WHAT IF AMAL IBADAH ISLAM TIDAK MENYELAMATKAN MUSLIM ?

Manakah Yang Menyelamatkan: Iman Atau Amal Ibadah Anda?

Pertolongan Yang Dari Atas

Pertolongan Yang Dari Atas

Orang-orang Muslim sering berbangga hati mendapati bahwa Islam dengan tegas menyatakan keselamatan itu hanya mungkin dicapai lewat perbuatan-perbuatan amal-ibadah. Dan ini dianggap superior terhadap ajaran Kristen yang “tidak tegas” menempatkan keselamatan itu sebagai buah iman ataukah buah perbuatan (amal ibadah). Mereka mempertentangkan 2 ayat berikut (tanpa konteks) yang dianggap saling berkontradiksi: “Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat” (Roma 3:28). “Manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman” (Yakobus 2:24).

Bagaimana kita meresponnya? Pertama-tama, pendapat para Muslim seperti di atas perlu diluruskan terlebih dahulu. Sekalipun benar agama Islam mengandalkan usaha-usaha amal-ibadah agar seorang Muslim bisa masuk ke surga, namun tidaklah benar bahwa dengan amal-ibadah itu pelaku-pelakunya dipastikan Tuhan akan masuk ke surga. Tuhan orang-orang Islam memegang otoritas yang tidak bisa diganggu-gugat siapapun dan apapun untuk menetapkan siapa-siapa yang ingin dituntunNya dan siapa-siapa yang ingin disesatkanNya. Dan ini berbeda amat jauh dengan Tuhan orang-orang Kristen yang selalu terpanggil untuk mengasihi dan menuntun setiap manusia untuk diselamatkan. Dan hanya orang-orang yang menolak beriman kepada Tuhan itulah yang akan menyesatkan dirinya sendiri, dan bukan disesatkan oleh Tuhan yang Maha Kasih itu. Akibatnya jelas, bahwa “konsep amal-ibadah” tidak akan menjamin siapapun untuk masuk dalam keselamatan. Sebaliknya Kristianitas mempunyai “konsep iman” yang justru memastikan setiap orang yang percaya mendapatkan keselamatannya. Dalam dua bab terakhir ini anda akan diajak untuk memahami betapa indahnya “konsep iman” ini seperti yang dianugerahkan oleh Yesus Kristus kepada anda dan saya.

Kedua, dan kini kita memasuki anggapan kontradiksi diantara ke dua ayat di atas. Disini pengkritik-pengkritik sering lupa bahwa Tuhan menyambut iman yang sejati dan perbuatan yang baik seperti 2 sisi membentuk satu mata uang, karena Ia sendiri berkata: “orang beriman tidak berhenti menghasilkan buah” (Yeremia 17:7-8). Mereka bahkan tidak memperhatikan makna yang persis dalam ayat 24 itu sendiri: “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman”. Perkataan “hanya” disini sudah mengindikasikan bahwa sidang pembaca surat Yakobus itu telah terlalu “santai” untuk berkarya karena telah puas menemukan keselamatan dalam imannya. (dan itulah yang berkali-kali diingatkan oleh Yakobus kepada mereka yang “puas diri” itu). Tetapi pada waktu yang sama kata “bukan hanya” juga memberi bobot tentang pentingnya iman yang mendahuluinya, sehingga secara utuh manusia memang dibenarkan karena perbuatan-perbuatan yang didasarkan atas iman. Sebaliknya Paulus ingin sidang pembaca suratnya untuk menyadari bahwa berlomba-lomba untuk memenuhi hukum, dengan perbuatan-perbuatan yang baik tanpa cacat sekalipun, tidak akan mendatangkan keselamatan kalau tidak didasari pada iman kepada Kristus Yesus. Karena keselamatan tidak pernah berasal dari manusia, yaitu melalui amal dan pahala, dan lain sebagainya, melainkan melalui kasih karunia Tuhan bagi mereka yang beriman. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman…itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan (sampai) ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8,9)

Dan berbicara jujur, perasaan memegahkan diri karena perbuatan-perbuatan diri ini memang sangat mudah dirangsang oleh setan tanpa disadari manusia itu sendiri! Sedemikian sehingga diam-diam menusia meng-ilahi-kan dirinya karena merasa bahwa perbuatan-perbuatannya itulah yang membuat dirinya selamat karena kini ia dibersihkan dari dosa-dosa. Padahal hanya ada satu sumber yang dapat membersihkan dan mengampuni dosa, yaitu Tuhan, yang kita imani! Tetapi dimanapun, Paulus sendiri tidak pernah menyepelekan perbuatanperbuatan yang baik. Ia selalu mengajarkan moral, sikap dan mengaplikasikannya dalam perilaku, bahkan bukan hanya perilaku, melainkan sumber perilaku. Dan dalam hal ini, kembali Yakobus memahami hal yang sama dengan Paulus. Maka ia berkata: “…dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku” (Yakobus 2:8). Disini tampak bahwa Yakobus juga membedakan antara perbuatan kebaikan-kebaikan dengan sumber kebaikankebaikan itu sendiri, yaitu iman. Ini mengingatkan kita kepada kemiripannya dengan isu cinta di kalangan pria-wanita. Wanita hanya bisa membenarkan cinta pria tatkala pria menunjukkan sikap dan perbuatan-perbuatan cinta. Tetapi bagi sang pria itu sendiri, perasaan cinta benar ada dalam dirinya (bukan kosong) terlepas dari apakah ia melakukan perbuatan-perbuatan cinta atau tidak. Baginya cinta adalah komitmen-mental, bukan perbuatan-perbuatan, walau perbuatan-perbuatan itu adalah langkah logis untuk menyalurkan dan menunjukkan keberadaan cintanya.

Perbedaan antara kebaikan dan sumber kebaikan ini banyak ditegaskan oleh Yesus sendiri: “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan” (Matius 9:13) Dan ini tak lain adalah pembedaanNya antara kebaikan-kebaikan perbuatan (dalam bentuk persembahan) diperbandingkan dengan sumber kebaikankebaikan yaitu belas kasihan yang mendasari persembahan tersebut. Yesus juga memperingatkan bahwa perbuatan-perbuatan buruk tidak hanya harus dikecam dari perbuatannya, melainkan mulai dari sumbernya, yaitu pikiran dan niatnya yang diikat oleh hawa nafsu: “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Matius 5:27). Jadi apa yang terjadi di bagian hulu dari perbuatan, itulah yang menentukan kebenaran dari perbuatannya. Sebaliknya “kebenaran” di bagian hilir bisa merupakan hasil proses kosmetik dan rekayasa panggung yang berbeda sama sekali dengan keberadaan imannya. Itulah yang dimaksudkan Yesus ketika Ia mencela hal-hal yang dianggap tanpa cela oleh “orang-orang saleh”: “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahliahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Matius 5:20).

Jadi beda orientasi – bukan materi – dengan Yakobus, maka Paulus mempersoalkan keselamatan yang sejati (pembenaran Tuhan) dihasilkan oleh iman yang sejati kepada Tuhan, dan tidak hanya didasarkan pada lahiriahnya. Sebab tidak ada seorang manusia pun yang dibenarkan Tuhan karena mempercayakan dirinya sendiri untuk melakukan usaha-usaha pembenaran, melainkan seharusnya mempercayakan Tuhan yang merupakan sumber kebenaran dan pembenaran itu sendiri. Tatkala Paulus menulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak” (Roma 3:10), dan Yakobus menulis: “Barang siapa menuruti seluruh hukum itu tetapi mengabaikan satu bagian daripadanya, ia bersalah terhadap seluruhnya”, maka sesungguhnya keduanya sependapat bahwa tidak ada satu orangpun yang cukup benar berhadapan dengan Tuhan yang Maha Suci untuk mendapatkan keselamatan lewat perbuatan-perbuatannya.

Buah Keselamatan Tatkala kita menerima kasih anugerah keselamatanNya yang begitu berharga, maka kita akan hidup bersyukur di dalam Dia, mengasihi Dia, menuruti kehendakNya, dan melakukan perbuatanperbuatan yang diperintahkanNya. Namun hal ini bukan karena mau mencari pengakuan, menuntut upah atau keselamatan tetapi tergugah hati tersungkur diri dalam keharuan untuk mensyukuri kasih Tuhan yang telah membebaskan kita dari kebinasaan. Dengan perkataan lain, Tuhan menghendaki perbuatan-perbuatan yang baik sebagai BUAH keselamatan – bukan untuk memperoleh keselamatan.

Maka disinilah titik pertemuan antara Paulus dan Yakobus, bahwa iman anda yang sejati selalu menuntun anda kepada perbuatan-perbuatan baik, dan apabila anda tidak melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka pastilah anda tidak memiliki iman yang sejati, karena orang beriman tidak berhenti menghasilkan buah! (Yeremia 17:7-8). Begitu anda beriman kepada Tuhan Yesus, anda mendapat kepastian keselamatan. Namun iman tidak berjalan di tempat, melainkan bertumbuh. Itu bukanlah akhir dari kehidupan Kristiani, melainkan awal dari hidup baru kita untuk mengisi amanat dan kemuliaanNya dengan buah-buah roh. Tidak seorangpun dibenarkan oleh iman bilamana imannya tidak membuat hidupnya benar!

Sumber : www.buktisaksi.com

  • Share/Bookmark

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

21 Comments

  1. wakakakakkakakaaka,makin hari isi blog ini makin ngaco aja……..(Tuhan orang-orang Islam memegang otoritas yang tidak bisa diganggu-gugat siapapun dan apapun untuk menetapkan siapa-siapa yang ingin dituntunNya dan siapa-siapa yang ingin disesatkanNya)……..Woi yang mosting artikel…..klo emang benci dengan Islam gak usah repot-repot bikin blog kayak gini….langsung aja koar-koar diluar sono (itupun klo ada nyali )….dasar pengecut…..ngomongnya aja untuk menyebarkan Kasih buktinya malah MENEBAR BENCI DAN IRI HATI………..Kasiaaaaaaannnnn!

  2. Mengekang kebebasan memilih saudara yg lain dengan kata ‘kafir’ atau ‘murtad’ sungguh ironis dan kontradiktif bagi suatu agama yg mengaku sebagai agama yang benar dan masuk akal. Agama yang benar tidak takut apabila diuji kemurniannya, malahan sebagai emas dilebur tujuh kali dalam dapur api akan semakin tampak kemurniannya.
    Allah membentuk hati kita sedemikian sehingga hanya Ia yang sanggup memuaskan kerinduan dan kebutuhan kita.
    Apabila Saudara bersungguh2 mencari Allah yang benar, Allah sendiri akan memberi diriNya ditemukan. Barusan saja Saudara mengulurkan tangan, Ia menyambut. Apabila Anda menyebut namaNya, Ia segera menyahut, Ini AKU.
    Sesungguhnya Allah terlebih rindu untuk membangun suatu hubungan pribadi dengan Anda.

  3. Woi yang ngaku namanya chandra, anda ini seperti orang gila, nulis kata-kata tidak sopan. kalau memang anda tidak setuju dengan tulisan dalam blog ini, jangan ngomel-ngomel kaya gini, tapi bikin blog tandingan atau tulisan sanggahan dari anda secara ilmiah berdasarkan ayat-ayat yang anda pahami, supaya dapat lebih enak dilihatnya jangan kaya orang kesurupan teriak-teriak di sini. Tq

  4. wakakakakakakaka….baby_blue lucu eeeeeehhhh Darusman lebih lucu lagi wakakakakakakakakaakakakakaka….selamat dibohongi dan membohongi ya….sukses!

  5. Inilah contoh akibat ajaran yang salah sampai jadi stress berat dan ketawa sendiri.
    Dia sudah tidak tahu mau bicara apalagi, jadinya dia gila. Kasihan, sungguh kasihan kamu chandra.

  6. Hmmmmm no comment lah….

    We’re supposed 2 give LOVE to all like The LORD teaches us.

    So….

    Peace & LOVE 2 all….

  7. Tidaklah lucu apabila anda binasa tanpa tahu kenapa sebabnya. Saya pun begitu sudah tahu konsekwensinya seandainya agama anda yg memang benar. Anda sudah diberikan kesaksian dan ajakan akan kebenaran . Pertimbangkan, pilihan anda bebas, hak yang diberikan oleh Allah Pencipta kepada Anda.

  8. @ CHANDRA

    mindset seorang AMATIRAN lagi… =) mmmmm……cuma segitu doank?????

    salam damai bagi kita semua http://faithbookz.blogspot.com

  9. Menurutku, sih sejak awal manusia diciptakan untuk berbuat baik. Jadi bila seseorang berbuat baik ia tidak berhak atas imbalan apapun, sebab berbuat baik adalah kewajiban. Di sisi lain, bila seseorang berbuat kejahatan maka ia layak mendapat hukuman. Misalnya, mencuri adalah suatu kejahatan. Maka seorang pencuri layak dijebloskan ke dalam penjara atas kejahatannya. Tetapi, tidak mencuri adalah suatu kewajiban bagi setiap warga negara. Nah, apakah negara memberi imbalan bagi warganya yang tidak mencuri?

    Setiap pribadi yang percaya TUHAN harus berbuat baik. Bukan karena menghendaki pahala, sebab memang itulah untuk itulah setiap manusia diciptakan, yaitu untuk berbuat baik.

  10. aduh sakit perut lama-lama baca artikel di blog ini……wakakakakakakakakakakakakakaka!…ngalah-ngalahin lucunya warkop DKI….

  11. mau obat sakit perut ga chandra?
    chandra, mau ga supaya ga sakit perut? bertobatlah chandra
    atau ke RSJ aja, biar dirawat di sana

  12. Ini alasan saya tertawa :

    Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat” (Roma 3:28).

    “Manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman” (Yakobus 2:24).

    “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman…itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan (sampai) ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8,9)

    Buat anda semua (kristen),jadi anda dibenarkan karena IMAN atau PERBUATAN…?

  13. Semua ayat tersebut benar. Anda harus membedakan kata perbuatan ada dua macam yaitu:
    1. perbuatan baik/amal sebagai fokus usaha manusia untuk mendapat (to get) jalan keselamatan, mis. pada hukum Taurat dan juga alquran. (Lihat roma 3:28, efesus 2:8,9)
    2. perbuatan baik sebagai produk/hasil (after get) yang mengikuti setelah menyatakan mengimani pekerjaan yang telah Yesus lakukan di kayu salib sebagai jalan keselamatan. Garis bawahi kata hanya pada yak 2:24. Apa gunanya anda berkata bahwa Yesus itu baik sedangkan anda tetap berbuat jahat. Jika anda membaca Yakobus 2:14-26 anda akan mengerti sendiri dari judulnya bahwa iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Jadi perbuatan baik dalam Kristen adalah bukti imannya bahwa ia sudah selamat/beriman dan bersyukur diselamatkan untuk itulah ia berbuat baik. Dan bukan melakukan perbuatan baik karena mengejar keselamatan untuk menebus dosa2nya sendiri, seperti pada agama Islam, Yahudi, maupun agama2 lain, Hindu dan Budha.

  14. 1. Mengenai enzim babi dlm vaksin meningitis anda googling saja: ‘vaksin meningitis’, nanti muncul semua.
    2. Yesus berkata Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir menunjukkan diriNya sebenarnya.
    3. Gelar Anak Manusia merujuk pada kitab Daniel 7:13. Harus menggunakan alam pikiran nabi Yahudi tentang Mesias Penyelamat, jangan sampai kata Anak Domba diputar balik juga menjadi anak dari domba.

  15. Syalom….
    Untuk Mr.Candra:Kepastian Keselmatan didalam Yesus: Adalah kasih karunia-bukan oleh amal/pahala. dengan kata lain hannya diberikan secara gratis/cuma-cuma, bagi setiap orang (Efs.2:8-9)
    -Rm.3:28.Ayat tersebut bicara tentang hukum Taurat dimana penekanannya pada perbuatan/tingkah laku manusia- sehingga para ahli Taurat menganggap perbuatanlah yg lebih utama dari pada iman.
    -Yak.2:24. Ayat tersebut diatas sebenarnya sudah jelas: jika anda mengatakan sebagai orang beriman-perbuatanpun harus seturut dg iman anda,,jg mengaku beriman kepada Yesus-tapi perbuatannya bertentangan dengan firman Tuhan;itu yg dimaksud dalam surat Yakobus.
    Menurut saya: Sdr,Chandra, anda cukup banyak tahu ayat-ayat alkitab,tapi untuk percaya Yesus, tidak cukup hanya banyak tahu ayat Alkitab, tapi Anda harus membuka hati untuk melihat kebenaran-Nya.
    Tuhan Yesus Memberkati Anda.

  16. @ Chandra:
    U wrote:

    Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat” (Roma 3:28).

    “Manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman” (Yakobus 2:24).

    “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman…itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan (sampai) ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8,9)

    Buat anda semua (kristen),jadi anda dibenarkan karena IMAN atau PERBUATAN…?

    Comment:

    Yakobus II 1 : 18, 24, 26
    (18) Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”
    (24) Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
    (26) Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

    Ini adalah pernyataan bertingkat.

    Pertama yang harus ada adalah iman, perbuatan (misalnya melaksanakan ketetapan hukum agama) tanpa iman tak ada gunanya.

    Bila anda jadi beriman itu adalah kasih karunia Allah, bukan hasil kerja anda sendiri atau saya.

    & setelah anda beriman bila anda mewujudkannya dalam perbuatan barulah anda beroleh pembenaran.

    Peace & LOVE 2 U & 2 all

  17. Saya sangat menghargai apabila agama Islam mengajak umatnya untuk berbuat baik sebab Yesus juga menganjurkan umat-Nya untuk berbuat baik.

    TETAPI, PERBUATAN BAIK SEPERTI APA?????

    Yesus menginginkan umat-Nya untuk:

    1. Mengampuni orang yang bersalah
    2. Mengasihi musuh
    3. Berbuat baik kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita.
    4. Membela hak-hak orang miskin dan yg kurang diperhatikan masyarakat.

    Yesus berkata dalam MATIUS 5: 44-47

    (44) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

    (45) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

    (46) Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

    (47) Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

    Perbuatan baik yang dilakukan oleh pengikut Yesus bukanlah sebagai jaminan untuk masuk ke surga. TETAPI perbuatan baik yang dilakukan oleh pengikut Yesus adalah sebagai bentuk UCAPAN SYUKUR DAN RASA TERIMA KASIH karena Sebelum mereka melakukan perbuatan baik Yesus sudah menjamin bahwa kelak mereka PASTI MASUK SURGA. Karena percaya bahwa Yesus telah melunaskan semua hutang dosa mereka di atas kayu salib.

    Perbuatan baik akan mendapat upah/pahala
    TETAPI jaminan masuk surga hanya dapat diperoleh melalui IMAN dalam nama Yesus Kristus (Isa Almasih)

    BUKANLAH SIA-SIA APABILA KITA BANYAK MELAKUKAN PERBUATAN BAIK TETAPI KITA TIDAK TAHU APAKAH KITA MASUK SURGA ATAU TIDAK?????

  18. Bang Fajaryehuda,

    kalimat terakhir itu bisa juga diganti menjadi:
    BUKANKAH SIA-SIA APABILA KITA BANYAK MELAKUKAN PERBUATAN BAIK TETAPI KITA sudah pasti masuk surga?????

    tidak perlulah repot-repot berbuat baik, karena:
    Yesus telah melunaskan semua hutang dosa

    ini bisa disalah-artikan…

  19. Sebelumnya saya minta izin untuk nimbrung

    Sy setuju pada baby_blue; benar perbuatan baik itu adalah hasil akhir setelah mengimani dan menerima pekerjaan Yesus Kristus di kayu salib. Sebagai rasa syukur kita, kita mengikuti apa yang diperbuat Yesus sewaktu di bumi.

    Hanya saja, ada sambungannya dalam Roma 7:19,23 “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat…tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.”

    Dengan kekuatannya sendiri, manusia tidak bisa berbuat baik. Itu disebabkan oleh sifatnya yang berdosa. Meskipun ia berusaha keras untuk beramal, ia tidak akan pernah bisa menebus dosanya sendiri. Segala kebenaran kita hanyalah ‘seperti kain kotor’ (Yesaya 64:6)

    Untuk itu, kita perlu pertolongan Yesus Kristus/Isa Al-masih untuk menebus kita dari dosa (mas Chandra pasti tidak suka jawaban ini). Jika Isa hanyalah manusia biasa seperti kita, walaupun Ia adalah Nabi, Ia pun tidak berkuasa melepaskan kita dari dosa dan maut. Untuk diselamatkan, kita harus percaya Isa lebih dari sekedar manusia biasa; Ia adalah Allah.

    Melalui kematian Yesus, kita dimerdekakan dari hukum dosa dan maut (Roma 8:1) Dengan demikian, kita tidak harus melayani dosa dan kita boleh memilih berbuat baik. Selain menebus manusia, Yesus/Isa memberikan Roh Kudus pada kita untuk menyanggupkan kita melawan dosa dan melakukan perbuatan baik di dalamNya. Mengapa demikian? Roma 8:14 berkata “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah”

    Mereka yang berbuat baik untuk diselamatkan sama seperti seorang hamba dan dipenuhi selalu rasa takut akan penghukuman(Roma 6:16;8:15), tetapi mereka yang menerima Yesus selalu dipenuhi sukacita dan senang melakukan perbuatan2 baik. Itu tertulis di dalam Yoh 14:12.

    Itu saja masukan saya. Semoga dapat berkenan bagi semua.

    Kalaupun tidak, tidak apa2.

  20. Kebenaran itu adalah pahit. Bahkan bisa dianggap mengada2.. guyonan… hasutan.. pecah belah.. dll
    Inilah yg membuat Muslim susah utk menerima Yesus Kristus… Apalagi di dlm kitab suci mereka… Tidak ada istilah Yesus Kristus yg ada hanya Isa bergelar SH eh maaf… AS…
    Anda bisa bayangkan semenjak mereka kenal Islam sampai dgn dewasa skrng, mrk sdh terbiasa menyebut doktrin Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasulnya… Kalo ketemu dgn doktrin Trinitas mrk akan menganggapnya guyonan, antipati, bahkan mengutuknya…

    Selain itu semenjak mereka mengenal Islam sampai dgn mereka dewasa, Mereka diwajibkan utk melaksanakan ibadah2… seperti : Sholat 5 waktu, Puasa, Naik haji, dll.. Sudah pasti anda dapat menjumlahkan berapa kali mrk sudah sholat dan puasa semenjak mereka mengenal Islam sampai dgn dewasa skrng… Tentu saja apabila mereka ketemu dgn doktrin yg mengatakan bhw ibadah yg mereka lakukan semenjak dulu itu adalah suatu kebohongan semata… Mereka pasti tidak terima… Ini juga yg menjadi alasan mengapa muslim sulit meninggalkan Islam atau menerima Kristus, bahkan justru mengutuki serta membela ibadah yg sudah dilakukannya…

    Tambahan lagi.. ya ayat2 Alquran, misalnya Darah Murtadin halal utk ditumpahkan…

    Secara umum… artikel2 ini bagus semua…! Krn lebih baik membuka mata seseorang akan suatu kebenaran, daripada terus membiarkan seseorang terpuruk di dalam suatu lubang kebohongan…! Salut buat Anda…!

  21. dlm alkitab tertulis “imanmu telah menyelamtkanmu” bukan amal ibadhmu telah menyelamtkanmu….terkadang org melakukan hal yg baik sbg modal untuk ticket masuk surga namun itu tdk mnjamin sebarap besar amalmu….klo pemegang kunci surga menolak karna yg di andalkan hanya amal gmn donk….keselamatan itu suatu anugrah dr Tuhan bukan hasil ushamu….

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.