Zakaria Boutros : Mujizat Alquran, Ayat Ayat Tentang Alam Semesta

Alam Semesta

Alam Semesta

Pertanyaan Mengenai Iman

Episode 49

Keunikan dan Kesalahan-Kesalahan Al Qur’an

(ayat-ayat kosmik)

Mohamed:  Para pemirsa terkasih, selamat datang dalam episode terbaru di program “Pertanyaan Mengenai Iman” ini.  Sekali lagi, kita kedatangan tamu kehormatan, Bapak Pendeta Zakaria Botros.  Selamat datang Pak.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Terima kasih banyak.

Mohamed:  Satu pesan yang kami terima dari Jerman:  “Kepada Program ’Pertanyaan Mengenai Iman’, kami mengirimkan ucapan selamat dari hati kami yang paling dalam, dan saya berterima kasih kepada Allah yang telah mempertemukan Anda dengan saya untuk menunjukkan kebenaran itu kepada saya dan mengingatkan saya di saat yang tepat. Temanku, terima kasih banyak atas surat dan perhatian Anda.  Anda tidak bekerja keras dengan sia-sia, karena Anda telah menerangi jalanku dan menunjukkanku ke jalan yang benar.”

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Terima kasih Allah!

Mohamed:  “Saya adalah satu dari ribuan orang yang Allah pakai untuk kemuliaanNya, jadi Anda adalah alat bagi keselamatan jiwa-jiwa mereka.”

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Amin, Allah!

Mohamed:  Terima kasih Saudari Jilan.  Di episode ini, temanku terkasih, kita akan membicarakan ayat-ayat kosmik.  Apa itu ayat-ayat kosmik?  Anda berkata bahwa Anda membaca sebuah buku berjudul, “Keunikan ilmiah di dalam Al Qur’an”, oleh Dr. Zaghlool El Najjar.  Jadi apa pendapat Anda tentang bukti-bukti kuat dan meyakinkan yang dituliskannya mengenai ayat-ayat kosmik?  Dan jika memungkinkan, dapatkan Anda menjelaskan apakah ayat-ayat kosmik itu?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Oh, ya.  Dr. Zaghlool El Najjar telah melakukan sebuah gerakan ilmu pengetahuan dan tentang keunikan ilmiah dalam Al Qur’an, walau banyak yang tidak setuju dengannya mengenai hal ini, dan mereka menganggapnya memutar balikkan ayat-ayat Al Qur’an.  Kita akan melihat bagaimana banyak dari ayat-ayat Al Qur’an telah diputar balikkan agar sesuai dengan ilmu pengetahuan.  Contohnya, dia berkata:

  • Akan tetapi, saya bersumpah atas kedudukan bintang-bintang” inilah ayat-ayat yang dia ambil – Ini merupakan sumpah yang serius, seandainya Anda megetahuinya!
  • Surat ke 56 (Al Waaqi’ah), ayat 75 dan 76:  Langit yang Kami bangun dengan kokoh dan Kami perluas.”
  • Surat ke 51 (Adz Dzaariyaat) ayat 47:  Apakah mereka yang tidak bercaya sudah melihat bagaimana surga dan bumi sebelumnya adalah sebuah gumpalan padat yang Kami luaskan?”
  • Surat ke 21 (Al Ambiyaa’) ayat 30:  “Kemudian Ia melayang tinggi ke surga saat masih berbentuk kabut.”
  • Surat ke 41 (Fushshilat) ayat 1:  “Dihari saat Kami akan menggulung langit seperti gulungan, seperti buku yang digulung.”
  • Surat ke 21 (Fushshilat) ayat 104:  “Suatu hari bumi akan diubah menjadi bumi yang berbeda, dan [juga] surga.”
  • Surat ke 14 (Ibraahiim) ayat 48.

Mohamed:  Apa komentar beliau mengenai ayat-ayat ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  El Najjar?

YA.

Komentar El Najjar aneh.  Ia membuat komentar yang sangat ganjil.  Ia berkata bahwa kisah penciptaan kosmik ada secara rinci di Al Qur’an, dan sangat tepat.  Sejujurnya, saya tidak melihat ketepatan atas apa yang dikatakan di dalamnya.  Saya adalah seseorang yang dengan bebas berpikir…  Saya menggunakan otak saya.  Apa ketepatan yang nyata dan benar di dalamnya?  Saya benar-benar tidak tahu.  Baiklah, ada 6 ayat yang meringkas penciptaan kosmik, dan penghancurannya dan penciptaannya kembali, dengan ketepatan dan pemahaman yang sangat menakjubkan, manusia tidak dapat – perhatikan perkataannya yang amat serius ini:  “Manusia tidak dapat memahami semua ini sampai akhir abad ke-20.” Ini adalah pernyataan yang amat serius.  Dan mengapa?  Pertama, ia seorang doktor, sebagai seorang doktor, seharusnya ia juga seorang peneliti, dan seorang peneliti harus setia kepada penelitiannya.  Bagaimana ia dapat mengatakan bahwa manusia tidak dapat memahami hal-hal seperti ini sampai abad ke-20?  Mengapa ia belum membaca Kitab Suci?  Mengapa sebagai seorang doktor dan seorang professor astronomi sendiri, ia belum membaca ilmu astronomi?

Mohamed:  Jadi Anda berkata bahwa ilmu pengetahuan bertentangan dengan yang doktor ini katakan?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Bukan, bukan bertentangan.  Jauh sebelum Al Qur’an mengatakan itu, beribu-ribu tahun sebelumnya, Kitab Suci telah menjelaskan dengan sangat tepat, dengan menggunakan lebih dari 6 ayat yang ia bawa dan nyatakan sebagai ayat yang amat sangat tepat.  Sebagai contoh, jika kita membuka Kitab Kejadian, 1 ayat 1, berkata:  ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Apakah Anda melihat urutan dari tulisan ini?  Dan, ”Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya.” Lihat bagaimana hal ini dijelaskan?  ”Dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Kemudian dimulailah penciptaan:  ”Berfirmanlah Allah:  ”Jadilah Terang.”  Lalu terang itu jadi.  Allah melihat terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.  Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.  Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam.  Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.  Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil menguasai malam, – yaitu bulan – dan menjadikan juga bintang-bintang.” Lihat urutannya?  Tulisannya berurutan jelas.  Ini adalah cerita penciptaan, seperti yang Kitab Suci ceritakan.  Yaitu di Kitab Taurat dan di Kitab Injil, dimana Muhammad berkata – nabinya sendiri… nabi El Najjar – ”Bawa kepadaku sebuah buku Keberadaan Allah yang akan menjadi panduan yang akan dituruti oleh mereka dan aku.”  Jadi bagaimana ia dapat berkata manusia baru mengetahuinya, di akhir abad ke-20?  Amat sangat aneh.  Oleh karenanya, saya berpikir, jika ia mengatakan hal itu karena kebodohannya, akan menjadi sebuah bencana, karena ia seorang doktor tetapi ia tidak membaca.  Akan tetapi, jika ia tahu tetapi mengabaikan fakta ini, sekali lagi merupakan sebuah bencana karena berarti ia telah berlaku tidak jujur terhadap ilmu pengetahuan dan pembelajaran yang dimilikinya.

Mohamed:  Sebenarnya, saya membaca cerita penciptaan bumi di Kitab Suci, dan disitu diceritakan dengan rinci bagaimana Allah menciptakan bumi. Itu merupakan topik yang sangat menarik, saya mendorong para pemirsa untuk membacanya.  Ada sebuah pertanyaan lagi:  ”Apakah Kitab Suci berbicara mengenai bintang-bintang dan planet-planet?”

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Tentu saja “ya”.  Ada ayat sederhana mengenai bintang-bintang di Surat ke 56 (Al Waaqi’ah):  “Aku bersumpah atas posisi bintang-bintang.” Itulah.  Tetapi lihatlah apa yang Kitab Suci katakan tentang bintang-bintang.  Di kitab Nabi Ayub, yang sudah ada 2.600 tahun sebelum Islam, pasal 9 ayat 7 sampai 9, berkata:  “Yang memberi perintah kepada matahari.” Ini satu… matahari.  “mengurung bintang-bintang dengan meterai;  yang seorang diri membentangkan langit… yang menjadikan bintang Biduk.” Biduk atau Beruang disini bukan seekor binatang; tetapi nama sebuah gugusan bintang.  “menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan bintang Ruang Selatan;” Semua ini adalah posisi bintang-bintang.  Dan di Kitab Nabi Ayub pasal 38 ayat 31, Tuhan berkata kepada Nabi Ayub, untuk menunjukkan kelemahannya…  Ia berkata:  “Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika,” – ini juga sebuah gugusan bintang – ”dan membuka belenggu bintang Belantik?” – ini juga sebuah gugusan bintang – “Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya?  Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit?  Atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi?” Allah menyebutkan posisi-posisi bintang dan gugusan-gugusan bintang satu persatu.  Lebih banyak dari yang Al Qur’an tuliskan.

Mohamed:  Kata-kata tersebut terdengar membingungkan. Apakah Anda dapat menjelaskannya kembali?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Ya, maksud Anda perkataan di Kitab Suci?

Mohamed:  Ya.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Ya.  Contohnya, saat ia berkata:  “Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika?” Sekelompok bintang-bintang disebut gugusan.  Kartika adalah nama dari gugusan itu sendiri, dan ini sangat sesuai dengan ilmu pengetahuan moderen yang mengatakan bahwa Kartika merupakan sekelompok bintang yang dinamakan 7 saudari perempuan.  Anda juga dapat menemukan ini di buku Ensiklopedia Arab Sederhana, “Al Almawsoua’a Al Arabia Al Moyasara”, di halaman 579.  Belantik adalah nama sebuah gugusan bintang – “Belantik” dalam bahasa Indonesia, ”Orion” dalam bahasa Inggris – disebut “Al Jabbar” dalam bahasa Arab.  Disebutkan dalam “Almawsoua’a Al Arabia Al Moyasara”, di halaman 610.  Dikatakan, “Belantik adalah gugusan bintang berbentuk seorang prajurit mengangkat tangannya.”  Apakah Anda mau contoh lainnya?

Mohamed:  Apakah masih ada?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Manazel?

Mohamed:  Ya, teruskan saja.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Manazel adalah menara yang dibangun diatas benteng, dan ada 12 planet zodiak, dan dalam “Almawsoua’a Al Moyasara”, yaitu ke-12 planet yang tersebar diorbit zodiak.  ”Biduk atau Beruang”, disebut ”Beruang Hebat” oleh orang Romawi, dan anak-anak perempuannya, yaitu anak-anak perempuan sang beruang.  Di dalam “Almawsoua’a Al Arabia Al Moyasara” di halaman 782, berkata:  “Bersama-sama dengan gugusan Biduk muncullah gugusan 7 saudari perempuan di sekitarnya seperti sebuah kereta.”

Mohamed:  Ya.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Gugusan “Bintang Ruang Selatan” adalah bintang-bintang di sisi selatan.  Setelah menyebutkan bintang-bintang dan gugusan-gugusan bintang selatan, sekarang ia mendaftarkan gugusan-gugusan bintang lainnya di Utara, di surga.  Inilah yang Kitab Suci sudah tuliskan, ribuan tahun sebelum Muhammad dan Al Qur’an.  Bagaimana, coba beritahu saya, bagaimana ia bisa berkata bahwa kita tahu di akhir abad ke-20, saat ilmu astronomi masih sangat kuno, tetapi sudah tahu dan menyebutkan semua ini?

Mohamed:  Apa yang ilmu astronomi katakan mengenai bintang-bintang dan planet-planet?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Ilmu astronomi yang lama?  Di ensiklopedia ini, “Almawsoua’a Al Arabia Al Moyasara”, di halaman 1.311, menuliskan tetang ilmu astronomi dan seberapa tuanya ilmu tersebut.  Berumur ribuan tahun lalu.  Dikatakan, “Ilmu astronomi merupakan pelajaran tentang tubuh surgawi, dan sangat jelas tercatat bahwa budaya kuno sudah menganut ilmu ini.”  Jelas tercatat sebagai berikut:

  1. Arkeologi Babilon, Cina, dan India disingkapkan – dan ini merupakan budaya kuno – pengetahuan astronomi.
  2. Astronomi di Mesir kuno diterapkan di pembuatan peta astronomi dan penemuan bintang-bintang.
  3. Menamakan mereka, masing-masing dengan nama-nama istimewa – sekali lagi di Mesir, di tanah Mesir – dimana mereka sangat cakap dalam menatap dan memperhatikan bintang, jauh sebelumnya, setelah mereka memulai hidup yang santai, ribuan tahun sebelum Isa.

Orang-orang Mesir kuno mengetahui gerhana matahari dan bulan, mereka juga mengetahui gugusan-gugusan bintang dan bulan, dan satelit, bintang terang, bintang bisexual – yaitu Saturnus dan Yupiter – dan mereka meninggalkannya di kuburan Seti I – 1.290 tahun sebelum Isa –

YA AMPUN!

peta astronomi di Biara Dandara.

YA?

Dan Ensiklopedia Arab juga mengatakan:  “Sarjana Yunani sebelum Isa Al-Masih mempelajari teori ini, diantarnya adalah Talees, Pythagoras, Arstorkos, dan masih banyak lagi, dan mereka curiga bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta.”  Jadi inilah “Almawsoua’a Al Arabia Al Moyasara” yang mengatakan bahwa, dan terus mengatakan:  “Orang-orang Arab sendiri, sebelum zamannya Muhammad, membagi ilmu astronomi menjadi tiga kategori:  Teori, praktikal, astrologi, dan buku acuan yang paling diandalkan adalah buku “Send Hend”, yang sebenarnya merupakan 5 buku India kuno, dan mereka mundur ke buku Mesir Ptolemy, yang sebenarnya merupakan dasar acuan bagi para ahli astronomi Arab.  “Almawsoua’a Al Arabia” mengatakan hal tersebut.

Pertanyaan saya kepada Dr. Zaghlool El Najjar terhormat adalah:  “Apakah Anda sudah mengetahui fakta-fakta ini, sebagai seorang peneliti yang seksama?”  Bagaimana ia dapat mengatakan bahwa “manusia tidak dapat membayangkan hal ini sampai di akhir abad ke-20.”  Dan, seperti yang saya katakan sebelumnya, jika ketidak-tahuannya ini diakibatkan oleh kebodohannya, hal ini merupakan sebuah bencana, dan jika ia telah mengabaikannya, hal ini menjadi sebuah bencana dasyat, karena ia telah memperdaya orang.  Yang penting baginya adalah mengambil manfaat dari orang-orang berpikiran sederhana dan meyakinkan mereka atas keunikan ilmu pengetahuan ini, hanya untuk membuat mereka terkesan oleh teori keunikan Al-Quran ini.

Mohamed:  Terima kasih Bapak Pendeta.  Kami mempunyai satu pertanyaan lagi yang kami terima dari salah satu pemirsa.  Pertanyaan adalah:  ”Saya telah banyak mendapatkan manfaat dari mengikuti program Al Hayat ini, dan kami amat sangat berterima kasih atas informasi yang telah membuka mata kami kepada Kebenaran itu, yang selama ini telah dirahasiakan.  Secara pribadi, saya benar-benar berpikir untuk menerima Isa Al-Masih, tetapi menurut Anda, apakah sebaiknya saya menunggu sampai saya selesai mempelajari Kitab Suci?”

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Sebelumnya, marilah kita semua bersyukur kepada Allah, benar, untuk surat-surat ini, dan untuk yang lainnya…  Mereka menenangkan hati saya dan menunjukkan kepada saya buah yang berlipat ganda.  Oh, saya sangat senang tahu ada orang yang mengenal Isa Al-Masih, bertemu denganNya dan diubahkan olehNya, dan diperbaharui pikiran dan jalanNya.  Ini benar-benar pekerjaan Allah, bukan pekerjaan manusia.  Kita bicara disini, di udara, tetapi Ia yang mengawal perkataanNya dengan urapan kudus, dan menyentuh hati serta merubah jiwa dari dalam.

Selamat kepada saudara terkasih atas perasaan indah ini dan atas manfaat yang ia terima, dan saya beritahu… jangan menunggu sampai Anda selesai mempelajari ini semua.  Allah ada disini sekarang, dan Ia-lah yang telah menolong Anda untuk mengerti.

YA.

Jadi yang perlu Anda lakukan adalah menyerahkan hati Anda kepada Allah sekarang, dan berkata kepadaNya:  ”Allah, Aku buka hatiku untukMu dan aku minta kepadaMu, tolong masuk dan tinggallah di dalamku.  Penuhi aku dengan keberadaanMu dan terangkan pikiranku.  Ubah hatiku, pimpin aku, tunjukkan kepadaku hal-hal tersembunyi yang tidak aku sadari, dan seperti Engkau telah menghadapi mereka, hadapi aku ya Allah.  Sekarang aku memberikan hatiku kepadaMu, aku berikan hidupku kepadaMu, Aku minta Engkau mengambil semua yang aku miliki.  Engkau berkata:  Lihatlah, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk. Jikalau ada orang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, maka Aku akan masuk mendapatkannya, lalu makan bersama-sama dengannya dan ia pun bersama-sama dengan Aku.Dan Allah, aku buka hatiku untukMu sekarang ini, supaya Engkau masuk dan menerangi aku, dan menerangi jalanku, dan membiarkan aku menikmati keselamatan dariMu.  Ampuni dosa-dosaku, hapuskan pelanggaranku, sucikan hidupku, rangkul aku, pegang tangan kananku, pimpin aku ke jalanMu.”  Dan Allah yang berkata:  Marilah kepada-Ku, hai kamu semua yang lelah dan menanggung beban berat, Aku akan mem-berikan kelegaan bagimu, akan segera menerimamu, dan memberikan kemurahan hatiNya sekarang juga.  Amin.”

Mohamed:  Amin.  Terima kasih.  Saya menerima sebuah surat lagi yang berisi:  “Di dalam nama Allah, yang Maha Pengasih dan Penyayang, damai sejahtera untuk seluruh krew program Al Hayat.  Sebenarnya saya bukan saja hanya pemirsa program Al Hayat; tetapi saya pecandu program Al Hayat.  Saya sangat mengaguminya karena banyak hal dalam hidup saya yang sudah berubah dan saya berterima kasih kepada Bapak Pendeta Zakaria Botros…  Salam, damai sejahtera dan terima kasih kepada Bapak Pendeta dan saya berharap saya berkesempatan untuk bicara dengan Bapak di telepon, karena Bapak telah memperkuat iman percaya saya.  Masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab yang saya ingin Bapak jawab, dan saya berharap untuk dapat mendengarkan jawabannya di program Al Hayat.  Pertanyaan pertama:  Sejak Anda percaya bahwa Al Qur’an adalah buku yang dikirim oleh Allah, apa pendapat Anda mengenai pernyataan di Surat ke 3 (Aali ‘Imraan) ayat 84: Siapapun yang menginginkan sesuatu selain Islam sebagai agamanya tidak akan pernah diterima, dan di kehidupan setelah kematian nanti ia akan ada diantara para pecundang. Dan juga pernyataan di surat yang sama, di ayat 18:  “Sesungguhnya agama di sisi Allah Islam.  Tiada berselisih orang-orang yang diberi Kitab kecuali sesudah datang ilmu kepada mereka disebabkan kedengkian di antara mereka.  Barangsiapa yang ingkar akan ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitunganNya.”.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Baiklah, jadi Anda menginginkan jawaban dari pertanyaan ini.

Mohamed:  Jika Anda tidak keberatan…

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Ayat 84, dan…

Mohamed:  Ayat 18 dan 84.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Baiklah 18 dan 84.  Ayat 19 berkata:  “Allah bersaksi, Kami tidak akan pernah tertarik pada kesucian kecuali Ia.”

Mohamed:  Tidak, tidak… itu tidak benar

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Apa katanya?

Mohamed:  Ini dia, di ayat 18.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  “Agama Allah adalah Islam”?  Bukan, itu di ayat 19… Ini adalah versi Uthmanic, ada di ayat 19.

Mohamed:  17:07 Tapi ada di dalam Mushaf, itu berbeda isinya.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Versi apa yang Anda miliki?  Ah, apakah Warsh?  Ini Warsh, lazim dipakai di Afrika Utara, jadi orang ini pasti dari Afrika Utara.

Mohamed:  Ya seperti begitu.  Jadi, coba saya cari kembali… sebenarnya dari Itali…

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Itali.  Tetapi dia pasti dari Afrika Utara, karena sistem penomerannya.  Apakah anda lihat… anda lihat?  Mana yang harus saya ikuti… Al Qur’an yang mana?  Ini 18, dan ini 19.

Mohamed:  Bagaimana dengan ayat satunya, ayat 84?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Apa katanya?

Mohamed:  Dikatakan, ”Siapapun yang menginginkan sesuatu selain Islam sebagai agamanya tidak akan pernah diterima, dan di kehidupan setelah kematian nanti ia akan ada diantara para pecundang.”

TIDAK.

Kenapa tidak?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Ayat 84…  ini dia, isinya:  Katakan:  “Saya percaya kepada Allah dan apa yang telah dikirimkan kepada kita, dan apa yang dikirimkan kepada Nabi Ibrahim, Ishmael, Ishak, Yakub, dan seterusnya…”

Ayat 85, kemudian:  “Siapapun yang menginginkan sesuatu selain Islam sebagai agamanya tidak akan pernah diterima, dan di kehidupan setelah kematian nanti ia akan ada diantara para pecundang.”

Mohamed:  Ini pertama kalinya dalam hidup saya melihat salinan Al Qur’an yang berbeda satu sama lain…

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Hidup dan belajar…  Tetapi sejujurnya, hal ini menimbulkan suatu pertanyaan besar.  Saya bertanya; mungkin para ahli Muslim terkasih mempunyai jalan keluar untuk hal tersebut?  Apakah Anda masih mengikuti saya?  Jadi kita akan ajukan masalah ini ke depan.  Mungkin mereka memiliki jawabannya.  Kenapa begini?  Bagaimana dengan torah yang dilestarikan?  Disitu tertulis di 18 atau 19?  Dan di torah yang dilestarikan apakah ada di 84 atau 85?

HANYA ALLAH YANG TAHU.

“Hanya Allah yang tahu”, bukankah itu benar?  Atau “Kehendak Allah.”  Baiklah, mari kita berpaling dari situ.  Mari kita jawab ini:  ”Agama di mata Allah adalah Islam.  Mereka yang sudah menerima buku tersebut sependapat…” dan seterusnya.  Kemudian di ayat 85… (1)mari ikuti versi Uthmanic, karena ini yang Negara kita gunakan.

VERSI UTHMANIC.

Versi Uthmanic berkata:  “Siapapun yang menginginkan sesuatu selain Islam sebagai agamanya tidak akan pernah diterima, dan di kehidupan setelah kematian nanti ia akan ada diantara para pecundang.”  Jadi agama yang benar disini adalah Islam, dan artinya adalah penolakan agama-agama sebelumnya.

Mohamed:  Ya.  Penolakan.

PEMBATALAN.

Penolakan total.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Tetapi buku yang sama berkata, ”Mereka yang percaya dan mereka orang Israil, Nasrani, dan Sabean, sebenarnya siapapun yang percaya kepada Allah dan hari penghakiman, dan berbuat baik akan menerima penghasilannya dari Allahnya:  mereka tidak akan merasa takut maupun sedih.”

Mohamed:  Jadi disini ada perbedaan.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  “Tanyakan orang-orang yang ingat, jika Anda tidak tahu, jika Anda ragu-ragu – yaitu Muhammad sendiri – tanyakan mereka yang membaca buku itu sebelum Anda.”  Jadi bagaimana pembatalan agama-agama dapat begitu saja terjadi hanya dari coretan pena?  Tidak dapat dibayangkan!  Jadi Allah, yang membangun agama-agama itu, hanya akan dengan mudahnya membatalkannya?  Ajaran Isa Al-Masih sendiri tidak membatalkan ajaran Kitab Taurat.  Isa Junjungan Yang Ilahi datang, dan berkata:  ”Aku tidak datang menghancurkan tetapi untuk memenuhi.”  Baiklah.  Apa yang Islam sudah penuhi bagi agama Yahudi dan Nasrani, atau bagi Kitab Taurat dan Kitab Injil?  Apa yang baru?  Atau di bahasa yang lebih jelas, apa hal baru yang dibawa oleh Islam, yang dapat membatalkan agama Nasrani atau Yahudi?  Apa hal barunya?  Mata dibayar mata dan gigi dibayar gigi?  Ini hanyalah sebuah pertanyaan.  Jangan ambil ini sebagai suatu fitnah… ini hanya sebuah pertanyaan dan pikiran Anda harus berpikir:  “Apa yang baru?”  “Mata dibayar mata dan gigi dibayar gigi?”  Agama Yahudi sudah punya itu dari dahulu.  Apakah Anda mengikuti saya?  Isa Al-Masih datang, dan berkata:  “Siapa yang menampar pipi kanan kamu, berikan pipi kirimu.”  Tetapi Muhammad meninggalkan itu semua dan kembali kepada ”Mata dibayar mata dan gigi dibayar gigi.”  Isa Al-Masih datang dan berkata:  ”Satu istri untuk satu suami,” dan ”siapa yang menikahi wanita yang sudah bercerai melakukan perzinahan, atau membuat ia melakukan perzinahan.”  Sekarang Muhammad datang, dan kembali ke poligami.  Poligami ada di Kitab Suci Taurat, Kitab Zabur, dan Kitab Para Nabi karena tidak ada berkat bagi laki-laki dan yang mengangkat dia ke surga, serta mengangkat spiritualnya.  Saat itu belum ada anugerah karena Isa Al-Masih belum disalibkan, untuk dapat memberikan anugerah kepada manusia.

Mohamed:  Apa maksud Anda dengan “anugerah”?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Anugerah adalah pemberian agung yang diberikan secara gratis untuk membantu manusia hidup sesuai dengan keinginan Allah.

INI DIA!

Dan mampu untuk menyenangkan Allah.  Ini tidak ada di Kitab Suci Taurat, Kitab Zabur, dan Kitab Para Nabi, jadi Allah hanya memberikan hukum yang sesuai dengan mereka saat itu.  Tetapi kemudian Isa Al-Masih datang dan menghadiahkan kepada kita hukum kesempurnaan.  Dapatkah orang datang setelah Isa Al-Masih, dan membalikan kembali sejarah?  Ini persis seperti seorang presiden dari suatu negara yang muncul dan berkata, ”Kita akan membangun sebuah negara republik baru, jadi sekarang, semua orang, bahkan yang memiliki gelar sarjana, harus kembali ke sekolah dasar.”  Hei, kenapa mereka harus kembali ke sekolah dasar… mereka telah memiliki pendidikan yang lebih tinggi?  Ia berkata, ”Tidak, sekarang semuanya baru.  Ini adalah hukum yang baru.”  Tentu saja ini tidak akan berhasil.  Anda harus memberikan kepada saya suatu kelebihan, bukan sesuatu kekurangan.  Apakah Anda mengikuti?  Jadi, bagaimana mungkin ia dengan mudahnya membatalkan agama-agama hanya dengan sebuah tulisan?

Mohamed:  Ya.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Mereka tidak dapat dibatalkan:  “Agama Allah adalah Islam”?  Baiklah, bawa suatu hal baru di dalamnya, lebih dari yang Nasrani miliki, kemudian saya akan memeriksa apakah hal baru tersebut benar atau salah.  Ini yang kita proklamirkan, dan tentu saja kita menanti sebuah pendapat dari para pemimpin Islam, untuk mengatakan kepada kita apa yang mereka pikirkan… pendapat mereka atas topik ini.  Apa yang Islam telah perkenalkan, yang harus saya periksa?  Tetapi, Isa Junjungan Yang Ilahi…  Sekali lagi, saya tidak bermaksud mengejek.  Saya hanya bermaksud untuk membahas isu ini dengan terbuka, agar dibicarakan.  Ia katakan itu dengan tegas, “Akan ada banyak nabi-nabi palsu muncul, jadi berhati-hatilah terhadap mereka.”  Bagaimana saya tidak berhati-hati?  Lihat dan perhatikan… ujilah ruh dan lihatlah apakah mereka berasal dari Allah, atau tidak.  Bagaimana saya menguji ruh?  Apakah sesuai dengan kesucian Allah?  Apakah sesuai dengan kesetiaan Allah?  Apakah sesuai dengan kasih Allah?  Allah memiliki nilai-nilai mutlak yang sempurna, jadi agama apapun yang Anda uji harus berdasarkan standar sempurna Allah, dan apakah itu sesuai dengan standar Allah?

Mohamed:  Terima kasih.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Jadi itu pasti agama dari Allah.  Tetapi jika bertetangan dengan standar kesucian, cinta kasih, pemberian, pengorbanan diri, dan rendah hati… artinya ada pertanyaan besar.

Mohamed:  Pertanyaan yang sangat serius.  Kita mendapat pertanyaan yang berisi:  “Seorang teman berkata bahwa sebagai seorang manusia, saya sudah mati saat saya berpisah dengan Allah, karena dosa-dosa saja.  Jadi bagaimana saya dapat mempunyai hubungan dengan Allah, walaupun secara rohani saya sudah mati dalam dosa-dosa saya?”

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Cukup benar.  Ini adalah pertanyaan yang sangat indah.  Isa Al-Masih berkata… maksud saya Kitab Suci berkata:  “Saat kamu mati dalam pelanggaran dan dosamu, Ia telah membuatMu hidup dengan Allah.”  Isa Al-Masih telah datang untuk mengangkat kita dari dosa-dosa kita.  Isa Al-Masih berkata:  “waktunya sudah datang, dan sekarang inilah, saat orang mati dapat mendengar suara anak Allah; dan mereka yang mendengar akan hidup.”

YA.

Manusia mati dalam dosa, dan suara Allah menghidupkannya kembali.  Suara Allah datang melalui program ini, mengatakan kepadanya, ”Aku mengasihi engkau, aku telah datang dan mati, untukmu.  Isa Al-Masih telah mati untukmu untuk mengampuni dosa-dosamu, jadi Aku mengasihi engkau…  Apakah engkau mau menerima Aku?”  Jika seseorang menyambut suara ini, hidup datang kepadanya dan jika ia menolak suara ini, ia tetap mati…  Ia tetap dalam kematiannya.  Jadi pertanyaannya disini bukan apakah Anda mati atau hidup.  Apakah Anda ingin hidup atau ingin mati?  Apakah Anda mau menerima hidup baru atau tidak?

YA.

“Saat kita mati dalam dosa dan pelanggaran kita, Ia telah membuat kita hidup di dalamNya.”  Kemudian terima hidup, hidup di dalamnya.  Terima anugerah, dan hidup di dalamnya.  Jika seseorang tercekik karena kekurangan oksigen, masalahnya bukan apakah ia tercekik atau tidak, tetapi apakah ada masker oksigen yang dapat menyediakan oksigen baginya atau tidak?  Apakah ia akan menerima atau menolaknya?

YA.

Jika Anda menerima oksigen, Anda akan menerima kehidupan.

TENTU SAJA.

Jika menolak oksigen, hidup Anda berakhir, dan Isa Al-Masih adalah oksigen yang memberi saya hidup.  Jadi apakah Anda mau menerima Isa Al-Masih, agar Ia dapat memberi Anda hidup?

Mohamed:   Bagaimana saya dapat mendapat hidup ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Katakan kepadaNya.  Ia datang dan menyediakan semuanya.  Ia berkata ” Lihatlah, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk. Jikalau ada orang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, maka Aku akan masuk mendapatkannya, lalu makan bersama-sama dengannya dan ia pun bersama-sama dengan Aku.” Cukup katakan kepadaNya, “Silahkan masuk, Allah.  Aku buka hatiku kepadaMu.  Silahkan masuk, Allah.  Datanglah ke hidupku.”  Suatu hari, aku lakukan sendiri hal itu, dan aku percaya bahwa Anda melakukannya juga.

YA!

Dan semua orang percaya pasti pernah merasakannya… titik balik, sebuah titik balik dalam kehidupannya, karena ia menerima Isa Al-Masih, dan Isa Al-Masih merubah seluruh hidupnya.

Mohamed:  Ya.  Kata akhir di ujung acara, sebelum kita tutup program ini.  Apakah ada hal lainnya yang ingin Anda tambahkan?

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Ya.  Saya berharap dan berdoa, dengan segenap hati, kepada siapapun yang mendengarkan program ini…  Program ini tidak disiarkan secara tidak sengaja.  Program ini tidak disiarkan dengan sembarangan.  Anda menonton program ini karena Allah telah memanggil Anda, dan berkata kepada Anda, ”Marilah, dan lihat.  Aku berbicara kepada:  “sekarang adalah waktu yang tepat; sekarang adalah hari penebusan.  Jika Anda sudah mendengar suaraNya, jangan keraskan hatimu.” Saya memohon kepada Anda hari ini, saat Anda menonton program ini, angkat hatimu kepada Allah, dan katakan kepadaNya:  ”Allah, Engkau telah membawa aku kesini hari ini, biarkan aku mendengar hal ini.  Tolong Allah, Engkau mempunyai maksud atas apa yang telah aku dengar.  Aku buka pendengaranku bagiMu, aku buka pikiranku untukMu, aku buka hatiku untukMu.  Datang dan tinggal-lah dalamku, dan rubah aku seluruhnya, dan beri aku kehidupan bukan kematian…  Percaya bahwa Ia mengasihi Anda dan Dia sudah menjawab Anda.

Mohamed:  Amin … Terima kasih, terima kasih banyak.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Terima kasih kembali.

Mohamed:  Para pemirsa terkasih, Isa Al-Masih berkata:  “Akulah yang awal dan yang akhir, Alfa dan Omega”, dan, “Mereka yang datang kepadaKu tidak akan ditolak.”  Terima kasih telah mendengarkan.  Dan merupakan kebahagiaan kami untuk bertemu Anda kembali di episode selanjutnya.  Sampai berjumpa lagi.  Terima kasih banyak.

Bpk. Pdt. Zakaria B.:  Terima kasih.

Texts being used:

The Indonesian Bible text used for New Testament is “The Indonesian (1912 Translation) – Greek Diglot New Testament” – “Kitab Suci Injil Dwibahasa Indonesia (Terjemahan 1912) – Yunani” version.  © LAI (Lembaga Alkitab Indonesia – Indonesian Bible Society), 2000.

The Indonesian Bible text used for Old Testament is “The New Translation, 1974” – “Alkitab Terjemahan Baru (TB), 1974” version.  © LAI (Lembaga Alkitab Indonesia – Indonesian Bible Society), 1974.

The Indonesian Al Qur’an text used is taken from
http://Quran.al-islam.com/

Indonesian version:
http://Quran.al-islam.com/Targama/DispTargam.asp?nType=1&nSora=1&nAya=1&nSeg=1&l=eng&t=ind

  • Share/Bookmark

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.