WHAT IF MUHAMMAD HARUS AKUI ISA AL-MASIH LEBIH SUPERIOR ?
Teman saya, seorang ayah Muslim terpelajar telah memberi nama ISA bagi anaknya. Saya, ex Muslim lalu bertanya kenapa nama itu yang menjadi pilihannya dan bukan nama nabi yang lebih besar lagi? Sang ayah menjawab: “Siapa lainnya? Itu kan salah satu nabi yang punya nama terbesar dalam Quran. Sekalipun dia tidak diatas Nabi Muhammad, namun dia kan tidak dilebihi oleh siapapun lainnya”. Hah! Saya jadi terperangah mendengar pendapatnya!

Isa Almasih
Dulu saya tidak tahu, maka terperangah. Kini saya bukan hanya tahu, namun saya – tidak seperti ayahnya si-Isa itu— malah duluan mengambil langkah lebih meninggalkan Islam setelah tahu apa kata Muhammad tentang Yesus. Dulu, sebagaimana Muslim nominal lainnya saya hanya TAHU bahwa Isa lahir ajaib tanpa ayah, bisa menyembuhkan orang sakit kusta, menghidup-kan orang mati, dan naik ke sorga. Ya, sampai disitu saja, yang praktis-praktis saja, dan semua yang diketahui secuil-secuil ini tidak berdampak bagi keinginan-tahu saya yang lebih tinggi lagi. Ini mendatangkan pertanyaan serius, sebab apa yang diketahui oleh saya dan Muslim kebanyakan itu sesungguhnya sudah sangat-sangat ajaib bahkan dahsyat! Jadi kenapa berita ajaib ini tak berdampak bagi Muslim?
Bukankah bilamana ada orang jaman sekarang yang lahir tanpa ayah saja, akan gemparlah dunia dengan pemberitaan-pemberitaan sejagad, interview dan ulasan-ulasannya dari pelbagai segi, serta mendatangkan berbondong-bondong para ahli medis dari panca negara untuk menelusuri keajaiban tsb? DNA dan fisiologi-nya, kiprah dan ucapannya, semuanya akan menjadi pusat penyelidikan. Apalagi bila TERFAKTA bahwa ia dengan tumpangan tangannya bisa menyembuhkan HIV/AIDS, cancer dan lain-lain penyakit yang tak tersembuhkan (seperti halnya penyakit kusta yang tak tersembuhkan dijaman tsb). Dan ketika TERFAKTA lagi diarena publik, bahwa ada mayat dari orang-orang matipun bisa dibangkitkannya, maka apa kata-orang –Muslim dan non-Muslim tentang orang yang satu ini?
Inilah analogi dan qias yang sama dalam agama Islam, dimana Isa sedikitnya DIPERCAYAI sedemikian itulah oleh para Muslim karena mempercayai pernyataan Muhammad yang diwahyukan Allah. Tetapi aneh bahwa kepercayaan tersebut tidak memberi dampak apapun dan tidak mengusik hati nurani mereka untuk bertindak menelusuri pernyataan dahsyat tsb. demi memuaskan rasa ingin tahunya agar mendapatkan detailnya dan keuntungan-keuntungan yang menyertainya. Tampaknya ada sesuatu yang tidak waras disini. Ada semacam kerudung yang mentabiri hati dan pikiran dan kemauan mereka. Bahkan tampaknya ada semacam ketakutan mereka yang tersembunyi untuk memper-cayai secara terbuka apa yang terfakta. Lalu teman Muslim kita hanya berkata, bahwa mereka cukup mempercayai Muhammad dan Quran yang dibawanya…
Baik, dan bagus, bila Anda percaya kepada seorang super-hero seperti Muhammad. Namun bilamana super hero ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat daripadanya—yaitu yang dinamainya sendiri “Isa Almasih”—maka apa yang dapat Anda katakan? Bukankah Muhammad sama menempatkan dirinya seperti apa yang dikatakan juga oleh Nabi Yahya tentang diri-sendiri? Keduanya sama mengakui bahwa ia bukanlah Mesias, melainkan suara yang memberi peringatan:
YAHYA: “Aku bukan Mesias… “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan” (Yohanes 1:20,23)
(MUHAMMAD): “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan” (Surat 46:9, penekanan penulis).
Menurut Alkitab maupun Quran, untuk dirujukkan kepada jatidiri-nya seorang Sang Mesias, ia mutlak harus mengetahui isi-hati orang atau hal-hal ghaib! Dan kemesiasan inilah – dalam diri Isa Al-Masih — yang akan ditampakkan kepada Anda lewat tulisan ini, demi menyingkirkan kain tabir antara HATI dan AKAL waras kita, karena bagaimanapun Mesias yang satu ini TAHU akan isi hati Anda dan saya.
Muhammad mengajukan paling tidak ada 17 keajaiban adikodrati Isa Almasih –yang tidak ada tolok bandingnya atau kesamaan-nya dengan dirinya– yang telah menjadi acuan imannya bagi setiap pengikutnya, namun yang telah dicampakkan sebagai aset kurang berharga selama ini oleh Muslim! Padahal itu adalah apa yang telah diwahyukan dan diakui oleh Muhammad dan yang dikatakan dari mulutnya sendiri tentang superioritas Almasih Putra Maryam. Inilah diantaranya.
HANYA ISA YANG DIKATAKAN LAHIR DARI ZAT ROH, YAITU DARI KALIMAT ALLAH DAN ROH DARIPADANYA (Surat 4:171).
Zat apakah itu? Kalimat Allah dan Roh dari Allah?
Pernyataan ini meruntuhkan posisi Ulama Islam yang mau menegaskan bahwa Isa Al-Masih itu “tidak bersifat ilahi”. Berunsurkan Roh dari Allah sekaligus menjelaskan bahwa Isa memilik gen/ DNA yang tidak sama dengan manusia biasa seperti Musa dan Muhammad. Muslim kebanyakan beranggapan bahwa Roh itu adalah zatnya mahkluk ciptaan semisal malaikat, setan, iblis, jin dan arwah. Sebagian Muslim lainnya, dalam ketidak pastian, juga beranggapan bahwa roh itu adalah semacam nafas yang ditiupkan dari Allah demi menghidupkan manusia. Tetapi Muhammad sendiri sebenarnya bingung akan roh Allah ini, sampai-sampai terjadi inkonsistensi yang fatal. Sebab Quran menghadirkan jenis tiupan roh kerahim Maryamsekaligus apa adanya (Surat 21:91), tetapi ada pula jenis lain dimana Allah meniupkannya sebagian saja (Surat 66:12). Itu sebabnya Muhammad menjadi sasaran olok-olokan orang Yahudi yang sering men-test kenabiannya dengan mengajukan pertanyaan tentang apa/siapa roh-roh itu sesungguhnya. Dan mereka mendapati dia tidak bisa menjawabnya, sehingga Allah perlu membantunya bukan dengan penjelasan, tetapi dengankontra-penjelasan terhadap roh, melalui “wahyu praktis” bagi Muhammad yang setiap orang yang kepepet juga bisa mendalilkannya:
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (Surat 17:85).
Andaikata Muhammad bisa membaca Alkitab, Ia tidak akan bingung dan menghindar, melainkan akan dicerahkan dengan wahyu yang paling pertama ditulis tentang kejadian alam semesta. Yaitu ketika jagad raya masih kosong belum ada ciptaan apapun, maka Roh Allah telah hadir dengan FirmanNya (Kejadian 1:1-3), menandai bahwa Roh Allah berlainan dengan roh ciptaan lainnya. Dan ini dipahami oleh semua nabi-nabi dan semua orang Yahudi yang menguji Muhammad. Itu sebabnya Yesus juga telah mengatakan: “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” (Yohanes 4:24). Ayat yang otentik ini terkorup dan dikosongkan dari Quran, sehingga tidak ada referensi apapun bagi Muslim untuk memahaminya secara benar, kecuali berspekulasi bahwa semua jenis Ruh itu hanyalah mahkluk ciptaan. Padahal Roh-Nya Allah sendiri itulah Roh Kudus (Rohulqudus, Roh Kebenaran) yang ada dalam diri Elohim sendiri bersama dengan Kalimat (Firman)-Nya. Alkitab dengan jelas menyampaikan bahwa Roh-Nya keluar dari dirinya Elohim sendiri (Yohanes 15:26), dan Ia samasekali bukan asessoris-ruh, Jibril dll ruh-ciptaan yang diluar diri Tuhan (Camkan bahwa ini sama pula dengan “KalimatNya” yang melekat dalam diri Elohim, re. Yohanes 8:42, dan 1:1).
Agar jelas pembedaan Jibril dengan Roh Kudus, maka Yesus telah dengan sengaja menempatkan Roh Kudus sebagai pusat keberadaan kekudusan Tuhan yang sakral yang tidak boleh dihujat sebagaimana layaknya orang menghujat malaikat. Sebab Ruh yang satu ini khusus dating untuk menolong menerangi hati kita dengan menanamkan kebenaranNya yang menghidupkan:
“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni” (Matius 12:31).
Hanya dengan peran Roh Kudus dari Elohim inilah Anda dapat memperoleh kehidupan yang kekal, sehingga Yesus berkata bahwa tak ada orang yang dapat masuk kesorga tanpa kelahiran baru dalam Roh-Nya.
Percayalah, Surat 4:171 tidak akan bisa dipahami oleh ulama Islam manapun bila berangkat dengan asumsi roh ciptaan, kecuali akan berakhir pada surat penghentian pencaharian tentang roh dalam Surat 17:85! Tetapi Roh Allah dengan iringan KalimatNya yang disampaikan kedalam rahim Maryam itulah yang menjadikan Isa-Al-Masih itu tampil sebagai model hidup sempurna ditengah-tengah manusia berdosa, dan ia selalu berwahyu! Sebaliknya Quran mengatakan bahwa semua manusia termasuk Adam, berasal dari dunia, dari debu tanah, dan tidak lahir dari Roh Allah, melainkan tercipta dari zat-zat dunia dengan formasi yang paling sulit dipahami. Sebab Muhammad menegas-kan bahwa formasi kejadian manusia berasal dari saripati dari tanah, lalu menjadi air mani, menjadi segumpal daging, menjadi tulang belulang, lalu dibungkus dengan daging, lalu menjadi mahkluk yang berbentuk lain, kemudian sesudah itu manusia akan menemui ajalnya (lihat Surat 23:12-15). Selama 14 abad dan seterusnya, agaknya tak akan ada sarjana medis & biologi Islam yang berani mengadopsi dan mengajarkan formasi kejadian manusia seperti apa yang sudah dipahami Muhammad dari sorga.
HANYA ISA YANG MAMPU BERFIRMAN LANGSUNG SEJAK DARI BAYI (Surat 19:29-34), BUKAN SEJAK MEMULAI KERASULANNYA.
Muslim membaca di Quran dan mungkin mengagumi bahwa Isa Almasih sudah bisa berbicara sejak dalam buaian. Itu saja. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa itu berarti dia sudah menjadi Nabi, berwahyu, dan terutus sejak hadir dibumi! (ayat 30). Dan ajaibnya, ia tidak membutuhkan malaikat Jibril untuk pewahyuan. Ia sendiri adalah inkarnasi dari Kalimat Allah dan Roh daripada-Nya. Setiap kata yang diucapkan Isa disembarang waktu adalah wahyu dari perintah-perintah dan janji-janji Allah. Isa bukan nabi yang pada satu ketika berkata-kata dalam pewahyuan tetapi pada ketika yang lain berkata-kata secara non-wahyu, seperti nabi selainnya.
Karena selalu wahyu, maka Isa selalu BENAR, dalam segala perkataanNya maupun perbuatanNya, disetiap ruang dan waktu. Sebaliknya Muhammad dan lain-lain nabi yang adalah manusia yang terbatas, akan sesekali terjebak dalam kekeliruan, kelemahan dan dosa. Perhatikan bahwa ada rujukan unik Putra Maryam ini dalam Quran Surat 19:34, yaitu sebagai “Kebenaran” (al-Haqq) dimana dalam gelar ini terlihat dengan jelas “diri Allah sendiri”, karena gelar al-Haqq memang dimunculkan beberapa kali dalam Quran sebagai atribut dan nama Allah.
Dan jikalau sumber Al-Masih adalah “kebenaran”, maka Ia sendiri adalah “Kebenaran” itu, karena hanya Kebenaran yang dapat keluar dari “Kebenaran”. Barangsiapa yang melihat kepada Al-Masih ia dapat melihat Kalimat Allah yang hidup dan selalu berfirman dalam kebenaran-Nya, walau dalam wujud insani.
SETELAH MUSA, HANYA ISA YANG KELAHIRANNYA DIDAHULUI SESAAT OLEH SEORANG NABI LAINNYA, YAITU YAHYA, YANG KHUSUS DIUTUS UNTUK MEMBENARKAN ISA SEBAGAI KALIMAT ALLAH (Surat 3:39)
Mungkin sekilas teman Muslim tidak heran dengan kesaksian Yahya yang satu ini. Namun kesaksian ini sangat dramatis karena Yahya sebagai Nabi seangkatannya Isa telah membenarkan Isa secara langsung pada ruang dan waktu yang sama, tidak lewat nubuatan nabi yang jauh jarak fisiknya dan jamannya! Hal ini sampai diperlukan Tuhan demi memperteguh kesaksianYahya agar tidak disalah-pahami atau diplesetkan alamatnya kepada nabi-nabi lain yang bukan sosoknya! Sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa kehadiran dua nabi besar yang saling berdampingan dalam satu kurun waktu, adalah TANDA yang teramat penting dari Allah bagi manusia. Dan ini hanya terjadi pada Musa (didampingi Harun), dan Isa (didampingi Yahya).
Seorang Harun yang “mencorongkan” suara seorang Musa; begitu pula seorang Yahya yang “menterompetkan” kedatangan seorang Isa, merupakan catatan sejarah kenabian yang tiada dua, yang mengajarkan kepada kita untuk melihat secara mendalam bahwa Nabi-nabi besar Musa dan Isa yang dipercayakan untuk “membawa” Taurat dan Injil, haruslah dipersaksikan dengan kencang oleh sesama Nabi seangkatannya secara langsung, muka dengan muka. Tidak cukup bila ia klaim kenabiannya sendirian. Dan Yahya bersaksi dimuka umum, membenarkan Isa sebagai Kalimat dari Allah (Surat 3:39).
KEBERADAAN ISA DINYATAKAN SUCI OLEH MALAIKAT (Surat 19:19)
Dialah satu-satunya nabi yang dinyatakan suci Murni (zakiy), tanpa cela dosa (faultless) dan tidak berbuat dosa (sinless) walau hanya kekeliruan kecil sekalipun.
Apabila kita menyelidiki Quran dan kata-kata Muhammad, kita tidak akan menemukan adanya ayat dan tanda yang menyatakan Isa berdusta, berzina, merampok harta, budak atau istri orang, atau berbuat dosa apapun sehingga perlu minta pengampunan Allah. Dan ini sungguh berbeda dengan nabi-nabi lainnya. Muhammad harus angkat topi kepada kekudusan Isa yang selalu disertai dengan RuhKudus. Muhammad sadar akan dirinya yang tak luput dari dosa dan berkata: “Setiap anak Adam yang baru lahir disentuh oleh setan… kecuali Maryam dan anaknya” (Shahih Bukhari 1493). Ia tahu dirinya pernah disentuh setan, dan ia orang berdosa (Surat 47:19 dll), sehingga harus minta ampunan Allah dengan lirih: “Demi Allah! Sayameminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari 70 kali” (Shahih Bukhari 1732).
Banyak orang –Muslim non-Muslim–bertanya-tanya, dosa apakah yang dilakukan Muhammad sebegitu intense-nya sehingga praktis setiap 15 menit dari waktu-sadarnya (bukan waktu tidur) Muhammad harus minta ampun dan bertobat? DAN kenapa sesudah seharian “bertobat 70 kali”, ia tidak tobat-tobatnya mengulangi siklus “berdosa–bertobat-berdosa” hari kehari? Apakah dia tidak maksum (terjaga dalam kekudusan) sehingga harus jatuh bangun dalam gelimang dosa sampai kepada detik terakhir hayatnya, ketika mana ia juga masih harus berdoa: “Wahai Tuhan! Ampunilah saya!” (Bukhari 1573). Suatu guilty feeling yang paling tragis yang pernah dicatat dalam sejarah.
KEPADA ISA-LAH ALLAH BERSABDA LANGSUNG (Surat 3:55, 5:110), BUKAN VIA JIBRIL ATAU DALAM MIMPI.
Pembacaan pada Quran jelas mengungkapkan bahwa SEMUA nabi-nabi Israel tidak membutuhkan Jibril untuk mendapatkan wahyu Tuhan. Malaikat Gabriel hanya dikirim untuk ditampilkan dalam urusan-urusan ad-hoc dan seketika,bukan yang terus membisikkan pewahyuan sepanjang kenabian (lalu kadang-kadang tak muncul menjadikannya bolak-balik tidak efisien). Para nabi Israel mendapatkannya dari Tuhan yang berbicara sendiri. Bahkan ada dua Nabi yang diakui Muhammad kepada siapa Allah bersabda langsung, yaitu Musa (Surat 4:164) dan Isa (didunia Surat 3:48 dll, dan diakhirat Surat 5:116). Muhammad sendiri tidak tercatat sebagai nabi yang berbicara dengan Allah kecuali lewat Jibril saja. Ini menjadikan Quran hanya sebentuk hasil dikte-an satu arah. Tak ada pertanyaan apapun yang dapat diajukan Muhammad kepada Allah. Sebaliknya Nabi-nabi Israel semuanya bisa bertanya dan bercakap dengan Tuhan dan sebaliknya, sehingga interaktif dan memuaskan pemahaman hambaNya. Sulit untuk Muslim menjawab, kenapa Allah menampilkan diri dan bisa saling berdialog hanya kepada pembawa Taurat dan Injil, dan tidak kepada pembawa Quran. Diskriminasi Allah? Atau memang lain ke-allah-an yang disembahnya?
NAMA ISA DENGAN GELAR ALMASIH DIBERIKAN OLEH ALLAH LEWAT MALAIKAT (Surat 3:45) BUKAN OLEH ORANG TUA ATAU KAKEKNYA.
“Muhammad” adalah nama dunia, yang diberikan oleh sang kakek, dan dipakai dengan nyaman oleh Muhammad seterusnya. Tetapi Muslim tidak satupun bertanya, kenapa sang Nabi tidak memilih memakai nama atau gelar surgawinya sebegitu ia mulai dianugerahkan oleh Allah SWT? Kenapa Muhammad tidak meniru Abraham yang menghargai pemberian Tuhan dan langsung menggantikan nama duniawinya (Abram) menjadi Abraham? (Kejadian 17:5). Bukankah kepada Muhammad telah Allah berikan nama “Ahmad” melalui pewahyuan Quran Surat 61:6?
Sebaliknya dengan nama Isa, Muhammad sigap menggantikan namanya! Walau nama ini tidak pernah dikenal oleh Nasrani manapun 600 tahun sebelum Muhammad, tetapi Muhammad bersikukuh menggantikan nama “Yesus” (nama yang disampai-kan malaikat Tuhan) menjadi ISA, suatu nama-asing yang tak tercarikan apa maknanya, sekalipun oleh Muhammad. Padahal Yesus adalah nama ilahiah yang berarti “Yahweh menyelamat-kan”. Kenapa Muhammad bermain atas nama Isa sementara tidak menyentuh nama Ahmad-nya sendiri? Kembali Muslim kelu dan tidak bertanya apapun tentang perlakuan Muhammad yang kurang pantas terhadap Yesus. Masalahnya adalah: Atas otoritas siapakah maka Muhammad berwenang menggantikan nama ilahiah Yesus yang disampaikan berkali-kali oleh malaikat Gabriel, dan yang disebut sebagai “Nama diatas segala nama” (Filipi 2:9); nama yang sudah dipanggil-panggil oleh jutaan manusia (Kristen maupun non Kristen) 600 tahun sebelumnya, dan yang sudah DIABSAHKAN SEJARAH dalam palang yang tertulis diatas kayu salib:
“Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”
Banyak orang Yahudi (para saksi) yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani” (Yohanes 19:19-20).
Bukalah nalar lebar-lebar dan bertanyalah secara obyektif dari kacamata surga: nama manakah yang lebih superior, Yesus atau Muhammad atau Ahmad? Sekalipun begitu jelas, namun Muslim tetap beranggapan bahwa perlakuan Muhammad yang mencoreng nama Yesus itu wajar-wajar saja, sementara corengan gambar karikatur yang dikenakan kepada Muhammad dianggap hujatan selangit!
Selanjutnya, Isa juga disebut “Almasih” (Mesias, sosok yang diurapi Allah) sebanyak 11 kali didalam Quran untuk dikhususkan kepada Dia seorang, tidak kepada nabi manapun lainnya! Suatu gelar yang lagi-lagi tidak pernah menggoda hati orang-orang Muslim untuk sesaat menyelidiki kenapa Muhammad kembali “mengosongkan” makna dari gelar yang begitu serius itu, walau diulang-ulangnya sampai 11x dalam Quran tanpa penjelasan?
Tetapi Yesus sendiri telah memperkenalkan diriNya sebagai “Yang Diurapi” ketika Ia membaca dalam rumah ibadat di Nazaret. Ia menjelaskan apa makna sejati dari gelar yang Nabi Yahya dan lain-lain nabi tak akan berani menyandangnya, yaitu
“Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan Kabar Baik … memberitakan pembebasan … (memberi) penglihatan … memberitahukan Tahun Rahmat Tuhan telah datang”! (Lukas 4:18,19).
Jadi Al-Masih yang diurapi Allah adalah sosok yang menjadi “Spiritual King”, yang memberi maklumat Rahmat Pembebasan/ Juru Selamat/Juru Syafaat bagi orang seisi dunia. Betapa mencengangkan yang tidak ditelusuri Muslim ini!
HANYA ISA SATU-SATUNYA YANG DIPERKUAT OLEH ROHULQUDUS (Surat 2:87 dan 253)
Ini hebat, tetapi kurang dipeduli atau disadari Muslim. Padahal dari sudut pandangan Islam sendiri, Isa tidak cukup dilahirkan dari Roh Allah saja, namun juga selalu “diperkuat lagi” oleh Rohulqudus! Suatu pengertian kerohanian “tingkat tinggi” (surgawi) yang tidak tercernakan, namun kembali tidak diambil banyak pusing oleh Muslim. Kenapa? Sebagian karena tidak tahu apa itu Rohulqudus persisnya, sebagian lainnya karena tidak mau melihat sosok Isa yang terlalu super melebihi Muhammad. Namun apapun sikap dan pemahaman Muslim, Quran jugalah yang menempatkan Isa-Al-Masih sebagai satu-satunya sosok yang mendapatkan penyertaan yang melekat dari Rohulqudus, tidak Muhammad atau lainnya. Ini yang menjadikan “konten-esensi-Isa” berbeda dengan para nabi selainnya, yang menjadikannya paling berkekuasaan di dunia dan alam akhirat.
Sedih tapi benar bahwa Muslim dan para ulamanya telah dibingungkan selamanya (lihat Surat 18:75) tentang siapa sosoknya Rohulqudus yang satu ini. Apa ia “Roh Allah” dalam artian ruh ciptaan yang lain lagi? Atau Jibril yang mewahyu? (padahal Isa sebagai Kalimat Allah tidak membutuhkan agen pewahyuan antara). Apakah ia ruh yang berasal dari hembusan nafas Allah? Atau malah nafasnya Jibril? Atau jangan-jangan ia Roh Allah sendiri (The Spirit of God) yang bersama-sama dengan Kalimat Allah yang masuk kerahim Maryam seperti yang tertulis dalam Quran Surat 4:171?
Sebagian Sarjana Muslim (al. Ibnu Arabi) menafsirkan Roh ini bahwa Allah menyertakan kepada Isa satu Roh yang berkuasa meniupkan kehidupan kepada benda mati. Sehingga hanya Isa saja yang berkuasa untuk memberi hidup. Ini berarti Isa juga memberi kehidupan kepada manusia, itu sebabnya Isa didunia berkuasa menghidupkan orang mati, dan kelak dihari kiamat bersamaan dengan tiupan terompet nafiri dari malaikat akan membangkitkan orang-orang mati untuk diadili (awas bukan terompet yang membangkitkan, melainkan otoritas Isa Al-Masih!).
HANYA ISA YANG DIPERLENGKAPI DENGAN KUASA MUJIZAT KESEMBUHAN YANG DAHSYAT, TERMASUK MENGHIDUPKAN ORANG MATI (Surat 3:49, 5:110), SUATU KUASA YANG HANYA DIPUNYAI ALLAH (Surat 46:33).
Sebutkan, dan tak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan Yesus! Penyakit-penyakit yang ada bukan sembarang penyakit, melainkan antara lain sopak (kusta) yang pada zamannya merupakan penyakit yang paling aib, berbahaya, dan mengerikan, karena sangat menular dan tidak ada obatnya. Penyakit lain seperti kelumpuhan, bisu, tuli, dan bahkan buta secara genetik dari dalam rahim ibunya, hingga kepada sejumlah kematian. Ini diluar jangkauan pengobatan manusia. Dan kematian yang dihidupkan-Nya kembali juga bukan sembarang kematian, melainkan termasuk mayat yang sudah jadi bangkai didalam kuburan!
Sekalipun Quran sepertinya menyebutkan mujizat Isa dengan hormat, namun tidak banyak Muslim sadar bahwa penyebutan dalam pewahyuan itu jauh dari layak. Muhammad kembali disini memperlihatkan ketidak-etis-annya sekaligus ceroboh. Banyak ahli menyesalkan karena Jibril dan Muhammad telah mereduksikan kehebatan mujizat Isa dengan mengosongkan SAMASEKALI llatar belakang kejadiannya. Mereka bukan hanyamengkortingkan ratusan mujizat dan 30-an jenis mujizat Isa menjadi hanya sepuluh (Surat 3:49; 5:110, misalnya tidak termasuk mujizat usir setan, air jadi anggur, berjalan diatas air, menghentikan badai dan gelombang dll), namun juga tidak ada satupun mujizat Isa dijelaskan Muhammad dalam konteks subyek dan obyek, setting kejadian, dan latar belakang faktualnya, khususnya Firman Yesus telah dihilangkan dari pretext-nya.
Firman Allah yang interaktif antara Yesus dengan sipenderita yang menyangkut kelayakan iman untuk mendapatkan mujizat-Nya, serta kata-kata penting Yesus untuk kehidupan baru dari seorang yang disembuhkan itu, justru dikosongkan (dikorup) dari Quran! Padahal itu adalah satu-satunya keterangan yang paling berharga untuk membawa pemahaman mendalam terhadap maksud dan tujuan Yesus dalam bermujizat adikodrati!
Dengan menyensor kejadian detail dan background mujizat, maka Muhammad hanya menyodorkan semacam “list daftar mujizat” yang tidak memberi kesempatan bagi Muslim untuk menyidik apa sebab dan hakekat Isa berkenan melakukan setiap mujizatNya yang menggentarkan itu. Dan apa dampak dan perubahan iman yang terjadi pada diri sang-obyek, dan apa pesan Yesus khusus kepada sang-obyek, sekaligus untuk pembelajaran bagi para saksi mata. Semuanya telah dikosongkan Muhammad, sehingga Muslim dibutakan lebih jauh tentang kesosokan Al-Masih yang sesungguhnya. Mujizat Isa hanya ditempatkan sebagai sebentuk ringkasan maklumat tentang judulnya magic show yang menarik tanpa pesan-pesan ilahi!
Sebagai tambahan dari penyunatan teks atas background dan kejadiannya, Jibril dan Muhammad masih mencoba menyunat kuasa mujizat Isa, seolah-olah itu terjadi hanya karena IZIN ALLAH semata (Surat 5:110). Padahal semua detail kejadiannya (yang disembunyikan Quran) tidak satupun memperlihatkan unsur “izin Allah” yang perlu dimintakan oleh Al-Masih, melainkan Ia sendirilah yang menggulirkan kuasa mujizat dari diriNya sendiri! Lihat betapa Yesus menampik sempalan Quran tentang izin-izinan tsb, dengan hanya berkata: Aku mau, Jadilah!
“Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata:“Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya (Matius 8:2-3).
HANYA ISA YANG MEMPUNYAI KAPASITAS UNTUK MENCIPTA MAHKLUK HIDUP DARI BENDA MATI (Surat 3:49).
Tidak ada sosok lain yang mungkin memiliki kapasitas ini, sebab seluruh manusia dari segala abad percaya bahwa otoritas begini hanya ada pada Allah. Dan Muhammadpun sama mengakui hal ini sebagai kebenaran-besi (Surat 22:73; 32:9). Tetapi anehnya, Muhammad juga mengakui bahwa Isa berkuasa pula meniupkan nafas yang menghidupkan burung, yang berarti berdaya-cipta. Ini semata berasal dari “Kalimat Allah” yang memiliki Creating Word yang berdaya cipta “JADILAH!” maka terjadilah. Per definisi, siapapun yang mempunyainya, Dia-lah yang disebut Tuhan, sang Pencipta!
Alkitab tidak berkisah tentang burung-burungan yang dihidupkan. Itu tidak mempunyai nilai pelayanan kepada kemanusiaan melainkan lebih merupakan suatu magic show bagi egonya. Tetapi kuasa menghidupkan diatas kodrat kematian telah dinyatakan Yesus dengan membangkitkan orang mati dan diriNya sendiri. Kuasa atas kodrat-alam juga dinyatakan Yesus ketika hendak menyelamatkan murid-muridNya dengan menghardik badai dan gelombang danau yang bergelora sehingga terdiam seketika. Murid-murid terperangah dan bertanya sendiri-sendiri: “Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya?”
Jadi adakah sosok dunia yang lebih superior daripada Al-Masih Putra Maryam? Adakah satu manusia yang berani mengklaim diri mahakuasa? Tetapi Yesus berkata: ”Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Wahyu 1:8).
Dan Injil kembali menegaskan apa yang dikaburkan Quran:
“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (sang Firman) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Yohanes 1:3).
HANYA ISA YANG DIAKUI MENGETAHUI HAL-HAL GAIB: APA YANG DIMAKAN MANUSIA DAN APA YANG DISIMPAN DIRUMAH Ini dikatakan lurus oleh Muhammad, tanpa usah penafsiran apapun dalam Surat 3:49b. Muhammad bahkan meneruskan pengetahuan adikodrati Isa itu sampai kepada pengetahuan tentang hari H nya kiamat (Surat 43:61), yang dia sendiri juga tidak mengetahuinya. Hal-hal yang gaib hanya kepunyaan Allah semata, karena ”Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (Surat 27:65, juga 5:109, 10:20). Seiring dengan itu, Injil juga menegaskan bahwa itulah kepunyaan Yesus: “… sebab Ia (Yesus) tahu apa yang ada didalam hati manusia” (Yohanes 2:25). Dan Murid-muridNya mengakui dihadapanNya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu…” (Yohanes16:30).
Seperti telah dikatakan diatas, bila anda percaya kepada seorang super-hero seperti Muhammad, namun ketika super hero ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat daripada-nya—yaitu yang bernama Isa Almasih—maka Anda harus berani mengambil sikap, bukan masa bodoh. Murid-murid Nabi Yahya juga mengambil sikap tatkala Yahya mengakui bahwa dia bukan Mesias dan sekalian bersaksi: “Dia yang datang kemudian daripadaku, Membuka tali kasutnyapun aku tidak layak”… Maka berturut-turut murid Yahya meninggalkan dirinya (yang notabene Nabi besar!) dan menjadi pengikut Yesus (Yohanes 1:35 ff).
Kini Muhammad berbuat hal yang sama. Ia berkata:
“Aku (Muhammad) tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib …” (Surat 6:50a, juga 7:188).
Muhammad berkata benar, sama seperti Yahya yang mengakui dirinya kalah superior terhadap Isa Al-Masih, maka kini apa yang harus Anda lakukan? Berbuat hal yang sama seperti pengikut-pengikut Yahya? Anda harus mengambil sikap!
Mungkin Anda akan bertanya sendiri: Kenapa Muhammad mengakui superioritas Yesus atas dirinya? Karena rendah hati? Lebih tepatnya: karena terpaksa harus merendah jikalau berhadapan dengan Yesus! KebesaranNya difaktakan dalam Alkitab dan direferensikan oleh Quran sebagai wahyu, implisit maupun explicit! Tetapi pengikut-pengikut Muhammad dikemudian hari mencoba menyodorkan aHadis Nabi yang dikisahkan dari rantaian mulut kemulut, sehingga kisah pengakuan inferioritas Muhammadpun menjadi terkabur, malah berubah menjadi “keunggulan” bagi Muhammad diatas Yesus! Muhammad yang dalam Al-Quran mengakui dirinya tidak berkuasa mujizat (Surat 17:59, 10:20, 29:50 dll), tiba-tiba muncul di Hadis dengan kisah kisah Muhammad yang penuh dengan mujizat-mujizat yang menirukan mujizat Yesus.
Karena begitu banyaknya plintiran Islamik, maka semuanya perlu dikritisi secara cermat dan wajar. Tak ada orang yang mau didustai. Akhirnya kita akan menyadari juga bahwa Muhammad lahir dan mati persis seperti Anda dan saya. Sejarahnya saja yang membuat setiap orang berbeda dengan selainnya, namun ia tetap manusia terbatas, berdosa, tanpa mujizat, tanpa nubuat atau perangkat adikodrati-ilahi manapun! Taqiyya (dusta-halal agama), slogan dan retorika yang banyak diteriakkan berulang-ulang oleh dunia lama-lama memang bisa membuat sesuatu yang aspal (asli tapi palsu) diterima sebagai “kebenaran-rasional”! Awasilah.
HANYA ISA YANG MAMPU MENURUNKAN MAKANAN/ HIDANGAN DARI LANGIT (Surat 5:114)
Ini bukan hidangan biasa melainkan hidangan Firdaus tak ada dua… Padahal Quran berkata hanya dari Allah-sajalah semua makanan dan minuman itu diperoleh manusia (Surat 26:79). Bandingkan dengan Yesus yang memberi makan 5000 orang (dalam Injil) dan Musa yang melaluinya Allah menurunkan roti manna dari sorga (dalam Taurat). Semestinya Muhammad kebagian mujizat untuk sedikitnya dapat mensejajarkan dirinya dalam poros kenabian besar. Tetapi makanan langit ini bukan sekedar makanan bagi yang lapar perutnya, melainkan symbol tentang pemeliharaan Tuhan yang MEMBERI HIDUP. Maka Ilah-ilah yang tidak memberi hidup harus dibedakan dengan cara yang paling dimengerti oleh anak-anak manusia, yaitu tidak memberi “makanan langit”. Dan Ilah-ilah memang tidak memiliki makanan dari Sang Hidup.
Maka Muslim perlu menyidik dan bertanya kritis, kenapa selama 40 tahun Musa memimpin bangsanya dipadang belantara namun tidak usah melakukan perang demi menjarah harta musuh agar bisa bertahan hidup? Sementara Muhammad sejak hijrah ke Medina tidak bisa bertahan, kecuali harusmencari akal dan dalil-dalil agama untuk menyerang dan berperang demi dapat merampok dan menjarah caravan kafilah dan harta para Quraysi dan Yahudi bagi survival para pengikutnya. Jangan cepat-cepat menuduh ini “fitnah orientalis”. Saya bukan orientalis dan bukan mengarang sejarah, tetapi petobat yang menunjuk dan melaporkan sejarah peperangan Muhammad dari sumber-sumber Islam sendiri. [NB.Lihat Hadis-hadis shahih, Sirat, dll termasuk Sejarah Hidup Muhammad oleh Imam Muhammad bin Abd Al-Wahab. Tampak betapa Muhammad berdalih terhadap kecaman masyarakat luas yang menggemparkan atas perang yang dilancarkannya secara dadakan-licik pada bulan suci (yang tradisinya mengharamkan perang). Ia yang tidak taat akan bulan-bulan haram (bulan suci tanpa perang) justru mendalilkan Allah sebagai sumber pencetus perang! (lihat Surat 2:217)].
HANYA ISA YANG DIBERI GELAR KEBESARAN YANG SUPERLATIF, YAITU SOSOK YANG TERKEMUKA BAIK DIDUNIA MAUPUN DI AlAM AKHIRAT (Surat 3:45)
Banyak penulis Islam enggan mengupas ayat ini secara semestinya, lalu memperlakukan kekuasaan Isa di sini hanya simbolis saja. Tampaknya ayatnya beresiko dan sensitive karena berpotensi mengancam posisi Muhammad. Tetapi inilah penunjukkan Allah yang secara partikular dikenakan hanya kepada Isa Al-Masih, bukan kepada para muqarrabinsecara general. Yaitu sebuah gelar Rajawi dengan kekuasaan rohani yang paling besar, mengatasi ruang dan waktu.
Mengatasi ruang, karena paling terkemuka baik di bumi, di Firdaus, di Sorga atau di alam akhirat semua.
Dan mengatasi waktu, karena paling terkemuka sekarang dibumi ini maupun kelak diakhirat. Jadi penafsiran yang benar seharusnya mencakupkan kekuasaan Isa itu sebagai kekuasaan kosmik domain semesta, termasuk seluruh waktu yang ada, persis seperti yang disebutkan dalam Injil,
“Kepada-Ku (Yesus) telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”, dan “ Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Matius 28:18, Wahyu 1:8).
Itu sebabnya seluruh manusia harus berurusan dengan Isa, saat dulu, kini dan nanti, sebab Ia sedang ada diantara kita, dan kelak akan datang kembali ke dunia untuk penghakiman akhir.
ISA SATU-SATUNYA DINYATAKAN SEBAGAI PEMBUAT HUKUM (LEGISLATIF), BUKAN PELAKSANA HUKUM-HUKUM YANG TELAH DITETAPKAN. DIA MENGUBAH HUKUM-HUKUM TAURAT DENGAN CARA MENGHALALKAN DARI APA-APA YANG DIHARAMKAN UNTUK MANUSIA (Surat 3:50)
Ini ayat dahsyat! Ini betul-betul disebutkan oleh Quran secara lurus dan bukan oleh tafsiran dan plintiran-plintiran lidah dari kaum penyesat. Siapa yang sanggup mengubah hukum Tuhan? Nabi mana yang berani mengklaim “porsi-nya Allah” yang paling vital? Apa Muhammad main-main dan tidak bertanggung jawab atas apa yang dilontarkannya yang langsung bersinggungan dengan mandat dan hukum Allah? Bila Muhammad serius atas ayat ini, maka seluruh Muslim harus berani mengakui bahwa sekali Isa turut menetapkan hukum-nya Tuhan, maka hukum dan Kabar-Baik Injil-Nya pasti ditetapkannya TERJAGA, alias mustahil InjilNya hilang terpalsu! Itu sebabnya Yesus bersabda sesuatu yang paling mengguncang kalbu:
“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu (Lukas 21:33).
Muhammad hanya mentok menyatakan dirinya sebagai pemberi peringatan (tentang hukum-hukum Tuhan). Tetapi Isa yang adalah Kalimat Allah adalah pula penetap hukum, sehingga kelak dihari kiamat Ia pula yang ditetapkan sebagai Hakim Yang Adil. Itu sebabnya pada bagian akhir dari ayat ini Muhammad harus menyaksikan bahwa Isa menyerukan dua perintah hukum, bukan satu, yaitu “bertakwalah kepada Allah”, DAN “taatlah kepadaku” (Isa).
ISA MAMPU MENTRANFORMASI/MENGUBAH HATI PENGIKUT-PENGIKUTNYA MENJADI MANUSIA BARU (Surat 3:55, 5:82).
Oleh ajaran firman dan kuasa Isa Almasih, para pengikut Isa Al-Masih dimampukan untuk merubah ahlak kafir menjadi:
1. Orang-orang yang diatas orang-orang kafir hingga kiamat.
2. Orang-orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman.
3. Orang-orang yang tidak sombong, rasa santun dan kasih sayang.
Ujud kasih mampu ditanamkan Isa ke dalam hati pengikut-pengikutNya sehingga berdaya, betul-betul berdaya mengubah akhlak dan perilaku hidup mereka ditengah hingar-bingar korupsi, nafsu kuasa, kesombongan, dusta, fitnah, kekerasan dan kebencian manusia terhadap sesamanya.
ISA SENDIRI (BERSAMA IBUNYA) ADALAH TANDA (AYAT) YANG BESAR BAGI SEMESTA ALAM (Surat 19:21, 21:91, 23:50)
Muhammad berasal dari tanah dan kembali ketanah. Juga ibunya dan bapanya. Tetapi Isa lahir tanpa pembuahan benih manusia dan tanpa saripati debu dan tanah. Ia adalah inkarnasi Rohullah dan Kalimatullah, sebuah tanda semesta yang namun dihampa-kan Muslim dalam kehidupan berimannya. Isa-lah, yang sebegitu lahir tidak menangis karena luput darisentuhan setan. Bukan karena setan lengah menyentuhnya, melainkan takut. Berlainan dengan Muhammad yang hanya mampu mintaperlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan bisikannya yang tersembunyi (Surat 113, 114), Yesus justru menengking setan yang coba-coba mempengaruhi diriNya atau menguasai pengikut-Nya. Tak satupun manusia ditakuti setan, kecuali Yesus itulah. Ia bersabda: “Enyahlah engkau, hai Iblis”. Dan terjadilah itu. Bahkan para pengikutNya juga “mewarisi” kuasaNya untuk mengusir setan dan iblis. Karena Dialah Ayatollah sejati yang ditakuti setan.
Sekarang mari kita mengajak teman Muslim untuk bertanya amat kritis,“Kenapa Jibril dan Muhammad dalam Quran dan Hadis tidak pernah menceritakan kasus pertarungan Yesus dengan setan, roh jahat, dan iblis, padahal Muhammadpun sering berurusan dan was-was dengan setan dan jin?” Kasusnya banyak dan terbuka disaksikan oleh penduduk lokal. Mustahil Jibril atau Muhammad tidak tahu akan hal ini, dan tidak sadar bahwa peperangan terbesar dari seorang Nabi Tuhan adalah melawan roh setan dan iblis dalam segala manifestasinya. Jikalau setan sempat ditakuti Muhammad itu (sehingga minta perlindungan Allah atau mewaspadai ayat-ayat setan agar jangan tersisip kembali dalam Quran), maka tidakkah Muhammad dan Jibril berkepentingan memberitakan apa yang dihasilkan Isa ketika berhadapan dengan setan? Paling tidak Jibril & Muhammad dengan mudah dapat menambahkan satu mujizat tambahan kedalam daftar-mujizat-mujizat Isa (dalam Surat 3:49, 5:110) karena kasusnya tergolong mutawatir (tersaksi luas dan absah).
Quran kini menjadi cacat tanpa mencakupkan kisah setan-setan yang terusir dari hadirat Isa-Almasih! Ada sesuatu yang tidak beres disini. Tampaknya ada semacam allergi/ kekhawatiran ruh Jibril untuk menceritakan ruh-ruh lain yang dikalahkan Yesus. Ini bukan pendapat penulis, melainkan pengungkapan Yesus sendiri kepada kita, bahwa Beelzebul (penghulu setan) tidak akan melawan dirinya atau memecahkan kerajaannya sendiri:
“Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana kerajaannya dapat bertahan? “ (Lukas 11:18).
Jadi sangat penting bagi setiap umat manusia untuk menyelidiki secara cermat bagaimana suatu ruh meresponi ruh lainya. Sebab mereka sangat licin menyamar dan menggelapkan. Tuhan mengingatkan kita berkali-kali untuk tidak gagal menguji roh yang belum teruji. Dan sejak kapan Muhammad dan Muslim sudah menguji jibril? Bukankah semula (digua Hira) Muhammad-pun merasa bahwa ia didatangi oleh ruh jahat yang menteror dengan mencekik dirinya (sebelum dikalem-kan oleh Khadijah)? Datang menteror tanpa memperkenalkan diri, dan pergi tanpa pamit, itukah kultur dari malaikat Tuhan yang sangat arif lagi mengetahui? Dan ketika Anda merasa kurang yakin dengan ruh ini dan ingin mengujinya, ia sudah terlebih dulu mencegat Anda dengan kata-kata yang didesign untuk menciutkan bahkan menghentikan niat Anda: ”Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (Surat 17:85). Tetapi Injil berkata sebaliknya untuk mendorong keterbukaan:
“Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Tuhan; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia” (Yohanes 4:1).
“Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran (2 Korintus 11:13-15).
KEPULANGAN ISA DARI DUNIA ADALAH DIANGKAT OLEH ALLAH SENDIRI KEPADANYA (Surat 3:55 dan 4:158).
Kenapa Allah sendiri mengangkat diri Isa kepadaNya? Ya, karena Isa lahir dari Roh Allah dan KalimatNya, dan bukan dari saripati debu tanah yang akan kembali ke tanah. Roh Allah “kembali” (baca: melekat) kepada Allah. Ini secara sempurna melengkapi keberadaan Isa dalam kerohanian yang ilahiah: (1) DILAHIRKAN sebagai penjelmaan “Kalimat dari Allah”; (2) HIDUP dengan selalu diperkuat oleh Rohulqudus; dan (3) BERPULANG diangkat Allah sendiri kesisiNya (Surat 4:158, 3:55).
Jadi tampak jelas bahwa seluruh aspek kelahiran hingga kepulangan Isa tidaklah tunduk pada kodrat alam. Dan sekarang inipun Ia hidup dan berada disurga bersama Tuhan Elohim. Sedangkan Muhammad seperti nabi-nabi lainnya dalam Quran, tinggal dialam barzakh menunggu penghakiman Allah.
HANYA ISA YANG DIJADIKAN ALLAH SEBAGAI TANDA DAN SAKSI BAGI HARI KIAMAT. ILMU TENTANG KIAMAT HANYA ADA PADA SISI ALLAH (Surat 4:159, 33:63, 31:34). TETAPI HANYA KEPADA ISA DIBERIKAN PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT (Surat 43:61)
Hari Kebangkitan, hari Penghakiman, tidak terelakkan. Orang-orang Muslim amat takut menghadapi penghakiman ini karena tak ada kepastian Syafaat yang membela mereka. Namun ada banyak orang-orang bodoh yang hidup dengan masa bodoh, tidak mau melihat tanda-tandanya yang berpusat pada Isa Al-Masih. Padahal Ia-lah yang akan datang sebagai Hakim Agung. Maka tidakkah Muslim akan heran, kenapa Al-Masih yang akan datang kembali bersama para malaikatNya , dan tidak nabi lainnya? Ya, sebab Ia akan menghancurkan yang anti-Al-Masih dan akan memisahkan “domba” dengan “kambing” (Matius 25:31-46). Inilah mandat Rajawi yang diberikan Allah kepada Isa Almasih untuk menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil dihari Penghakiman. Ia menjadi Juru Selamat, Syafaat bagi setiap yang beriman kepadaNya, tetapi mengadakan pembalasan terhadap semua orang yang mengingkari InjilNya (2 Tesalonika 1:7-9).
…..
Teman-teman Muslim,
Maaf atas sejumlah kata-kata kami yang tidak Anda berkenan atasnya. Itulah yang selalu terjadi ketika orang tidak berkata-kata dalam jalur yang menjadikan Quran, Muhammad dan Islam itu superlative. Namun seluruh berita di atas adalah sebagian wahyu Allah SWT sendiri yang menunjukkan ke-supremasi-an jatidiri Isa Almasih. Ia dirujukkan tidak semata-mata sebagai sosok nabi-manusia, melainkan juga sosoknya ROH ALLAH & FIRMAN DARI PADANYA! Injil menerangkan lebih jauh bahwa “Pada mulanya adlah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah … Firman itu telah menjadi manusia” (Yohanes 1:1, 14).
Nabi Muhammad sendiri diperintahkan Allah untuk tidak ragu-ragu mencari Firman kebenaran Allah yang pasti kepada para Ahli-kitab:
“MAKA JIKA KAMU (MUHAMMAD) BERADA DALAM KERAGUAN-RAGUAN TENTANG APA YANG KAMI TURUNKAN KEPADAMU, MAKA TANYAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBACA KITAB SEBELUM KAMU. SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEBENARAN KEPADAMU DARI TUHANMUA, SEBAB ITU JANGANLAH SEKALI-KALI KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG RAGU-RAGU (Surat 10:94).
AYAT ini sungguh telah dan terus mendatangkan keresahan kepada banyak orang-orang Muslim dan para Ulama terpelajar sejak dahulu. Ditambah kini dengan ayat-ayat pengakuan dari Muhammad bahwa Al-Masih Putra Maryam benar lebih superior daripada dirinya, semuanya ini cukup untuk menggugah hati dan pikiran Muslim bahwa Al-Quran itu bukanlah sebuah finalitas. Pepatah Tiongkok mengatakan “Diatas Thai San ada Thai San” (diatas gunung tinggi ada gunung yang lebih tinggi lagi”) berlaku disini. Didunia ini masih ada Thai San lain. Selain Quran dan Muhammad, masih ada Alkitab, dan masih ada Yesus yang selalu berkata benar (zakiy dan al-Haaq). Selama ini banyak mitos dan retorika yang terus ditiupkan oleh orang-orang yang mau mengecil-ngecilkan hakekat dan peran Yesus, tetapi segera tampak bahwa tiupan yang bersifat taqiyya itu distorted danunfinished. Yang kabur, bengkok dan patah-patah tak bisa direkonsiliasikan dengan kebenaran yang lurus dan tuntas, kecuali diplintir-plintirkan. Tak ada pilihan baik, Muhammad harus dan telah mengakui Isa dan menggandengnya dalam Quran, juga dalam Hadis. Dengan penuh rasa hormat (atau penyesalan?) beliau harus mengklaim dirinya sebagai nabi yang “paling dekat dengan Isa Putera Maryam di dunia dan akhirat” (HS.Bukhari1501).
Kini saatnya Anda perlu bersikap, dan sikap ini akan menentukan seluruh kehidupan Anda kedepan, selamanya!
Sumber : www.buktisaksi.com
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
16 Comments
Leave a Response
You must be logged in to post a comment.







artikel2 d web ini blh dicopas bwt d fb ga yah??
thx b4
artikel ini bagus sekali…..
Sebenarnya Alquran sejak awal dizaman itu merupakan petunjuk yang mena’jubkan (Q.72:1) bertujuan memperkenalkan sosok tokoh utama yang ada di Injil kepada orang-orang mumin (yang berserah diri kepada Allah yang belum mengenal Yesus tetapi sudah terpengaruh dengan mereka yang kafir terhadap Yesus) hanya saja memakai nama samaran, sebab tidak ada dalam sejarah hidup manusia bunyi dari nama yang bersangkutan bisa berubah walau dengan bahasa apapun apalagi manusia tersebut sudah tidak ada di alam zahir (nyata), hal itu bertujuan untuk menghindari anti pati pembacanya yaitu menyangkut tentang nama “Yesus Kristus”.
Oleh karena nama samaran tersebut sehingga ayat-ayat tentang Isa adalah tergolong Mutasyabihat (samar-samar).
Kebencian terhadap nama Yesus tidak perlu diherankan, sebab sejak Yesus hadir di dunia “Dia” sudah mengatakan:… namaKu (Yesus Kristus) dibenci orang tanpa ada sebabnya…., bahkan sampai saat inipun semua orang mengenal nama-nama nabi hanya dari apa yang tertulis di Kitab-kitab (karena tidak hidup pada zamannya) akan tetapi terbukti hampir semua pembaca Alquran kurang simpatik dengan nama “Yesus Kristus”, bahkan tidak sedikit pula yang menghujatNya!
Supaya pembaca Alquran tahu bahwa Isa itu adalah Yesus Kristus, maka dalam Alquran tertulislah dengan penjelasan: .. Musa dengan Tauratnya dan Isa dengan Injilnya…., dengan demikian semua orang hanya sekedar tahu bahwa Isa’lah yang ada di Injil.
Hal inilah yang membuat menjadi dilema bagi pembaca Alquran sehingga enggan membaca Injil, karena sudah merasa cukup itu adanya, walaupun sudah dihimbau agar membacanya (Q.5:68).
Oleh karena nama samaran tersebut maka nama Isa hanya figur Yesus Kristus dari sifat kemanusian belaka artinya bukan sifat keIlahian Yesus Kristus seperti yang ada
di dalam Injil.
Jadi kalau semua pembaca Alquran tidak mau membaca Injil Kristus dengan benar (bukan mencari kesalahan) maka sampai kapanpun mereka akan terpaku dengan nama Isa yang ada di Alquran, contoh: walaupun semua orang Mumin tidak mengakui “Yesus Kristus adalah Tuhan” artinya mereka mumin mengakui Yesus hanyalah sebatas seorang nabi saja, tetapi mengapa tidak ada yang menyebutNya: “nabi Yesus ?”, akan tetapi menyebutNya “nabi Isa!”, itulah bukti mereka terpaku dengan nama Isa saja yang ada di Alquran.
Oleh karena nama samaran tersebut maka tidak ada satupun ayat Alquran yang menyatakan Isa disalib (karena Allah Maha Tahu sejarah yang disalib itu “Yesus Kristus”), dan tidak ada satupun ayat Alquran yang menyatakan Isa akan datang lagi diakhir zaman kecuali di Hadits (karena Allah Maha Tahu yang berhaq datang kedunia nanti yaitu sosok yang bernama “Yesus Kristus”/di alam roh,ghai nama sangat penting).
Disinilah harus kita tahu, mengapa pembaca Alquran meremehkan ayat-ayat penting tentang Isa ?
Hal itu disebabkan karena kekuatan jahat syaitan ikut mengganggu para pembacanya, karena syaitan tidak menyukai kalau pembaca tahu siapa Isa yang sesungguhnya yaitu di dalam Injil dengan nama Yesus Kristus yang sejak kebangkitanNya disebut “Tuhan Yesus” bagi orang yang mau mempercayaiNya.
Hal itu sudah tersirat di surat 72 AL JIN:2,: (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami.
Jelas dalam ayat tersebut syaitan tidak akan membuat manusia itu bisa mengenal apalagi bersekutu dengan Tuhan (Tuhan itu Esa)
Dan yang perlu kita ketahui memang sejak awal Alquran datang kepada Muhammad syaitan telah menyesatkannya.
Hal itu tertulis dari pengakuan rasul Muhammad, bahwa entah karena sesuatu hal dimasa rasul Muhammad hidup telah melakukan kekeliruan bahwa dia pernah berteman akrab dengan “sifulan/syaitan” sehingga syaitan telah menyasatkannya sesudah Alquran itu datang kepada dia, hal inilah sebuah indikasi awal yang berdampak kepada para pembacanya sehingga meremehkan ayat-ayat Alquran.
Tersirat di surat 25 AL FURQAAN: 28-29-30
Q.25:28, Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).
Q.25:29, Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Alquran sesudah Alquran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.
Q.25:30, Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran ini suatu yang tidak diacuhkan”.
Perlu kita ketahui juga sesungguhnya Alquran itu untuk orang mumin supaya mengenal siapa yang selalu disebut Tuhanku/Tuhanmu/Tuhannya/Tuhan kita/Tuhan kami!
Hal itu jelas dimana tidak pernah ada tertulis Allahku/Allahmu/Allahnya!
Jadi secara tersamar sesungguhnya yang disebut Tuhan itu adala Tuhan Yesus Kristus yang ada di Injil!
Oleh karena itu hal tersebut bisa dibuktikan bahwa semua orang mumin sesungguhnya belum beriman dan bertawakkal kepada Tuhan, tersirat di surat 16 AN NAHL:98-99.
Q.16:98. Apabila kamu membaca AlQuran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.
Q.16:99, Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.
Coba anda baca ayat di atas mulai dari urutan terbalik 99 kemudian 98.
Maka jelas ayat-ayat tersebut membuktikan bahwa semua orang mumin tanpa sadar belum beriman kepda Tuhannya yang tidak lain adalah Tuhan Yesus Kristus yang namaNya ada kuasa terhadap syaitan! , oleh karena itu tidak’lah mungkin anda tahu hal itu kalau tidak membaca Injil.
Kalau kita mau mengkaji dengan teliti maka kita akan tahu berdasarkan bukti dari ayat-ayat yang ada, dimana sebagian urutan ayat-ayat Alquran tidak beraturan sehingga sulit disimak bagi pembacanya, hal itupun memang sudah terjadi yang disebabkan oleh gangguan seperti yang diakui Rasul Muhammad di Q.29:29.
Oleh karena itu kalau anda mau !, coba kita membaca Alquran terjemahan yang diterbitkan resmi oleh Dept.AgamaRI.Tahun1983/1984 (memang sudah langka), dan kita membacanya dengan dasar “rujukan kata” yang harus kita pahami dengan berjiwa besar, maka cobalah baca ayat-ayat terjemahan tersebut dengan arti “rujukan kata” sebagai berikut:
“Dia” merujuk kepada sososk keIllahian “Yesus Kristus”
“Tuhan” merujuk kepada posisi/Jabatan/wewenag si’ “Dia”
“Allah” merujuk kepada Sang Haliq yang Abstrak/zat Maha Suci.
“Isa” merujuk kepada gambaran/figur sifat kemanusian belaka dari Yesus Kristus yang ada di Injil, sehingga dala Quran dipertegas dengan “Isa Putera Maryam”
Kalau anda membaca dengan pengertian “kata rujukan” tersebut tanpa terlebih dahulu membaca Injil Kristus maka akan sia-sia juga.
Oleh karena itulah ditekankan begitu pentingnya kita mengkaji Alquran, yang tidak lain bertujuan untuk mengambil kesimpulan dari hasil kajian tersebut, akan tetapi dalam ilmu apapun bahwa mutu hasil kajian tersebut tergantung dari pendukungnya yaitu seberapa banyak ilmu yang terkait yang dikuasai oleh orang yang mengkajinya.
Artikel yg bagus…
Emang kalo mau jujur dan sejujur-jujurnya yang benar akan tampak bersinar. Tetapi jika sebaliknya, bila manusia/makluk lain berusaha menutupi “kebenaran” yang nyata itu dengan kebohongan yang congkak maka akan tersamar namun sementara.
Dan perlu diingat oleh kita semua bahwa “Yang Maha Benar” itu tidak akan bisa ditutupi oleh kebohongan manusia/makluk apapun dan tidak akan pernah membiarkannya), dan pada harinya pasti akan dinyatakanNya.
Bung Ronron, boleh nggak saya copas tulisan anda jadi artikel di site saya?
inter bener dah.
Allah dengan kekuasaanNya menciptakan Nabi Isa, lewat rahim Maryam. Lalu, kenapa manusia menyembah Isa? Bukankah yang menciptakan itu Allah? :p
@ HAMBA ALLH
Kalau Yesus hanyalah sebatas ciptaan maka nasibnya akan sama seperti Muhammad yang telah membusuk di dalam tanah dan berada di bawah kuasa maut.
Namun, kenyataannya adalah Yesus dapat bangkit dari maut.
Dengan kata lain kematian tidak dapat menahan-Nya.
DIBAWAH INI ADALAH JAWABAN UNTUK PERTANYAAN ANDA PAK: sekali-kali kunjungi blog saya di http://faithbookz.blogspot.com
===========================================================
===========================================================
Fajar Yehuda
Judul artikel: 2 alasan kenapa saya menyakini Yesus (Isa) hanyalah seorang nabi bukannya Allah ataupun Tuhan!!!
7 September 2010
Umat Islam menolak untuk mengimani bahwa Yesus adalah Allah ataupun Tuhan. Saudara-saudara kita itu hanya meyakini bahwa Yesus Kristus (Isa Almasih) hanyalah seorang utusan yang disebut nabi dan lagipula Dia hanyalah seorang manusia. Apakah pernyataan mereka itu benar? Ya, saya juga sependapat dengan umat Muslim bahwa Yesus adalah seorang nabi, sebab definisi nabi adalah sebagai “penyambung lidah Allah” atau “juru bicara Allah” kepada umat manusia. Namun, yang perlu amat disayangkan adalah Alquran tidak menyatakan tetang sifat keilahian Yesus. Menurut saya adalah Alquran yang muncul 600 tahun setelah kekeristenan mula-mula di Yerusalem (pada pertengahan abad pertama) tidak bisa dijadikan sebagai data-data primer untuk mendeskripsikan kepribadian Yesus dari Nazaret. Yesus sebagai seorang hamba Allah (nabi)? Ya, namun apakah Dia adalah Allah sang Pencipta?
Dibawah ini adalah dua alasan kenapa orang menolak Yesus sebagai Allah.
1. YESUS HANYALAH SEORANG MANUSIA (CIPTAAN) BUKAN ALLAH (PENCIPTA)
Kalau ada kaum ataupun umat yang lebih pantas keberatan atau menolak untuk mengimani Yesus dari Nazaret sebagai Allah, itu pastilah orang Yahudi dan pemuka agama Yahudi pada zaman Yesus hidup bukannya umat Islam yang baru ada 600 tahun setelah era itu. Orang-orang Yahudi ingin merajam Yesus karena Dia menyamakan diri-Nya dengan YHVH (Allah Israel). Dalam kitab Injil Yohanes 10:33 kita membaca:
“Jawab orang-orang Yahudi itu: Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
Orang-orang Yahudi ingin membunuh Yesus karena Dia telah berkata bahwa “Aku dan Bapa [YHVH] adalah satu”(Yoh.10:30). Bagi orang-orang Yahudi dan pemuka agama Yahudi saat itu, perkataan itu berati suatu bentuk penghujatan ataupun dosa besar karena telah menyekutukan Allah dan hukuman bagi penghujatan nama pribadi Allah adalah hukuman mati. Mereka tentu bisa menerima apabila Yesus menyebut diri-Nya hanya sebagai nabi Allah tetapi bukannya Allah. Mereka menyatakan bahwa seorang manusia (ciptaan) tidak boleh mengklaim dirinya sendiri sebagai Allah (Pencipta).
Orang Yahudi pada zaman itu memang sedang menanti-nantikan datangnya sang Mesias, namun sayangnya, mereka menyangka bahwa Mesias yang akan datang itu adalah seorang Mesias duniawi yang akan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Romawi saat itu. Mereka tidak dapat memahami bahwa Mesias yang ada di hadapan mereka saat itu adalah Mesias surgawi yang datang untuk membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa dan maut. Mereka juga tidak dapat menerima suatu fakta bahwa Yesus adalah Allah yang mereka kenal sebagai YHVH. Mereka tidak mengetahui dan memahami bahwa Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama) yang selalu mereka baca di Bait Allah atau rumah ibadat saat itu, ratusan tahun yang lalu, telah menubuatkan bahwa Allah akan datang sebagai seorang manusia (tanpa dosa) yang akan melakukan tanda-tanda mujizat yang besar.
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan kepada kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya akan disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”. (Yesaya 9:
Dan dalam Maleakhi 3: 1, telah dinubuatkan bahwa Allah itu sendiri akan datang ke bumi sebagai seorang manusia dan Dia masuk ke dalam bait-Nya. Kata “Bait-Nya” mengacu pada Bait Allah yang ada di Yerusalem.
“Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.”
(Maleakhi 3:1)
Sesuai dengan nubuatan Maleakhi 3:1, Yohanes pembaptis adalah utusan yang dimaksud Allah untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. Dalam Yohanes 1: 23, kita membaca bahwa Yohanes pembaptis adalah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! Seperti yang dikatakan nabi Yesaya.
Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN [YHVH], luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita.”
(Yesaya 40: 3)
Jika Yohanes pembaptis adalah utusan yang diutus untuk mendahului Allah, berarti hal ini bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri. Dalam Yoh. 1: 26, Yohanes pembaptis berkata “Aku membaptis dengan air; tetapi ditengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Yohanes pembaptis ingin menjelaskan bahwa seseorang yang akan muncul nanti adalah Allah yang datang sebagai manusia. Dengan kata lain, Yohanes pembaptis dipersiapkan untuk tampil mendahului Yesus Kristus. Dalam Maleakhi 3: 1 dikatakan bahwa “Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya!”, Apabila kita membaca Lukas 2: 41-52, kita dapat mengetahui saat ketika Yesus yang masih berumur 12 tahun masuk ke dalam bait Allah di Yerusalem dan disana Ia bertanya jawab dengan pemuka-pemuka agama dan semua orang yang mendengar Ia sangat terkesan dengan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dengan kata lain, dengan mendadak Allah masuk ke dalam Bait-Nya sendiri sesuai dengan pernyataan kitab suci! Allah ketika Ia telah menjadi manusia. Dialah Yesus Kristus (Isa).
2. YESUS HANYALAH SEORANG UTUSAN ALLAH (NABI) BUKAN ALLAH!
Pernyataan seperti ini selalu menjadi alasan utama umat Islam dalam menyangkal ke-Tuhanan Yesus Kristus. Menurut saya hal itu wajar-wajar saja sebab Alquran hanya membatasinya sampai titik itu, bahkan mereka juga menggunakan Perjanjian Baru untuk mencari pernyataan Yesus sendiri yang mengakui diri-Nya sendiri sebagai seorang utusan Allah (nabi).
Contoh:
“….sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutusu Aku”. (Yoh.5: 30)
“Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku…” (Yoh.6:57)
“….mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yoh. 17: 3)
Permasalahan utama bagi umat Islam adalah kata “mengutus” hanyalah terbatas pada pengertian seorang atasan yang menyuruh seseorang yang derajatnya lebih rendah (bawahan). Dalam Alkitab, kata kerja “mengutus” tidak hanya berlaku bagi Allah untuk memerintahkan atau menyuruh seorang manusia yang disebut sebagai nabi, tetapi juga berlaku untuk “kepribadian dalam diri Allah sendiri”.
“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu…” (Yoh. 14:26)
Apabila Yesus dikatakan sebagai seorang utusan atau nabi, hal ini berarti bahwa kita memandangnya sebagai seorang manusia yang berbicara atas nama Allah untuk memimpin manusia ke dalam pertobatan. Dan lagipula Yesus pernah menyatakan diri-Nya sebagai seorang utusan Allah. Saya sependapat dengan umat Islam bahwa Yesus adalah utusan Allah (nabi), paling tidak Alquran telah menyatakan salah satu sisi ini sebab Alkitab juga menyatakannya demikian.
Sekalipun Alkitab dan Alquran sependapat bahwa Yesus adalah utusan Allah namun di sisi lainnya Alkitab juga menjelaskan bahwa Yesus Kristus (Isa) adalah Allah itu sendiri.
Yesus Krsitus berkata:
“Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia yang mengutus Aku.” (Yoh.12:44-45)
“Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa..” (Yoh.14: 9)
“Sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia [Allah], kamu akan mati dalam dosamu.” (Yoh.8: 24)
Yesus berkata bahwa barangsiapa yang melihat diri-Nya, sesungguhnya ia telah melihat Allah yang telah mengutus-Nya. Tidak ada satupun nabi dalam Perjanjian Lama yang dapat berkata. “barangsiapa melihat aku, ia sama saja melihat Allah”. Yesus adalah seorang utusan Allah namun pada saat yang bersamaan Ia juga adalah Allah. Apakah hal ini membingungkan? Pada paragraph sebelumnya saya telah mengatakan bahwa Dalam Alkitab, kata kerja “mengutus” tidak hanya berlaku bagi Allah untuk memerintahkan atau menyuruh seorang manusia yang disebut sebagai nabi, tetapi juga berlaku untuk “kepribadian dalam diri Allah sendiri”. Allah mengutus Firman-Nya untuk datang ke dunia dan apabila Ia telah meyelesaikan tugas-Nya (baca, Yoh. 1: 14), Ia akan mengutus Roh Kudus-Nya untuk diam dalam hati manusia yang telah menerima Sang Firman (Yesus) sebagai Juruselamatnya (baca, Yoh.14: 26).
Allah yang esa itu adalah Bapa (YHVH), Anak (Yesus) dan Roh Kudus. Kalau umat islam menolak untuk mengakui bahkan sulit memahami hal ini, itu wajar-wajar saja sebab Alquran hanya membatasinya seperti itu. Alquran memandang ke-esaan Allah sebagai Yachid, yaitu kesatuan yang tidak dapat dibagi tetapi Alkitab memandang ke-esaan Allah sebagai Echad, yaitu kesatuan yang memiliki sifak kemajemukan. Namun Alkitab Perjanjian lama dan Perjanjian Baru menyatakan dengan jelas bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang echad (Esa). Orang Yahudi dan pemuka-pemuka agamanya pada zaman Yesus menolak untuk mengakui bahwa Yesus adalah YHVH, Allah mereka. Mereka tidak dapat menerima bahwa seorang manusia berumur sekitar 30-an, anak seorang tukang kayu dari Nazaret mengklaim diri-Nya memiliki kesetaraan dengan Allah. Status sosial dan gengsi religius merekalah yang membutakan mata rohani mereka untuk mengamini nubutan yang telah disampaikan para nabi-nabi Isarel mengenai Allah yang akan datang sebagai manusia.
Pada zaman itu, kaisar-kaisar Roma mengklaim bahwa merekalah Allah dan setiap orang dalam kekuasaan imperium Roma harus menghormati kaisar layaknya Allah. Orang-orang Yahudi tentu saja menolak hal ini, karena hal ini dianggap sebagai bentuk penghujatan dan agaknya bagi mereka hal ini juga berlaku bagi Yesus saat itu. Agaknya, kehidupan politik dan kefanatikan keagamaan saat itu telah membutakan mata rohani mereka untuk menerima Allah di dalam nama Yesus Kristus. Sekalipun banyak dari para pemimpin agama yang percaya pada Yesus namun mereka tidak mau berterus terang mengakuinya supaya mereka jangan dikucilkan, sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia daripada kehormatan Allah (baca, Yoh. 12: 37-43)
Yesus Kristus (Isa) berkata:
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
(Yohanes 5: 21)
Dalam sejarah keagamaan dan sejarah umat manusia di dunia ini, tidak ada seorang pun nabi, rasul, bahkan orang bijak yang mampu berkata bahwa “saya setara dengan Allah”, selain daripada Yesus (Isa). Bukan hanya kata-kata saja tetapi juga dibuktikan dengan perbuatan yang nyata serta diperkuat oleh para saksi mata yang melihat langsung mujizat itu. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk menolak kenyataan bahwa Yesus (Isa) adalah Allah yang sanggup membangkitkan orang-orang mati!
Ane mau tanya nih..
1. Klo memang isa itu adalah roh kudus yg bisa segala macem, kenapa ia harus datang ke bumi melalui perantara maryam?
Bukankah secara logika itu sebenarnya tidak perlu perantara. Toh menurut anda kan isa adalah tuhan.
2. Trus jg soal patung salib itu. Di situ digambarkan seorang laki” tua dan telanjang yang terpasung. Apakah itu simbol tuhan anda? Jika ya, lantas mengapa agama anda memilih simbol yg demikian?
3. Saya pernah dengar pengakuan dari teman saya yang sepaham dengan anda. Dia berkata bahwa alkitab itu ada masa kadaluarsanya.
Jika itu memang adalah wahyu, lantas mengapa ada masa kadaluarsanya?
Berdasarkan logika, jika itu memang wahyu, harusnya itu berlaku hingga akhir zaman.
RAJA SURGA sebagai anak manusia bersabda
Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan KEBENARAN dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku
Karena…..
Yoh. 10:30 :”Aku dan Bapa adalah satu.””
Istilahnya betawinya ya…DIA DIA JUGA
muslim nggak mengerti bahwa PENCIPTA ITU MAHA HADIR LAGI MAHA ESA….
ayat yang diatas salah satu yang menjelaskan KEESAAN hadirat PENCIPTA YANG ADALAH ROH yang MAHA HADIR
padahal murid YESUS tidak menyembah yang daging tetapi menyembah yang didalam daging
Matius 12:5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, para imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Tuhan, namun tidak dianggap bersalah? 6 Aku berkata kepadamu: DI SINI ADA YANG LEBIH AGUNG DARI PADA BAIT TUHAN.
18) Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” (19) Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” (22) Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Yohanes 2
jadi murid RAJA YESUS menyembah yang ada didalam kaabah (yang adalah daging anak manusia), bukan kaabahnya karena kaabah itu hanya kiblat.
tidak seperti muslim yang kaabah mereka berisi patung berhala
padahal itu lah misteri arti “kami” dalam kitab mereka…
YANG ADA DIDALAM KAABAH (RUMAH TUHAN BUATAN TUHAN SENDIRI, DAGING ANAK MANUSIA) ADALAH PENCIPTA YANG MAHA ESA LAGI MAHA HADIR
berbeda sekali dengan kaabahnya muslim yang adalah buatan manusia dan hanya berisi patung berhala
jika kita ingin mengenal yesus lebih dekat, kita tidak bisa mempergunakan logika kita. karena Tuhan membatasi cara berfikir kita. coba lah mengimanin dan mempelajarinya, jgn lupa b’doa dulu pst Tuhan menunjukan Nya.
GBU
Buat Fajar Yehuda dan yang lainnya
Kita tahu bahwa Alloh berfirman dan memberi petunjuk, kata ALLOH, FIRMAN dan PETUNJUK ketiganya satu dan tidak dapat dipisahkan, Ketika Alloh belum berfirman tdk terjadi sesuatu, ketika Alloh berfirman maka TERJADILAH/TERCIPTA, sedangkan PETUNJUK adalah Alloh oleh karena Rahmatnya menuntun orang untuk hidup benar menurut Alloh.
Gambaran yang sederhana untuk menggambarkan tentang ISA Almasih, Dia adalah Firman yang telah menjadi manusia. sebagai manusia Dia harus Taat kepada Bapa/Allah, sama seperti saudara, ketika anda mau berbicara tentu saja tdk sendirinya berbicara, kalau sendirinya berbicata berarti seperti orang gila, anda harus taat dari kemauan, kehendak atau pikiran kemudian baru anda berbicara. Isa adalah Firman Allah yang menjadi manusia
“Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
sebagai manusia Dia harus taat kepada Bapa, maka dimasa hidupnya Isa Alamsih dapat melakukan mujizat yang luarbiasa diluar kemampuan manusia, hal ini juga dijelaskan didalm Alquran, seperti Allah membangkitkan Orang Mati, meyembuhkan berbagai macam penyakit, alam taat kepada Allah, setan tunduk kepada-Nya dsb demikian Yesus dpat melakukan semua itu oleh karena DIA ADALAH FIRMN YANG TELAH MENJADI MANUSIA. sebagai manusia sejati ia hidup sama seperti kita sebagai manusia jasmani membutuhkan makanan, minuman, capek dsb, tetapi didalam DIA adalah ROH ALLAH. Sebagai manusia sejati Dia mau memberikan teladan bagaimana menjadi manusia yang sejati berkenan kepada Allah, bukan hidup menurut hikmat manusia untuk berkenan kepada Allah, hal ini dilakukan karena Dia dan Allah menjadi satu, Dia berasal dari Sorga, karena dari sorga Isa Almasih mengetahui perkara-perkara Sorga:
Yohanes 3:13 Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Isa Almasih)
Yohanes 6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Matius 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”
Karena itu karena dari Sorga DISEBUT SEBAGAI UTUSAN ALLAH, Dia memahamai jati diri Allah dan mengetahui apa yang Allah mahu bagaimana berkenan kepad Allah, yaitu hidup dalam KASIH karena Allah itu Kasih, pengajaran Isa Almasih berbeda dengan Mohammad, bahkan mohammad sendiri menyontek dari Alkitab, Isa mengajarkan dan Dia sendiri melakukannya yaitu tentang:
PENGAMPUNAN :
Dia di hina, diludahi,dikritik bahkan mati diatas kayu Salib, Dia tidak dendam tetapi penuh pengampunan berkata ya..Bapa Ampunilah mereka.—Berbeda dengan pengajaran Islam dihalalkan membunuh orang Murtad, membunuh orang lain asal untuk Islam. mengkritik Islam, Mohammad atau menghinanya taruhannya adalah hukuman Mati.
BELAS KASIHAN:
dalam hidupnya Isa Almasih melakukan Mujizat,menyembuhkan berbagai macam penyakit yaitu : lumpuh,Lepra,membangkitkan orang mati, memberi makan kepada 5.000 Orang, dan bahkan rela berkorban untuk Mati bagi manusia semuanya didasari oleh karena BELAS KASIHAN
Matius 9:13
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Matius 9:36
Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
Setip kali Isa melayani selalui didasari oleh karena KASIH sebab Dia tahu persis bahwa Allah mau agar manusia harus hidup dalam KASIH sebab ALLAH ITU KASIH.
KERENDAHAN HATI;
Isa Almasih dihujat, difitnah bahkan difitnah yang membawa dalam kematian sampai sekarang saudara Moslem menghina, menghujat-Nya seperti orang Yahud. ALASAN UTAMA MENGAPA ISA/YESUS HARUS DIHUKUM MATI oleh PEMIMPIN AGAMA, ORANG YAHUDI karen DIA MENYAMAKAN DIRINYA DENGN ALLAH–(MENGHUJAT HUKUMANNYA MATI)
Yohanes 19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”
Yohanes 10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
DIA diperlakukan tidak adil, dituduh membuat kesalahan,fitnah dsb,DIA merendahkan Diri-Nya dengan TIDAK MEMBALASNYA DAN MEMBELA DIRI, MENCACIMAKI tetap DIAM menyerahkan kepada BAPA—DIA RENDAH HATI
KEMATIAN;
Sebagai manusia Dia mengalami kematian, kematian DIA tidak sama dengan kita sebagai Manusia, manusia mati karena akibat dosanya sendiri, Yesus/Isa Almasih MATI karena DOSA-DOSA ANDA DAN SAYA SERTA UMAT MANUSIA.pengampunan akan diberikan kepada manusia jika percaya kepada-Nya.
kematian harus dialami sebagai syarat mutlak sebagai Anak Domba yang di korbankan untuk mati menebus manusia dari kesalahannya, DIA tidak berbuat dosa, hidup suci, tidak seperti nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya seperti MOHAMMAD yang berdosa.
KEBANGKITANNYA DARI ANTARA ORANG MATI.
Mohammad mati sampai sekarang, ia mebutuhkan keselamatan, ia membutuhkan kebangkitan, dirinya tidak dapat sanggup membangkitkan dirinya apalagi pengikutnya, kalau MOHAMMAD MATI SAMPAI SEKARANG TIDAK SANGGUP BANGKIT BERARTI DIA NABI YANG DENGAN PASTI TIDAK DAPAT MENJAMIN PENGIKUTNYA MENGALAMI KEBANGKITAN, BAGAIMANA MUNGKIN BERBICARA KEBAGKITAN, KESELAMATAN, SORGA DSB KALAU DIRINYA TIDAK MENGALAMINYA—-hanya SATU-SATUNYA YANG SANGGUP MEMBANGKITKAN UNTUK HIDUP KEKAL, MENJAMIN KESELAMATAN SAMPAI SORGA HANYA ISA ALMASIH,DIA TELAH BANGKIT, DIA BERASAL DAN MEMPUNYAI KUASA ATAS SORGA.
Yohanes 6:40
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
ISA sekarang masih hidup dan hidup kekal karena Dia adalah Allah yang kekal, Dia akan datang untuk menghakimi orang hidup dan mati.
Barang siapa melihat Isa,ia melihat Allah, barang siapa percaya kepada Isa, ia percaya kepada Allah, barang siap menolak Isa dan membenci-NYa, ia menolak dan membenci Allah, barang siap hidup dengan Isa, ia akan hidup karena Dia HIDUP, karena didalam diri ISA adalah ALLAH, BAPA dan ISA adalah SATU
Yohanes 12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.
Yohanes 14:7
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
Yohanes 14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami
Yohanes14:17
Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”
Yohanes 10:30
Aku dan Bapa adalah satu.”
Manusia tidak dapat melihat Allah,karena Allah adalah ROH manusia dpat melihat didalam ISA ALMASIH karena DIA adalah Allah yang telah menjadi manusia= FIRMAN MENJADI DAGING
Bersambung…
Artikelnya bagus bgt…
Biarkan dapat slalu membuka hatiku, akan Keajaibanmu yg tak berkesudahan…
Salam,
Saya seorang Muslim, saya tidak ingin membuka debat berkepanjangan mengenai permasalahan ini. Saya hanya ingin mengingatkan teman-teman yang ingin mem-publish tulisan ini ke halaman Facebook atau jejaring sosial lainnya agar lebih berhati-hati. Alangkah baiknya bila kita bisa menimbang dengan bijaksana bagaimana cara memuat tulisan seperti ini misalnya menggunakan media intern umat atau yang lebih terseleksi dan terproteksi lagi seperti milis. Tidak banyak yang bisa menerima dengan ikhlas perbedaan diantara kita. Selain itu biasanya banyak yang mengubah tulisan-tulisan seperti ini untuk saling menyerang.
Saya menulis ini bukan karena tulisan ini menyinggung agama saya, saya juga akan melakukan hal yang sama bila teman-teman muslim saya mempublikasikan tulisan yang menganalisa kekurangan agama anda. Saya yakin Tuhan tidak menciptakan perbedaan hanya untuk membuat manusia saling mencaci, menyakiti dan membenci. Saya yakin menyaksikan manusia saling membunuh bukanlah hobi Tuhan.
Hormat saya
@ praba
Nicely said Bro…
hmmmm… sering saya berpikir bahwa diantara umat Islam banyak yang lebih berkualitas dalam hal Cinta Kasih bila dibandingkan dengan Nabinya…
Peace and LOVE to You and to all