Peristiwa Korban Ibrahim : Gambaran Korban Agung Almasih

Sacrifice - Reimbrandt

Sacrifice - Reimbrandt

Karya Isa Almasih di Kayu Salib adalah merupakan sebuah Korban Agung, IA yang benar untuk kita yang tidak benar supaya kita mendapatkan pengampunan dosa dan dipulihkan hubungan dengan Allah. Dan korban yang sempurna itu cukup sekali untuk selamanya.

Peristiwa korban anak Ibrahim merupakan sebuah penggambaran terhadap apa yang akan dilakukan oleh Isa Almasih sebagai  korban yang sempurna sebagai jalan keselamatan/pendamaian umat manusia dengan Allah.

Sebuah video yang berisi pentingnya makna ritual korban dan bagaimana penggenapannya di dalam karya Isa Almasih dapat dilihat di dalam  video berikut ini :

YouTube Preview Image
  • Share/Bookmark
Tagged as: ,
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

1 Comment

  1. 1. Sekitar tahun 1700 sM. Di Gunung Moria. Melkisedek, raja Salem, yang sekaligus juga sebagai imam Allah Yang Mahatinggi membawa roti dan anggur lalu memberkati Abraham. Salem adalah kata Ibrani untuk “damai”, sebagai nama tempat Salem biasanya dihubungkan dengan Yerusalem (Maz.76: 3). Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, ia adalah raja Salem (Yerusalem) yaitu raja damai sejahtera (Ibr.7: 2). Melkisedek adalah lambang dari Yesus Kristus yang membawa tubuh dan darah-Nya di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia.

    2. Gunung Moria juga adalah tempat di mana Abraham waktu ia ingin menyembelih Ishak, anak yang dijanjikan itu, oleh karena iman Abraham telah teruji maka Allah menggantikan Ishak dengan seekor domba jantan untuk disembelih oleh Abraham (Kej.22:1-2). Hal ini adalah lambang dari Yesus Kristus, Sang Anak Domba Allah, yang dikorbankan untuk menebus dosa manusia.

    3. Sekitar tahun 962 sM. Di Gunung Moria, di Yerusalem adalah tempat dimana Salomo, anak Daud membangun Bait Allah dalam bulan Ziw, yaitu bulan kedua.

    4. Sekitar tahun 30 M. Di Gunung Moria yang disebut Sion, di Yerusalem, adalah tempat dimana Yesus Kristus, Sang Raja Damai, disiksa seperti layaknya anak domba yang dibawa ke pembantaian. Ia memberi tubuh-Nya untuk diremukan secara perlahan-lahan dan mencurahkan darah-Nya yang kudus untuk menyediakan keselamatan bagi semua orang yang mau datang kepada-Nya. Ia dijatuhi hukuman mati kemudian akhirnya mati disalibkan namun bangkit pada hari yang ke-tiga. Kematian dan kebangkitan Kristus menggenapi peristiwa-peristiwa Perjanjian Lama yang terjadi di gunung Moria.

Leave a Response

You must be logged in to post a comment.