Apakah Benar Nabi Ibrahim Pernah Berkunjung Ke Mekah?

nabi-ibrahim21

Apakah Benar Nabi Ibrahim Pernah Berkunjung ke kota Mekah?

Pandangan bahwa Sayidina Ibrahim pernah berkunjung ke kota Mekah berdasarkan kepada ayat al-Quran berikut :

Surat Ali ‘Imran (3): 96

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Kisah ini diperkuatkan lagi dalam :
Sahih Bukhari Jilid 4, buku 55, nombor 583 :

Dikisahkan oleh Ibn Abbas:

“Sayidina Ibrahim membawa Siti Hajar dan anaknya Ismael yang masih menyusu ketempat dekat Ka’abah dibawah pohon dilokasi Zam Zam, diposisi tertinggi dari rumah Allah. Pada saat itu tidak ada orang di Mekah, begitu pula tidak ada air.

Sayidina Ibrahim kembali tidak menjumpai Ismael dalam jangka waktu yang telah ditentukan Allah dan kemudian berusaha untuk menemui Ismael kembali. Kali ini Sayidina Ibrahim melihat Ismael dibawah pohon di Zam Zam, sedang menajamkan anak panahnya. Ketika Ismael melihat Sayidina Ibrahim , dia berdiri dan menyambutnya. Sayidina Ibrahim berkata, ‘Oh Ismael, Allah telah memberi perintah kepadaku.” Ismael berkata, “Kerjakanlah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu.” Sayidina Ibrahim bertanya, “Apakah engkau mau membantuku?’. Ismael berkata, “Aku akan membantumu”. Sayidina Ibrahim berkata, “Allah telah memerintahkan untuk membangun sebuah rumah disini (Ka’abah).” Kemudian mereka mulai membangun rumah tersebut. …….

Apakah claim (yaitu tuntutan) bahwa Sayidina Ibrahim pernah ke Mekah bahkan membangun Ka’abah ini benar atau pun sah?

Marilah kita cuba juga lihat dari sumber-sumber Islam yang lain.

Pertama :

Perhatikan petikan dari buku:
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua, Muhammadiah University Press, Jun 2002, Jilid 1, halaman 15 – 16.

Petikan ini mengisahkan raja Abu Karib Tiban As’ad yang berasal dari Yaman yang saat itu melakukan perjalanan ke Yathrib.

Halaman 15 :

“Tubba menulis baris-baris berikut tentang perjalanannya, apa yang dia lakukan terhadap Madinah dan Ka’bah, …….”

Dalam salah satu baris syairnya yang terdapat di halaman 16 :

Aku tidak tahu tentang adanya kuil yang murni
Yang dipersembahkan untuk tuhan di lembah Mekah…

Raja ini adalah ayah dari Dzu Nawas yang menyerang kaum Kristian Najran pada tahun 523 M (Sejarah Hidup Muhammad Sirah Nabawiyah, Robbani Press, Mei 2002, Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, halaman 36).

Jika kita andaikan bahwa raja Abu Karib Tiban As’ad telah melakukan perjalanan ke Madinah dan Mekah 70 tahun sebelumnya, bererti perjalanan terjadi pada sekitar tahun 450 M.

Dan pada tahun 450 M, Ka’abah di Mekah tidak dikenali oleh seorang Pemerintah dari wilayah Yaman!

Sangat janggal dan aneh sekali, padahal menurut al-Qur’an, Ka’abah telah dibangun oleh Sayidina Ibrahim dan Ismail yang hidup sekitar 1900 SM – 2000 SM, kenapa pula bangunan itutidak dikenal pada tahun 450 M??

Kedua :

Tentang waktu pembangunan Ka’abah.

Dipetik daripada tafsir Ibn Kathir mengenai Surah 3 : 96 yang boleh diperolehi daripada http://www.tafsir.com/default.asp?sid=3&tid=8799

Imam Ahmad recorded that Abu Dharr said; “I said, `O Allah’s Messenger! Which Masjid was the first to be built on the surface of the earth’ He said, `Al-Masjid Al-Haram in Makkah.’ I said, `Which was built next‘ He replied `Al-Masjid Al-Aqsa in Jerusalem.’ I said, `What was the period of time between building the two‘ He said, `Forty years.’

Terjemahan bebas :

Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Dharr berkata; “Aku berkata, “Ya Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat didunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di Mekah)“. Aku berkata, “Mana yang dibangun setelah itu?”. Dia menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem/Baitulmuqaddis)“. Aku berkata, “Berapakah jangka masa antara pembangunan kedua bangunan itu?” Dia berkata, “Empat puluh tahun”

Menurut perhitungan :

Sayidina Ibrahim dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM – 2000 SM.
Raja (Nabi) Sulaiman, yang telah membangun bait Allah di Yerusalem (Baitulmuqqadis) hidup sekitar 1000 SM – 950 SM.
Jadi ada perbedaan jurang waktu sebanyak 1000 tahun antara Ibrahim dan Ismail (yang membangun Masjidil Haram) dengan Raja Sulaiman (yang membangun Bait Allah di Yerusalem/Baitulmuqaddis).


Jadi BAGAIMANAKAH boleh dikatakan perbedaan waktu di antara kedua-duanya Baitullah itu hanya 40 tahun??

Lebih-lebih lagi, nampaknya nabi Muhammad telah mengalami masalah disorientasi waktu apabila beliau merangkai cerita Sayidina Ibrahim dan raja Sulaiman!

Ketiga :

Makanya tidaklah sedikit pun mengherankan terdapat pakar dan ilmuwan Islam sendiri yang meragukan kisah pembangunan Ka’abah oleh Sayidina Ibrahim . Lebih lanjut petikan dari tokoh Islam moden tentang hubungan Ismail dan Arab sebagai berikut :

Dr. Taha Husayn, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dipetik dalam buku “Mizan al Islam karya Anwar Jundi“, halaman 170 :

“Dalam kasus cerita Sayidina Ibrahim dan Ismail membangun Ka’abah cukup jelas, cerita ini muncul belakangan disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeksploitasi kisah ini untuk tujuan dan kepentingan agama/politik.

Siapakah DR.Taha Husayn?
Dipetik daripada :
Encyclopaedia Britannica edisi 2003
Sub Topik : Taha Hussein

Terjemahan bebas :
Lahir Nov. 14, 1889, Maghaghah, Mesir
Meninggal dunia pada Oct. 28, 1973, di Kaherah

Tokoh yang menonjol dalam khazanah Mesir modern …..Pada tahun 1902 dia telah belajar di Al-Azhar, Kairo …… Pada tahun 1908 dia masuk Universiti Kaherah dan di tahun 1914 menjadi orang pertama yang meraih gelar doktor …… Taha menjadi professor Kebudayaan Arab di Universitas Kaherah, kerjayanya dipenuhi dengan gejolak kerana pandangan-pandangan kritiknya yang sering membuat marah puak Islam ortodoks. ….Tahun 1926 dia menerbitkan bukunya “On Pre-Islamic Poetry“, dalam buku ini dia menyimpulkan beberapa syair-syair yang dinyatakan pra-Islam sebetulnya adalah pemalsuan oleh umat Muslim kemudian kerana beberapa alasan, salah satunya adalah untuk memberikan autoriti/kewibawaan kepada Al-Qur’an. Kerana buku ini, dia telah dituduh sebagai “kafir”. ….. Taha kemudian menyandang jabatan sebagai Menteri Pendidikan Mesir di antara tahun 1950 – 1952 …..

Maklumat tambahan :

Perjalanan Sayidina Ibrahim Dari Kota Ur-Kasdim ke Tanah Perjanjian Berdasarkan Alkitab

Menurut buku ‘Atlas of the Bible: with A-Z Guide to Places’ terbitan Penerbit Eerdmans, perjalanan Sayidina Ibrahim dari kota Ur-Kasdim ke tanah perjanjian (yang berakhir di Hebron) ternyata TIDAK menunjukkan bahwa route perjalanan Sayidina Ibrahim tersebut melalui kawasan Arab Saudi atau pun kota Mekkah. Perjalanan Sayidina Ibrahim di mulai dari kota Ur, di tanah Khaldea, kemudian menuju ke arah barat-laut, yakni Haran di sebelah tenggara Turki atau masih di sebelah timur Sungai Euphrates dan kemudian dari sana berbelok menuju ke arah barat daya menuju Hebron (tanah Kanaan).

Dari route perjalanan tersebut, nampaknya Sayidina Ibrahim tidak melalui daerah Arab Saudi, khususnya kota Mekkah. Anehnya, umat Islam membuat tuntutan bahwa Sayidina Ibrahim (Abraham) pernah berada di Mekah. Apakah memang ada bukti (dari Kitab Suci) bahwa Ibrahim memang pernah tinggal (lewat) di Mekkah?

Perlu diketahui, kota Haran berbeda dengan padang pasir Paran. Padang Paran (Desert of Paran) DAN juga bukan terletak di daerah atau wilayah Arab Saudi, melainkan di daerah Sinai (wilayah Mesir).

Memang secara logik, kalau Sayidina Ibrahim diminta oleh Allah untuk meninggalkan kota kediamannya (Ur) menuju ke tanah Kanaan, maka posisi tanah Kanaan memang berada di arah barat dari Ur. Sementara, kota Mekah terletak di sebelah barat daya dari kota Ur. Oleh kerana Sayidina Ibrahim melakukan perantauan (nomadik), maka sangat mungkin baginda akan memilih jalan dekat sungai Euphrates dan akhirnya berhenti sementara di kota Haran. Di kota Haran ini, ayah Sayidina Ibrahim, Terah, telah meninggal dunia.

Sementara Padang Paran, tempat di mana Ismael dan ibunya tinggal, berada di daerah Sinai. Padang Paran ini juga pernah dilewati oleh bangsa Israel ketika melakukan penghirjahan keluar dari Mesir, kembali ke tanah Kanaan.

Jadi, secara Al-Kitabiah, tidak ada bukti kukuh, bahwa Sayidina Ibrahim pernah melalui atau pun tinggal di kota Mekah.Tempat-tempat yang dilewati Sayidina Ibrahim adalah seperti berikut :

1. Berangkat dari Ur-Kasdim (Kej 11:31)
2. Sampai di Haran (Kej 11:31) Ayah Sayidina Ibrahim, Terah, wafat di Haran.
3. Sampai di Sikhem (Kej 12:6)
4. Sampai pegunungan sebelah Timur Betel. (Kej 12:
5. Sampai ke tanah Negeb (Kej 12:9) Ketika ada kelaparan di negeri itu, Sayidina Ibrahim pergi ke Mesir.
6. Sampai di Mesir (Kej 12:10)
7. Kembali ke tanah Negeb (Kej 13:1)
8. Menuju ke Bethel (Kej 13:3) Sayidina Ibrahim pernah membuat mezbah di Bethel (Kej 13:4). Bethel = Beth-el (Beth = rumah, El = Allah)= Baitullah
9. Pindah ke Mamre, dekat Hebron (Kej 13:1
10. Sayidina Ibrahim diberkati anaknya Ismael ketika di Kanaan (Kej 16:3)
11. Sayidina Ibrahim ke tanah Negeb (Kej 20:1) 9
16. Sayidina Ibrahim ke tanah Moria (Kej 22:2)
17. Sayidina Ibrahim pergi dan tinggal di Bersyeba (Kej 22:19) Sara nampaknya tetap tinggal di Hebron.
18. Sara wafat di Hebron (Kej 23:2)
19. Sayidina Ibrahim dimakamkan di gua Makhpela (Hebron) (Kej 25:9)

Catatan: Dalam Al-Kitab ada kota/tempat yang bernama Maakha, yaitu sebuah kota kecil di sebelah tenggara gunung Hermon (dan gunung Hermon ini terletak di sempadan Lubnan dengan Syria). Namun berdasarkan lokasinya, kota Maakha ini sama sekali tidak boleh disamakan dengan Mekkah di Arab Saudi.

  • Share/Bookmark

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

41 Comments

  1. 1.

    ALLAH MEMPERINGAT KAN BUAT ORANG ORANG YANG MURTAD TERHADAP AGAMA ALLAH SWT

    Al-Baqarah Ayat 135, Allah SWT berfirman:

    Coment Kamai utuk hal hal yang anda paparkan semua di jawab Oleh ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM
    DAN TIDAK ADA TUHAN SELAIN DIA Dia yang memiliki kerajaan langit dan bumi

    Mereka berkata, “Jadilah kamu penganut Yahudi atau Nasrani supaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “Kami ikuti agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah ia termasuk orang-orang musyrik (yang mengada-adakan sesembahan selain Allah).”

    Allah SWT didalam firman-Nya, Surat Al-Baqarah Ayat 111,
    Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) itu berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali para penganut Yahudi atau Nasrani.” Begitulah, itu (hanya) anggan-angan mereka. Katakanlah (wahai Muhammad), “Tunjukkanlah buktimu jika kamu orang yang benar.

    [3:20] Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi190: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

    [3:83] Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

    [3:84] Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”

    [3:85] Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

    Tidak lah aneh bagi Kami apa yang anda buat dengan bermacam macam daya dan upaya untuk mengelabuni dan menipu kami sesungguhnya kamu telah menipu dirimu sendiri
    dan strategi yang anda lakukan tidak pernah akan berhasil karena anda sedang melawan TUHAN SEMESTA ALAM ( ALLAH SWT ) .
    demikian lah Allah menyingkap STRATEGI anda ,ALLAH swt Berfirman sbb :

    Allah SWT dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 72,

    Dan segolongan dari ahli kitab mengatakan (kepada sesamanya siasat yang akan dilakukan), “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu percaya (beriman) kepada yang diturunkan kepada orang-orang mukmin itu diawal hari, dan ingkarilah pada akhirnya, agar mereka berbalik (mengikutimu).”

    dan anda sok tahu dan yakin apa yang anda tuliskan padahal anda tidak tau apa yang anda bicarakan dan firman ALLAH swt di atas sngat lah menohok anda terutama orang nasarni pada umumnya.
    dan allah ber firman tentang dirinya :

    Dialah ALLAH tuhan yang maha esa
    Tempat bergantung segala sesuatu
    tidak beranak dan tidak di peranakan diperanak
    dan tidak ada sesuatupun yang setara denganya

    Maha benar allah dengan segala firmanya

    Terim kasih

  2. Sdr. The Dragon yang baik,

    Terima kasih untuk komentarnya yang panjang lebar,
    tetapi ketinggalan satu pertanyaan mendasar yang belum Anda sentuh sama sekali :

    “Apakah Nabi Ibrahim pernah ke Mekah?”

    Dan ini memberi implikasi kebenaran sumber, yaitu Alkitab atau Alquran yang benar.

    Wassalam.

  3. Menurut sumber yang saya baca, Baitul Maqdis bukanlah didirikan pertama kali oleh Nabi Sulaiman. Nabi Daud dan Sulaiman hanyalah membangunnya kembali, memperlebar serta memperluasnya sehingga bukanlah sesuatu yang mustahil bila jarak antara pembangunan Masjid Al-Haram dengan Baitul Maqdis berjarak 40 tahun.

    Kutipan dari sumber yang saya baca :
    “…Ibn al-Firkah dalam bukunya Baith Alnufus ila’Ziyarat Al-Quds Al Mahrus mengutip bahwa Sam bin Nuh sangat mungkin merupakan pendiri dari Kuil Yerusalem. Lebih dari itu, Ibn al-Fikar menyinggung pula catatan Al-Khattabi dalam bukunya: al-I’lam, bahwa beberapa Nabi Allah telah membuat Kuil Yerusalem (Baitul Maqdis) jauh sebelum masa Nabi Daud as. dan Nabi Sulaiman as.. Baru kemudiannya ; karena itulah maka Bangunan Suci itu kemudian diattributkan kepada Nabi Allah itu, khususnya kepada Nabi Sulaiman as…”

    Link sumber :
    http://74.125.153.132/search?q=cache:Ts6RjYIj89gJ:ccrcfarmasiugm.files.wordpress.com/2009/02/baitul-maqdis-2.doc+siapa+membangun+baitul+maqdis&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id
    atau
    http://ccrcfarmasiugm.files.wordpress.com/2009/02/baitul-maqdis-2.doc

  4. @ FAISAL
    Alkitab Ibrani (Perjanjian) yang disebut Tanakh sudah berumur 3500 tahun (thn 1500 SM) LEBIH KUAT KEBENARANNYA apabila dibandingkan Alquran yang baru muncul 1400 tahun yang lalu (thn 600an M)
    Bahkan Yesus Kristus mengutip ayat-ayat dalam Perjanjian Lama (Tanakh) untuk memperteguh nubuatan-nubuatan nabi-nabi Israel tentang identitas diri-Nya.

    Jadi, Alquran yang muncul 2000 tahun SETELAH Tanakh tidak dapat dijadikan sebagai landasan pola pikir yang tepat mengenai kisah Abraham/Ibrahim..

    Kisah Abraham ada di kitab Kejadian, yang merupakan kitab pertama dari lima kitab yang ditulis dalam Pentateukh (Torah). Dan Pentateukh adalah kitab Musa.
    Muslim mengklaim bahwa Alquran adalah wahyu dari Allah dan Muslim juga mengamini bahwa Musa adalah nabi yang diutus Allah untuk melepaskan bani Israel.
    Jadi, apabila Muslim mengamini Musa dan percaya kepada Musa, tentunya mereka harus juga mengamini kebenaran Pentateukh.

    Musa menulis bahwa Abraham ingin menyembelih anak perjanjian itu, yaitu Ishak bukan Ismail.
    APA BUKTINYA KALAU KISAH-KISAH DALAM TANAKH ADALAH BENAR, BUKANNYA KISAH YANG DIMONOPOLI OLEH KAUM YAHUDI???
    Jawab: Yesus Kristus, Sang Mesias (Al-Masih) yang dijanjikan, lahir dari keturunan Abraham, Ishak dan Yakub.
    Kalau SEANDAINYA kaum Yahudi memonopoli Alkitab Ibrani tentu pemimpin-pemimpin agama Yahudi pada zaman Perjanjian Baru akan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam Tanakh.

    Kesimpulannya adalah: Alquran hanyalah rekayasa bangsa Arab (tertentu) untuk menyatakan bahwa Islam adalah ajaran yang paling benar dan kaum Arab adalah bangsa terpilih.
    APAKAH BUKTINYA KALAU KISAH-KISAH DALAM ALQURAN ADALAH KEKELIRUAN DAN HANYA MONOPOLI BANGSA ARAB PADA ZAMAN ITU???
    Jawab: Apabila kisah dalam Alquran adalah yang benar, maka seharusnya Muhammad bergelar Al-Masih.
    kalau SEANDAINYA kaum Arab TIDAK memonopoli Alquran tentu saja tulisan ayat-ayat dalam alquran boleh dibaca tanpa harus dapat/menggunakan berbahasa Arab.

    Kalau Muslim berfikir bahwa Alquran adalah wahyu dan mengangap bahwa Alkitab (PL+PB) adalah palsu BERARTI Muslim menganggap bahwa Musa adalah penipu

    Alkitab (PL + PL) disatukan oleh nubuatan-nubutan dan penggenapan TETAPI
    Alquran disatukan hanya oleh perkiraan-perkiraan saja

  5. @fajaryehuda: jika saya mempunyai nama dalam bahasa arab, maka saya orang arab –> salah!
    jika AlQuran berbahasa dan harus dibaca dalam bahasa arab, maka AlQuran dimonopoli oleh orang Arab –> Salah!
    Jika muslim menganggap PL+PB palsu, maka muslim menganggap musa penipu –> salah!

    dalam AlQuran Hilang atau bertambah satu titik akan ketahuan, tapi dalam injil babi berubah menjadi babi hutan anda menutup mata.

    AlQuran tidak memerlukan pidato para sahabat untuk dijadikan penggenapnya, AlQuran disatukan dengan pertimbangan, disatukan ketika para sahabat penghafal masih hidup.

    apakah PL+PB disatukan ketika masih banyak sahabat yesus masih hidup?

    Apakah anda tidak berpikir mengapa pidato sahabat yesus sampai bisa menjadi kitab? sudah jelas itu karangan mereka, jadi yang menggunakan kitab hasil karangan itu siapa?

    muhaemin_sidiq@yahoo.com

  6. @muhaemin; anda perlu belajar sejarah jadi anda bisa paham kisah atau cerita di alquran itu tentang adam,musa,sulaiman,daud ,isa dll bersumber dari mana. kisah -2 tsb sudah ada sebelum alquran muncul bung…(di alkitab)…terus alquran muncul dengan lokasi tempat yang jauh pula masih berani lagi mengclaim alkitab telah dirubah dll…padahal kisah tsb terjadi di tanah yudea/palestina sekarang ini….logis saja.
    90% umat muslim diwajibkan mengaji dalam bahasa arab yang mereka hafalkan tanpa mengerti artinya sdh mendapat pahala(mgk itu mksd fajar yhd)…..pertanyaannya menjadi kasihan sekali kalau yang dibaca oleh ibu-2 terutama menyangkut al Azhab (33) ayat 51…kamu boleh menangguhkan untuk menggauli diantara istri-2 mu…….dst..bgm ini mksdnya?

  7. @Muh Sidiq
    Anda menulis: AlQuran tidak memerlukan pidato para sahabat untuk dijadikan penggenapnya, AlQuran disatukan dengan pertimbangan, disatukan ketika para sahabat penghafal masih hidup.

    berarti anda mengakui bahwa Alquran adalah tulisan yang ditulis dengan PERTIMBANGAN para sahabat bukannya wahyu yg diberikan melalui perantaraan Jibril….. saya sangat setuju dengan anda pak!!!
    bagus pakkk !!!! saya setuju dengan anda. sip deh

  8. @dewi: dalam injil babi berubah menjadi babi hutan anda menutup mata, itu buktinya bukan hanya dahulu kala injil berubah2 jadi masih logiskah menyatakn bahwa injil tidak pernah berubah? ya kisah para nabi dan kaumnya telah ada sebelum AlQuran itu diturunkan, tapi apakah dengan berubah2nya injil tersebut harus terus mempercayainya? apakah karena dalam pelajaran sejarah diajarkan bahwa anda keturunan monyet lalu anda mempercayainya?

    pahala orang yang membaca AlQuran hanya membacanya berbeda dengan pahala orang yang membaca AlQuran dengan makna dan pengamalannya, oleh karena itu muslim sejati harus belajar dan terus belajar. bukan hanya karena diartikan babi hutan, maka hanya babi hutan saja yang haram, apa karena dosa mengubah2 injil juga telah ditebus oleh yesus?

    ya memang kasihan orang yang membaca AlQuran tanpa mengerti yang dibacanya apalagi mengamalkannya, tapi lebih kasihan yang tidak membacanya, lebih kasihan lagi yang membaca dan mengartikan AlQuran hanya untuk merendahkan AlQuran. maka dari itulah seorang muslim sejati harus belajar dan terus belajar.

    @fajaryehuda: AlQuran disatukan dengan pertimbangan kapan, dimana, pada peristiwa apa, dan tentang apa. apakah itu berarti AlQuran bukan Wahyu Allah yang diturunkan lewat Jibril? logika pengambilan kebenarannya disimpan di dengkul pak?

    muhaemin_sidiq@yahoo.com

  9. @ : Muhaemin Sidiq

    Saya membaca alquran, tetapi kelihatannya alquran itu kacau sekali terutama berisi banyaknya kontradiksi. salah satunya adalah :

    Pada saat nabi muhammad miraj ke masjidil Aqsha, dimana menurut sejarah yang diakui oleh sejarahwan muslim terkenal bahwa masjidil Aqsha itu sendiri baru dibangun pada thn 730-an Masehi dan Nabi Muhammad itu sendiri wafat pada thn 632 Masehi. Berarti kalau memang Alquran adalah Firman yang diturunkan langsung oleh Allah, maka Allah nya umat muslim berarti Buta Sejarah.
    dan banyak lagi kontradiksi lainnya. nanti akan saya posting yang benar-benar lengkap sehingga kebenaran yang hakiki akan jelas terlihat. terima kasih. GBU All

  10. @indra: coba anda pelajari buku sejarah anda! siapakah yang membangun masjidil aqsa? jangan pelajari dulu sejarah kami, buka dulu saja buku sejarah anda….

    muhaemin_sidiq@yahoo.com

  11. @ Muh sidiq.
    Masjid al-aqsa itu di bangun pada saat Islam menduduki Yerusalem !!! Sebelum ada masjid al-aqsa, ada Kuil untuk memuja dewa Yupiter yg dibangun oleh imperium Romawi, dan sebelum ada kuil Yupiter, ada Bait Allah tempat bangsa Yahudi menyembah Allah…. anda cari aja di wikipedia… kami tuh tahu sejarah tentang latarbelakang Yerusalem dari zaman sebelum Masehi….

    hai bung, orang Islam yang mau berangkat haji aja harus diberi vaksin yang berasal dari antibodi babi !!!! anda di situs ini mempersoalkan babi!!! Agama anda ada di wilayah abu-abu tentang aturan haram untuk hewan yg bernama babi…. kalau anda tidak makan ya tidak usah menghakimi yg makan.

    Anda menghakimi Alkitab sebagai palsu hanya karena ada kata babi yg berubah jadi babi hutan (wowwww penemuan bukti yang brilian ngaconya)
    Saya kasih tahu ya pak: Sebenarnya tuh babi tinggal di kota tapi suatu hari dia ke hutan dalam rangka mudik lebaran, anak isteri juga ikut pak…… wkwkwkwkwk.

    Ya, dengkul saya memang lebih intelek daripada analisis sejarah dan penjelasan tentang pengambilan kebenaran yang anda terangkan diatas….. =)

  12. @sSAUDARA INDRA…….ANDA BILANG ,SAYA MEMBACA …AL,QURAN KAYAKNYA BANYAK KONTRA DIKSI DAN KACAU ….MENURUT SAYA…SIIIHH..;ANDA YANG KACAU…KALAU YANG MEMBACA ANAK TK DAN SD MUNGKIN PERCAYA…..ENDA NYABUNG…MAAANNN!!!!!

    KENAPA BEGITU…..COBA ANDA BANYA LAGI..DI ULANG ATAU KAMU HAPALKAN.TULISAN KAMU DI ATAS……….KENAPA ANDA MEBACA.. AL,QURAN YANG KACAU MENURUT ANDA…..MALAH ANDA MENJELASKAN SEJARAH…..KALO MEMANG BANYAK KONTRA DIKSI YA JELASKAN DARI….ALQURAN …JANGAN MENURUT ORANG \ CENDIKIAWAN MUSLIM.DAN MUNGKIN KAMUNYA YANG ENDA SELESAI BACA SEJARAHNYA KALI.

  13. Syaloom,
    wah..wah..
    lagi berdebat sejarah yaa???
    saya ketawa waktu baca komentarnya Muh. Sidiq, yang pasti bapak salah besar, FajarYehuda yang benar,
    @Martinus : Bung, kaum kalian yang sudah menjadi Kristen tau persis bagaimana isi Quran, kalau anda bertanya mengapa mereka membaca Quran? katakanlah mereka mencari “Jalan Kebenaran”!!!! kalau mereka mendapati sesuatu yang tidak jelas kalimat dan kata-katanya apakah mereka mau mengikutinya??
    Quran bisa menjelaskan sendiri ya mengenai kontradiksi? wah..wah… nggak bakalan habis bung, karena kontradiksinya bejibun!!
    Mau debat-debat soal sejarah? silahkan, kami layani..
    GBU

  14. Ditawarkan keselamatan gratis, nolak. Ditawarkan obat penawar racun dosa, nolak. Malah dicurigai macam2, dijelek2in, diejekin. Yah resiko orang Kristen. Tetap bersukacita melayani pertanyaan dan keingintahuan Anda. Bagaimana kamu mau tahu agamamu atau kekristenan yang benar? Di dalam hati manusia terdapat suatu ruang kosong yang bila diisi apapun (harta, jabatan, sex, agama) tak akan bisa penuh. Hanya ALLAH yg benar di dalam Kristus Yesus, yang akan memuaskan kerinduan/kehausan yg seumur hidup Saudara cari. Cobain masukin allah dari agamamu ke situ, pasti tdk pernah berhasil puasin kamu, karena Yesus sendiri menciptakan hatimu sebagai ruang pribadiNya, yang hanya Dia saja yg berhak tempati. Mau coba?

  15. Jikalau kebenaran itu diragukan hanya ada 2 kemungkinan yang terjadi :
    1. Kebenaran tersebut bukanlah kebenaran hakiki tapi rekayasa manusia untuk mensejajarkan dirinya sebagai nabi pembawa wahyu. Isa tidak datang membawa agama ataupun kitab. Dia datang membawa janji keselamatan. Muhammad datang membawa kitab dan agama. Ingat.. TUHAN TIDAK BERAGAMA DAN TIDAK MENURUNKAN AGAMA. SEBAB YANG TUHAN INGINKAN ADALAH UMAT MANUSIA IKUT PADA PERINTAHNYA. AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR.
    2. MATA HATI MANUSIA ITU BUTA MELIHAT KEBENARAN. KEBENARAN YANG HAKIKI ADALAH YANG DARI ALLAH BUKAN DARI MANUSIA DENGAN SEGALA DALIL DALIL YANG BERTENTANGAN DENGAN DALIL DALIL TUHAN ITU SENDIRI. BUKTINYA APA? DALAM 10 PERINTAH TUHAN YANG TERTUANG DALAM HUKUM TAURAT (ISLAM DAN KRISTEN WAJIB TAAT SAMA HUKUM INI)DIKATAKAN JANGAN MEMBUNUH, JANGAN MENCURI, JANGAN BERZINAH DLL. TAPI DALAM WAHYU MUHAMMAD SANGAT BERTENTANGAN SEKALI. BOLEH DIBUNUH ASAL KAFIR, BOLEH MENGGAULI PERAWAN ATAU JANDA ATAU POLIGAMI.. BERTENTANGAN SEKALI.
    INGAT… KEBENARAN YANG HAKIKI ADA DIDALAM HATI YANG TIDAK BERPIHAK KEPADA SIAPAPUN KECUALI KEPADA DIRI ANDA SENDIRI, SEBAB DIDALAM KITALAH RUH KUDUS ITU DITIUPKAN DAN TINGGAL DIAM DIDALAM KITA. DAN ALLAH ADA DIDALAM DIRI KITA UNTUK MENENTUKAN MANA YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH..
    TIDAK ADA SATU AGAMAPUN YANG MENGAJARKAN KEBENCIAN TERHADAP SESEORANG ATAU SUATU KAUM, TETAPI DALAM AJARAN ISLAM SANGAT JELAS SEKALI KEBENCIAN ITU DITANAMKAN SEHINGGA YANG LAHIR ADALAH PATRIOTIS2 YANG BERJUDUL LASKAR JIHAD.. SEBAGAI PERPANJANGAN TANGAN TUHAN UNTUK MENGHUKUM MUSUH “ALLAH”. EMANGNYA TUHAN GA MAMPU MELULUH LANTAKKAN MANUSIA SEHINGGA HARUS PAKAI TANGAN JIHADIS?

  16. Islam mengatakan Musa dan nabi2 lain sebelum Muhammad adalah orang Islam what a bullshit!!!!…inilah salah satu trik dari Muhammad untuk mengelabuhi orang2 yang mau dibodohi…memang saya akui Muhammad memang pandai merekayasa sekaligus mencari muka dengan mencomot nabi agama lain…percayalah, dengan sepenuh hati saya berkata Muhammad itu nabi palsu…

  17. @ GUE

    BERTEKUNLAH SELALU DALAM AJARAN ISA ALMASIH…SAYA MENDOAKAN ANDA PAK.

    ANDA MEMANG BENAR ORANG ISLAM MENGKLAIM BAHWA PARA NABI-NABI ISRAEL YG DICERITAKAN DALAM PERJANJIAN LAMA BAHKAN YESUS (ISA) ADALAH BERAGAMA ISLAM
    BAHKAN YG LEBIH NGACONYA LAGI, TUHAN YANG DISEBUT “ALLAH” BERAGAMA ISLAM JUGA.

    BUKANKAH ADA SELOGAN MUSLIM YG BERKATA:
    “ISLAM ADALAH AGAMA ALLAH”

    ORANG ISLAM BERKATA MANUSIA TIDAK DAPAT MEMAHAMI ALLAH SEPENUHNYA KARENA IA MAHAKUASA DAN MAHATINGGI.
    TAPI KOK…MEREKA BISA TAHU KALAU ALLAH ITU PUNYA AGAMA YA?

    ANEH BIN AJAIB!

  18. hoammz…worthless u smua debat ga jelas…intinya…ga usah ngejelekin agama 1 sma lain…bagiku agamaku..bagimu agamamu…klo mang yg bikin web ni niat mw provokasi atau mw nyari member..gawsa bikin hal2 yg menyangkut khalayak banyak yg intinya malah bikin konflik….see…damai itu indah…

  19. ALKITAB berisi sejarah perjalanan umat Allah yaitu bangsa Israel. Apabila mereka mengalami suatu peristiwa penyertaan Allah dalam kehidupannya, hal itu langsung dicatakan kedalam ingatan untuk dituliskan ke dalam sebuah kitab. Syarat utama penulisan kitab2 dalam Alkitab adalah para penulisnya benar2 masih hidup ketika menuliskan kitabnya, penulis menyusun berdasarkan kesaksian langsung penulis maupun saksi2 mata. Dan itulah yang tertuang dalam Alkitab sejak zaman Nabi Musa menulis Taurat (Pentateuch), hingga zaman Rasul Yohanes yang menulis kitab Wahyu. Hal ini jelas berbeda sekali dengan alquran yang mencoba menulis ulang sejarah Israel ke dalam pola pikir Arab, menyadur Taurat dan Injil menjadi Alquran.
    Semua yang tertulis dalam alquran adalah kesaksian Muhammad seorang yang diragukan keabsahannya bahkan oleh pengadilan sekarang ini. Adakah Muhammad saksi mata hidup pada jaman Musa sampai Yesus sehingga mengetahui dengan lebih baik sejarah bangsa Israel yang susah payah ditulis dan dikumpulkan ribuan tahun dalam bentuk Taurat dan Alkitab? Tidak sesuai jauhnya TKP (Israel-Arab) dan ada jangka waktu yg cukup panjang (ribuan tahun dirunut sampai Musa) menjadikan Muhammad tidak sah sebagai saksi yang mengomentari apalagi berani2nya mengobok-obok isi Alkitab untuk membuat Alquran karangannya sendiri (plagiator) yang diakui diwahyuhkan kepadanya oleh Allah sendiri. Adakah otoritas Muhammad melanggar hak cipta bangsa Israel untuk menyadur/plagiat Taurat dan Alkitab sepotong2 untuk dijadikan sekedar tinjauan pustaka demi keagungan alquran?
    Apakah tidak lebih baik Muhammad mendirikan agama murni yg lain saja, seperti Hindu, Budha, KongHuCu, daripada menyalin ide Yahudi dan Kristen yang dengan secara tidak sadar Muhammad mengakui kebenaran Taurat dan Alkitab? Silahkan muslim menggunakan akal logika apakah memang benar demikian fakta2 yg disampaikan.

  20. 1. ALLAH AGAMANYA ISLAM
    2. ADAM AGAMANYA ISLAM
    3. NUH AGAMANYA ISLAM
    3. ABRAHAM AGAMANYA ISLAM
    4. ISMAEL DAN ISHAK AGAMANYA ISLAM
    5. YAKUB AGAMANYA ISLAM
    6. YUSUF AGAMANYA ISLAM
    7. MUSA AGAMANYA ISLAM
    8. DAUD AGAMANYA ISLAM
    9. SALOMO (SULAIMAN) AGAMANYA ISLAM
    10. YUNUS AGAMANYA ISLAM
    11. BAHKAN YESUS (ISA) AGAMANYA ISLAM

    Ternyata agama Islam terlalu NARSIS dan EGOIS, Islam mengklaim bahwa nabi-nabi dan raja-raja Yahudi yang hidup RATUSAN BAHKAN RIBUAN TAHUN sebelum nya bergama ISLAM SEMUA!!!

    Bahkan Tuhan pun beragama Islam!!!

  21. website ini hanya untuk sekadar pengetahuan bukan untuk memecah belah agama! jadi harap akang-akang sekalian jangan baca artikel ini atas dasar SARA karna pasti banyak perdebatan, tapi baca artikel ini dari sudut pengetahuan terimakasih :D semoga anda setuju

  22. Sekilas Sejarah Mengenai Ka’abah. Dibangun suku Quraish sebagai tempat penyembahan berhala pre-islam teramasuk Hubal (dewa nabatean), anak2 allah: al-Lat, al-Uzza dan Manat, 360 berhala lainnya, isinya sekarang adalah Black Stone/Hajar Aswad yg dicium2 muhammad tanda penghormatan?. link:
    http://en.m.wikipedia.org/wiki/Kaaba?wasRedirected=true

  23. boleh nimbrung? kekacauan lain dlm quran:

    1.maryam ibu isa al masih = maryam kakak musa(1000-an thn sblm isa lahir).

    2. Isa tidak mati,lgs diangkat. padahal Surat al maryam 19:33 isa sendiri mengakui kelahiran, kematian dan kebngkitanNya.

    3. Raja dan nabi2 Yahudi disebut Islam padahal Islam sm sekali tidak ada pd masa mrk.

    4. Ikut Islam = selamat di akhirat, tp tidak ada satu JAMINAN pun yg menyatakan akan selamat di akhirat..

    5. Catatan kaki tidak ada pada naskah asli alquran, tp pd alquran yg sekarang khususnya di indonesi sangat banyak catatan kaki yg justru tidak ada pada naskah aslinya.

  24. 6. yang dikorbankan oleh ibrahim adalah ismael. pd hal alquran sama sekali tidak menyebut bhw itu adalah ismael.

  25. 7. muslim pertama alh muhamad qs 6:14,163, padahal disbut di ayat lain muslim pertama adlh musa Qs 7:143, di ayat yg lain lg ibrahim qs 2:127, di ayat lain lagi beberapa orang di mesir Qs 26:51, di ayat lain lg adam Qs 42:51.

    8 Muhamad dpt melihat Allah 53 :118.. tapi di ayat lain,muhamad tidak dpt melihat Allah Qs 42:51.
    9.muslim tidak boleh menikahi non muslim(kafir) Qs 2;22 Qs 8:55. tp di ayat yg lain,boleh menikahi wanita nasrani Qs 5; 55.
    10. hari/masa penciptaan ada 8 hr tapi di ayat yg lain 6 hr.
    11. orang nasrani tidak masuk surga Qs 3:85 tapi di ayat yg lain Qs 2:65 Qs 5:69 orang nasrani masuk surga.
    12. Firaun tengelam saat mengejar israel dan musa Qs 10:92, tp di ayat lain tenggelam di laut QS 28:40, Qs 17:103.
    13. Allah adalah petunjuk yg lurus Qs 19:36, tapi di ayat lain Allah dpt menyesatkan siapa yg dikehendakiNya utk disesatkan.Qs 4:143, Qs 7:178

  26. ralat point 12… Firaun tidak tenggelam tapi di ayat lain tenggelam di laut.

    14. pada naskah asli al quran tidak ada tanda kurung tapi alquran di indonesia diterjemahkan dg pemberian tanda kurung(coba dicek ) termasuk penambahan kata “tidak” dalam tanda kurung tsb. contoh : Ia melakukan hal itu. tapi kemudian diterjemahkan dg : Ia (tidak) melakukan hal itu. makna kalimat jadi jauh sekali dan menimbulkan pertentangan di sana sini.

  27. @ ARF

    Saya sependapat dengan anda, itulah yg saya gak habis pikir, banyak orang-orang Islam yang berlatarbelakang Sarjana, Master bahkan Prof TAPI mereka percaya dengan Muhammad yang tidak bisa membedakan arti AKAL SEHAT dengan IMAN.

    Islam yang baru muncul pada tahun 600an Masehi TIDAK DAPAT DIJADIKAN SUMBER DATA PRIMER untuk memahami kehidupan nabi-nabi dan leluhur bangsa Yahudi dalam Perjanjian Lama dan Yesus (Isa) dalam Perjanjian Baru yang ada ratusan bahkan ribuan tahun.

    YESUS BUKAN ALLAH (versi Islam) VS YESUS ADALAH ALLAH (versi Kristen)

    Gereja perdana pasca kenaikan Yesus ke surga dibangun diatas dasar YESUS ADALAH ALLAH SANG PENCIPTA, hal ini terjadi 600 tahun SEBELUM agama Islam muncul…

    Kemudian, agama Islam mengatakan bahwa Yesus bukanlah Tuhan ataupun Allah sang Pencipta. lalu untuk membenarkan hal itu dikatakanlah bahwa Akitab telah diubah-ubah….
    hihihihih…. :) cupu banget deh…. apa harus mencari “kambing hitam” dulu untuk mendapatkan pembenaran…terasa sangat amatiran.

  28. waduh koq jadi ngelantur kemana-mana gini ya?
    kepercayaan memang ga bisa ditafsirkan secara logika, tapi kita (manusia) diciptakan punya kemampuan untuk mengujinya.
    Salah satu teknik pengujiannya adalah kronologis sejarah.
    Sejarah adalah fakta!
    Terserah anda mau percaya atw tidak, sejarah tetap fakta!
    Makanya kalo semua debat mentok, kembalikan saja ke kronologis sejarah, TITIK!

    Kembali ke judul diatas, saya ada referesinya:

    http://religionresearchinstitute.org/mecca/construction.htm

    http://www.scribd.com/doc/9629512/The-Facts-of-Kaaba

    berani berdebat lagi?!?

  29. Di dalam Alquran sudah jelas ditegaskan di Q.4:82 menyindir mereka / siapa saja kapan saja dan dimana saja yang membacanya, agar berpikir dari siapa sumber ayat-ayat tersebut, sehingga ayat-ayat yang bertentangan merupakan jawaban berdasarkan kenyataan yang ada.

    Q.4:82, Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? Kalau kiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya.

    Dalam ayat tersebut ditekankan bahwa “mereka” adalah termasuk kita semua / elu sama gue sekarang ini yang membaca Alquran!

  30. dpt bnyk pengetahuan ttg sejarah…makasih buat Fajar Yehuda dll….tp jgn perang urat saraf disinilah apa lg smpe mengata2i..Yesus tdk pernh mengajarkan bgtu kan?mari kita mengasihi sesama kita yg masih tersesat n bdoa bagi mrk..klo mrk mengata2i Tuhan Yesus n alkitab ya itu urusan mrk sm Tuhan

    GBU all

  31. satu lagi kesalahan Quran:
    Menurut Quran Isa diberi kitab Injil oleh Allah, padahal penulis Injil adalah orang2 yang dekat dengan Isa yaitu Matius, Markus, Lukas, Yahya (siapa mereka? panjang ceritanya).
    Disini sangat jelas bahwa penulis Quran (entah itu Muhammad, sahabatnya sendiri, ato bahkan allah pun) telah dengan jelas2 tidak mengerti sejarah. Salah kaprah!

  32. ADUH,… TERNYATA NABI-NABI DAN YESUS DI BILANG ISLAM JUGA.?
    KEMARIN-KEMARIN DI BLOG ADA WONG FEI HUNG, NAPOLEON, CENG HO, ALEXANDER THE GREAT, PATIMURA YG DI KATAKAN ISLAM,..
    APA ORG ISLAM INI MISKIN PAHLAWAN HEBAT KA.?
    SEKALIAN AJA SUPERMAN, BATMAN, HULK JUGA ISLAM DE,….

    *, Kesalahan angka dan babi/babi hutan dalam injil itu krn tidak semua bahasa asli injil mempunyai arti dalam bahasa modern spt sekarang ini…
    di tambah lagi krn byk penemuan yg sampai saat ini belum terbaca dgn jelas, krn kurang 1 goresan saja bisa merubah bilangan angka atau kata…

    *, yg pasti,… bang mamad itu menciptakan alkuran krn menjiplak injil…

    *, Logika sederhana,.. klu mmg ajaran bang mamad itu baik, seharusnya dia menyebarkan ajaran dgn cara damai, tp kenapa dia memilih dgn cara perang.? apa itu bisa di sebut ajaran yg sejuk.?

    *, Mereka mengatakan membunuh dlm alkuran krn ada alasannya, coba pake hati nurani lagi,.. apabila tiap orang mempunyai alasan maka semua org akan merasa benar dgn langkah yg di ambil walau itu salah,… bandingkan dgn ajaran kristen yg penuh dgn kasih, dan dilarang membunuh.? klu semua org memakai hukum kasih ini maka dunia ini akan tentram, krn kasih adalah sesuatu yg tidak memerlukan alasan.

    *. Sebelum kalian mengatakan di injil juga singgung soal pembunuhan, maka saya mau bilang kalimat pedang dan pembunuhan di injil itu cuma sebagai istilah dan mengandung arti bahwa bila km hidup di jalan yesus maka pedang org lain lah yg akan membunuh km, bahkan bisa dtng dari keluarga sendiri,… krn utk mengikuti yesus nyawa sendiri bisa sbg taruhannya.

  33. Semua utusan Ellohim beragama Salom jika pakai bahasa Israel. Jika pakai bahasa arab maka semua utusan Allah beragama Salam (Islam). jika pakai bahasa Smith maka semua utusan Ellah / Hallah beragama Salem. Salom = Salem = Salam / Islam, yang kalau pakai bahasa Indonesia artinya adalah SELAMAT ATAU DAMAI. Yesus juga bisa di anggap mengajarkan Islam/Salam/Salom/Salem/Selamat/Damai. Contohnya di INJIL YOHANES 20:26 > Damai Sejahtera bagi Kamu (bhs indonesia), שלום לכם = Salom Lakum (bhs israel), لسلام عليكم = salam alaikum (bhs arab). Saya tidak ada masalah jika Yesus mengajarkan Islam/Salam/Salom/ Salem/Selamat/Damai. Saya bisa menerima semuanya. DAMAI SEJAHTERA BAGI KAMU / SALOM LAKUM / SALAM ALAIKUM / GBU

  34. Inilah bedanya respon orang Islam dan Kristen.

    Orang Muslim selalu merespon gugatan pihak Kristen dengan otot dan teriakan-teriakan yang gak jelas maksudnya apa.
    Kenapa mereka selalu meneror pihak Kristen dengan alasan bahwa ajaran Muhammad nya di singgung.

    Kesimpulannya: Argumentasi lisan dan tulisan pihak Kristen DIBALAS dengan pedang dan teror. Lalu mereka bilang kalau umat Islam di zolimi terlebih dulu…
    Yang lebih lucunya lagi…. mereka bilang “JANGAN ADA YANG MUDAH TERPROVOKASI”… :) emangnya siapa pihak mana yg gampang terprovokasi?????

    Kalau kita berargumen secara lisan dan tulisan jangan sampai kita terpancing untuk menggunakan kekerasan fisik.

    HAL INI SANGAT MENENTUKAN TINGKAT KEDEWASAAN IMAN KITA!

  35. @all pengiman kristen/nasrani : debat tentang satu topik di site ini sungguh seru…luar biasa…pada hebat2 menelaah sejarah….tolong satu pertanyaan aja ya..kenapa harus ada Yesus (isa) kalo taurat (perjanjian lama, bener ga seh?) dah ga bisa kepake sehingga perlu ada injil. Trus akhirnya dikonsepkan Old & new testament begitu?
    Fajaryehuda bilang soal iman dan mengukur tingkat keimanan…ya sudah…gw sih simple aja koq…ntar aja tunggu kalo meninggal sapa yang merugi…ga bisa dibuktikan kan?

  36. @ RICCO
    saya sangat menghargai pengabdian anda pada Islam. Tetapi izinkan saya menjawab satu pertanyaan anda itu dengan salah satu tulisan yang saya ambli dari blog saya http://faithbookz.blogspot.com tapi kalau mau lebih detail lagi kunjungi saja.

    MENGAPA HARUS ADA YESUS PADAHAL KAN SUDAH ADA HUKUM TAURAT???

    JAWABANNYA:

    Fajar Yehuda
    Judul Artikel: HUKUM KASIH MENGGENAPI HUKUM TAURAT MUSA
    14 September 2010

    DAFTAR ISI:

    I. KETIDAKBERDAYAAN HUKUM TAURAT
    II. AMAL IBADAH & SEGALA PERBUATAN BAIK RAJA DAUD TIDAK DAPAT MENYELAMATKAN DIRINYA DARI KOSEKUENSI DOSA, YAITU MAUT!
    III. HUKUM YANG MEMBEBASKAN MANUSIA DARI DOSA

    ===============================================================
    ===============================================================
    I. KETIDAKBERDAYAAN HUKUM TAURAT

    TUHAN berfirman kepada Musa: “Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggalah disana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka.”
    (Keluaran 24: 12)

    Hukum Taurat atau dikenal juga sebagai hukum Musa, diukir oleh Allah di atas loh batu dan kemudian hukum itu diajarkan kepada bangsa Israel melalui perantaraan nabi Musa. Hukum itu berisikan ketetapan dan perintah Allah untuk dilakukan oleh bangsa Israel. Namun, sesunggunya hukum Taurat hanyalah gambaran samar-samar dari akan datangnya hukum yang lebih mulia dan agung, yaitu hukum yang akan membebaskan manusia dari hukum dosa dan maut. Hukum yang tertulis itu akan digenapi dan tahap selanjutnya adalah diberlakukannya hukum yang tidak tertulis yaitu Roh Allah yang membebaskan! Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan (2 Kor. 3: 17)

    Hukum yang tertulis itu telah gagal untuk membawa manusia ke dalam hidup serta memerdekakan dari dosa dan maut, dan hal ini bukan dikarenakan hukum-hukum tertulis itu tidak baik dan kudus namun ini semua terjadi oleh karena tabiat keberdosaan manusia. Hukum Taurat tidak berdaya untuk menyelamatkan oleh karena dosa!

    “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka demikianlah firman TUHAN”.
    (Yeremia 31: 31-32)

    Sekalipun hukum-hukum tertulis itu tidak dapat membawa manusia ke dalam hidup namun Allah telah merancangkan suatu perjanjian yang baru kepada kaum Israel dan kaum Yehuda (Pada masa itu Israel terbagi jadi 2 kerajaan). Yeremia 31 ayat 31-32 diatas menjelaskan bahwa perjanjian baru itu adalah perjanjian yang berbeda dari perjanjian sebelumnya. Dalam ayatnya yang ke-33 sampai 34 kita dapat memahami cara kerja perjanjian yang baru itu.

    “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.”
    (Yeremia 31: 33-34)

    Apabila kita memperhatikan perkataan Allah mengenai perjanjian yang baru itu kita dapat memahami empat (4) hal:

    1. Perjanjian baru itu adalah hukum-hukum yang tidak tertulis
    2. Allah akan mengukir hukum-hukum yang tidak tertulis itu di dalam batin dan hati
    3. Semua manusia akan langsung dapat memandang dan berkomunikasi dengan Allah sekalipun mereka belum sepenuhnya lepas dari ikatan dosa dan kesalahan
    4. Melalui hukum yang tak tertulis itu, Allah dapat dengan bebas mengampuni kesalahan bahkan dosa setiap orang yang percaya kepada-Nya yang telah menaruh hukum yang tak tertulis itu.

    Pertanyaannya adalah bagaimana caranya Allah bisa menaruh hukum-Nya itu di dalam hati dan batin setiap manusia dan bagaimanakah hukum dalam perjanjian yang baru itu dapat membebaskan manusia dari dosa dan maut? Apakah kedua hal itu dapat diwujudkan hanya mengumpulkan amal ibadah dan perbuatan-perbuatan baik dengan melakukan ketetapan-ketetapan hukum tertulis Taurat yang telah disampaikan oleh perantaraan Musa? Mari kita pahami sepenuhnya.

    II. AMAL IBADAH & SEGALA PERBUATAN BAIK RAJA DAUD TIDAK DAPAT MENYELAMATKAN DIRINYA DARI KOSEKUENSI DOSA, YAITU MAUT!

    Kesepuluh hukum Taurat yang telah diberikan Allah kepada Musa yaitu pada loh-loh batu itu hanya dapat bekerja dari luar diri manusia saja. Hukum-hukum tertulis itu tidak mampu untuk membimbing manusia ke dalam kemerdekaan atas perbudakan dosa dan maut. Raja Daud yang hidup kurang lebih 200 tahun setelah zaman Musa adalah seorang raja Isarel yang kesukaannya adalah Taurat TUHAN (Maz. 40:9) namun sayang hanya dalam beberapa waktu ia telah menjadi seorang pembohong, penzinah, pencuri dan menista kekudusan Allah. Dalam 2 Samuel pasal 11 dan 12 kita dapat membaca dengan jelas kesalahan fatal raja Daud ketika ia berzinah dengan Batsyeba dan membunuh suaminya. Ketika TUHAN mengutus nabi Natan untuk memperingatkannya, raja Daud kemudian mengakui dosa besarnya, ia tidak mencari-cari alasan untuk membenarkan perbuatan jahatnya itu dengan berkata “saya kan hanya mau menolong perempuan yang ditinggal mati suaminya” atau “Saya kan raja Israel yang diangkat oleh Allah menjadi pemimpin Isarel”.

    Raja Daud menyadari dosa dan kesalahannya itu dan seharusnya dapat langsung mati saat itu namun oleh karena kasih karunia TUHAN ia medapat pengampunan namun dengan kosekuensi yang cukup berat. Hukum Taurat adalah satu kesatuan. Apabila seseorang tidak berzinah tetapi membunuh, maka ia pelanggar hukum juga sebab Allah yang mengatakan jangan berzinah, Dia juga yang berkata jangan membunuh(Yak.2: 11) serta jangan mencuri, berbohong, mengingini kepunyaan sesama. Yesus mengatakan “…yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” (Mat.23:23). Jadi hal ini berarti bahwa pelanggaran atas satu hukum Taurat sama saja artinya dengan melanggar semua hukum itu!

    Raja Daud adalah orang yang suka Taurat Tuhan dan pasti ia adalah raja yang suka melakukan kebaikan dan amal ibadah seumur hidupnya namun ketika ia berbuat dosa, ia tidak dapat lepas begitu saja dari dosa nya itu hanya oleh karena pertimbangan amal ibadahnya dan segala perbuatan baiknya selama ini. Inliah hukumnya: Upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Raja Daud tidak mati saat itu juga akibat dari dosa yang telah diperbuatnya oleh karena kasih karunia Allah belaka bukan oleh karena ia adalah raja budiman, suka beramal, rajin beribadah di Bait Allah dan menjunjung tinggi hukum-hukum tertulis Taurat. Jangan kita berfikir bahwa perbuatan baik dan berpuasa sampai botak sariawan dengan maksud menyiksa diri sanggup mengahapus dosa. Dosa tetaplah dosa dan dosa bukanlah sesuatu yang abstrak yang kelihatannya ringan dan tipis! Jangan menganggap enteng hal ini. Hukum Allah tetap harus dilaksanakan. Orang yang berbuat dosa harus diserahkan ke dalam kuasa maut dan api neraka!

    “…..: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran…”
    (Yehezkiel 33: 12)

    Hukum-hukum tertulis, yang telah disampaikan Allah melalui Musa, yang disukai oleh raja Daud ternyata tidak dapat membebaskan dia dari hukum dosa dan hukum maut. Hukum tertulis itu malah menuntut agar raja Daud mati dan menjadi tawanan maut! Namun oleh karena kasih karunia Allah, dosa raja Daud dijauhkan dari padanya, bukan “dihapus” tetapi hanya “dijauhkan”. Kata “dijauhkan” memiliki makna bahwa Allah membentengi raja Daud dengan ke-Mahakudusan-Nya! Akan tetapi bayi yang dilahirkan Batsyeba itu harus mati karena raja Daud telah menista nama Allah dengan perbuatan jahatnya. Setelah raja Daud mendengar bahwa bayinya itu akan mati lalu ia berpuasa dan menyiksa dirinya dengan maksud agar Allah tidak mengambil nyawa bayi itu. Tetapi Allah tidak menghendakinya sehingga bayi itu memang harus mati dan hal ini bukan berarti juga bayi itu pasti berada dalam maut sebab sekalipun ia memiliki tabiat dosa (tidak suci) namun ia belum berbuat dosa dan ia juga belum mengenal hukum Taurat. Oleh sebab itu Ayub di dalam kesengsaraannya lebih memilih tidak dilahirkan ke dalam dunia. Dalam Ayub 3: 3,4, 11-13, 16 kita dapat memahaminya dengan seksama:

    Maka berbicaralah Ayub:
    (ayat 3) Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan.
    (ayat 4) Biarlah hari itu menjadi kegelapan, janganlah kiranya Allah yang diatas menghiraukannya, dan janganlah cahaya terang menyinarinya.
    (ayat 11) Mengapa aku tidak mati waktu aku dilahirkan, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?
    (ayat 12) Mengapa pangkuan menerima aku; mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu?
    (ayat 16) Atau mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang?

    Ayub telah kehilangan semua anak lai-laki dan perempuannya dan seluruh harta bendanya oleh karena malapetaka yang dari si jahat padahal ia adalah seorang yang saleh dan tidak melakukan kejahatan seperti halnya raja Daud, namun sesungguhnya Iblis mencobai Ayub dengan seizin Allah. Ia lebih memilih mati saat ia bayi atau tidak dilahirkan sama sekali daripada harus menderita penderitaan fisik dan mental dan berpeluang masuk ke dalam maut. Namun Ayub yakin bahwa Allah akan memihaknya oleh sebab itu pada pasal 19 ayat 25, Ayub menubuatkan tentang kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Inilah pengharapan Ayub atas keselamatan dari Allah yaitu kemenangan Yesus atas maut. Ayub memandang jauh kedepan tentang keselamatan sejati untuk semua umat manusia.

    Ayub berkata:
    “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu”.
    (Ayub 19: 25)

    Mengenai anak-anak kecil (termasuk juga bayi), Yesus berkata sebab orang-orang seperti itulah yang empunya kerajaan surga (Mat. 19:14), bahkan Yesus menegaskan bahwa jangan menyesatkan anak-anak kecil yang percya kepada Yesus sebab ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Allah (Mat.18: 6&10). Sebab kita tahu bahwa Allah tidak menciptakan dengan tanah sosok Adam dan Hawa dengan bentuk bayi mungil di taman Eden dan lagipula dosa dam maut menjalar ke semua manusia oleh karena perbuatan dosa! Jadi, bayi yang mati dengan tabiat dosa turunannya tidak berhak untuk masuk ke dalam maut. Namun, barangsiapa yang membunuh seorang bayi atau anak kecil tidak akan luput dari maut dan neraka! Apakah bayi hasil zinah raja Daud itu masuk ke dalam maut? Tentu saja tidak.

    Dalam Mazmur 51, kita dapat membaca dengan jelas isi doa pengakuan dosa raja Daud. Di ayat 7, akhirnya raja Daud mengaku ketidakberdayaannya atas tabiat dosa yang ada dalam dirinya. Ia berkata: “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” (Maz.51:7). Raja Daud yang menyukai hukum-hukum tertulis itu akhirnya harus mengakui bahwa sesungguhnya setiap manusia yang sudah diperanakkan dan dikandung dalam kesalahan dan dosa sejak dari dalam kandungan seorang perempuan. Memang, dosa besar raja Daud itu hanya dijauhkan saja bukan dihapus dan hukum-hukum tertulis itu tidak mampu menghapus dosanya dan apabila raja Daud dapat hidup sampai masa tuanya itu adalah karena kasih karunia TUHAN. Kematian bayi hasil zinahnya itu merupakan penegasan dari Allah bahwa itu adalah kosekuensi dari penghinaan nama TUHAN. Kematian bayi itu bukan dikarenakan dosa raja Daud tetapi sebagai bentuk hubungannya dengan Alah yang retak! Raja Daud seharusnya mati saat itu juga dalam dosanya sebab hukum Taurat memang menuntutnya demikian.

    Hukum Taurat menuntut agar raja Daud diserahkan ke dalam maut oleh karena dosanya namun Allah tidak menghendaki ia nantinya tinggal di alam maut oleh sebab itu Allah menjauhkan dosa itu. Sesungguhnya dalam peristiwa ini Allah telah menggambarkan bagaimana Dia nantinya dapat dengan bebas mengampuni dosa-dosa manusia dengan suatu perjanjian yang baru yang akan diadakan-Nya ketika Dia datang ke dunia sebagai seorang manusia. Perjanjian baru yang memiliki hukum-hukum yang terukir dalam batin dan hati manusia yang dilakukan oleh Roh Allah yang Mahakudus. Suatu bentuk hukum yang tidak dapat dilihat oleh mata jasmani manusia. Hukum tak tertulis itu bernama hukum kasih.

    Yesus Kristus berkata:
    “Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”
    (Matius 5: 17)

    III. HUKUM YANG MEMBEBASKAN MANUSIA DARI DOSA

    1000 tahun setelah zaman raja Daud, Allah datang ke dalam dunia di dalam nama Yesus Kristus. Kedatangan-Nya ialah untuk menggenapi hukum-hukum tertulis itu yaitu Taurat. Namun agaknya orang-orang golongan Farisi mengganggap Yesus telah melanggar beberapa perintah hukum Taurat. Mereka menuduh bahwa menyembuhkan penyakit dan orang cacat fisik (Yoh.5: 1-18; 9) dan melakuan pekerjaan kecil seperti memetik bulir gandum(Mat. 12:1-8)pada hari Sabat adalah melanggar perintah tertulis hukum Taurat! Mereka menuduh Yesus dan para murid-Nya melanggar hukum tertulis itu dengan melakukan pekerjaan tersebut.

    Golongan Farisi dan ahli Taurat kedua-duanya adalah golongan yang mengabdikan dirinya pada hukum yang tertulis. Mereka meyakini bahwa hukum tertulis itu adalah hukum yang akan memberikan keselamatan kepada manusia. Dengan memperaktekan hukum-hukum tertulis itu manusia akan mendapat keselamatan dari Allah. Dan tampaknya mereka tidak memahami bahwa sesungguhnya ada kira-kira 3000 orang yang tewas pada hari ketika hukum Taurat itu telah diberikan kepada Musa (lih. Keluaran 32: 28). Jangan kita berpikir bahwa hukum Taurat adalah tidak baik sebab sebenarnya permasalahannya adalah pada tabiat dosa pada diri manusia itu sendiri. Hukum Taurat adalah kudus, benar dan baik tetapi oleh karena keberdosaan manusialah maka kematian harus menjadi kosekuensinya bagi siapa yang melanggar hukum Taurat.

    Hari Sabat atau hari ketujuh adalah hari perhentian TUHAN saat Dia menciptakan langit dan bumi (Kel.20:11; 31:15; 35:2) namun dalam Ulangan 5: 15, ditambahkan pula bahwa hari Sabat juga dirayakan sebagai hari ketika Allah telah membebaskan bangsa Israel dari perbudakkan di Mesir. Allah memerintahkan agar bangsa itu untuk menguduskan hari Sabat dengan tidak melakukan pekerjaan apapun. Kalimat “menguduskan hari Sabat” berarti bahwa jangan ada seorang pun yang melakukan perbuatan dosa sebab baragsiapa yang melanggar hari Sabat akan dihukum mati!

    Allah berfirman untuk menguduskan hari Sabat, hal ini bukan berarti bahwa Allah melarang perbuatan baik yang dilakukan pada hari Sabat. Hari Sabat adalah hari yang kudus dan perbuatan baik adalah bagian dari kekudusan Allah. Jadi tidak ada alasan bagi orang Farisi untuk keberatan apabila Yesus menyembuhkan orang yang sakit pada hari Sabat. Yesus berkata kepada orang-orang Farisi: “…dan kamu menyunat orang pada hari Sabat! Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada-Ku, karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari sabat.”(Yoh.7: 22-23). Jadi benarlah kecaman Yesus terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dengan berkata: “Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.”(Mat.23: 4) Yesus mengecam kemunafikkan mereka dalam menjalankan hukum-hukum tertulis Taurat itu. Mereka menganggap Yesus telah melanggar kekudusan hari Sabat dan layak untuk hukuman mati namun mereka sendiri pada masa itu menyunatkan seseorang pada hari Sabat agar tidak melanggar hukum Taurat (Musa) dan anehnya mereka tidak menganggap diri mereka sebagai pelanggar hukum itu dan layak untuk mati.

    Permasalahannya terletak pada sikap orang-orang Farisi yang cepat untuk menghakimi orang menurut apa yang dilihatnya, sebenarnya perbuatan menyunat pada hari Sabat dan menyembuhkan seluruh tubuh orang pada hari Sabat adalah hal yang baik dan benar di mata Allah. Sebab yang terpenting dalam hukum Taurat adalah Keadilan, belas kasihan dan kesetiaan (Mat. 23: 23). Orang-orang yang masih terikat dengan perjanjian lama tidak dapat melihat hukum-hukum yang tidak tertulis yang lebih agung dari pada hukum-hukum tertulis yang terkesan legalistis dan agamawi.

    Pada hari Sabat, murid-murid Yesus memetik bulir gandum untuk dimakan karena mereka lapar pada saat itu namun orang-orang Farisi berkata kepada Yesus bahwa para murid itu telah melakukan suatu pekerjaan pada hari Sabat dan hukuman mati layak untuk mereka. Dari beberapa jawaban Yesus, saya sangat terkesan dengan analogi kedua yang diberikan Yesus sebagai jawaban atas kefanatikkan mereka. Yesus berkata “Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?” (Mat.12: 5). Jawaban Yesus ini diambil dari peristiwa yang dicatat dalam Bilangan 28: 9-10 yang menyatakan bahwa Allah berfirman kepada Musa tentang persembahan-persembahan yang harus dipersembahkan bangsa Israel kepada Allah. Untuk korban hari Sabat, Allah memerintahkan agar para imam-imam harus mengolah dengan minyak dua ekor domba berumur setahun dan dua persepuluh efa tepung yang terbaik dan korban curahan sebagai persembahan pada tiap-tiap hari Sabat. Apakah para imam-imam itu dapat dikatakan sebagai pelanggar hari Sabat?

    Para imam-imam mengadakan korban Sabat itu di dalam Bait Allah pada hari Sabat tetapi Yesus berkata kepada orang-orang Farisi bahwa Diri-Nya adalah yang melebihi Bait Allah dan Tuhan atas hari Sabat dan dengan mengutip Hosea 6: 6, Yesus menjelaskan bahwa Allah menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. Kasih adalah inti dari hukum-hukum Taurat dan kitab-kitab para nabi. Sebagai Tuhan atas hari Sabat, Yesus kembali menegaskan bahwa bahwa boleh berbuat baik pada hari Sabat (Mat.12: 12).

    Mengapa Yesus melepaskan hukuman rajam seorang perempuan yang kedapatan berzinah? Pertama, karena orang-orang yang ingin merajam perempuan itu ternyata juga pelanggar hukum Taurat. Kedua, karena Allah di dalam nama Yesus Kristus lebih menyukai belas kasihan dari pada huruf-huruf tertulis hukum Musa.

    “Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.”
    (Roma 13: 10)

    Dalam zaman Perjanjian Lama, Allah telah menubuatkan tentang perjanjian yang baru itu. Dan hal ini dapat terlihat jelas ketika Allah berfirman”

    “Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”
    (Yehezkiel 36: 27)

    Janji ini pertama-pertama diberikan kepada bangsa Israel (Yahudi) sebagai pembaharuan dari perjanjian yang lama dan selanjutnya akan dinikmati oleh semua bangsa non-Yahudi. Yesus sendiri menjelaskan bahwa “keselamatan datang dari bangsa Yahudi” (Yoh.4:22). Perjanjian baru ini adalah hukum-hukum tak tertulis yang dapat membawa manusia ke dalam keselamatan dan kesempurnaan. Hukum-hukum tak tertulis ini hanya dapat diberikan Allah pada siapapun yang percaya kepada Yesus. Sebab Yesus telah mengggenapi seluruh hukum-hukum tertulis Musa selama hidup-Nya di dunia.

    Hukum-hukum tak tertulis ini hanya dapat diukir dialam batin dan hati manusia melalui Roh Allah yang Mahakudus. Dan Roh Allah itu hanya dapat bekerja di dalam hati manusia yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadinya. Roh Kudus Allah itu juga disebut sebagai Roh Kebenaran (Yoh. 14: 16-17), dan mengenai Roh itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu” (Yoh.14:17)

    Kesimpulanya adalah tubuh jasmaniah Yesus Kristus dapat diartikan sebagai lambang bentuk fisik dari hukum Taurat dan sifat ke-ilahian Yesus Kristus dapat diartikan sebagai bentuk tak tertulis dari hukum Taurat itu. Jadi, dalam keadaan-Nya sebagai manusia, Allah di dalam nama Yesus berhak melimpahkan semua tuntutan hukum Taurat atas pelanggaran manusia di dalam tubuh jasmaniah-Nya. Oleh sebab itu Yesus dapat memiliki akses ke dalam maut. Semua pelanggar hukum Taurat harus mati saat itu juga tetapi oleh karena Yesus Kristus telah menang atas maut melalui kebangkitan-Nya, Allah melalui Dia berhak untuk mengampuni dosa-dosa manusia yang mau percaya dan tetap bertekun dalam ajaran kasih-Nya melalui Roh Kudus.

    Bertekun dalam ajaran Yesus berarti bahwa orang itu memberikan hati dan batinnya untuk diukir oleh hukum kasih melalui Roh Kudus yang telah ia terima melalui iman kepada Yesus Kristus. Proses penyempurnaan dari dalam itu akan terus bekerja seumur hidup orang itu. Sekalipun orang itu jatuh dalam pelanggaran namun Roh Kudus akan memberikan jalan keluar atas setiap pelanggaran dan kesalahanya itu. Roh itu akan memimpin manusia ke dalam keselamatan dan kesempurnaan. Jaminan surga telah diberikan Allah dengan Cuma-Cuma melalui iman di dalam Yesus Kristus! Hukum-hukum tertulis Taurat telah disampaikan oleh Musa namun hukum-hukum tak tertulis (Kasih) itu disampaikan oleh Roh Kudus Allah dari dalam hati dan batin orang yang percaya kepada Yesus.

    Sebelum bertobat, Paulus dulunya adalah seorang Farisi yang sangat bersemangat untuk membunuh dan menganiaya orang-orang yang mengikuti Jalan Tuhan. Namun setelah ia dibebaskan dari hukum-hukum tertulis itu melalui kasih karunia Allah dan menjadi murid Yesus Kristus, ia berkata:

    “Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memeperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.”
    (2 Kor. 3:4-6)

    Untuk menutup artikel ini, mari kita renungkan firman Tuhan yang disampaikan melalui rasul-Nya, Paulus di bawah ini:

    “Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”
    (2 Kor. 3: 17-18)

    Bukankah sebelumnya, Allah telah berfirman: “Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”
    (Yehezkiel 36: 27)

  37. @ricco
    bung ricco, ga perlu nunggu meninggal utk membuktikan kebenaran bhw yesus adalah tuhan yg menyelamatkan.

    skrg aja udah terbukti yesus itu berkuasa dlm hidup stiap org yg percaya bhw dia adl tuhan.

    yg buta bs melihat dalam nama yesus,yg lumpuh berjalan,yg bisu dpt berbicara,yg tuli bs mendengar,setan bs diusir dlm nama yesus,yg mati bangkit(ini bukan kejadian ribuan thn lalu pd masa yesus,tp masa skrg itu tjd).

    sy sendiri udah biasa melakukan beberapa mukjizat spt itu dlm nama yesus.

    nah,skrg sy tantang anda, buktikan alquran anda dan iman islam anda dg melakukan hal2 yg sy sebut diatas entah dlm nama muhamad atau allah swt.

    jd anda dan sy tidak perlu meninggal dulu.buktikan aja hari ini.

    anda tidak perlu fanatik buta membela ajaran anda kalau ajaran itu justru tidak menjamin keselamatan anda dan tidak ada satupun kuasanya yg dpt dibuktikan dalam hidup anda sampai HARI INI.

    bukannya mengajari anda,tp hny saran aja(itupun kalau anda mau) bhw segala sesuatu harus diuji kebenarannya,jangan menerima mentah dan bulat2 apa yg anda dengar dr penceramah dan pemimpin anda yg anda jdkan panutan apalagi soal keselamatan dan hidup yg tidak akan berakhir setelah kematian.msh ada kesempatan sebelum kita semua meninggal.

    sbb pengajaran itu(termasuk penceramahnya) kelaK TDK AKAN MENYELAMATKAN ANDA,yg sanggup menyelamatkan anda hanyalah Tuhan yg menciptakan anda.bahkan diri anda sendiri dan semua perbuatan baik anda tidak akan sanggup menyelamatkan.GOD ONLY.

    nb:sy tidak merendahkan apapun dan siapapun.

  38. ketahuilah, bahwa Tuhan tidak pernah membuat agama. agama lahir dari pemikiran manusia. Intinya apapun agamamu, yang penting kenallah siapa Tuhanmu, yang menjamin keselamatanmu setelah kehidupan ini.
    dan jangan sampai dengan ini, malah terjadi permusuhan antara 2 agama :)
    ingat, kita semua 1 keluarga

  39. Tujuan kita bukan mencari pembenaran dan kesalahan orang lain, setidaknya kita memberikan pandangan akan kebenaran tentunya berdasarkan fakta yang bisa di pertanggungjawabkan. Kesimpulan masing2 adalah bukti keimanan yang kita yakini dan harapannya menjadikan kita lebih dalam memahami akan kebesaran Allah.

    @fajaryehuda.
    Menanggapi bahwa yang anda sebutkan bahwa nabi-nabi diatas adalah islam=muslim Jawaban saya IYA..!! dgn tegas saya katakan itu….
    Tapi saya hanya ragu kalo Allah adalah Islam.

    Tahu kenapa? kita sidik arti kata muslim=islam
    Arti Muslim
    Muslim, adalah sebuah kata dari bahasa Arab yang berarti orang Islam atau yang patuh menurut perintah. Kata ini berasal dari kata salima yaslamu yang berarti selamat, sentosa; atau aslama yang berarti tunduk patuh atau beragama Islam. Sehingga orang muslim berarti orang yang patuh, taat dan berserah diri kepada sang penciptanya.

    Sumber http://muslimwamuslimah.blogspot.com/2007/11/arti-muslim.html

    Jadi Allah bukan Muslim=Islam karena Allah yang memberikan perintah itu.

    Jadi kl saya simpulkan dgn sederhana bahwa nabi-nabi di atas yg anda sebutkan bahwa mereka adalah orang yang patuh dan taat terhadap perintah Allah dan menjalankannya.

    Satu lagi mengenai babi menjadi babi hutan, perlu di ingat bahwa jaman dolo babi emang tinggal/hidup di hutan. Jadi perlu di pahami dalam terjemahan kalimat alkitab ada kalimat yang tepat untuk bisa di sampaikan agar lebih tepat sasaran dalam memahaminya.

    Dan perlu di ingat satu hal, yang di bahas tuh Topik awalnya sehingga lebih fokus…

    Tapi sekedar mengingatkan, apakah muslim percaya dengan alkitab/injil dan taurat adalah kebenaran, jelas jawabnya iya.. karena kita harus baca lagi “arti muslim”. kalo memang iya pernakah seorang muslim yang menyebut dirinya muslim saat ini mempercayai bahwa tidak ada nabi lain selain Isa Almasih yang terakhir. Kl memang masih meyakini Muhammad nabi lalu pertanyaan kembali keatas tadi apakah muslim percaya dengan alkitab/injil dan taurat adalah kebenaran.

    Dan saya membaca alQuran, ada kalimat yang mengatakan alQuran kuturunkan untuk memperbaiki kitab-kitab sebelumnya kira-kira kalimatnya seperti itu. Jadi Alkitab berbohong begitu juga Allah. Jadi Kontradiksi yang sangat kentara… jadi apa pendat anda tentang pernyataan ini,

    Artinya kl memang Umat Muslim skrng ini yg menyebut dirinya Islam percaya dengan hal itu harusnya bisa melihat akan sebuah fakta, sesuai dengan topik di atas.

  40. Waduh lagi-lagi cuma menyampaikan doktrin sebagai yang paling benar.

    Mbok coba diteliti lagi, diuji kebenarannya, jangan hanya membuta…..

    Pertanyaan yang harus diujikan mudah kok :

    “Apakah Nabi Ibrahim pernah ke Mekkah…?”

    Itu dulu saja cukup…

    Tak perlulah berulang2 mengklaim sebagai yang paling benar, ngalor ngidul mbulat mbulet aja, ndak njawab pertanyaan…..

    Peace & LOVE
    to all

  41. Bravo ! Salam Alaikum *mengutip dari sodara Indra.

    Saya merasakan mendapat beberapa pengetahuan dari forum ini, very blessed!

    Saran saya : kepada sodara2ku yang telah menerima dan percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamat, maka sambil dibawa dalam doa juga untuk pemberitaan kalian dimanapun, agar Tuhan Yesus melalui Roh Kudusnya turut bekerja…
    Jangan memakai kekuatan sendiri, yaitu pengetahuan2 yang ada miliki, karena itu saja tidaklah cukup! Perlu sekali campur tangan Tuhan Yesus melalui Roh Kudus untuk menjadikan seorang percaya kepadaNya.

    Tetap berdoa dan KASIH, ramah satu terhadap yang lain…

    Bravo !

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.