Al-Masih, Muhammad dan Saya (2) – Rasul Allah atau Manusia yang Dirasulkan?

aYesus

1. Rasul Allah atau Manusia yang Dirasulkan?

Muhammad anak yatim piatu sejak kecil. Ia diasuh oleh kakeknya. Setelah kematian kakeknya, pamannya Abu Talib menjadi walinya, dari umur 8 hingga 25 tahun. Dia kemudian menikahi Khadijah. Abu Talib masih hidup hingga tahun kesepuluh dari “siar kenabian” Muhammad. Dia dan anak-anaknya merupakan pendukung terbesar Muhammad. Namun kita harus bertanya mengapa Abu Talib, pamannya sendiri, tidak mengakui kenabian Muhammad hingga ajalnya? Ketika ajal menghampiri Abu Talib, Muhammad memasuki kamarnya, dimana Abu Jahl dan Abd Alla bin Umia juga berada. Muhammad berkata: “Paman, katakanlah, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah.” Tetapi paman ini berkata, “Saya adalah pemeluk agama Abd Al-Muttalib (ayahnya).” Dia jelas menolak undangan Muhammad untuk memeluk Islam.

Apakah Abu Talib, seorang Yahudi, Kristen atau kafir? Beberapa sarjana mengatakan dia adalah seorang pagan yang mengimani Manat dan Uzzadewi-dewi pujaan Mekah. Yang lain mengatakan dia simpatisan Kristen yang mengimani Al Masih dan Alkitab, buktinya terdapat dalam pernyataannya: “Orang-orang terbaik mengetahui bahwa Kutum (panggilan untuk Muhammad) adalah pengikut dari Musa dan Al Masih anak Maryam.” Walau demikian, Abu Talib tetap menolak untuk mengakui Muhammad sebagai nabi dan terus memanggil dia dengan sebutan Kutum.

Abu Jahl adalah paman kedua dari Muhammad, dikenal dengan nama Abu Al-Hakam,

Muhammad telah mencapai umur 25 tahun, dan belum juga menikah, walaupun umur rata-rata bagi kaum pemuda untuk menikah adalah 18 tahun. Ketika seorang pemuda mencapai umur 20-an tanpa menikah, dia biasanya dipertanyakan! Mengapa Muhammad tidak menikah hingga berumur 25 tahun? Ya, paman dari Muhammad (Abu Talib) ini teramat miskin. Semasa itu, Muhammad tidak mempunyai sesuatu apapun yang dapat membantu dirinya untuk menikah. Karena alasan ini, Muhammad tidak dapat menikah hingga datangnya seorang janda berumur 40 tahun dengan banyak harta. Namanya adalah Khadijah bint Khuwailid, seorang janda sekte Kristen yang mendapatkan banyak warisan dari suaminya. Pada pernikahannya, Abu Talib, pamannya membuat pernyataannya yang terkenal: “Terpujilah Allah yang telah melepaskan kita dari kekhawatiran dan kesulitan.”

Muhammad menikah setelah upacara kristiani dilaksanakan dalam salah satu biara. Dia tidak berani menikahi wanita lain selama Khadijah masih hidup, walaupun Khadijah hampir berumur 70 tahun pada saat kematiannya. Namun frustrasi serius muncul dalam diri Muhammad setelah kematian Khadijah, hingga dia menikahi dua gadis muda pada malam yang bersamaan: Aisha yang berumur sembilan tahun dan Sawdah bin Zam’ah yang berumur 27 tahun.

Panggilan Kenabian Muhammad

Kapankah pewahyuannya mulai? Bagaimana Muhammad mengaku bahwa dirinya adalah nabi? Siapa yang mengatakan kepadanya bahwa dia adalah Rasul Allah untuk bangsa itu? Kisahnya dimulai di gua Hira ketika Muhammad bertapa hingga terlelap. Lalu datanglah satu sosok (ruh) yang memaksanya membaca sesuatu hingga 3 x sambil mencekiknya setiap kali ia (Muhammad) menjawab ”aku tak bisa membaca”. Apa komentar para ahli dan sarjana Muslim tentang kisah ini?

Al-Halabi menulis

*[Dan bagaimana Khadijah mampu memastikan hal-hal tentang ruh dan kenabian, sementara dia hanya seorang awam-agama dan pedagang, dan bahkan belum tahu Islam?]

Al-Suyuti

Mempelajari sejarah Muhammad menimbulkan banyak pertanyaan. Tidak dapatkah si pembawa wahyu turun kepadanya tanpa menimbulkan banyak masalah? Tidakkah si malaikat dapat meyakinkan Muhammad bahwa dia adalah Rasul Allah? Apakah dia tidak mampu meyakinkannya mengenai panggilannya? Bagaimana mungkin malah istrinya yang meyakinkan Muhammad daripada si malaikat yang diutus itu? Tidak dapatkah malaikat menghilangkan kebingungannya, sampai-sampai dia mengira malaikat itu adalah setan? Bukankah malaikat tersebut dapat dengan mudah membuktikan bahwa dirinya adalah malaikat Tuhan, jika dia memang benar-benar demikian? Disinipun kita sudah menemukan kejanggalan luar biasa!

Tapi ada yang lebih janggal lagi: Bagaimana Muhammad dan Khadijah pada akhirnya yakin bahwa Muhammad adalah salah satu dari para nabi? [Sebuah testing yang berkonotasi sex dilakukan oleh Khadijah terhadap Ruh/ Jibril.]

Ibn Hisham telah menulis:

“Khadijah mengatakan kepada Muhammad, apakah engkau dapat mengatakan kepadaku tatkala kawan yang mengunjungimu (ruh/ Jibril) itu datang? Muhammad menjawab, ”Ya”. Ketika dia datang, Muhammad memberitahukan kepada Khadijah. Khadijah berkata lagi ”Apakah engkau melihatnya sekarang”? Muhammad menjawab, ”Ya”. Dia mengatakan, berbaliklah dan duduk di paha sebelah kananku. Muhammad pun melakukannya. Dia mengatakan kepadanya, ”apakah engkau masih dapat melihatnya”? Muhammad menjawab, ”Ya”. Khadija kecewa danmembuka kijabnya dan melemparkannya ke bawah, saat Muhammad sedang duduk di pangkuannya, Khadijah berkata kepada Muhammad: ”Apakah engkau masih dapat melihatnya”? Dan Muhammad menjawabnya, ”Tidak”. Khadijah berkata kepadanya: ”Yakin dan bersukacitalah, demi Allah, dia adalah malaikat dan bukan setan, karena setan tidak akan malu (dan menghilang jika wanita membuka baju), tidak seperti malaikat.”

[12] [13] Ini adalah ujian dari Khadijah untuk memastikan bahwa Muhammad adalah seorang nabi, dan bayangan tersebut adalah malaikat, bukan setan. Masuk akalkah ini?!

Semua nabi-nabi terdahulu tidak perlu diyakinkan mengenai wahyu dari Tuhan. Lalu mengapa cerita tersebut dibutuhkan untuk memastikan pemanggilan Muhammad sebagai nabi? Tidakkah Tuhan dapat memberikan semua pengetahuan tersebut kepada nabinya tanpa cerita-cerita dongeng yang aneh-aneh? Saya melihat keganjilan lainnya. Mengapa ruh yang diutus menurunkan wahyu itu harus mencekiknya hingga hampir mati, tiga kali? Cerita itu menimbulkan banyak pertanyaan dan keanehan.

*[Dan lagi, sebetulnya apa perlunya penyampaian teks tersebut harus mati-matian dipaksa baca oleh Muhammad yang memang ummi itu? Bukankah Qur’an sendiri diyakini diturunkan dengan ayat-ayat yang “terang”, dengan “lidah Arab yang jelas?” Surat 57:9, 26:195, dll.]

Al-Halabi mencatat:

“Setiap kali (bagian dari) Al-Qur’an turun kepada Muhammad, dia akan pingsan setelah sebelumnya dia gemetar dan merinding. Matanya tertutup dan mukanya letih dan dia akan mendengkur seperti unta. Hal-hal tersebut terjadi kepadanya sebelum pewahyuan turun kepadanya. Mereka juga berusaha melindunginya dari mantra si mata jahat.”

Dia juga mencatat:

“Pada waktu wahyu turun kepadanya, dahi Muhammad akan berlumuran keringat, bahkan pada hari-hari dingin, dan matanya akan menjadi merah seperti orang mabuk. Muhammad biasa mengatakan, Setiap kali saya menerima wahyu, aku berpikir bahwa aku akan mati.”

Setiap dokter cenderung memastikan bahwa hal-hal tersebut adalah tanda-tanda penyakitepilepsi. Mengapa seorang nabi besar mendapatkan serangan sejenis epilepsi ketika sebuah wahyu turun kepadanya? Yang seharusnya terjadi dalam setiap penampakan selayaknyalah kedamaian, suka cita, keyakinan dan kepercayaan. Dapatkah kita belajar mengenai sifat asli dari “Jibril,” yang justru memberikan dampak buruk seperti yang dirasakan oleh Muhammad?

Namun, apakah seorang malaikat benar-benar muncul di hadapan Muhammad? Atau itu adalah ciptaan imajinasinya sendiri? Saya yakin itu bukan malaikat. Pertama, malaikat Tuhan membawa damai sejahtera bukan ketakutan! Sebagai contoh, ketika malaikat datang ke Maria untuk menyampaikan berita tentang kelahiran dari Kristus, hal pertama yang dia katakan adalah, “Damai sejahtera atasmu.” Maria dipenuhi dengan kedamaian, iman dan suka cita. Dia tidak dicekik, ataupun mengalami pengalaman yang aneh-aneh, sakit kepala dan mata berputar-putar. Malaikat asli datang dengan kedamaian, bukan dengan gejala epilepsi!

Kedua

*[malahan digambarkan disitu bahwa ”Jibril” berkeliaran tanpa menurunkan wahyu atau entah apa kerjanya secara khusus. Bukankah kehadirannya tidak akan sembarangan, melainkan penuh makna, khidmat dan berotoritas? Dan bukan asal-asalan – bahkan tidak senonoh – seperti yang didongengkan itu? (Lihat Qs.53:4-14)]

Malaikat macam apa yang tidak menyadari hal sekecil ini?

  • Share/Bookmark
Tagged as: ,
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

27 Comments

  1. ALLAH MEMPERINGAT KAN BUAT ORANG ORANG YANG MURTAD TERHADAP AGAMA ALLAH SWT

    Al-Baqarah Ayat 135, Allah SWT berfirman:

    Mereka berkata, “Jadilah kamu penganut Yahudi atau Nasrani supaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “Kami ikuti agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah ia termasuk orang-orang musyrik (yang mengada-adakan sesembahan selain Allah).”

    Allah SWT didalam firman-Nya, Surat Al-Baqarah Ayat 111,
    Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) itu berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali para penganut Yahudi atau Nasrani.” Begitulah, itu (hanya) anggan-angan mereka. Katakanlah (wahai Muhammad), “Tunjukkanlah buktimu jika kamu orang yang benar.

    [3:20] Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi190: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

    [3:83] Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

    [3:84] Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”

    [3:85] Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

    DAN DI BAWAH INI ALLAH SWT TELAH MEMBERI TAU KAMI KHUSUSNYA UMAT MUSLIM ,
    MAKANYA KAMI TIDAK HERAN KEPADA APA YANG ANDA LAKUKAN ,ANDA SEOALAH OLAH MUSLIM TERUTAMA DI SITUS AL HAYAT INI TETAPI SESUNGUHNYA ANDA MA MENYESATKAN ORANGA OARANG YANG TELAH ADA DI JALAN YANG BENAR :
    FIRMAN ALLAH INI BETUL BETUL MENCENGANG KAN ANDA SUADARA NASRANI :

    Allah SWT dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 72,

    Dan segolongan dari ahli kitab mengatakan (kepada sesamanya siasat yang akan dilakukan), “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu percaya (beriman) kepada yang diturunkan kepada orang-orang mukmin itu diawal hari, dan ingkarilah pada akhirnya, agar mereka berbalik (mengikutimu).”

    MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANYA

    TERIMAKASIH

  2. Naskah ceramah dibawah ini adalah khusus ditujukan untuk umat Islam. Berhubung daftar e-mail khusus di komputer saya terhapus sedangkan yang minta naskah ini kebanyakan e-mailnya adalah anggota milis AI, jadi saya posting saja di milis AI, kepada yang tidak interest mohon dihapus saja.

    DOKTRIN KESELAMATAN

    yang masuk diakal

    (Naskah Ceramah yang disampaikan kepada Komunitas Penganut Ajaran Ma’rifat = Ajaran tingkat tertiggi dalam Umat Islam – Syareat, Tarekat, Hakekat, Ma’rifat)

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Saya setuju dengan filsafat “Akal” yang tertulis dalam buku berjudul “Jalan menuju Ma’rifat” tulisan DR. Sabdono Surohadikusumo, guru besar dalam ilmu Ma’rifat. Di halaman 5 tertulis “maka sudah selayaknya jangan berhenti menggunakan akal dalam pengetahuan keagamaan yang mengarah kepada keTuhanan”. Jadi bagi seorang yang sudah dalam taraf Ma’rifat, menerima masukan atau pendapat haruslah yang masuk diakal. Karena Alquran sendiri pun menyatakan dalam Qs Az-Zumar (39):18, Qs Yunus (10):100 “Allah melimpahkan kemurkaan kepada orang yang tidak menggunakan akalnya”.

    Tentu masuk diakal dengan berdasarkan ayat Alquran. Dasar ayat Alquran yang kita akan pakai adalah: Qs Al-Faatihah (1):1 “Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang”. Qs An-Nissa (4):14 “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya niscaya Allah memasukkannya kedalam api neraka ia kekal didalamnya dan baginya siksa yang menghinakan”. Qs Qaaf (50):29 “Keputusan disisiKu tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambaKu”.

    Dari ketiga ayat Alquran diatas ini, kita dapati bahwa:

    Pertama: Allah adalah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    Kedua: Orang yang berdosa (kita semua sudah pernah berdosa) harus masuk neraka dan neraka itu kekal, yang sudah masuk neraka tidak akan keluar lagi dari neraka.

    Ketiga: Hukum Allah tidak dapat berubah, tapi Allah tidak rela memasukan orang yang sudah bertaubat nasuho kedalam neraka.

    Qs An-Nissa (4):14. Menyatakan semua orang yang sudah pernah berdosa harus masuk neraka. Tapi Qs Qaaf (50):29 menyatakan Allah yang maha kasih lagi maha penyayang tidak rela memasukan orang yang sudah minta ampun dan sudah bertaubat nasuho kedalam neraka. Ini bagaikan makan buah simalakama. Kalau dimasukkan kedalam neraka, salah karena Allah maha kasih, kalau dimasukan kedalam surga juga salah karena hukum Allah tidak dapat dirubah, semua yang sudah berdosa harus masuk neraka yang kekal, yang berarti tidak dapat keluar lagi, dia akan mati dalam neraka Qs An-Nissa (4):14. Kalau langsung dibebaskan dan tidak di masukkan kedalam neraka karena sudah minta ampun, itu pula tidak adil karena apakah semua perampok, pembunuh, pemerkosa, koruptor sudah boleh dibebaskan hanya karena mereka sudah minta ampun? Tentu tidak. Pengadilan yang adil adalah permohonan ampun diterima tapi hukuman harus dijalankan. Karena pengadilan Allah adalah maha adil, tentu Allah tidak akan memberikan contoh jelek kepada Hakim didunia yang akan membebaskan penjahat hanya dengan cukup saja minta ampun tanpa mereka menerima dan bertanggung-jawab atas perbuatannya. Kalau cukup saja dengan minta ampun, lalu Allah membebaskan mereka itu berarti Allah bertindak tidak adil dan tidak masuk diakal. Dalam soal ini tentu Allah akan bertindak seadil-adilnya dan yang masuk diakal.

    Jadi dengan menggunakan akal yang Allah telah berikan kepada kita, marilah kita mencari tahu bagaimanakah caranya Allah bertindak untuk mengatasi persoalan kita yang sudah berdosa ini yang seharusnya musti masuk neraka karena hukumNya tidak boleh dirubah (An-Nissa (4):14), tapi sebaliknya Allah tidak mau dan tidak rela menghukum kita dalam api neraka karena Allah itu adalah Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang (Qs Qaaf (50):29).

    Qs Yunus (10):100 “Allah melimpahkan kemurkaan kepada orang yang tidak menggunakan akalnya”. Jadi marilah kita cari tahu, dengan menggunakan akal, bagaimana caranya Allah mengatasi persoalan buah simalakama ini.

    Bagi manusia persoalan buah simalakama ini, susah dan tidak dapat diatasi. Tapi bagi Allah ada jalan keluar yang disediakanNya, agar kita yang sudah taubat nasuho tidak perlu menderita dalam api neraka tapi boleh dimasukkan kedalam syurga, tanpa merubah hukumNya. Jalan keluar mengatasi buah simalakama ini, adalah: Allah telah sediakan pengganti yang akan menanggung semua ganjaran dosa yang kita telah buat. Tanpa tersedianya pengganti yang Allah sediakan itu, kita semua harus tanggung sendiri ganjaran dosa kita dalam api neraka karena itu adalah hukumNya yang tidak dapat dirubah. Muqadimah Alquran halaman 94 “Dikehendaki-Nya sifat suka memberi maaf, tapi dikehendakiNya pula supaya kejahatan dihukum dengan hukuman yang setimpal”. Dengan kata lain semua orang yang sudah berdosa harus dihukum dengan hukuman yang setimpal yaitu harus mati dalam neraka Qs An-Nissa (4):14. Allah akan terima permohonan maaf, tapi ganjaran hukumannya tetap harus dijalankan, hukum Allah tidak dapat dirobah demi keadilan. Masa’ cukup saja dengan minta ampun / minta maaf langsung bebas dari hukuman?

    Cara Allah mengatasi buah simalakama ini jelas terdapat dalam Alquran:

    Qs At-Tahrim (66):8 “Hai orang orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam syurga”. (Tanpa meliwati neraka = orang beriman yang sudah bertaubat dan minta ampun tidak perlu harus masuk neraka karena Allah sudah menutupi / sudah sediakan pengganti yang menanggung akibat dosa itu. Pengganti diperlukan karena hukum Allah tidak boleh dirobah, hukum Allah harus tetap dijalankan, kejahatan harus dihukum dengan hukuman yang setimpal).

    Qs Al-Maaidah (5):65 “Sekiranya Ahli Kitab itu bertaqwa tentu Kami tutup kejahatan-kejahatan mereka dan tentulah Kami masukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan.” Kata tutup = tebus / ganti. Untuk menutupi kejahatan kita, agar kita tidak dituntut harus masuk neraka, dan Allah tidak harus merubah hukumNya, maka Allah sediakan penganti atau penebus. Terbukti doktrin penebusan ada dalam Alquran Qs At-Tahrim (66):8, Qs Al-Maaidah (5):65 karena kata menutupi sama dengan menebus.

    Apakah untuk mendapatkan syurga, harus dengan menyiksa diri? Padahal Allah yang kita sembah adalah Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Haruskah kita bertapa, haruskah kita jalan diatas barah api, haruskah menusuk diri dengan panah-panah kecil sampai berdarah-darah, agar mendapatkan syurga? Haruskah dengan berkorban? Apakah harus dimasukan kedalam api neraka baru mendapatkan syurga? Apakah penyiksaan diri ini menunjukkan Allah yang kita sembah adalah Allah yang maha kasih lagi maha penyayang? Marilah kita berpikir pakai akal, marilah kita beragama pakai akal, Allah yang maha kasih lagi maha penyayang, sungguh tidak rela melihat umatNya menyiksa diri agar mendapatkan syurga.

    Itulah sebabnya disediakanNya penganti / penebus yang menanggung akibat dosa kita. Sehingga kita tidak perlu lagi dimasukkan kedalam api neraka, karena sudah ada penganti / penebus / penutup dosa Qs At-Tahrim (66):8, Qs Al-Maaidah (5):65. Sesungguhnya syurga itu adalah karunia Allah / pemberian Allah Qs Asy-Syu’raa (42):22 “Mereka berada ditaman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki disisi Tuhan mereka, yang demikian itu adalah karunia yang besar”.

    Apakah dengan beramal kita akan masuk surga? Atau apakah dengan berkorban harta, tenaga, waktu bahkan berkorban jiwa kita akan masuk syurga? Tidak. Sekali lagi tidak! Perbuatan amal, perbuatan baik dan bahkan berkorban jiwa sekaliipun bukanlah penyebab kita akan masuk surga, karena surga itu adalah pemberian / karunia Allah bukan dari hasil usaha kita Qs Asy-Syu’raa (42):22. Alquran sangat tegas dan jelas menyatakan bahwa perbuatan amal bukanlah penyebab kita masuk surga. Memang orang beriman haruslah berbuat amal sebanyak-banyaknya, tapi itu adalah tanda “bukti kasih” orang beriman kepada Allah. Orang beriman harus berbuat amal sebanyak-banyaknya / semampuhnya sebagai bukti tanda kasihnya kepada Allah tapi bukan agar masuk surga. Karena surga itu adalah Karunia Allah / Pemberian Allah.

    Qs Al Kahfi (18):103 “Katakanlah “Apa akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Ayat 104 “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”. Ayat 105 “Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amal-amal mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat”. Ayat 106 “Demikianlah balasan mereka itu neraka jahanam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul–Ku sebagai olok-olok”. (Kata rasul-rasul berarti semua rasul termasuk ajaran nabi Isa Almasih).

    Ada cerita dalam Alquran yang terdapat dalam Qs Ash-Syafaat (37):100-107. Mengapa cerita dalam Alquran ini tidak berhenti di ayat 106? Mengapa harus ada ayat 107? Sesungguhnya ayat 107 itulah adalah lambang / simbol prinsip keselamatan yang masuk diakal, yaitu Allah sediakan tebusan / penganti demi keselamatan kita. Anak Ibrahim yang dikasihinya itu, tidak jadi terbunuh oleh pisau Ibrahim karena ada pengganti / tebusan yang Allah sediakan. Demikian juga kita ini tidak perlu mati terbunuh dalam api neraka karena ada pengganti / penebusan. Dalam Kamus Agama Islam hal. 25 menyatakan, arti kata Rahmaniirahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang) adalah “Dia rela memikul beban yang tidak kamu sanggup pikul”. Beban apakah yang tidak sanggup kita pikui? Itu adalah beban akibat dosa Qs An-Nissa (4):85 (beban akibat dosa yang harus mati dineraka). Jadi Allah sediakan pengganti / tebusan yang telah dilambangkan / disimbolkan pada peristiwa qurban Nabi Ibrahim, ada sembelihan besar yang Allah sediakan sebagai penganti / penebus (ayat 107).

    Dalam Alkitab, inti sari dari Kitab Yesaya fatsal 53 terdapat pada ayat 5 “Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”. Siapakah yang telah tertikam dan menderita bilur-bilur itu? Dia adalah Isa Putra Maryam yang disebut Almasih, yang dalam Alquran disebut Masihulloh yang artinya Juruselamat Allah. Qs Maryam (19):33 Dia pernah mati. padahal dia tidak berdosa Qs Maryam (19):19. KematianNya itu adalah untuk pengganti / menebus dosa umat manusia yang sudah taubat nasuho. Sehingga yang menerima jasa penebusan itu tidak perlu dimasukan kedalam neraka, karena dosanya sudah ditutupi Allah / sudah ditebus dan dia sudah minta ampun yang disertai dengan taubat nasuho.

    Tawaran tebusan ini gratis, tidak ada syarat harus membayar, hanya percaya dan menerima bahwa Allah telah sediakan penebusan, maka kita terhindar dari api neraka yang siksa itu. Ini tidak ada paksaan, terima kita selamat, tidak terima tentu bole-boleh saja, tapi harus tanggung sendiri siksa api neraka itu karena hukum Allah tidak dapat dirobah Qs An-Nissa (4):14. Jadi terimalah makna lambang / symbol qurban penebusan dalam Alquran Qs Ash-Syafaat (37):107, maka kita akan selamat tanpa disiksa dalam api neraka karena Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang sudah sediakan penganti / penebus untuk menanggung ganjaran akibat dosa kita itu.

    Pertanyaan: Apakah masuk diakal Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang akan menyiksa umatnya di neraka padahal umatnya itu sudah bertaubat nasuho, Apakah masuk diakal Allah mengampuni dosa pembunuh, pemerkosa, perampok cukup hanya dengan karena mereka sudah minta ampun? Tentu tidak. Muqadimah Alquran halaman 95 “DikehendakiNya sifat suka memberi maaf, tapi dikehendakiNya pula supaya kejahatan dihukum dengan hukuman yang setimpal”. Itulah sebabnya harus ada yang menanggung ganjaran dosa itu barulah adil. Allah tidak akan merubah hukumNya Qs Qaaf (50):29 karena Allah itu maha teguh. tapi Allah juga tidak tega menganiaya umatNya. Bukankah sangat masuk diakal untuk mengatasi buah simalakama ini. Allah sediakan penganti / penebus! Inilah doktrin keselamatan yang masuk diakal bukan seperti doktrin keselamatan yang mengajarkan kita harus menyiksa diri barulah mendapatkan syurga. Ingat Allah itu adalah Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Allah mau semua kita selamat diakhirat dengan syarat bertaubat nasuho dan minta ampun serta menerima jasa pengganti / penebus yang sudah disediakan Allah.

    Beragama itu harus pakai akal seperti yang tertulis dalam buku Ma”rifat tulisan DR. Sabdono Surohadikusumo dihalaman 5 “maka sudah selayaknya jangan berhenti menggunakan akal dalam pengetahuan keagamaan yang mengarah kepada keTuhanan”. Apa lagi kalau kita terima ajaran Alquran Qs Yunus (10):100 “Allah melimpahkan kemurkaan kepada orang yang tidak menggunakan akalnya”. Terima doktrin jasa penebusan ini adalah yang masuk diakal, karena ini membuktikan sesungguhnya Allah yang kita sembah adalah Allah yang maha kasih lagi maha penyayang, Allah tidak akan menganiaya umatNya, karena sudah ada pengganti / penebus, sekaligus membuktikan Allah adalah Allah yang maha adil, hukumNya tetap dijalankan tidak dirobah, kejahatan harus dihukum dengan hukuman yang setimpal dengan disediakanNya penganti.

    Menerima jasa penebusan ini kita akan selamat mendapatkan syurga dan terhindar dari api neraka. Tidak terima jasa penebusan berarti kita akan tanggung sendiri siksa api neraka yang penuh siksa itu. Inilah doktrin keselamatan yang masuk diakal. Pilihlah syurga bukan neraka.

    Wassalamualikum Wr.Wb.

  3. Anda menghina agama anda sendiri…

    setiap agama mengajarkan untuk menghormati agama lain dan tidak melakukan penghnaan apalagi memfitnah…

    Bertobatlah…

  4. saya benar2 tidak mengerti sesungguhnya ap yg saudara perdebatkan….Tuhan tidak menghendaki perdebatan.Tuhan tidak memiliki Agama…Tuhan tidak memihak kepada salah satu Agama. Tuhan hanya mau setiap umatNya kembali padaNya dan menyembahNya. Banyak orang yg menyebarkan pengajaranNya..Tp ingat pada akhir zaman Tuhan akan bertindak,saat itu tidak akan berlaku lagi kata penyesalan…
    Dan bagi dia yg tidak memiliki kunci keselamatan, maka hendaklah segera berlari mndapatkannya. dan hanya Pada Yesus lah kunci keselamatan.
    Bukan terpaut pada surga atau Neraka, saya pribadi sangat mencintai Yesus saya yakin apa yg saya alami saat ini tidak lepas ari kuasa tanganNya.saya yakin hanya DIA sumber keselamatan……
    tidak ada perdebatan di dalamNya, tidak ada peperangan atau Jihad…..dia hanya mempunyai Kasih yang berlimpah…..dia tidak tau membenci…..buat saudara2,saya tau bahwa saya bukanlah org yang berpengaruh hingga saudara dpt mendengar perkataan saya. Tapinyakinlah apa yg saya katakan…saat anda yakin hanya damai sejahtera yg anda dapatkan.tak ada yg lain.

    Ingat Tak ada gunanya menyesal pada saat akhir zaman….
    pahamilah terlebih dahulu isi Injil,setelah itu saudara dapat menilainya….hanya orang2 yg pengetahuannya dangkal yg tidak menyetujui kebenaran Injil…kalau memang setelah membaca saudara tetep menganggap Injil itu bacaan kafir maka ambillah tindakan yg tepat bagi hidup saudra.

    karena sebagai pengikut Kristus, kami tidak pernah memaksa agar seseorang percaya kepada Kristus, melainkan kami hanya memberi tahu dmn letak keselamatan itu sndiri…

    Tuhan Yesus memberkati…..

  5. saya setuju dengan pendapat saudari bunga yang menyatakan bahwa tidak ada gunanya menyesal pada saat akhir zaman..

    dan saya yakin jika hari akhir itu tiba, saudari akan menyesal tidak menjadi seorang muslim.

    sebaiknya anda pelajari Al-Kitab yang menjadi tuntunan hidup anda. dan jika anda benar-benar memahami kata dan kalimat yang ada pada Al-Kitab tersebut, maka anda akan menemukan banyak penyimpangan didalamnya dan hal-hal yang bertentangan antara ayat yang 1 dengan ayat yang lain. Sedangkan kita semua mengetahui bahwa sebuah Kitab yang murni berasal dari Tuhan, maka tidak akan ada penyimpangan ataupun tidak ada ayat-ayat yang saling bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Jika ada dua pendapat yang berlainan, maka kemungkinan yang 1 bisa benar dan yang lainnya salah. atau bisa jadi salah keduanya, dan tidak mungkin benar keduanya.

    saya sebagai seorang muslim, tidak menganjurkan anda untuk mempelajari Al-Quran, tapi saya menganjurkan anda untuk memperdalam ilmu Al-Kitab anda tersebut. dan jika anda benar-benar memperdalam ilmu Al-Kitab tersebut, maka anda akan menemukan hal-hal yang menyimpang maupun ayat-ayat yang saling bertentangan tersebut.

    sebagai salah satu contoh penyimpangan, tentang Hari Akhir kira-kira begini :
    Yesus berkata : Tidak ada yang tau kapan Hari Akhir itu, baik anak, maupun roh kudus. hanya Bapa yang tau.
    dalam ayat ini terdapat penyimpangan bahwa Yesus dan Roh Kudus tidak mengetahui kapan hari akhir itu tiba, padahal anda menganggap dia itu Tuhan. apa mungkin Tuhan tidak mengetahui sesuatu?
    dan kalau anda benar-benar mengakui dia (Yesus) itu Tuhan, coba anda tunjukkan 1 ayat yang menyatakan bahwa Yesus mengaku dirinya Tuhan. setau saya tidak ada ayat itu. kalau dia (Yesus) saja tidak pernah mengakui dirinya Tuhan, mengapa anda dan yang lainnya tetap mengangap dia tuhan?
    dan banyak lagi penyimpangan dan pertentangan antara ayat yang 1 dengan yang lain di dalam Al-Kitab tersebut. itu semua akan anda temukan jika anda benar-benar memperdalam dan memahami isi alkitab anda.

    mengapa banyak ahli kitab yang menjadi muslim? hal itu dikarenakan mereka benar-benar mempelajari isi dari alkitab tersebut dan mengetahui penyimpangan2nya dan mereka juga mempelajari Al-Quran yang sama sekali tidak terdapat penyimpangan ataupun pertentangan antara ayat yang 1 dengan ayat yang lain. sedangkan mengapa orang yang semula muslim bisa menjadi kafir, hal itu disebabkan kekurangfahaman mereka terhadap isi Al-Quran, dan menjadikan Al-Quran itu hanya sebagai tontonan, bukan tuntunan dalam hidup mereka.

    semoga Allah menuntun kita menuju jalan yang dirahmati-Nya dan menjadikan kita seorang yang Mu’min sejati sebelum Hari Akhir Zaman itu terjadi. Amiin..

    Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi wabarakatuh..

  6. Saudara2 yang Ribut2 trs !!!! Bukan ini yg Tuhan Inginkan !!!! Kebenaran ????
    Pada Saat Nya Akan Terungkap !!!! Jd gk Usah Di Perdebatkan !!!! Al Quran dan Al kitab Itu Berbeda !!!!
    Mau Ketemu Dimana ???? Agama Itu Bukan Jaminan Masuk Surga !!!! Surga Adalah Hanya Milik (KASIH) !!!!
    Jadi BerTobatlah Anda Sekalian yang Merasa Paling BENAR !!!! SesungguhNya Anda Begitu MEMBENCI saudara2 yg Berbeda Dengan Anda !!!! lalu PantasKah Saudara Di Sebut Calon Manusia yg akan Masuk Surga ???? Ber Doa Lah dan jangan pernah Ber Henti !!!! Minta Petunjuk Nya …. Saya Yakin Dia Akan Mendengar dan Memberikan Saudara JAWABAN secara Langsung !!!! Hanya Tinggal Tunggu waktu Saja …. !!!! Manusia Di Ciptakan dengan Ter Batas !!!! Kita TIDAK AKAN SANGAT MENGERTI soal Ke TUHAN an !!!! Karena DOSA yg membuat Nya Seperti itu !!!! Ingat Adam & Hawa yg membawa kita masuk ke dalam Jurang Dosa ???? Apa anda sekalian Mau MengulangiNya Kembali ???? Apa yang anda sekalian perdebatkan Dari Hal2 Sperti Di Atas Hanya akan Membuat AMAL dan IBADAH Saudara Menjadi LUNTUR dalam Sejenak !!!! KARENA KEBENCIAN SAUDARA KEPADA ORANG YG BERBEDA DENGAN SAUDARA !!!! Jadi cukup Akhiri Kebencian2 yang ada di Dalam Hati Saudara !!!! Sekian & Terima kasih………………………………………………..

    *********************************************************************************************************************
    Terbelah Lah Tingkap Langit Karena PETIR yang Menghantam dari TIMUR sampai Ke BARAT !!!! Dan Semua Mata di Dunia ini akan Memandang Satu Wajah Yang Begitu MuLia !!!! Dia Lah yang Empunya Seluruh Langit & Bumi dan Segala Sesuatu Nya !!!! Dia Datang Dengan Ber MiLiar2 Malaikat….. Dan Dengan Segala Kemulian….. Dan Kami Manusia akan Berkata : GLory, GLory, GLory For Your Name………………………….

    Ampuni kami Bapa Akan Segala Dosa2 kami….. Kami Tak Layak Menjadi Umat Mu….. Engkau Menebus Kami dengan HidupMu…. Namun Masih Banyak Di antara Kami yang Menghina & Membenci Engkau…………. Membalas Cinta Mu dengan Lumpur Kekotoran….. AmpuniLah Kami Bapa…………………………………………………….
    Karena JANJI mu PASTI sekarang dan Selama2Nya………………………………………………………………………………………..
    Dalam Nama Isa Almasih Tercinta…………………………………………………………………………………………………………………….

  7. Banyak orang merasa bahwa kitab sucinya lah yang paling benar……sehingga tidak menyadari bahwa didalamnya banyak hujah dan fitnah terhadap keyakinan orang lain….

    Dan ketika dikritik balik…mereka lantas menuduh bahwa para pengkritik lah penghujat terlebih dahulu…..
    dan hukumnya dari pengkritik adalah mati…..atau mereka didoakan agar tuhan melaknati mereka………

    Benar-benar bentuk Kesombongan Rohani….

  8. Tulisan penyeimbang artikel diatas……

    Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Terdahulu (1)

    Oleh Dr. Mohamad Daudah

    Oleh Majdi ash-Shafi

    Kitab-kitab suci terdahulu, baik Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, berbicara secara jelas tentang Nabi Islam, dan mengenai hal ini Allah berfirman di dalam al-Qur’an,

    ‘(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.’ (al-A’raf: 157)

    Bukan hanya Kitab Suci, tetapi semua naskah kuno yang pernah digunakan dalam ritual peribadatan memberi kabar tentang kedatangan Nabi Islam.

    Kitab Ulangan 18 ayat 17,18,dan 19 mengatakan: (17) Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; (18) seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (19) Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
    Nubuat ini begitu jelas berbicara tentang seorang nabi bahwa Allah akan memilih di antara saudara-saudara Israel (orang Arab) dan membuang pemikiran parsial apapun.

    Ini adalah nubuat yang penting untuk orang-orang Yahudi yang masih menunggu pembuktiannya selama berabad-abad hingga kedatangan Nabi Mohummad. Beberapa dari mereka, menurut beberapa nubuat, mengetahui tempat dan waktu waktunya, sehingga mendorong mereka untuk pergi ke Madinah, dan Makkah, dan kota-kota di sekitarnya. Mereka selalu mengancam orang-orang Arab musyrik dengan berkata, ‘Ini adalah waktu dimana Allah akan mengirim seorang nabi yang akan kami ikuti, lalu akan memerangi dan melenyapkan kalian.’ Ketika Nabi Islam muncul, banyak orang yang beriman dan banyak pula yang tidak beriman. Di antara alasan etiologis yang mendorong mereka masuk Islam adalah banyaknya berita tentang nabi Islam di dalam berbagai kitab suci. Beberapa di antaranya telah dihapus, beberapa yang lain telah dipenggal, tetapi ada pula yang masih menjadi bukti yang kuat mengenai kenabian Muhammad saw.

    Nubuat yang disebutkan di atas, walaupun cocok dengan nabi Islam, orang-orang Yahudi mengklaim bahwa nubuatan sesuai dengan Yosua. Orang-orang Kristen memiliki pendapat lain, karena mereka selalu dalam kebiasaan mengubah setiap nubuat dalam Perjanjian Lama agar sesuai dengan Yesus. Mereka memilintir kata-kata tertentu untuk memberikan arti lain yang bertentangan dengan semua fakta sejarah, bahkan memasukkan, menghapus dan menyisipkan kata-kata baru ke dalam nubuat ini agar sesuai dengan apa yang mereka klaim. Umat Islam alasan yang baik bahwa nubuat berbicara dengan jelas dan pasti mengenai nabi Muhammad saw.

    Jadi kita sekarang menghadapi tiga pendapat yang berbeda: Siapa yang dimaksud nabi di sini? Apakah Yosua, Yesus atau Muhammad saw? Hanya satu seorang dari mereka yang benar. Kami akan menjawab pertanyaan ini dalam artikel berikut:

    Apakah nubuatan ini merujuk kepada salah satu nabi Yahudi? Jawabannya jelas tidak tidak, karena:

    (1) Nubuat tersebut mengatakan, ‘Allah akan mengangkat seorang nabi dari saudara-saudara mereka.’ Jadi, nubuat ini berbicara tentang seorang nabi yang bukan dari Israel.

    (2) Jika nubuat dimaksud merujuk kepada salah satu nabi Yahudi, maka Musa pasti berkata, ‘Dari kalangan kalian sendiri,’ yaitu dua belas suku utama Yahudi yang ada di hadapan Musa.

    (3) Epilog kitab Ulangan memberi kesaksian terhadap fakta bahwa bukan Yosua atau nabi Yahudi yang lain yang dimaksudkan di sini. Epilog tersebut mengatakan, ‘Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel.’ (Ulangan 34: 10)

    (4) Kitab Maleakhi, yang merupakan bagian terakhir dari Perjanjian Lama, mencatat nubuat yang difirmankan Tuhan, yang menunjukkan bahwa utusan yang dijanjikantu tidak datang pada masa tersebut, dan dengan demikian Yosua tidak mungkin seorang nabi: ‘Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.’ (Maleakhi 3: 1)

    Komentar McKenzie mengenai Maleakhi: Buku ini oleh para kritikus ditengarai ada sesudah pembangunan ulang candi pada tahun 516 SM, selama periode Persia dan sebelum reformasi Nehemia dan Ezta, yaitu sebelum 432 SM. Rekaman nubuat tentang ‘utusan yang dijanjikan’ menunjukkan bahwa sampai 432 SM orang-orang Israel masih menunggunya dan ia belum datang.

    Berbagai studi historis membuktikan fakta bahwa nubuat ini tidak terbukti baik sebelum atau setelah Yesus. Tidak ada nabi yang diklaim dari kalangan orang-orang Yahudi. Ayat ‘Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel’ juga membuktikan fakta ini. Mungkin epilog tersebut ditulis oleh Ezra pada 800 hingga 900 tahun setelah Musa. Jadi nubuat tersebut tetap tak terpenuhi selama 8 sampai 9 abad setelah Musa.

    Dimungkinkan bahwa ia mungkin ditulis oleh beberapa redaktur kitab lainnya bila Taurat dan beberapa naskah Alkitab lainnya pertama kali dikompilasi dalam bentuk tertulis sekitar lima ratus tahun setelah Musa. Itu berarti nubuat tetap tak terbukti untuk tidak kurang dari 500 tahun setelah Musa. Ini juga tidak berarti bahwa nubuat tersebut terbukti sesudahnya. Tidak ada yang pernah diklaim sebagai ‘utusan yang dijanjikan’, atau prasyaratnya terpenuhi pada waktu kapapun setelah Musa. Hampir setiap sarjana Injil memahami bahwa nubuat tersebut masih belum terbukti bahkan setelah masa Yesus. The Bible Knowledge Commentary melihat: Selama abad pertama masehi, pemimpin formal Yudaisme masih mencari pembuktian dari nubuat Musa tersebut (silakan merujuk Yohanes I: 21).

    Yang tetap tak terbukti selama masa Isa dan orang-orang Yahudi adalah mereka masih menunggu kedatangan nabi ini, dan hal itu dapat dipastikan sumbernya dari Injil Yohanes berikut: (19) Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: ‘Siapakah engkau?’ (20) Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: ‘Aku bukan Mesias.’ (21) Lalu mereka bertanya kepadanya: ‘Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’ ‘Engkaukah nabi yang akan datang?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’ (22) Maka kata mereka kepadanya: ‘Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?’ (23) Jawabnya: ‘Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.’ (24) Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. (25) Mereka bertanya kepadanya, katanya: ‘Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?’ (Yohanes 1: 19-25)

    Dari studi yang dilakukan di atas ini, jelas bahwa ‘Nabi yang seperti Musa’ belum dibangkitkan hingga masa Yesus Kristus.

    Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Terdahulu (2)

    Oleh Dr. Mohamad Daudah

    Oleh Majdi ash-Shafi

    Nabi Isa atau Nabi Muhammad?

    Nubuat seperti yang dijelaskan pada bagian pertama itu justeru sesuai dengan sifat-sifat Nabi Muhammad saw, bukan yang lain, dengan alasan berikut:

    (1) Nubuat tersebut menyatakan, ‘Dari saudara-saudara mereka.’

    Muhammad saw adalah salah seorang dari saudara-saudara Musa as. Bangsa Arab adalah saudara bangsa Yahudi. Ibrahim as mempunyai dua anak laki-laki: Ismail dan Ishak as. Bangsa Arab adalah keturunan Ismail as dan orang-orang Yahudi adalah keturunan Ishak as. Jadi, bangsa orang Arab atau keturunan Ismail adalah saudara orang-orang Yahudi, dan Nabi Muhammad saw berasal dari keturunan Ismail.

    Kata ‘saudara-saudara’ digunakan dalam Kitab Suci untuk merujuk kepada Ismail dan keturunannya. Dalam kitab Kejadian kita temukan, ‘Mereka (anak-anak Ismail) itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.’ (Kejadian 25:18)

    Bani Ishaq adalah saudara bani Ismail. Demikian juga, Muhammad adalah sebagian dari saudara bangsa Israel, karena dia adalah seorang keturunan Ismail putra Ibrahim.

    (2) Nubuat di atas mengatakan ‘seperti engkau ini’. Orang-orang Kristen mengatakan bahwa nubuat ini merujuk kepada Yesus karena Yesus itu seperti Musa. Musa adalah seorang Yahudi, dan juga Yesus adalah seorang Yahudi. Musa adalah seorang Nabi dan Yesus juga seorang Nabi. Jika hanya ada dua kriteria agar nubuat ini terpenuhi, maka semua nabi di dalam Alkitab yang datang setelah Musa seperti Sulaiman, Yesaya, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes sang Pembaptis dapat memenuhi nubuat ini karena mereka adalah orang-orang Yahudi dan juga nabi.

    Tabel berikut ini menunjukkan sejauh mana Muhammad saw adalah nabi yang lebih menyamai Musa, sedangkan Yesus tidak.

    (tabelnya bisa anda lihat dilihat di link ini .. http://eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/nabi-muhammad-dalam-kitab-suci-terdahulu-2.html )

    Sebenarnya, klaim bahwa nubuat tersebut sesuai dengan Yesus meskipun semua sifat Musa bertentangan sifat-sifat Isa, melainkan sesuai dengan sifat-sifat Muhammad, adalah klaim yang lemah dan tidak dapat dipertahankan. Selain itu, Isa adalah seorang nabi Yahudi dan tidak memiliki hukum yang independen. Isa mengatakan, “Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius: 5:17)

    (3) Nubuat tersebut mengatakan bahwa Allah akan meletakkan firman-Nya di mulut Nabi yang dinantikan itu.

    Diketahui bahwa nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis (ummi atau unliteral), maka Allah akan meletakkan kata-kata di mulutnya. Musa menuturkan bahwa firman Allah itu diletakkan di mulutnya, dan itulah yang terjadi pada Nabi Muhammad dengan al-Qur’an. Allah berfirman, ‘Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).’ (an-Najm: 3-4)

    Nabi Muhammad datang dengan membawa sebuah pesan kepada seluruh dunia. Semua manusia, termasuk orang-orang Yahudi dan Kristen, harus menerima kenabiannya, dan ini didukung oleh keterangan dalam Injil berikut berikut ini: ‘Dan dia akan berbicara kepada mereka semua bahwa aku memerintahkannya..’ Diketahui bahwa nabi Muhammad telah menyampaikan firman Allah ke seluruh dunia dan beliau tidak mati sampai beliau selesai menyampaikan pesan tersebut.

    (4) Nubuat itu mengatakan, ‘Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku..’

    Al-Qur’an al-Karim terdiri dari 114 surat, dan seluruh surat itu dimulai dengan basmalah. Hanya satu surat yang tidak diawali dengan basmalah, yaitu surat at-Taubah. Jadi, bagian dari nubuat ini juga sesuai dengan Nabi Muhammad saw.

    Abdul-Ahad Dawud, the former Rev. David Benjamin Keldani, BD, a Roman Catholic priest of the Uniate-Chaldean sect . After embracing Islam, he wrote the book, ‘Muhammad in the Bible.’ He writes about this prophecy:

    Abdul Ahad Dawud, mantan ketua organisasi David yang juga ketua organisasi Benjamin Keldani, seorang imam Katolik dari sekte Uniate-Chaldean, setelah memeluk Islam ia menulis buku ‘Muhammad dalam Alkitab.’ Dia menulis tentang nubuat ini sebagai berikut:

    ‘Jika kata-kata ini tidak sesuai dengan Muhammad, maka janji yang diberikan kepada mereka masih tetap tak dipenuhi. Yesus sendiri tidak pernah diklaim sebagai nabi yang disebut dalam nubuat tersebut. Bahkan murid-muridnya memiliki pendapat yang sama: mereka tidak melihat kedatangan kedua Yesus untuk pemenuhan dari nubuat (Kisah para Rasul 3: 17-24).

    Yesus, seperti yang diyakini oleh Gereja, akan muncul sebagai Hakim. dan bukan sebagai pembuat hukum, melainkan nabi yang dijanjikan datang dengan dengan ‘hukum yang berapi-api’ di sebelah tangan kanannya. Muhammad Asad—lahir di Leopold Weiss pada Juli 1900 di kota Lvov (Lemberg Jerman), kini di Polandia, kemudian menjadi bagian dari kerajaan Austria—adalah bagian dari garis keturunan yang panjang para rabi, dimana garis keturunan itu putus pada ayahnya yang menjadi pengacara. Asad sendiri menerima pendidikan agama yang memberinya kemampuan untuk menjaga tradisi keluarga rabi. Dia telah menjadi ahli bahasa Ibrani pada usia dini dan familiar dengan bahasa Aramaik. Dia mempelajari naskah Perjanjian Lama yang asli dan juga teks dan komentar dari Talmud, the Mishna and Gemara, dan dia telah mengkaji seluk-beluk tafsir Bible, yaitu kitab the Targum.

    Mengomentari ayat al-Qur’an, ‘Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui,’ (al-Baqarah: 42), Muhammad Asad menulis, ‘Maksud dari ‘mencampur-adukkan yang hak dengan yang batil’ adalah memanipulasi kitab Bibel, dimana al-Qur’an sering mengecam orang-orang Yahudi atas tindakan mereka itu.

    Sementara arti lafazh ‘menyembunyikan yang hak’ itu merujuk kepada cara interpretasi mereka terhadap ucapan Musa dalam Injil secara tidak bertanggungjawab dan ngawur. Dalam Injil Musa berkata, ‘Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.’ (Ulangan 18:15) Dan juga terhadap firman Tuhan sendiri, ‘Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya.’ (Ulangan 18:18).

    Kata ‘saudara mereka’ itu jelas maksudnya, yaitu orang-orang Arab khususnya musta’ribah (Arabianized) sebagai salah satu suku di antara mereka yang merupakan keturunan Ismail dan Ibrahim. Dan karena suku ini adalah sukunya Nabi saw, yaitu Qurasiy, maka isyarat-isyarat dalam Injil itu sesuai dengan kerasulan beliau.

  9. udah dibaca belum………so……….buat kawan2 muslim yang masuk ke situs ini,kita seimbangkan informasi mereka dengan informasi mereka…jika mereka menghujat biarin aja…..kita doakan mereka terbuka hatinya untuk mengenal Islam lebih jauh dan mendalam sehingga sapa tau hidayah Allah SWT menyentuh hati mereka setelah menjalani proses BERPIKIR yang gak pake MIMPI atau IMING-IMING kenikmatan dunia….ALLAHU AKBAR!

  10. saya hanya seorang yang tidak suka Rasul saya diceritakan seperti itu.
    Anda tau darimana, dan anda punya pemikiran darimana. bisa kah anda netral jika ingin berpendapat??

    Oke langsung saja :

    1. Adakah orang yang mau menanggung dosa orang lain? seperti yesus yg katanya menanggung dosa jutaan umat manusia yang begitu banyaknya? anda mau?
    kalo anda mau, apakah anda sanggup?
    jika itu kehendak tuhan anda pasti mau bukan. Tapi knapa tuhan menghendaki seperti itu? bukankah itu menyiksa umatnya? anda mau diperintah seperti itu oleh tuhan??
    adilkah?

    2. kalo memamng yesus itu tuhan, knapa dia yang menanggung seluruh dosa umatnya? knapa tidak dihapuskan saja?

    gracias grande !

  11. Apaan sihhhhh……………………….
    Apanya yg diseimbangkan?
    Apel dg jeruk mana bisa sama sih?

  12. Judulnya aja udah sangat menembak diri sendiri tuh seperti nya ia lupa akan esensi agamanya sendiri:

    “KRISTUS atau MANUSIA YANG DITUHANKAN…??”

    wow!! tragis ya..! karena putus asa, sampai2 manusia dianggap Tuhan, yang tentu saja Nabi Isa Alaihi Salam tidak berkehenda begitu..

    Maha Benar Allah dengan Segala Firmannya.

  13. hehehehe…candra palsu….udah dibaca belum postingan artikelku????disana gak ada jeruk dan apel ya….cuma ada ayat-ayat dikitab kalian……..jadi,apalagi kebohongan selanjutnya yang akan kalian posting?????

  14. Hayo pak pendeta mana tanggapan atas postingan artikel saya diatas???sudah siap menentang ayat-ayat dari kitab suci anda sendiri???

  15. Malas deh berdebat yang tidak ada habisnya.
    Apalagi merasa diri yang palng benar. Menemukan perbedaan dari nama chandra dan Candra (ga pakai huruf h) saja sulit, sampai-sampai mengatakan Candra itu palsu. Apalagi mau membedakan kitab suci.
    Berkoar-koar terus. Capek …

  16. Ummmm bisa juga yah ditafsirkan begitu…..

    Silahkan saja deh…..

    Btw, sudahkah anda mengasihi sesama hari ini?

    Peace & Love 2 U & 2 all

  17. Buat Chandra dan sdr2 muslim,
    Untuk mengetahui apakah Muhammad nabi yg dinubuatkan, silakan klik:
    http://www.islamacevap.net/Bahasa/AlKitab/muhabib.html

  18. @ Chandra

    Btw, apakah benar Muhammad keturunan Ismail?

    Silsilah Yesus jelas sampai kepada Abraham bisa anda baca di Injil. Matius 1 – 17

    Mohon anda menunjukkan daftar silsilah Muhammad.

    Pernyataan anda bahwa Muhammad adarah dari keturunan Ismail saudara orang Israel harus didasari bukti kan.

    Jangan sampai ada orang asing yang ngaku2 saudara :)

    Peace & LOVE 2 all

  19. satu hal yg perlu diragukan pd muhammad sbg nabi.. muhammad sama sekali tidak diberi kuasa utk melakukan mukjizat yg mengherankan.. untuk diturunkan kepada pengikutnya.. atau semacam pernyataan2 yg yg bisa menjadi mukjizat. . dalam islam, tidak ada tanda2 mengherankan yg diajarkan muhammad. berita2 sekarang yg heboh paling berita orang kafir jadi muslim, seseorang jadi mualaf.TIDAK pernah LEBIH dr itu (itupun bukan krn mukjizat dgn kuasa, hnya krn seorang muslim berhasil memberi penalaran logis soal isi kitab kpd seorang non muslim). bandingkan dg pengikut Yesus yg kalian anggap bukan Tuhan, dan kejadian2 yg tertulis dalam Alkitab yg kalian anggap dipalsukan : pengikut Yesus bs melakukan mukjizat PERSIS spt dlm alkitab (yg kalian anggap sdh dipalsukan), spt menyembuhkan yg sakit, mendoakan yg lumpuh hingga bs berjalan,yg buta bisa melihat,bahkan banyak orang mati bangkit ini kejadian nyata…(persis dalam alkitab,lho) bahkan sy sendiri pernah mendoakan yg sakit dan saat itu sembuh total (anda bantah bhw ini kebetulan menurut anda).maaf, ini terjadi berkali2 dalam hidup sy.. itu br sy.. belum lg pengikut Yesus yg lain. kalau Yesus itu bukan Tuhan dan Alkitab yg sekarang itu palsu, lalu kenapa KUASA yg seperti dalam alkitab itu bisa benar2 terjadi? inilah salah satu cara membuktikan siapa yg harus diikuti.. bukan hny pembuktian2 ayat (krn seorang kristen pun bisa kalah berdebat soal ayat dg muslim)….

  20. adakah KUASA Kesembuhan,pemulihan dan KEBANGKITAN orang mati dalam sejarah kehidupan seorang Muslim? kenapa justru banyak terjadi di dalam kehidupan orang2 Kristen? jgn hnya jago membandingkan ayat. tunjukkan apakah ada KUASA di balik ayat yg saudara2 muslim gunakan.

  21. @chandra
    Ha…ha…ha, artikel Chandra yg memaksakan muhammad diakui sebagai nabi yg dinubuatkan Taurat dan Injil sungguh mengada-ada. Andalah yg memelintir isi Kitab Suci. Mengapa sy katakan dmkn?
    1. Seorang nabi dari ‘antara’ (anda menghilangkan kata ini) saudara2 mrk. Baca deh ayat sebelumnya, Ulangan 17:20 mengenai pengangkatan raja Israel,”supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya,….agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya, di tengah-tengah orang Israel.”
    Ulangan 18:15
    “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku(Musa),…”
    Nah, tanya sekarang apa Muhammad, suku Ismael ada di tengah2 orang Israel saat itu, seperti saudara mereka(Israel) yaitu Musa dari suku Lewi?
    2. Ulangan 34:10,”Seperti Musa dikenal Allah berhadapan muka,…” Tanya, adakah pernah Muhammad berhadapan muka (face to face) dengan Allah ketika menerima ayat2 alquran yg diturunkan? Bukankah hanya Jibril yg dilihat muhammad selama pewahyuan?
    3. Maleakhi 3:1, “Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.”
    Betul2 menggelikan apabila sdr.Chandra menganggap Muhammad adalah utusan yg dimaksud, karena (baca baik2) utusan itu harus adalah: 1.Tuhan yang kamu cari, 2. Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki. SEMUA AYAT TERSEBUT DI ATAS TELAH TERGENAPI SECARA TEGAS DI DALAM DIRI YESUS KRISTUS SESUAI KESAKSIAN FIRMAN ALLAH DI DALAM TAURAT, KITAB PARA NABI DAN INJIL.
    Tanya: Apakah Muhammad itu Tuhan atau Malaikat sehingga anda harus memaksakan ayat ini untuk Muhammad? Marilah kita ketawa sekencang-kencangnya. Nih sy kasih deh ayat untuk Muhammad yang mengaku namanya sudah dinubuatkan Taurat dan Injil, Ulangan 18:20-22
    “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaKu perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi allah lain, nabi itu harus mati. Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah kamu gentar kepadanya.”
    Nah, kata2 Muhammad atau nama Ahmad dinubuatkan Alkitab tidak sampai, berarti Muhammad memang nabi palsu.

  22. @ chandra
    statement anda yang anda paksakan sbb:
    Kitab Ulangan 18 ayat 17,18,dan 19 mengatakan: (17) Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; (18) seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (19) Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
    Nubuat ini begitu jelas berbicara tentang seorang nabi bahwa Allah akan memilih di antara saudara-saudara Israel (orang Arab) dan membuang pemikiran parsial apapun.

    Ini adalah nubuat yang penting untuk orang-orang Yahudi yang masih menunggu pembuktiannya selama berabad-abad hingga kedatangan Nabi Mohummad.

    Comment:
    sy luruskan, mas Chandra… spt uraian baby_blue di atas “di antara saudara2mu” itu konteksnya jelas sekali tidak ada hubungannya dengan Arab (keturunan Ismael) sbg saudara jauh/sepupu dr Israel yg adlh keturunan Ishak.

    Yg dimaksud Saudara2mu adlh di antara bangsa Israel sendiri. Perhatikan Konteks perjalanan Israel dibawa dr Mesir ke Tanah Kanaan… titik utama dr setiap Ketetapan Allah adlh suku Israel (Ulangan 1:1 Perkataan2 Musa kpd ’seluruh orang Israel’).

    Pasal 12-26 adalah Uraian yang tidak terputus ttg Hukum Taurat di tengah-tengah Israel. Apakah dr pasal2 yg tidak terputus itu Hukum Taurat diberikan jg utk Arab? Ngggak ada,kan? Bahkan tidak ada satu ayatpun.

    Utk lebih detil, spt yg diingatkan oleh baby_blue,coba perhatikan lg ayat per ayat yg bersambungan dr pasal 17:20 yg diteruskan dg 18:1-22 (yg anda kutip), apakah saat itu Musa “lagi bicara” sama satu bangsa yaitu bangsa Israel saja, atau dg bangsa Arab jg?

    Di Pasal 17:20 lebih jelas lagi : supaya jangan ia (calon raja untuk Israel) tinggi hati terhadap “saudara-saudaranya” agar lama ia memerintah di “tengah-tengah” Israel.

    Ayt ini menerangkan siapa “saudara-saudara” tsb yaitu di “tengah-tengah” Israel (bukan di tengah-tengah Israel dan Arab). Jadi, tidak disebutkan calon raja tsb akan memerintah jg atas Arab. So, hanya di tengah2 Israel.

    Pasal 18:2 : janganlah ia (imam dan suku Lewi) memiliki pusaka di “tengah saudara-saudaranya”. Kata2 ini (ayt ttg Suku Lewi) persis obyeknya dg pasal 17:20 (ttg raja Israel) dan 18:15;18 (ttg nabi Israel) yg anda kutip.

    ayt 9 : apabila “engkau” masuk ke negeri yg diberikan kepadamu oleh Tuhan Allah”mu”, maka jgnlah “engkau”….

    ayt 10 : di “antaramu” jgnlah didapati…..

    ayt 13 : haruslah “engkau” hidup….

    ayt 14 : tetapi “engkau” ini tidak diizinkan melakukan….

    ayt 15 : seorang nabi dari “tengah-tengahmu” dari antara “saudara-saudaramu”, sama spt aku (Musa).

    ayt 18 : seorang nabi Kubangkitkan dr “antara mereka”, dari antara “saudara-saudara mereka”, spt engkau (Musa).

    kata-kata : mu, engkau, di antaramu, di tengah-tengah, dari antara saudara-saudaramu, terhadap saudara-saudaranya mempunyai obyek yg satu yaitu suku Israel. Tidak disebutkan saudara-saudara dari bani Arab tetapi “di tengah-tengah Israel” (baca lebih teliti Ulangan 17:20 siapa “saudara-saudaramu”).
    Jadi, ayat2 ini sambung-menyambung mengatur ttg bagaimana hukum pengangkatan Raja Israel, warisan Imam & suku Lewi dan Nabi yg akan muncul dari tengah-tengah Israel yg spt Musa.

    Lebih lanjut kt bandingkan penggenapannya :

    Nabi ini harus seperti Musa.

    a. Seorang yang dari kaum Israel :
    Yesus Kristus berasal dari suku Israel.
    Muhammad bukan dari suku Israel.

    b. Seorang yang membawa wahyu Allah :
    Musa membawa wahyu yaitu Hukum Taurat atau Hukum Allah yang disebut Perjanjian Lama.Yesus Kristus membawa Injil yang disebut Perjanjian Baru (lihat Yohanes 1:17). Wahyu dan Berita yang dibawa Isa Al-Masih sesuai dan malah merupakan penggenapan dari wahyu Musa.

    Mat. 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya”.

    Sebaliknya, berita yang disampaikan oleh Muhammad dalam banyak hal bertentangan dengan Hukum Taurat (misalnya sholat, kaabah, syahadat, naik haji dan lain-lain).

    c. Seorang yang menyatakan kuasa Allah dengan mujizat yang nyata.
    Musa membawa mujizat dalam Perjanjian Lama (lihat Keluaran dan Bilangan). Demikian juga Yesus Kristus melakukan segala macam mujizat (penyembuhan, membangkitkan orang mati, mengubah air jd anggur dan lain-lain) sebagai bukti bahwa Dialah utusan Allah.

    Sebaliknya, Muhammad tidak melakukan mukjizat yg bisa disamakan dg Musa.

    d. Seorang yang secara langsung mendengar wahyu dari Allah. Ini ditegaskan dalam Ulangan 34:10, “Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka.” Lagi dalam Bilangan 12:8, “Berhadapan muka Aku berbicara dengan dia (Musa).“ Al-Quran menegaskan ini, “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung (Sura4:164).”

    Yesus Kristus mendengar langsung wahyu yg Dia kabarkan dari apa yang didengarNya dari Allah secara langsung.
    Yoh. 15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

    Sedangkan Muhammad mendengar pesan Tuhan melalui malaikat Jibril, tidak langsung dari Allah.

    Jadi, obyek dari pernyataan Musa adalah dari suku Israel dan digenapi oleh Yesus Kristus, bukan (dan tidak ada hubungannya sama sekali dgn) Muhammad.

  23. lanjut lg ya…

    Gara-gara Musa lahir, Firaun mengamuk, anak laki-laki berumur 2 tahun ke bawah dibunuh. Sama halnya dengan gara-gara Yesus lahir, Herodes mengamuk anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah juga dibunuh. Di seluruh dunia, hanya dua pribadi ini yang benar-benar sama peristiwanya.

    Musa di masa kanak-kanaknya itu berada diluar dari tanah tumpah darahnya sendiri, yaitu berada di Mesir . Begitupun juga ada kesamaannya dengan Yesus, bahwa di masa kanak-kanaknya Yesus juga berada dalam pelarian di tanah Mesir di luar dari tanah tumpah darahnya sendiri . Tidak semua kanak-kanak mesti menyingkir ke Mesir.

    Keduanya pernah ditolak oleh saudara saudaranya.

    Semasa penolakan itu Musa melayani orang kafir dan memperoleh mempelai dari orang kafir tsb. Yesus melayani orang kafir dan setelah bertobat orang kafir tsb menjadi mempelaiNya (mempelai rohani, ttp bukan dalam pengertian lahiriah). Mempelai yg dimaksud adlh Gereja (Orang2 yang percaya dan ikut Yesus).

    Musa diutus utk menyelamatkan Israel dari perbudakan Mesir, Yesus diutus untuk menyelamatkan Israel dari perbudakan dosa.

    Sebelum benar2 Full Time turun melepaskan Israel, Musa terpisah di luar kaumnya yaitu di Istana Firaun selama puluhan tahun. Yesus jg terpisah dari kaumNya selama puluhan tahun.

    maaf, agak panjang… Thx. Gbu.

  24. @chandra…

    Muhammad adalah “Prophet Of Doom” a.k.a Nabi Kebinasaan Sebagai Muslim Dumb and moron,Gw Terangi Ke Lo aZ Yeeh…!!,Muhammad nTu Nabi Palsu!!

    Sadarlaah Bung Chandra&beritaukan ke seluruh umat muslim didunia ini,Muhammad “pasti” Bukan Seorang Nabi Yg di nubuatkan musa!!

    ingat “iSrael Bersaudara” itu ada 12,anak2 Yakub(israel)
    Mulai Dari Ruben ampe Benyamin!!..Dan Nubuat iTu ditujukan Kepada “JESUS CHRIST(Yeshua Hamashiah a.k.a Yesus Kristus”..Do You Know ThaT Chandra(as a Moslem Dumb and MoroN!!),Coz Yesus Kristus Datang Dari Keturunan Yehuda,Yehuda adalah 1 dari 12 anak laki2 Yakub(israel)!!

    Umat MusLim Katakan “alkitab itu palsu,dipalsukan orang yahudi&kristen”!!

    Betapa Kasihannya Saya MeLihat anda…Sebagai MusLim,anda Masih SaJa mencari2 Kaitan Nabi Palsu(Muhammad) ntu Sebagai Mesias Dalam aLkitab Yang NotabenenYa umat muslim(Termasuk anda Kaleee YeeH!!) Katakan ALkitab nTu uDah Dipalsuin!!…emaaNk Dumb aNd MoroN Lo!!
    uDah jelas aLqur’an Berkata “AL MASIAH ISA ALLAHISSALAM”
    Lo Ngerti Kagak arti “ALMASIAH” nTu???
    Gw Kasih Tau YeeH,Biar Lo agak Smart Dikit,artinya…MESIAS = Yang Diurapi!!
    Dan Semua Nubuatan Dalm perjanjian Lama,ex : mikha 5 : 1-4
    Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
    Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.
    Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,
    dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia.
    …uDah Jelas Kan Bung Chandra,Bahwa Perkataan Musa nTu Ditujukan kPd YESUS KRISTUS!!,aPa iYa MUHAMMAD(ShitBeUponhim) Dari Keturunan Yehuda????,Silsilahnya muhammad aZ Masih amburadul,Kagak usah Silsilah..iSteri Kesayangannya, “aisyah” umat muslim Masih Berdebat Ttg uMur pada saat aisyah dinikahi&digenjotnya!!..Truuussss,apa iYa Muhammad(SBUH) Lahir Di Betlehem????(Pertanyaan iNi Geli bgt Gw Ngetiknya!!)
    HaaaahaaaaHaaaa,Muslimmm..Kalian Terlalu BanyaK MengkhayaL&Bermimpi!!

    Niy Gua Kasih Tau Lo..Nubuatan MeNgenai Muhammad Dalam injil,iNi Yesus Kristus Sendiri Loh Yang NgoMoNg!!
    injil matius 24 : 4-5
    “. Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
    Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.(Salah Satunya Muhammad)
    24:9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku(Orang kristen banyak Dibunuh,Terutama oleh muhammad&pengikutnya,Coz muhammad&pengikutnya jihad/rampok Mmmbunuhi orang2 Kristen..Kjadian ini berlangsung sampai saat ini)..Dan Masih ada Lagi!!
    Mungkin Saudara2 Yang seiman Dgn Saia Dapat Menambahknannya!!

    Kenapa Muhammad Saya Simpulkan Sebagai Nabi Palsu???
    Mari Kita Lihat Kisah Hidupnya/Biographinya Dari Hadits,Sirah Rasul ibnu ishaq&Sirah Rasul ibnu Hisyam(Referensi yang Saya ambil ini Dari Literatur2 islam Yang Paling Tua Yg Valid,Sahih & Dapat Dipertanggunjawabkan,KaLo Gak Percaya..Buktikan aZ Sendiri,BacaLah Dgn otak&Hati Nuranimu,Karna TUHAN ingin anda Memakai oTak Dan Hati Nurani anDa!!)

    Ditinjau Dari Segi Moral Seorang Nabi Yang Benar2 Diutus TUHAN Haruslah Mmpunyai Nilai Moral Yang Bagus(Penyabar,Penyayang,Tidak Melenceng Dari Nilai2 Moral Thd Adat Dan Budaya aSal)
    1. Muhammad Seorang Pedophilia,ia Menikahi aisyah Pada uMur 7 Tahun Dan Mulai Mengkonsmsiya Pada umur 9 Tahun..iNi Haditsnya
    -”Sahih Muslim Book 008, Number 3311
    ‘A’isha (Allah berkenan padanya) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) menikahi dia ketika dia berusia tujuh tahun, dan dia dibawa ke rumah Nabi sebagai pengantin ketika berusia sembilan tahun, dan boneka2nya ikut bersamanya; dan dia (sang Nabi) mati ketika ‘A’isha berusia delapan belas tahun.”
    -Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4916 and Number 4917
    Dinyatakan Aisha, Ummul Mu’minin:
    Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa perempuan datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.
    “DIMANAKAH NILAI MORAL SEORANG NABI YANG NGAKUNYA DIUTUS TUHAN,MENIKAHI BOCAH INGUSAN???..atas alasan apapun Kasus ini tidak dapat dibenarkan,bahwa seorang pedophil adalah utusan TUHAN!!..
    iNgat Yesus Kristus Berkata “Dari Buahnya Lah Kamu Dapat meLihat Suatu ajaran itu Baik atau Tidak,Tidak Mungkin Pohon Yang Baik Menghasilkan Buah Yang Tidak Baik,ato Sebaliknya Pohon Yang Tidak Baik Menghasilkan Buah Yang Baik!!”..Terbuktikah Perkataan Yesus kristus ini???..
    JawabannYa “YA”!!…
    Buktinya???,Liat aZ SyeKh Puji Dari Semarang Yang Menikahi “uLfa” SiBocah Malang ntu!!,Bukan Rahasia Lagi..
    SyeKh PuJi TeLah MeNgiKuTi aJaran PenToLannYa!!,Bahasa iSlaminya “SUNNAH NABI” nTu !..iYa Khan Mr Chandra???

    uDaaaaH aaaaH seGituu aZ DuLu BwT Mr.Chandra…
    Gw Doain Mudah2an Lo NamBah Smart..
    God Bless u always Mr. Chandra!!
    May Jesus aopen u’r Heat!!
    amin…

  25. Ajaran ketuhanan boleh banyak,ajaran moralits, nabi boleh banyak, rasul boleh banyak, guru-guru agama boleh banyak. TETAPI hanya ada SATU NAMA yang olehnya manusia memiliki kehidupan abadi di kerajaan surga.

    Dialah Yesus Kristus (Isa Almasih)

  26. Terima kasih banyak untuk semua yang sudah membuka mata saya lebih lebar lagi mengenai pelajaran dan penguasaan akan isi Injil dan Al-kitab.

    Saya kristiani sedang belajar Islam dan Al-Quran, dan saya banyak browsing dan banyak belajar dan membaca dari Al-quran itu sendiri dan memang banyak hal – hal yang saya temukan tidak memberikan damai sejahtera…

    Thanks to My Lord Jesus Christ has been showing me the way from all of you guys and gals…

    Mohon bantu dalam doa, agar saya bisa di lepaskan dari kekasih saya yang Moslem…
    Dan saya juga sedang berdoa, bergumul dan berpuasa agar kekasih saya boleh berkenalan dengan Tuhan Yesus juga dan beroleh keselematan. Amin !

  27. @ Takut akan ALLAH

    ok,bro… sekedar respon aja.. sehebat2nya teori dan

    bantahan, smuanya bs kita uji dan rasakan lewat hati dan

    hati nurani kita(yg murni) yg memang dr awalnya Tuhan

    berikan utk kita agar kita bs membedakan apa yg benar

    dan yg tidak, secara pribadi (tanpa intervensi, pengaruh

    dan paksaan dr siapapun…) yg kmdn dpt membantu kita

    “membedakan yg mana Firman dan yg mana yg bukan” shg pd

    akhirnya kt bs memutuskan pilihan dg tepat dlm

    kehidupan…..

    Yohanes 7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti

    yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan

    mengalir aliran-aliran air hidup.

    Yohanes 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.

    Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang

    Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia

    kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

    yups, tidak ada teori dan pernyataan2 yg dpt memberikan

    “efek” damai sejahtera dan sukacita selain Yesus dan

    FirmanNya. Dunia dan apapun tdk bs berikan apa yg pernah

    diberikan oleh Yesus.

    oiya, Tuhan pasti memberikan pasangan yg terbaik utkmu, yg sesuai dg kehendakNya… GB.

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.