saya muhammad juga sering bersetubuh dengan budak-budak yang dimilikinya, apakah ini juga bukan tindakan tercemar dan zinah?

    -Apakah orang-orang terlalu takut untuk mengkritik muhammad karena muhammad adalah seorang nabi?

    -apakah mereka takut akan diintimidasi oleh muhammad dan pengikut2nya? (karena kita ketahui bersama bahwa di dalam Alquran bahwa pembangkangan terhadap nabi bisa dikatakan sebagai kafir).

    -apakah Alquran dapat dijadikan pembenaran yang sah atas tindak-tindak kejahatan (pembunuhan dan perampasan) yang dilakukan olah muhammad dan pengikutnya (kalo bisa, hal ini sangat bahaya)? sedangkan saja muhammad sendiri sering melanggar ayat Alquran yang dikeluarkan pertama kali dan kemudian baru muncul pengecualian untuk dirinya (atau sebelum dia telah melanggar, maka turun ayat pengecualian, sehingga dia tidak dikatakan melanggar)…

    Menurut saya dengan sistem turunnya ayat-ayat Alquran yang sepenggal-sepenggal akan sangat menguntungkan muhammad dan pengikutnya untuk mencapai kepentingannya sendiri. Karena jika ada ayat-ayat pengganti di dalam Alquran, maka Alquran dapat disamakan dengan UU yang ada di Indonesia yang seringkali menggunakan sistem trial & error untuk menemukan hal yang lebih baik. Jika UU yang ini tidak baik atau ada yang kurang maka dapat direvisi sewaktu-waktu.

    Apakah ayat-ayat tentang puasa yang ada di dalam Alquran diturunkan pada saat awal mereka melakukan puasa? apakah muncul lagi ayat tentang puasa yang menyempurnakan ayat-ayat sebelumnya? misal : seperti Sangsi untuk hubungan sex pada siang hari bulan puasa adalah yang bersangkutan harus berpuasa 40 hari secara berturut-turut. kalo dia tidak mampu maka dia harus memberi makan kepada fakjir miskin selama 40 hari Apakah sanksi itu sudah ada sejak awal puasa diatur dalam Alquran?

    Menurut saya Alquran dapat sangat disanksikan kebenarannya…. apalagi jika ada ayat yang mengatakan (mengutip dari perkataan anda):
    “MUhammad telah diampuni oleh Allah swt, kesalahan yang sudah maupun yang belum diperbuatnya”
    Tidakkah anda pernah mempertanyakan dalam hati anda tentang kebenaran ayat ini?

    Menurut saya Allah telah ceroboh telah memberikan muhammad, Alquran dengan ayat yang turun sepenggal-sepengal, dan kecerobohan yang terbesar adalah menurunkan sebuah ayat yang sangat memberikan kesempatan yang sangat besar untuk muhammad mempersalahgunakan kepercayaan itu dengan ayat yang sangat ampuh yaitu “MUhammad telah diampuni oleh Allah swt, kesalahan yang sudah maupun yang belum diperbuatnya” Artinya semua dosa dan kesalahan muhammad akan diampuni, apapun itu baik sekarang maupun yang akan datang…

    Dengan adanya ayat itu muhammad bisa saja selama ini telah banyak membuat ayat-ayat Alquran demi kepentingannya sendiri, mulai membenarkan tindakannya yang kejam tehadap orang-orang yang dianggap kafir (padahal di dalamnya juga terdapat orang ahli2 kitab, tapi masih saja orang2 itu disebut kafir). Pernahkah anda bertanya “mungkinkah ada ayat Alquran yang muncul dari dalam benak muhammad sendiri?” karena Allah telah memberi kendali penuh muhammad terhadap alquran (tentunya dengan didukung ayat super itu)? Kenapa Allah sangat mengurusi kehidupan rumah tangga dan kepuasan utusannya dengan ayat-ayat suciNya itu? Bukankan telah dikatakan bahwa ayat Alquran itu untuk semua manusia (termasuk muhammad), kenapa muncul pengecualian untuk muhammad (yang pada halnya hanya manusia biasa)?

    Apakah anda juga pernah bertanya kenapa ayat Alqura tidak berhenti diturunkan selama muhammad masih hidup (maksudnya knpa koq tidak berhenti sebelum 10/5/3/dsb tahun muhammad meninggal)? kenapa tidak diturunkan seluruh ayat-ayat untuk mengatur sesuatu, knpa selalu ada ayat lain yang mengikuti? hal ini bisa membuat orang yang hidup pada jaman itu bingung dengan peraturan yang berubah-ubah (sama kaya UU di negeri kita ini).

    Pernahkah anda bertanya seperti demikian? muhammad = Alquran?

    Maaf untuk menyambung komentar saya di atas…

    Intinya menurut saya, setelah munculnya ayat “MUhammad telah diampuni oleh Allah swt, kesalahan yang sudah maupun yang belum diperbuatnya”, Allah tidak akan bisa mencegah muhammad untuk menggunakan Alquran sebagai senjata untuk mencapai tujuan dan kepentingan pribadi dirinya sandiri. Karena dosa apapun yang dilakukan muhammad (termasuk menggunakan Alquran sebagai jalan pentas mencapi tujuannya) pasti akan diampuni oleh Allah (ditambah lagi di dalam Alquran dikatakan bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji atau sumpahnya)…. Hal ini adalah kesempatan besar bagi muhammad untuk BERTINDAK SEBAGAI ALLAH melalui Alquran, karena tidak ada yang akan tahu jika ada ayat Alquran yang merupakan buatan muhammad, meskipun Allah Maha Tahu, ALLAH TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA SELAIN MEMAAFKAN DOSA MUHAMMAD…

    Hal ini sangat dapat menyebabkan keabsahan Alquran sebagai wahyu dari Allah dipertanyakan… Karena kita tidak pernah tahu isi hati manusia termasuk muhammad… Kalo Allah sudah pasti Maha Tahu, dan pasti Allah tidak akan mungkin mengeluarkan ayat seperti itu, karena itu sama saja memberikan kesempatan pada manusia (muhammad) untuk mengakui hasil pikirannya sebagai Firman Allah… Kalo Allah sudah pasti Maha Tahu, sudah pasti ayat Alquran akan diturunkan semuanya pada saat bersamaan (tanpa ada revisi ayat pengganti), sehingga tidak perlu ada penungguan yang panjang untuk menunggu Alquran itu sempurna…

    Thx…

    Semoga Dapat Menjadi bahan perenungan kita bersama… Maaf klo agak keras, tapi ini adalah sebuah kemungkinan yang bisa terjadi… skali lagi Thx…

  16. @Algowar

    Saya yakin Kasih Tuhan pasti akan membimbing dalam mencari cahaya kebenaran…. Selalu buka fikiran yang anda yang seluas-luasnya, kami pasti akan membantu saudara untuk mengenal agama kami labih dekat…

    Terima Kasih….

  17. salam perantauan~

    @bionic

    tentang nabi bercumbu bulan puasa, saya belum pernah dengar lagi perkara sebegitu. boleh jadi ianya hanya berita palsu. malah mana boleh bercumbu ketika puasa, maka tidak sah la claim nabi mengatakan boleh bercumbu ketika berpuasa. mungkin saudara boleh rujuk kembali pada sumber saudara dan pastikan ianya sahih dan tidak da’if

    tentang perkahwinan nabi pula…mengikut ilmu saya terima, nabi adalah insan yang tidak mengahwini seseorang itu dengan begitu sahaja. Isteri2 baginda janda kecuali sayidatina aisyah. kalau yang dikahwini daripada perang, maka bukan kerana paksaan, tetapi sebagai perlindungan. ini mungkin boleh ditanya pada orang2 yang lebih arif tapi jika tidak silap saya, ada seorang isteri nabi yang dikahwini kerana setelah isterinya itu tertarik dengan Islam, dia tiada tempat lagi untuk pergi. Maka Rasulullah menjaga nya dengan menjadikannya sebagai isteri baginda.

    kamu juga kata menurut pendapat kamu, tiada kesahihan…nabi pula tidak menghampiri wanita melainkan isterinya. apakan pula hendak merapati kanak2 lain.

    kami tidak mencaci atau menyalahi nabi kerana takut. tapi kerana dia adalah seorang idola, seorang kekasih. Nabi Muhammad adalah cinta kami. maka tidaklah kami menyalahinya sehinggalah dia terbukti salah. setakat ini, kebanyakan kritikan yg dilemparkan hanya berbentuk tuduhan tiada bahan bukti. mungkin saudara boleh merujuk pada ahli kitab, ahli agama, ahli sejarah, pewaris hadith, tahfiz dan orang2 yang betul2 berilmu kerana cintanya kepada ilmu, bukan kerana dirinya yang mentafsir

    tidaklah Al-Quran itu turun berperingkat-peringkat melainkan kerana hikmah yang tertentu. Namun, tidaklah pula setahu saya ayat dalam Al-Quran yang berbeza maksudnya dan yang memberi Nabi Muhammad itu satu pengecualian. Jika saudara ada terjumpa, boleh lah kemukakan. Mana tahu saya boleh perjelaskan atau kita sama2 ambil iktibar.

    antara hikmah al-Quran diturunkan berperingkat adalah untuk memudahkan para sahabat menghafalnya dan mengikut keadaan. Peraturan berperingkat agar tidak berlaku kejutan yang besar. Jadinya, ayat Al-Quran itu boleh dihafal oleh ramai untuk mengelakkan ianya tercicir dan juga boleh dilihat mengikut situasi (real life). saudara mungkin menuduh bahawa berperingkat-peringkat mungkin kerana Nabi mengolahnya mengikut zaman. tapi nyatakan pada saya ayat-ayat dari alQuran yang diganti-ganti dan saya akan mengkaji untuk pihak saudara.

    pernahkah saudara amati sejarah kisah nabi? bagaimana baginda boleh diletakkan orang yg paling berpengaruh dalam dunia oleh sejarawan barat? apa pula dari sudut pandangan Muslim? dan juga dari sudut pandangan ahli sejarah yang bukan Islam? pernah diterbitkan melalui national geographic tentang keperibadian Rasulullah ( maka saya kira, selagi mana tiada tentangan yg terus, sumber ini adalah reliable) bahawa Nabi Muhammad itu tidak menzalimi, tetapi sebaliknya melakukan sesuatu itu dengan baiknya. Nabi tidak menyeksa mana2 orang kafir, malah dibenarkan kaum kafir hidup di Madinah dengan gaya mereka dengan syarat mereka akur bahawa Muhammad adalah ketua Madinah dan mereka perlu turut sama mempertahankan Madinah. Ketika pembukaan kota Mekah pula, dapat dilihat Nabi mengelak segala jenis pertumpahan darah melalui perjanjian, amaran dan strategi yang menarik.

    Terdapat sebuah kisah diriwayatkan bahawa Nabi selalu memberi makan kepada seorang pengemis buta di pinggir kota. pengemis ini tidak pula mengetahui siapa yg memberinya makan tetapi setiap kali dia di lewati nabi, dia akan bercakap buruk tentang baginda. baginda tidak pernah tercabar, terluka atau terasa. Namun, baginda terus sahaja datang kpd pengemis itu dengan makanan. tidak cukup dengan itu, Nabi akan menguli sehingga lembut makanan itu bagi mudah pengemis itu untuk makan

    juga sebelum berhijrah, Nabi digelar Al-amin (yang dipercayai) kerana dia bukan sahaja tidak pernah ditangkap menipu tetapi juga sentiasa menjaga amanatnya. Ketika baginda ditentang itu pun, baginda masih lagi diberi amanat untuk menjaga barang2 kaum Quraisy meskipun kaum itulah yang membencinya. tetapi kerana amanah, baginda tetap melaksanakannya

    memang jika saudara mengatakan nabi boleh sahaja menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh Allah. tp Allah itu lebih bijaksana daripada nabi. Kerana Allah tahu Nabi akan berusaha sedaya upayanya dan tidak akan berputus asa untuk beribadah. lihatlah, walaupun dosanya telah diampuni, Nabi tetap beribadah jauh lbh hbt dr org lain. sehingga kakinya bengkak beribadah. Kita juga dijamin syurga jika kita mengikut segala suruhan Allah dan meninggalkan larangan-Nya

    kalau dikatakan tentang ayat al-Quran di buat sendiri. apakah buktinya. dan jika di buat sendiri, bagaimana boleh terkandungnya ilmu sains yang baru sahaja ditemui tetapi sudah pun berada dalam Al-Quran sejak dr dulu. Juga didalam Al-Quran itu bahasanya sangat indah diperakui oleh golongan puitis lagi sehinggakan dikatakan tiada bandingannya. Bagaimana Nabi yang tidak pernah menuntut ilmu bisa mengeluarkan ayat yang cukup puitis?

    seperti kata saudara…moga Tuhan memberi petunjuk dan membuka jalan yang benar bagi kita berdua.

  18. @algowar
    Bilamana dikisahkan sedemikian memang tampak mulia sekali Rasul Muhammad itu.

    Tetapi dalam pandangan saya pribadi tetap beliau tak akan pernah sebanding dengan Isa-Almasih
    bila kita sandingkan & kita beri penilaian.

    Ambil saja dalam hal penegakan ajaran. Rasul Muhammad mengumumkan perang demi menyelamatkan Islam, bahkan manakala Islam sudah aman, beliau pun tetap mencanangkan perintah untuk memerangi semua yang tidak Islam. Berikut kutipan ayat terkait :
    Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat (doa) dan menunaikan zakat (pajak derma), maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. (Surah 9:5)

    Juga
    Perangilah orang-orang yang (1) tidak beriman kepada Allah (2) dan tidak (pula) kepada hari kemudian (3) dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya (4) dan tidak beragama dengan agama yang benar (Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka (Yahudi dan Kristen), sampai mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (Surah 9:29)

    Juga kotbah terakhir di bukit Arafat saat Islam telah mendapatkan keamanan di Mekah:
    Hari ini agamamu telah disempurnakan. Dan kebaikan Tuhan dipenuhi dalam hidupmu. Dan aku bersaksi Islam adalah agamamu. Hai umat Muslim, kamu dilarang menumpahkan darah diantara kalian atau mencuri dari seorang dan lainnya atau mengambil keuntungan satu sama lain atau mengambil wanita atau istri sesama Muslim. Setelah hari ini tidak ada lagi dua agama di Arab. Aku diturunkan oleh Allah dengan pedang ditanganku, dan kekayaanku akan datang dari bayang pedang ini. Dan orang yang tidak setuju dengan aku akan dibuat malu dan dianiaya.

    Amat berbeza dengan Jesus yang selalu menyerukan Cinta Kasih, Pengampunan & Pengorbanan, Dia bahkan memarahi muridNya manakala sang murid menghunus pisau untuk menyerang orang yang berlaku jahat terhadap Guru Tercinta demi membelaNya. Demikian dikatakanNya :
    (Matius 26:52)
    Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.”

    Anda boleh cuba cari ayat dalam Injil yang menunjukkan Isa-Almasih menyuruhkan perang, bila ketemu sila post di sini.

    Dalam hal ini menurut hemat saya Rasul Muhammad vs. Isa Al-Masih = 0 : 1

    Silahkan anda atau yang lain boleh cari & menyumbang penilaian perihal yang lain.

    Peace & LOVE 2 all

  19. hmmm…yg pertama sekali ingin saya katakan bahawa pengkajian Al-Quran tidak boleh diambil hanya satu ayat shaja. Ia harus dengan pelbagai kaedah. seperti surah 9:5 itu td…ayat awalnya menunjukkan bahawa ayat kelima itu merujuk kepada tempoh perjanjian kaum musyrikin ketika itu.

    surah 9:29 pula merujuk kepada keadaan slps perang Hunain maka diharamkan sebarang kafir untuk pijak ke Tanah suci iaitu bumi Mekah kini.

    dan dalam khutbah terakhir itu pula…tidak pernah2 saya mendengar bahagian itu. mungkin tidak diajarkan pada saya, ataupun telah ditokok tambahkan…untuk menjadi adil, saya ada juga melayari internet mungkin2 ilmu saya yang kurang, tetapi saya gagal jumpa. mungkin saudara boleh bg saya sumber saudara?

    cuma apa yang ingin di katakan di sini adalah konsep mempertahankan diri. jika sudah ada org yg mahu membunuh saudara, tidak kah saudara akan berusaha menghalangnya. dan jika seseorang itu sudah melampaui batasan maka layaklah dia diperangi. tp jika perbuatan kita sudah dihasut perasaan peribadi, maka tidak boleh la berlakunya sebarang pertumpahan darah. lihat bagaimana Saiyidina Umar ketika hendak menghunus pedang kepada musuhnya dalam peperangan dan ketika itu juga dia diludah. kerana timbul perasaan marah itu, Saiyidina Umar yg bengis sebelum masuk Islam terus tidak membunuh lelaki itu tadi

    mungkin benar kata saudara Isa tidak sekali pun menyuruh pengikutnya menghunuskan pedang, tp itu bukan nya tindakan seseorang yang mahu mempertahankan dirinya apatah lagi agamanya. Jika ada orang yang mahu membakar tempat ibadah kamu dan mahu memaki2 kitab2 suci dan Isa, adakah saudara hanya memperhatikan dia berbuat demikian. atau saudara akan menghalangnya?
    jika kamu diperangi, adakah kamu hanya akan menggunakan lisan yang pihak lagi satu enggan dengar. jika begitu, xperlulah diwujudkan pasukan tentera mahupun polis.
    maka saya persoalkan…siapa lagi logik akalnya, nabi Muhammad atau nabi Isa? kamu pertimbangkan sendiri kewarasan masing2. mungkin Isa ada sebabnya sendiri yang saudara blh ajarkan pd saya :)

    saya juga ingin menegaskan terhadap salah faham dalam Islam dimana dikatakan bahawa Jihad itu adalah peperangan. Jumhur ulama’ bersetuju jihad itu ada banyak cara. dengan pena, denga kata2, dengan tindakan harian juga boleh dijadikan jihad. Jihad itu adalah perjuangan menegakkan jalan Allah dalam hal kami Islam. Orang ramai bertanya kenapa harus ada isu ini dalam Islam jika Islam itu sendiri kami katakan sebagai agama yang aman. jawapan nya begini. Islam itu syumul, menyeluruh. bab ekonomi, sosial, jenayah, akidah, feqah, akhlak, perdagangan, pertanian dan semua ada disebutkan. perlulah juga disebutkan perihal keselamatan dan penjagaan agama. barulah ia menyeluruh. sekali lagi saya mahu katakan jika tidak, sesebuah negara itu tidak perlulah ada tentera mahupun polis.

    jika ada lagi keraguan…bolehlah saudara ajukan sahaja, kita bincang bersama. saya sedang belajar dan saya yakin saudara juga sedang belajar untuk mencari kebenaran

  20. @Algowar
    U wrote:
    cuma apa yang ingin di katakan di sini adalah konsep mempertahankan diri. jika sudah ada org yg mahu membunuh saudara, tidak kah saudara akan berusaha menghalangnya. dan jika seseorang itu sudah melampaui batasan maka layaklah dia diperangi. tp jika perbuatan kita sudah dihasut perasaan peribadi, maka tidak boleh la berlakunya sebarang pertumpahan darah. lihat bagaimana Saiyidina Umar ketika hendak menghunus pedang kepada musuhnya dalam peperangan dan ketika itu juga dia diludah. kerana timbul perasaan marah itu, Saiyidina Umar yg bengis sebelum masuk Islam terus tidak membunuh lelaki itu tadi

    Tanggapan:
    Lantas apakah yang dipersyaratkan sehingga MANUSIA BOLEH DIBUNUH????? —- wahai bersabarlah hatiku —- Post anda menyiratkan bahwa ada alasan2 sehingga manusia tidak boleh dibunuh, & ada pula syarat2 sehingga ia sah untuk dibunuh (bahwa perang diperbolehkan)……
    Seturut ajaran Jesus tak satupun alasan sesuci apapun itu yang bisa membenarkan pembunuhan atas seorang manusia seburuk apapun dia.
    Bahkan tidak juga bila alasan itu adalah Allah, karena Allah amat mencintai manusia. Dia adalah Bapa yang penuh CINTA & manusia adalah anak2 kekasihNya, biarpun anak2 itu adalah anak2 yang murtad sekalipun DIA tetap mencintainya. Barang apapun juga yang mencelakai manusia akan menyinggung pula Cinta Kasih Allah Bapa. Bahwa Allah memerintahkan bahwa manusia tertentu boleh dibunuh adalah ibarat jeruk makan jeruk.
    Bila seseorang membunuh sesamanya dan mengatakan Allah sebagai alasannya, maka WAJIB WAJIB WAJIB dipertanyakan Allah seperti apakah yang disembahnya, sehingga ia merasa boleh membunuh sesamanya, sesama anak-anak Allah.

    U wrote:
    mungkin benar kata saudara Isa tidak sekali pun menyuruh pengikutnya menghunuskan pedang, tp itu bukan nya tindakan seseorang yang mahu mempertahankan dirinya apatah lagi agamanya.

    Tanggapan:
    Memang sungguh demikian saudara Algowar.
    Mana kala seseorang pengikut Jesus merespon serangan atas dirinya terkait dengan kepercayaannya atas Jesus & ia merespon serangan apapun itu dengan kekerasan maka anda boleh yakin 100% & boleh katakan bahwa ia telah melanggar perintah Junjungannya.
    Mengikut Jesus secara sungguh2 memang diperlukan orang2 yang tidak genap kewarasannya. Orang2 yang siap menyerahkan nyawanya demi kepercayaannya. Bukan secara melawan dengan kekerasan senjata apatah lagi melakukan bom bunuh diri, melainkan dengan kepasrahan & pengorbanan (namun dengan tetap mempertahankan & menyerukan keyakinan). Demikianlah dituntut atas pengikut2 Jesus.

    Jesus mengajar kami dengan memberikan teladan Pelayanan & Pengorbanan:
    Markus 10 : 45
    (45) Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
    Yohanes 10 : 11,15
    (11) Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
    (15) sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
    1 Yohanes 3:16
    (16) Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
    Matius 16 :24-26
    (24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya {termasuk hasratnya untuk membela diri ataupun membalaskan kejahatan}, memikul salibnya dan mengikut Aku. (25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (26) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
    Yohanes 15 : 12-13
    (12) Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
    (13) Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

    Tentang kejahatan yang dilakukan orang atas kami demikianlah harus kami perbuat:
    Matius 5 : 38-39
    (38) Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (39) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

    Terhadap mereka yang memusuhi kami demikianlah yang harus kami lakukan:
    Matius 5 : 43-47
    (43) Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. (44) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (45) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (46) Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (47) Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

    U wrote:
    Jika ada orang yang mahu membakar tempat ibadah kamu dan mahu memaki2 kitab2 suci dan Isa, adakah saudara hanya memperhatikan dia berbuat demikian. atau saudara akan menghalangnya?
    jika kamu diperangi, adakah kamu hanya akan menggunakan lisan yang pihak lagi satu enggan dengar. jika begitu, xperlulah diwujudkan pasukan tentera mahupun polis.

    Tanggapan: (dari saya pribadi)
    Tentang tempat ibadah, kitab2 suci menurut saya pribadi Jesus tak terlalu memandang penting itu semua jadi saya merasa tak perlu terlalu merisaukannya, tempat ibadah bisa dibangun lagi, kitab suci bisa dicetak lagi. Saya takkan membakar permusuhan dengan saudara2 saya hanya karena itu semua, Cinta Kasih di hati itulah yang harus diperjuangkan.
    Tentang Jesus sendiri, sudah sedari semula Beliau dihina & dianiayakan Beliau sudah terbiasa dengan itu semua, saya pun akan menanggungkan kehinaan yang ditimpakan padaNya dalam hati saya yang teriris oleh Cinta kepadaNya. Tetapi saya percaya Dia tak mahu saya membakar permusuhan dengan saudara2 saya hanya demi membelaNya. (lihatlah post saya sebelum ini, Jesus memarahi Petrus yang demi membelaNya telah menghunuskan pedang kepada sesamanya)
    Tetapi manakala aniaya berlaku kepada manusia (saudara2 saya) sebarang siapapun dia apapun golongannya maka saya akan bergerak membelanya bukan melawan dengan kekerasan & permusuhan melainkan dengan Cinta Kasih. Sebab demikianlah Jesus memberikan perintah & teladan. Manusia lebih berharga bagiNya daripada apapun. Siapa & bagaimanapun manusia itu (termasuk manusia yang melakukan aniaya).
    Demikianlah semestinya saya lakukan. Saya tak selalu bisa memenuhinya, maka saya mohon doa dari anda agar Allah menguatkan saya dalam melakukan itu semua.

    U wrote:
    maka saya persoalkan…siapa lagi logik akalnya, nabi Muhammad atau nabi Isa? kamu pertimbangkan sendiri kewarasan masing2. mungkin Isa ada sebabnya sendiri yang saudara blh ajarkan pd saya :)

    Tanggapan:
    Ha ha ha tentang kewarasan sudah sejak dahulu pun telah disoalkan:

    Yohanes 10 : 19-20
    (19) Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata: (20) Ia (Jesus) kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia? (21) Yang lain berkata: “Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?”

    Ibarat artis bisa dipersamakan dengan Van Gogh yg karyanya tidak diterima & dianggap aneh oleh jamanNya. Tetapi terbukti kemudian lukisan2nya menjadi mahakarya mahal di masa kini.
    Demikian pula dengan Jesus, hukum2 & perintah2 yang diberikanNya jauh melampaui jamanNya, jauh melampaui jaman Muhammad, bahkan masih jauh pula di masa depan sehingga bisa berlaku dengan ideal.

    Saudara boleh rasakan & hayati sendiri manakah yang akan memberikan hasil yang sebaik2nya, membalas kejahatan dengan kejahatan, kekerasan dengan kekerasan, permusuhan dengan permusuhan ataukah membalas kekerasan, kejahatan & permusuhan dengan Cinta Kasih & Pengampunan? Sebagaimana diperintahkan oleh Jesus yang “kurang waras” itu……

    Banyak orang2 di masa kini, yang bila diminta untuk membalas kejahatan yg berlaku padanya dengan Cinta Kasih & Pengampunan, tentu akan menjawab “Memangnya saya gila apa…., dia sudah menjahati saya, saya pun mesti balas menjahati dia”
    Tetapi saya percaya akan tiba masanya kelak ketika umat manusia mengerti & memahami bahwa Hukum Cinta Kasih yang diteladankan Jesus adalah sebaik2nya hukum. Dan bila saat itu tiba akan dibawanya pula jaman keemasan yang gilang gemilang bagi seluruh umat manusia.

    Nb: Tentang kotbah terakhir Muhammad itu saya kutipkan dari Buku Jesus & Muhammad karya Mark A Gabriel page 56-57. Mana kala saya periksa catatan kaki yang menerangkan asal kutipan tersebut maka terdapatlah “Ibn Hisham, pt.6, vol.3, hal.8; terjemahan penulis”. Dalam bibliografi buku tersebut terdapat “Ibn Hisham. The Life of Muhammad, 3rd ed., Beirut, Libanon: Daral-Jil, 1998. Ini adalah buku yang sama pada referensi bahasa Inggris di atas dengan nama Ibn Ishaq.” Juga “Ibn Ishaq. The Life of Muhammad: A Translation of Ibn Ishaq’s Sirat Rasul Allah, diterjemahkan oleh A. Guillaume. Karachi, Pakistan: Oxford University Press, cetakan ke 16, 2003. Ini adalah terjemahan bahasa Inggris dari buku bahasa Arab dari biografi yang ditulis oleh Ibn Hisham.”
    Tentang kreadibilitas penulis silahkan anda baca & putuskan sendiri apakah beliau layak untuk dipercaya.

    Berikut link buku tersebut:

    http://www.box.net/shared/v33hn71noa

    Senang sekali bisa berdiskusi dengan Anda saudara Algowar.

    Peace & LOVE 2 U & U all

  21. Koment Aku ini gk ingin memojokkan saudara2 ku yg muslim. Selama ini aku coba cari kebenaran yg sejati. Tp saat aku mulai mempelajari agama Islam ada perasaan ngeri ketika membaca sejarah bagaimana Islam itu bs eksis. Yang aku baca penuh degan kekerasan. Kadang aku bertanya apa ada agama yg menghalalkan kekerasan untuk menegakkan ajaranx. Kemudian ada beberapa ayat2 dalam Qur’an itu yg gk nyambung sama sekali. Setelah aku coba telusuri ternyata ayat2 tersebut diambil dari kisah2 di Bible tetapi ada kronologis yg hilang. Pikiranku mungkin Muhammad tdk terlalu tau(kurang informasi) bagai mana kisah itu muncul. Yg paling mengherankan bagaimana kisah2 dalam qur’an sgt sulit dipahami lewat sejarah. Karena terlihat sekali kisah2 itu dimanipulasi dari yg originx dari daerah lain kemudian ‘dipaksakan’ untuk digiring ke Mekkah. Coba kita pelajari tentang kisah Ibrahim, Ismael yg kejadiannya jauh skali di mesir sana kok tiba2 dia pernah nongol di arab. Kemudian tentang silsilah ibu Nabi Isa dalam qur’an yg seakan hidup dilorong waktu. Sesuatu yg sgt tdk masuk akal.

  22. Untuk @ Kapok

    Justru aku membaca mepelajari mengkonfirmasi kisah anda diatas ada ribuan di Al Kitab….
    Mempelajari kebenaran isi kitab suci apapun harus memiliki modal utama yaitu JIWA BESAR.

    Selain itu harus mampu memiliki wawasan yang luas agar memiliki komitmen un tuk mebedakan kebenara sesuai ILMIAH atau kebenaran sesuai IMANIAH.

    Yang bisa didiskusikan adalah yang domainnya di ILMIAH
    Yang IMANIAH jangan diusik deh karena sesuai ungkapan salah seorang ulama Kristen: Keyakinan menimbulkan kekuatan.
    Bahayanya …keyakinan yang salah juga menimbulkan kekuatan yang salah pula.

  23. Saya kasihan kepad Moslem,memprihatinkan…hilang jati diri, hilang akal sehat,dan uniknya justru membela mati2an dogma penjajah budaya si Otong Arab…

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.